KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, May 25, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 17 MEI 2026





IBADAH RAYA MINGGU, 17 MEI 2026

KITAB WAHYU

(Seri 3)

 

Subtema: MENGGEMBALAKAN DENGAN GADA BESI

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan yang turut bergabung secara online dimanapun saudara berada lewat live streaming, video internet baik dari Youtube, Facebook, dimanapun saudara berada.

Doa dan harapan kami kiranya Tuhan Yesus Kristus bertakhta dan memberi damai sejahtera, sukacita, saat kita duduk diam menndengarkan sabda Allah.

 

Selanjutnya marilah kita sambut KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Namun tetaplah berdoa dalam Roh mohonlah kemurahan dari pada Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Wahyu 19:15

(19:15) Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

 

Pada hari penghakiman Tuhan akan berperang dengan adil, sebab Ia akan memerangi segala kefasikan.

Pada ayat 15 disitu kita melihat ada 3 (tiga) tindakan yang diperbuat oleh Si penunggang kuda putih.

1.      Dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa.

Artinya: pada hari penghakiman orang-orang yang menolak Firman Allah akan dihukum oleh Firman Allah itu sendiri. Ayat referensinya; Yohanes 12:48, dan 2 Tesalonika 1:8.

Saudara bagian pertama ini sudah kita bahas bersama-sama, dua minggu berturut-turut.

 

2.       Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi.

Terkait dengan “tongkat besi / gada besi”, dapat kita temukan didalam Kitab…

Mazmur 2:9

(2:9) Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."

 

Ayat ini menceritakan kepada kita tentang hari penghakiman, dan pada hari penghakiman:

1.      Tuhan akan meremukkan bangsa-bangsa dengan gada besi.

2.      Memecahkan bangsa-bangsa seperti tembikar tukang periuk.

Tembikar = bejana tanah liat yang dibuat oleh tukang periuk (pejunan).

 

Pertanyannya: Siapakah bangsa-bangsa yang akan dihancurkan (diremukkan) seperti tembikar tukang periuk?

Jawabannya…

Mazmur 2:1-2 --- Perikop: “Raja yang diurapi TUHAN”

(2:1) Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? (2:2) Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya:

 

Bangsa-bangsa yang akan dihancurkan (diremukkan); adalah bangsa-bangsa yang sifatnya menentang Tuhan, antara lain;

1.      Bangsa-bangsa mereka-reka atau merencanakan perkara yang sia-sia.

Yesaya 30:1-2

(30:1) Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah, (30:2) yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir. (30:3) Tetapi perlindungan Firaun akan memalukan kamu, dan perteduhan di bawah naungan Mesir akan menodai kamu.

 

Contoh: mereka-reka atau merencanakan perkara yang sia-sia.

a.       Melaksanakan suatu rancangan yang bukan rencana Tuhan.

b.      Yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Kudus.

c.       Yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan dari Tuhan.

 

2.      Raja-raja dan pembesar-pembesar bersama-sama (sehati) melawan Tuhan atau pribadi yang diurapi Tuhan.

 

Mazmur 2:3

(2:3) "Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!"

 

Praktek melawan yang diurapi Tuhan;

a.      Raja-raja dan para pembesar memutuskan belenggu-belenggu mereka = memutuskan hubungan dengan Tuhan.

Kata “mereka” disini menunjuk kepada; anak-anak Tuhan yang terhubung dengan Tuhan.

Saudara, tidak sedikit (banyak) orang kristen memutuskan hubungannya dengan Tuhan;

1.      Karena ingin mencari jodoh.

Hati-hati pemuda/pemudi jangan karena jodoh engkau putuskan hubunganmu dengan Tuhan, sehingga engkau menjadi domba yang liar / domba yang tidak tergembala.

2.      Bisa karena usaha, pekerjaan, bisnis yang ingin dikelola.

Mungkin ini menjanjikan, tetapi memutuskan untuk meninggalkan Kandang Penggembalaan, dan memutuskan untuk meninggalkan Tuhan yang sebenarnya memelihara dia.

3.      Demi cita-cita dan demi karir, mencakup kedudukan, jabatan, dan pangkat yang tinggi.

 

b.      Membuang tali-tali.

Artinya: menolak Kasih Allah, sebab “tali-tali” adalah gambaran dari Kasih Allah.

Adapun kegunaan dari tali Kasih ialah: sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Kita baca…

Kolose 3:14

(3:14) Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. (3:15) Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

 

Singkat kata; kita dipanggil untuk menjadi satu tubuh berarti; sempurna. Jadi meskipun anggota tubuh itu banyak dan berbeda-beda, bila diikat oleh “tali kasih” menjadi “sempurna”.

Tetapi kalau kita terpisah dari tubuh, berarti belum satu. Inilah yang disebut cacat atau cela, atau kerut, atau yang serupa itu. Umpama satu anggota tubuh terpisah; katakan tangan kanan, inilah cacat atau cela, berarti belum sempurna.

 

Itulah kegunaan tali Kasih.

Tetapi raja-raja bermufakat melawan Tuhan, mereka tidak peduli dengan tali Kasih yang mempersatukan supaya tubuh Kristus menjadi sempurna. Mereka hanya peduli dengan hatinya, kepentingannya, egonya, cita-citanya, itu saja, tidak lebih dan tidak kurang.

Hati-hati dengan kehidupan (tabiat, sifat, karakter) semacam ini.

 

Di dalam Injil Yohanes 17 ada dua permohonan Yesus dalam doa kepada Bapa di Sorga;

1.      Untuk orang-orang yang diutus oleh Tuhan, supaya mereka diberkati, dipelihara, ditengah-tengah pengutusan mereka di dalam hal memberitakan Injil kebenaran.

2.      Supaya setiap suku, kaum, bahasa, dan bangsa-bangsa di bumi ini, itulah orang-orang percaya menjadi satu tubuh, sama seperti Anak dan Bapa adalah satu.

(17:20) Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; (17:21) supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (17:22) Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: (17:23) Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi AkuYohanes 17:20-21.

 

Jadi kita dipanggil menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna = mulia.

Jadi belajarlah untuk menyatukan diri dengan Tuhan.

Kita bersatu dimulai dari nikah terkecil yaitu; suami isteri, kemudian nikah yang lebih besar itulah; Kandang Penggembalaan GPT Betania.

 

Tetapi Yesus tidak hanya berdoa, Dia buktikan di atas kayu Salib, doa itu disampaikan kepada Bapa; "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?... Matius 27:46.

Bukan keluhan-Nya yang dinaikkan, tetapi keluhan kita yang dinaikkan sekaligus supaya kita menjadi satu tubuh, berarti; sempurna = dipermuliakan.

 

Kita lihat…

Yohanes 19:30

(19:30) Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

 

Jadi Tuhan Yesus mengerjakan pekerjaan-Nya sampai selesai (tidak tanggung-tanggung). Dia tidak meningalkan kita begitu saja, tetapi Dia meninggalkan kita ketika Ia selesai mengerjakan pekerjaan-Nya.

Tanda Ia “selesai” mengerjakan pekerjaan-Nya di atas kayu Salib, ada dua;

1.      Menundukkan kepala-Nya.

2.      Menyerahkan nyawa-Nya. Ini penyembahan dalam penyerahan diri sepenuh.

Jadi, ayat 30 adalah Kasih yang telah dibuktikan dengan pengorbanan-nya dan kematian-Nya di atas kayu Salib.

 

Setelah dalam doa, Dia menyerahkan diri-Nya

Yohanes 19:33

(19:33) tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,

 

Bukti Yesus mengasihi kita; tidak ada satupun dari antara tulang-tulang-Nya yang dipatahkan,

 

Ingat waktu Allah membangun seorang perempuan dari salah satu tulang rusuk Adam.

Maka Adam berkata; "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."… Kejadian 2:23.

Tidak ada satupun dari tulang-Nya yang dipatahkan, itu artinya; tidak ada satupun dari anggota-anggota tubuh itu yang terpisah.

 

Jadi doa Yesus yang kedua adalah; supaya orang-orang yang percaya yang datang dari semua suku, kaum, bahasa dan bangsa menjadi satu tubuh Kristus, berarti sempurna = dipermuliakan.

Yesus bukan hanya berdoa semata, tetapi Yesus telah mati di atas kayu Salib, sebagai bukti bahwa Yesus telah mengasihi kita. Sehingga dengan kematian-Nya di atas kayu Salib, tidak ada satupun dari tulang-tulang-Nya yang dipatahkan, supaya kita tetap menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, dan kelak dipermuliakan.

Singkat kata; Yesus telah membangun tubuh Kristus yang sempurna dalam doa dan perbuatan-Nya.

 

Jadi tidak salah berdoa, tetapi kalau tidak ada praktek Firman, maka doa semacam ini menjadi kekejian.

Tetapi lihatlah, Yesus betul-betul mengasihi kita, jauh dari perbuatan keji. Selain berdoa, Yesus juga melakukan praktek Firman, supaya kita semua menjadi satu, sehingga untuk itulah kita dipanggil, supaya kita menjadi satu tubuh.

Tetapi hal ini diabaikan oleh raja-raja, pembesar-pembesar, bangsa-bangsa, mereka --- membuang tali-tali(Mazmur 2:3).

 

Saudara, apapun yang terjadi didalam hidup kita, baik susah dan senang jangan kita “buang tali-tali

 

Kita telusuri terkait Yohanes 19:30&33 pada…

Efesus 4:10

(4:10) Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.

Yesus telah mati dan bangkit untuk memenuhkan segala sesuatu.

 

Efesus 4:11-13

(4:11) Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, (4:12) untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (4:13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

 

Lewat kematian dan kebangkitan-Nya, Ia telah memberikan lima jabatan;

1.      Rasul.

2.      Nabi.

3.      Penginjil.

4.      Gembala.

5.      Guru.

Tujuannya: untuk memperlengkapi hamba-hamba Tuhan (orang-orang kudus-nya).

1.      Bagi pekerjaan pelayanan.

2.      Bagi pembangunan tubuh Kristus. Demi terwujudnya Pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

Tanda terwujudnya Pembanguan Tubuh Kristus yang sempurna adalah:

1.      Mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah.

2.      Mencapai kedewasaan penuh.

3.      Mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

 

Efesus 4:15-16

(4:15) tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. (4:16) Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota -- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

 

Tanda terwujudnya Pembanguan Tubuh Kristus yang sempurna adalah: Mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Berarti; di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala dan Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu.

Inikan pekerjaan yang mulia.

Tetapi lihatlah raja-raja dan pembesar-pembesar, mereka membuang tali-tali, berarti; hal yang mulia dibuang, sungguh sangat disayangkan.

 

Saudara, lewat Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel dinyatakan kepada kita, akhirnya kita mengerti rencana Tuhan, yaitu; supaya kita dibawa masuk dalam Pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, itulah Mempelai TUHAN.

Oleh sebab itu, hargailah Kasih yang berguna untuk mempersatukan, menyempurnakan sampai kelak kita dipermuliakan.

 

Kita kembali untuk membaca…

Kolose 3:15

(3:15) Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Kalau kita dipanggil menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; Bersyukurlah, tidak usah ngomel dan berkata; ribet (rumit) sekali dalam mengikuti Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Justru kita “bersyukurlah”.

 

Memang untuk menyampaikan satu dan dua ayat di tengah-tengah Penginjilan tidak perlu ribet, tidak perlu pakai catatan, dan tidak perlu duduk diam menyimak dengan tenang, cukup berdiri, jalan-jalan, dan cukup dengan satu ayat sudah jelas di telinga ini.

Tetapi Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan disebut Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus adalah bagian dari Injil Kerajaan, memang harus disimak dengan rapi, cara mendengarkan Firman rapi tersusun(Efesus 4:16), seluruh tubuh rapih tersusun, melayani rapih tersusun, semuanya rapih tersusun.

Seorang hamba Tuhan (Malaikat Jemaat) itulah Gembala Sidang didalam hal menyampaikan Firman harus rapih tersusun, sehingga sidang jemaat saat mendengar Firman juga rapih tersusun.

Umpama Firman Penggembalaan dalam GPT Betania Serang & Cilegon untuk…

·         Ibadah Raya Minggu adalah Kitab Wahyu.

 

Jadi “BERSYUKURLAH.”

 

Sekarang pengertian yang kita temukan, dapati, kita peroleh dari Tuhan lewat Mazmur Daud 2:9.

Sekarang kita bandingkan PESAN TUHAN KEPADA JEMAAT DI TIATIRA…

Wahyu 2:25

(2:25) Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.

 

Yang kita punya banyak;

1.      Kandang Penggembalaan, ditengah-tengahnya kita tergembala, kemudian digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh-El Kudus.

 

Kita punya Kandang Penggembalaan, berarti; pegang.

Imam-imam dipercaya melayani Tuhan sesuai dengan karunia-karunia dan jabata-jabatan Roh-El kudus: pegang.

Apa saja yang kita punya; yang baik, yang benar, yang suci, yang mulia; pegang saja, sampai Tuhan datang.

 

Wahyu 2:26-27

(2:26) Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; (2:27) dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk -- sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku --

 

Pesan Tuhan kepada jemaat di Tiatira: dikaruniakan kuasa untuk memerintah bangsa-bangsa dengan tongkat besi, sehingga bangsa-bangsa akan diremukkan seperti tembikar (bejana tanah liat) tukang periuk.

Inilah yang dipercayakan Tuhan kepada jemaat di Tiatira.

 

Saudara, kalau kita melihat Karunia Tuhan kepada jemaat di Tiatira ini sungguh luar biasa.

 

Kita ini manusia hina seperti debu tanah karena dosa, tetapi kalau pada akhirnya kepada jemaat di Tiatira dikaruniakan kuasa untuk memerintah bangsa-bangsa dengan tongkat besi, lalu diremukkan seperti tembikar tukang periuk, itu hal yang luar biasa. Bayangkan manusia hina di beri kuasa sebesar ini.

Oleh sebab itu saudara, sabar-sabar saja didalam hal mengikuti Tuhan, jangan buru-buru meninggalkan Tuhan / memutuskan hubungan dengan Tuhan, percaya dengan janji Firman Tuhan.

Janji Tuhan bukan hanya berlaku kepada jemaat di Tiatira, tetapi juga berlaku kepada kita keluarga besar GPT Betania Serang & Cilegon..

 

Kita bandingkan hal ini dengan Kerajaan 1000 tahun dari

Wahyu 20:3 --- Perikop: “Kerajaan seribu tahun”

(20:3) lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

 

Malaikat itu melemparkan naga itu ke dalam lobang jurang maut lalu ditutup dan di meteraikan. Tidak ada yang bisa membuka meterai itu, maka pada masa itulah yang disebut Kerajaan seribu tahun dalam keadaan damai sejahtera di bumi ini bukan di Sorga.

Perhatikan Kerajaan seribu tahun damai ini, jadi jangan cepat-cepat putus asa.

 

SIAPA YANG MEMERINTAH DALAM KERAJAAN SERIBU TAHUN DAMAI?

Wahyu 20:4

 (20:4) Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

 

Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah, tetapi tidak ada penyembahan (ibadahnya tidak memuncak sampai kepada doa penyembahan), namun kelebihannya ada yaitu;

1.      Yang tidak menyembah binatang.

2.      Yang tidak menyembah patungnya.

3.      Yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka, itulah 666.

Tiga hal itu ditolak.

 

Memang mereka sudah penuh dengan Roh Kudus (Kesaksian Yesus), sudah penuh dengan Firman, tetapi ibadahnya belum sampai kepada tingkat yang tertinggi (puncak ibadah) yaitu doa penyembahan akhirnya mereka mati martir; leher mereka dipenggal, namun mereka hidup kembali.

Mereka itulah yang duduk di atas takhta menjadi raja memerintah selama Kerajaan seribu tahun damai dengan Kristus di bumi ini.

 

Inilah yang dijanjikan Tuhan dengan perantaraan Yohanes kepada jemaat di Tiatira, yaitu; dikaruniakan kuasa untuk memerintah bangsa-bangsa dengan tongkat besi.

 

Jadi saya ulangi untuk saya sampaikan kembali di atas tadi…

Bayangkan kita ini adalah manusia yang hina seperti debu tanah karena banyaknya dosa dan pelanggaran, namun pada akhirnya kepada kita dikaruniakan kuasa untuk memerintah bangsa-bangsa dengan tongkat besi lalu diremukkan seperti tembikar tukang periuk Siapakah kita ini?.

Umpama nanti kita duduk didalam Kerajaan seribu tahun damai, kita dipermuliakan dalam Kerajaan seribu tahun damai… Siapa kita ini?... Lalu memerintah pembesar-pembesar raja-raja yang memberontak yang menentang Tuhan, memutuskan hubungan dengan Tuhan, membuang tali-tali Kasih yang sempurna… Siapakah kita ini?.

 

Jadi sekali lagi saya sampaikan; jangan cepat-cepat putus asa, jangan menjadi lemah karena situasi, persoalan, kesulitan yang menghimpit, tetapi kuat dan teguh hatilah di dalam Tuhan.

 

Bayangkanlah kemuliaan yang besar ini dikaruniakan kepada jemaat di Tiatira, maka itu pentingnya apa yang ada pada tanganmu, jangan engkau lepaskan tetapi pegang.

Engkau sudah menjadi domba yang tergembala; pegang, engkau sudah memiliki Kandang Penggembalaan dan menjadi domba; pertahankan, jangan putuskan hubunganmu dengan Tuhan karena cita-cita mu, sudah banyak hal yang sudah saya sampaikan di atas tadi.

 

SYARAT UNTUK DIKARUNIAKAN KUASA YANG BESAR

Wahyu 2:26

(2:26) Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;

1.      Barangsiapa menang. Berarti;

·         Menang terhadap dosa yang disebabkan oleh setan teritunggal itulah; naga, antikris dan nabi-nabi palsu.

·         Menang terhadap dosa oleh pengaruh hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat.

·         Menang terhada dunia dengan arusnya yang menghanyutkan.

Itu syarat pertama.

 

SIAPAKAH MEREKA YANG BERKEMANANGAN DARI SETAN, DUNIA DAN DAGING?

Efesus 2:1 ---Perikop: “Semuanya adalah kasih karunia”

(2:1) Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

 

Inilah keadaan bangsa kafir, efesus ini adalah bangsa kafir.

Noda kekafiran itulah; penyembahan berhala dan kenajisan percabulan. Sedangkan upah noda kekafiran (upah dosa) adalah maut.

 

Efesus 2:2-3

(2:2) Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. (2:3) Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

 

Itulah keadaan bangsa kafir (jemaat di Efesus) ada dalam tiga pengaruh, sehingga dosa itu berkuasa atas mereka yaitu;

1.      Daging.

2.      Setan.

3.      Dunia.

 

Efesus 2:4-6

(2:4) Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, (2:5) telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan -- (2:6) dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

 

Jadi kalau pada akhirnya kita dihidupkan kembali itu karena Kasih Karunia.

Yesus telah mati menderita sengsara dan bangkit pada hari yang ketiga, itu karena Kasih Karunia yang dilimpahkan kepada kita, jelas; Allah kaya dengan Rahmat.

 

Itulah keadaan bangsa kafir, termasuk jemaat di Tiatira; mereka bukan orang Yahudi, mereka sudah menang karena Allah itu kaya oleh Rahmat, sehingga dilimpahkan Kasih Karunia Anak-Nya yang tunggal itu.

Kiranya kita menang atas tiga pengaruh ini; daging, setan dan dunia.

 

SYARAT UNTUK DIKARUNIAKAN KUASA YANG BESAR

Wahyu 2:26

(2:26) Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;

 

2.      Melakukan Pekerjaan Tuhan sampai kepada kesudahannya / menyelesaikan Pekerjaan Allah sampai selesai.

Berarti; SETIA.

 

Kita lihat…

Filipi 2:5-8

(2:5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (2:6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, (2:7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (2:8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Jadi untuk menyelesaikan Pekerjaan Allah dibutuhkan Kesetiaan. Itulah salah satu makanan Yesus Anak Allah; menyelesaikan pekerjaan Bapa di Sorga.

Kalau tidak setia, maka tidak selesai pekerjaan Tuhan.

Ayo kita SETIA TERGEMBALA, supaya pekerjaan Tuhan selesai, sehingga kita dibawa dalam Pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Tuhan datang dan kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba.

Jadi “Setialah tergembala”.

 

Sesudah kita melihat Kesetiaan ini, maka hasilnya

Wahyu 2:28

(2:28) dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.

Sampai pada akhirnya kepada jemaat di Tiatira dikaruniakan bintang timur.

Bintang timur à Yesus Kristus Anak Allah.

 

Kita lihat “bintang timur” dalam…

Wahyu 22:12-13;16

(22:12) "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. (22:13) Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir." (22:16) "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

 

Tadi di Wahyu 2:28 -- dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur yang gilang gemilang itulah; Pribadi Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat, Dia Imam Besar tetapi Dia juga Raja, disebutlah Imamat Rajani yang sempurna. Dia Raja, Dia Kepala, Dia Suami berarti; Imam.

Kalau bintang timur dikaruniakan kepada kita, berarti kita layak menjadi mempelai Tuhan.

 

Jadi, perhatikanlah dua syarat yang dikaruniakan kuasa yang besar ini, yaitu;

-          Barangsiapa menang.

-          Melakukan pekerjaan Tuhan sampai selesai.

Bukan hanya dikaruniakan kuasa yang besar, tetapi juga dikaruniakan bintang timur yang gilang-gemilang.

Siapa bintang timur?...  Dia Imam Besar karena Dia suami, Dia juga RajaWahyu 19:7.

Kalau bintang timur dipercayakan, dikaruniakan, berarti kita layak untuk menjadi mempelai Tuhan.

 

Ayat terakhir…

Mazmur 2:10-12

(2:10) Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! (2:11) Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, (2:12) supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!

 

Singkat kata; “berbahagialah semua orang berlindung yang pada TUHAN”, berarti; tidak mengandalkan manusia dan kekuatannya dan tidak mengandalkan kelebihan-kelebihan yang dia punya.

Ciri-ciri berbahagia berlindung pada TUHAN:

1.      Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut.

Berarti; mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, tidak ada tipu daya dan yang lain-lain.

Tidak menjalankan ibadah; orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki.

-          Ragi farisi? Adalah kemunafikan, yaitu; menambahkan ajaran adat istiadat kepada taurat Tuhan, maka nampaknya berkembang.

Memang apabila yang lahiriah ditambahkan kepada yang rohani maka akan berkurang, namun sangat disayangkan; sebab pada bagian dalamnya terdapat banyak rongga-rongga = kosong, sehingga bila ditekan mengkisut.

Singkat kata; ragi farisi dijalankan oleh guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu.

-          Sedangkan ragi saduki ialah; tidak percaya dengan kuasa kebangkitan.

Akibatnya; kawin-mengawinkan, itulah yang disebut dengan kenajisan percabulan dan kekejian.

Kalau Salib dikurangkan, maka orang semacam ini pasti akan beralih kepada kenajisan percabulan seperti antikris.

Singkat kata; ragi saduki dijalankan oleh antikris.

 

2.      Ciumlah kaki-Nya dengan gemetar.

Saudara, ini adalah kerelaan diri untuk berada di ujung kaki Salib, tersungkur di hadapan takhta ALLAH, dan sujud menyembah dihadapan Dia, sebab hanya kepada Dia sajalah kita berbakti.

 

Kita lihat satu kisah yang menarik….

Lukas 7:36-38 --- Perikop: “Yesus diurapi oleh perempuan yang berdosa”

(7:36) Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. (7:37) Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. (7:38) Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

 

Pada saat Yesus di undang makan di rumah Simon si kusta orang Farisi, seorang perempuan yang terkenal berbuat dosa datang membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi, lalu dia menunjukkan suatu tindakan yang terpuji;

1.      Membasahi kaki Yesus dengan air mata.

Berapa banyak linangan air mata yang tertumpah di kaki Yesus sampai basah kuyup, sesudah itu dia menyekanya dengan rambut panjang.

Memang apabila seorang perempuan dalam ketundukan, dia bisa membersihkan segala sesuatu, itu hebatnya ketundukan.

Lihatlah linangan air mata itu bagaikan air Firman yang menyucikan orang berdosa dalam kutundukannya.

2.      Mencium kaki Yesus dengan gemetar, bagaikan berada dalam doa penyembahan kepada Tuhan, disebut juga penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah.

3.      Meminyaki kaki Yesus dengan minyak pualam, sehingga ruangan itu wangi semerbak.

 

Saudara, ini yang Tuhan inginkan, ini yang Tuhan cari dalam kehidupan orang yang berdosa.

 

Sekarang kita bandingkan dengan orang yang merasa diri benar itulah Simon si kusta orang farisi:

Lukas 7:39

(7:39) Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."

 

Perkataan Simon si kusta sekalipun di dalam hatinya, menunjukkan; bahwa dia merasa paling benar, paling suci, lebih mulia dari perempuan yang terkenal berbuat dosa.

Tetapi TUHAN TAHU HATI SETIAP ORANG.

 

Lukas 7:40-42

(7:40) Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru." (7:41) "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. (7:42) Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"

 

Karena Tuhan Yesus tahu isi hati Simon si kusta, akhirnya Tuhan berkata kepada Simon: --- "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu.

Selanjutnya Yesus kembali bertanya dengan Simon; --- Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"

--- Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." Lukas 7:43.

 

Seberapa besar hutang dosa kita, lalu dihapuskan oleh Tuhan di atas kayu Salib.

 

Siapa yang terlebih mengasihi Tuhan?... Yang hutang dosanya dihapuskan sedikit atau hutang dosanya lebih banyak?

Simon si kusta berkata; Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya, berarti; yang 500 dinar.

 

Lukas 7:44-45

(7:44) Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. (7:45) Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.  (7:46) Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. (7:47) Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."

 

Jadi sebelum Yesus berbicara kepada Simon si kusta, Tuhan sudah ampuni dosa perempuan itu.

Kenapa dosa yang banyak itu diampuni?... Karena perempuan itu telah banyak berbuat Kasih.

 

Biasanya begitu; banyak berbuat Kasih (korban ini, dan korban itu), karena ia sadar dosanya yang banyak itu, sudah diampuni oleh Tuhan. Pada akhirnya dia tidak tanggung-tanggung lagi di dalam hal berkorban dan mengasihi Tuhan.

Sebaliknya, mengapa sedikit mengasihi? Karena merasa dosanya sedikit diampuni.

 

Siapa disini yang merasa dosanya banyak itu sudah diampuni Tuhan?

Karena merasa dosa yang banyak itu sudah diampuni Tuhan, jadi apa yang harus kita perbuat?... BANYAK BERBUAT KASIH lebih dari yang sewajarnya.

Yang sejawarnya apa?... Membasuh kaki dengan air. Tetapi perempuan itu tidak. Perempuan itu membasuh kaki Yesus dengan linangan air mata, lalu menyekanya dengan rambutnya yang panjang.

Perempuan itu tidak mencium pipi kanan dan pipi kiri, tetapi mencium kaki Yesus. Lalu meminyaki kaki Yesus.

 

Jadi banyak berbuat KASIH karena DOSA YANG BANYAK ITU SUDAH DIAMPUNI TUHAN.

Maka sekarang belajarlah BANYAK BERBUAT KASIH. Mengapa?... Karena kita sadar DOSA YANG BANYAK ITU SUDAH DIAMPUNI OLEH TUHAN.

Coba ingat berapa banyak dosa masa lalu kita.

 

Lukas 7:47

(7:47) Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."

 

Yesus berkata kepada Simon si kusta:

-          Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih.

Hal ini menunjuk kepada orang yang yang menyadari; bahwa ia hidup oleh kemurahan hati Tuhan.

-          Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.

Hal ini menunjuk orang yang tidak merasakan kemurahan.

 

Karena dia merasa dosanya sedikit sudah diampuni Tuhan, maka sedikit-sedikit dia didalam hal mengasihi Tuhan, apapun bentuknya, bahkan berani mencuri milik-Nya Tuhan, bahkan kenaikan gajinya tidak berani untuk dijadikan sebagai buah sulung.

 

Lukas 7:48

(7:48) Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."

 

Betapa bahagianya kita kalau bahasa ini sekarang turun dari Sorga, yaitu; “Dosamu telah diampuni”.

Tuhan waktu itu sudah berkata-kata kepada perempuan itu, tetapi melalui kisah ini diterangkan kembali kepada kita, dan perkataan yang sama juga sudah ditujukan kepada kita yaitu; dosamu yang banyak itu sudah diampuni oleh Tuhan.

 

Singkat kata; BANYAKLAH BERBUAT KASIH.

 

Inilah saudara, cara Tuhan menolong kita supaya nanti lepas dari penghukuman pada hari penghakiman, sebagaimana yang tertulis pada Wahyu 19:15 --- Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi, sehingga bangsa-bangsa diremukkan (dihancurkan) seperti tembikar tukang periuk.

 

Kiranya Tuhan menyertai kita dengan pertolongan dan berkat kemurahan-Nya. Amen.

 

 

TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI KITA SEMUA

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment