KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, February 27, 2013

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 26 FEBRUARI 2013



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 26 FEBRUARI 2013

Tema:  HAL BERDOA
            (Seri 33)

Subtema: PENGAMPUNAN TIADA BATAS

Shalom.
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kita bersyukur, malam hari ini kita boleh bersama-sama, lewat ibadah doa penyembahan. Namun sebelum merendahkan diri di bawah kaki Tuhan, biarlah terlebih dahulu kita mendengarkan firman penggembalaan dari Matius 6: 5-13.

Tiba saatnya kita memperhatikan ayat 12.
Matius 6: 12
(6:12) dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Bila menerima pengampunan dari Tuhan, berarti; harus mengampuni orang yang bersalah / orang yang berbuat dosa kepada kita sekaliannya = MENGAMPUNI KARENA DIAMPUNI.

Jadi, tidak cukup hanya menerima pengampunan dari Tuhan, tanpa mengampuni sesama, sebab bila menerima pengampunan tanpa mengampuni sesama = egosentris / mementingkan diri sendiri, tanpa mempedulikan orang lain. Hendaklah kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita, dan itulah salah satu pokok doa yang harus kita naikkan kepada Tuhan, juga menjadi praktek bagi kita sekalian.

Memang tidak mudah untuk mengampuni orang yang bersalah, orang yang berbuat dosa kepada kita, tetapi kenyataannya, setiap orang yang memperoleh pengampunan, hendaklah mengampuni orang yang bersalah, sebab itulah kebenaran yang sejati.

Kita kaitkan dengan; SESEORANG YANG BERHUTANG PADA RAJA.
Matius 18: 21
(18:21) Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"

Di sini kita perhatikan; menurut Simon Petrus, mengampuni sesama itu hanya sebatas / sampai tujuh kali.
Tujuh kali = tujuh hari = satu minggu atau tujuh tahun.
Apakah kita hanya mengampuni sesama sebatas satu minggu? Tentu tidak, bukan!?

Oleh sebab itu, kita perhatikan; JAWABAN YESUS KRISTUS KEPADA SIMON PETRUS.
Matius 18: 22
(18:22) Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Pengampunan itu sampai TUJUH PULUH KALI TUJUH KALI, artinya; pengampunan yang tidak ada habis-habisnya = pengampunan yang sempurna.
Jadi, pengampunan itu tidak hanya sebatas tujuh kali. Kalau pengampunan itu hanya sebatas tujuh kali, berarti pengampunan terhadap sesama terbatas = hanya mengampuni orang yang tertentu.
Tetapi pengampunan yang tak terbatas / pengampunan yang sempurna adalah tujuh puluh kali tujuh kali.
Angka tujuh -> kesempurnaan.

Mari kita perhatikan; KETIKA TUHAN MEMBERI PENGAMPUNAN KEPADA BANGSA ISRAEL.
Daniel 9: 24
(9:24) Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.
Pengampunan dari Allah kepada BANGSA ISRAEL, yaitu TUJUH PULUH KALI TUJUH MASA = pengampunan yang sempurna, pengampunan yang tidak ada habis-habisnya.

Ketika Tuhan mengampuni bangsa Israel dengan kasih yang sempurna (kasih tanpa batas), ada ENAM HAL YANG TERJADI;
YANG PERTAMA: UNTUK MELENYAPKAN KEFASIKAN.
Berarti; dosa kefasikan itu lenyap, tidak muncul lagi di atas permukaan / tidak terlihat lagi dosa kefasikan.
Dosa kefasikan = dosa yang ditimbulkan oleh kesombongan seseorang.

Sedikit kesaksian.
Dua hari yang lalu, saya menerima telepon dari seorang anak Tuhan, yang dahulu pernah tergembala selama empat tahun di Serang dan Cilegon; dia bertanya tentang kabar saya, isteri dan anak saya.
Sepintas, pertanyaannya baik, tetapi nada / dialegnya menunjukkan kesombongannya. Kemudian, saya katakan kepadanya, supaya menjadi pribadi yang rendah hati dan jangan kikir, sebab kikir disebabkan oleh kesombongan seseorang. Lalu, dia mengelak dan kembali bertanya kepada saya mengenai kikir, kemudian saya katakan: “Tanyalah hatimu sendiri”.

Saya tambahkan sedikit lagi; dosa yang ditimbulkan oleh kesombongan adalah mengandalkan kekuatan diri sendiri / tidak berharap kepada Tuhan = jauh dari ibadah pelayanan.

YANG KEDUA: MENGAKHIRI DOSA.
Pengampunan yang sempurna (pengampunan tanpa batas); akan mengakhiri dosa.
Berarti; supaya dosa itu berakhir, bukan karena gagah kuatnya seseorang, bukan karena kecerdasan / kepintaran seseorang, tetapi oleh karena pengampunan yang sempurna / tanpa batas.
Kalau seseorang dengan kekuatan, kemampuan, kehebatan, kepintarannya mengakhiri dosa, mungkin saja hari ini dosa itu bisa berhenti, tetapi besok, dosa itu akan berlanjut lagi.

YANG KETIGA: UNTUK MENGHAPUSKAN KESALAHAN.
Berarti; pengampunan yang sempurna menghapuskan kesalahan, sehingga tidak terdapat lagi kesalahan-kesalahan, termasuk keteledoran-keteledoran, dan kelalaian-kelalaian.
Coba saja saudara perhatikan; ketika orang yang berbuat salah menerima hukuman, hari ini bisa saja dia berhenti berbuat dosa, tetapi besok ia akan mengulanginya lagi.
Saya tidak berdaya untuk menghapuskan kesalahan-kesalahan sidang jemaat, tetapi hanya oleh kasih yang sempurna (pengampunan tanpa batas); segala kesalahan berakhir, tidak terulang kembali, seperti yang dilakukan oleh Yesus Kristus di atas kayu salib, untuk menghapuskan segala dosa manusia.

YANG KEEMPAT: UNTUK MENDATANGKAN KEADILAN YANG KEKAL.
Saudaraku, kalau tidak ada keadilan, maka yang lemah akan tertindas, dan orang yang tertindas lama kelamaan ia akan terpuruk, tetapi oleh karena kasih yang sempurna, terjadilah / terciptalah keadilan yang kekal, sehingga yang lemah tidak tertindas.
Kalau seseorang yang lemah dibiarkan dalam kelemahannya (dalam dosanya), maka selamanya ia tertindas (tidak mampu menghadapi dosa), sebaliknya kalau seorang yang lemah mendapat keadilan, ia tidak akan tertindas (Yesaya 11: 4).
Oleh sebab itu, sampai hari ini, di dalam kelemahan, kita diberi kesempatan untuk berada dalam rumah Tuhan, beribadah melayani Tuhan, itulah keadilan Tuhan bagi kita, supaya bebas dari penindasan.

YANG KELIMA: UNTUK MENGGENAPKAN PENGLIHATAN DAN NABI.
Artinya; untuk menggenapkan nubuatan-nubuatan firman Tuhan.
Jadi, apa yang sudah dinubuatkan oleh para nabi, itu akan tergenapi, sehingga kita yang memperoleh pengampunan dari Tuhan, (dengan kata lain, masih diberi kesempatan untuk beribadah dan melayani Tuhan di dalam rumah Tuhan), cepat atau lambat firman nubuatan itu akan tergenapi dalam kehidupan kita / firman menjadi daging (tinggal tunggu waktunya Tuhan), selama kita masih tetap dalam pengampunan yang sempurna, diberi kesempatan untuk beribadah melayani Tuhan.
                                                                                                                
YANG KEENAM: UNTUK MENGURAPI YANG MAHA KUDUS.
Kita lihat pengurapan yang diterima oleh Yesus Kristus.
Matius 26: 6-7
(26:6) Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
(26:7) datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.

Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon orang Farisi (si kusta), Yesus diurapi, minyak wangi yang mahal itu dicurahkan di atas kepala Yesus oleh seorang perempuan.

Mari kita lihat kisah yang sama.
Lukas 7: 36-38
(7:36) Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
(7:37) Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
(7:38) Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Ternyata, yang mengurapi Yesus dengan minyak yang mahal adalah seorang perempuan, yang terkenal sebagai seorang berdosa.
Kalau seseorang terkenal karena dosa, berarti dosanya itu luar biasa, sebab banyak orang yang berdosa, tetapi belum tentu terkenal.

Proses supaya pengurapan itu terwujud.
Lukas 7: 38
(7:38) Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Perempuan yang terkenal sebagai orang berdosa, menangis.
Saudaraku, menangis di sini, memberi arti rohani untuk kita sekarang adalah menyadari diri sebagai orang yang paling berdosa = bertobat.

Sebab kalau kita perhatikan ayat 39 ...
Lukas 7: 39
(7:39) Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."

Memang, perempuan yang meminyaki Yesus adalah seorang perempuan yang berdosa, sesuai dengan kata hati Simon si kusta.

Jadi, perempuan yang berdosa ini menyadari diri sebagai orang yang paling berdosa, oleh sebab itu dia menangis.
Kalau seseorang tidak menyadari diri sebagai orang yang paling berdosa, ia tidak akan menangis, seperti Simon si kusta.
Hanya orang yang menyadari diri sebagai orang berdosa, akan mudah hancur hati.
Berarti, supaya pengurapan itu terwujud, diawali dengan tangisan, yaitu: terlebih dahulu MENYADARI DIRI SEBAGAI ORANG YANG PALING BERDOSA.

Selanjutnya ...
Lukas 7: 38
(7:38) Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

-      MEMBASAHI KAKI YESUS DENGAN AIR MATANYA.
Membasahi kaki Yesus dengan air mata = membasuh kaki Yesus dengan air mata, artinya; disucikan oleh air firman Tuhan.

Efesus 5: 26-27
(5:26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
(5:27) supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Setelah menyucikan / memandikannya dengan air dan firman Tuhan, maka sidang jemaat menjadi cemerlang, tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu = jemaat kudus, tidak bercela.

Ayat yang sama, berkaitan dengan ayat ini.
Ibrani 10: 22
(10:22) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Selain sidang jemaat menjadi cemerlang di hadapan Tuhan, setelah dibasuh oleh air firman Tuhan;
1.    MENGHADAP ALLAH DENGAN HATI YANG TULUS IKHLAS.
Berarti; di tengah-tengah ibadah pelayanan tidak ada kepura-puraan.
Menaikkan puji-pujian dengan tulus ikhlas, mendengar firman Tuhan dengan tulus ikhlas, segala sesuatu dalam ibadah pelayanan dilakukan dengan tulus ikhlas.
2.    MEMILIKI KEYAKINAN IMAN YANG TEGUH.
Tidak mudah goyah, tidak mudah terpikat dengan dosa, tidak mudah terpikat dengan roh jahat dan roh najis.

-      PEREMPUAN YANG BERDOSA MENCIUM KAKI YESUS.
Artinya; tersungkur di bawah kaki Yesus = hidup di dalam doa penyembahan = tinggal di dalam kasih Allah.
Kasih itu dapat dilihat ketika seseorang hanyut dan tenggelam di dalam doa penyembahan.

-      MEMINYAKI YESUS KRISTUS.
Akhirnya, terwujudlah pengurapan itu terhadap pribadi Yesus Kristus, setelah melewati proses, dimulai dari;
1.    menyadari diri, yaitu dilihat dari tangisannya.
2.    kemudian, membasahi kaki Yesus dengan air matanya
3.    selanjutnya, perempuan yang terkenal dengan dosanya mencium kaki Yesus
Inilah yang harus kita perhatikan dengan baik.
Minyak adalah gambaran dari urapan Roh-El Kudus.

SAYA TAMBAHKAN SEDIKIT LAGI TENTANG PENGAMPUNAN YANG SEMPURNA INI.
Daniel 9: 2
(9:2) pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun.

Pada saat bangsa Israel dibuang ke Babel selama tujuh puluh tahun, Yerusalem menjadi sunyi sepi dan Bait Allah menjadi puing-puing, namun hal ini terjadi atas seijin Tuhan, dengan kata lain bangsa Israel berada di dalam rancangan-rancangan-Nya.

Setelah genap tujuh puluh tahun itu, sebagai pengampunan yang sempurna ...
Yeremia 25: 12-14
(25:12) Kemudian sesudah genap ketujuh puluh tahun itu, demikianlah firman TUHAN, maka Aku akan melakukan pembalasan kepada raja Babel dan kepada bangsa itu oleh karena kesalahan mereka, juga kepada negeri orang-orang Kasdim, dengan membuatnya menjadi tempat-tempat yang tandus untuk selama-lamanya.
(25:13) Aku akan menimpakan kepada negeri ini segala apa yang Kufirmankan tentang dia, yaitu segala apa yang tertulis dalam kitab ini seperti yang telah dinubuatkan Yeremia tentang segala bangsa itu.
(25:14) Sebab mereka pun juga akan menjadi hamba kepada banyak bangsa-bangsa dan raja-raja yang besar, dan Aku akan mengganjar mereka setimpal dengan pekerjaan mereka dan setimpal dengan perbuatan tangan mereka."

Musuh mendapatkan hukuman setimpal dengan perbuatan mereka.
Berarti; BANGSA ISRAEL MENDAPATKAN / MENERIMA PEMBELAAN DARI TUHAN.
Jadi, orang yang menerima pengampunan yang sempurna, mendapatkan pembelaan dari Tuhan, di mana musuh mendapatkan hukuman yang setimpal = Tuhan memberi kemenangan bagi kita.

Yeremia 29: 10-11
(29:10) Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.
(29:11) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Kalau seseorang menerima sesuatu yang tidak baik, jangan kecewa, sebab Tuhan mempunyai rancangan-rancangan yang indah, sama seperti bangsa Israel ketika dibuang ke Babel selama tujuh puluh tahun.
Kalau segera kecewa karena menerima sesuatu yang tidak baik, itu berarti tidak mengerti rencana Tuhan.
Seseorang yang tidak mengerti rencana Tuhan sama seperti anak-anak, tetapi orang dewasa itu tanggap, peka, mengerti terhadap rencana Tuhan. Kalau dewasa pasti tanggap, artinya; mengerti maksud Tuhan.

Janji firman itu “ya” dan “amin”, cukup kita berkata: “Ya Tuhan Allah”, jangan menggunakan logika, itulah orang dewasa, yang mengerti masa depan.

Rancangan Tuhan adalah;
-      rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan,
-      untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan = masa depan yang cerah.

Yeremia 29: 12-13
(29:12) Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;

Tuhan menginginkan kita hidup dalam doa, itu adalah salah satu rancangan masa depan, sebab doa adalah nafas hidup.

Yeremia 29: 13-14
(29:13) apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,
(29:14) Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. --

Inilah hasil dari pengampunan yang sempurna;
-      Kalau mencari ditemukan.
-      Kalau menanyakan dengan segenap hati, dijawab oleh Tuhan.
-      Memulihkan keadaan; segala sesuatu dipulihkan, hidup dipulihkan, ibadah pelayanan dipulihkan, nikah rumah tangga dipulihkan = berkat berkelimpahan.
-      Dikembalikan / berada di dalam kandang penggembalaan.
Tergembala dengan baik dalam satu kandang satu gembala tidak liar = dipelihara oleh Tuhan.

Memang ketika kita melihat pada waktu bangsa Israel dibuang ke Babel selama tujuh puluh tahun, sepertinya menyakitkan, tetapi sesungguhnya, itu adalah pengampunan yang sempurna, supaya menyadari segala kekurangan-kekurangan, seperti perempuan yang berdosa.
Jangan menyerah, jangan putus asa, jangan mudah kecewa, maju terus di dalam Tuhan. Tuhan bersama kita memberi kemenangan bagi kita sekalian. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment