Tema: STUDY
YUSUF (Kejadian 37: 1-36, Kejadian
39)
(seri 79)
Subtema: DIANGKAT DI ATAS SEGALA BANGSA DAN
DIBERKATI
Shalom!
Selamat
malam, salam sejahtera, salam dalam kasih sayang, kasih setia Tuhan yang abadi.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita diperkenankan,
dimungkinkan berada di dalam rumah Tuhan, beribadah melayani Tuhan,
selanjutnya, biarlah firman Tuhan meneguhkan hati kita untuk menghadapi situasi
keadaan dunia yang semakin hari semakin tidak menentu karena dunia ini berada
di bawah kuasa kegelapan.
Oleh sebab itu, biarlah dari sejak muda, tergembalalah
dengan baik, berada di dalam rumah Tuhan, sehingga boleh merasakan
kemurahan-kemurahan Tuhan, sampai menjadi pribadi yang dengar-dengaran, dan
akhirnya dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa.
Kita kembali memperhatikan PRIBADI YUSUF pada kitab Kejadian
39.
Kejadian 39: 5
(39:5) Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas
segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati
rumah orang Mesir itu karena Yusuf,
sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya,
baik yang di rumah maupun yang di ladang.
Tuhan memberkati rumah Potifar, itu karena keberadaan
Yusuf, sehingga berkat Tuhan ada atas segala milik Potifar, baik yang di rumah
maupun yang di ladang.
Jadi, peran dari pada Yusuf ini sangat menentukan sekali
bagi Potifar dan segala sesuatu yang ada pada Potifar.
Biarlah kita semua dipakai oleh Tuhan, sama seperti
Yusuf, yang keberadaannya sangat menentukan sekali.
Dalam hal ini, menunjukkan keberadaan Yusuf dalam 2 hal,
yaitu:
YANG
PERTAMA.
Ulangan 28: 1-2
(28:1)
"Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN,
Allahmu, dan melakukan dengan setia
segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN,
Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
(28:2)
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau
mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
Yusuf mendengar
dan melakukan firman Tuhan dengan setia.
Jadi, mendengar firman Tuhan itu bukan untuk dilupakan
dan diabaikan begitu saja, melainkan mendengar untuk melakukannya dengan setia.
Apa yang telah kita dengar malam ini, juga yang kita
dengar dalam ibadah yang lain, biarlah kita lakukan dengan setia; hari ini
dilakukan, besok dilakukan, lusa dilakukan, terus sampai kedatangan-Nya pada
kali yang kedua.
Kesetiaan itu diawali dari PANGGILAN.
Berarti, terlebih dahulu menghargai panggilan.
Saya sebagai gembala sidang, harus menghargai panggilan
itu. baik juga kaum muda remaja yang telah dipanggil dari sejak kandungan,
harus menghargai panggilan itu, bahkan harus berpadanan dengan panggilan itu,
dengan kata lain jangan lari dari panggilan.
Samuel adalah orang yang menghargai panggilan, sebab Dia
adalah orang yang dengar-dengaran.
Samuel mendengarkan panggilan Tuhan sebanyak tiga kali,
dan dalam panggilan itu ia hanya menjawab: “Ya
Bapa”
Rasul Paulus sendiri berkata, dalam pengikutan kepada
Kristus tidak boleh serampangan, hanya ada satu kata/jawaban yang keluar dari
mulut, yaitu: “Ya”, bukan ya dan
tidak.
Selanjutnya, umat Tuhan harus mengatakan “Amin” untuk memuliakan Tuhan.
Amin, artinya; benar, sungguh, pasti.
Biarlah kita semua mendengarkan panggilan, jangan lari
dari panggilan, seperti Yunus.
Ketika Yunus lari dari panggilan, membuat susah dirinya
sendiri, namun untung saja dalam keadaan susah, dia kembali menyadari dan kembali menghargai panggilan itu. Jika seseorang lari dari panggilannya, maka ia sendiri akan mengalami kesusahan.
Saya takut sekali untuk tidak menghargai panggilan. Kalau
saya tinggalkan panggilan saya sebagai hamba Tuhan yang telah menerima jabatan gembala, hal itu akan membuat saya
susah sendiri.
Setiap orang pasti menghadapi banyak masalah, tidak
terkecuali hamba Tuhan, yang terkadang membuat kita ragu terhadap panggilan itu
sendiri, bahkan ingin lari dari panggilan itu, namun sampai malam hari ini,
oleh karena pertolongan Tuhan, saya tetap berada dalam panggilan dan menghargai
panggilan itu, sehingga saya dipakai oleh Tuhan dalam pemberitaan firman Tuhan, sesuai karunia-karunia
yang dipercayakan.
Setelah dipanggil, selanjutnya menjadi GOLONGAN YANG DIPILIH.
Panggilan itu sama seperti ketika diundang masuk dalam
perjamuan kawin, kemudian ketika berada di antara orang-orang yang
diundang/dipanggil, ada satu orang yang tidak mengenakan pakaian pesta à golongan yang tidak dipilih.
Tidak memperhatikan pakaian, berarti; membiarkan pakaian
itu menjadi cemar, menjadi kotor, dan ini membahayakan diri sendiri, sama
seperti imam besar Yosua, ia membiarkan pakaiannya/jubahnya kotor, sehingga
pada saat itu juga, iblis berupaya untuk mendakwa imam besar Yosua (Zakharia 3), namun oleh karena kasih
karunia Tuhan, Tuhan melepaskan imam
besar Yosua dari pada pendakwaan iblis setan, sama seperti puntung yang diambil
dari api, sangat dekat dengan kebinasaan.
Orang yang tidak memperhatikan pakaiannya dekat dengan
kebinasaan, tetapi oleh karena kemurahan Tuhan, pakaian yang kotor/pakaian
lama diganti dengan pakaian baru/pakaian
pesta, dan jiwanya diselamatkan.
Oleh sebab itu, sebagai orang-orang pilihan kiranya memperhatikan pakaiannya, jangan sampai membiarkan pakaian itu kotor/tercemari,
oleh karena dosa kejahatan dan dosa kenajisan.
Selanjutnya,
pada ayat 7 Tuhan memberi jaminan pelayanan kepada imam besar Yosua, dengan
syarat;
- Hidup
menurut jalan yang Tuhan tunjukkan kepada imam besar Yosua.
- Melakukan
tugas yang Tuhan percayakan kepadanya/menghargai kepercayaan Tuhan.
dampak negatif bila tidak menghargai/memperhatikan
pakaiannya: seorang imam tidak dapat mempertahankan segala apa yang telah
dipercayakan oleh Tuhan.
Dampak
positif mengenakan pakaian pesta/pakaian baru; menghargai kemurahan-kemurahan
Tuhan, menghargai segala apa yang diberikan oleh Tuhan, sehingga ia berbahagia
oleh karena perbuatannya, sebab segala sesuatu yang diberikan oleh
Tuhan/kepercayaan yang diterima dari Tuhan, akan memelihara kehidupannya (Matius 9:16-17).
Pendeknya;
kedua-duanya terpelihara, sebab imam memelihara segala berkat dan
kemurahan-kemurahan Tuhan, sebaliknya berkat dan kemurahan Tuhan memelihara
seorang imam.
Kita kembali memperhatikan Ulangan 28: 1-2 ...
Dengan mendengar dan melakukan firman Tuhan dengan setia,
selanjutnya;
YANG
PERTAMA;
Tuhan mengangkat kita di atas segala bangsa di bumi.
Berarti, keberadaan kita melebihi dari pada bangsa-bangsa
di bumi ini, hal ini ada kaitannya dengan pelayanan seorang imam, sebab pelayanan
itu menjadikan kedudukan seseorang sangat tinggi sekali, mengatasi segala
bangsa-bangsa di bumi, (Wahyu 1:5-6),
kemudian jikalau melayani dengan sistim kerajaan; dihormati manusia dan dikenan
oleh Tuhan (Roma 14:17).
YANG
KEDUA;
Segala berkat akan datang dan menjadi bagian kita
masing-masing = diberkati dengan
limpah.
Kesimpulannya;
Yang
pertama Tuhan mengangkat kita di atas segala bangsa di
bumi, kemudian yang kedua; segala berkat akan datang dan menjadi bagian kita masing-masing.
Menunjukkan
kedua hal ini terjadi karena mendengar dan melakukan firman tuhan dengan setia.
Itulah pribadi Yusuf.
Adapun berkat yang dimaksud di sini antara lain;
1. Ulangan 28: 3
(28:3) Diberkatilah
engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
Diberkatilah
engkau di kota dan diberkatilah
di ladang.
- KOTA à ibadah pelayanan = kota Raja Besar, itulah gunung Sion,
tempat yang dipilih oleh Tuhan untuk membawa segala persembahan kepada Tuhan.
Kota yang
diberkati adalah kota yang berkenan kepada Tuhan, dengan bukti; Tuhan berkenan menyatakan
isi hati-Nya lewat pembukaan rahasia firman Tuhan = kota
yang ramai dengan segala kegiatan-kegiatan ibadah pelayanan bagi Tuhan.
Lewat
pembukaan rahasia firman Tuhan berkuasa untuk menyelesaikan segala masalah
sehingga gairah untuk beribadah semakin bertamah-tambah, selanjutnya Tuhan menghapus air mata.
-
LADANG = pekerjaan
pelayanan.
Efesus 4: 11-12
(4:11) Dan Ialah yang memberikan baik
rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun
gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
(4:12) untuk memperlengkapi orang-orang kudus
bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus,
Pekerjaan
pelayanan yang diberkati adalah dibawa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus
yang sempurna.
Dengan
bukti;
Efesus 4:
13
(4:13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan
pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan
penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai
dengan kepenuhan Kristus,
Buktinya; gereja
Tuhan, anak-anak Tuhan (terlebih kaum muda remaja) menjadi dewasa rohani. Ini adalah pekerjaan pelayanan yang diberkati.
Dewasa rohani = tingkat
pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, selanjutnya akan terlihat
kesatuan iman dan memperoleh pengetahuan yang benar tentang Anak Allah.
Kalau
pekerjaan pelayanan dari seorang hamba Tuhan tidak diberkati, maka sidang
jemaat yang dilayani tidak dewasa rohani, sehingga tidak mencapai
kesatuan iman.
Jadi,
kedewasaan rohani itu mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan
Kristus.
Saya,
sebagai seorang pekerja/pelayan di ladang Tuhan, merasa gagal sekali
kalau sidang jemaat tidak sampai pada kedewasaan penuh, tidak mendengar dan
tidak melakukan firman Tuhan dengan setia.
Sesungguhnya sidang jemaat/kaum
muda remaja harus tau dengan pasti, yang
menjadi kesukaan dari seorang pekerja/pelayanan Tuhan hanya satu, yaitu; apa yang dikerjakannya berhasil, sesuai dengan keinginan
dan kerinduan Tuhan.
2. Ulangan 28: 4
(28:4) Diberkatilah buah
kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan
kandungan kambing dombamu.
- Diberkatilah buah kandungan.
Buah
kandungan = anak à kehidupan yang diberkati oleh buah ROH KUDUS.
- Diberkatilah hasil bumi.
Hasil bumi
= tanah à hati yang diberkati, berarti; firman Tuhan memperoleh
tempat di dalam hati, sebab memang FIRMAN TUHAN adalah benih yang harus
ditaburkan di tanah yang baik.
- Diberkatilah hasil ternak, yakni anak lembu sapi dan kandungan kambing domba.
Lembu
sapi, kambing domba digunakan sebagai korban persembahan kepada Tuhan, berarti;
hidup di dalam kasih/kehidupan yang memiliki KASIH ALLAH.
Kesimpulannya;
·
diberkati oleh buah ROH
KUDUS.
·
FIRMAN TUHAN memperoleh
tempat di dalam hati.
·
hidup dalam KASIH
ALLAH.
3. Ulangan 28:5
(28:5) Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
Diberkatilah
bakul dan tempat adonan.
- Keterangan: ADONAN YANG DIBERKATI.
1
Korintus 5: 7
(5:7)
Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu
memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah
disembelih, yaitu Kristus.
Adonan
yang diberkati adalah menjadi kehidupan yang baru, tanpa ragi keburukan dan
ragi kejahatan = terlepas dari hidup yang lama.
Selanjutnya terbebas dari 3 ragi yang lain, antara lain;
·
Ragi orang Farisi, yaitu kemunafikan.
Munafik, artinya di dalam dan di luar tidak sama; di luar
terlihat baik namun di dalam penuh dengan kejahatan.
·
Ragi orang Saduki, yaitu tidak percaya
dengan kuasa kebangkitan.
=
mempertahankan hidup yang lama.
Kelemahan/dampak
negatif mempertahankan hidup yang lama: kawin dan mengawinkan = dikuasai oleh
roh najis.
·
Ragi Herodes, antara lain;
1. Herodes adalah seorang pembunuh.
Dalam 1
Korintus 3: 15, membenci sesamanya adalah seorang pembunuh, dan seorang
pembunuh tidak memiliki kasih Allah.
2. Herodes disebut juga si
serigala.
Dalam
Yohanes 10: 12, pekerjaan dari si serigala adalah menerkam dan
mencerai-beraikan kawanan domba.
Serigala =
roh jahat, yang membuat seseorang jauh terpisah dari Tuhan, berarti; tidak
memiliki kebenaran firman Tuhan, tidak hidup dalam Roh, tidak memiliki kasih
Allah, jauh dari ibadah dan pelayanan.
Sekalipun
seseorang pandai bergaul/bersosialisasi, kalau ia menjauhkan diri dari ibadah
pelayanan, tidak memperhatikan segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah
pelayanan, ia sedang dikuasai roh jahat = terpisah jauh dari Tuhan.
Banyak
orang Kristen yang salah mengerti tentang orang baik. sesungguhnya jika
seseorang jauh dari ibadah pelayanan, ia adalah orang jahat, sekalipun ia ramah
dan pandai bergaul.
-
Keterangan: BAKUL YANG
DIBERKATI.
Bakul yang
diberkati diisi penuh dengan harta sorgawi; penuh dengan firman Allah, penuh dengan Roh Allah, penuh dengan Kasih Allah, sebab bakul adalah
sebuah wadah.
Jadilah
bakul-bakul rohani yang siap diisi/dipenuhkan dengan harta benda rohani dan
kekayaan sorgawi.
Kita mengenal bakul dengan baik
terbuat dari anyaman bambu, yang sangat sederhana, namun yang sejatinya berguna
sebagai wadah. Jadilah wadah-wadah yang sederhana (pribadi yang sederhana),
namun yang berarti/berguna karena menghargai segala apa yang telah Tuhan
berikan.
4. Ulangan 28: 6
(28:6) Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
Diberkati
pada waktu masuk, diberkati pada waktu keluar, artinya; setiap saat, setiap
waktu diberkati.
Lebih jauh
kita melihat mengenai; setiap saat, setiap waktu diberkati ...
Yohanes
10: 2-4
(10:2)
tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia
adalah gembala domba.
(10:3)
Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan
suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
(10:4)
Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar,
ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti
dia, karena mereka mengenal suaranya.
Gembala
yang baik membawa domba-domba keluar dan masuk, menunjukkan bahwa
domba-domba tergembala dengan baik dengan satu gembala
dalam satu kandang penggembalaan.
Apabila
kawanan domba tergembala dengan baik, berarti diberkati setiap saat, setiap
waktu, dengan 2 tanda, yaitu;
-
Domba
–domba mendengarkan suara gembala = dengar-dengaran pada firman penggembalaan.
Dalam hal ini, kita digembalakan oleh firman pengajaran
mempelai yang membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna
yaitu mempelai wanita Tuhan (yang
akan bersanding dengan mempelai Pria Surga) sebagai sasaran akhir dari ibadah pelayanan di atas
muka bumi ini.
-
Domba-domba
mengikuti gembala = mengikuti geraknya firman pengajaran dalam satu
kandang penggembalaan yang Tuhan percayakan.
Kalau pengikutan kita benar di hadapan Tuhan, maka kita
tidak pernah menyimpang dari jalan-jalan Tuhan, kita tidak pernah mendahulukan
apa yang menjadi kehendak Tuhan, sebab jalan yang ditinggalkan oleh Tuhan telah
dilumuri oleh darah, dan apabila kita mengikuti jejak-jejak yang ditinggalkan
oleh Tuhan, kita tidak pernah salah, tepat berada dimana Yesus
berada.
Itulah 4 berkat yang Tuhan berikan, selanjutnya ...
Ada 5 perkara yang Tuhan nyatakan, antara lain;
1. Ulangan 28: 7
(28:7) TUHAN
akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka
akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.
Tuhan
menyatakan pembelaan-Nya, sehingga musuh terpukul kalah.
Ada 2
musuh utama;
-
Daging dengan
segala hawa nafsu dan keinginannya.
Kalau kehidupan muda remaja hidup menurut daging, dapat
dipastikan orang semacam ini hanya memikirkan hal-hal yang dari daging, tidak
akan pernah memikirkan hal-hal yang dari Roh, itulah yang berkaitan dengan
ibadah dan pelayanan.
-
Iblis/Setan,
itulah roh jahat dan roh najis.
Oleh
karena roh jahat dan roh najis ini; tidak ada tempat untuk meletakkan kepala
atas tubuh, sebab tubuh menjadi liangnya serigala dan menjadi sarangnya burung.
Serigala à roh jahat, sedangkan burung yang bersarang à roh najis, yang sangat dibenci oleh Tuhan.
2. Ulangan 28: 8
(28:8) TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam
lumbungmu dan di dalam segala usahamu;
Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN,
Allahmu.
“Tuhan
memerintahkan berkat atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu”,
artinya; Tuhan memelihara, Tuhan mencukupkan dengan segala berkat-berkat.
Perlu
untuk diketahui; kalau lumbung hati kita ini diisi penuh oleh firman Tuhan, di
situ nyata pemeliharaan Tuhan terhadap anak-anak Tuhan, terlebih kehidupan muda
remaja.
3. Ulangan 28: 9
(28:9) TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang
kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau
berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang
ditunjukkan-Nya.
“Tuhan
menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus”,
menunjukkan pemakaian Tuhan terhadap seorang imam/pelayan-pelayan Tuhan, yaitu;
kehidupan muda remaja yang mau melayani Tuhan.
1 Petrus
2: 9
(2:9) Tetapi kamulah bangsa
yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah
sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia,
yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
”Bangsa yang
terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah” à pelayan-pelayan Tuhan yang berkuasa.
Pekerjaan
dari pelayan Tuhan: untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia.
Perbuatan
besar yang Tuhan nyatakan bagi bangsa Israel adalah ketika membebaskan bangsa Israel dari Mesir, rumah perbudakan, untuk dibawa masuk ke tanah perjanjian, itulah Kanaan, dengan
satu tujuan supaya bangsa srael beribadah melayani kepada
Tuhan.
Itu
sebabnya dalam Ulangan 28: 9, Tuhan berjanji kepada bangsa Israel untuk
menjadikan mereka imam/pelayan Tuhan.
1 Petrus
2: 10
(2:10) kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang
sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang
sekarang telah beroleh belas kasihan.
Pemakaian Tuhan
adalah tanda belas kasihan kepada seorang imam.
Sebaliknya,
kalau seseorang jauh dari ibadah, jauh dari pelayanan = jauh dari belas kasih Tuhan.
Jadi, lewat ibadah dan pelayanan anak-anak Tuhan memperoleh belas kasih Tuhan.
Dan segala
bangsa di bumi akan melihat kemuliaan Allah dinyatakan kepada seorang imam yang
dipakai oleh Tuhan.
Kalau
melayani dengan sistem Kerajaan Sorga; dikenan oleh Tuhan dan dihormati oleh
manusia = kemuliaan Tuhan turun atas seorang pelayan Tuhan.
4. Ulangan 28: 11
(28:11)
Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam
hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu -- di
tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk
memberikannya kepadamu.
“Tuhan akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah
kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu di tanah yang
dijanjikan Tuhan” (tanah Kanaan), sama artinya; mengecap kebaikan dan
kemurahan hati Tuhan.
Kalau keberadaan/posisi anak-anak Tuhan (kaum muda
remaja) berada di tanah yang dijanjikan oleh Tuhan berarti; beribadah melayani kepada Tuhan, akan mengecap kebaikan
dan kemurahan-kemurahan hati Tuhan.
5. Ulangan 28: 12
(28:12) TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang
melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau
memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta
pinjaman.
-
Tuhan
membuka bagimu perbendaharaan yang melimpah, yakni langit untuk memberi hujan
bagi tanahmu pada masanya.
Bilangan
11: 11
(11:11) Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk
mendudukinya, ialah negeri yang
bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan
yang turun dari langit;
Negeri
yang berlembah dan bergunung-gunung akan mendapat air sebanyak hujan yang turun
dari langit, artinya; bergantung pada kemurahan hati Tuhan, kasih karunia
Tuhan.
Lembah dan
gunung à kematian dan kebangkitan Yesus Kristus = kasih karunia
Tuhan.
Bilangan
11: 12-14
(11:12) suatu negeri yang dipelihara oleh
TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir
tahun.
(11:13) Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan
perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi
TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan
segenap jiwamu,
(11:14) maka Ia akan memberikan hujan untuk
tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,
Tuhan menurunkan hujan pada
masanya yaitu; HUJAN AWAL dan HUJAN AKHIR.
· Hujan awal = gereja hujan awal/gereja mula-mula, kegerakan ini
terjadi lewat pengajaran rasul-rasul, dengan kata lain, digarap dikerjakan oleh
pengajaran rasul – rasul.
· Hujan akhir = gereja hujan akhir à pada
gereja Tuhan yang sempurna, yaitu; mempelai wanita Tuhan, kegerakan ini terjadi
lewat penyucian dari firman pengajaran mempelai.
Pada saat Tuhan menurunkan hujan pada masanya, maka dapat
mengumpulkan 3 hal dari hasil bumi, inilah gambaran dari mempelai
wanita Tuhan.
1. Mengumpulkan hasil gandum, artinya; diberkati oleh firman Tuhan.
Berkat dari firman Tuhan; hidup dalam seluruh kebenaran,
dan kebenaran itu akan menguduskan.
2. Mengumpulkan hasil anggur, artinya; diberkati oleh kasih Allah.
Berkat dari kasih Allah; dimampukan untuk menutupi dosa
ketelanjangan.
3. Mengumpulkan hasil minyak, artinya; diberkati oleh kuasa Roh-El Kudus.
Pekerjaan
Roh Kudus; mengajar, mengolong, menghibur, memberi kekuatan, sampai menginsafkan manusia.
-
Segala
pekerjaan diberkati.
Kalau
pekerjaan diberkati, maka hasil dari pekerjaan itu akan terlihat, sama seperti;
1. Hamba yang pertama dipercayakan 5 talenta untuk
mengusahakannya, selanjutnya memperoleh laba 5 talenta.
2. Hamba yang kedua dipercaya 2 talenta, selanjutnya
memperoleh laba 2 talenta.
Dengan
2 perkara ini, dapat memberi pinjaman kepada banyak bangsa = menjadi
berkat bagi bangsa-bangsa dengan satu tujuan supaya bangsa-bangsa
lain juga turut memuliakan Tuhan.
Setelah diberkati dengan 4 berkat dan 5 pernyataan Tuhan selanjutnya..
Ulangan 28: 13
(28:13) TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala
dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap
naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang
kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,
Selanjutnya Tuhan mengangkat menjadi KEPALA dan bukan
menjadi EKOR.
Kepala à pemimpin.
Dalam Perjanjian Lama, ada 3 pemimpin yang diurapi;
1. Seorang
nabi.
Tugas dari
seorang nabi: bernubuat, berarti; membangun,
menghibur, menasihati = menyatakan kebenaran karena dosa yang
terselubung telah disingkapkan sama seperti jari telunjuk menunjuk-nunjuk dosa.
2. Seorang
imam besar.
Tugas dari
seorang imam besar: melayani Tuhan, secara khusus mengadakan pendamaian
terhadap dosa.
Jadi,
orang yang melayani adalah seorang pemimpin, dan orang yang melayani tugasnya
memperdamaikan dosa, bukan menimbulkan dosa. Jangan menimbulkan dosa baik di
sekolah, baik di rumah, ditempat bekerja dan di mana
saja. Kalau seorang pelayanan tidak mampu memperdamaikan dosa, dia bukanlah seorang
pemimpin, bukan imam/pelayan Tuhan yang berkuasa, yang diurapi.
3. Seorang
raja.
Tugas dari
seorang raja adalah memerintah rakyatnya.
Seorang
pemerintah adalah seorang penguasa, berarti; memiliki kuasa penuh.
Seorang
raja tidak akan terlihat kemuliaannya, kalau ia tidak memiliki kuasa. Jadi, kemuliaan seorang raja terletak pada kuasanya. Kalau
ia tidak memiliki kuasa, maka ia tidak bisa memerintah.
Biarlah
kiranya kita menjadi pemerintah, memerintah sebagai raja di atas bumi, bukan
memerintah sebagai seorang pejabat tinggi di bumi. Barangkali ia memiliki
jabatan tinggi di bumi, tetapi belum tentu ia sanggup berkuasa terhadap dosa
yang ditimbulkan oleh daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya,
Iblis/Setan itulah roh jahat dan roh najis, juga dunia dengan segala arus dan
pengaruhnya yang menghanyutkan.
Oleh sebab itu, seorang
pemimpin harus terlebih dahulu
menerima pengurapan dari Allah Roh Kudus. Saya selalu berkata: hati-hati dengan perbuatan daging dan berilah
diri selalu dipimpin oleh Roh / hidup
dalam Roh, jangan memberontak terhadap Tuhan, jangan
membantah terhadap firman Tuhan, biarlah kita memiliki kasih dengan segala
kelemah-lembutan, maka terbuktilah pernyataan Tuhan, dimana
anak-anak Tuhan menjadi kepala, bukan ekor.
Berikutnya
pernyataan Tuhan berkaitan dengan diatas tadi (kepala bukan ekor); NAIK bukan
TURUN.
Sesungguhnya
demikianlah keberadaan anak-anak Tuhan, semakin hari harus semakin naik, meningkat
mencapai puncak tertinggi, yaitu; gunung Sion.
Yesaya
2:2-3
(2:2) Akan terjadi pada
hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung
dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit;
segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
(2:3) dan banyak suku
bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke
rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya
kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman
TUHAN dari Yerusalem."
Posisi gunung Sion berdiri tegak dihulu gunung-gunung,
artinya; menjadi terang dunia.
Terang dunia sama seperti kota yang letaknya diatas
gunung, tidak mungkin tersembunyi (Maitus
5:14).
Kemudian, gunung Sion menjulang tinggi diatas bukit-bukit
artinya; sanggup mengatasi segala bukit-bukit persolaan.
Ini adalah gambaran yang tepat, terhadap mereka yang
disebut; kepala bukan ekor = naik bukan turun.
Oleh sebab itu, dalam hal ini diperhatikan dengan baik, jangan
sampai kerohanian menurun, karena itu mengandung resiko.
1 Yohanes 2: 27
(2:27)
Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari
pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar
oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya
mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya
itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu,
demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
Pengurapan Roh Kudus akan mengajar kita dalam segala
perkara, dan ajaran-Nya tidak salah, sehingga setiap orang yang diurapi Roh
Kudus tidak perlu diajar orang lain, sebab Roh Kudus itu sendiri yang mengajar
dalam seluruh kebenaran.
Ulangan 28: 14
(28:14)
dan apabila engkau tidak menyimpang ke
kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini,
dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."
Oleh sebab itu, biarlah kita tetap berpegang teguh pada
firman Tuhan yang kita dengar, dan kita lakukan dengan setia, berarti; tidak
ada penyimpangan-penyimpangan.
Orang yang tidak menyimpang adalah orang yang sungguh-sungguh
beribadah kepada Tuhan.
Tidak menyimpang dari firman Tuhan, berarti; tidak
mengikuti allah lain dan tidak beribadah kepada allah lain.
Artinya; tidak menyembah berhala. Berhala adalah segala
sesuatu yang melebihi dari Tuhan.
Contoh berhala;
1.
Menyembah batu à kekerasan hati.
Orang yang
keras hati hidup menurut kebenaran diri sendiri, itu juga berhala.
2.
Menyembah kayu à manusia daging.
Hidup
menurut hawa nafsu dan keinginan daging merupakan penyembahan berhala.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment