IBADAH NATAL, 25 DESEMBER 2020
(Seri: 2)
Dan biarlah lewat Ibadah Natal malam ini kita boleh mendapatkan suatu berkat yang ajaib dari TUHAN untuk selanjutnya memberi pertolongan yang besar untuk memasuki di tahun 2021.
Selanjutnya, mari kita mohon kemurahan TUHAN supaya TUHAN membukakan firman-Nya sekaligus meneguhkan setiap kehidupan kita masing-masing pribadi lepas pribadi.
Matius 1:23
(1:23) "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.
Tidak ada seorang manusia yang tidak membutuhkan penyertaan dari TUHAN. Hanya orang yang tidak mengenal kasih dari sorga yang tidak membutuhkan penyertaan dari TUHAN, itulah orang fasik, orang sombong, orang angkuh, orang yang tidak mempedulikan agama.
Wahyu 1:4
(1:4) Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
(22:20) Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
(22:21) Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.
Sebab, dalam penyertaan itu, TUHAN Yesus juga merupakan Imam Besar, yang memiliki Urim dan Tumim yang terdapat pada tutup dada, yang akan menyelidiki isi hati dari pada kehidupan anak-anak TUHAN, menyelidiki setiap kehidupan gereja TUHAN.
Singkatnya: TUHAN menyertai gereja-Nya dari awal sampai akhir.
Wahyu 1:4,8
(1:4) Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, (1:8) "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa".
Mengapa demikian? Karena Dia adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir, kemudian yang dilanjutkan dengan yang ada, yang sudah ada, dan yang akan datang = kekekalan.
Dari awal kekekalan sampai kepada akhir kekekalan, Dia menyertai kita sekaliannya, sebagaimana TUHAN menyerti 7 (tujuh) sidang jemaat di Asia Kecil.
Walau banyak pergumulan, kita lewati begitu saja. Walau banyak badai topan pergumulan-pergumulan yang kita hadapi silih berganti, tetapi oleh penyertaan TUHAN, TUHAN bawa kita sampai pada penghujung tahun 2020. Kita bersyukur kepada TUHAN. Itu sebabnya kita bisa menyelenggarakan Kebaktian (Ibadah) Natal 2020 bersama keluarga Allah sidang jemaat GPT “BETANIA” Serang Cilegon, dan umat TUHAN yang terus mengikuti pemberitaan Firman TUHAN lewat live streaming video internet Youtube, Facebook baik di dalam maupun di luar negeri; TUHAN menyertai kita sekaliannya.
Sebelum kita membaca Daniel 7:9, perlu saya beritahu: di dalam Daniel 7:1-8, TUHAN memperlihatkan kepada Daniel suatu perkara yang luar biasa yang akan terjadi, di mana 4 (empat) mata angin mengguncang dunia ini. Saat dunia ini diguncang, dari dalam lautan dunia ini keluarlah 4 (empat) jenis binatang buas. Hal ini telah disampaikan berulang-ulang dalam Ibadah Raya Minggu, yang juga telah disampaikan tadi malam dalam Ibadah Malam Natal.
1. Singa.
Namun di dalam Daniel 7:4, sesuatu yang aneh terlihat; pada punggungnya terlihat sayap burung nasar. Sebetulnya, itu adalah akal-akalan. Mengapa? Sebab sayap burung nasar itu sudah diberikan kepada sidang mempelai wanita TUHAN untuk diterbangkan ke padang belantara, jauh dari mata ular. Itu sebabnya, pada akhirnya, 2 (dua) sayap burung nasar itu tercabut dari punggungnya, lalu dia terangkat dari bumi dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, seperti manusia (gereja) yang berdiri di atas korban, tetapi itu juga merupakan akal-akalan. Itulah hebatnya antikris ini untuk mengelabui lewat penyamaran yang hebat itu, sehingga kehidupan yang lemah tidak akan berdaya.
Hanya pribadi yang di dalam “kekekalan”; Yesus Kristus, Dia adalah Pribadi yang disalibkan, hanya Dialah yang memahami isi hati kita, sehingga Pribadi yang disalibkan itu disebut “batu sentuhan”, sebab Dia dapat menyentuh sampai kedalaman isi hati kita masing-masing. Itulah yang dilihat oleh Daniel.
Itulah gambaran dari kerendahan hati antikris yang pura-pura.
Kegunaan sayap, jelas untuk menerbangkan burung. Berarti, kegunaan dari 4 (empat) sayap burung pada macam tutul ini adalah untuk segera menerbangkan macan tutul ke empat penjuru bumi (Timur, Barat, Utara, Selatan) -- sesuai dengan jumlah sayapnya -- dengan secepatnya. Berarti, secepatnya dia akan berada di antara seantero dunia ini.
Juga, macan tutul ini berkepala empat. Kalau berbicara tentang “kepala”, jelas itu berbicara tentang seorang pemimpin, seorang pemerintah yang berkuasa. Jadi, suatu kali kelak, antikris akan menjadi penguasa, menjadi diktator yang ganas atas seantero dunia ini dengan kekuasaan yang sangat besar sekali.
- Yang memiliki karakter yang begitu gesit, seperti macan tutul?
- Yang memiliki karakter yang begitu tangkas, seperti singa?
- Yang memiliki karakter yang begitu lihai, seperti beruang?
Apabila ia jauh dari TUHAN, dengan kata lain; tanpa penyertaan dari TUHAN, maka tiadalah mungkin seorang manusia sanggup menghadapi gelagat (geliat) dari antikris ini dengan kepandaiannya, dengan kekuatannya, dengan segala kemampuan yang dia miliki; tiadalah yang bisa.
Jadi, ibadah ini cukup menjanjikan; ibadah dan pelayanan yang TUHAN percayakan ini tidak membosankan. Sebaliknya, menggairahkan hidup rohani kita semua. Biarlah kita melayani TUHAN, melayani pekerjaan TUHAN dengan semangat api Roh Kudus, bagaikan nyala api.
Suatu kali nanti, apabila ibadah dari gereja TUHAN tidak sampai kepada puncaknya, tidak berada pada kedudukan yang tertinggi -- itulah doa penyembahan --, dengan kata lain; penyerahan diri sepenuh untuk taat kepada kehendak Allah, inilah yang menjadi sasaran empuk dari antikris, sehingga manakala ia mempertahankan Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat, maka ia harus bayar harga, ia harus menyerahkan lehernya untuk digorok, sebab pedang antikris akan memenggal kepalanya, bagaikan dilahap dan diremukkan.
(7:9) Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
Pendeknya: Di sini kita melihat TUHAN tampil sebagai Yang Lanjut Usianya. Berarti, Dialah pribadi yang sifatnya ada dalam kekekalan. Yang Lanjut Usianya, itulah Pribadi yang sifatnya “kekekalan”.
1. Pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba.
2. Kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar.
Wahyu 1:8
(1:8) "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa".
Wahyu 1:14
(1:14) Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
1. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah.
- Daniel ini adalah seorang nabi.
YANG PERTAMA: “Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah”
Amsal 16:31
(16:31) Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.
Kalau ada orang yang rambutnya putih, tidak perlu malu, karena itu merupakan mahkota yang indah. Kalau memang mulai ada rambut putih, tidak perlu dicabut, sebab itu merupakan mahkota yang indah.
Amsal 20:29
(20:29) Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban.
Jadi, orang tua yang rambutnya putih tidak perlu dicat-cat, sebab sekali lagi saya sampaikan; keindahan atau mahkota orang tua adalah uban (rambut putih).
Satu masa yang sangat panjang yang dilewati itu, di situ banyak pengalaman hidup yang dijadikan sebagai guru, di situ ada banyak hikmat TUHAN yang harus diperhatikan. Jangan sampai melewati satu kurun waktu tanpa pengalaman; orang semacam tidak punya hikmat, tidak berakal budi, tidak bijaksana. Tidak menggunakan pengalaman sebagai guru, itu adalah orang bodoh.
Ibrani 2:6-7
(2:6) Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (2:7) Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,
(2:8) segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya. (2:9) Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
Jadi, jelas, uban (rambut putih) merupakan pengalaman-pengalaman perjalanan hidup yang sudah kita lalui bersama dengan salib Kristus.
(5:1) Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.
Inilah pengalaman Rasul Petrus bersama dengan Yesus; dialah yang menjadi saksi atas penderitaan Yesus Kristus.
(5:4) Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. (5:5) Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (5:6) Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
Jadi, kerendahan hati itu sangat diperlukan sekali, karena kerendahan hati itu berguna untuk dapat melayani pekerjaan TUHAN sampai akhirnya menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu = Kekal.
“Takhta-takhta diletakkan”, berarti; ada banyak takhta. Sementara tadi di dalam 1 Petrus 5:4-6 dikatakan; kerendahan hati itu sangat diperlukan, mengapa? Karena kerendahan hati sangat berguna untuk dapat memikul salib, sampai akhirnya kita dapat menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu (kekal), sebagaimana dengan 24 (dua puluh empat) tua-tua yang duduk di takhta-takhta itu.
Wahyu 4:4
(4:4) Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.
Perjalanan hidup yang sangat panjang, di situ kita akan memungut hikmat, pengertian dari TUHAN, sampai akhirnya kita menerima mahkota kemuliaan, persis seperti 24 (dua puluh empat) tua-tua memakai pakaian putih dengan mahkota emas di atas kepala mereka.
Di atas meja terdapat 12 (dua belas) ketul roti. Jadi 12 (dua belas) ketul roti di atas meja, itu merupakan bayangan dari 12 (dua belas) rasul hujan awal dan 12 (dua belas) rasul hujan akhir, itulah 24 (dua puluh empat) tua-tua yang duduk di takhta itu, mereka memakai pakaian putih dengan mahkota emas di atas kepala mereka masing-masing.
“Tua-tua”, berarti sudah melewati suatu kurun waktu yang sangat panjang. Di situ banyak pengalaman-pengalaman hidup yang menjadi guru yang sangat luar biasa untuk mendidik kehidupan kita masing-masing, sehingga menjadi suatu kehidupan yang bijaksana. Itulah “rambut putih”.
Jadi, jelas 24 (dua puluh empat) tua-tua terkena pada Meja Roti Sajian, dengan 12 (dua belas) roti di atas meja.
(4:1) Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, (4:2) karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. (4:3) Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, (4:4) aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup. (4:5) Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku. (4:6) Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya. (4:7) Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian. (4:8) Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya. (4:9) Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu".
Oleh sebab itu, biarlah kiranya kita menjunjung tinggi hikmat Allah, menghormati hikmat Allah, sebab itu merupakan mahkota yang indah yang dikaruniakan kepada kita masing-masing.
Perjalanan hidup yang sangat panjang, di situ kita banyak menemukan hikmat, sebab pengalaman hidup adalah guru yang mendidik kita untuk memperoleh hikmat.
(16:31) Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.
Wahyu 1:14
(1:14) Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
Daniel 7:9B
(7:9) Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
Berarti, yang menjadi takhta Allah ialah biji mata TUHAN, hamba-hamba TUHAN yang diurapi oleh TUHAN, itulah takhta Allah, biji mata TUHAN, itulah hamba-hamba TUHAN yang diurapi oleh TUHAN.
Kalau keledai muda saja dapat ditunggangi oleh TUHAN sampai dibawa ke Yerusalem yang baru, biarlah kiranya kita semua ditunggangi oleh TUHAN, menjadi takhta Allah, melayani pekerjaan TUHAN dengan giat.
Mazmur 104:4
(104:4) yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,
Ibrani 1:5-7
(1:5) Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?" (1:6) Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." (1:7) Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api".
Dan itu yang disampaikan oleh Rasul Paulus dalam tulisannya kepada orang Ibrani. Dan penyampaian ini juga ditujukan kepada kita supaya hamba TUHAN, pelayan TUHAN sungguh-sungguh melayani TUHAN bagaikan nyala api, melayani TUHAN dengan berkobar-kobar, itulah kobaran api Roh Kudus. Jadilah biji mata TUHAN, melayani dengan kobaran api Roh Kudus.
(15:58) Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Yehezkiel 1:5-6
(1:5) Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia, (1:6) tetapi masing-masing mempunyai empat muka dan pada masing-masing ada pula empat sayap.
Yehezkiel 1:10
(1:10) Muka mereka kelihatan begini: Keempatnya mempunyai muka manusia di depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di belakang.
1. Muka manusia di depan.
(1:12) Masing-masing berjalan lurus ke depan; ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, mereka tidak berbalik kalau berjalan. (1:13) Di tengah makhluk-makhluk hidup itu kelihatan seperti bara api yang menyala, seperti suluh, yang bergerak kian ke mari di antara makhluk-makhluk hidup itu, dan api itu bersinar sedang dari api itu kilat sabung-menyabung.
(1:14) Makhluk-makhluk hidup itu terbang ke sana ke mari seperti kilat.
TUHAN
YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita
Firman
Gembala
Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment