IBADAH MALAM NATAL, 24 DESEMBER 2020
Malam ini, oleh karena kemurahan hati TUHAN, kita boleh diizinkan untuk mengingat hari kelahiran Yesus Kristus, sehingga dengan merayakan kelahiran Yesus Kristus ini, kita boleh mengetahui zaman per zaman; mengetahui bagaimana keadaan dari akhir zaman ini. Yang pasti, dari zaman adam sampai zaman akhir ini genap berusia 6.000 (enam ribu) tahun, bahkan sudah lebih 20 (dua puluh) tahun. Itu tandanya dari kita merayakan kelahiran dari Yesus Kristus.
Matius 1:23
(1:23) "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.
Dan kalau kita melihat akibat dari pada wabah Corona atau Covid-19 ini, seantero dunia ini mengalami suatu guncangan yang begitu hebat. Dunia ekonomi mengalami guncangan, dunia politik mengalami guncangan, nikah-nikah di dunia ini juga turut mengalami guncangan, sampai terjadi perceraian secara massal, bahkan sampai kepada pembunuhan terhadap pasangan hidupnya; suami membunuh isterinya, sebaliknya isteri membunuh suaminya, bahkan ibu tega membunuh anak-anaknya. Jadi, benar, bahkan nikah rumah tangga diguncang.
Dari mana dan bagaimana Covid ini datang dan terjadi, dan siapa yang harus bertanggung jawab, tidak bisa kita prediksi dan tidak ada yang bisa kita tuntut siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini. Tetapi dalam hal ini, apapun yang terjadi, itu terjadi atas seizin TUHAN; tidak ada yang terjadi di atas muka bumi ini tanpa seizin TUHAN tentunya.
(45:7) Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.
Wahyu 1:4
(1:4) Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
Inilah doa dan harapan kita kepada TUHAN; biarlah kasih karunia dan damai sejahtera menyertai hidup kita masing-masing. Bukan hanya sampai kepada penghujung tahun, tetapi terus sampai Maranatha, TUHAN datang pada kali yang kedua sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.
Wahyu 22:20-21
(22:20) Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! (22:21) Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.
Pendeknya: Kasih karunia TUHAN Yesus Kristus menyertai ketujuh sidang jemaat yang ada di Asia Kecil dari awal sampai pada akhirnya. Dari awal sampai pada akhirnya, kasih karunia dan damai sejahtera menyertai 7 (tujuh) sidang jemaat di Asia Kecil.
Wahyu 1:4
(1:4) Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya
(1:8) "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."
Daniel 7:2-3
(7:2) Berkatalah Daniel, demikian: "Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar, (7:3) dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain.
Adapun penglihatan itu ialah tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar, dengan kata lain; lautan dunia, yaitu dari empat penjuru bumi (seantero dunia) -- itulah Timur, Barat, Utara, Selatan -- mengalami suatu guncangan hebat. Dan oleh karena guncangan yang hebat itu 4 (empat) binatang besar muncul dari dalam laut, kemudian yang satu berbeda dengan yang lain.
Daniel 7:4-6
(7:4) Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia. (7:5) Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak. (7:6) Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.
Adapun tiga jenis BINATANG YANG PERTAMA ialah:
1. Singa.
Wahyu 13:1-2
(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. (13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
1. Macan tutul.
Daniel 9:27
(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."
Adapun puncak kesusahan itu terjadi pada pertengahan 7 (tujuh) masa yang terakhir = 3.5 (tiga setengah) tahun yang kedua.
Jadi, apa yang dilihat oleh Rasul Yohanes di Pulau Patmos sesuai dengan apa yang dilihat oleh Daniel dalam penglihatannya dalam satu malam di atas tempat tidurnya.
Daniel 7:4-6
(7:4) Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia. (7:5) Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak. (7:6) Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.
Sesuatu yang aneh nampak di sini, sebab ia mempunyai sayap burung rajawali. Sebenarnya, ini hanyalah akal-akalan semata, ini hanyalah akal-akalan belaka, sebab pada masa aniaya antikris berkuasa, sayap burung nasar yang besar itu sudah diberikan kepada sidang mempelai wanita TUHAN.
Jadi, itu hanyalah akal-akalan dari antikris, itu siasat dari antikris; sepertinya antikris ini sangat memperhatikan, memelihara, melindungi tetapi sebetulnya itu merupakan akal-akalan dari pada antikris.
(2:6) Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
- Batu yang terpilih.
(2:7) Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
- Batu penjuru = Dasar bangunan yang teguh; dasar dari tiap-tiap bangunan. Kalau korban Kristus menjadi dasar, menjadi landasan hidup kita, maka kita menjadi kuat, tidak mudah goyah oleh pengaruh yang tidak baik dan yang tidak suci
Mengapa orang tidak berani untuk beribadah dan melayani? Karena dia tersandung dengan korban Kristus, seperti tukang-tukang bangunan, itulah ahli-ahli Taurat, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi.
Intinya: Yang memahami hati manusia hanyalah pribadi Yesus yang disalibkan = Batu sentuhan, itulah korban Kristus.
Daniel 7:5
(7:5) Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak.
Tiga tulang rusuk à Tubuh, jiwa dan roh manusia yang telah dikuasai oleh daging, sebab di sini dikatakan: Ayo, makanlah daging banyak-banyak.
Daniel 7:6
(7:6) Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.
Kita mengetahui, kegunaan sayap pada burung, jelas tidak lain tidak bukan untuk menerbangkan burung itu sendiri, bukan? Demikian halnya nanti dengan 4 (empat) sayap burung pada punggung macan tutul itu; secepatnya dia akan dilarikan kepada 4 (empat) penjuru angin atau 4 (empat) penjuru bumi (Timur, Barat, Utara, Selatan).
Berkepala empat, berarti menjadi pemerintah, menjadi penguasa di 4 (empat) penjuru bumi, seantero dunia ini ini.
Mazmur 10:8-10
(10:8) Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah; (10:9) ia mengendap di tempat yang tersembunyi seperti singa di dalam semak-semak; ia mengendap untuk menangkap orang yang tertindas. Ia menangkap orang yang tertindas itu dengan menariknya ke dalam jaringnya. (10:10) Ia membungkuk, dan meniarap, lalu orang-orang lemah jatuh ke dalam cakarnya yang kuat.
Pekerjaannya adalah matanya mengintip dan mengendap di tempat yang tersembunyi. Kalau pekerjaan antikris ialah mengintip dan mengendap di tempat yang tersembunyi, siapa orang yang dapat mengetahui? Tidak ada orang yang dapat mengetahui.
Mancan tutul mengintip dan mengendap di tempat yang tersembunyi, berarti melihat sasarannya dengan jelas. Tetapi, sasarannya, mangsanya tidak dapat melihat macan tutul yang sedang mengintip dan mengendap di tempat yang tersembunyi.
Adapun pekerjaan dari singa adalah di dalam semak-semak, ia mengendap untuk menangkap orang yang tertindas. Dari sini kita bisa mengetahui, bahwa antikris ini memiliki tentara yang begitu tangkas.
Pasukan khusus, pasukan elit yang begitu tangkas, dia akan mengendap dan harus menggunakan semak-semak atau pun daun-daunan yang hijau untuk menutupi dirinya, sehingga mangsa yang menjadi sasarannya tidak akan mengetahui keberadaannya di dalam semak-semak. Hal ini menunjukkan bahwa tentara antikris ini begitu tangkas, begitu luar biasa di dalam hal mengejar mangsanya, untuk mengejar sasarannya.
Siapa yang bisa mengantisipasi tentara antikris yang begitu tangkas demikian rupa? Sekalipuan ia adalah seorang doktor, profesor, seorang pandai, seorang yang memiliki harta kekayaan, maka ia tidak akan dapat menghadapi ketangkasan dari antikris yang demikian rupa.
Pekerjaan dari pada beruang adalah membungkuk dan meniarap. Kalau kita perhatikan gelagat dari pada antikris ini begitu lihai, mengapa? Karena dia bagaikan beruang yang membungkuk dan meniarap.
- “Membungkuk” itu rendah hati.
- Antikris ini begitu gesit. Hal ini sudah ditunjukkan oleh MACAN TUTUL.
Kalau tadi kita melihat goncangan yang terjadi seantero dunia, pada penglihatan Daniel, dari guncangan itu muncul empat binatang buas. Tiga jenis binatang yang pertama kita sudah melihat sebagai binatang yang gesit, tangkas, dan lihai, dan tiada mungkin seorang pun dapat mengatasi pergerakan dari antikris yang begitu gesit, tangkas, dan lihai ini, jikalau ia hanya mengandalkan kekuatannya, jikalau ia hanya mengandalkan kemampuannya, jikalau ia hanya mengandalkan gelar tinggi (doktor, profesor), jikalau ia hanya mengandalkan harta kekayaan dan yang ada yang dia punya. Tiadalah mungkin dapat mengatasi pergerakan dari antikris yang begitu luar biasa gesit, tangkas, dan lihai.
Oleh sebab itu, kita butuh penyertaan TUHAN sampai masa aniaya antikris berlangsung di tengah dunia ini. Pada satu kali 7 (tujuh) masa atau selama tujuh 7 (tujuh) antikris berkuasa di muka bumi ini, puncaknya pada pertengahan 7 (tujuh) masa yang terakhir, 3.5 (tiga setengah) tahun yang kedua. Biarlah kita lebih hati-hati lagi, dan kiranya hal ini dapat dipahami dengan baik.
Daniel 7:7-8
(7:7) Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh. (7:8) Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.
- Ia melahap dan meremukkan.
1. Antikris akan melahap dan meremukkan.
Pilih mana:
- Sekarang leher digunakan untuk menundukkan kepala sehingga lepas dari pemenggalan kepala,
- Wahyu 11:1 itulah ibadah yang diukur, ibadah yang sudah memuncak sampai kepada doa penyembahan, sehingga lepas dari aniaya antikris.
Saya ulangi kembali: Dunia ini sedang diguncang oleh wabah Corona, seantero dunia. Saya tidak mengatakan menurut pengetahuan saya bahwa itu akan bermuara kepada antikris. Yang mau saya katakan adalah bahwa ketika guncangan terjadi oleh 4 (empat) angin penjuru bumi, dari situ keluar empat bintang besar dan buas -- menurut penglihatan Daniel --, dan itu merupakan bayangan dari antikris dengan segala kekejian- kekejian yang akan terjadi.
Dan saya melihat, guncangan ini akan mengarah kepada aniaya antikris yang tidak lama lagi akan terjadi. Jadi, oleh sebab itu, sidang jemaat GPT “BETANIA” Serang dan Cilegon, maupun anak TUHAN yang terus memberi diri untuk digembalakan, ayo sungguh-sungguh, bahkan lebih sungguh-sungguh lagi untuk memberi diri digembalakan.
(7:9) Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
Wahyu 1:4
(1:4) Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
(1:8) "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."
(1:17) Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, (1:18) dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
Sekali lagi saya sampaikan: Untuk sampai kepada kekekalan, ibadah itu harus dihubungkan dengan salib.
Seharusnya, kita melihat hal itu sebagai suatu kebodohan, karena apabila ibadah hanya dihubungkan dengan sensasi, hanya dengan membuat jemaat rubuh-rubuh, ibadah itu tidak akan menjembantani sampai ke dalam Kerajaan Sorga, sampai kepada kekekalan.
Tetapi ibadah di bumi jembatannya adalah salib; itulah penyertaan TUHAN bagi kita, itulah kasih karunia dan damai sejahtera menyertai ketujuh sidang jemaat di Asia Kecil, termasuk menyertai sidang jemaat GPT “BETANIA” Serang dan Cilegon, menyertai sidang jemaat Malaysia dan Bandung, menyertai anak-anak TUHAN yang terus memberi diri digembalakan lewat live streaming video internet Youtube, Facebook baik dalam negeri maupun luar negeri. Itulah pribadi yang bersifat “kekekalan”; penuh damai sejahtera dan kasih karunia menyertai hidup kita masing-masing.
Jadi, anak TUHAN jangan merasa menjadi bodoh, jadi bignung manakala ibadah dihubungkan dengan salib, setelah melihat ibadah yang dibuat sensasi, tidak. Justru mereka adalah ibadah yang tidak mengerti apa-apa, ibadah yang berujung kepada maut, tetapi salib adalah kasih karunia, salib adalah damai sejahtera yang menyertai kita sampai kepada “kekekalan”. Haleluya..
Wahyu 1:19
(1:19) Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.
Dan tulisan itu sampai kepada kita malam ini oleh karena rahmat TUHAN, oleh karena kemurahan TUHAN, oleh karena kasih karunia TUHAN, oleh karena damai sejahtera TUHAN menyertai kita sampai kepada kekekalan.
(1:20) Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."
Tiadalah mungkin kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kita kalau sidang jemaat tidak berada dalam penggembalaan dan tidak digembalakan oleh seorang gembala sidang. Maka saudara jangan berpikir; yang penting percaya, masuk sorga, tidak, tetapi harus tergembala dan itu multak, dan harus digembalakan dalam sebuah penggembalaan yang benar.
Jadi sidang jemaat tidak boleh bangga kalau dalam sebuah penggembalaan tiap minggu hamba TUHAN dijadwal, sekalipun hamba TUHANnya terkenal, itu adalah penggembalaan yang tidak mengerti penggembalaan.
Kalau gembala berbicara soal sensasi, itu bukan gembala yang baik. Gembala yang baik, Ia menyerahkan nyawa-Nya, menyerahkan ibadah itu untuk segera dihubungkan langsung dengan salib, supaya kita diluruskan. Jangan bertahan dengan kebodohan.
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:
Post a Comment