IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 06 OKTOBER 2020
(Seri: 116)
Kita patut bersyukur; oleh karena rahmat dan kemurahan hati TUHAN, kita dimungkinkan untuk mengusahakan dan memelihara Ibadah Doa Penyembahan, dan sebentar kita akan tersungkur di kaki salib TUHAN. Namun, biarlah kiranya nanti firman yang membawa kita sujud di kaki salib TUHAN, sujud menyembah Allah yang hidup.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat TUHAN yang sedang mengikuti pemberitaan Firman TUHAN lewat live streaming video internet Youtube, Facebook di mana pun anda berada. Selanjutnya, marilah kita mohonkan kemurahan dari TUHAN supaya kiranya TUHAN membukakan firman-Nya bagi kita, sehingga kita boleh menikmati uluran dua tangan TUHAN yang penuh kasih, memberi pertolongan bagi kita, menguraikan kekusutan dari segala persoalan yang kita alami di atas muka bumi ini, sekaligus membawa kita tersungkur di kaki salib-Nya.
Kolose 3:19
(3:19) Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
Efesus 5:25-29
(5:25) Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya (5:26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, (5:27) supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. (5:28) Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. (5:29) Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
1. Ayat 25-27.
Kesimpulannya: Suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri, berarti; siapa yang mengasihi isterinya = mengasihi dirinya sendiri; mengapa demikian? Mari kita perhatikan jawabannya di ayat 31.
(5:31) Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
- Ia telah meninggalkan Bapa-Nya,
Efesus 5:29
(5:29) Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
Jadi, bukti suami mengasihi isterinya ialah mengasuh dan merawati tubuhnya.
1 Tesalonika 2:7
(2:7) Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.
(2:8) Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.
- Rela membagi Injil Allah.
Melayani harus penuh dengan tanggung jawab. Melayani bukan hanya sekedar pengetahuan, melayani bukan sekedar untuk pamer-pamer, tetapi melayani harus disertai dengan rasa tanggung jawab, sebagaimana Rasul Paulus bertanggung jawab terhadap sidang jemaat yang dilayani, sesuai dengan kepercayaan TUHAN kepada dia.
(2:9) Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.
Bekerja siang malam dengan segala usaha dan jerih lelah = tidak mengenal lelah = tidak ada kata menyerah, apalagi mengeluh. Jangan kita mengeluh apapun yang terjadi, biarlah terjadi, kita hadapi saja.
1 Korintus 4:9
(4:9) Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
- Tontonan bagi dunia.
Efesus 4:8-9
(4:8) Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." (4:9) Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
Jadi, sebagaimana Yesus telah masuk dalam pengalaman kematian, demikian juga Rasul Paulus telah menerima tempat yang paling rendah, itu adalah pengalaman kematian.
Yesaya 53:7
(53:7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Nikmati saja pengalaman kematian TUHAN, supaya betul-betul kita satu dengan pengalaman kematian, seperti apa yang dinyatakan oleh Rasul Paulus di tengah pemberitaan Injil kepada sidang jemaat di Tesalonika dan pemberitaan Injil kepada jemaat di Korintus; telah menerima tempat yang paling rendah. Jangan sesekali bersungut-sungut.
Yesaya 53:7
(53:7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
YANG PERTAMA: Anak domba yang dibawa ke pembantaian à Pribadi Yesus, Dialah Anak Domba Allah yang telah menyerahkan segenap hidup-Nya untuk dibantai di atas kayu salib di bukit Golgota, sehingga oleh darah salib Kristus kita dibenarkan.
YANG KEDUA: Induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya à Kasih Allah yang heran dan ajaib, yang merupakan kasih yang sempurna.
(1:18) Marilah, baiklah kita beperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
Apa buktinya? Sekalipun dosa itu merah pekat seperti kain kesumba, namun akan menjadi putih seperti bulu domba; itulah pengampunan dari kasih Allah yang heran dan ajaib. Namun, kasih Allah tidak berhenti hanya sebatas mengampuni dosa.
(4:8) Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
YANG PERTAMA: Ia membawa tawanan-tawanan = Dibebaskan dari penjara dunia dan kebinasaan, untuk selanjutnya dibawa ke tempat tinggi, Yerusalem yang baru.
YANG KEDUA: Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.
(4:10) Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. (4:11) Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, (4:12) untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
1. Jabatan rasul.
2. Jabatan nabi.
3. Jabatan penginjil.
4. Jabatan gembala.
5. Jabatan guru.
Tujuan memberikan lima jabatan adalah untuk memperlengkapi hamba-hamba TUHAN dengan lima jabatan tersebut.
Tandanya ialah membebaskan tawanan, artinya; kehidupan kita ini dilepaskan dari penjara dunia ini. Dan tanda-tanda itu sudah nyata; dunia ini sedang digoncang oleh wabah Corona (Covid-19) dengan virusnya yang mematikan sekali, sehingga menggoncang pemerintahan, menggoncang politik dalam kenegaraan, menggoncang ekonomi, bahkan menggoncang nikah-nikah dan rumah tangga, tidak sedikit orang bercerai sekarang ini. Tetapi, ini merupakan pembebasan bagi anak-anak TUHAN. Jadi, dengan adanya goncangan ini, merupakan tanda pembebasan bagi anak-anak TUHAN dari dunia ini.
Tujuan memberikan lima jabatan tersebut adalah untuk memperlengkapi hamba-hamba TUHAN;
- Bagi pekerjaan pelayanan.
- Bagi pembangunan tubuh Kristus -> Sidang Mempelai Tuhan.
Siang malam dengan segala usaha dan jerih lelah melayani pekerjaan TUHAN, tidak mengenal lelah, bahkan tidak bersungut-sungut, pantang menyerah, tidak mengeluh, bahkan ia sudah menjadi tontonan bagi dunia, tontonan bagi malaikat-malaikat, bahkan tontonan bagi manusia. Itu adalah pengalaman kematian.
Memang dalam pengalaman kematian ini, kita menjadi tontonan dunia, menjadi tontonan malaikat-malaikat di sorga, menjadi tontonan manusia, karena kita bukan Kristen penonton.
(5:6) Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
(5:7) Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar -- tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati --.
(5:8) Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
(5:15) Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
(2:15) Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
Jadi, penyembahan, yakni penyerahan diri sepenuh untuk taat kepada kehendak Allah, itu merupakan bau harum. Penyerahan diri kita ini bagaikan ukupan, yakni; asap dupa kemenyan yang naik di hadirat TUHAN; berbau harum.
Penyerahan diri, sama seperti asap dupa kemenyan yang naik di hadirat TUHAN; berbau harum.
Ketika masuk dalam pengalaman kematian, kita memang menjadi tontonan dari dunia, tontonan malaikat-malaikat, dan tontonan manusia, tetapi; tidak menjadi Kristen penonton.
TUHAN
YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita
Firman
Gembala
Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:
Post a Comment