KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, April 27, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 14 APRIL 2026



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 14 APRIL 2026

 

SURAT YUDAS 1:11

(Seri: 18)

 

Subtema: TIDAK MENGHORMATI TAHBISAN SUCI

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan di malam ini. Sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, sujud menyembah kepada Dia sebab hanya kepada Dia sajalah kita berbakti.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook, baik dari media sosial lainnya yang dapat digunakan. Selanjutnya doa dan harapan kami kiranya damai sejahtera bertakhta di hati kita sehingga kita merasakan sukacita, ada satu kebahagiaan saat kita duduk diam mendengarkan sabda ALLAH duduk diam dekat kaki TUHAN.

 

Mari kita sambut SURAT YUDAS sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas 1:11 Seri 18, namun tetaplah berdoa dalam Roh mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka...” antara lain:

a.       Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b.       Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c.       Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian keenam).

 

Bilangan 16:1-3 -- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan. (16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"

 

Korah beserta kumpulannya bangkit untuk memberontak terhadap Musa.

Adapun kumpulan Korah adalah  yaitu: Datan, Abiram, dan On + 250 pemimpin-pemimpin kenamaan.

Kemudian, di tengah-tengah pemberontakan itu mereka juga menuduh Musa dan Harun meninggi-ninggikan diri terhadap jemaah TUHAN (umat Israel).

 

Bilangan 16:11

(16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?

 

Penyebab terjadinya pemberontakan ialah: Korah dan kumpulannya menuntut pangkat imam padahal sebenarnya Korah dan segenap suku Lewi telah dipisahkan dari antara umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada TUHAN. Maksudnya kepada Kaum Lewi diberi kesempatan untuk:

-       Melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN mulai dari Halaman sampai Ruangan Suci juga,

-       Bertugas untuk melayani umat Israel.  

Diberi kesempatan untuk melayani TUHAN dan melayani segala perabotan yang ada di dalam Tabernakel, khususnya dari Halaman sampai Ruangan Suci, itu sudah cukup. Kemudian, diberi kesempatan untuk melayani umat TUHAN (umat Israel) itu juga sudah cukup, bahkan menjadi milik kepunyaan TUHAN pun itu sudah lebih dari cukup.

 

Bilangan 16:11

(16:11) Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

 

Sebenarnya ketika Korah dan kumpulannya memberontak terhadap Musa dan Harun sama artinya; bersepakat melawan TUHAN.

Jadi sidang jemaat disebut juga kawanan domba ALLAH. Ketika kawanan domba ALLAH memberontak kepada pemimpin sidang jemaat yang rendah hati dan tulus melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN sama artinya bersepakat melawan TUHAN.

 

Jangan kita sepakat melawan TUHAN ya saudara, juga jangan mencari orang untuk menjadi kumpulan melawan TUHAN, tidak boleh. Tidak boleh membuat satu kelompok di dalam satu kandang penggembalaan, karena dikhawatirkan kelompok ini bisa bersepakat untuk melawan TUHAN.

 

Bilangan 16:12

(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.”

 

Musa memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi mereka tidak mau datang.

Dalam hal ini Datan dan Abiram adalah pribadi yang TIDAK TUNDUK, berarti:

-    Tidak taat dan tidak dengar-dengaran.

-    Tidak menghormati tahbisan suci dan urapan, karena sesungguhnya Musa adalah utusan TUHAN, dia telah ditetapkan untuk memimpin dan menggembalakan bangsa Israel.

Singkat kata, Musa disebut sebagai pembebas, sedangkan Harun ditugaskan untuk memegang jabatan imam.

Ini adalah ketetapan TUHAN di tengah-tengah umat Israel.

 

Pertanyaannya: Mengapa Datan dan Abiram tidak mau datang atau tidak menghormati tahbisan suci?

Untuk memperoleh jawabannya kita akan menyelidiki latar belakang dari Datan dan Abiram ini di dalam...

 

Kejadian 16:1

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang

 

Latar belakang (silsilah) Datan dan Abiram adalah berasal dari suku RUBEN, artinya: roh Ruben turun atas Datan dan Abiram.

 

Kejadian 25:22-25

(35:22a) Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel. (35:22b) Adapun anak-anak lelaki Yakub dua belas orang jumlahnya. (35:23) Anak-anak Lea ialah Ruben, anak sulung Yakub, kemudian Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar dan Zebulon. (35:24) Anak-anak Rahel ialah Yusuf dan Benyamin. (35:25) Dan anak-anak Bilha, budak perempuan Rahel ialah Dan serta Naftali.

 

Intinya adalah: Ruben tidur dengan Bilha, salah satu gundik Yakub (budak Rahel).

Sesungguhnya, Ruben adalah anak sulung Yakub. Sedangkan Bilha melahirkan dua anak laki-laki bagi Yakub itulah Dan dan Naftali.

Singkat kata, Ruben telah menajiskan tempat tidur ayahnya, dan hal itu diketahui oleh Yakub.

 

Terkait dengan kenajisan percabulan, kita akan baca di dalam...

Matius 24:37-39

(24:37) "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. (24:38) Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, (24:39) dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

 

Alkitab berkata, zaman akhir sama seperti zaman Nuh, orang-orang sibuk dengan dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.

-    Dosa makan minum -> Dosa karena hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat.

Ada 15 tabiat daging, semuanya tertulis dengan lengkap di dalam Galatia 5:19-21.

-    Kawin mengawinkan -> Dosa kenajisan percabulan/persundalan sebagai puncaknya dosa.

 

Sekarang ini orang sibuk dengan urusan makan dan minum, lalu dilanjutkan dengan urusan kawin dan mengawinkan.

Jadi daging itu terhubung dengan kawin dan mengawinkan itulah dosa kenajisan dan percabulan.

Itu sudah nampak dengan jelas, sekarang ini orang tidak merasa tabu lagi hidup di dalam kenajisan percabulan, orang-orang di zaman akhir ini tidak lagi segan dan sungkan untuk hidup di dalam kawin dan mengawinkan, hidup di dalam dosa persundalan (kenajisan percabulan) dan hal itu sudah menjadi hal yang lumrah.

 

Praktek kenajisan percabulan: Hidup dalam kelimpahan oleh hawa nafsu perempuan Babel = Mabuk anggur dari Babel – kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan  Babel -- Wahyu 18:3.

 

Kita memang harus mabuk anggur, tetapi hendaklah mabuk anggur dari Sorga = Penuh dengan Roh El-Kudus, sehingga kita sekaliannya ada di dalam kegiatan Roh, di tengah-tengah ibadah dan pelayanan. Tetapi di sini kita melihat kenajisan percabulan berarti kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel.

-            Mabuk anggur yang negatif ialah kenajisan percabulan.

-            Mabuk anggur yang positif, kita penuh dengan Roh Kudus dan Roh Kudus itu akan terus memimpin kita dalam kesucian, dalam suasana kebangkitan.

 

Orang-orang yang hidup dalam kenajisan percabulan: MEREKA TIDAK TAHU AKAN SESUATU, artinya: Tidak mengerti apa-apa, tidak mengerti rencana TUHAN, tidak tahu untuk mengasihi TUHAN, tidak tahu menyenangkan hati TUHAN = Tidak peduli dengan TUHAN dan perasaan-Nya, tidak peduli dengan agama.

 

Mari kita lihat keadaan manusia di zaman akhir juga diterangkan oleh Paulus di dalam...

2 Timotius 3:1-4 -- Perikop: "Keadaan manusia pada akhir zaman."

(3:1) Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. (3:2) Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, (3:3) tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, (3:4) suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti ALLAH.

 

Keadaan manusia di zaman akhir dalam keadaan masa SUKAR karena 18 (delapan belas) dosa di akhir zaman, antara lain:

1.         Mencintai dirinya sendiri artinya egois.

2.         Hamba uang. Berarti bukan hamba kebenaran, bukan hamba kesucian, bukan hamba-Nya TUHAN dalam kemuliaan-Nya.

3.         Membual. Berarti mengucapkan kata-kata yang setinggi-tingginya, membesar-besarkan sesuatu untuk mempengaruhi perasaan orang, namun tidak sesuai dengan fakta kebenaran.

4.         Menyombongkan diri. Berarti meninggikan diri, itu sifat orang fasik (congkak).

5.         Pemfitnah. Berarti mengucapkan kata-kata yang sifatnya tidak benar terkait dengan orang lain, terkait dengan kelompok (golongan) orang lain.

6.         Berontak terhadap orang tua. Berontak terhadap orang tua = tidak hormat lagi kepada orang tua.

7.         Tidak tahu berterima kasih. Tidak ada ucapan syukur lagi kepada TUHAN.

Saya tambahkan sedikit, di awal pelayanan banyak sekali orang mengalami pertolongan dari TUHAN lewat pelayanan saya sendiri. Orang sakit sembuh kemudian yang kerasukan setan mengalami kelepasan, penyakit kista sembuh, rahim yang mandul terbuka (diberkati) dan sakit-sakit yang lain juga banyak disembuhkan, tetapi satupun dari antara mereka tidak ada yang bertahan tergembala di tempat ini. Semua mereka yang mengalami mujizat-mujizat yang saya sebut tadi tidak ada yang mau tergembala dan tidak ada ucapan syukur juga dan memang itu salah satu dosa di akhir zaman.

8.         Tidak mempedulikan agama. Berarti tidak peduli dengan ibadah dan pelayanan kecuali makan dan minum itulah dosa hawa nafsu dan keinginan daging yang jahat dilanjutkan dengan dosa kawin dan mengawinkan itulah kenajisan percabulan, hanya untuk mencari keuntungan sendiri.

9.         Tidak tahu mengasihi. Tidak tahu mengasihi TUHAN dan tidak tahu mengasihi sesama persis seperti yang tertulis di dalam Matius 24:39.

10.     Tidak mau berdamai.  Di tengah ibadah Firman TUHAN disampaikan, salib Yesus Kristus diterangkan begitu jelas dan lugas, dipaparkan sampai rahasia Firman terbuka, namun tetap saja keras hati, tidak mau berdamai dengan sesamanya. Orang semacam ini adalah orang yang tidak menghargai darah tebusan.

11. Suka menjelekkan orang. Hari-hari ini hal itu nampak dengan jelas, orang-orang suka menjelekkan sesamanya dengan berbagai alasan, mungkin karena bisnis, mungkin karena dendam, atau mungkin tidak suka ditegur, tidak suka diperhatikan, dan seterusnya banyak alasan.

12. Tidak dapat mengekang diri. Tidak dapat menahan diri / menahan hawa nafsu. Maunya hal-hal yang menyukakan daging, maunya lepas saja seperti kuda liar, tidak dapat menyukakan TUHAN.

13.  Garang. Artinya berani, tetapi dalam hal yang negatif.

14. Tidak suka yang baik. Suka yang jahat, suka dengan yang tidak benar dan seterusnya.

15. Suka mengkhianat = main belakang.

16. Tidak berpikir panjang = bodoh.

17. Berlagak tahu, tetapi sebenarnya tidak tahu apa-apa (sok pintar). Orang semacam ini, sukar untuk menerima ajaran yang baik.

18. Lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti ALLAH à manusia daging / Edom.

 

Jadi oleh karena delapan belas dosa akhir zaman ini, manusia mengalami masa yang sukar (sulit). Maka tambah tahun umur dunia, keadaan dunia juga semakin sulit bukan semakin membaik.

 

Bila 18 : 3 hasilnya 6 = angka daging, maka 3 x 6 = 666 = antikris.

Atau, 6 + 6 + 6 = 18

666 = Angka ANTIKRIS, ini adalah angka dari kenajisan percabulan.

 

Wahyu 13:16-18

(13:16) Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, (13:17) dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. (13:18) Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

 

Jelas angka 666 adalah angka kenajisan percabulan. Apa buktinya? Mereka bebas menjual, bebas membeli. Yang dipikirkan hanyalah soal kekayaan dan hidup dalam kelimpahan hawa nafsu perempuan babel.

Angka 6 YANG PERTAMA = Tubuh dikuasai daging.

Angka 6 YANG KEDUA = Jiwa dikuasai daging.

Angka 6 YANG KETIGA = Roh dikuasai daging.

 

Maka terang sajalah, Datan dan Abiram tidak mau datang ketika dia dipanggil oleh Musa. Roh ini sudah menyatu di dalam tubuh, jiwa, dan Roh mereka, sebab kenajisan percabulan ini sudah menyatu dengan tubuh, jiwa, dan Roh mereka.

Inilah yang membuat Datan dan Abiram menolak untuk datang kepada Musa, tidak mau datang ketika dia dipanggil oleh Musa.

 

Itulah latar belakang dari pada Datan dan Abiram, dikuasai oleh roh Ruben yang telah menajiskan tempat tidur Yakub (ayahnya), membuka aurat daripada Bilha.

 

2 Timotius 3:5

(3:5) Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

 

Orang yang hidup di dalam kenajisan percabulan, memang masih menjalankan ibadahnya, hanya secara LAHIRIAH disebut ibadah Taurat.

Perlu untuk diketahui:

-    Sengat maut adalah dosa.

-    Kuasa dosa adalah hukum Taurat.

 

Jadi jelas sekali, mereka yang menjalankan ibadah taurat adalah orang-orang yang hidup di dalam kenajisan percabulan. Selanjutnya mereka memungkiri kekuatan ibadah = Menolak salib, karena kekuatan ibadah terletak pada SALIB. Kekuatan ibadah tidak terletak pada mamon (uang), tidak terletak pada keahlian seseorang di dalam satu bidang.

Dasar dari ibadah ini adalah salib, kasih di Golgota, bukan mamon, bukan uang, bukan harta, bukan kekayaan, bukan keahlian seseorang yang pandai di bidangnya. Tetapi ibadah ini dijalankan karena salib, berarti kekuatan ibadah datang dari salib.

 

1 Korintus 15:32-33

(15:32) Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati". (15:33) Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

 

Pada ayat ini terdapat 2 (dua) dosa:

1. Makan minum.

2. Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik = Kenajisan percabulan (kawin dan mengawinkan).

 

Oleh kedua dosa ini, orang-orang tidak peduli:

-       Memungkiri kekuatan salib, kekuatan ibadah.

-       Memungkiri kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Jadi hati-hati saudara, jangan kita datang menjalankan ibadah secara lahiriah. Tetapi mereka yang hidup di dalam kenajisan percabulan menjalankan ibadahnya secara lahiriah, mereka memungkiri kekuatan dari kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

 

Lihat mereka yang hidup dengan dosa makan dan minum, kawin dan mengawinkan, selain memungkiri kekuatan ibadah (salib) juga memungkiri kuasa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Tidak sedikit orang Kristen memiliki filosofi “yang terpenting kaya dan hidup dalam kelimpahan”, mereka itu tidak peduli dengan ibadah pelayanan, tidak peduli dengan TUHAN, tidak peduli dengan kasih-Nya TUHAN, tidak peduli dengan orang lain meskipun menjalankan ibadah, tetapi sesungguhnya ibadah yang mereka jalankan adalah ibadah taurat, mereka tidak tahu akan sesuatuMatius 24:39.

 

Orang tua jangan memiliki filosofi yang keliru, jangan orang tua berpikir yang penting anak ku kerja, tidak perlu ibadah, itu salah, seharusnya doakan anak itu supaya menghargai ibadah.

 

Matius 24:40-42

(24:40) Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; (24:41) kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (24:42) Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana TUHANmu datang.

 

Jadi pada ayat 39;mereka tidak tahu akan sesuatu”, karena mereka sibuk dengan dosa makan dan minum, kawin dan mengawinkan.

Praktek dosa makan dan minum, kawin dan mengawinkan: Tidak menghargai ketekunan tiga macam ibadah pokok, antara lain;

1.         Ladang à Ketekunan Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh.

2.         Memutar batu kilangan à Ketekunan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci.

3.         Berjaga-jaga à Ketekunan Ibadah Doa Penyembahan

 

Hal itu terbukti sesuai dengan perkataan Yakub kepada Ruben...

Kejadian 49:3 --- Perikop: “Perkataan Yakub yang penghabisan kepada anak-anaknya.”

(49:3) Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan permulaan kegagahanku, engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan. (49:4) Engkau yang membual sebagai air, tidak lagi engkau yang terutama, sebab engkau telah menaiki tempat tidur ayahmu; waktu itu engkau telah melanggar kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku!

 

Ruben adalah anak sulung Yakub, berarti:

1.         Yang terutama dalam keluhuran atau kemuliaan.

2.         Yang terutama dalam kesanggupan.

 

Perlu untuk diketahui; kegiatan Roh yakni ibadah dan pelayanan ada kaitannya dengan:

a.       KEMULIAAN / keluhuran TUHAN à Takhta ALLAH di Sorga.

Bila dikaitkan dengan POLA TABERNAKEL terkena kepada Ruangan Maha Suci, di dalamnya terdapat dua hal;

-            Tabut Perjanjian à Mempelai TUHAN.

-      Cawan Pembakaran Ukupan dari Emas à Doa Penyembahan (Ibrani 9:4).

Itu kemuliaan / keluhuran yang nanti menjadi bagian dari anak sulung.

Anak sulung berarti dipercaya untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN mulai dari HALAMAN sampai RUANGAN MAHA SUCI, tetapi bagian yang akan diterima sampai kepada Ruangan Maha Suci.

 

b.       KESANGGUPAN à Salib Kristus / salib Kalvari.

Oleh karena salib Kristus kita hidup di dalam kasih karunia yang berlimpah-limpah.

 

Saya akan buktikan kesanggupan Paulus di tengah ibadah dan pelayanan, bukan hanya melayani bangsa Yahudi, tetapi juga melayani bangsa Kafir.

1 Korintus 15:10

(15:10) Tetapi karena kasih karunia ALLAH aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia ALLAH yang menyertai aku.

 

Ini kesanggupan yang datang dari salib Golgota, itu adalah Kasih Karunia ALLAH.

 

Jadi saudara yang diberi kesempatan untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, pelihara karunia dan jabatan itu. Jangan datang sebagai pemain musik, singer, pemimpin pujian, dan jemaat hanya dalam bentuk taurat.

Oleh karena Kasih Karunia TUHAN, itulah kesanggupan sebagai anak sulung.

Jadi kesanggupan kita karena kasih karunia dijadikan sebagai anak sulung.

 

Sebetulnya itu dinyatakan oleh Yakub kepada Ruben anak sulungnya, kepada anak-anak sulung yang sudah dipisahkan dari umat Israel seperti suku Lewi. Maka hal ini harus diperhatikan dengan baik.

 

Fakta bagi mereka yang menajiskan tempat tidur, hidup di dalam kenajisan percabulan / persundalan..

Kejadian 49:4

(49:4) Engkau yang membual sebagai air, tidak lagi engkau yang terutama, sebab engkau telah menaiki tempat tidur ayahmu; waktu itu engkau telah melanggar kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku!

 

Sedikit saya tambahkan; anak sulung juga digambarkan seperti “yang membual sebagai air”, berarti dapat memberikan kepuasan bagi orang lain, memuaskan rasa dahaga orang lain, memuaskan orang yang haus.

Jadilah mata air yang membual-bual.

 

Akhirnya, Yakub berkata; “tidak lagi engkau yang terutama” artinya Ruben tidak lagi menjadi anak sulung, sebab ia telah menajiskan tempat tidur ayahnya = Melanggar kesuciannya.

 

Contoh: ketika Adam dan Hawa melanggar kesucian akhirnya diusir dari Taman Eden, haknya tidak ada lagi di Taman Eden, untuk mengusahakan dan memelihara Taman Eden, haknya dalam keluhuran dan kesanggupan tidak ada lagi di Taman Eden.

 

Mazmur 24:3-4

(24:3) "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" (24:4) "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

 

Orang yang boleh naik ke gunung TUHAN / boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus.

-       Orang yang bersih tangannya berarti tidak hidup di dalam kenajisan percabulan.

-       Murni hatinya berarti melayani bukan karena ada kepentingan.

-       Tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan.

-       Yang tidak bersumpah palsu.

Kalau dia tidak melakukan 4 (empat) hal tersebut maka hak nya sebagai anak sulung akan diambil seperti Ruben.

 

Jadi perhatikanlah ini imam-imam, pelayan-pelayan TUHAN disebut juga anak sulung jangan langgar kekudusan, jangan hidup dalam kenajisan percabulan dan persundalan nanti haknya sebagai anak sulung diambil dari padanya.

 

1 Tawarikh 5:1-2

(5:1) Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung. (5:2) Memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya, bahkan salah seorang dari antaranya menjadi raja, tetapi hak sulung itu ada pada Yusuf.

 

Akhirnya hak kesulungan itu jatuh kepada Yusuf. Semestinya kalau kita baca ayat 2 memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya karena dari padanya (keturunan Yehuda) akan tampil sebagai Raja itulah Yesus Kristus, tetapi hak kesulungan justru jatuh ke tangan Yusuf.

 

Jadi dari sini kita bisa melihat, bukan karena gagah hebat, tetapi bagaimana kita tunduk taat, setia, dan dengar-dengaran.

 

Tetapi lihatlah Datan dan Abiram tidak memiliki roh ketundukan, tidak mau datang ketika dia dipanggil oleh Musa. Ternyata setelah kita mengikuti silsilah (latar belakangnya) dia disusupi oleh roh Ruben; kenajisan percabulan.

Jadi orang yang hidup di dalam kenajisan percabulan adalah orang yang tidak mau tunduk, tidak taat dan tidak dengar-dengaran, tidak mau dipanggil dan tidak mau berpadanan dengan panggilan itu sendiri.

Berbahagialah kehidupan yang mau menghargai pemberitaan Firman ALLAH.

 

Yusuf adalah pribadi yang taat dan dengar-dengaran, dia tunduk dan pasrah kepada kehendak ALLAH (rencana ALLAH), Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya, bahkan jubah yang Maha Indah juga dirampas dari padanya, kemudian Yusuf dijual kepada saudagar-saudagar dari Midian, kepada orang Ismael lalu membawanya ke Mesir, dijual kepada Potifar (Kepala Istana Firaun). Kemudian sesampainya di sana dia diangkat menjadi pemimpin, orang yang berkuasa, berhak atas seisi rumah Potifar, hanya satu yang menjadi pembeda dengan Potifar yaitu isteri Potifar. Namun  dia bisa menguasai dirinya, sekalipun dia setiap hari digoda oleh isteri Potifar, namun roh Ruben, kenajisan percabulan jauh daripada Yusuf sekalipun dia orang yang muda, sekalipun dia adalah budak belian, sekalipun dia adalah orang buangan dari Kanaan ke Mesir. Namun tidak berhenti sampai disitu, diapun difitnah bahkan dipenjarakan, tetapi justru itu adalah cara TUHAN untuk mengangkat dia. Pada saat sudah berada di titik nadir (titik terendah) bahkan minus dari nol, disitulah TUHAN menyatakan pernyataan yang heran dan luar biasa yaitu membukakan rahasia Firman kepada dua orang sebagai mantan pelayan daripada Firaun;

-       Juru minuman berarti senantiasa membawa cawan isi anggur kepada Firaun.

-       Juru roti berarti senantiasa menyediakan makanan bagi Firaun.

 

Kemudian mereka bermimpi, namun karena mereka tidak mengerti artinya, mereka susah hati (muka muram), Yusuf tahu apa yang sedang terjadi, maka Yusuf pun bertanya: Apa yang kamu alami? Akhirnya kedua orang ini langsung menceritakan mimpi mereka, lalu pada saat itulah Roh TUHAN mendominasi kehidupan Ysuf sepenuhnya, di dalam kuasa Roh El-Kudus, Yusuf menceritakan arti mimpi daripada juru minuman dan juru roti itu.

Setelah arti mimpi itu disampaikan, tiga hari kemudian juru minuman kembali kepada pangkat semula, tetapi juru roti digantung (disulakan) di tiang gantungan lalu mati terbunuh di tiang gantungan. Tetapi juru minuman kembali kepada jabatan semula; membawa cawan (piala emas) berisi anggur memberi minum Firaun.

Namun tidak lama kemudian, Firaun bermimpi dan tidak seorang pun yang dapat mengartikan mimpinya itu, lalu pada saat itulah juru minuman itu berbicara kepada Firaun, kalau di dalam penjara ada seorang hamba TUHAN yang penuh Roh El-Kudus, penuh Firman ALLAH, penuh dengan nubuatan-nubuatan / dapat mengartikan apa yang akan terjadi ke depan itulah Yusuf, akhirnya Yusuf pun dikeluarkan dari penjara, lalu Yusuf mengganti pakaiannya, mencukur kumisnya dan jenggotnya untuk berhadapan langsung dengan Firaun.

Maka disitulah Yusuf menyampaikan segala sesuatu yang akan terjadi terkait dengan mimpi Firaun.

 

Adapun mimpi Firaun itu ialah:

Tujuh bulir gandum bernas dan tujuh lembu yang gemuk, tetapi akhirnya tujuh bulir yang bernas ini dimakan oleh tujuh bulir gandum yang tidak bernas demikian juga tujuh lembu yang tambun dimakan (ditelan) oleh tujuh lembu yang kurus (hanya tinggal kulit pemalut tulang) sebab tujuh lembu yang gemuk yang keluar dari sungai Nil telah dimakan habis oleh tujuh lembu yang kurus. Ahli nujum di Mesir tidak tahu apa-apa, tidak dapat mengartikan mimpi Firaun, tetapi Roh TUHAN kembali lagi mendominasi kehidupan Yusuf lalu ia menceritakan arti kedua mimpi Firaun tersebut.

Sebenarnya arti kedua mimpi Firaun sama; tujuh bulir gandum yang bernas dan tujuh lembu yang gemuk itulah tujuh tahun kelimpahan yang akan dimakan habis tujuh bulir gandum yang tidak bernas dan tujuh lembu yang kurus itulah tujuh tahun kelaparan yang dahsyat, yang akan menyusul.

 

Karena kepada Yusuf  TUHAN memberi pengertian ini maka Yusuf juga yang bisa mengendalikan apa yang akan terjadi itu, itulah tujuh tahun kelaparan yang dahsyat tepatnya pada saat antikris berkuasa memerintah sebagai raja. Jadi di masa tujuh tahun kelimpahan, Yusuf memerintahkan seluruh Mesir untuk mengumpulkan 1/5 gandum di tiap-tiap lokasi yang ditetapkan, akhirnya tiba tujuh tahun kelaparan, Mesir tidak mengalami kelaparan.

Pendeknya pada saat masa kelaparan tiba, Yusuf dipakai TUHAN untuk membuka lumbung-lumbung, hamba-hamba TUHAN dalam Pengajaran Mempelai nanti akan dipakai TUHAN untuk membuka Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El-kudus, dalam terangnya Tabernakel  sehingga dengan demikian terwujudlah Pembangunan tubuh KRISTUS YANG SEMPURNA. Oleh Yusuf, saudara-saudara Yusuf ada di dalam persekutuan, kita dipersekutukan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

 

Jadi Yusuf adalah orang yang teristimewa diantara saudaranya, sekalipun tidak memiliki kelebihan seperti Yehuda sesuai dengan Kejadian 49:26.

 

Menjadi anak sulung akhirnya menjadi orang yang teristimewa di mata TUHAN.

Inilah saudara sekaligus menjadi jalan keluarnya bagi kita, jangan kita seperti Datan dan Abiram. Amin.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

No comments:

Post a Comment