IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 20 FEBRUARI 2021
(Seri: 225)
Selamat malam, salam sejahtera dan bahagia kiranya memenuhi hidup kita masing-masing. Biarlah kiranya TUHAN menjadi Raja dan berkuasa, bertakhta di dalam hidup kita masing-masing.
Tidak lupa saya menyapa anak-anak TUHAN, umat TUHAN yang sedang mengikuti pemberitaan Firman TUHAN lewat live streaming video internet Youtube, Facebook di mana pun anda berada.
Selanjutnya, mari kita berdoa, kita mohon kemurahan TUHAN, supaya firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hidup kita masing-masing, sehingga ibadah ini tidak menjadi percuma, melainkan menjadi korban dan persembahan yang menyenangkan hati TUHAN, mengandung janji dan kuasa, baik untuk masa sekarang maupun untuk masa yang akan datang; nama TUHAN dipermuliakan.
Kejadian 41:37-40
(41:37) Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua pegawainya. (41:38) Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" (41:39) Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. (41:40) Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."
- Kuasa atas istana Firaun.
- Seorang yang penuh dengan Roh Allah.
- Seorang yang berakal budi dan bijaksana.
1. Penuh dengan Roh Allah yang suci.
(41:41) Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."
1.
Hendaklah penuh dengan Roh Allah yang suci.
2.
Kemudian, hendaklah penuh dengan Firman
Allah, berarti; berakal budi dan bijaksana, sehingga bisa memilah-milah
segala sesuatu yang terjadi, dapat mengerti masa dan waktu, bahkan dapat
melihat apa yang akan terjadi di depan.
Imam-imam, pelayan-pelayan TUHAN yang sudah ditahbiskan untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN di tengah-tengah ibadah-ibadah dan pelayanan yang TUHAN percayakan, biarlah kiranya benar-benar kita mengerjakan semuanya ini untuk hormat dan kemuliaan nama TUHAN. Itu adalah tanda bahwa kita telah ditahbiskan, dilantik di atas gunung TUHAN.
- Yang Pertama ialah Saul diurapi menjadi raja.
(2:6) "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!"
Demikian juga kalau imam-imam melayani sesuai dengan tahbisan yang baik dan benar, maka jelas (nyata) bahwa Allah itu Mahabesar dan sangat terpuji tentunya.
Mazmur 48:1-3
(48:1) Nyanyian. Mazmur bani Korah. (48:2) Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita! (48:3) Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.
Kalau di tengah-tengah kota Yerusalem, di tengah-tengah ibadah dan pelayanan ini ada tanda-tanda ketaatan di hadapan TUHAN sebagai pemerintah yang berkuasa, maka gunung Sion adalah kota Raja Besar. Besarlah TUHAN dan sangat terpuji.
Entah berapa banyak kerajaan di atas muka bumi ini, berapa banyak pemerintahan di atas bumi ini, tetapi suatu kali kelak, semuanya itu akan tunduk kepada Raja di atas segala raja, sehingga gunung Sion menjadi kota kegirangan, menjadi kesukaan bagi seluruh bumi, bagi seantero dunia, karena Allah telah melantik raja-Nya di gunung Sion.
Bersyukur, karena TUHAN menjadi Raja di atas segala raja bagi kita semua. Kalau TUHAN tidak menjadi Raja, maka hidup manusia mengalami kesulitan besar, karena yang memerintah atas bangsa-bangsa adalah orang yang sombong dan keakuan atau harga diri yang masih dipertahankan; tetapi di dalam TUHAN, tidaklah demikian.
(48:4) Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.
(48:5) Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju; (48:6) demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan. (48:7) Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.
Sehingga, ketika mereka melihat benteng kota yang begitu kokoh itu, mereka tercengang-cengang, mereka semua terheran-heran, mereka semua terkejut, hingga lari kebingungan. Mengapa demikian? Sebab kegentaran, ketakutan menimpa (menghinggapi) mereka; tidak berhenti sampai di situ, mereka juga ditimpa kesakitan.
Berbahagialah jikalau kehidupan muda remaja tetap berada di gunung Sion, kota Allah yang kudus, kota Raja Besar, sebab Allah sendiri tampil sebagai benteng kota yang kokoh, menjadi benteng dari kota kudus tersebut. Tetapi, alangkah malangnya dan bodohnya kalau anak-anak TUHAN, pemuda remaja tidak mengerti apa yang TUHAN maksud, tidak mempunyai pemahaman semacam ini. Alangkah malangnya, alangkah bodohnya jikalau kehidupan muda remaja tidak memahami pengertian semacam ini; tetapi kepada kita, TUHAN beri pengertian. Kalau sudah mempunyai pengertian, jangan diabaikan, supaya jangan menyesal di kemudian hari.
(48:8) Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.
Jadi, betul-betul hati mereka sudah melebur dengan harta kekayaan. Seharusnya, hati kita melebur dengan kasih Mempelai, kasih Kristus, bukan?
Sebagai hamba TUHAN, Yesus adalah Pribadi yang bernilai tinggi. Tidak ada sesuatu pun yang tidak berharga di dalam pribadi Yesus Kristus; Dia sedang mencari pelabuhan hati kita masing-masing. Oleh sebab itu, jadilah syahbandar yang baik, sebab Dia adalah kapal yang sedang berlayar di tengah lautan. Dia menghadapi ombak, badai, angin ribut; Dia terjang sampai berhenti di pelabuhan hati kita masing-masing. Itulah yang TUHAN mau tuju sekarang.
(48:9) Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat, di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya. S e l a
Sebab, TUHAN tidak mengizinkan sesuatu yang jahat, sesuatu yang tidak baik mencemari gunung Sion. Allah sendiri yang menjadi benteng kota yang kokoh itu.
Yesaya 2:2-3
(2:2) Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, (2:3) dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.”
- Gunung Sion berdiri tegak di hulu gunung-gunung.
- Dari Sion akan keluar Pengajaran.
1. Jalan rajawali di udara.
Yerusalem -> hamba-hamba TUHAN, pemimpin-pemimpin rumah TUHAN atau pelayan-pelayan TUHAN. Sesuai dengan 1 Petrus 2:19-21, kita dipanggil untuk mengikuti contoh teladan yang ditinggalkan oleh Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung yang telah melayani, berdoa, dan memperdamaikan dosa kita.
Itulah jalan-jalan yang telah ditinggalkan bagi kita, dan kita dipanggil untuk mengikuti jalan-jalan yang ditinggalkan itu, itulah jejak-jejak atau tapak-tapak kaki Yesus yang berdarah. Kalau kita mengikuti jejak-jejak kaki Yesus yang berdarah, maka semua dosa rontok dan semua musuh dikalahkan (musuh terhalaukan dari depan kita masing-masing).
-
Itulah manfaat pengajaran yang akhirnya membawa
kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba.
-
Kemudian manfaat Firman TUHAN dari
Yerusalem adalah supaya kita mengikuti contoh teladan yang ditinggalkan oleh
Yesus, sebagai Imam Besar Agung.
Yesaya 2:2-3
(2:2) Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, (2:3) dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.”
Masakan uang bisa menyucikan kehidupan manusia? Masakan harta, kekayaan, kedudukan, gelar yang tinggi bisa menyucikan kehidupan manusia? Itu sesuatu yang tidak mungkin. Bahkan satu dua ayat firman ditambahkan dengan cerita isapan jempol tidak mungkin menyucikan kehidupan anak TUHAN, andaikata berada di tengah ibadah dan pelayanan.
- dari Sion keluar pengajaran,
Wahyu 21:9
(21:9) Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
Biarlah kiranya malaikat sidang jemaat, itulah gembala sidang, bisa menunjukkan keberadaan dari pengantin perempuan mempelai Anak Domba, supaya kita lepas dari 7 (tujuh) cawan murka Allah.
Wahyu 21:10-11
(21:10) Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. (21:11) Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.
Gunung Sion = puncak kekudusan à Kesempurnaan Mempelai; bercahaya kemuliaan. Biarlah kiranya kita semua tampil dengan cahaya kemuliaan dari sorga, dari Allah.
Matius 5:14
(5:14) Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Mengapa bercahaya (memancarkan cahaya kemuliaan)? Karena tidak ada sesuatu yang tersembunyi di dalam hatinya, di dalam pikirannya, di dalam hidupnya, sehingga memancarkan cahaya kemuliaan, sehingga tampil menjadi terang dunia, dapat dilihat dari berbagai sudut (Timur, Barat, Utara, Selatan).
Berbahagialah kehidupan muda remaja yang ditarik oleh dua tangan TUHAN yang kuat, untuk selanjutnya berada di atas gunung TUHAN yang kudus.
Ku mendaki ke bukit sion, Ku jalani bersama-sama.
Ku mendaki ke bukit Sion, Ku jalani bergandeng tangan.
Halleluya, o Halleluya, Ku jalani bersama-sama.
Halleluya, o Halleluya, Ku jalani bergandeng tangan.
Biarlah kita layak untuk menjadi terang dunia di mana pun kaum muda remaja berada.
Yesaya 2:2-3, kehidupan yang berada di atas gunung Sion adalah kehidupan yang sudah mengalami penyucian, sampai pada puncak penyucian, menunjuk kepada; kesempurnaan Mempelai, bercahaya kemuliaan, layak menjadi terang dunia. Mari kita lihat “kehidupan yang menjadi terang dunia” pada ayat 4-5.
Yesaya 2:4-5
(2:4) Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. (2:5) Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN!
- Gunung Sion menjadi hakim yang adil di antara bangsa-bangsa.
Sehingga, bangsa-bangsa dan suku bangsa yang berduyun-duyun naik ke gunung Sion mengalami;
1.
Mereka akan menempa pedang-pedangnya
menjadi mata bajak. Kalau ladang dibajak, maka ladang menjadi ladang
yang subur, menjadi tanah yang baik, sehingga manakala benih sorgawi
ditaburkan, ia akan bertumbuh, berakar berbuah. Mengapa bisa terjadi hal
demikian? Karena Sion menjadi terang yang besar, menjadi terang atas seantero
dunia ini, atas bangsa-bangsa dan suku bangsa.
2.
Mereka akan menempa tombak-tombaknya
menjadi pisau pemangkas, sehingga tidak nampak lagi onak dan
duri, tidak nampak lagi niat-niat hati yang jahat yang menusuk dan menyakiti
orang lain.
Yesaya 2:7
(2:7) Negerinya penuh emas dan perak dan tak terbatas harta bendanya; negerinya penuh kuda dan tak terbatas jumlah keretanya.
- Karena hatinya sudah melebur dengan hartanya, itulah emas dan perak.
- Karena hatinya sudah melebur dengan kekuatannya, itulah kuda.
- Dan karena hatinya sudah melebur dengan kemegahannya, itulah kereta.
Itulah kalau hidup di luar TUHAN; menjadi sombong karena hartanya, menjadi sombong karena kekuatan kemampuannya, serta menjadi sombong karena kemegahannya.
(2:8) Negerinya penuh berhala-berhala; mereka sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri dan kepada yang dikerjakan oleh tangannya.
- Sombong karena harta dan kekayaan,
- Sombong karena kekuatan daging,
- Dan sombong karena kemegahan,
akhirnya, kejahatan mereka sudah jelas terlihat, yaitu mereka jatuh dalam segala penyembahan berhala.
Yesaya 2:8
(2:8) Negerinya penuh berhala-berhala; mereka sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri dan kepada yang dikerjakan oleh tangannya.
- Pekerjaan adalah buatan tangan manusia.
(2:9) Maka manusia ditundukkan dan orang direndahkan -- janganlah ampuni mereka!
Hati-hati dengan penyembahan berhala buatan tangan manusia sendiri. Jangan sampai lupa TUHAN. Hidup ini bukan hanya sesaat, masih ada seterusnya nanti. Sasaran kita masih ada nanti; jadi, bukan untuk hari ini saja. Pikirkan sasaran itu. Hanya ada dua sasaran; sorga atau neraka.
Lihat, orang kaya yang berjubah ungu, hidup dalam kemewahan; memang ada di tengah ibadah, tetapi hatinya melebur dengan kemewahan, melebur dengan hartanya, kekayaannya yang banyak, sehingga tidak peduli dengan orang lain, tidak dapat mengasihi orang miskin, tidak dapat mengasihi orang kecil; dia tidak peduli dengan Lazarus yang miskin, melarat dan penuh dengan borok.
Tidak ada sedekah, tidak ada amal, tidak memberi hatinya untuk berbagi, melainkan makanan itu tercecer; inilah orang sombong, ia kurang menghargai Firman Allah sehingga makanan itu tercecer dari meja hatinya. Namun itulah yang dipungut oleh Lazarus.
Tetapi akhir hidup mereka;
- Lazarus ada di pangkuan bapa Abraham.
(2:10) Masuklah di sela gunung batu dan bersembunyilah di dalam liang tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya! (2:11) Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. (2:12) Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan;
- Sekalipun bersembunyi di sela gunung batu.
- Sekalipun bersembunyi di dalam liang tanah.
Satu pun dari antara orang yang sombong maju bersepakat melawan TUHAN, menantang TUHAN, ia tidak luput dari TUHAN pada hari penghukuman. Sekalipun bersembunyi di bunker, bersembunyi di sela batu, namun tidak akan luput dari penghukuman, sampai akhirnya mereka menerima hukuman dari TUHAN. TUHAN akan tundukkan mereka, TUHAN akan luluh-lantahkan mereka; betul-betul tidak ada pengampunan bagi mereka.
Yesaya 2:15
(2:15) untuk menghukum semua menara yang tinggi-tinggi dan semua tembok yang berkubu;
(2:16) untuk menghukum semua kapal Tarsis dan semua kapal yang paling indah.
(2:17) Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. (2:18) Sedang berhala-berhala akan hilang sama sekali.
(2:19) Maka orang akan masuk ke dalam gua-gua di gunung batu dan ke dalam liang-liang di tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya, pada waktu Ia bangkit menakut-nakuti bumi.
Jadi, jangan bermegah saat ini. Jangan meninggikan diri, jangan sombong, jangan angkuh; tetapi bermegahlah karena kasih Mempelai.
(12:22) Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
Apa buktinya kita ada di gunung Sion? Jelas, tadi sudah dibaca pada Yesaya 2:2-3, yaitu:
- Dari Sion keluar pengajaran.
(12:25) Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?
Sebab di sini dikatakan: Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput. Maksudnya; tidak ada yang luput dari pemandangan TUHAN, dari mata TUHAN. Sekalipun ia bersembunyi di sela batu, bersembunyi di liang bawah tanah, namun tidak ada yang luput, apalagi jika kita berpaling dari Dia yang berbicara langsung lewat Pengajaran Mempelai dalam Terangnya Tabernakel.
Selanjutnya, mari kita perhatikan Mazmur 126.
Mazmur 126:1-3
(126:1) Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. (126:2) Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" (126:3) TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Di tengah ibadah kita memikul salib, tetapi ada sukacita, itu adalah perkara besar, bukan perkara kecil. Sebab bagi dunia, orang yang menderita sampai kepahitan, itu karena kesusahan, itu karena pergumulan. Tetapi di dalam TUHAN, sekalipun kita memikul salib tetapi dibaliknya ada sukacita, itu adalah perkara yang tidak terselami oleh akal dan pikiran manusia daging, yang hanya bisa dilihat oleh gunung Sion yang mengalami pemulihan. Itulah orang-orang yang bermimpi, yaitu kehidupan manusia rohani.
(87:1) Mazmur bani Korah: suatu nyanyian. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya: (87:2) TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.
Walaupun di situ antikris tampil dengan segala kehebatannya, tampil dengan segala kemegahannya, tampi dengan dengan segala mujizat-mujizat yang terjadi, tanpil dalam segala kelimpahan, dalam segala keajaiban yang ada, tetapi itu adalah pintu gerbang maut.
Namun, jika kita lihat dalam Mazmur 87:2, TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman yang lain. Inilah yang kita syukuri kepada TUHAN.
(87:3) Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. S e l a
No comments:
Post a Comment