KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, May 31, 2020

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 28 MEI 2020


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 28 MEI 2020


KITAB RUT
(Seri: 94)

Subtema: FIRMAN ALLAH MENJADI KESUKAAN & KESENANGAN

Shalom.
Pertama-tama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan; oleh karena rahmat-Nya dan kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita, sehingga kita boleh berada di tengah perhimpunan Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang sedang mengikuti pemberitaan firman Tuhan lewat live streaming video internet Youtube, Facebook di mana pun anda berada.
Selanjutnya, mari kita mohon kemurahan dari hati TUHAN, supaya kiranya TUHAN membukakan Firman-Nya bagi kita, TUHAN membukakan Firman yang indah-indah supaya kehidupan kita ini indah di hadapan TUHAN.

Segera saja kita menyambut Firman Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci dari KITAB RUT, secara khusus Rut 2, dan kita akan segera memasuki ayat 21, namun kita terlebih dahulu memperhatikan ayat 20.
Rut 2:20
(2:20) Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: "Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati." Lagi kata Naomi kepadanya: "Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita."

Kata Naomi kepada Rut, menantunya: "Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita."
Dalam hal ini, Naomi memperkenalkan Boas kepada Rut, menantunya itu, sebagai kerabat atau sebagai saudara yang terdekat. Berarti, Boas adalah pribadi yang wajib menebus Naomi dan Rut, menantunya itu, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di Israel, di mana hal itu ditulis dalam Imamat 21:24-25.
Boas rohani, itulah pribadi TUHAN Yesus Kristus; yang telah datang ke dunia, bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dengan kata lain; memberikan nyawa-Nya, mencurahkan darah-Nya menjadi tebusan bagi orang-orang yang terjual kepada maut. Hal itu tertulis dalam Injil Matius 20:28.

Pendeknya: Naomi adalah gambaran dari seorang ibu yang baik.

CONTOH LAIN sebagai gambaran dari seorang ibu yang baik dalam Perjanjian Baru.
1 Tesalonika 2:4-6
(2:4) Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. (2:5) Karena kami tidak pernah bermulut manis -- hal itu kamu ketahui -- dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi -- Allah adalah saksi -- (2:6) juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus.

Rasul Paulus dianggap layak oleh Allah, sehingga kepadanya dipercayakan berita Injil untuk disampaikan kepada sidang jemaat.
Kalau saat ini kita dipercayakan untuk menikmati ibadah, sekaligus dipercayakan untuk menikmati Firman yang disampaikan di tengah-tengahnya, hal itu menunjukkan bahwa TUHAN menganggap kita layak untuk itu (dianggap layak oleh Allah).

Bukti Rasul Paulus dianggap layak oleh Allah: Rasul Paulus memberitakan Injil bukan untuk menyukakan hati manusia, melainkan menyukakan hati Allah, sebab Allah sangat mengenal setiap hati dari hamba-hamba TUHAN yang menyampaikan berita Injil, juga Allah sangat mengenal setiap hati dari sidang jemaat yang mendengar Firman TUHAN.

Fakta dalam pemberitaan Injil:
YANG PERTAMA: “Tidak pernah bermulut manis.”
Hal ini menunjukkan bahwa Rasul Paulus adalah seorang hamba TUHAN yang tegas, berarti di dalam memberitakan Injil, ia tidak menggunakan perasaan manusia daging. Baik atau tidak baik waktunya, Firman Allah tetap diberitakan; tidak melihat situasi dan tidak melihat kondisi.

YANG KEDUA: “Tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi.”
Hal ini menunjukkan bahwa Rasul Paulus melayani TUHAN dengan hati yang tulus dan murni, tidak ada kepentingan-kepentingan lain di dalamnya.

Dan yang menjadi saksi untuk dua hal (perkara) di atas -- yaitu tidak pernah bermulut manis dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi -- adalah;
1.     Sidang jemaat di Tesalonika sendiri.
2.     Allah di sorga.
Jadi, Rasul Paulus memberikan dirinya untuk dipertimbangkan oleh sidang jemaat di Tesalonika. Dan ia juga tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi, berarti Allah sendiri yang menjadi saksi. Allah yang tidak kelihatan itu menjadi saksi, bahwa Rasul Paulus tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi, tidak bermain belakang.
Kalau hal (perkara) “Tidak pernah bermulut manis”, mata sidang jemaat di Tesalonika bisa dikelabui dengan doa yang panjang-panjang, tetapi untuk hal (perkara) “Tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi”, yang menjadi saksi adalah Allah yang di sorga, Allah yang tidak kelihatan.

YANG KETIGA: “Tidak pernah mencari pujian dari manusia.
Hal ini menunjukkan bahwa Rasul Paulus melayani pemberitaan Injil dengan segala kerendahan hati. Baiknya, seorang pelayan TUHAN, teramat lebih gembala sidang (pemimpin rumah TUHAN) harus melayani TUHAN dengan segala kerendahan hati. Kalau seorang hamba TUHAN mempunyai sikap dan kepribadian semacam ini, maka tentu sidang jemaat sudah seharusnya mengucap syukur dan berterima kasih setinggi-tingginya kepada TUHAN, karena hal itu layak untuk diteladani.

Pendeknya: Naomi adalah seorang ibu yang baik karena ia memberi teladan kepada Rut, menantunya itu.

1 Tesalonika 2:7
(2:7) Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

Rasul Paulus berlaku ramah terhadap sidang jemaat di Tesalonika, sama seperti seorang ibu.
Ibu à seorang gembala sidang atau pemimpin rumah TUHAN. Tugasnya ialah mengasuh dan merawati sidang jemaat, sebagai anak-anak rohani.

“Mengasuh”, artinya; memberi didikan yang baik dan benar, yaitu teguran dan hajaran, sesuai dengan Ibrani 12:5-7. Tujuannya adalah supaya sidang jemaat sebagai anak-anak rohani semakin hari semakin dewasa secara rohani, sampai akhirnya memperoleh pengetahuan yang benar tentang Anak Allah.

“Merawat”, artinya; memulihkan dan menyembuhkan segala sakit dan penyakit, teramat lebih luka-luka pada batin kita masing-masing. Pekerjaan semacam ini tidak boleh dianggap enteng dan tidak boleh dipandang dengan sebelah mata, sebab luka pada tubuh cukup dan dapat diobati (dirawat) oleh tenaga medis, maka pasti sembuh, tetapi luka-luka pada batin atau luka-luka di hati manusia dibutuhkan perawatan yang serius dan penanganan yang penuh dengan kesabaran dari seorang hamba TUHAN. Karena sakit di hati lebih susah diobati dari pada sakit pada bagian-bagian tubuh mana pun.
Luka batin atau sakit rohani, seperti kebencian yang mendalam, terjadi akar pahit, penuh dengan dendam -- keinginan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan --, atau sakit hati terhadap seseorang; ini adalah luka yang sangat serius, yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Maka, penyakit rohani semacam ini harus ditangani dengan seksama, harus ditangani dengan serius dan penuh kesabaran dari seorang hamba TUHAN, dirawat oleh seorang ibu yang adalah gambaran dari seorang gembala sidang.
Luka-luka batin -- seperti dendam, kebencian yang mendalam atau sakit hati, termasuk akar pahit -- tidak dapat dipulihkan dengan kemampuan manusia atau tenaga medis, kecuali oleh kasih Allah yang heran. Maka, sidang jemaat sebagai anak-anak rohani, sudah seharusnya memiliki kerendahan hati dan dengan hati yang terbuka untuk dapat melihat betapa baiknya TUHAN kepada kita, di mana Dia tampil sebagai tabib, Dia tampil sebagai penyembuh yang ajaib, yang berkuasa untuk memulihkan segala luka-luka di batin.

1 Tesalonika 2:8-10
(2:8) Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. (2:9) Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. (2:10) Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya.

Rasul Paulus telah meneladani pribadi Yesus Kristus di dalam hal mengasihi sidang jemaat di Tesalonika; sebab ia bukan saja rela memberitakan (membagi) Injil, tetapi juga rela menyerahkan hidupnya kepada sidang jemaat di Tesalonika. Rasul Paulus bekerja siang malam dengan usaha dan jerih lelahnya nyata terhadap sidang jemaat di Tesalonika di dalam memberitakan Injil Allah.

1 Tesalonika 2:11-12
(2:11) Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, (2:12) dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

Dalam kesempatan yang lain, Rasul Paulus tampil sebagai “bapa” yang baik terhadap sidang jemaat di Tesalonika. Kedudukan Rasul Paulus sebagai bapa ialah ia menguatkan hati sidang jemaat di Tesalonika dengan nasihat-nasihat Firman Allah.
Tujuannya adalah supaya sidang jemaat di Tesalonika mau menghargai panggilan Allah (panggilan kudus), yaitu supaya mereka hidup sesuai dengan kehendak Allah. Berarti, melakukan segala sesuatu tepat seperti apa yang kita dengar dan apa yang kita lihat dari Allah, itulah yang kita perbuat di hadapan TUHAN. Jadi, berbuat tidak sesuai kehendak manusia, tetapi berbuat dan melakukan segala sesuatu tepat seperti apa yang kita lihat, tepat seperti apa yang kita dengar dari TUHAN di hadapan-Nya; itulah yang kita lakukan. 

Kita harus mengakui kedudukan Rasul Paulus sebagai bapa yang baik terhadap sidang jemaat di Tesalonika. Dan dengan nasihat-nasihat Firman-Nya, sehingga membuat sidang jemaat di Tesalonika melakukan kehendak Allah. Berarti, melakukan segala sesuatu tepat seperti apa yang sudah kita lihat dan apa yang kita dengar dari TUHAN; itulah yang kita lakukan di hadapan TUHAN.

Singkatnya: Berbahagialah seorang anak, yakni sidang jemaat, jikalau gembala sidang berada pada kedudukannya sebagai seorang “ibu” yang baik dan sebagai seorang “bapa” yang baik.
Tetapi sekali lagi saya sampaikan dengan tandas; sebagai anak-anak rohani dari seorang gembala sidang, sidang jemaat harus terlebih dahulu memiliki kerendahan hati dan dengan hati yang terbuka untuk melihat kebaikan dan kemurahan hati TUHAN, karena TUHAN telah mengirim seorang hamba TUHAN, seorang gembala sidang, sebagai seorang ibu rohani yang senantiasa mengasuh dan merawati sidang jemaat, sebagai anak-anak rohaninya.

Sekarang kita kembali memperhatikan Rut 2:20-21.
Rut 2:20-21
(2:20) Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: "Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati." Lagi kata Naomi kepadanya: "Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita." (2:21) Lalu kata Rut, perempuan Moab itu: "Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku."

Setelah mendengarkan penjelasan dari Naomi, mertuanya itu, lalu kata Rut: “Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku”.
Arti perkataan Rut ini ialah jikalau seorang gembala sidang berada pada kedudukannya sebagai seorang “ibu” yang baik dan sebagai seorang “bapa” yang baik, maka sidang jemaat, sebagai anak-anak rohani, akan teringat kembali dengan segala perkataan Firman Allah. Jadi, kalau sidang jemaat senantiasa merenungkan Firman TUHAN siang dan malam, memamah biak kembali Firman TUHAN, itu ada kaitannya dengan kedudukan dari seorang gembala sidang sebagai seorang ibu dan sebagai seorang bapa yang baik.

Kembali saya sampaikan, bahwa; sesudah Naomi menyatakan hal itu -- yang tertulis pada ayat 20 --, akhirnya Rut mengingat kembali perkataan Boas.

Rut 2:8
(2:8) Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan.

Perhatikan apa yang dinyatakan Boas kepada Rut: “ … Tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan.

Pendeknya, Rut teringat kembali dengan Boas dan dengan segala apa yang pernah Boas katakan kepada Rut. Hal ini terkait dengan kedudukan dari seorang “ibu” yang baik dan sebagai seorang “bapa” yang baik.
Jadi, kalau gembala sidang (pemimpin rumah TUHAN) betul-betul bertanggung jawab terhadap sidang jemaat di hadapan TUHAN, maka otomatis, sidang jemaat -- sebagai anak-anak rohani -- akan terus teringat dengan Firman TUHAN yang pernah disampaikannya. Sebaliknya, kalau sidang jemaat tidak suka dengan gembala sidang, maka tentu dia tidak suka dengan Firman TUHAN, sebab bagaimana mungkin sidang jemaat suka dengan Firman TUHAN sementara ia sendiri tidak suka dengan gembala sidang.

Oleh sebab itu, saya juga butuh dukungan doa, baik dari isteri saya, baik juga dukungan doa dari sidang jemaat, supaya saya, sebagai hamba TUHAN, yang sudah menerima jabatan gembala (pemimpin rumah TUHAN), betul-betul bertanggung jawab terhadap sidang jemaat yang TUHAN percayakan. Hubungan timbal baliknya adalah supaya sidang jemaat terus memamah biak Firman TUHAN, terus mengingat Firman TUHAN yang telah disampaikan dan yang sedang disampaikan malam ini.

Kita akan melihat bagaimana NABI YEREMIA dalam keadaan pergumulan yang hebat, di mana tidak ada seorang pun yang menghibur dia, selain Firman TUHAN Yesus Kristus.
Yeremia 15:16
(15:16) Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

Perhatikan perkataan nabi Yeremia: “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya …
Malam ini, oleh karena kemurahan TUHAN, kita telah bertemu dengan Firman TUHAN yang disampaikan lewat Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci; kiranya kita betul-betul menikmatinya.

Tanda apabila sidang jemaat menikmati Firman Allah adalah Firman TUHAN menjadi kegirangan dan menjadi kesukaan di hati kita, melebihi kesukaan-kesukaan dari orang-orang dunia di luaran sana. Kesukaan mereka tidak kekal, kegirangan orang-orang yang di luar TUHAN tidak kekal, sifatnya sementara; habis uang yang memberi kegirangan, habis kesukaan; habis harta, habis kesukaan; habis yang ada ini, habis kesukaan; menunjukkan bahwa kesukaan yang berasal dari dunia sifatnya tidak kekal, tetapi perkataan Firman Allah kekal sampai selama-lamanya, termasuk kesukaan yang bersumber (berasal) dari Firman Allah.

Hal ini menjadi pengalaman dari nabi Yeremia di tengah-tengah ia mengalami suatu penderitaan oleh karena pergumulan-pergumulan yang hebat yang dialaminya pada waktu itu. Tidak ada lagi seorang pun yang menghibur dia, tidak ada lagi yang memberi kesukaan bagi dia, kecuali perkataan-perkataan Firman TUHAN.
-       Barangkali saat kita sedang dalam pergumulan yang berat.
-       Atau mungkin juga dalam keadaan sakit berat dan tidak ada lagi dokter yang dapat menyembuhkan sakit yang kita derita, termasuk luka di batin.
-       Atau mungkin tidak ada seorang pun yang dapat memahami kita, tidak ada seorang pun yang dapat mengerti keadaan kita dan kesusahan kita.
Tetapi ingat; Firman Allah menjadi kesukaan bagi nabi Yeremia manakala dia mengalami pergumulan-pergumulan yang begitu berat. Mungkin bagi manusia adalah hal yang mustahil untuk menyelesaikan pergumulan yang berat, tetapi tidak ada yang mustahil bagi Firman Allah; itulah yang menjadi kesukaan bagi kita masing-masing.
Singkatnya: Firman Allah menjadi kesukaan, sebab Firman Allah sanggup menjawab segala derita dan pergumulan-pergumulan yang sedang kita alami saat ini.

Saya memahami betul, bagaimana sidang jemaat pemuda remaja yang datang dari berbagai-bagai tempat, yang sudah meninggalkan kampung halamannya, yang sudah meninggalkan harta benda di kampung halamannya, yang sudah meninggalkan orang-orang yang terkasih dalam hidupnya -- teristimewa kedua orang tua, adik dan kakaknya --, atau mungkin pemuda remaja yang datang ke tempat ini sedang mengalami pergumulan berat, dihimpit oleh permasalahan yang besar, kondisi keuangan merosot oleh karena wabah Corona yang sedang terjadi saat ini, tetapi ingat; Firman Allah yang menjadi kesukaan bagi kita malam ini, Dia mengerti pergumulan kita masing-masing, Dia tahu keadaan kita masing-masing.
Mungkin kita, sebagai orang tua, merasa bahwa anak-anak sudah tidak peduli lagi dengan orang tua, atau mungkin sebaliknya, anak-anak merasa bahwa orang tuanya tidak peduli lagi terhadap dia, atau mungkin di tempat pekerjaan sepertinya kita dikecilkan dan direndahkan, tetapi Firman TUHAN menjadi jawaban, Firman TUHAN menjadi kesukaan di dalam hati kita masing-masing.

Lebih jauh kita melihat bagaimana Firman Allah menjadi kesukaan dalam kehidupan kita masing-masing.
Amsal 8:23-26
(8:23) Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada (8:24) Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. (8:25) Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; (8:26) sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.

Singkatnya, Firman Allah sudah ada sebelum langit dan bumi dan segala isinya ada. Sebelum segala sesuatu yang ada ini dibentuk, Firman Allah sudah terlebih dahulu ada. Maka, hal ini sinkron atau sesuai dengan Injil Yohanes 1:1-2, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”

Amsal 8:27-29
(8:27) Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, (8:28) ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras, (8:29) ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,

Firman Allah ajaib dan heran, sebab Firman Allah itu berkuasa untuk:
1.     Mempersiapkan langit.
2.     Menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya.
3.     Menetapkan awan-awan di atas.
4.     Menetapkan dasar-dasar bumi.
5.   Menentukan batas kepada laut, supaya kita jangan melanggar dosa, terkhusus kenajisan dari lautan dunia ini.

Mari kita melihat hal yang senada di dalam surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma.
Roma 4:17
(4:17) seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Tadi kita sudah melihat; Allah menciptakan atau menjadikan langit dan bumi dan segala isinya dengan Firman Allah. Demikian juga di dalam ayat ini kita melihat; Allah yang menghidupkan orang mati. Apa buktinya? Oleh karena kemurahan hati TUHAN, kita boleh berada di tengah-tengah kegiatan Roh atau di tengah-tengah ibadah dan pelayanan ini.

Roma 8:10-11
(8:10) Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. (8:11) Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu

Jika Roh Allah diam di dalam kita, maka akan menghidupkan tubuh yang fana, menghidupkan tubuh yang akan binasa ini oleh Roh TUHAN yang diam di dalam kita.
Tubuh (daging) ini mati, tetapi Roh yang memberi hidup. Kalau seseorang hidup menurut daging, maka ia akan memikirkan hal-hal yang dari daging, sama dengan; mati. Tetapi kalau kita hidup oleh Roh, maka kita akan memikirkan perkara-perkara rohani -- itulah ibadah pelayanan atau disebut juga kegiatan Roh --, sama dengan; Roh Allah menghidupkan.

Roma 8:13
(8:13) Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

Oleh Roh itu, kita akan mematikan perbuatan-perbuatan daging, dengan demikian kita hidup dalam kebenaran.

Roma 8:15
(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Dan oleh Roh Tuhan, maka akan nyata dua hal dalam kehidupan kita:
1.      Kita tidak lagi menjadi takut, sama dengan; bebas dari perhambaan dosa.
2.   Kita akan berseru: “Ya Abba, ya Bapa!”, sama dengan; kita akan senantiasa berseru kepada TUHAN, sebagai Bapa yang memelihara anak-anak-Nya.

Perlu untuk diketahui:
Yang Pertama: Bapa yang baik tidak akan memberikan “batu”, jikalau anak-anaknya meminta “roti.”
-          Batu à hukum Taurat. Kelemahannya; kejahatan dibalas dengan kejahatan.
-      Roti à Firman kasih karunia, sehingga kita dibenarkan oleh karena kasih karunia, dibenarkan oleh darah salib.
Yang Kedua: Bapa yang baik tidak akan memberikan “ular”, jika anak-anaknya meminta “ikan.”
-         Ular à Iblis atau Setan dengan segala tipu dayanya.
-       Ikan à Roh Kudus yang akan mengajar kita dalam seluruh kebenaran dan ajaran-Nya itu benar, tidak dusta.

Jadi, nyata sekali, bahwa; Allah yang menghidupkan orang mati. Dengan bukti; oleh karena kemurahan hati TUHAN, kita boleh berada di tengah-tengah kegiatan Roh, di tengah-tengah ibadah dan pelayanan ini.

Kita kembali membaca Roma 4:17.
Roma 4:17
(4:17) seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Perhatikan kalimat: “ … Dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.” Intinya, Firman Allah sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada.

Singkatnya: Jika terjadi pembukaan rahasia Firman Allah, maka segala pintu-pintu yang tertutup akan terbuka, tidak ada yang mustahil bagi TUHAN. Bagi manusia mungkin mustahil, tetapi bagi Firman Allah tidak ada yang mustahil. Itu sebabnya, jikalau terjadi pembukaan rahasia Firman TUHAN, maka segala pintu-pintu yang tertutup akan terbuka. Tidak ada yang sulit, jikalau terjadi pembukaan rahasia Firman Allah, sebab pintu-pintu yang tertutup akan terbuka.
Inilah pokok doa yang terutama, bagi kita, sidang jemaat GPT “BETANIA”, supaya kita terus (jangan henti-hentinya) berdoa untuk pembukaan Firman Allah, supaya segala pintu-pintu yang tertutup akan terbuka, sebab tidak ada yang mustahil bagi orang-orang yang percaya terhadap pembukaan Firman TUHAN.

Lihat, di mana kemustahilan yang terjadi akan memuncak.
2 Korintus 4:3-4
(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan, berkuasa untuk:
1.     Menyingkapkan segala yang terselubung, sama dengan; dosa dibongkar dengan tuntas.
2.  Memberi pengertian kepada orang bodoh, dengan tujuan supaya tidak mengulangi dosa (kesalahan) sebagai perbuatan bodoh.
Hal ini ditulis dalam Mazmur 119:130.

Pendeknya: Jikalau terjadi pembukaan rahasia Firman TUHAN, maka puncaknya adalah segambar dan serupa dengan Allah, dengan kata lain; sama mulia dengan Allah. Inilah kuasa dari pembukaan rahasia Firman Allah; yang tidak ada menjadi ada.

2 Korintus 4:5
(4:5) Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.

Itu sebabnya Rasul Paulus tidak memberitakan Firman yang ditambahkan dan dikurangkan, tetapi dia murni memberitakan Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, supaya segala pintu-pintu yang tertutup akan terbuka, sampai puncaknya segambar serupa dengan Allah. Tetapi kalau menyampaikan Firman yang ditambahkan dan dikurangkan, itu tidak berkuasa membawa kita memuncak sampai segambar serupa dengan Allah, dengan lain kata; tidak terjadi keajaiban-keajaiban.

Kita kembali membaca Amsal 8.
Amsal 8:30-31
(8:30) aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; (8:31) aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.

Perhatikan kalimat: “Aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan … ” Arti rohaninya adalah Allah menciptakan segala sesuatu -- langit dan bumi dan segala isinya -- lewat kuasa Firman Allah. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah.

Kemudian, kalimat berikutnya yang harus kita perhatikan: “ … Setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya …” Artinya, Firman Allah menjadi kesenangan. Mengapa Firman Allah menjadi kesenangan? Sebab Firman Allah sanggup menjawab segala pergumulan-pergumulan hidup, Firman Allah sanggup mengerti keberadaan kita, dan Firman Allah menjadi solusi hidup, memberi jalan keluar dari persoalan yang sedang kita hadapi.
Manusia atau orang-orang terdekat mungkin tidak mengerti keberadaan kita yang dalam keadaan susah, dalam keadaan sulit, dalam keadaan sedang menghadapi masalah berat, atau mungkin dalam keadaan mengalami penyakit berat, mengalami persoalan yang tidak bisa diselesaikan oleh manusia, tetapi bagi Firman Allah tidak ada yang mustahil. Segala persoalan sesulit, serunyam, seruwet benang kusut, semua persoalan-persoalan itu bisa TUHAN uraikan dengan tuntas, sehingga setiap hari Firman Allah menjadi kesenangan bagi kita sekaliannya, melebihi kesenangan-kesenangan orang-orang dunia yang hidup secara manusiawi.

Firman TUHAN menjadi kesenangan karena Firman TUHAN mengerti hidup kita; Firman TUHAN sanggup menjawab persoalan hidup kita; Firman TUHAN mengerti keberadaan kita; Firman TUHAN sanggup mengobati, memulihkan luka-luka di batin, mengerti keadaan kita, sanggup menyembuhkan sakit penyakit kronis sekalipun, bahkan yang sudah dianggap manusia mustahil untuk sembuh, tetapi bagi Firman TUHAN Yesus Kristus tidak ada yang mustahil, sehingga dengan demikian, secara otomatis Firman Allah menjadi kesenangan bagi kita sekaliannya.
Oleh sebab itu, saat kita mendengar Firman TUHAN, jangan kita menganggapnya dengan biasa-biasa, tetapi perhatikanlah cara kamu mendengar Firman TUHAN. Jangan kita mendengar dengan cara ngantuk; jangan kita mendengar Firman TUHAN dengan cara acuh tak acuh; jangan kita mendengar Firman TUHAN dengan menganggap rendah Firman TUHAN.
Ingat: Firman TUHAN sanggup memulihkan segala sesuatu sampai pada akhirnya Firman itu menjadi kesenangan bagi kita, melebihi kesenangan orang-orang dunia.

Kemudian, di sini juga dikatakan: “ … Senantiasa bermain-main di hadapan-Nya …” Haleluya … Puji TUHAN.
Kalau kita mengingat kembali Firman TUHAN yang pernah disampaikan dan yang kita dengarkan, maka firman itu seakan-akan bermain-main bersama dengan kita; firman itu seakan-akan menari-nari di depan kita masing-masing.
Sekali lagi saya sampaikan: Kalau kita ingat kembali Firman TUHAN, kalau kita berjumpa dengan Allah, maka Firman itu;
-       Seakan-akan bermain-main bersama dengan kita.
-       Seakan-akan menari-nari di depan kita semua.
Mengapa saya mengatakan demikian? Tepat seperti Amsal 17:17, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran”, sehingga kalau kita berjumpa kembali dengan Firman-Nya, Dia seakan-akan bermain-main bersama dengan kita, seakan-akan menari-nari di hadapan kita, berarti menjadi suatu penghiburan dalam kehidupan kita masing-masing.
Tidak ada yang dapat mengerti keadaan kita, kecuali Firman TUHAN Yesus Kristus, Dia sudah ada sebelum langit dan bumi ada, Dia yang menentukan segala sesuatu yang ada, Dia menetapkan, Dia segala-galanya, Dia mengerti keadaan kita. Orang lain mungkin tidak suka dengan keberadaan kita, tetapi Firman Allah memberi jalan keluar, bahkan bermain-main bersama dengan kita dan seakan-akan menari-nari di hadapan kita, sehingga menjadi suatu penghiburan bagi kita, sebab Firman-Nya sudah menjadi jawaban dan mengerti keadaan kita.

Kita bersyukur dengan kelimpahan kasih karunia lewat pembukaan Firman-Nya, Dia bermain-main dengan kita setiap saat setiap waktu, seakan-akan menari-nari di hadapan kita untuk memberi penghiburan melalui jalan keluar yang Dia berikan kepada kita. Mungkin sulit untuk menyelesaikan masalah, tetapi Firman-Nya dapat menyelesaikan masalah kita, seakan-akan bermain-main bersama kita dan menari-nari di hadapan kita.
Sangat sulit rasanya untuk mengadakan suatu ibadah yang sebebas-bebasnya di tanah Provinsi Banten ini, tetapi kalau kita penuh dengan Firman Allah, maka Dia akan membukakan segala pintu, sehingga segala masalah terselesaikan, bagaikan bermain-main bersama kita dan seakan-akan menari-nari di depan mata kita.

Demikianlah Firman Allah senantiasa bermain-main di hadapan kita dan seakan-akan menari-nari di depan mata kita sebagai penghiburan, sebab Firman Allah sudah menjadi jawaban, sudah menjadi solusi, sudah menyembuhkan sakit kita baik lahir maupun batin.

Siapakah yang mendapatkan penghiburan dari Firman Allah ini? Siapakah yang bermain-main dan menari-nari dengan Firman Allah ini?
Amsal 8:31
(8:31) aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.

Anak-anak manusia menjadi kesenanganku.” Jelas, tanpa ragu saya mengatakan, bahwa “anak-anak manusia” menunjuk kepada orang-orang yang senantiasa menyangkal dirinya dan memikul salibnya. Inilah orang-orang yang senantiasa mendapatkan penghiburan dari Firman Allah, di mana tadi Firman Allah itu bermain-main dan menari-nari di depan mata kita masing-masing.
Demikian juga Anak Manusia datang ke dunia bukan dilayani, tetapi untuk melayani, bahkan menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan dosa manusia.

Oleh sebab itu, biarlah kita senantiasa sungguh-sungguh menaruh harap kepada kemurahan hati TUHAN lewat pembukaan demi pembukaan yang disampaikan. Ingat selalu pembukaan Firman TUHAN.
Memang itu ada kaitannya dengan seorang ibu yang baik atau gembala sidang yang baik, yang bertanggung jawab terhadap sidang jemaat, sebagai anak-anak rohani.

“Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak”Ibrani 12:5-7.

Kisah Para Rasul 20:35
(20:35) Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Kalau kita ingat perkataan TUHAN Yesus Kristus, maka kita akan berbahagia dan diberkati, sebab di sini dikatakan: “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Dalam ejaan lama dituliskan: Terlebih berkat memberi dari pada menerima.
Jadi, berbahagialah orang yang mengingat Firman TUHAN dan diberkatilah orang yang senantiasa mengingat perkataan TUHAN Yesus Kristus. Dialah Gembala Agung yang sudah menggembalakan kita dengan baik dan benar, sehingga kita tidak kekurangan, baik secara jasmani maupun secara rohani, sebab Yesus TUHAN adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku.
-       Secara jasmani; apa yang kita makan, minum, pakai dicukupkan.
-    Secara rohani; TUHAN telah mengambil aib kita. Dan oleh kasih-Nya yang besar, TUHAN menutup segala kekurangan-kekurangan kita semua.

Yesaya 55:11
(55:11) demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Firman TUHAN yang keluar dari mulut Allah tidak akan kembali kepada Allah dengan sia-sia. Demikian juga, Firman Allah yang diperdengarkan malam ini, tidak akan sia-sia. Sebaliknya;
1.     Firman Allah itu akan melaksanakan apa yang Allah kehendaki.
2.     Firman Allah itu akan berhasil dalam apa yang Allah suruhkan kepadanya.

Kita melakukan kehendak Allah Bapa, maka kita akan berhasil, sebab Firman Allah yang diperdengarkan tidak sia-sia, tetapi justru Firman Allah itu membuat kita berhasil. Dan oleh Firman Allah itu, kita melakukan segala kehendak Allah Bapa. Kehendak Allah, berarti melakukan segala sesuatu sesuai dengan apa yang kita lihat dan sesuai dengan apa yang kita dengar.

Wahyu 19:9
(19:9) Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

 Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” Kalau kita ingat dan berjumpa kembali dengan perkataan Allah, maka perkataan Allah akan membawa kita pada kebahagiaan yang sempurna, yaitu pesta nikah Anak Domba.
Sasaran akhir dari perjalanan rohani kita di atas muka bumi ini adalah perjamuan malam pesta nikah Anak Domba, kelak bersanding dengan Dia, TUHAN, Juruselamat, Dia Raja di atas segala raja, Dialah Mempelai Laki-Laki Sorga yang kita nanti-nantikan, yang kelak datang pada kali yang kedua di awan nan permai.  Kita akan bersanding dengan Dia, sama mulia dengan Dia, sederajat dengan Dia.

Bagi TUHAN, lewat Firman-Nya, tidak ada yang mustahil, sebab Dia menjadikan yang tidak ada menjadi ada oleh Firman-Nya, sehingga kita hidup kembali. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN.
Lihat, Firman Allah senantiasa bermain-main dengan kita, sebab Dia mengerti keberadaan kita, Dia penghiburan, karena Firman Allah memberi jalan keluar, memberi solusi, menjawab segala pergumulan yang kita hadapi. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment