KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, June 21, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 16 JUNI 2026

 


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 16 JUNI 2026

 

YUDAS 1:11

(Seri: 27)

 

Subtema: ALLAH TIDAK MALU DISEBUT ALLAH MEREKA

 

Shalom…

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan, dan sebentar kita akan tersungkur di ujung kaki salib TUHAN sujud menyembah kepada Dia, tentu saja setelah hati kita diteguhkan oleh Firman TUHAN ALLAH.

Oleh sebab itu, kiranya damai sejahtera dari Sorga senantiasa memerintah di hati kita sehingga ada kesukaan besar saat kita duduk diam menantikan sabda ALLAH.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial apa saja yang dapat digunakan.

 

Mari kita sambut SURAT YUDAS sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dan kita masih berada pada Yudas 1:11 seri ke-27.

Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka...” antara lain:

a. Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b. Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c. Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH (Bagian 14).

Bilangan 16:1-2 --- Perikop: "Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram."

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

 

Korah dan kumpulannya bangkit untuk memberontak melawan Musa.

Orang-orang yang masuk dalam kumpulan Korah, antara lain: Datan, Abiram, dan On, serta 250 (dua ratus lima puluh) pemimpin-pemimpin kenamaan.

Yang menjadi pemicu terjadinya pemberontakan ialah Korah menuntut pangkat imam lagi, menunjukkan bahwa Korah tidak puas menjadi pelayan dalam Kemah Suci (Ruangan Suci) dan bertugas melayani umat Israel… Bilangan 16:9-11.

 

Kita periksa: SIKAP DATAN dan ABIRAM.

Bilangan 16:12

(16:12) Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.

 

Musa memanggil Datan dan Abiram, tetapi mereka “tidak mau datang.”

Menunjukkan bahwa Datan dan Abiram:

-    Tidak tunduk pada kedaulatan TUHAN.

-    Tidak menghormati tahbisan dan urapan TUHAN.

 

Bilangan 16:13-14

(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? (16:14) Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."

 

Selain tidak tunduk, ternyata Datan dan Abiram menuduh bahwa:

a. Musa menjadikan dirinya tuan atas umat Israel.

b. Musa mengelabui mata umat Israel.

 

Alasannya:

-    Musa tidak membawa umat Israel ke negeri yang berlimpah-limpah air susu dan limpah madunya.

-    Musa tidak memberikan kepada umat Israel ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka.

 

Sebab bagi Datan dan Abiram, negeri Mesir adalah negeri yang berlimpah susu dan madunya dan dapat juga dijadikan sebagai ladang-ladang dan kebun anggur sebagai milik pusaka, sedangkan Kanaan bagi mereka adalah kebalikan dari Mesir.

Namun sesungguhnya, tidaklah demikian kalau kita bandingkan perkataan TUHAN kepada Musa di dalam Keluaran 3:7-8 dan Keluaran 3:16-17, dimana TUHAN mengutus Musa untuk membebaskan bangsa Israel dari Mesir, selanjutnya dibawa masuk ke Tanah Perjanjian (Tanah Kanaan). Sebab Mesir adalah negeri perbudakan, sedangkan Tanah Kanaan adalah negeri yang baik dan luas. Itu berarti;

-       Kanaan adalah negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

-       Dapat dijadikan ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka.

 

Berlimpah-limpah susu dan madunya berbicara tentang kelimpahan Firman ALLAH, memberi dua hal:

1.         Kekuatan   -> Kelimpahan air susu.

2.         Kemanisan -> Kelimpahan madu.

Sedangkan, ladang-ladang dan kebun-kebun anggur, kaitannya adalah dengan milik pusaka, berarti Tanah Warisan.

Jadi milik pusaka adalah segala sesuatu yang diwariskan -> Kerajaan Sorga.

 

-            Ladang-ladang berbicara tentang tanah yang harus digarap dan dikerjakan, selanjutnya ditaburi benih ilahi yaitu Firman ALLAH, Roh ALLAH, Kasih ALLAH.

Pendeknya, Tanah (hati) ini adalah miliknya TUHAN, bukan miliknya dunia dan si jahat.

-            Kebun-kebun anggur.

Yang dinantikan dari kebun anggur adalah buah anggur yang manis -> perbuatan yang sesuai dengan kebenaran dan keadilan. Pendeknya, kebenaran dan keadilan adalah buah anggur yang manis yang dapat dicicipi dan dinikmati oleh TUHAN dan sesama lewat ibadah dan pelayanan.

Jadi kebenaran dan keadilan harus menjadi tabiat kita.

Itulah tentang Tanah Kanaan.

 

Terkait dengan Tanah Warisan yakni; Kerajaan Sorga, kita telusuri di dalam…

Ibrani 11:9

(11:9) Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

 

Abraham TINGGAL DI KEMAH dengan Ishak dan Yakub yang turut menjadi ahli waris.

KEMAH -> TABERNAKEL, terdiri dari 3 (tiga) daerah:

I.     HALAMAN = Daerah pembenaran.

Terdapat 2 (dua) alat:

1.     Mezbah Korban Bakaran, gambaran dari salib dimana Yesus yang dijadikan sebagai korban.

2.     Bejana Pembasuhan Tembaga, berbicara soal pembaptisan, gambaran dari pengalaman kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Jadi kita semua dibenarkan oleh Korban Kristus, itulah daerah Halaman.

 

II.    RUANGAN SUCI = Daerah pengudusan.

Terdapat 3 (tiga) macam alat -> Ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok.

1. Meja Roti Sajian         -> Ketekunan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci, berbicara iman.

2. Pelita Emas                  -> Ketekunan Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian roh, berbicara pengharapan.

3. Mezbah Dupa              -> Ketekunan Ibadah Doa Penyembahan, berbicara kasih.

Berarti supaya kita ada di dalam pengudusan, mau tidak mau kita harus berada di dalam Ruangan Suci, yang disebut sebagai daerah pengudusan.

Jangan kita keluar dari daerah pengudusan, berarti tekun dalam tiga macam ibadah pokok, dalam ketulusan hati.

Jangan kita menjalankan ibadah taurat, ibadah rutinitas. Maksudnya beribadah dan melayani sesuai dengan kehendak sendiri (menurut kehendak daging). Tuhan tidak berkenan kepada manusia daging, TUHAN malu terhadap manusia daging.

 

III.   RUANGAN MAHA SUCI = Daerah Kesempurnaan.

Gambarannya seperti Tabut Perjanjian yang ada di dalam Ruangan Maha Suci.

 

Tabut Perjanjian terdiri dari 2 (dua) bagian:

1.       Peti terbuat dari kayu penaga yang sudah disalut dengan emas murni dari dalam maupun dari luar.

Artinya: Tabiat Ilahi telah menutupi tabiat daging.

Emas, berbicara tentang kekudusan dan kemurnian Ilahi.

Kayu penaga, berbicara soal tabiat daging.

Peti / Tabut -> Sidang Mempelai Wanita TUHAN / Gereja TUHAN yang sempurna.

2.       Tutup pendamaian dengan 2 (dua) kerub di atasnya -> Allah Trinitas, yaitu Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga.

 

Arti rohani dari Tabut Perjanjian:

1.       Takhta Allah.

2.       Hubungan nikah antara Kristus sebagai Mempelai Pria dengan Sidang jemaat sebagai Mempelai Wanita-Nya berdasarkan kasih. Sedangkan, cerminan dari nikah suci ialah DOA PENYEMBAHAN dan cerminan dari doa penyembahan adalah NIKAH SUCI.

 

Ibrani 11:12

(11:12) Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.

 

Adapun keturunan Abraham digambarkan seperti:

-    Bintang di langit -> Kehidupan yang ditinggikan atau diurapi oleh Tuhan itulah Bangsa Israel, bangsa pilihan TUHAN.

-    Seperti pasir di tepi laut tidak terhitung banyaknya -> Bangsa Kafir.

 

Ibrani 11:13-14

(11:13) Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. (11:14) Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.

 

Mereka yang hidup dari iman Abraham mengaku sebagai ORANG ASING dan PENDATANG di bumi ini, sebab mereka rindu mencari suatu tanah air sebagai milik pusaka, bagaikan tangan yang melambai-lambai.

Jadi kita tidak boleh terlena di bumi ini saudara ku. Kalau kita merindukan tanah air sorgawi sebagai milik pusaka yang diwariskan, maka kita menganggap bahwa kita adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

Jangan kita sama seperti Datan dan Abiram, memutar balik fakta kebenaran. Mereka mengatakan bahwa Mesir limpah susu dan madu dan mereka juga katakan Mesir dapat dijadikan ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka, sebaliknya mereka mengatakan bahwa tanah Kanaan tidak limpah susu dan madu dan tidak dapat dijadikan sebagai ladang-ladang dan kebun anggur serta tidak dapat dijadikan sebagai milik pusaka.

Sebenarnya, apa yang dikatakan oleh Datan dan Abiram, tidak punya dasar kebenaran jikalau kita mengacu pada kitab.. (Ulangan 11:10-12).

 

Ibrani 11:15-16a

(1:15) Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. (11:16a) Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi.

 

Mereka yang hidup dari iman Abraham tidak ada keinginan untuk kembali kepada masa lalu, sekalipun ada kesempatan. Mengapa? Sebab mereka merindukan tanah air Sorgawi sebagai milik pusaka mereka.

Jadi betul-betul mereka tidak terlena di bumi ini, sekalipun ada kesempatan untuk menghasilkan sesuatu yang sifatnya lahiriah, tetapi kalau perkara itu membuat dia jauh dari TUHAN, dia tidak mau kembali ke masa lalu.

-          Dahulu sebelum mengenal TUHAN dengan benar, kita hidup dalam penyembahan berhala (kekerasan di hati), tandanya kita berani meninggalkan ibadah hanya demi berhala-berhala di bumi.

-          Dahulu juga kita hidup di dalam kenajisan percabulan, mabuk anggur dari perempuan babel, berarti ada keinginan kaya tetapi oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan babel, itu masa lalu kita.

Tetapi sekarang, kita telah meninggalkan tanah asal, tidak ada keinginan untuk kembali ke tanah asal.

 

Saudara, tadi kita sudah melihat bahwa TUHAN menjanjikan tanah Kanaan sebagai milik pusaka bagi Abraham, dan Tanah Kanaan itu juga turut diwariskan kepada Ishak dan Yakub, tetapi syaratnya mereka tinggal di kemah itulah TABERNAKEL, terdiri dari tiga daerah;

-       HALAMAN, daerah pembenaran oleh korban-Nya.

-       RUANGAN SUCI, berarti tekun dalam tiga macam ibadah pokok sesuai dengan 3 macam alat yang ada di dalamnya, dan kita harus tulus mengerjakannya, tidak boleh dijalankan menurut daging dan kepentingan daging, tidak boleh dijalankan secara taurat, TUHAN malu melihat kehidupan semacam ini.

-       RUANGAN MAHA SUCI itulah daerah kesempurnaan, gambarannya adalah Tabut Perjanjian.


Denah Tabernakel.

 

 

Jadi mereka yang merindukan Tanah Air Sorgawi sebagai warisan yang menjadi milik pusaka, syaratnya; tinggal di Kemah. Yang turut menjadi ahli waris adalah Ishak dan Yakub.

Maka mari kita belajar dari pengertian yang sudah kita terima selama ini hingga sampai pada malam ini.

Jangan kita sama seperti Datan dan Abiram, mereka tidak mau datang, mereka tidak tunduk pada kedaulatan TUHAN, kemudian mereka juga menuduh Musa sebagai pemimpin yang tidak bertanggung jawab dan pemimpin yang mengelabui mata umat Israel. Ini tuduhan yang tidak berdasar (tidak punya alasan). Orang semacam ini hidup bukan dari iman Abraham, tetapi hidup menurut cara atau pola berpikir manusia duniawi, menjalankan hidup secara manusiawi.

 

Ibrani 11:16b

(11:16b) Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

 

Allah Tidak Malu Disebut Allah Mereka, yaitu mereka yang merindukan tanah air Sorgawi sebagai milik pusaka mereka. Berarti, Allah tetap memperlihatkan wajah-Nya dan tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada mereka yang merindukan Tanah Air Sorgawi. Tetapi sebaliknya, TUHAN malu / menyembunyikan wajah-Nya, terhadap mereka yang tidak merindukan tanah air Sorgawi sebagai milik pusakanya, Allah menyembunyikan wajah-Nya terhadap mereka, dan hal itu pernah terjadi menimpa bangsa Israel, dimulai dari Maleakhi sampai Matius, ALLAH menyembunyikan wajah-Nya selama 400 tahun lamanya.

 

Jadi jarak antara Maleakhi sampai kepada Injil Matius ialah: + 400 tahun, disitulah ALLAH menyembunyikan wajah-Nya, berarti malu terhadap bangsa Israel, sebab bangsa Israel ini tegar tengkuk, keras hati, keras kepala, kepala batu, itulah gambaran dari orang yang tidak bersunat, yang mempertahankan sifat tabiat dagingnya yang besar itu, yang tidak merindukan tanah air Sorgawi.

 

Ulangan 32:18

(32:18) Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau. (32:19) Ketika TUHAN melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan. (32:20) Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.

 

Hati-hati saudara, TUHAN malu kepada mereka yang tidak merindukan tanah air Sorgawi apalagi yang menjalankan ibadah taurat, TUHAN malu terhadap orang semacam ini, bagaikan TUHAN menyembunyikan wajah-Nya seperti TUHAN pernah menyembunyikan wajah-Nya kepada bangsa Israel selama 400 tahun lamanya terhadap bangsa Israel, sebab mereka adalah: angkatan yang bengkok dan yang tidak mempunyai kesetiaan. Tetapi terhadap mereka yang merindukan tanah air sorgawi sebagai milik pusaka, ALLAH tidak malu disebut ALLAH mereka berarti ALLAH memperlihatkan wajah-Nya, memancarkan wajah-Nya kepada mereka.

 

Kita lihat hal itu di dalam ...

Bilangan 6:24-26

(6:24) TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; (6:25) TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; (6:26) TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

 

Ayo, jangan buat TUHAN malu dan menyembunyikan wajah-Nya, berarti kita harus mempunyai satu kerinduan yang besar untuk memperoleh Tanah Air Sorgawi sebagai milik pusaka.

 

Saudara,  coba renungkan wajah dan rupa dari perbuatan hidup kita bagaikan wajah yang begitu suram (jelek), wajah yang tidak berbentuk karena sudah merusak gambar dan rupa ALLAH, tetapi kalau kita mempunyai kerinduan untuk mewarisi Tanah Air Kerajaan Sorga, maka Allah tidak malu disebut Allah mereka dan Tuhan tidak pernah menyembunyikan wajah-Nya.

 

Sekali-kali kita belajar merenungkan, seperti apa wajah dari kelakuan perbuatan-perbuatan hidup kita di masa lalu kita. Tetapi meskipun demikian, kalau kita mempunyai kerinduan untuk mewarisi Tanah Air Sorgawi sebagai milik pusaka, TUHAN berkata; ALLAH tidak malu, sebaliknya; ALLAH menghadapkan wajah-Nya kepada kita, berarti;

 

-       Memberkati dan melindungi.

-       Menyinari dan memberi kasih karunia (kemurahan).

-       Memberi kepada kita damai sejahtera.

Itulah yang terjadi apabila, TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepada kita.

 

Tetapi Datan dan Abiram, perbuatannya tidak menimbulkan damai sejahtera, membuat susah hati seorang gembala, dia hanya memikirkan hatinya saja, tidak memikirkan hati TUHAN dan hati sesamanya, menjalankan ibadahnya sesuka hati, akhirnya semua berantakan.

 

Tetapi bagi mereka yang merindukan tanah Air Sorgawi, wajah TUHAN dipancarkan kepada mereka; sehingga ada berkat, hidup dalam kasih karunia (kemurahan), ada damai sejahtera.

Sikapnya menimbulkan damai sejahtera, ibadah dan pelayanannya menimbulkan damai sejahtera.

Jangan kita hanya menangis-menangis ketika melayani, tetapi di sisi lain, sesuka hati menjalankan ibadah dan pelayanan, TUHAN malu kepada orang semacam ini.

Itu sebabnya saya katakan, orang yang menjalankan ibadah taurat, TUHAN malu dan TUHAN sembunyikan wajah-Nya, tidak ada berkat kepada orang semacam ini, tidak hidup dalam kemurahan, dan tidak menimbulkan damai sejahtera, sebaliknya merusak damai sejahtera.

 

Belajarlah dari pengertian yang kita terima, jangan lagi bertahan seperti sikap Datan dan Abiram. Kalau mau menerima warisan, tanah Air Sorgawi sebagai milik pusaka, tinggallah di kemah, tetaplah berada pada tiga daerah tersebut.

Daerah pertama; dibenarkan oleh darah salib.

Daerah kedua; tinggal di Ruangan Suci, tempat pengudusan, tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

Sampai nanti kita disempurnakan di dalam Ruangan Maha Suci bagaikan Tabut Perjanjian, gambaran dari Mempelai Wanita TUHAN.

TUHAN tidak malu berarti wajah-Nya dipancarkan.

Sadarilah itu karena kita memang merindukan Tanah Air Sorgawi, AMIN.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

No comments:

Post a Comment