IBADAH RAYA MINGGU, 21 JUNI 2026
KITAB WAHYU 19:17
(SERI 1)
Subtema: PERJAMUAN
BURUNG-BURUNG
Mula pertama saya mengucapkan; puji
syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di
atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang kepada Dia lewat Ibadah
Raya Minggu. Berarti kita adalah domba-domba yang digembalakan oleh korban
sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan.
Mari kita sungguh-sungguh
menyerahkan diri untuk digembalakan, sebab ada masanya nanti korban sehari-hari
dihentikan, karena si pembinasa keji merampas korban sehari-hari dari Panglima
bala tentara dengan tidak takut-takutnya kepada Tuhan. Tetapi, pertahankanlah
roh takut akan Tuhan, tetaplah setia beribadah dan melayani Tuhan. Supaya pada
hari dimana Tuhan menyatakan pertolongan-Nya, kita pun mendapatkannya.
Sungguh-sungguhlah dalam ketulusan di hati di dalam hal mengasihi Tuhan.
Saya juga tidak lupa menyapa
saudara/I, bapa/ibu terkasih yang turut bergabung lewat online/live
streaming/video internet baik dari Youtube atau Facebook atau
media sosial apapun, dimanapun saudara berada. Biarlah kiranya damai sejahtera
berkuasa di hati kita memberi kesukaan yang besar dari Sorga saat kita duduk
diam mendengarkan Sabda Allah.
Selanjutnya, mari kita ikuti KITAB
WAHYU sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu.
Dan kita sudah mengakhiri Wahyu
19:11-16 dengan perikop: “Firman Allah.” Sekarang, kita akan masuk
pada perikop yang baru dari Wahyu 19:17-18 --- Perikop: “Binatang
serta nabinya dikalahkan”.
Namun, sebelum Firman ini kita
selidiki begitu rupa, tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan Tuhan supaya
Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.
Wahyu 19:17-18 --- Perikop: “Binatang
serta nabinya dikalahkan”
(19:17) Lalu aku melihat seorang malaikat
berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua
burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan
berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
(19:18) supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua
panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan
daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka
maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."
Di sini kita melihat, ada suatu perjamuan
yang besar dan hebat, suatu perjamuan dari Allah. Akan tetapi, perjamuan
yang besar ini, bukan perjamuan suci, bukan pula perjamuan kawin Anak Domba,
tetapi perjamuan yang diserahkan kepada roh-roh najis yaitu; burung-burung
di udara.
Suatu kenyataan yang datang dari
Allah, satu kali akan terjadi. Dimana burung-burung di udara makan daging:
semua raja, semua panglima, semua pahlawan, semua kuda
dan penunggangnya, semua orang dari berbagai lapisan masyarakat;
kaya-miskin, tua-muda, laki-laki atau perempuan, kalangan rendah sampai
kalangan tertinggi, tanpa terkecuali.
Ini adalah perjamuan dari
burung-burung di udara, bukan perjamuan suci (menikmati tubuh dan darah
Yesus), bukan juga perjamuan kawin Anak Domba. Tetapi ini perjamuan
besar dan hebat, perjamuan dari Allah yaitu; perjamuan burung-burung di udara.
Wahyu 19:21
(19:21) Dan semua orang lain dibunuh
dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua
burung kenyang oleh daging mereka.
Burung-burung di udara kenyang oleh
daging mereka yakni; daging orang-orang yang dikalahkan oleh Si Penunggang kuda
putih dalam peperangan Harmagedon.
Saudara, perang dunia I dan perang
dunia II sudah berlalu dan tidak lama akan menyusul perang dunia ke III.
Sedangkan perang Harmagedon adalah peperangan antara Kristus (Si Penunggang
kuda putih) melawan antikris dan nabi-nabi palsu serta pengikut-pengikutnya.
Tetapi yang pasti, pedang yang keluar dari Si Penunggang kuda putih akan
memukul kalah binatang dan pengikut-pengikutnya.
Kita kembali membaca….
Wahyu 19:19
(19:19) Dan aku melihat binatang itu dan
raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan
peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.
Binatang dan raja-raja di bumi,
serta tentara-tentara mereka bersatu hati melawan Penunggang kuda putih dan
tentara-Nya.
Pertanyaannya: Siapakah
binatang yang dimaksud pada ayat ini?
Untuk mendapatkan jawabannya, perlu
untuk diketahui terlebih dahulu…
Pada Wahyu 13 disebutkan 2
(dua) jenis binatang yaitu pada ayat 1 dan ayat 11.
-
Ayat 1 adalah binatang yang keluar dari dalam laut
-> ANTIKRIS.
-
Ayat 11 adalah binatang yang
keluar dari dalam bumi ->
NABI-NAB PALSU.
Pendeknya, binatang yang tertulis
pada Wahyu 19:19 ini merujuk kepada binatang pertama yang keluar dari
dalam laut itulah ANTIKRIS karena di situ dikatakan: binatang itu dan
raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul, berarti ada
pengikutnya.
Mari kita lihat: “binatang yang
pertama” ini lebih terang benderang lagi…
Wahyu 13:1 --- Perikop: “Binatang
yang keluar dari dalam laut”
(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang
keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh;
di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya
tertulis nama-nama hujat.
Binatang yang keluar dari dalam laut tersebut dikatakan disini…
YANG PERTAMA: Bertanduk
sepuluh, di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota.
-
Tanduk adalah simbol kekuatan dan kuasa.
-
Mahkota adalah simbol dari
suatu kemenangan.
Jadi, orang yang
mendapat mahkota adalah orang yang berkemenangan. Akan tetapi, baik tanduk
(kekuatan) maupun mahkota (kemenangan), sifatnya semu / tidak nyata, itu
hanyalah akal-akalan semata dari binatang itu. Oleh sebab itu, percaya hanya
kepada Tuhan saja. Tuhan tidak pernah menipu apalagi “mengakal-akali” kita
sekaliannya. Dia terlalu tulus mengasihi kita dan menyerahkan
nyawa-Nya kepada kita.
Jadi, pertahankan
ketulusan dari cinta kasih Tuhan kepada kita masing-masing. Cinta Tuhan tidak
semu, cinta Tuhan menghanguskan diri-Nya sehingga Ia rela menjadi korban
bakaran … (Yohanes 2:17).
-
Angka 10 “seolah-olah” binatang
ini mempunyai kebenaran yang datang dari Allah.
Kenapa harus 10, kenapa
bukan 20 supaya lebih banyak dan lebih baik? karena angka 10
seolah-olah mendekatkan dia kepada hukum-hukum Allah atau seolah-olah binatang
ini mempunyai kebenaran yang datang dari Allah, padahal bersifat
kamuflase / semu.
Jadi saudara, dari sini
bisa kita melihat betapa liciknya binatang ini dengan segala tipu dayanya untuk
mempengaruhi banyak orang dengan berbagai lapisan masyarakat di bumi ini. Bukan
hanya orang miskin dan bodoh, tetapi orang kaya dan orang pintar (pandai) di
bumi ini juga sanggup dipengaruhi oleh binatang ini.
Sedikit melebar, pada Kebaktian Paskah PPT sesi kedua (28 Mei 2026), kita melihat Goliat
mencemooh barisan / pasukan tentara Israel
selama empat puluh hari. Akhirnya, Saul sebagai raja yang memimpin pasukan
perang, maupun rakyatnya sebagai pasukan perang mengalami ketakutan.
Kemudian ketakutan mereka memuncak sampai melarikan diri (tidak berani
menghadapi kenyataan hidup, tidak berani menyangkal diri dan memikul salibnya,
tidak berani menghadapi masalah) …. 1 Samuel 17:24. Lalu keluarlah
kata-kata dari mulut mereka (orang-orang yang melarikan diri karena takut
kepada goliat) disampaikan kepada Daud yaitu: orang yang sanggup mengalahkan
Goliat akan diberikan….
1.
Uang yang banyak = HARTA (1 TA)
2.
Puteri raja akan diberikan kepada dia. = WANITA (2 TA)
3.
Dihapuskan dari pajak Israel = KEHORMATAN =
TAKHTA (3 TA)
Sebetulnya berita ini adalah berita
yang keluar dari mulut orang yang sudah melarikan diri, tidak sanggup
menyangkal diri dan memikul salib, tidak sanggup menghadapi kenyataan hidup.
Tetapi meskipun kata-kata ini bisa menggugah perasaan orang-orang yang tidak
berakal budi, tetapi Daud tidak terpengaruh. Karena, kata-kata itu hanyalah
kata-kata yang bersifat 3-TA itulah HARTA, WANITA, TAKHTA, ketiganya bersifat kenajisan
percabulan…. 1 Samuel 17:25.
Daud justru berkata kepada Saul: Janganlah
seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang
Filistin itu … 1 Samuel 17:32. Kemudian dalam 1 Samuel 17:33-35
Daud menceritakan pengalamannya sebagai seorang gembala, antara lain:
-
Mengalahkan beruang dan singa
-
Menolong dan menyelamatkan domba-domba yang
digembalakannya.
Tetapi ada banyak orang
Kristen datang dari berbagai lapisan; kaya miskin, tua-muda, laki-laki atau
perempuan, pejabat rendah sampai pejabat tertinggi, ribuan orang di dalam rumah
Tuhan tidak mengerti berita yang disampaikan terkait dengan 3-TA, tidak
mengerti bahwa itu adalah berita tentang kenajisan percabulan yang
disampaikan oleh seorang pemimpin sidang jemaat yang sebenarnya takut
menghadapi kenyataan hidup.
Seorang pejabat,
pemimpin suatu perusahan bahkan owner dari sebuah perusahan (CEO),
mengerti mengkalkulasi usahanya dengan baik supaya tidak mengalami kerugian,
tetapi sayangnya berita tentang kenajisan percabulan; tidak ia pahami, ini kan
aneh dan lucu. Banyak orang yang dipengaruhi oleh binatang ini. Padahal
sebetulnya, segala sesuatu yang ada di dalam binatang ini bersifat semu /
akal-akalan.
Jadi, sekali lagi saya sampaikan:
betapa liciknya binatang ini dengan tipu dayanya untuk mempengaruhi banyak
orang, dengan berbagai lapisan masyarakat di bumi ini. Tetapi, sesungguhnya
Tuhanlah yang lebih berkuasa, karena kuasa dari binatang ini tidak melebihi
dari kuasa Tuhan. Tuhanlah yang berkuasa atas langit di Sorga, atas bumi
dan di bawah bumi.
Ayat referensinya:
-
Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala
yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi … (Filipi 2:10)
-
Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga
dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada
di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak
Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai
selama-lamanya!" … (Wahyu 5:13)
-
Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku
bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu
Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan
kepada orang kecil … (Matius 11:25)
Jadi sekali lagi saya tandaskan,
jangan kita terpengaruh dengan berita-berita yang muatannya adalah kenajisan
percabulan, yang keluar dari mulut seorang pemimpin yang tidak
bertanggungjawab. Tetapi kenyataannya, banyak orang terpengaruh, tertipu daya,
bukan hanya orang bodoh, orang pandai pun tertipu, bukan hanya orang miskin,
orang kaya juga bisa tertipu.
Saudara, sungguh-sungguhlah
perhatikan berita Firman ini, sungguh-sungguhlah dalam mengikuti Tuhan, jangan
menjalankan ibadah bersifat Taurat/asal beribadah.
Kemudian selain bertanduk sepuluh di
atas tanduknya-tanduknya terdapat mahkota …
YANG KEDUA: Berkepala tujuh
dan pada kepala-kepalanya tertulis nama hujat.
Artinya: akal / rasio / pikiran dari
binatang tersebut dikuasai oleh hal-hal yang bersifat keduniawian.
Berarti, sama sekali tidak memikirkan perkara yang di atas (perkara rohani),
selain perkara di bumi saja. Sangat berbeda dengan mempelai Tuhan…
Wahyu 14:1
(14:1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak
Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh
empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Di dahi mempelai perempuan tertulis:
nama Allah dan nama Bapa-Nya --- selalu memikirkan perkara di atas,
perkara rohani, kegiatan / aktivitas Roh Kudus. Pada dahi mereka tidak perlu
lagi tertulis kota kudus, Yerusalem baru, karena dialah kota kudus, Yerusalem
baru.
Tetapi, kepada jemaat di Filadelfia
dijanjikan bahwa Tuhan akan menuliskan nama Allah, nama Yesus dan nama
kota kudus-Nya. Karena Tuhan rindu agar jemaat di Filadelfia kelak menjadi
mempelai TUHAN … (Wahyu 3:12).
Sekarang kita melihat:
Praktek bila di kepala tertulis
nama-nama hujat.
YANG PERTAMA
Wahyu 13:2-3
(13:2) Binatang yang kulihat itu serupa
dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut
singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan
kekuasaannya yang besar. (13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari
kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang
membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut
binatang itu.
Di sini kita melihat, satu dari
kepala-kepalanya itu mengalami luka yang membahayakan hidupnya, artinya:
hidupnya sudah di ujung tanduk / kritis, namun pada akhirnya, luka itu sembuh.
Pendeknya, binatang ini sanggup
mengadakan mujizat kesembuhan.
Sebelum saya lanjutkan, saya mau
sampaikan SEDIKIT KESAKSIAN …
Pada tahun 2020 terjadi “gempa bumi”
mengguncang seantero dunia; (timur, barat, utara dan selatan,) itulah Covid-19
dan banyak jiwa yang menjadi korban. Tetapi ada yang lucu, penyakit ini dapat
diidentifikasi dan disebutkan namanya. Kemudian, tidak lama dari Covid-19 ada,
“pahlawan” memberikan suatu penyuluhan dan penyembuhan (memberikan obat).
Sehingga, banyak orang yang hidupnya sudah di ujung tanduk / kritis / hampir
mengalami kematian menerima “obat” itu . Memang nampaknya sembuh, lalu
akhirnya, oleh kesembuhan yang terjadi, seluruh dunia heran lalu mengikuti
binatang itu.
Ini adalah suatu pelajaran yang luar
biasa. Tetapi, alangkah baiknya pengalaman ini disertai dengan pengikutan yang
sungguh-sungguh kepada Tuhan.
Di atas tadi sudah saya sampaikan:
apapun yang ada di dalam diri binatang ini bersifat semu / kamuflase / tidak
nyata, hanya akal-akalan saja, penuh dengan tipu muslihat.
Tujuan binatang ini mengadakan
mujizat kesembuhan:
-
Membuat penduduk bumi terheran-heran
(mereka mencari simpatik).
-
Penduduk bumi akhirnya mengikuti binatang
itu.
Saudara, sebaik apapun
manusia, atau seperti apapun pertolongan yang kita alami di bumi ini, kita
harus tetap berpegang teguh kepada nama Yesus. Tetapi lihatlah, begitu ada
mujizat kesembuhan, penduduk bumi simpatik dan meninggalkan Tuhan (melepaskan
imannya kepada salib di Golgota) mengikuti binatang itu. Mereka tertipu daya
oleh pengaruh dari binatang ini.
Jadi saudara, jangan ada di antara
kita yang menganggap enteng ibadah dan pelayanan, jangan ada yang mengentengkan
kandang penggembalaan ini. Karena hanya Tuhan yang memberi jalan keluar dari
setiap masalah yang kita hadapi. Hanya dari Tuhan kita dapat pengertian untuk
memperoleh keselamatan, tidak dari yang lain. Sungguh-sungguhlah, jangan
terpengaruh oleh apapun dan siapapun, pegang apa yang sudah kita terima dari
Tuhan. Justru harusnya kitalah yang mempengaruhi orang yang disekitar kita
dengan apa yang kita punya, karena apa yang kita punya ini sungguh luar biasa
dan mulia.
Pertanyaan: Kenapa hal itu
dapat dilakukan?
Jawabannya: “… naga itu memberikan kepadanya kekuatannya,
dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar. Berarti, apapun
yang dikerjakan oleh binatang itu hanyalah tipu muslihat.
Contoh: orang sakit pergi ke
dukun.
Kemudian dukun ini berkata: “penyakitmu
nanti sembuh”. Orang itu pun dikasih air minum yang sudah dibacakan mantra.
Nampaknya, penyakit di punggung sudah sembuh, padahal sebetulnya dukun itu
memindahkan penyakitnya ke paha kiri. Minggu depan orang itu datang lagi, dan
berkata: “penyakit di punggung sudah sembuh, tetapi timbul penyakit baru di
paha sebelah kiri”. Dukun itupun ambil air yang sudah dibaca mantra lalu
diminumkan ke orang itu sehingga sembuh. Tetapi sesungguhnya penyakitnya
dipindah lagi, begitu terus-menerus. Singkatnya, orang ini diperdaya oleh
setan.
Kenapa dukun itu melakukan hal itu? Karena kekuatan, kekuasaan dan
takhtanya datang dari iblis setan. Kalau kekuatan, kekuasaan dan takhtanya
berasal dari Tuhan, pasti segala sesuatunya berjalan dengan ketulusan, tidak
ada tipu daya. Pemulihan yang kita terima dari TUHAN nyata, kesembuhan
yang kita terima dari TUHAN juga nyata. Luka-luka di hati, akar pahit;
disembuhkan dan itu akan nyata, bukan semu. Bukan seperti orang nonton di
bioskop; bahagia sebentar, tetapi seteleah selesai nonton pahit lagi. Apa yang
diperbuat oleh Tuhan bersifat kekal, termasuk kesembuhan yang diberikan.
Ketika Yesus menderita sengsara oleh
luka parah yang dialami-Nya di kayu salib, lanjut kepada pengalaman kematian
supaya kita tidak binasa. Tetapi beda dengan binatang ini (juru selamat palsu),
dia terluka parah tetapi tidak lanjut pada pengalaman kematian, justru
diakhiri dengan mujizat kesembuhan, dengan demikian, tampaklah dua hal
yang berbeda… Wahyu 13:3.
Sekarang, pilih mana: kita ikut
Tuhan karena mujizat atau karena mau disucikan dan dibaharui darah Kristus
supaya diselamatkan? Kiranya kita semakin dewasa dalam memilih pengikutan
kita kepada Tuhan.
Wahyu 13:4
(13:4) Dan mereka menyembah naga
itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah
binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini?
Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"
Akhirnya, pengikut-pengikut binatang
(antikris) tersebut menyembah naga dan binatang itu, tidak lagi
menyembah Tuhan / Allah yang hidup.
Perlu untuk diketahui, pada Matius
4:8-10 terdapat 2 (dua) jenis penyembahan.
1.
Penyembahan tertinggi dari setan tritunggal
yaitu; kerjaan dunia dengan kemegahannya alias MAMON (ayat 8-19)
2.
Dan penyembahan tertinggi di dalam Tuhan
(ayat 10).
Tandanya: hanya kepada
Dia saja kita berbakti = tekun dalam tiga macam ibadah pokok
(menurut pola Tabernakel).
Tetapi dalam Wahyu 13:4,
pengikut-pengikut itu menyembah naga dan antikris. Alasannya:
-
Karena naga itu memberikan kekuasaan
kepada binatang.
Hanya karena kuasa,
pengikut-pengikut itu menyembah setan. Jangan sampai karena kelaparan, ada
orang mengikuti dan menyembah orang yang memberi bantuan (orang yang memberi
uang), sehingga tidak lagi mengikut Tuhan.
Jangan sampai karena sudah terlalu
lama menganggur (tidak punya pekerjaan) sampai habis-habisan, lalu ada pahlawan
memberikan bantuan, tetapi syaratnya jangan beribadah, saudara segera
mengikutinya, hati-hati. Tetaplah sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah.
Hari-hari ini adalah hari-hari terakhir, hari yang jahat, tidak ada lagi belas
kasih, sebab kasih sudah semakin dingin.
-
Karena binatang itu mengadakan mujizat
kesembuhan.
Hanya karena dua hal itu saja,
seseorang bisa tinggalkan Tuhan. Itu sebabnya, pada akhir zaman nanti pedang
yang keluar dari mulut Si Penunggan kuda putih akan membunuh binatang itu dan
pengikut-pengikutnya pada masa perang Harmagedon.
Praktek bila di kepala tertulis
nama-nama hujat.
YANG KEDUA.
Wahyu 13:5-6
(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan
mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk
melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. (13:6) Lalu ia membuka
mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di
sorga.
Di sini kita melihat, binatang /
antikris akan berkuasa atas seantero dunia selama 42 bulan atau 3½ tahun. Pada
saat itu dengan penuh kesombongan ia akan membuka mulutnya untuk…
-
Menghujat Allah, tabiat-Nya: KASIH.
-
Menghujat Yesus Anak Allah, tabiat-Nya: FIRMAN
ALLAH.
-
Menghujat kemah kediaman Allah = menghujat ROH ALLAH
dan kegiatannya. Karena kegiatan Roh ada di dalam kemah kediaman Tuhan, seperti
kita malam ini beribadah dan melayani di dalam rumah Tuhan.
Mari kita lihat hal senada dengan:
NUBUAT NABI DANIEL
Daniel 7:8 --- Perikop: “Keempat
binatang dan anak manusia”
(7:8) Sementara aku memperhatikan
tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil,
sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak
ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.
“ … Tampak ada mata seperti mata
manusia ...”
Jadi, antikris ini mempunyai mata
dan matanya tajam untuk melihat segala geliat atau gelagat dari kehidupan
manusia. Saya kasih bukti: HP (gadget) yang ada di tangan saudara, diketahui
oleh binatang itu. Dan binatang itu juga tahu saudara menginginkan apa.
Binatang itu juga tahu apakah saudara orang yang suka berkorban di tengah
ibadah pelayanan atau orang kikir. Dia tahu saudara suka di kedai kopi, di
mall, ngerumpi atau seperti apa. Maka, kalau saudara buka HP, yang ditampilkan
adalah apa yang anda sukai. Jadi, hati-hatilah dengan alat-alat elektronik,
seperti hp, laptop, Ipad, dan sebagainya.
Daniel 7:25
(7:25) Ia akan mengucapkan perkataan
yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik
Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka
akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah
masa.
Pada ayat 8 tadi, binatang
itu memiliki “… mulut yang menyombong …” Dan pada ayat ini dikatakan: “…
Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi …”
Jadi, dengan kesombongannya, mulut
binatang itu menghujat Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus.
Kemudian, binatang itu berusaha
untuk mengubah 2 (dua) hal:
1.
Waktu
2.
Hukum
Karena binatang itu mempunyai mata
sehingga ia sanggup mengubah dua hal tersebut. Dia membuat perjanjian sendiri.
Nanti kita akan melihat (membahas) hal itu.
Daniel 8:9
(8:9) Maka dari salah satu tanduk itu
muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke
arah timur dan ke arah Tanah Permai.
Antikris berkuasa atas bumi selama
3½ tahun dan kuasanya menjadi sangat besar. Dia datang dari utara, lalu
bergerak ke arah selatan, kemudian ke arah timur sampai ke arah Tanah
Permai. Pendeknya, berusaha merusak apa yang ada di dalam kemah kediaman
Allah (Tabernakel).
Pintu Gerbang -> timur.
Tanah Permai -> barat.
Bila dikaitkan dengan pola
Tabernakel, Tanah Permai -> Ruangan Maha Suci.
Singkat kata, binatang ini
betul-betul menghujat kemah kediaman Allah = menghujat Roh Allah yang suci.
Perlu untuk diketahui: Menghujat Allah masih diampuni, menghujat Anak Allah
masih diampuni, tetapi menghujat kemah kediaman Allah (menghujat Roh Allah)
tidak diampuni lagi … (Matius 12:31).
Dalam masa 2000 tahun yang ketiga
(masa Roh Kudus), itu adalah masa dimana kita harus fokus pada tujuan hidup
yaitu: Kerajaan kekal, Yerusalem baru. Kalau menghujat kemah kediaman Allah,
maka tidak mendapat pengampunan, karena dari 2000 tahun yang ketiga (masa
kegiatan Roh) akan lanjut kepada 1000 tahun damai.
1000 tahun damai -> hari ke-7,
hari perhentian KEKAL, Yerusalem baru.
Tetapi lihatlah, betapa arogan dan
sombongnya binatang ini sampai ia membuka mulutnya untuk menghujat kemah
kediaman Allah, menghujat kegiatan Roh Allah. Janganlah kita seperti itu.
Daniel 8:10
(8:10) Ia menjadi besar, bahkan sampai
kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang,
dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.
“… Bintang-bintang …” itulah hamba-hamba Tuhan yang
diurapi, dijatuhkan ke bumi dan diinjak-injak, lalu bagaimana
dengan anak-anak Tuhan yang tidak sungguh-sungguh?
Jadi, jangan berpikir masuk Sorga
itu seperti semudah membalik telapak tangan. Sehingga tidak ada gairah di
tengah ibadah dan pelayanan, hati-hati! Sekarang bebas-bebas, terlena dengan
dunia ini, orang-orang seperti ini satu kali akan nangis darah, tetapi,
sekalipun nangis darah, tidak akan mendapat kesempatan untuk memperbaiki
kesalahan.
Pengertian luar biasa Tuhan berikan
kepada kita yaitu; Firman yang dibukakan rahasianya, jangan tidak dihargai,
simpan di hati. Kalau tidak, daging kita akan diserahkan kepada burung-burung
di langit. Tetapi, sebelum sampai ke situ, lihatlah dulu penjabaran- penjabaran
berikut.
Jadi sekali lagi saya sampaikan:
binatang ini berkuasa atas bala tentara di langit itulah bintang-bintang di
langit atau hamba-hamba Tuhan yang diurapi, mereka dijatuhkan lalu
diinjak-injak. Betapa hebat sekali pengaruh dari binatang ini. Itulah yang saya
katakan di atas tadi, bukan saja orang miskin, tetapi orang kaya juga bisa
dipengaruhi. Bukan saja orang bodoh, tetapi orang-orang pandai di bumi ini juga
bisa dipengaruhi.
Daniel 8:11
(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala
tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya
korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.
Binatang / antikris membesarkan
dirinya kepada Panglima bala tentara (TUHAN) dan bertindak:
a.
Merampas korban sehari-hari
b.
Menghujat kemah kediaman Allah / menghujat Roh
Allah yang suci = tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.
Saudara, korban sehari-hari
-> korban sembelihan dan korban santapan.
(Ayat referensi: Daniel 9:27,
Daniel 12:11).
KORBAN
SEMBELIHAN -> ibadah dan pelayanan disertai dengan sangkal diri, pikul
salib sampai berdarah-darah.
Kalau hari ini kita
menjalankan ibadah dan pelayanan lalu di tengah-tengahnya kita harus menyangkal
diri, memikul salib, ikut Tuhan sampai berdarah-darah itu adalah kemurahan.
Karena, dengan korban sembelihan kita diampuni dan diselamatkan. Tetapi, bila korban
sembelihan dihentikan, maka, pada saat itu tidak ada lagi kesempatan untuk
bertobat, sebab darah Yesus tidak lagi berlaku untuk menghapuskan dosa.
Saat ini darah Yesus
masih berlaku, buktinya; kita boleh menghadap Dia lewat ibadah-ibadah yang
dipercayakan dan di tengah-tengahnya kita menyangkal diri, memikul salib sampai
berdarah-darah, itu tanda kita bertobat dan darah Yesus hapuskan dosa.
Dosa tidak bisa
dihapuskan dengan lamanya waktu atau dosa tidak dapat ditelan oleh zaman. Dosa
hanya bisa dihapuskan oleh darah Yesus, syaratnya: mau mengakui dosa dengan
jujur, tidak usah klarifikasi-klarifikasi. Kalau suka klarifikasi maka
dosamu tetap. Kalau tuduhan orang tidak benar lalu engkau diam, berarti darah
Yesus sudah ampuni engkau. Tetapi, dituduh padahal kenyataan tuduhan itu benar,
tetapi justru klarifikasi-klarifikasi, maka darah Yesus tidak berlaku dan tidak
mengampuni sehingga dosamu tetap. Entah benar atau tidak sebuah tuduhan; diam
saja. Yang penting darah Yesus ampuni, itulah tanda bertobat.
Tetapi, pada saat
antikris berkuasa selama 3½ tahun, di situ ia menghentikan korban sembelihan,
berarti tidak ada kesempatan untuk bertobat dan dosa diampuni sebab darah Yesus
tidak berlaku lagi pada saat itu. Jadi, hargailah dengan sungguh-sungguh
kemurahan yang ada saat ini.
KORBAN
SANTAPAN -> Pengajaran Firman Allah yang murni dan benar, antara lain:
1.
Firman Pengajaran mempelai dalam terang
Tabernakel.
2.
Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan
dalam terang Roh Kudus, disebut juga “ … cahaya Injil tentang kemuliaan
Kristus …” 2 Korintus 4:4.
Kegunaannya …. Mazmur
119:130:
a.
Memberi terang, berarti; tidak lagi
menyembunyikan dosa di tempat yang gelap -> IMAMAT RAJANI.
b.
Memberi pengertian kepada orang-orang bodoh supaya tidak lagi
mengulangi kesalahan sebagai perbuatan bodoh -> ORANG BIJAKSANA.
Contoh, BIJAKSANA seperti…
-
Lima gadis bijaksana (Matius 25:1-13).
Bukti bijaksana:
menyongsong Mempelai laki-laki dengan membawa pelita dan minyak dalam
buli-buli, sebagai persediaan.
Sedangkan lima gadis
yang bodoh, membawa pelita tetapi tidak membawa minyak dalam buli-buli.
Sehingga, karena Tuhan lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka, tetapi
saat mengantuk datanglah Firman Pengajaran Mempelai membangunkan mereka.
Tetapi, saat mereka terbangun dari tidur, lima gadis bodoh kehabisan minyak
sedangkan lima gadis bijaksana mempunyai cadangan minyak dan masuk dalam
perjamuan pesta kawin Anak Domba, lalu pintu di tutup. Sedangkan lima gadis
yang bodoh pergi membeli minyak dan saat kembali pintu sudah ditutup.
Saat ini adalah
kesempatan bagi kita untuk membeli minyak. Persamaan kata membeli adalah
bayar harga berarti; sangkal diri dan pikul salib. Bagaikan pohon
zaitun tumbuk menghasilkan minyak. Bukankah Tuhan Yesus mengalami penumbukan
di atas kayu salib sampai menghasilkan minyak? Jadi, kalau ibadah hanya
sekedar (tidak sangkal diri pikul salib), maka ibadah semacam ini, tidak akan
menghasilkan minyak, itu sama seperti ibadah dari lima gadis bodoh
-
Kemudian, BIJAKSANA
sama seperti: orang mendirikan rumah di atas batu, sanggup menghadapi
tiga jenis ujian … (Matius 7:24-25).
1.
Ujian dari atas, “… turunlah hujan…”
Ujian ini datang dari naga.
2.
“… Datanglah banjir ...” itulah roh jual beli,
kenajisan percabulan itulah roh antikris dengan ajarannya. Gereja Tuhan
sekarang ini dibanjiri dengan ajaran kenajisan percabulan dari
pemimpin-pemimpin yang tidak bertanggungjawab, pemimpin yang tidak berani
menghadapi kenyataan, takut kalau jemaatnya kabur. Mereka hanya bisa
mengumpulkan sebanyak-banyaknya, tetapi tidak memikirkan masa depan dari
orang-orang yang dikumpulkan itu.
3.
“… Angin melanda rumah itu
…” -> Pengajaran palsu dari nabi-nabi palsu.
Tetapi rumah itu tidak
rubuh sebab didirikan di atas batu.
Batu -> Korban
Kristus, sebagai landasan hidup manusia (rumah TUHAN)
Orang yang mendirikan rumah di atas batu adalah orang yang
bijaksana. Landasan hidupnya adalah korban Kristus bukan pasir,itulah daging
dan keinginannya. … (Matius 7:26-27)
Tetapi nanti korban santapan ini
akan dihapuskan sehingga banyak orang menderita karena kelaparan. Saat terjadi
kelaparan, banyak orang mengembara dari laut ke laut dan menjelajah
dari utara ke timur untuk mencari firman Tuhan, tetapi mereka tidak lagi
mendapatkannya.
-
Mengembara dari laut ke laut yang ditemukan adalah
ajaran antikris.
-
Menjelajah dari utara ke timur (darat) yang ditemukan adalah ajaran nabi-nabi
palsu.
Akhirnya…
Amos 8:13
(8:13) Pada hari itu akan rebah lesu
anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
Yang rebah lesu adalah anak-anak
dara yang cantik dan anak-anak teruna karena lapar dan haus.
-
Cantik artinya;
sudah melayani tetapi belum dewasa.
-
Anak-anak dara artinya: belum dewasa.
Amos 8:14
(8:14) mereka yang bersumpah demi Asima,
dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi
dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak
akan bangkit-bangkit lagi."
“… Mereka itu akan rebah dan tidak
akan bangkit-bangkit lagi …” = binasa untuk selama-lamanya.
Itulah yang akan terjadi nanti.
Kenapa? Karena binatang ini menghujat kemah kediaman Allah = menghujat Roh
Allah yang suci (kegiatan rohani yang suci) itulah ibadah dan pelayanan.
Jadi, pada masa anianya antikris
selama 3½ tahun, tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat, karena darah Yesus
tidak berlaku lagi di situ (korban sembelihan), korban santapan (Firman Allah)
sudah dihapuskan juga. Sebab itu, nikmatilah korban santapan itu dari sekarang
ini, jangan hanya menikmati dongeng-dongeng dan cerita-cerita isapan jempol
dari seorang pemimpin yang tidak
bertanggungjawab.
Korban santapan 🡪 Pengajaran Firman Allah yang murni
dan benar.
Itulah terkait menghujat kemah
kediaman Allah dan merampas korban sehari-hari. Tetapi ada yang
sangat penting untuk diperhatikan lagi pada Daniel 7:25, hal itu jangan
dilupakan
Daniel 7:25
(7:25) Ia akan mengucapkan perkataan yang
menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang
Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan
diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Di sini kita melihat; binatang itu berusaha
mengubah WAKTU dan HUKUM.
Kita lihat lebih dahulu……
MENGUBAH HUKUM.
Pendeknya, Bagaimana binatang ini
dapat mengubah hukum?
Jawabnya…
Daniel 8:12
(8:12) Suatu kebaktian diadakan secara
fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi,
dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.
Di atas tadi kita sudah perhatikan;
korban sehari-hari telah dirampas, kemudian kemah kediaman-Nya sudah
dirobohkan, binatang itu sudah menghujat Roh Allah yang suci itulah kegiatan
Roh (ibadah dan pelayanan). Lalu, korban sehari-hari itu diganti dengan ibadah
fasik.
Pendeknya, binatang / antikris
mengadakan ibadah fasik.
Ibadah fasik bicara soal berhasil dan
keberhasilan, lalu berkat dan keberkatan ganti dari korban
sehari-hari.
Jadi, yang dibicarakan hanya soal
keberhasilan, kejayaan, kemakmuran, kehormatan, keberkatan, kemuliaan dan
seterusnya, disebut juga dengan teori prosperity.
Jadi, selama kita menjalankan ibadah
dengan bentuk korban sehari-hari, bukan berarti Tuhan sedang menekan kita dan
membuat kita miskin. Tetapi, itu adalah bentuk kemurahan Tuhan yang begitu
besar yang dinyatakan kepada kita. Oleh sebab itu, hargai hal itu, karena satu
kali nanti kemurahan ini akan dirampas oleh binatang itu dan terjadi atas
seizin Tuhan dan kita harus siap menghadapi hal itu. Tetapi, kalau dari
sekarang kita tidak sungguh-sungguh memperhatikan korban sehari-hari, nanti
akan menghadapi kesulitan yang sangat besar. Kehidupan yang tidak menghargai
korban sehari-hari akan mudah goyah saat menghadapi situasi yang sulit pada
saat binatang (antikris) menjadi raja atas dunia. Ini harus diperhatikan dengan
sungguh-sungguh.
Singkat kata, dari sini kita bisa
melihat binatang ini sudah MENGUBAH HUKUM,
sebab binatang ini membuat perjanjiannya (hukum) sendiri.
Daniel 9:27
(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian
itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada
pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban
santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai
pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."
“… Raja itu akan membuat perjanjian
itu menjadi berat..”
Antikris membuat hukum. Hukum
kemurahan diganti dengan hukumnnya sendiri / perjanjiannya sendiri. Hukum korban
sembelihan dan korban santapan diganti, tetapi memberatkan banyak
orang. Dan hal itu terjadi selama 3½ tahun.
Hukum-hukum Allah sudah dinyatakan
kepada kita. 10 hukum Allah intinya hanya satu yaitu KASIH.
-
Loh batu pertama (hukum 1-4) adalah KASIH kepada Tuhan.
-
Loh batu kedua (hukum 6-1) adalah KASIH kepada sesama
Jadi, inti dari hukum-hukum Allah
hanya satu yaitu KASIH -> kemurahan /
kasih karunia.
Jadi, persepuluhan (1 dari 10 hukum
Allah) adalah kemurahan Tuhan. Pendeknya, Hukum kemurahan jangan
diubah-ubah, berarti jangan terpaksa mengembalikan miliki Tuhan. Kalau itu
diubah, memberatkan hidup kita, sebab tidak ada lagi kemurahan di situ. Oleh
sebab itu, jangan miliki pikiran seperti binatang itu; tertulis nama-nama
hujat --- kikir dan cinta akan uang sehingga tidak mengembalikan sepersepuluh
padahal itu milik Tuhan.
Orang kikir, orang penakut
dan kuatir akan menimbulkan kesusahan di hati. Sedangkan orang yang
bebas dari ketakutan, kekuatiran, kikir adalah orang yang merdeka, tidak
memberatkan hidup. Bukankah 10 hukum Taurat ini telah dieksekusi di atas
kayu salib? Pendeknya, salib adalah kemurahan (kasih karunia), jangan ubah
itu, sebab, kalau kemurahan dihapuskan, memberatkan hidup seseorang.
Antikris sudah di depan mata, dia akan mengubah
hukum. Dan ketika hukum itu diubah, itu yang memberatkan hidup manusia.
-
Dikuasai roh kikir; memberatkan hidup
-
Dikuasai rasa takut dan penuh kekuatiran;
memberatkan hidup
Mulai sekarang, pandanglah salib di
Golgota yang sudah mengeksekusi 10 hukum Taurat sampai selesai, itu adalah
kemurahan bagi kita. Darah-Nya tercurah di atas bukit Golgota sehingga
membebaskan kita dari kekuatiran, ketakutan, roh kikir dan dari dosa-dosa yang
lain, itu adalah kemurahan hati Tuhan. Hukum semacam ini jangan diubah.
Selain itu, binatang itu juga…
MENGUBAH WAKTU.
Saudara, Yosua pernah membuat
matahari berhenti di langit. Sebelum ia menyelesaikan / menumpaskan musuhnya,
ia berdoa supaya matahari berhenti di langit. Itu terjadi hanya satu kali sepanjang dunia (langit bumi) ada,
tetapi itu bentuk positif.
Namun antikris juga berusaha melakukan apa yang sudah pernah dilakukan
oleh Yosua, dan itu dilakukan satu kali untuk selama-lamanya, tetapi dalam
bentuk negatif.
Inti dari Daniel 9:27 dan Daniel
11:31 binatang atau antikris disebut pembinasa keji.
Contoh KEJI
Ulangan 25:14-13 --- Perikop: “Sukatan
dan timbangan yang benar”
(25:13) "Janganlah ada di dalam
pundi-pundimu dua macam batu timbangan, yang besar dan yang kecil.
(25:14) Janganlah ada di dalam rumahmu dua macam efa, yang besar
dan yang kecil.
Jangan ada dua macam batu
timbangan, yang besar dan yang kecil. Maksudnya:
-
Batu timbangan besar ditujukan untuk
yang lahiriah (perkara di bawah),
-
Tetapi batu timbangan yang kecil
ditujukan untuk ibadah dan pelayanan (kegiatan Roh).
Yang semacam ini jangan ada di dalam hati atau hidup kita.
Kemudian, Jangan ada dua macam efa, yang besar
dan yang kecil.
Maksudnya; efa (takaran) untuk mendengar Firman dikecilkan,
tetapi efa atau takaran untuk yang lahiriah dibesarkan.
Ini adalah kekejian dari antikris, dia sudah mengubah waktu.
Jam ibadah dikurangi, jam untuk mendengarkan Firman dikurangi, akhirnya setiap
orang dikit-dikit main HP (gadget) menghabiskan waktunya sepanjang hari untuk
main hp (telepon genggam), sibuk dengan mobile legend, dan menonton drama. Oleh
sebab itu, anak-anak TUHAN jangan tertipu sebab sekarang binatang itu sedang
mengubah waktu. Waktu untuk jam-jam ibadah dan jam-jam dimana anak-anak TUHAN
harus menyembah diubah sehingga banyak orang sibuk hanya untuk yang lahiriah.
Ulangan 25:15
(25:15) Haruslah ada padamu batu
timbangan yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa yang utuh
dan tepat -- supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu
oleh TUHAN, Allahmu.
Haruslah ada padamu batu timbangan
yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa yang utuh dan tepat.
Tujuanya; Supaya lanjut
umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu
Panjang umur beda dengan lanjut umur.
-
Panjang umur = dari umur 1 tahun
kemudian bertambah jadi 2, 3 tahun dan seterusnya sampai 70 atau 80.
-
Tetapi lanjut umur, maksudnya;
dari bumi ini akan lanjut dibawa sampai ke kerajaan Sorga, Tuhan lanjut
lagi sampai kepada kekekalan.
Oleh sebab itu, anak-anak TUHAN
harus hidup dengan bijaksana, karena binatang tersebut sanggup mengubah
waktu, juga mengubah hukum/perjanjian.
Itulah sebabnya, pada akhirnya,
daging dari binatang (antikris) tentara-tentaranya akan diserahkan kepada
burung-burung. Tetapi hal ini belum selesai, minggu yang akan datang kita
akan periksa lagi. Kerjakanlah keselamatan itu dengan takut dan gentar
sesuai dengan berita Firman yang kita terima malam ini. Amin
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman oleh;
No comments:
Post a Comment