KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, June 24, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 21 JUNI 2026





 IBADAH RAYA MINGGU, 21  JUNI 2026


KITAB WAHYU 19:16

(SERI 3)


Subtema: PERJAMUAN BURUNG-BURUNG


Mula pertama saya mengucapkan; puji syukur kepada Tuhan, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh datang kepada Dia lewat Ibadah Raya Minggu. Berarti kita adalah domba-domba yang digembalakan oleh korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan. 

Mari kita sungguh-sungguh menyerahkan diri untuk digembalakan, sebab ada masanya nanti korban sehari-hari dihentikan, karena si pembinasa keji merampas korban sehari-hari dari Panglima bala tentara dengan tidak takut-takutnya kepada Tuhan. Tetapi, pertahankanlah roh takut akan Tuhan, tetaplah setia beribadah dan melayani Tuhan. Supaya pada hari dimana Tuhan menyatakan pertolongan-Nya, kita pun mendapatkannya. Sungguh-sungguhlah dalam ketulusan di hati didalam hal mengasihi Tuhan.


Saya juga tidak lupa menyapa saudara/I, bapa/ibu terkasih yang turut bergabung lewat online/live streaming/video internet baik dari Youtube atau Facebook atau media sosial apapun, dimanapun saudara berada. Biarlah kiranya damai sejahtera berkuasa di hati kita memberi kesukaan yang besar dari Sorga saat kita duduk diam mendengarkan Sabda Allah.


Selanjutnya, mari kita ikuti KITAB WAHYU sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu.

Dan kita sudah mengakhiri Wahyu 19:11-16 dengan perikop: “Firman Allah.” Sekarang, kita akan masuk pada perikop yang baru dari Wahyu 19:17-18 --- Perikop: “Binatang serta nabinya dikalahkan”.

Namun, sebelum Firman ini kita selidiki begitu rupa, tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan Tuhan supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi. 


Wahyu 19:17-18 --- Perikop: “Binatang serta nabinya dikalahkan”

(19:17) Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, (19:18) supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."


Di sini kita melihat, ada suatu perjamuan yang besar dan hebat, suatu perjamuan dari Allah. Akan tetapi, perjamuan yang besar ini, bukan perjamuan suci, bukan pula perjamuan kawin Anak Domba, tetapi perjamuan yang diserahkan kepada roh-roh najis yaitu; burung-burung di udara. 

Suatu kenyataan yang datang dari Allah, satu kali akan terjadi. Dimana burung-burung di udara makan daging: semua raja, semua panglima, semua pahlawan, semua kuda dan penunggangnya, semua orang dari berbagai lapisan masyarakat; kaya-miskin, tua-muda, laki-laki atau perempuan, kalangan rendah sampai kalangan tertinggi, tanpa terkecuali.


Ini adalah perjamuan dari burung-burung di udara, bukan perjamuan suci (menikmati tubuh dan darah Yesus), bukan juga perjamuan kawin Anak Domba. Tetapi ini perjamuan besar, perjamuan dari Allah yaitu; perjamuan burung-burung di udara.


Wahyu 19:21

(19:21) Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.


Burung-burung di udara kenyang oleh daging mereka yakni; daging orang-orang yang dikalahkan oleh Si Penunggang kuda putih dalam peperangan Harmagedon. 


Saudara, perang dunia I dan perang dunia II sudah berlalu dan tidak lama akan menyusul perang dunia ke III. Sedangkan perang Harmagedon adalah peperangan antara Kristus (Si Penunggang kuda putih) melawan antikris dan nabi-nabi palsu serta pengikut-pengikutnya. Tetapi yang pasti, pedang yang keluar dari Si Penunggang kuda putih akan memukul kalah binatang dan pengikut-pengikutnya.


Kita kembali membaca….

Wahyu 19:19

(19:19) Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.


Binatang dan raja-raja di bumi, serta tentara-tentara mereka bersatu hati melawan Penunggang kuda putih dan tentara-Nya. 


Pertanyaannya: Siapakah binatang yang dimaksud pada ayat ini?

Untuk mendapatkan jawabannya, perlu untuk diketahui terlebih dahulu…

Pada Wahyu 13 disebutkan 2 (dua) jenis binatang yaitu pada ayat 1 dan ayat 11.

  • Ayat 1 adalah binatang yang keluar dari dalam laut -> ANTIKRIS.

  • Ayat 11 adalah binatang yang keluar dari dalam bumi -> NABI-NAB PALSU.

Pendeknya, binatang yang tertulis pada Wahyu 19:19 ini merujuk kepada binatang pertama yang keluar dari dalam laut itulah ANTIKRIS karena di situ dikatakan: binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul, berarti ada pengikutnya. 


Mari kita lihat: “binatang yang pertama” ini lebih terang benderang lagi…

Wahyu 13:1 --- Perikop: “Binatang yang keluar dari dalam laut”

(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.


Binatang yang keluar dari dalam laut tersebut dikatakan disini…

YANG PERTAMA: Bertanduk sepuluh, di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota.

  • Tanduk adalah simbol kekuatan dan kuasa.

  • Mahkota adalah simbol dari suatu kemenangan.

Jadi, orang yang mendapat mahkota adalah orang yang berkemenangan. Akan tetapi, baik tanduk (kekuatan) maupun mahkota (kemenangan), sifatnya semu / tidak nyata, itu hanyalah akal-akalan semata dari binatang itu. Oleh sebab itu, percaya hanya kepada Tuhan saja. Tuhan tidak pernah menipu apalagi “mengakal-akali” kita sekaliannya. Dia terlalu tulus mengasihi kita dan menyerahkan nyawa-Nya kepada kita. 

Jadi, pertahankan ketulusan dari cinta kasih Tuhan kepada kita masing-masing. Cinta Tuhan tidak semu, cinta Tuhan menghanguskan diri-Nya sehingga Ia rela menjadi korban bakaran … (Yohanes 2:17).

  • Angka 10 “seolah-olah” binatang ini mempunyai kebenaran yang datang dari Allah.

Kenapa harus 10, kenapa bukan 20 supaya lebih banyak dan lebih baik? karena angka 10 seolah-olah mendekatkan dia kepada hukum-hukum Allah atau seolah-olah binatang ini mempunyai kebenaran yang datang dari Allah, padahal bersifat kamuflase / semu.


Jadi saudara, dari sini bisa kita melihat betapa liciknya binatang ini dengan segala tipu dayanya untuk mempengaruhi banyak orang dengan berbagai lapisan masyarakat di bumi ini. Bukan hanya orang miskin dan bodoh, tetapi orang kaya dan orang pintar (pandai) di bumi ini juga sanggup dipengaruhi oleh binatang ini.


Sedikit melebar, di dalam Paskah PPT sesi kedua (28 Mei 2026), kita melihat Goliat mencemooh barinsa-barisan / pasukan tentara Israel selama empat puluh hari. Akhirnya, Saul sebagai raja yang memimpin pasukan perang, maupun rakyatnya sebagai pasukan perang mengalami ketakutan. Kemudian ketakutan mereka memuncak sampai melarikan diri (tidak berani menghadapi kenyataan hidup, tidak berani menyangkal diri dan memikul salibnya, tidak berani menghadapi masalah) …. 1 Samuel 17:24. Lalu keluarlah kata-kata dari mulut mereka (orang-orang yang melarikan diri karena takut kepada goliat) disampaikan kepada Daud yaitu: orang yang sanggup mengalahkan Goliat akan diberikan….

  1. Uang yang banyak = HARTA (1 TA)

  2. Puteri raja akan diberikan kepada dia. = WANITA (2 TA)

  3. Dihapuskan dari pajak Israel = KEHORMATAN = TAKHTA (3 TA)

Sebetulnya berita ini adalah berita yang keluar dari mulut orang yang sudah melarikan diri, tidak sanggup menyangkal diri dan memikul salib, tidak sanggup menghadapi kenyataan hidup. Tetapi meskipun kata-kata ini bisa menggugah perasaan orang-orang yang tidak berakal budi, tetapi Daud tidak terpengaruh. Karena, kata-kata itu hanyalah kata-kata yang bersifat 3-TA itulah HARTA, WANITA, TAKHTA, ketiganya bersifat kenajisan percabulan…. 1 Samuel 17:25.

Daud justru berkata kepada Saul: Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu1 Samuel 17:32. Kemudian dalam 1 Samuel 17:33-35 Daud menceritakan pengalamannya sebagai seorang gembala, antara lain:

  • Mengalahkan beruang dan singa

  • Menolong dan menyelamatkan domba-domba yang digembalakannya.


Tetapi ada banyak orang Kristen datang dari berbagai lapisan; kaya miskin, tua-muda, laki-laki atau perempuan, pejabat rendah sampai pejabat tertinggi, ribuan orang di dalam rumah Tuhan tidak mengerti berita yang disampaikan terkait dengan 3-TA, tidak mengerti bahwa itu adalah berita tentang kenajisan percabulan yang disampaikan oleh seorang pemimpin sidang jemaat yang sebenarnya takut menghadapi kenyataan hidup. 

Seorang pejabat, pemimpin suatu perusahan bahkan owner dari sebuah perusahan (CEO), mengerti mengkalkulasi usahanya dengan baik supaya tidak mengalami kerugian, tetapi sayangnya berita tentang kenajisan percabulan; tidak ia pahami, ini kan aneh dan lucu. Banyak orang yang dipengaruhi oleh binatang ini. Padahal sebetulnya, segala sesuatu yang ada di dalam binatang ini bersifat semu / akal-akalan. 


Jadi, sekali lagi saya sampaikan: betapa liciknya binatang ini dengan tipu dayanya untuk mempengaruhi banyak orang, dengan berbagai lapisan masyarakat di bumi ini. Tetapi, sesungguhnya Tuhanlah yang lebih berkuasa, karena kuasa dari binatang ini tidak melebihi dari kuasa Tuhan. Tuhanlah yang berkuasa atas langit di Sorga, atas bumi dan di bawah bumi. 

Ayat referensinya:

  • Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi  … (Filipi 2:10)

  • Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" … (Wahyu 5:13)

  • Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil … (Matius 11:25)


Jadi sekali lagi saya tandaskan, jangan kita terpengaruh dengan berita-berita yang muatannya adalah kenajisan percabulan, yang keluar dari mulut seorang pemimpin yang tidak bertanggungjawab. Tetapi kenyataannya, banyak orang terpengaruh, tertipu daya, bukan hanya orang bodoh, orang pandai pun tertipu, bukan hanya orang miskin, orang kaya juga bisa tertipu. 

Saudara, sungguh-sungguhlah perhatikan berita Firman ini, sungguh-sungguhlah dalam mengikuti Tuhan, jangan menjalankan ibadah bersifat Taurat/asal beribadah.


Kemudian selain bertanduk sepuluh di atas tanduknya-tanduknya terdapat mahkota …


YANG KEDUA: Berkepala tujuh dan pada kepala-kepalanya tertulis nama hujat.

Artinya: akal / rasio / pikiran dari binatang tersebut dikuasai oleh hal-hal yang bersifat keduniawian. Berarti, sama sekali tidak memikirkan hal-hal yang di atas (perkara rohani), selain perkara di bumi saja. Sangat berbeda dengan mempelai Tuhan…


Wahyu 14:1

(14:1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.


Di dahi mempelai perempuan tertulis: nama Allah dan nama Bapa-Nya --- selalu memikirkan perkara di atas, perkara rohani, kegiatan / aktivitas Roh Kudus. Pada dahi mereka tidak perlu lagi tertulis kota kudus, Yerusalem baru, karena dialah kota kudus, Yerusalem baru. 

Tetapi, kepada jemaat di Filadelfia dijanjikan bahwa Tuhan akan menuliskan nama Allah, nama Yesus dan nama kota kudus-Nya. Karena Tuhan rindu agar jemaat di Filadelfia kelak menjadi mempelai TUHAN … (Wahyu 3:12).


Sekarang kita melihat:

Praktek bila di kepala tertulis nama-nama hujat. 

YANG PERTAMA

Wahyu 13:2-3

(13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar. (13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.


Di sini kita melihat, satu dari kepala-kepalanya itu mengalami luka yang membahayakan hidupnya, artinya: hidupnya sudah di ujung tanduk / kritis, namun pada akhirnya, luka itu sembuh.

Pendeknya, binatang ini sanggup mengadakan mujizat kesembuhan


Sebelum saya lanjutkan, saya mau sampaikan SEDIKIT KESAKSIAN

Pada tahun 2020 terjadi “gempa bumi” mengguncang seantero dunia; (timur, barat, utara dan selatan,) itulah Covid-19 dan banyak jiwa yang menjadi korban. Tetapi ada yang lucu, penyakit ini dapat diidentifikasi dan disebutkan namanya. Kemudian, tidak lama dari Covid-19 ada, “pahlawan” memberikan suatu penyuluhan dan penyembuhan (memberikan obat). Sehingga, banyak orang yang hidupnya sudah di ujung tanduk / kritis / hampir mengalami kematian menerima “obat” itu . Memang nampaknya sembuh, lalu akhirnya, oleh kesembuhan yang terjadi, seluruh dunia heran lalu mengikuti binatang itu.


Ini adalah suatu pelajaran yang luar biasa. Tetapi, alangkah baiknya pengalaman ini disertai dengan pengikutan yang sungguh-sungguh kepada Tuhan. 


Di atas tadi sudah saya sampaikan: apapun yang ada di dalam diri binatang ini bersifat semu / kamuflase / tidak nyata, hanya akal-akalan saja, penuh dengan tipu muslihat. 

Tujuan binatang ini mengadakan mujizat kesembuhan:

  • Membuat penduduk bumi terheran-heran (mereka mencari simpatik).

  • Penduduk bumi akhirnya mengikuti binatang itu.

Saudara, sebaik apapun manusia, atau seperti apapun pertolongan yang kita alami di bumi ini, kita harus tetap berpegang teguh kepada nama Yesus. Tetapi lihatlah, begitu ada mujizat kesembuhan, penduduk bumi simpatik dan meninggalkan Tuhan (melepaskan imannya kepada salib di Golgota) mengikuti binatang itu. Mereka tertipu daya oleh pengaruh dari binatang ini.


Jadi saudara, jangan ada di antara kita yang menganggap enteng ibadah dan pelayanan, jangan ada yang mengentengkan kandang penggembalaan ini. Karena hanya Tuhan yang memberi jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi. Hanya dari Tuhan kita dapat pengertian untuk memperoleh keselamatan, tidak dari yang lain. Sungguh-sungguhlah, jangan terpengaruh oleh apapun dan siapapun, pegang apa yang sudah kita terima dari Tuhan. Justru harusnya kitalah yang mempengaruhi orang yang disekitar kita dengan apa yang kita punya, karena apa yang kita punya ini sungguh luar biasa dan mulia. 


Pertanyaan: Kenapa hal itu dapat dilakukan?

Jawabannya:  “… naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar. Berarti, apapun yang dikerjakan oleh binatang itu hanyalah tipu muslihat.


Contoh: orang sakit pergi ke dukun.

Kemudian dukun ini berkata: “penyakitmu nanti sembuh”. Orang itu pun dikasih air minum yang sudah dibacakan mantra. Nampaknya, penyakit di punggung sudah sembuh, padahal sebetulnya dukun itu memindahkan penyakitnya ke paha kiri. Minggu depan orang itu datang lagi, dan berkata: “penyakit di punggung sudah sembuh, tetapi timbul penyakit baru di paha sebelah kiri”. Dukun itupun ambil air yang sudah dibaca mantra lalu diminumkan ke orang itu sehingga sembuh. Tetapi sesungguhnya penyakitnya dipindah lagi, begitu terus-menerus. Singkatnya, orang ini diperdaya oleh setan. 

Kenapa dukun itu melakukan hal itu? Karena kekuatan, kekuasaan dan takhtanya datang dari iblis setan. Kalau kekuatan, kekuasaan dan takhtanya berasal dari Tuhan, pasti segala sesuatunya berjalan dengan ketulusan, tidak ada tipu daya. Pemulihan yang kita terima dari TUHAN nyata, kesembuhan yang kita terima dari TUHAN juga nyata. Luka-luka di hati, akar pahit; disembuhkan dan itu akan nyata, bukan semu. Bukan seperti orang nonton di bioskop; bahagia sebentar, tetapi seteleah selesai nonton pahit lagi. Apa yang diperbuat oleh Tuhan bersifat kekal, termasuk kesembuhan yang diberikan.


Ketika Yesus menderita sengsara oleh luka parah yang dialami-Nya di kayu salib, lanjut kepada pengalaman kematian supaya kita tidak binasa. Tetapi beda dengan binatang ini (juru selamat palsu), dia terluka parah tetapi tidak lanjut pada pengalaman kematian, justru diakhiri dengan mujizat kesembuhan, dengan demikian, tampaklah dua hal yang berbeda… Wahyu 13:3.

Sekarang, pilih mana: kita ikut Tuhan karena mujizat atau karena mau disucikan dan dibaharui darah Kristus supaya diselamatkan? Kiranya kita semakin dewasa dalam memilih pengikutan kita kepada Tuhan.


Wahyu 13:4

(13:4) Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"


Akhirnya, pengikut-pengikut binatang (antikris) tersebut menyembah naga dan binatang itu, tidak lagi menyembah Tuhan / Allah yang hidup.


Perlu untuk diketahui, pada Matius 4:8-10 terdapat 2 (dua) jenis penyembahan.

  1. Penyembahan tertinggi dari setan tritunggal yaitu; kerjaan dunia dengan kemegahannya alias MAMON (ayat 8-19)

  2. Dan penyembahan tertinggi di dalam Tuhan (ayat 10).

Tandanya: hanya kepada Dia saja kita berbakti = tekun dalam tiga macam ibadah pokok (menurut pola Tabernakel).


Tetapi dalam Wahyu 13:4, pengikut-pengikut itu menyembah naga dan antikris. Alasannya:

  • Karena naga itu memberikan kekuasaan kepada binatang.

Hanya karena kuasa, pengikut-pengikut itu menyembah setan. Jangan sampai karena kelaparan, ada orang mengikuti dan menyembah orang yang memberi bantuan (orang yang memberi uang), sehingga tidak lagi mengikut Tuhan. 

Jangan sampai karena sudah terlalu lama menganggur (tidak punya pekerjaan) sampai habis-habisan, lalu ada pahlawan memberikan bantuan, tetapi syaratnya jangan beribadah, saudara segera mengikutinya, hati-hati. Tetaplah sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah. Hari-hari ini adalah hari-hari terakhir, hari yang jahat, tidak ada lagi belas kasih, sebab kasih sudah semakin dingin.

  • Karena binatang itu mengadakan mujizat kesembuhan.

Hanya karena dua hal itu saja, seseorang bisa tinggalkan Tuhan. Itu sebabnya, pada akhir zaman nanti pedang yang keluar dari mulut Si Penunggan kuda putih akan membunuh binatang itu dan pengikut-pengikutnya pada masa perang Harmagedon. 

 

Praktek bila di kepala tertulis nama-nama hujat. 

YANG KEDUA.

Wahyu 13:5-6

(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. (13:6) Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.


Di sini kita melihat, binatang / antikris akan berkuasa atas seantero dunia selama 42 bulan atau 3½ tahun. Pada saat itu dengan penuh kesombongan ia akan membuka mulutnya untuk…

  • Menghujat Allah, tabiat-Nya: KASIH.

  • Menghujat Yesus Anak Allah, tabiat-Nya: FIRMAN ALLAH.

  • Menghujat kemah kediaman Allah = menghujat ROH ALLAH dan kegiatannya. Karena kegiatan Roh ada di dalam kemah kediaman Tuhan, seperti kita malam ini beribadah dan melayani di dalam rumah Tuhan. 


Mari kita lihat hal senada dengan: NUBUAT NABI DANIEL

Daniel 7:8 --- Perikop: “Keempat binatang dan anak manusia”

(7:8) Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.


“ … Tampak ada mata seperti mata manusia ...”

Jadi, antikris ini mempunyai mata dan matanya tajam untuk melihat segala geliat atau gelagat dari kehidupan manusia. Saya kasih bukti: HP (gadget) yang ada di tangan saudara, diketahui oleh binatang itu. Dan binatang itu juga tahu saudara menginginkan apa. Binatang itu juga tahu apakah saudara orang yang suka berkorban di tengah ibadah pelayanan atau orang kikir. Dia tahu saudara suka di kedai kopi, di mall, ngerumpi atau seperti apa. Maka, kalau saudara buka HP, yang ditampilkan adalah apa yang anda sukai. Jadi, hati-hatilah dengan alat-alat elektronik, seperti hp, laptop, Ipad, dan sebagainya.


Daniel 7:25

(7:25) Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.


Pada ayat 8 tadi, binatang itu memiliki “… mulut yang menyombong …” Dan pada ayat ini dikatakan: “… Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi …”

Jadi, dengan kesombongannya, mulut binatang itu menghujat Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. 


Kemudian, binatang itu berusaha untuk mengubah 2 (dua) hal:

  1. Waktu

  2. Hukum

Karena binatang itu mempunyai mata sehingga ia sanggup mengubah dua hal tersebut. Dia membuat perjanjian sendiri. Nanti kita akan melihat (membahas) hal itu.


Daniel 8:9

(8:9) Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai.


Antikris berkuasa atas bumi selama 3½ tahun dan kuasanya menjadi sangat besar. Dia datang dari utara, lalu bergerak ke arah selatan, kemudian ke arah timur sampai ke arah Tanah Permai. Pendeknya, berusaha merusak apa yang ada di dalam kemah kediaman Allah (Tabernakel).

Pintu Gerbang -> timur. 

Tanah Permai  -> barat.


Bila dikaitkan dengan pola Tabernakel, Tanah Permai -> Ruangan Maha Suci.

Singkat kata, binatang ini betul-betul menghujat kemah kediaman Allah = menghujat Roh Allah yang suci. Perlu untuk diketahui: Menghujat Allah masih diampuni, menghujat Anak Allah masih diampuni, tetapi menghujat kemah kediaman Allah (menghujat Roh Allah) tidak diampuni lagi … (Matius 12:31). 


Dalam masa 2000 tahun yang ketiga (masa Roh Kudus), itu adalah masa dimana kita harus fokus pada tujuan hidup yaitu: Kerajaan kekal, Yerusalem baru. Kalau menghujat kemah kediaman Allah, maka tidak mendapat pengampunan, karena dari 2000 tahun yang ketiga (masa kegiatan Roh) akan lanjut kepada 1000 tahun damai.

1000 tahun damai -> hari ke-7, hari perhentian KEKAL, Yerusalem baru. 

 


 

Tetapi lihatlah, betapa arogan dan sombongnya binatang ini sampai ia membuka mulutnya untuk menghujat kemah kediaman Allah, menghujat kegiatan Roh Allah. Janganlah kita seperti itu.


Daniel 8:10

(8:10) Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.


“… Bintang-bintang …” itulah hamba-hamba Tuhan yang diurapi, dijatuhkan ke bumi dan diinjak-injak, lalu bagaimana dengan anak-anak Tuhan yang tidak sungguh-sungguh?

Jadi, jangan berpikir masuk Sorga itu seperti semudah membalik telapak tangan. Sehingga tidak ada gairah di tengah ibadah dan pelayanan, hati-hati! Sekarang bebas-bebas, terlena dengan dunia ini, orang-orang seperti ini satu kali akan nangis darah, tetapi, sekalipun nangis darah, tidak akan mendapat kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. 


Pengertian luar biasa Tuhan berikan kepada kita yaitu; Firman yang dibukakan rahasianya, jangan tidak diharagai, simpan di hati. Kalau tidak, daging kita akan diserahkan kepada burung-burung di langit. Tetapi, sebelum sampai ke situ, lihatlah dulu penjabaran- penjabaran berikut.


Jadi sekali lagi saya sampaikan: binatang ini berkuasa atas bala tentara di langit itulah bintang-bintang di langit atau hamba-hamba Tuhan yang diurapi, mereka dijatuhkan lalu diinjak-injak. Betapa hebat sekali pengaruh dari binatang ini. Itulah yang saya katakan di atas tadi, bukan saja orang miskin, tetapi orang kaya juga bisa dipengaruhi. Bukan saja orang bodoh, tetapi orang-orang pandai di bumi ini juga bisa dipengaruhi. 


Daniel 8:11

(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.


Binatang / antikris membesarkan dirinya kepada Panglima bala tentara (TUHAN) dan bertindak:

  1. Merampas korban sehari-hari

  2. Menghujat kemah kediaman Allah / menghujat Roh Allah yang suci = tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.


Saudara, korban sehari-hari -> korban sembelihan dan korban santapan. 

(Ayat referensi: Daniel 9:27, Daniel 12:11).


KORBAN SEMBELIHAN -> ibadah dan pelayanan disertai dengan sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah.

Kalau hari ini kita menjalankan ibadah dan pelayanan lalu di tengah-tengahnya kita harus menyangkal diri, memikul salib, ikut Tuhan sampai berdarah-darah itu adalah kemurahan. Karena, dengan korban sembelihan kita diampuni dan diselamatkan. Tetapi, bila korban sembelihan dihentikan, maka, pada saat itu tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat, sebab darah Yesus tidak lagi berlaku untuk menghapuskan dosa. 

Saat ini darah Yesus masih berlaku, buktinya; kita boleh menghadap Dia lewat ibadah-ibadah yang dipercayakan dan di tengah-tengahnya kita menyangkal diri, memikul salib sampai berdarah-darah, itu tanda kita bertobat dan darah Yesus hapuskan dosa. 

Dosa tidak bisa dihapuskan dengan lamanya waktu atau dosa tidak dapat ditelan oleh zaman. Dosa hanya bisa dihapuskan oleh darah Yesus, syaratnya: mau mengakui dosa dengan jujur, tidak usah klarifikasi-klarifikasi. Kalau suka klarifikasi maka dosamu tetap. Kalau tuduhan orang tidak benar lalu engkau diam, berarti darah Yesus sudah ampuni engkau. Tetapi, dituduh padahal kenyataan tuduhan itu benar, tetapi justru klarifikasi-klarifikasi, maka darah Yesus tidak berlaku dan tidak mengampuni sehingga dosamu tetap. Entah benar atau tidak sebuah tuduhan; diam saja. Yang penting darah Yesus ampuni, itulah tanda bertobat. 


Tetapi, pada saat antikris berkuasa selama 3½ tahun, di situ ia menghentikan korban sembelihan, berarti tidak ada kesempatan untuk bertobat dan dosa diampuni sebab darah Yesus tidak berlaku lagi pada saat itu. Jadi, hargailah dengan sungguh-sungguh kemurahan yang ada saat ini.


KORBAN SANTAPAN -> Pengajaran Firman Allah yang murni dan benar, antara lain:

  1. Firman Pengajaran mempelai dalam terang Tabernakel.

  2. Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terang Roh Kudus, disebut juga “ … cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus …” 2 Korintus 4:4.

Kegunaannya …. Mazmur 119:130:

  1. Memberi terang, berarti; tidak lagi menyembunyikan dosa di tempat yang gelap -> IMAMAT RAJANI.

  2. Memberi pengertian kepada orang-orang bodoh supaya tidak lagi mengulangi kesalahan sebagai perbuatan bodoh -> ORANG BIJAKSANA.

Contoh, BIJAKSANA seperti…

  • Lima gadis bijaksana (Matius 25:1-13). 

Bukti bijaksana: menyongsong Mempelai laki-laki dengan membawa pelita dan minyak dalam buli-buli, sebagai persediaan.

Sedangkan lima gadis yang bodoh, membawa pelita tetapi tidak membawa minyak dalam buli-buli. Sehingga, karena Tuhan lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka, tetapi saat mengantuk datanglah Firman Pengajaran Mempelai membangunkan mereka. Tetapi, saat mereka terbangun dari tidur, lima gadis bodoh kehabisan minyak sedangkan lima gadis bijaksana mempunyai cadangan minyak dan masuk dalam perjamuan pesta kawin Anak Domba, lalu pintu di tutup. Sedangkan lima gadis yang bodoh pergi membeli minyak dan saat kembali pintu sudah ditutup. 


Saat ini adalah kesempatan bagi kita untuk membeli minyak. Persamaan kata membeli adalah bayar harga berarti; sangkal diri dan pikul salib. Bagaikan pohon zaitun tumbuk menghasilkan minyak. Bukankah Tuhan Yesus mengalami penumbukan di atas kayu salib sampai menghasilkan minyak? Jadi, kalau ibadah hanya sekedar (tidak sangkal diri pikul salib), maka ibadah semacam ini, tidak akan menghasilkan minyak, itu sama seperti ibadah dari lima gadis bodoh


  • Kemudian, BIJAKSANA sama seperti: orang mendirikan rumah di atas batu, sanggup menghadapi tiga jenis ujian … (Matius 7:24-25).

  1. Ujian dari atas, “… turunlah hujan…” Ujian ini datang dari naga.

  2. “… Datanglah banjir ...” itulah roh jual beli, kenajisan percabulan itulah roh antikris dengan ajarannya. Gereja Tuhan sekarang ini dibanjiri dengan ajaran kenajisan percabulan dari pemimpin-pemimpin yang tidak bertanggungjawab, pemimpin yang tidak berani menghadapi kenyataan, takut kalau jemaatnya kabur. Mereka hanya bisa mengumpulkan sebanyak-banyaknya, tetapi tidak memikirkan masa depan dari orang-orang yang dikumpulkan itu. 

  3. “… Angin melanda rumah itu …” -> Pengajaran palsu dari nabi-nabi palsu.

Tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Batu -> Korban Kristus, sebagai landasan hidup manusia (rumah TUHAN)


Orang yang mendirikan rumah di atas batu adalah orang yang bijaksana. Landasan hidupnya adalah korban Kristus bukan pasir,itulah daging dan keinginannya. … (Matius 7:26-27)


Tetapi nanti korban santapan ini akan dihapuskan sehingga banyak orang menderita karena kelaparan. Saat terjadi kelaparan, banyak orang mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman Tuhan, tetapi mereka tidak lagi mendapatkannya.

  • Mengembara dari laut ke laut yang ditemukan adalah ajaran antikris.

  • Menjelajah dari utara ke timur (darat)  yang ditemukan adalah ajaran nabi-nabi palsu.


Akhirnya…

Amos 8:13

(8:13) Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;


Yang rebah lesu adalah anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena lapar dan haus.

  • Cantik artinya;  sudah melayani tetapi belum dewasa.

  • Anak-anak dara artinya: belum dewasa.


Amos 8:14

(8:14) mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."


“… Mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi  …” = binasa untuk selama-lamanya.

Itulah yang akan terjadi nanti. Kenapa? Karena binatang ini menghujat kemah kediaman Allah = menghujat Roh Allah yang suci (kegiatan rohani yang suci) itulah ibadah dan pelayanan.

Jadi, pada masa anianya antikris selama 3½ tahun, tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat, karena darah Yesus tidak berlaku lagi di situ (korban sembelihan), korban santapan (Firman Allah) sudah dihapuskan juga. Sebab itu, nikmatilah korban santapan itu dari sekarang ini, jangan hanya menikmati dongeng-dongeng dan cerita-cerita isapan jempol dari seorang pemimpin  yang tidak bertanggungjawab.

Korban santapan 🡪 Pengajaran Firman Allah yang murni dan benar. 


Itulah terkait menghujat kemah kediaman Allah dan merampas korban sehari-hari. Tetapi ada yang sangat penting untuk diperhatikan lagi pada Daniel 7:25, hal itu jangan dilupakan


Daniel 7:25

(7:25) Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.


Di sini kita melihat; binatang itu berusaha mengubah WAKTU dan HUKUM.


Kita lihat lebih dahulu……

MENGUBAH HUKUM.

Pendeknya, Bagaimana binatang ini dapat mengubah hukum?


Jawabnya…

Daniel 8:12

(8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.


Di atas tadi kita sudah perhatikan; korban sehari-hari telah dirampas, kemudian kemah kediaman-Nya sudah dirobohkan, binatang itu sudah menghujat Roh Allah yang suci itulah kegiatan Roh (ibadah dan pelayanan). Lalu, korban sehari-hari itu diganti dengan ibadah fasik.


Pendeknya, binatang / antikris mengadakan ibadah fasik.

Ibadah fasik bicara soal berhasil dan keberhasilan, lalu berkat dan keberkatan ganti dari korban sehari-hari. 

Jadi, yang dibicarakan hanya soal keberhasilan, kejayaan, kemakmuran, kehormatan, keberkatan, kemuliaan dan seterusnya, disebut juga dengan teori prosperity.


Jadi, selama kita menjalankan ibadah dengan bentuk korban sehari-hari, bukan berarti Tuhan sedang menekan kita dan membuat kita miskin. Tetapi, itu adalah bentuk kemurahan Tuhan yang begitu besar yang dinyatakan kepada kita. Oleh sebab itu, hargai hal itu, karena satu kali nanti kemurahan ini akan dirampas oleh binatang itu dan terjadi atas seizin Tuhan dan kita harus siap menghadapi hal itu. Tetapi, kalau dari sekarang kita tidak sungguh-sungguh memperhatikan korban sehari-hari, nanti akan menghadapi kesulitan yang sangat besar. Kehidupan yang tidak menghargai korban sehari-hari akan mudah goyah saat menghadapi situasi yang sulit pada saat binatang (antikris) menjadi raja atas dunia. Ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.


Singkat kata, dari sini kita bisa melihat binatang ini sudah MENGUBAH HUKUM, sebab binatang ini membuat perjanjiannya (hukum) sendiri. 


Daniel 9:27

(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."


“… Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat..”

Antikris membuat hukum. Hukum kemurahan diganti dengan hukumnnya sendiri / perjanjiannya sendiri. Hukum korban sembelihan dan korban santapan diganti, tetapi memberatkan banyak orang. Dan hal itu terjadi selama 3½ tahun. 


Hukum-hukum Allah sudah dinyatakan kepada kita. 10 hukum Allah intinya hanya satu yaitu KASIH. 

  • Loh batu pertama (hukum 1-4) adalah KASIH kepada Tuhan.

  • Loh batu kedua (hukum 6-1) adalah KASIH kepada sesama

Jadi, inti dari hukum-hukum Allah hanya satu yaitu KASIH  -> kemurahan / kasih karunia.

Jadi, persepuluhan (1 dari 10 hukum Allah) adalah kemurahan Tuhan. Pendeknya, Hukum kemurahan jangan diubah-ubah, berarti jangan terpaksa mengembalikan miliki Tuhan. Kalau itu diubah, memberatkan hidup kita, sebab tidak ada lagi kemurahan di situ. Oleh sebab itu, jangan miliki pikiran seperti binatang itu; tertulis nama-nama hujat --- kikir dan cinta akan uang sehingga tidak mengembalikan sepersepuluh padahal itu milik Tuhan.

Orang kikir, orang penakut dan kuatir akan menimbulkan kesusahan di hati. Sedangkan orang yang bebas dari ketakutan, kekuatiran, kikir adalah orang yang merdeka, tidak memberatkan hidup. Bukankah 10 hukum Taurat ini telah dieksekusi di atas kayu salib? Pendeknya, salib adalah kemurahan (kasih karunia), jangan ubah itu, sebab, kalau kemurahan dihapuskan, memberatkan hidup seseorang.


Antikris sudah di depan mata, dia akan mengubah hukum. Dan ketika hukum itu diubah, itu yang memberatkan hidup manusia. 

  • Dikuasai roh kikir; memberatkan hidup

  • Dikuasai rasa takut dan penuh kekuatiran; memberatkan hidup

Mulai sekarang, pandanglah salib di Golgota yang sudah mengeksekusi 10 hukum Taurat sampai selesai, itu adalah kemurahan bagi kita. Darah-Nya tercurah di atas bukit Golgota sehingga membebaskan kita dari kekuatiran, ketakutan, roh kikir dan dari dosa-dosa yang lain, itu adalah kemurahan hati Tuhan. Hukum semacam ini jangan diubah. 


Selain itu, binatang itu juga…

MENGUBAH WAKTU.

Saudara, Yosua pernah membuat matahari berhenti di langit. Sebelum ia menyelesaikan / menumpaskan musuhnya, ia berdoa supaya matahari berhenti di langit. Itu terjadi hanya satu  kali sepanjang dunia (langit bumi) ada, tetapi itu bentuk positif.  Namun antikris juga berusaha melakukan apa yang sudah pernah dilakukan oleh Yosua, dan itu dilakukan satu kali untuk selama-lamanya, tetapi dalam bentuk negatif.


Inti dari Daniel 9:27 dan Daniel 11:31 binatang atau antikris disebut pembinasa keji


Contoh KEJI 

Ulangan 25:14-13 --- Perikop: “Sukatan dan timbangan yang benar”

(25:13) "Janganlah ada di dalam pundi-pundimu dua macam batu timbangan, yang besar dan yang kecil. (25:14) Janganlah ada di dalam rumahmu dua macam efa, yang besar dan yang kecil.


Jangan ada dua macam batu timbangan, yang besar dan yang kecil. Maksudnya:

  • Batu timbangan besar ditujukan untuk yang lahiriah (perkara di bawah), 

  • Tetapi batu timbangan yang kecil ditujukan untuk ibadah dan pelayanan (kegiatan Roh). 

Yang semacam ini jangan ada di dalam hati atau hidup kita.


Kemudian, Jangan ada dua macam efa, yang besar dan yang kecil.

Maksudnya; efa (takaran) untuk mendengar Firman dikecilkan, tetapi efa atau takaran untuk yang lahiriah dibesarkan. 


Ini adalah kekejian dari antikris, dia sudah mengubah waktu. Jam ibadah dikurangi, jam untuk mendengarkan Firman dikurangi, akhirnya setiap orang dikit-dikit main HP (gadget) menghabiskan waktunya sepanjang hari untuk main hp (telepon genggam), sibuk dengan mobile legend, dan menonton drama. Oleh sebab itu, anak-anak TUHAN jangan tertipu sebab sekarang binatang itu sedang mengubah waktu. Waktu untuk jam-jam ibadah dan jam-jam dimana anak-anak TUHAN harus menyembah diubah sehingga banyak orang sibuk hanya untuk yang lahiriah.


Ulangan 25:15

(25:15) Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa yang utuh dan tepat -- supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.


Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa yang utuh dan tepat.


Tujuanya; Supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu

Panjang umur beda dengan lanjut umur.

  • Panjang umur = dari umur 1 tahun kemudian bertambah jadi 2, 3 tahun dan seterusnya sampai 70 atau 80. 

  • Tetapi lanjut umur, maksudnya; dari bumi ini akan lanjut dibawa sampai ke kerajaan Sorga, Tuhan lanjut lagi sampai kepada kekekalan.


Oleh sebab itu, anak-anak TUHAN harus hidup dengan bijaksana, karena binatang tersebut sanggup mengubah waktu, juga mengubah hukum/perjanjian.


Itulah sebabnya, pada akhirnya, daging dari binatang (antikris) tentara-tentaranya akan diserahkan kepada burung-burung. Tetapi hal ini belum selesai, minggu yang akan datang kita akan periksa lagi. Kerjakanlah keselamatan itu dengan takut dan gentar sesuai dengan berita Firman yang kita terima malam ini. Amin


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman oleh;



No comments:

Post a Comment