KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, June 20, 2026

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 13 JUNI 2026

 


IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 13 JUNI 2026

STUDY YUSUF

(Seri 21)

 

Subtema: KERAJAAN ALLAH DATANG DI BUMI

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, selanjutnya kita akan mendengarkan curahan Kasih Tuhan itulah Firman Allah yang akan kita terima.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan yang turut bergabung lewat online, atau live streaming atau video internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan.

 

Selanjutnya mari kita ikuti STUDY YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja. Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari pada Tuhan supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Kejadian 44:18-34 ---Perikop: “Yehuda membela Benyamin”

 

Seluruhnya adalah tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir, yang memohonkan kelepasan bagi Benyamin.

 

Alasan Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin…

Jawabnya ada pada…

Kejadian 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:

-          Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka… (ayat 29).

-          Turun ke dunia orang mati karena dukacita… (ayat 31).

 

Perlu untuk diketahui; Mati karena nasib celaka dan mati karena dukacita = Binasa. 

Sesungguhnya Tuhan tidak menghendaki kebinasaan manusia, melainkan supaya manusia beroleh hidup yang kekalYohanes 3:16.

 

Contoh: MATI KARENA NASIB CELAKA

 

Saudara pada Wahyu 9 dan Wahyu 11 terdapat tiga celaka sebagai penghukuman dari sangkakala yang kelima, sangkakala yang keenam dan sangkakala yang ketujuh.

 

CELAKA PERTAMA: Wahyu 9:1-12Sangkakala yang kelima.

CELAKA KEDUA: Wahyu 9:13-21Sangkakala yang keenam.

CELAKA KETIGA: Wahyu 11:15-19Sangkakala yang ketujuh Nyanyian puji-pujian para tua-tua.

 

Malam ini kita kembali membahas: CELAKA KETIGA.

 

Wahyu 11:14

(11:14) Celaka yang kedua sudah lewat: lihatlah, celaka yang ketiga segera menyusul.

 

Celaka yang kedua sudah lewat, maka celaka ketiga segera menyusul.

 

Mari kita melihat CELAKA KETIGA…

Wahyu 11:15-19---Perikop: “Sangkakala yang ketujuh Nyanyian puji-pujian para tua-tua”

(11:15) Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya." (11:16) Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Allah di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Allah, (11:17) sambil berkata: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja (11:18) dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi." (11:19) Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

 

Hal ini berbicara tentang; CELAKA KETIGA.

Singkat kata, CELAKA KETIGA akan terjadi tepatnya pada saat sangkakala yang ketujuh (sangkakala yang terakhir) ditiup.

 

Perlu untuk diketahui; pada saat sangkakala yang ketujuh ditiup, pada saat itu 2 (dua) hal dinyatakan:

1.       Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan / diambil ahli oleh Tuhan.

Itu berarti; Kerajaan Allah sudah datang di bumi.

2.       Untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.

Itu berarti; penghukuman Allah terjadi atas dunia.

Saudara, itulah dua hal yang dinyatakan dan akan terjadi pada saat sangkakala yang ketujuh (terakhir) ditiup.

 

Saudara, malam ini kita kembali menyelidiki: “KERAJAAN ALLAH SUDAH DATANG DI BUMI” (Bagian ke 2).

 

Wahyu 11:15

(11:15) Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."

 

Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan / diambil ahli oleh Tuhan dan Ia memerintah sebagai Raja sampai selama-lamanya.

Singkat kata; pada saat kedatangan Tuhan kembali, Dia akan datang ke dunia ini sebagai Tuhan dan sebagai Raja di atas segala Raja dan sebagai Imam Besar Agung untuk selama-lamanya.

Itu berarti; pemerintahan dari setan tritunggal telah disingkirkan, ia tidak lagi berkuasa atas muka bumi ini.

 

Kita pastilah bersyukur dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada Tuhan, sebab dalam Tuhan ada pengharapan.

 

Sedangkan Kerajaan Allah dimulai dari kerajaan seribu tahun damai di bumi ini, kemudian lanjut kepada Kerajaan Kekal, disebut Yerusalem baru.

Kerajaan seribu tahun di bumi bila dikaitkan dengan PETA ZAMAN, maka terkena kepada hari ke 7.

 

Gambar Peta Zaman

 

Sebab…

-      2000 ribu tahun yang pertama ->  zaman Allah Bapa    = TUHAN.

-      2000 ribu tahun yang kedua     ->  zaman Anak Allah   = YESUS.

-      2000 ribu tahun yang ketiga    ->  zaman Roh-El Kudus  = KRISTUS.

Seluruhnya ada 6 hari, karena 1000 tahun  = 1 hari bagi Tuhan.

Sedangkan hari ke 7 🡪 Kerajaan damai sejahtera 1000 tahun lamanya di bumi.

 

Sekarang kita akan baca KERAJAAN SERIBU TAHUN DI BUMI…

Wahyu 20:1-3---Perikop: “Kerajaan seribu tahun”

(20:1) Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; (20:2) ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, (20:3) lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

 

Naga, si ular tua atau disebut iblis / setan satu kali akan ditangkap / dirantai, lalu dilemparkan ke dalam jurang maut dan ia diikat seribu tahun lamanya. Maka di dalam bumi tidak ada lagi penyesatan selama 1000 tahun lamanya.

Itu sebabnya, disebutlah itu; Kerajaan damai sejahtera selama 1000 tahun lamanya.

 

Wahyu 20:4

(20:4) Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

 

Yang memerintah sebagai raja pada masa seribu tahun damai ialah: orang-orang yang dipenggal kepalanya, disebutlah itu; MATI MARTIR.

Orang-orang yang mati martir itu adalah: orang-orang yang memiliki kesaksian tentang Yesus, yaitu;

-          Penuh dengan Roh-El Kudus.

-          Penuh dengan Firman Allah.

Tetapi, kalau kita melihat ayat 4 ini ada yang kurang, yaitu: DOA PENYEMBAHAN.

 

1.       Penuh dengan Roh-El Kudus, bila dikaitkan dengan tiga alat di dalam RUANGAN SUCI terkena kepada Pelita Emas -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh.

2.       Penuh dengan Firman Allah, bila dikaitkan dengan tiga alat di dalam RUANGAN SUCI terkena kepada Meja Roti Sajian -> Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan Perjamuan Suci = Persekutuan dengan Firman Allah dan tubuh, darah Yesus.

Sedangkan alat ke 3 adalah : Mezbah Dupa adalah Doa Penyembahan.

 

Berarti, kurang satu alat itulah Mezbah Dupa berbicara tentang Doa Penyembahan.

Pendeknya, orang-orang yang mati martir itu adalah orang-orang yang ibadahnya tidak sampai kepada puncak ibadah yaitu; doa penyembahan, sehingga mereka tidak dapat melarikan diri dari masa aniaya antikris yang berlangsung selama 3 ½ tahun di atas muka bumi ini.

Memang kita akui mereka tidak mencapai kepada puncak ibadah, itulah; doa penyembahan. Tetapi mereka tetap mempertahankan nama Yesus di dalam diri mereka, dengan bukti antara lain:

1.       Mereka tidak menyembah binatang / antikris.

Hal ini bisa dibandingkan dengan Wahyu 13:3-5.

2.       Mereka tidak menyembah patung antikris.

Hal ini bisa dibandingkan dengan Wahyu 13:15.

3.       Menolak meterai antikris yaitu; 666 di dahi dan di tangan kanan mereka.

Hal ini bisa dibandingkan dengan Wahyu 13:16-18.

 

Sekarang kaitan dari Wahyu 20:1-4 yang sudah telah kita baca…

Wahyu 20:5

(20:5) Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.

 

Orang-orang yang mati sebelum aniaya antikris misalnya; anak-anak Tuhan yang mati dari zaman dahulu; yaitu zaman Adam, Abraham, Daud sampai hari ini tidak bangkit sebelum berakhir masa kerajaan seribu tahun damai itu.

Berarti; kerajaan seribu tahun damai hanya berlaku pada kebangkitan pertama, yaitu orang-orang yang mati martir, yang ibadahnya tidak sampai kepada puncaknya itulah doa penyembahan, tetapi masih tetap mempertahankan nama Yesus. Juga berlaku bagi orang masih hidup dan yang ibadahnya berada pada tingkat ibadah yang tertinggi / puncak ibadah, yaitu; doa penyembahan, sebab kepada mereka diberikan sayap burung nazar yang besar, untuk menerbangkan mereka ke Padang Gurun, untuk dipelihara di situ, selama berlangsung aniaya antikris di bumi.

 

Jadi Kaum Muda Remaja GPT Betania perhatikanlah akan hal ini. Kalau memang engkau sudah menerima jus 1, jus 2, bahkan jus 3, maka tekunlah dalam tiga macam ibadah pokok (arti jus bukan secara ilmiah, tetapi dapat dipanjangkan dalam hati)

Oleh sebab itu, aktiflah menjalankan ibadah dan pelayanan disertai dengan sangkal diri, pikul salib, sampai berdarah-darah. Itulah yang menjadi taruhannya, supaya dengan demikian apabila antikris menjadi raja dan memerintah atas dunia ini selama 7 tahun penuh yang memuncak pada 3 tahun ½ yang kedua, maka tetaplah mempertahankan nama Yesus.

 

Oleh sebab itu…

-          Tolak penyembahan kepada binatang yaitu antikris.

-          Tolak penyembahan kepada patung antikris yang memang dapat berbicara. Sebab dunia ini sudah mulai diatur-atur; oleh patung yang berbicara, ekonomi, politik diatur oleh binatang itu. Bahkan seluruh aspek-aspek kehidupan manusia pada akhirnya akan diatur seutuhnya oleh binatang itu.

Tetapi saudara, tetaplah bertahan, jangan menyembah patung binatang itu.

-          Tolak tanda dari binatang pada dahi atau pada tangan kanan. Adapun tanda binatang itu ialah 666.

Memang tanda binatang itu atau disebut cap meterai antikris berguna untuk bebas membeli, dan bebas untuk menjual. Hal itu pernah terjadi pada saat covid-19 (pandemi), dimana semua orang dilarang keluar rumah, dan kalaupun keluar rumah itu pun karena terpaksa.

Tetapi ada syaratnya:… syarat pertama; harus menggunakan masker, dan syarat kedua; harus mendapatkan jus 1, 2 dan 3.

 

Demikian juga pada saat antikris menjadi raja dan berkuasa, untuk boleh menjual dan membeli, ada syaratnya, yaitu; di tangan kanan atau di dahi seseorang harus ada tanda binatang atau cap meterai dari antikris itulah; 666.

 

Tetapi mereka yang memerintah bersama dengan Kristus pada kerajaan seribu tahun damai, MENOLAK semuanya itu, meskipun ibadah mereka tidak sampai kepada puncaknya, itulah doa penyembahan. Namun mereka tetap mempertahankan nama Yesus di dalam diri mereka, sehingga kepala mereka rela di penggal (leher digorok) oleh pedang dari antikris.

 

Tetapi percayalah orang-orang yang mati martir telah disediakan tempat bagi mereka, yaitu; kerajaan seribu tahun damai.

Pendeknya, kerajaan seribu tahun damai disebutlah itu kebangkitan yang pertama. Tetapi mereka yang mati dari zaman Adam sampai zaman Daud juga yang mati sebelum aniaya antikris terjadi tidak dibangkitkan, tetapi mereka akan dibangkitkan pada akhir zaman, disebutlah kebangkitan yang kedua tepatnya pada saat Yesus tampil sebagai hakim pada penghakiman di takhta putihWahyu 20:11.

 

Pendeknya, mereka yang diselamatkan langsung masuk kepada kerajaan kekal yaitu: Yerusalem yang baru, tanpa melalui kerajaan seribu tahun damai di bumi.

Sedangkan kematian kedua itulah api neraka sebagai penghukuman sampai selama-lamanya

 

Jadi saudara, betapa pentingnya kita untuk menjadi satu kehidupan domba yang tergembala, berarti tekun di dalam tiga macam ibadah pokok disertai dengan sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah = beribadah dan melayani sesuai dengan pola kerajaan Sorga.

Tanda tergembala; taat dan dengar-dengaran dan terus mengikuti geraknya Firman Penggembalaan (ikuti Gembala). Ikuti terus meskipun berat dan sakit (tidak cocok di hati, itu namanya berdarah-darah.

Kalau tidak cocok di hati, tetapi lanjut dengan rasa jengkel (membiarkan rasa jengkel) berarti belum ada tanda darah.

 

Jadi, tekun dalam tiga macam ibadah pokok disertai dengan sangkal diri, pikul salib harus sampai berdarah-darah, meskipun pada tahap jus 3 pasti akan tertolong, karena kehidupan semacam ini akan tetap mempertahankan nama Yesus.

PUNCAK BERDARAH-DARAH (sangkal diri pikul salib): RELA DIGOROK ATAU DIPENGGAL OLEH PEDANG ANTIKRIS.

Tetapi alangkah bagusnya apabila kita lewat melalui jalur ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok untuk, mencapai puncak ibadah, itulah doa penyembahan.

 

Pendeknya, kerajaan seribu tahun damai disebutlah itu kebangkitan pertama berlaku bagi mereka yang mati martir, dan orang-orang yang luput dari aniaya Antikris.

 

Tadi saya sudah katakan kerajaan Allah itu dimulai dari kerajaan seribu tahun damai di bumi dan lanjut kepada Kerajaan Kekal yaitu; Yerusalem baru.

 

Kita akan melihat KERAJAAN KEKAL, YERUSALEM BARU

Wahyu 21:1-2

(21:1) Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. (21:2) Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

 

Langit, bumi yang baru itulah Yerusalem baru turun dari sorga dari Allah, berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

Jadi, pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya, itulah; Yerusalem baru.

Itu sebabnya, kita menyatakan diri sebagai kehidupan yang rela untuk disucikan, bagaikan yang dimandikan oleh air Firman Allah sampai tidak ada lagi cacat cela atau kerut atau yang serupa itu, sehingga kita ditempatkan di hadapan diri-Nya dengan cemerlang.

 

Jadi di tengah ibadah harus ada Firman Allah yang disampaikan. Maka jikalau ibadah tanpa penyucian oleh FIRMAN, saya kira ibadah itu tidak akan memuncak sampai kepada kesempurnaan.

Itu sebabnya berkali-kali saya sampaikan, pengikutan kita kepada Tuhan tidak boleh berhenti hanya sampai kepada Injil Keselamatan. Memang di tengah-tengah Injil Keselamatan terjadi suatu kegerakan, itulah; tanda-tanda heran, perbuatana ajaib, termasuk mujizat kesembuhan.

Tetapi Alkitab dengan jelas berkata; -- harus beralih kepada perkembangan yang penuh (Ibrani 6:1).

Berarti; menerima Injil Kerajaan disebut juga Cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus, itulah Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan… (2 Korintus 4:3-4).

Bila terjadi pembukaan rahasia Firman maka akan terjadi dua hal, sebagaimana yang tertulis dalam…

Mazmur 119:130.

(119:130) Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

 

1.       Memberi pengertian.

Berarti: orang tidak lagi tinggal di dalam gelap, tidak ada lagi dosa yang disembunyikan = semua sudah berada dalam terang-benderang -> Imamat rajani (1 Petrus 2:9)

2.       Memberi pengertian kepada orang bodoh, sehingga orang bodoh menjadi satu kehidupan yang bijaksana.

Gambarannya: seperti orang yang mendirikan rumah di atas batu --- landasan hidupnya adalah korban Kristus. Oleh sebab itu, manfaatkanlah ibadah ini disertai dengan sangkal diri, pikul salib sampai berdarah-darah, itulah landasan hidup dari orang bijaksana.

 

Selanjutnya, terkait dengan orang bijaksana, seperti … (Matius 7:24-25), 5 gadis yang bijaksana,di dalam ibadah tidak hanya membawa pelita, tetapi membawa minyak dalam buli-buli sebagai persediaan. Pengertiannya sama dengan; ibadah pelayanan disertai dengan sangkal diri, pikul salib sampai berdarah dararah. Jadi tidak cukup hanya beribadah, tapi juga harus sampai menghasilkan minyak urapan. Minyak urapan diperoleh lewat salib di Golgota, seperti minyak zaitun tumbuk --- demikianlah Yesus mengalami penumbukkan di atas kayu salib. Sehingga dengan demikian, kita mendapat pengurapan. Itulah orang bijaksana… (Matius 25:1-13).

 

Itulah terkait dengan Yerusalem baru, pengantin perempuan berdandan untuk suaminya.

 

Lanjut kita lihat: KERAJAAN KEKAL (Yerusalem Baru)

Wahyu 21:16

(21:16) Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.

 

Kota kudus Yerusalem baru bentuknya empat persegi, berarti; panjang dan lebar sama. Kalau panjang dan lebar sama berarti; disebutlah empat persegi. Hal ini menunjukkan bahwa: Yerusalem baru berbicara tentang kepastian.

Beda dengan bumi dan planet-planet yang lain, bentuknya bulat, itu sebabnya terjadi perputaran sehingga terkadang di atas, terkadang di bawah. Itulah kehidupan manusia di bumi.

 

Semestinya kehidupan kita harus: tetap dalam kebenaran, kekudusan, dan kemuliaan. Itu semua harus tinggal tetap di dalam diri kita.

-          Tekun dalam tiga macam ibadah pokok; harus tinggal tetap.

-          Penyembahan; harus tinggal tetap.

-          Sampai kepada kemuliaan; harus tinggal tetap.

Tetapi planet-planet yang lain termasuk bumi dimana manusia tinggal, itu bentuknya bulat. Berarti, masih mungkin terjadi perubahan sehingga perkara-perkara surgawi tidak tinggal tetap di dalam dirinya.

 

Inilah Yerusalem baru (kerajaan kekal), berbicara tentang kepastian, karena bentuknya empat persegi --- panjang dan lebar sama.

“..Ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.”

Jadi, panjang, lebar, tingginya 12.000 stadia.

 

Kemudian…

Wahyu 21:17

(21:17) Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.

 

Di sini kita melihat, ukuran temboknya 144.000, inilah yang menjadi inti Mempelai.

 

Singkat kata, dari Wahyu 21:16B-17 di situ kita temukan angka-angka antara lain: 12.000 dan 144.000 ->  mempelai Tuhan atau gereja Tuhan yang sempurna, kalau kita bandingkan dengan Wahyu 7:4-8.

 

Wahyu 7:4-8

(7:4) Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. (7:5) Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu, (7:6) dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu, (7:7) dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu, (7:8) dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

 

12 suku Israel x 12.000 = 144.000

 

Kemudian, kalau kita kaitkan dengan Wahyu 14:1 --- Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang (144.000)  dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

 

Jadi, inti mempelai Tuhan adalah Yerusalem baru. Itulah Wahyu 21:16B-17.

 

Jadi dari angka-angka yang tertera -> inti mempelai Tuhan.

Pendeknya, Yerusalem baru bila dikaitkan dengan POLA TABERNAKEL terkena kepada Ruangan Maha Suci, karena panjang dan lebar dan tingginya sama = 10 hasta, 10x10x10=1000 hasta. Itulah kerajaan seribu tahun damai juga lanjut kepada Kerajaan Kekal, yaitu; Yerusalem baru.

 

Pertanyaannya: APA YANG TERJADI DI SORGA PADA SAAT KERAJAAN ALLAH DATANG DI BUMI?

 

Mari kita baca…

Wahyu 11:15B-16

(15B)"Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya." (11:16) Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Allah di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Allah,

 

Dua puluh empat tua-tua di hadapan Allah tersungkur dan menyembah Allah.

Tersungkur dan menyembah Allah bila dikaitkan dengan tiga alat di dalam RUANGAN SUCI terkena kepada Mezbah Dupa 🡪 tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah doa penyembahan. Itu berarti; LAYAK MENDAPATKAN SAYAP BURUNG NASAR YANG BESAR.

 

Kita lihat puncak ibadah itulah; doa penyembahan, ada di dalam Injil Lukas 17:34-37 kemudian persamaannya ada pada Matius 24:28

Matius 24:28

(24:28) Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."

 

Jadi yang layak untuk menerima sayap burung nazar yang besar adalah bilamana ibadah sudah sampai kepada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah DOA PENYEMBAHAN.

Penyembahan =  penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah.

 

Kalau sudah berada pada puncak ibadah (doa penyembahan), layak mendapatkan sayap burung nasar yang besar. Sebagaimana Yesus telah menjadi bangkai yaitu; mati di kayu salib. Itulah yang disebut penyerahan diri atau penyembahan.

 

Bila dibandingkan dengan…

Matius 27:50

(27:50) Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

 

Ayat ini berbicara tentang penyembahan, artinya penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak Allah.

Itulah bangkai; penyembahan dan penyerahan diri sehingga layak untuk mendapatkan sayap burung nasar yang besar.

 

Kegunaan: SAYAP BURUNG NASAR YANG BESAR

Kita bisa temukan di dalam…

Wahyu 12:13-14

(12:13) Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. (12:14) Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

 

Jadi bumi ini telah dikuasai oleh antikris. Tetapi mempelai Tuhan atau lebih tepatnya orang yang layak mendapatkan sayap burung nasar yang besar telah di terbangkan ke padang belantara, disitu mereka mendapatkan pemeliharaan dari Tuhan ketika bumi ini dikuasai oleh antikris selama 3 tahun ½ lamanya.

Inilah suasana yang terjadi pada saat kerajaan Allah datang di bumi.

 

Kiranya kita berada dalam suasana ini, tetapi tidak mungkin bersuasana kerajaan sorga kalau tidak menggunakan Pola Tabernakel.

Jadi ibadah harus menggunakan POLA TABERNAKEL supaya kelak ada dalam suasana kerajaan sorga.

 

Pertanyaannya,; pada saat kapan 24 (dua puluh empat) tua-tua tersungkur, sujud menyembah Allah?

Jawabnya; pada saat kerajaan Allah datang di bumi.

 

Maka kalau kita perhatikan kitab Hakim-hakim 20:16--  Dari segala laskar ini ada tujuh ratus orang pilihan yang kidal, dan setiap orang dari mereka dapat mengumban dengan tidak pernah meleset sampai sehelai rambut pun.

Artinya; Tuhan melontarkan kita sampai kepada kesempurnaan lewat Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, sehingga kita layak menjadi mempelai Tuhan.

Berarti; Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel begitu akurat menjadikan kita mempelai Tuhan; milik kepunyaan-Nya, wujudnya adalah; doa penyembahan, sehingga tidak melesat bahkan sehelai rambut pun.

Kalau saudara mengambil sehelai rambut lalu saudara ukur, maka rambut kurang dari satu mili, tetapi Tuhan melontarkan kita tidak melesat sehelai rambutpun.

 

JADI JANGAN TOLAK PENGAJARAN MEMPELAI DALAM TERANGNYA TABERNAKEL.

        Hanya orang bodoh (yang belum mendapatkan pengertian) menolak pengajaran yang benar, itulah pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel.

     Hanya orang yang bosan terhadap didikan salib menolak pengajaran salib dan Pengajaran Tabernakel.

        Hanya orang yang lemah dan mudah putus asa menolak pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Jadi jangan bodoh, jangan bosan, dan jangan menjadi lemah dan putus asa.

Kuatlah dirimu oleh kekuatan dan kasih karunia yang datang dari Tuhan.

 

Wahyu 11:17

(11:17) sambil berkata: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja

 

Penyembahan dari 24 tua-tua adalah tanda ucapan syukur dan terima kasih mereka kepada Tuhan.

Kemudian, sekaligus suatu pengakuan mereka atas perbuatan Allah yang besar, yaitu; yang ada, yang sudah ada dan dan telah mulai memerintah sebagai raja = yang akan datang.

 

Kita kaitkan akan hal ini dalam…

Wahyu 1:7-8---Perikop: “Salam kepada ketujuh jemaat”

(1:7) Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin. (1:8) "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

 

Jadi yang datang dalam kemuliaan itu adalah Alfa dan Omega, itulah yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang

 

Lebih jelas lagi…

Wahyu 1:17-18

(1:17) Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, (1:18) dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

 

Jadi Wahyu 1:8 kita lanjut pada Wahyu 1:17-18; Yesus jelas adalah Alfa dan Omega berarti; yang Awal dan yang Akhir, Dialah yang ada, yang sudah ada, dan yang akan datang = hidup + mati + hidup.

Jadi, dari Alfa (awal) untuk sampai kepada Omega (akhir) dijembatani oleh Salib di Glogota.

 

Inilah yang diakui oleh 24 tua-tua tadi saat mereka tersungkur menyembah, mereka mengucap syukur kepada Tuhan, karena mereka tahu Tuhan itu adalah Alfa (awal) dan Omega (akhir), maksudnya DIA HIDUP, dari Sorga turun ke bumi untuk menderita sengsara bahkan MATI di kayu Salib, lalu BANGKIT pada hari ke 3, dan hidup kembali mulai memerintah sebagai Raja lagi di bumi ini.

 

Saudara inilah CELAKA KETIGA; terjadi pada saat sangkakala yang ketujuh ditiup oleh malaikat dan dua hal dinyatakan:

1.       Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan, dengan demikian Dia mengambil alih kerajaan di bumi ini.

Kerajaan di bumi ini dimulai dari kerajaan seribu tahun damai, lanjut kepada Kerajaan Kekal disebut Yerusalem baru.

 

Kita berdoa untuk hal yang ke 2 di minggu yang akan datang, kita akan terima jika Tuhan menghendaki.

Masih dalam CELAKA KETIGA yaitu -- untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi."… Wahyu 11:18.

Kita doakan, jika Tuhan kehendaki kita akan masuk pada pembahasan ini.

 

Tuhan Yesus memberkati kita sekaliaannya. Amen.

 

TUHAN YESUS KRISTUS MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI KITA SEMUA

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment