IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 26 FEBRUARI 2026
MALEAKHI
2:15
(Seri:
29)
Subtema: LIANGNYA SERIGALA ( Seri 2 )
Shalom.
Mula
pertama saya mengucapkan syukur kepada Tuhan oleh karena kemurahan hati Tuhan
kita sekaliannya telah dihimpunkan oleh Tuhan di atas gunung Tuhan yang kudus
lewat Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.
Saya juga
tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan yang turut bergabung lewat online/live
streaming atau video internet baik lewat Youtube, Facebook atau media
sosial lainnya yang dapat diakses. Selanjutnya, doa dan harapan kami kiranya
Tuhan membawa damai sejahtera di tengah-tengah perhimpunan ini, sehingga
berkuasa di hati kita dan kita boleh duduk diam dan tenang menikmati sabda
Allah, menikmati setiap perkataan-perkataan Allah yang sangat berkuasa menolong
kita di hari-hari terakhir ini dan kita sudah berada di penghujung jalan yang
harus kita tempuh. Oleh sebab itu, perhatikanlah segala sesuatu untuk
mengerjakan apa yang harus kita kerjakan sesuai dengan kehendak Tuhan. Akhir
kata dari apa yang kita dengar adalah Pengajaran Tabernakel itulah pribadi
Allah sendiri dan berpegang kepada Firman Pengajaran Mempelai itu adalah
kewajiban dari setiap orang.
Mari kita
mengikuti Firman dari KITAB MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan untuk
Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Kita akan membaca Maleakhi
2:15 yang merupakan seri yang ke-29.
Maleakhi
2:15
(2:15) Bukankah Allah yang Esa
menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu?
Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak
setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Allah yang
Esa memberkati laki-laki dan perempuan sehingga keduanya menjadi satu, bukan
dua. Kemudian, yang dikehendaki dari kesatuan itu ialah: KETURUNAN ILAHI.
Demi
mencapai keturunan Ilahi, Allah berfirman: “Jagalah dirimu!”
Namun di
dalam hal menjaga diri kita perlu menggunakan caranya Tuhan, tidak perlu
berusaha menggunakan metode ini dan itu, tidak perlu menggunakan cara-cara
manusia duniawi, sebab Alkitab berkata di dalam Mazmur 127:1 “…
jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
Soal
menjaga diri dengan caranya Tuhan dapat kita pelajari dan bahas di dalam Keluaran
23:21.
Keluaan
23:20
(23:20) "Sesungguhnya Aku mengutus
seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan
dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.
Tuhan
mengutus seorang malaikat berjalan di depan umat Israel, sama artinya: Gembala menuntun
domba-domba.
Keadaan
ketika gembala menuntun domba-domba dapat kita lihat di dalam Yesaya 40:11,
“… anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan
hati-hati.” Jadi, tidak sembarangan di dalam hal menuntun domba-domba,
tidak sembarangan meninggalkan domba-domba hanya karena kepentingan pribadi,
induk-induk domba harus terus dituntun dan digembalakan, tidak boleh
ditinggalkan begitu saja.
Tujuan
gembala menuntun domba-domba:
1.
Untuk melindungi domba-domba di jalan.
Sama seperti bangsa
Israel di padang gurun mereka dilindungi Tuhan dari musuh-musuh yang
menghadang. Musuh pertama yang menghadang mereka adalah bangsa Amalek, yang
menjadi sasaran bangsa Amalek adalah barisan terakhir/barisan belakang dari
bangsa Israel sebagai gambaran dari orang yang lemah, menunjuk kepada kehidupan
yang tidak menghargai hari ketujuh, hari Sabat. Kemudian, mereka juga dihadang
oleh bangsa Amori, bangsa Moab, dan Midian, bahkan bangsa Israel dilarang
melewati gunung Esau (gunung Edom) namun Tuhan berkata “jangan engkau memerangi
mereka, karena Israel (Yakub) adalah saudara sedaging daripada Esau (Edom), sebab
perjuangan kita bukan melawan darah dan daging … Efesus 6:12.
Maka, kita dapat melihat
bahwa memang Tuhan harus mengutus seorang malaikat kepada domba-domba supaya
domba-domba itu terlindungi di tengah-tengah perjalanan rohani kita kepada
Tuhan, sebagaimana kita malam ini jelas kita ada sebagaimana ada karena Gembala
Agung yang telah melindungi perjalanan rohani kita serta perjalanan nikah rumah
tangga kita sehingga kita ada ada sebagaimana kita ada itu karena Tuhan.
2.
Untuk membawa domba-domba ke tempat yang telah Tuhan sediakan.
Jika kita tidak
tergembala dengan baik maka kita tidak akan sampai ke tempat yang Tuhan
sediakan . Maka, perjalanan dari bangsa Israel akhirnya dibawa ke tempat yang
telah Tuhan sediakan disebut juga tanah perjanjian itulah tanah Kanaan.
Bagi kita Tuhan membawa
kita ke tempat yang telah Tuhan sediakan itu yaitu tanah air Sorgawi yang
nantinya menjadi milik pusaka kita masing-masing. Maka, dapat kita lihat bahwa
tergembala adalah harga mati, tidak boleh dipermainkan hanya karena perkara di dunia ini.
Kita
akan melihat “TEMPAT YANG TELAH TUHAN SEDIAKAN.”
Yohanes
14:1-2 -- Perikop: “Rumah Bapa.”
(14:1) "Janganlah gelisah hatimu;
percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (14:2) Di
rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku
mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat
bagimu. (14:3) Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah
menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke
tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
Yesus
telah pergi ke Sorga mendahului kita untuk menyediakan tempat bagi kita.
Namun, Ia akan datang kembali untuk membawa kita ke tempat yang telah
Tuhan sediakan bagi kita.
Maka,
tergembala tidak menjadi sia-sia. Oleh sebab itu, mau tidak mau dan suka atau
tidak suka kita harus menyerahkan diri menjadi kawanan domba Allah yang
tergembala, demi tempat yang telah Tuhan sediakan.
Syarat
menjadi domba yang tergembala:
a.
Janganlah gelisah hatimu.
Faktor penyebab
seseorang menjadi gelisah untuk menjadi domba-domba yang tergembala:
-
Harga diri, gengsi, ego.
-
Harta, kekayaan, uang yang banyak.
-
Pendidikan dan cita-cita.
-
Kedudukan, jabatan, pangkat.
Seharusnya kita lepas dari 4 hal
itu, namun bukan berarti kita tidak boleh memperoleh hati itu, jika datangnya
dari Tuhan maka tentu kita terima saja.
b.
Percayalah kepada Allah, percayalah kepada Anak.
-
Percayalah kepada Allah = Hidup dengan iman. Kita tidak melihat
Allah dan takhta Allah di Sorga namun untuk itu kita harus memiliki iman.
-
Percaya kepada Anak = Pandangan tertuju kepada salib. Jangan
memandang kepada hal yang lain supaya kita tidak sesat di jalan.
Jika memandang kepada
salib maka kita akan diarahkan kepada jalur yang tepat sehingga kita ada pada
koridornya Tuhan, dimana Tuhan ada maka disitu kita berada.
Di dalam
salib Kristus yang pasti:
-
Yang miskin menjadi kaya.
-
Yang hina menjadi mulia.
Oleh
karena salib kita akan dipercaya dan dibawa ke dalam kemuliaan kekal. Harta
kekayaan tidak membuat seseorang menjadi mulia, justru membuat seseorang
menjadi terpuruk.
Keluaan
23:21
(23:21) Jagalah dirimu di hadapannya dan
dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab
pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam
dia.
Jagalah
dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka
kepadanya.
Pendeknya,
JAGALAH DIRIMU, artinya: Tergembala dengan baik dan benar.
Tanda
seseorang tergembala: Mendengar suara gembala dan jangan mendurhaka
atau memberontak.
Pendurhakaan
paling sederhana dalam pengikutan kita kepada Gembala Agung adalah mengambil
keputusan sendiri tanpa mendengar suara Tuhan = Tidak dengar-dengaran. Padahal
Alkitab berkata di dalam Lukas 14:28, “Sebab siapakah di antara kamu
yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran
biayanya …” Jika pemberontakan semacam ini terus menerus berlangsung tanpa
mengakui dosa maka Alkitab berkata “engkau tidak akan diampuninya.” Jika
gembala kecil di bumi tidak mengampuninya, maka Tuhan tidak akan mengampuninya
karena nama Tuhan ada di dalam diri gembala.
Oleh sebab
itu, saudara tidak boleh berpikir bahwa beribadah itu sesuka hati, sebab di
dalam Matius 18:18 dikatakan: “… Sesungguhnya apa yang kamu ikat di
dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan
terlepas di sorga.” Hal itu harus dipahami dengan hati yang luas,
bijaksana, arif di hadapan Tuhan.
Jika hari
ini orang-orang Kristen mendurhaka bahkan tidak menghargai penggembalaan maka
setiap dosa dan pelanggaran tidak akan diampuni, sebab jika gembala tidak
mengampuni maka Tuhan tidak akan mengampuni, karena malaikat Tuhan adalah utusan
Tuhan.
Oleh sebab
itu, saudara jangan berpikir bahwa kita ini adalah “sesama manusia” hal itu
betul, namun malaikat Tuhan adalah utusan Tuhan. Maka jangan kita bertingkah
apalagi jika malaikat Tuhan itu melayani dengan tulus dan sepenuh hatinya.
Lebih
rinci tentang: “DOMBA-DOMBA TERGEMBALA.”
Yohanes
10:3-4
(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu
dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya
masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. (10:4) Jika semua
dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba
itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
Di sini
dikatakan: Penjaga membuka pintu.
Pendeknya,
tugas penjaga atau gembala adalah membuka pintu bagi domba-domba, itu
berarti domba-domba selalu di dalam kemurahan, meskipun berada di tengah-tengah
kesukaran dunia seperti domba di tengah-tengah serigala. Sebab oleh kemurahan
kita beroleh pertolongan.
Maka,
perkataan tergembala ini tidak sesimpel dan semudah kita berucap, namun soal
tergembala ini begitu penting dan begitu kita membutuhkannya. Sampai hari ini
kita ada sebagaimana kita ada itu karena Gembala Agung membuka pintu kemurahan
saat kita menghadapi kesulitan-kesulitan di atas muka bumi ini.
Sikap
domba-domba ketika gembala atau penjaga membuka pintu:
1.
Domba-domba mendengarkan suara gembala = Dengar-dengaran kepada suara Gembala
Agung.
2.
Domba-domba mengikuti penjaga atau gembala. Berarti, domba-domba
tidak boleh menyimpang ke kiri dan ke kanan.
Demikianlah
cara untuk menjaga diri dengan baik. Menjaga diri dengan baik berarti menjadi
diri dengan caranya Tuhan yaitu menjadi domba yang tergembala.
Biarlah
kiranya dengan mata terbuka kita melihat pribadi Yesus Kristus yang adalah
Gembala Agung senantiasa menuntun perjalanan rohani kita dari belakang.
Tentang: DOMBA-DOMBA
MENGIKUTI GEMBALA (Bagian 3).
Gembala
Agung
-> Pribadi Yesus Kristus.
Domba-domba -> Anak-anak Tuhan atau orang
Kristen yang telah menyatakan dirinya menjadi domba yang tergembala.
Orang-orang
Kristen harus tahu apa yang dimaksud dengan beribadah dan tergembala.
-
BERIBADAH berarti berbakti kepada Allah hingga
pada tingkat ibadah tertinggi yakni doa penyembahan. Namun, hal ini mustahil
tercapai jika anak-anak Tuhan atau orang Kristen tidak menjadi domba yang
tergembala.
-
TERGEMBALA, berarti:
- Taat, setia, dengar-dengaran.
- Mengikuti gembala kemana saja
ia pergi.
Boleh saja
apabila seseorang mau beribadah disembarang tempat atau dimana saja, tetapi
bukan berarti jika seseorang beribadah di gunung-gunung dan di bukit-bukit yang
tinggi lalu dapat mencapai tingkat ibadah tertinggi, itu adalah hal yang
mustahil. Sebab untuk mencapai kepada tingkat ibadah tertinggi harus
tergembala. Jika seseorang beribadah di sembarang tempat, di gunung-gunung
lain, maka disebutlah liar = Tidak tergembala, dan kehidupan semacam ini
disebut sebagai domba-domba yang tidak kenal tempat pembaringan. Pembaringan
adalah tempat dimana kita menyelesaikan semua perkara di hadapan Tuhan, tempat
kita membawa diri kita rendah di hadapan Tuhan, tempat yang nyaman dan aman
bagi jiwa kita.
Jadi
sekalipun seseorang tekun tiga macam ibadah pokok namun hanya sekedar beribadah
tanpa menyerahkan diri sebagai domba yang tergembala maka itu tidak ada
artinya. Maka, supaya hidup lebih berarti marilah kita lebih bijaksana dengan
semua pengertian yang telah kita terima.
Mau tidak
mau kita harus tergembala karena Tuhan Allah telah mengutus umat-Nya untuk
berjalan di depan domba-domba. Biarlah semakin hari kita semakin dimantapkan
oleh pengertian-pengertian, sebab firman yang diulang memberi kepastian
sehingga iman kita teguh dan kuat menghadapi segala persoalan, menghadapi
kesulitan yang menghimpit perasaan, pikiran dan hati.
Kita
kembali kepada pembahasan “DOMBA-DOMBA MENGIKUTI GEMBALA.”
Matius
8:18 -- Perikop: “Hal mengikut Yesus.”
(8:18) Ketika Yesus melihat orang
banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
Yesus
menyuruh murid-murid bertolak ke seberang. Berarti, pergi dari tempat
dimana kita berada ke tempat lain menyeberangi lautan manusia atau lautan dunia
= Menyeberangi atau melewati daerah maut supaya mengalami kebangkitan dan
hidup.
Daerah
maut -> Daging dari lautan manusia yang merupakan takhta iblis/takhta setan.
Oleh sebab
itu, jangan kita berjalan sesuai kehendak sendiri, mengikut Tuhan bukan dengan
cara sendiri tetapi kita harus bertolak menyeberangi lautan dunia/lautan
manusia supaya kita berada di tempat yang lain dalam suasana kebangkitan dan
hidup.
Biarlah semakin
hari kita semakin disucikan, jika kita menerima penyucian pasti hati kita
hancur dan tertolong oleh kemurahan Tuhan, namun jika kita menolak penyucian
dan lari dari penyucian maka engkau akan terhilang. Oleh sebab itu, jangan lari
dari penyucian dan bersikaplah seperti laki-laki. Jika seseorang berani
melakukan hal yang tidak baik di luaran sana maka seharusnya lebih dari itu
berani juga menghadapi yang suci, yang mulia. Hadapilah penyucian supaya kita
ditolong pada waktunya Tuhan.
Matius
8:19-20
(8:19) Lalu datanglah seorang ahli Taurat
dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja
Engkau pergi." (8:20) Yesus berkata kepadanya: "Serigala
mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia
tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Seorang
ahli Taurat berkata kepada Yesus: “Ia akan mengikuti Yesus, kemana saja Dia
pergi.”
Namun
Yesus berkata: “Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan
kepala-Nya.”
Artinya: Mengikut
Tuhan tetapi tidak menempatkan Kristus sebagai Kepala = TUBUH TANPA KEPALA.
Tuhan tahu
dan mengenal orang-orang yang hendak mengikut Tuhan, Tuhan tahu ahli Taurat ini
mereka mau mengikut Tuhan kemana saja Tuhan pergi tetapi kenyataannya ia tidak
menempatkan Kristus sebagai Kepala atas hidupnya, ia berjalan sesuai
kehendaknya saja.
Orang
semacam ini mustahil dapat mengikut Tuhan kemana saja Tuhan pergi. Sebab pada
Kepala ada mata, telinga, hidung, mulut dan perasaan, jika panca indera ini
tidak digunakan bagaimana mungkin seseorang dapat mengikut Tuhan dengan baik.
-
Mata = Pelita -> Roh Kudus. Jika dikaitkan
dengan pola Tabernakel terkena kepada Pelita Emas.
-
Telinga. Jika dikaitkan dengan pola Tabernakel
terkena kepada Meja Roti Sajian.
-
Mulut dan hidung. Jika dikaitkan dengan pola
Tabernakel terkena kepada Mezbah Dupa Emas.
Maka,
jangan kita seperti ahli Taurat ini yang berlaku konyol di hadapan Tuhan
seakan-akan Tuhan tidak mengetahui. Oleh sebab itu, jika kita juga mengikut
Tuhan dengan sesuka hati. Melayani dengan sesuka hati, jangan berpikir bahwa
Tuhan tida tahu siapa kita. Jangan kita berani berbuat sembarangan.
Inilah
ketegasan dan ketajaman dari Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel,
berarti betapa hebatnya Tuhan menolong dan menyempurnakan kita untuk menjadi
milik kepunyaan-Nya.
Hal ini
harus diperhatikan sebab ini adalah hari terakhir.
Dampak
negatif TUBUH TANPA KEPALA:
1. Menjadi liangnya
serigala.
2. Menjadi sarangnya
burung.
Keterangan:
MENJADI LIANGNYA SERIGALA (bagian kedua).
Artinya:
Dikuasai nabi-nabi palsu.
Serigala 🡪 Nabi-nabi dan guru-guru palsu.
Matius
7:15
(7:15) "Waspadalah terhadap nabi-nabi
palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi
sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Nabi-nabi
palsu atau guru-guru palsu adalah SERIGALA YANG BUAS, mereka menyamar seperti
domba.
Sedangkan
hamba-hamba Tuhan yang jujur dan tulus akan tampil sesuai dengan kehendak
Allah, contohnya: Rasul Paulus.
Roma
8:35-36 -- Perikop: “Keyakinan Iman.”
(8:35) Siapakah yang akan memisahkan
kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan,
atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
(8:36) Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam
bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba
sembelihan."
Rasul
Paulus dianggap sebagai domba-domba sembelihan, berarti tampil di tengah
ibadah pelayanan sesuai kehendak Allah, sesuai dengan apa yang menjadi maunya
Tuhan.
Berbeda
dengan nabi palsu adalah serigala tetapi menyamar seperti domba, ini adalah
tipu daya/tipu muslihat/kepalsuan dan itu bukan maunya Tuhan.
Tanda
sebagai domba sembelihan: Ada dalam bahaya maut sepanjang hari berarti
setiap hari.
Buktinya:
Tidak terpisahkan dari kasih Kristus sekalipun mengalami 7 perkara, yaitu:
1. Penindasan.
2. Keseksakan.
3. Penganiayaan.
4. Kelaparan (tidak
mempunyai makanan).
5. Ketelanjangan (tidak
mempunyai pakaian yang indah).
6. Bahaya yang disebabkan
oleh pihak luar dan dalam, bahaya di laut maupun di darat.
7. Pedang.
Inilah
gambaran dari domba-domba sembelihan, tetapi nabi palsu tidak seperti itu
justru jauh dari apa yang telah digambarkan oleh Rasul Paulus. Itu sebabnya,
nabi-nabi palsu disebut serigala tetapi berbulu domba.
Wahyu
13:11 -- Perikop: “Binatang yang keluar dari dalam bumi.”
(13:11) Dan aku melihat seekor binatang
lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba
dan ia berbicara seperti seekor naga.
Binatang
lain atau binatang kedua keluar dari dalam bumi 🡪 Nabi-nabi palsu.
Alasannya:
-
Tampilannya seperti domba.
-
Tetapi mulutnya seperti mulut seekor naga.
Maka, Wahyu
13:11 = Matius 7:11.
Pendeknya,
nabi-nabi palsu atau guru-guru palsu lidahnya penuh dengan kepalsuan sehingga
setiap perkataan atau ajaran yang keluar dari mulutnya penuh dengan kepalsuan.
Semestinya
kita jangan dikuasai kepalsuan, jika bicara maka bicara seadanya, jangan
seperti memberi pengharapan dan menyenangkan hati orang tetapi tiba harinya
justru tidak ditepati. Contoh sederhana dengan mudahnya berkata “iya Om” namun
selanjutnya tidak dia lakukan, ini adalah manusia palsu dan ini sama saja
liangnya serigala. Oleh sebab itu, jangan mukanya domba tetapi hatinya serigala
= Liangnya serigala.
2 Petrus
2:1 -- Perikop: “Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu.”
(2:1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu
tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada
guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang
membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus
mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri
mereka.
Ayat ini
menjelaskan kepada kita bahwa nabi-nabi palsu atau guru-guru palsu meminjam
paras dari pada domba tetapi sesungguhnya mulutnya sama seperti naga.
Zaman
dahulu nabi-nabi palsu telah tampil namun di zaman sekarang ini juga tampil
guru-guru palsu mereka memasukkan pengajaran-pengajaran sesat itulah ajaran
palsu karena mulut mereka adalah mulut naga. Sebab nabi-nabi palsu menyangkal
salib Kristus, menyangkal Penguasa itulah Yesus yang telah mengerjakan
penebusan 2000 tahun yang lalu di atas kayu salib. Yang benar jika seorang
hamba Tuhan tulus dan jujur maka tampilannya adalah domba dan mulutnya tetap
domba.
Paulus
tampil sebagai domba sembelihan maka yang keluar dari mulutnya adalah
ketulusan, buktinya ialah dia membawa pengajaran Salib kepada jemaat di Asia
kecil, supaya pengajaran salib ditegakkan di tengah ibadah pelayanan di atas
muka bumi ini dimanapun ibadah diselenggarakan.
Nabi palsu
menjadi sandungan sebab mereka hanya memikirkan apa yang dipikirkan manusia
yaitu perut. Jika perut yang selalu diikuti maka selanjutnya adalah kawin dan
mengawinkan, itu adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Kawin
mengawinkan secara jasmani berarti perselingkuhan, sedangkan secara rohani
ialah tinggalkan jam-jam ibadah karena kesibukan dunia disebut juga dengan,
kenajisan percabulan (persundalan).
Maka,
jangan merasa kita tidak butuh gembala dan mengambil keputusan sesuka hati
saja, akhirnya menjadi liangnya serigala. Lama-lama jika tidak keluar dari
liang itu maka akan “binasa.”
Menangislah
dan sadarlah, bertobatlah dan tinggalkan cara hidup yang lama yaitu merasa
hebat, tidak butuh pengetahuan dari Sorga. Namun, orang buta tidak melihat hal
ini sebagai kesalahan yang besar karena selaput daging sudah menutupi hati dan
pikirannya, sehingga ia tidak dapat melihat kesalahan itu.
Pendeknya,
nabi-nabi palsu adalah serigala berbulu domba.
2 Petrus
2:2-3
(2:2) Banyak orang akan mengikuti cara
hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran
akan dihujat. (2:3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha
mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi
untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak
akan tertunda.
Nabi-nabi
dan guru-guru palsu melayani karena dikuasai hawa nafsu dan keinginan daging di
tengah ibadah dan pelayanannya.
Prakteknya:
Berusaha mencari untung dari jemaat lewat ceritera-ceritera isapan jempol,
dongeng nenek-nenek tua, takhayul-takhayul, filsafat-filsafat kosong manusia,
dan disertai guyon-guyon.
Kemudian
pada ayat 2 dikatakan: Banyak orang akan mengikuti dia.
Namun,
sangat sedikit orang yang mengikuti pengajaran salib yang disampaikan oleh
hamba Tuhan yang tulus dan jujur di tengah ibadah dan pelayanan.
Andaikata
banyak manusia jujur kepada Tuhan dan jujur kepada hati nurani maka yang
diikuti adalah hamba Tuhan tulus, jujur dan polos dalam hal menegakkan
pengajaran salib.
PEKERJAAN
NABI PALSU.
Wahyu
13:13-14
(13:13) Dan ia mengadakan tanda-tanda
yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan
mata semua orang. (13:14) Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan
tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata
binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka
mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang
tetap hidup itu.
Pekerjaan
nabi-nabi palsu:
1. Mengadakan tanda-tanda
yang dahsyat.
2. Menurunkan api dari
langit ke bumi.
Namun, api
disini bukanlah api dari Sorga atau dari takhta Allah, namun api disini adalah
api yang membangkitkan semangat manusia namun bukan untuk mencari Tuhan
melainkan untuk mencari kepuasan hawa nafsu daging dalam dirinya sendiri.
Lihatlah
sekarang semuanya disediakan oleh AI dan dari AI semua terpenuhi, kemudian
hamba Tuhan belajar dari AI. Inilah api dari langit sekarang turun ke bumi.
Pekerjaan
nabi palsu ini memang sangat halus sekali kalau kita hanya melihat sepintas.
Oleh sebab itu, jika kita mengikuti Tuhan jangan asal-asalan, simak dengan baik
setiap rencana Allah dalam setiap pemberitaan Firman Allah. Saya merasa Tuhan
kita sangat besar, mulia dan sangat memperhatikan sidang jemaat GPT “Betania”
sekalipun jumlah kita tidak banyak, namun saya pastikan kita bukan liangnya
serigala karena saya tahu bobot pemberitaan firman ini.
Di dalam 2
Petrus 2:2, oleh karena nabi-nabi palsu banyak orang akan mengikuti nabi
palsu namun mengikuti jalan salib sangat sedikit. Memang nabi palsu ini dapat
memberikan kepuasaan daging:
-
2 Petrus 2:1-2, kepuasan daging.
-
Wahyu 13:11-14, kepuasan daging.
Sehingga
banyak orang mengikuti nabi-nabi palsu, sehingga bukan hanya nabi-nabi palsu
yang menjadi liangnya serigala namun pengikut-pengikutnya juga menjadi liangnya
serigala. Harapan saya, kiranya doa Imam Besar berlaku bahwa kita bukan
liangnya serigala.
Yohanes
6:24-26 -- Perikop: “Orang banyak mencari Yesus” dan “Roti hidup.”
(6:24) Ketika orang banyak melihat, bahwa
Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke
perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. (6:25)
Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata
kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" (6:26) Yesus
menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku,
bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah
makan roti itu dan kamu kenyang.
Banyak
orang berbondong-bondong mengikut Tuhan, tetapi bukan karena melihat
tanda-tanda yang ada di dalam diri Yesus, bukan karena Yesus pernah menderita
dan mati di atas kayu salib bagi mereka, tetapi karena MUJIZAT 5 roti dan 2
ikan yang sanggup memuaskan kehidupan orang banyak dan mengenyangkan
perut, terkhusus 5000 laki-laki tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
Tuhan tahu
cara pengikutan orang banyak ini, bahkan Tuhan tahu pengikutan kita tulus atau
tidak.
Mengikuti
Tuhan karena mujizat dan karena perut (hawa nafsu) adalah suatu kekeliruan.
Yohanes
6:27
(6:27) Bekerjalah, bukan untuk
makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai
kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab
Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
“Bekerjalah
…” Berarti,
layanilah Tuhan dan pekerjaan Tuhan bukan untuk sesuap nasi, tetapi
untuk makanan yang akan bertahan sampai kepada hidup kekal.
Makanan
yang dapat bertahan sampai kepada hidup kekal itulah TUBUH dan DARAH Yesus yang
telah diberikan Anak Manusia di atas kayu salib, meterainya adalah kita
melayani sampai berdarah-darah.
Melayani
Tuhan dan pekerjaan Tuhan disertai dengan sangkal diri dan pikul salib sampai
berdarah-darah itu adalah meterai bahwa kita melayani Tuhan sampai kepada hidup
kekal.
Namun,
orang banyak berbondong-bondong mengikut Tuhan menurut kehendak mereka,
mengikut Tuhan karena 5 roti dan 2 ikan
(mujizat), kemudian untuk kepuasan hidupnya itulah manusia daging, bukan untuk
kepuasan Tuhan. Seharusnya kita datang beribadah dan imam melayani pekerjaan
Tuhan untuk memuaskan hati Tuhan, tidak lebih dan tidak kurang.
Kita ini
sedang berjuang untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup kekal.
Yohanes
6:28-29
(6:28) Lalu kata mereka kepada-Nya:
"Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang
dikehendaki Allah?" (6:29) Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah
pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia
yang telah diutus Allah."
Percayalah
kepada Yesus Kristus yang telah menderita sengsara dan mati di atas kayu salib,
dengan lain kata Ia telah menyerahkan tubuh-Nya sebagai makanan dan
darah-Nya sebagai minuman.
Yohanes
6:52
(6:52) Orang-orang Yahudi bertengkar
antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan
daging-Nya kepada kita untuk dimakan."
Orang
Yahudi bertengkar hanya karena Yesus berkata: "Bagaimana Ia ini dapat
memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."
Oleh sebab
itu jangan kita gelisah dalam mengikut Tuhan dan jangan kita berkata “bagaimana
mungkin tubuh Yesus adalah makanan dan bagaimana mungkin darah Yesus adalah
minuman?” Yang pasti meterai dari makanan dan minuman adalah DARAH SALIB,
bekerja bukan untuk makanan yang akan binasa namun untuk makanan yang bertahan
sampai kepada hidup kekal.
Kita sudah
menikmati tubuh dan darah Yesus lewat pemberitaan firman dan perjamuan suci,
meterainya adalah melayani Tuhan dan pekerjaan Tuhan sampai berdarah-darah.
Yohanes
6:53
(6:53) Maka kata Yesus kepada mereka:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak
Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. (6:54)
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal
dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. (6:55) Sebab
daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. (6:56)
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan
Aku di dalam dia. (6:57) Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku
dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup
oleh Aku. (6:58) Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti
seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan
roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
Barangsiapa
makan daging Yesus dan minum darah-Nya maka akan:
YANG
PERTAMA: Dibangkitkan pada akhir zaman.
Sama
seperti mereka yang telah mati di hadapan Tuhan itulah Abraham, Ishak, Yakub,
ke-12 anak Yakub, murid-murid Yesus, Rasul Paulus, Petrus, dan lainnya, mereka
akan dibangkitkan pada akhir zaman karena mereka melayani Tuhan untuk makanan
yang akan bertahan sampai kepada hidup yang kekal.
YANG
KEDUA: Tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam dia.
Berarti
satu di dalam Tuhan, seperti Anak dengan Bapa dan Bapa dengan Anak adalah satu.
Kalau kita menikmati tubuh dan darah Yesus maka kita satu dengan Tuhan.
YANG
KEDUA: Ia akan hidup selama-lamanya.
Berarti
berada dalam kekekalan, bahagia bersama dengan Dia di dalam Kerajaan Sorga
untuk selama-lamanya.
Inilah
yang diajarkan Tuhan Yesus kepada orang banyak yang berbondong-bondong
mengikuti Dia, dan inilah yang diteladani Rasul Paulus di tengah ibadah
pelayanannya di hadapan Tuhan di tengah bangsa Kafir dan bangsa Yahudi,
termasuk kepada anak rohaninya itulah Timotius supaya Timotius melanjutkan
ajaran ini.
Rasul
Paulus mengikuti teladan Tuhan, Timotius mengikuti teladan Rasul Paulus, sampai
akhirnya kita semua juga mengikuti teladan Tuhan. Namun bagaimana pengikutan
orang banyak ini, apakah betul-betul mengikut Tuhan atau liangnya serigala?
Yohanes
6:60
(6:60) Sesudah mendengar semuanya itu
banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras,
siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
"Perkataan
ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
Intinya,
bila Pengajaran Salib ditegakkan, maka sangat sedikit orang yang mau bertahan
dalam satu peribadatan.
Berbeda
dengan nabi palsu dan guru-guru palsu mereka mengajarkan kepalsuan dan melayani
karena hawa nafsu, menyampaikan firman disertai dengan cerita isapan jempol
plus guyon-guyon sehingga memikat hati orang dan banyak orang akan mengikuti
hamba Tuhan semacam ini.
Namun
pengajaran salib bagi orang yang menerimanya mereka katakan “KERAS” dan mereka
berkata “siapakah yang sanggup mendengarkannya?”
Puji Tuhan
sampai malam ini dan detik ini kita masih bertahan mengikuti pengajaran salib
dan mengikuti ajaran salib karena kita tidak mau menjadi liang serigala yang
berujung kepada kebinasaan. Intinya, orang banyak tidak mau menjadi liang
serigala.
Yohanes
6:61-62
(6:61) Yesus yang di dalam hati-Nya tahu,
bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka:
"Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? (6:62) Dan
bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia
sebelumnya berada?
Tuhan maha
tahu dan melihat pengikutan setiap orang, Tuhan tahu dan melihat setiap orang
yang mendengarkan Firman Allah. Yang pasti dari ajaran salib akan membawa kita
naik ke Sorga.
Oleh sebab
itu, pilih mana ngomel dengan ajaran salib atau dibawa naik ke Sorga? Kalau
memilih naik ke Kerajaan Sorga, maka tidak perlu ngomel terhadap didikan salib
dan tidak perlu marah-marah lalu mengajak seluruh keluarga untuk memberontak.
Yohanes
6:63
(6:63) Rohlah yang memberi hidup, daging
sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu
adalah roh dan hidup.
Perlu
untuk diketahui; Pengajaran salib adalah ROH dan HIDUP.
Yohanes
6:65
(6:65) Lalu Ia berkata: "Sebab itu
telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau
Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."
Tidak ada
yang sampai kepada Bapa tanpa salib yang sudah dikaruniakan Allah.
Salib
adalah kasih karunia, penghubung antara tanah yang hina dan Sorga yang mulia.
Jika tidak ada penghubung maka tidak mungkin kehinaan sampai kepada kemuliaan,
sebab sampai hari ini masih banyak perbuatan bodoh.
Maka Yesus
berkata dengan jelas: “Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau
Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”
Jangan
menolak salib dan lebih suka dengan liangnya serigala itulah ajaran palsu.
Jangan menyukai liangnya serigala dan mau menjadi liangnya serigala, tetapi
kita mengikut Tuhan harus menempatkan Kristus sebagai Kepala.
Yohanes
6:66
(6:66) Mulai dari waktu itu banyak
murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
Akhirnya
banyak orang mengikut pengajaran salib.
Yohanes
6:66,
terdapat 3 angka 6, berarti orang yang menolak pengajaran salib adalah ANTIKRIS
dan ia sudah menerima cap meterai dari antikris.
Berapa
banyak ajaran yang baik dan benar ditolak akhirnya menerima tanda-tanda dari
antikris itulah 666. Maka, jika sudah terlanjur dan badanmu suka ngilu-ngilu
dan mudah lupa itu adalah akibat menerima jus racikan. Jika saudara juga
mengalami hal ini jangan sombong, jangan keras hati, jangan merasa tidak butuh
Tuhan dan tidak butuh pengertian dari Sorga.
Namun,
saudara harus rendah hati dan terima pengertian dari Sorga, sebab dunia ini
tidak lama lagi. Orang yang menolak pengajaran salib tanpa sadar sudah jatuh
dalam Yohanes 6:66, cap meterai antikris itu sudah ada di tangan kanan
mereka, di dahi mereka, di hati, pikiran dan perbuatan mereka setiap hari. Jika
tidak lepas dari perbuatan dan pikiran semacam ini maka niscaya akan binasa.
Oleh sebab
itu, berusahalah untuk mengerti hatinya Tuhan. Jangan hati kita lebih besar
dari hati Tuhan, melainkan hati Tuhan yang harus lebih besar dari hati kita
pribadi lepas pribadi.
Pekerjaan
dari serigala berbulu domba itulah nabi palsu: MEMBUNUH dan MEMBINASAKAN.
Ayat
referensi: Yohanes 10:12, 2 Petrus 2:1, Lukas 13:31-32.
Lukas
13:32
(13:32) Jawab Yesus kepada mereka:
"Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan
menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku
akan selesai.
Pekerjaan
dari Gembala Agung itulah Yesus Kristus yang telah mengerjakan penebusan atas
dosa dunia ialah MENYERAHKAN NYAWA-NYA di atas kayu salib. Berarti, menderita
sengsara dan mati di atas kayu salib namun pada hari ketiga bangkit.
Lewat
penebusan ini kita disembuhkan dari sakit hati, disembuhkan dari sakit penyakit
lahir dan batin, dan kita mengalami kelepasan berarti setan diusir yaitu
kesombongan, kikir, kuatir, tidak peduli dengan orang lain dan hanya peduli
pada diri sendiri. Itulah kandungan dari pengalaman kematian dan kebangkitan
Yesus Kristus, yaitu:
1. Mengalami kelepasan dari
setan yang menimbulkan kesombongan, keangkuhan, kecongkakan, kepentingan diri sendiri dan
suka memfitnah.
2. Disembuhkan lahir dan
batin.
Itulah
perbedaan pekerjan dari Gembala Agung dan serigala berbulu domba.
Betapa
bahagianya kita mendengarkan berita ini, dilepaskan dari liang serigala. Amin.
TUHAN
YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita
Firman:
Gembala
Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment