IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 19 MARET 2026
MALEAKHI 2:15
(Seri: 32)
Subtema: SUAMI SETIA TERHADAP
ISTERI DARI MASA MUDA
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan syukur kepada Tuhan oleh
karena kemurahan hati-Nya kita dimungkinkan untuk berada di tengah Ibadah Pendalaman
Alkitab yang disertai perjamuan suci.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat
tebusan Tuhan yang turut bergabung lewat online/live streaming, baik
lewat Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan atau
diakses. Selanjutnya, biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga, dari takhta
Allah berkuasa di hati kita sehingga kita boleh duduk diam dengan tenang
menikmati sabda Allah sehingga kehadiran kita tidak menjadi sia-sia.
Biarlah kita datang tidak dengan ibadah Taurat melainkan
menjalankan ibadah yang mengandung janji baik untuk masa sekarang maupun untuk
masa yang akan datang, sebab dunia ini sudah semakin tidak menentu, sudah
kacau, maka kita tidak boleh lengah dan tidak boleh bermain-main. Sebab untuk
masuk Sorga tidak bisa ditentukan oleh pengetahuan manusia dan pikiran manusia,
melainkan untuk masuk dalam Kerajaan Sorga diukur oleh firman itu sendiri.
Mari kita mengikuti KITAB MALEAKHI sebagai Firman
Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci, kita
masih berada pada Maleakhi 2:15 dan
malam ini merupakan seri ke-32.
Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan hati
Tuhan supaya firman yang dibukakan meneguhkan setiap kehidupan kita, pribadi
lepas pribadi.
Maleakhi 2:15
(2:15) Bukankah Allah
yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki
kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan
janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Allah memberkati laki-laki dan perempuan sehingga
keduanya menjadi satu daging, bukan dua. Kemudian, yang dikehendaki dari
kesatuan itu ialah: KETURUNAN ILAHI.
Keturunan Ilahi berarti lahir dari benih Ilahi itulah
Firman Allah, Roh Allah, dan kasih Allah. Seperti Yesus dikandung Maria yang
lahir dari benih Ilahi, yaitu Roh El Kudus.
Untuk mencapai keturunan Ilahi, Allah berfirman:
a.
Jadi jagalah
dirimu!
Terkait menjaga diri telah kita bahas bersama-sama untuk
beberapa seri pemberitaan firman Tuhan yang diakhiri pada minggu yang lalu.
b.
Dan janganlah orang
tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Malam ini kita akan masuk pada pembahasan tentang: JANGANLAH ORANG TIDAK SETIA TERHADAP ISTERI DARI MASA MUDA.
Intinya disini: Seorang suami harus setia terhadap
isterinya. Kesetiaan seorang suami dimulai dari masa mudanya sampai masa
tuanya. Oleh sebab itu, setialah seorang suami kepada isterinya dari masa muda
sampai masa tua. Kemudian, hai pemuda-pemuda berlajarlah untuk setia, karena
seorang pemuda kelak akan menjadi seorang suami, maka belajarlah menunjukkan
kesetiaan sejak dari sekarang di hadapan Tuhan.
Contoh kesetiaan seorang
suami dari SISI ABRAHAM.
Yesaya 51:1 -- Perikop: “Kata-kata penghibur untuk
Sion.”
(51:1) Dengarkanlah
Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah
gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang
penggalian batu yang dari padanya kamu tergali.
Pandanglah kepada Yesus, pandanglah kepada korban-Nya,
padanglah kepada pengalaman kematian dan kebangkitan-Nya, maka dari situ kita tergali/keluar.
Jika kita keluar dari situ maka hati Tuhan senang dan
kita diberkati lahir batin, sikap kita diberkati dan memberkati orang lain, tetapi
jika kita keluar dari yang lain-lain maka sikap kita tidak akan menyenangkan
hati Tuhan.
Hal ini harus disadari dengan baik sehingga kita tidak
berkata “kita ada sebagaimana kita ada karena kebetulan.” Namun kita keluar (tergali)
karena Yesus telah mati dan bangkit, supaya kita mengikuti Tuhan
sungguh-sungguh.
Yesaya 51:2
(51:2) Pandanglah
Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika
Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan
memperbanyak dia.
Selanjutnya, Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan
Sara yang melahirkan kamu, artinya: Orang Kristen atau anak-anak Tuhan
harus melihat dan belajar dari Abraham dan nikahnya.
Pendeknya, Abraham seorang suami yang dapat dijadikan
sebagai teladan.
Kemudian, Allah memanggil Abraham, lalu memberkati dan
memperbanyak dia.
Pendeknya, dari satu orang menjadi banyak.
-
Satu orang à Abraham.
-
Diberkati dan banyak à Bangsa Israel.
Ayar referensi: Keluaran 19:4-6.
Mari kita melihat Abraham ketika dipanggil.
Kejadian 12:1-3 -- Perikop: “Abram dipanggil Allah.”
(12:1) Berfirmanlah
TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak
saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan
kepadamu; (12:2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan
memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
(12:3) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan
mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi
akan mendapat berkat."
Abraham dipanggil Allah dan Abraham taat kepada
panggilan itu (menggenapi panggilannya).
Tandanya:
-
Abraham meninggalkan
negeri orang Kasdim.
Artinya: Abraham melepaskan diri dari penyembahan berhala
dan kenajisan percabulan.
-
Abraham meninggalkan
saudara sedaging.
Artinya: Arabaham meninggalkan hawa nafsu dan segala
tabiat-tabiat daging yang jahat.
Kejadian 12:4-5
(12:4) Lalu pergilah
Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama
dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari
Haran. (12:5) Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak
saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang
diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai
di situ.
Abraham membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak
saudaranya, lalu mereka sampai di tanah Kanaan itulah tanah perjanjian yang
dijanjikan Tuhan kepada Abraham.
Selanjutnya, Allah memberkati dan memperbanyak Abraham.
Namun sebelum diberkati dan diperbanyak, nikah Abraham diuji terlebih dahulu sebanyak
dua kali.
YANG PERTAMA: Ketika
Abraham di negeri Mesir.
Kejadian 12:10 -- Perikop: “Abram di Mesir.”
(12:10) Ketika
kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ
sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.
Ketika kelaparan menimpa negeri di tempat Abraham berada
pada saat itu, Abraham pergi ke Mesir sebagai orang asing.
Kejadian 12:14-16
(12:14) Sesudah Abram
masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik, (12:15)
dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di
hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya. (12:16) Firaun
menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu,
dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan,
budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.
Ketika Abram masuk ke mesir, orang Mesir melihat Sarai
sangat cantik, sehingga:
-
Punggawa-punggawa
Firaun memuji-muji Sarai dan kecantikannya.
-
Firaun mengambil
Sarai menjadi isterinya.
Singkatnya, di Mesir terdapat dosa yang membuat Tuhan
cemburu, yaitu:
a. Pemujaan atau penyembahan berhala.
b. Kenajisan percabulan atau persundalan.
Sedangkan Abraham sendiri terlepas dari dosa-dosa yang
membuat hati Tuhan cemburu, sebab dari sejak semula Abraham telah:
a. Lepas dari penyembahan berhala dan kenajisan percabulan atau persundalan.
-
Lepas dari berhala,
artinya: Abraham tidak terikat dengan perkara-perkara di bumi, sehingga dia
bebas datang beribadah.
-
Lepas dari kenajisan
percabulan, artinya: Abraham tidak mabuk anggur dari perempuan Babel yaitu kaya
oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel = Lepas dari persundalan rohani.
b. Lepas dari hawa nafsu dan keinginan-keinginan daging yang jahat.
Kalau kita lepas dari penyembahan berhala, lepas dari
kenajisan percabulan atau persundalan rohani maka kehidupan kita diberkati
langsung oleh Tuhan, seperti Abraham diberkati oleh Tuhan.
Pada Kejadian 12:16, Abraham diberkati Tuhan
dengan limpah, antara lain:
1. Kambing domba dan lembu sapi.
-
Kambing domba adalah
tanda penebusan.
-
Kemudian, lembu sapi
adalah tanda bahwa hidupnya telah diperdamaikan oleh Bapa di Sorga.
2.
Keledai jantan, budak
laki-laki dan perempuan.
Artinya: Abraham menikmati pelayanan yang Tuhan
percayakan kepada Abraham.
Seperti malam ini kita menikmati pelayanan Imam Besar,
sehingga oleh karena pelayanan Imam Besar kita mengerti dan tahu menempatkan
diri di hadapan Tuhan yakni membawa hidup kita rendah di kaki salib Tuhan,
sebagaimana yang Tuhan ajaran kepada murid-murid di dalam Lukas 22:26, “...
yang terbesar hendaklah menjadi yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.”
Alangkah indah hidup dan nikah rumah tangga ini jika kita
menikmati pelayanan Imam Besar, suami rendah hati maka isteri menikmati
kerendahan hati suami, sebaliknya jika isteri rendah hati maka suami yang
menikmati kerendahan hati isteri, jika orang tua rendah hati maka anak
menikmati kerendahan hati orang tua.
3. Keledai betina dan unta.
Kejadian 12:11-13
(12:11) Pada waktu ia
akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: "Memang aku
tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya. (12:12)
Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi
mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup. (12:13)
Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik
karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau."
Intisari dari ayat ini:
-
Ayat 11, Abraham sadar bahwa Sarai, isterinya sangat cantik.
-
Ayat 12, Abraham tidak melihat kebinasaan sebab dia dijadikan sebagai bapa bagi
bangsa-bangsa.
-
Ayat 13, selain taat terhadap panggilan di hadapan Tuhan, Abraham juga pribadi
yang bijaksana, terlihat dari perkataannya kepada Sarai: “... aku dibiarkan
hidup oleh sebab engkau." Artinya: Abraham sangat mengenal pribadi Sarai,
isterinya, luar dalam = Abraham mengenal Sarai secara pribadi. Oleh sebab itu,
Abraham tidak takut menjalankan hidupnya dan perannya sebagai kepala, sebagai
seorang suami. Itu sebabnya, Yesaya tidak segan-segan menceritakan tentang
Abraham di dalam Yesaya 51:2.
Maka, benar saja untuk mencapai keturunan Ilahi, Allah
berfirman:
a. Jagalah dirimu! Berarti, roh kita jangan
dicemari dengan roh-roh yang merusak kesucian.
b. Janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Jadi, sesungguhnya Abraham ini adalah pribadi yang setia.
Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati saat membaca
kitab suci, jangan sampai setelah membaca Kejadian 12:10-20 lalu saudara
beranggapan bahwa Abraham adalah orang yang bodoh karena semudah itu
menyerahkan isterinya kepada orang lain. Maka, memang perlu membaca Alkitab
namun kita harus tergembala supaya kita digembalakan dengan mudah dari apa yang
sering kita baca dari kitab suci di rumah masing-masing, sehingga gembala itu
menuntun domba-domba dan domba-domba mengikuti dari belakang, mengikuti rencana
Allah.
Sebab, kita tidak bisa mengartikan apa yang tertulis di
dalam kitab suci sesuai dengan pengertian masing-masing, namun kita memerlukan
hikmat dari Sorga.
Kita lihat PRIBADI SARAI.
1 Petrus 3:5-6A
(3:5) Sebab
demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan
yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya, (3:6)
sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu
adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
Perempuan-perempuan yang menaruh pengharapan kepada
Allah, mereka tunduk kepada suaminya.
Ketundukan perempuan digambarkan sama seperti Sara:
YANG PERTAMA: Taat kepada Abraham = Tunduk dan
pasrah kepada suaminya.
Ibrani 5:8
(5:8) Dan sekalipun
Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah
diderita-Nya,
Sekalipun Dia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi
taat dari apa yang telah diderita-Nya = Tunduk dan pasrah.
Pasrahkanlah diri ini kepada Tuhan, maka Tuhan pasti
membela, terlebih seorang isteri dalam ketundukan dan kepasrahan yang tulus.
Pada hakekatnya, gereja Tuhan adalah perempuan, asal kita tunduk dan pasrah
dalam ketulusan dan kemurnian maka pasti Tuhan akan membela kita dimanapun dan
dalam keadaan apapun.
Banyak orang taat kepada suami namun ketika mengalami
penderitaan ia lari dari situ, tidak ada kepasrahan, dan membela diri
contohnya: “suamiku bodoh, ko aku tunduk.” Ini adalah perkataan klasik dari
seorang perempuan, sebab sesungguhnya jika seorang perempuan menaruh
pengharapan kepada Allah maka dia akan betul-betul tunduk dan pasrah.
Percayalah Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi
seorang isteri yang tunduk, maka jangan menggunakan alasan yang klasik dan
berkata “suamiku bodoh, suka mabuk masa aku tunduk.” Ingatlah, bahwa
Tuhan senantiasa memperhatikan seorang isteri yang tunduk dan pasrah, Tuhan
akan membela dia tanpa kita membela diri di hadapan Tuhan dan manusia.
YANG KEDUA: Sara menamai Abraham, suaminya, sebagai
tuannya.
Kalau Sara menamai suaminya sebagai tuannya, maka Sara
menempatkan diri sebagai hamba yang taat, setia, dan dengar-dengaran kepada
suaminya.
Lukas 17:7-9 -- Perikop: “Tuan dan hamba.”
(17:7) "Siapa di
antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan
ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang:
Mari segera makan! (17:8) Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada
hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai
selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. (17:9)
Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan
apa yang ditugaskan kepadanya?
Seorang hamba tidak mengharapkan ucapan terimakasih dari
tuannya.
Jika pelayan Tuhan menempatkan diri sebagai hamba di
hadapan Tuhan sebagai Tuan dari segala hamba-hamba Tuhan, maka marilah kita
mengerjakan segala sesuatu tanpa pamrih, tanpa imbalan, tanpa
kepentingan-kepentingan. Jika hal itu kita kerjakan dengan tulus hati, maka
Yesus, Dialah Kepala, Dia suami, Mempelai Laki-Laki Sorga akan mengenal kita
lahir dan batin = Mengenal kita secara pribadi, sama seperti Abraham kenal Sara
secara pribadi, dia tidak ragu dan takut kepada Sara.
Oleh sebab itu, layaklah Abraham menjadi teladan bagi
suami-suami supaya setia dari sejak mudanya kepada isterinya.
Lukas 17:10
(17:10) Demikian
jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan
kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna;
kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."
Sebagai seorang hamba hendaklah berkata:
a. Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna.
Seorang hamba Tuhan harus menjadi pelayan Tuhan dan
ketika kita melayani Tuhan dan pekerjaan Tuhan jangan kita merasa telah
berjasa. Kemudian, jangan karena jasa-jasa itu kita merasa telah berguna, namun
kerjakan saja dengan tulus.
b. Kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.
Artinya: Bekerja saja dan layani Tuhan dengan tulus.
Itulah pribadi Sara di hadapan Tuhan, itu sebabnya
Abraham tidak takut dan tidak ragu memperisterikan Sara sekalipun Sara ini
seorang perempuan yang sangat cantik bahkan dipuja dan dijadikan berhala oleh
orang Mesir, sampai oleh karena Sara terjadi kenajisan percabulan di Mesir.
Berarti dari sini dapat kita lihat bahwa benar Abraham
mengenal Sara secara pribadi, mengenal lahir dan bati. Maka, jangan sampai
suami isteri tidak saling mengenal itu adalah hal yang berbahaya. Jika suami
tidak mengenal isteri maka suami bisa menjadi tidak setia, sebaliknya jika
isteri tidak mengenal suami maka isteri bisa tidak setia kepada suami.
1 Petrus 3:6
(3:6) sama seperti
Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya,
jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
Sebagai keturunan Abraham mari kita hidup sama seperti
Abraham dan Sara yaitu TIDAK TAKUT ANCAMAN.
Abraham sebagai seorang suami tidak takut pada ancaman
Firaun dan Mesir (dunia ini), dia tetap menjadi seorang suami yang setia di
hadapan Tuhan.
Kejadian 12:17
(12:17) Tetapi TUHAN
menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi
istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.
Jika seorang suami setia dari sejak masa mudanya maka
Tuhan pasti bela dan lindungi dia, Tuhan pasti nyatakan pembelaan kepada suami
yang setia secara ajaib.
Sebab disini dikatakan: Tuhan menimpakan tulah yang hebat
kepada Firaun dan seisi istananya, karena Firaun mengambil Sara, sementara Sara
adalah isteri Abraham.
Kita adalah keturunan Abraham dan hidup dari iman
Abraham, oleh sebab itu kita tidak takut ancaman -- tidak takut tidak
makan, tidak takut tidak minum, tidak takut tidak memiliki apa yang harus dipakai
-- dan kita tempatkan diri sebagai hamba di hadapan Tuhan. Asalkan
seorang suami setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Kita tahu sejarah ketika Israel diperbudak di Mesir dan
oleh Firaun selama 430 tahun.
-
MESIR à Dunia dengan segala keinginannya, antaralain:
1. Keinginan daging.
2. Kenginan mata.
3. Keangkuhan hidup.
Semuanya itu berasal dari dunia, sesuai dengan 1 Yohanes 2:16.
-
FIRAUN à Iblis/setan.
Namun pada akhirnya
Tuhan berusaha membebaskan Israel dari perbudakan Mesir dan Firaun supaya
mereka dapat beribadah di padang gurun ... Keluaran 7:16.
Namun, Firaun
mengeraskan hati dan menahan Israel di Mesir, sehingga Tuhan menghukum Firaun
dan Mesir bahkan seluruh istananya dengan 10 tulah, sama dengan Kejadian
12:17. Jadi, apa yang terjadi oleh Abraham adalah nubuatan di masa mendatang,
dimana Israel akan diperbudak di Mesir selama 430 tahun.
Tulah pertama sebagai
penghukuman yang menimpa Mesir adalah air menjadi darah sehingga orang
Mesir tidak bisa minum akhirnya banyak yang menjadi korban dan binasa.
Namun, pada
Perjanjian Baru dalam kisah pesta nikah di Kana air berubah menjadi anggur,
yang merupakan gambaran dari darah Yesus, artinya: Jika nikah itu diberkati
seperti nikah Abraham dan Sara diberkati maka dalam nikah itu ada sukacita
mempelai itulah air berubah menjadi anggur. Sebab mujizat pertama itulah air
menjadi anggur terjadi dalam pesta nikah di Kana, jadi kalau nikah diberkati
maka ada anggur sukacita, yaitu sukacita mempelai.
Itu sebabnya di dalam
Yesaya 51:2, nabi Yesaya berkata: “Pandanglah Abraham, bapa
leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu.” Dia suami yang dapat diteladani,
dia suami yang setia dari masa muda hingga masa tuanya.
Kemudian, jika kita
adalah keturunan Abraham maka kita tidak perlu takut ancaman sebab Tuhan pasti
bela sekalipun setan dan dunia berusaha menghalangi sebab akan
Tuhan hukum dengan 10 tulah.
Kejadian 12:18
(12:18) Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang kauperbuat
ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?
Seorang suami yang
setia tidak perlu banyak mulut sebab setia dihadapan Tuhan. Jika kesetiaan itu
nyata di hadapan Tuhan maka Tuhan yang membela, seperti Tuhan menghukum Firaun,
Mesir dan seluruh istananya dengan 10 tulah.
Oleh sebab itu, tidak
perlu membela diri terlebih jika sudah salah. Jika kita membela diri maka kita
kalah dan tidak ada yang bisa kita perbuat di hadapan Tuhan. Sebab, jika kita
angkat tangan maka Tuhan turun tangan dan seperti itulah Abraham di hadapan
Tuhan, dia diam saja akhirnya Tuhan membela Abraham sebagai suami yang baik,
dia setia sebagai seorang suami dari masa mudanya.
Kejadian 12:19
(12:19) Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya
menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!"
Perlu untuk
diketahui: Sara adalah adik Abraham, satu bapa namun beda ibu ... Kejadian
20:12.
Jadi, Abraham ini
tidak berdusta melainkan berkata apa adanya. Maka, benar sekali bahwa Abraham
ini adalah orang bijaksana, sebab untuk menghadapi dunia di bawah pengaruh
setan maka seorang suami perlu menjadi pribadi yang bijaksana, tulus polos
namun harus bijaksana.
Sebab jika tulus
tanpa cerdik maka bodoh, sedangkan jika cerdik tanpa tulus itu licik, maka
harus tulus dan cerdik itulah bijaksana.
-
Tulus seperti
merpati, maka Roh Kudus menguasai.
-
Cerdik seperti ular,
maka menjadi bijaksana.
Berbahagialah seorang
isteri apabila suaminya setia sampai akhirnya anak-anak berbahagia karena
berkat turun sampai kepada anak-anak.
Kejadian 12:20
(12:20) Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan Abram
pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya.
Keluar dari Mesir
dengan bebas dan membawa berkat-berkat yang limpah.
Demikian juga kita
hendak masuk dalam pesta nikah Anak Domba maka kita akan dibekali dengan segala
kelimpahan dan kemurahan dari Sorga, apabila seorang suami setia dari masa
mudanya.
Bukankah Yesus
Kristus setia kepada kita, bahkan kita ini adalah kehidupan yang jahat dan
najis, terikat dengan perkara-perkara di bumi, namun Tuhan tetap mengasihi
kita.
Hosea 2:15
(2:15) Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, engkau akan memanggil Aku: Suamiku,
dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku!
Tidak ada lagi
penyembahan berhala karena Tuhan setia kepada kita, Dia adalah Gembala, Dia adalah Kepala Gereja, Dia adalah suami.
Hosea 2:16-17
(2:16) Lalu Aku menjauhkan nama para Baal dari mulutmu, maka nama mereka tidak
lagi disebut. (2:17) Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu
dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan
binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang
dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan
tenteram.
Ada keamanan dan
ketentraman karena lepas dari setan tritunggal itulah naga, antikris dan
nabi-nabi palsu.
Hosea 2:18
(2:18) Aku akan
menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan
engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih
sayang.
Dia Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, tetapi Dia juga
Kepala, Dia suami dalam keadilan, Dia suami dalam kebenaran, Dia suami dalam
kasih setia dan kasih sayang.
Berbahagialah gereja-gereja Tuhan apabila seorang suami
setia dari sejak masa mudanya, maka seorang isteri dijadikan sebagai isteri
dalam keadilan, kebenaran, kasih setia, kasih sayang. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA,
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang
No comments:
Post a Comment