KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, March 27, 2026

IBADAH KAUM MUDA REMAJA 21 MARET 2026

 


IBADAH KAUM MUDA REMAJA 21 MARET 2026

 

STUDY YUSUF

KEJADIAN 44:18-34

(SERI 12)

 

Subtema: CELAKA KEDUA ( 4 MALAIKAT MEMBUNUH 1/3 MANUSIA) Seri 3

 

Shalom.

Selamat malam bagi kita semua, salam sejahtera dalam kasih-Nya Tuhan kita Yesus Kristus yang telah membawa kita dan menghimpunkan kita di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita boleh beribadah lewat Ibadah Kaum Muda Remaja.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan Bapak/Ibu saudara-saudara, terlebih Kaum Muda Remaja yang bergabung lewat online dimanapun saudara berada. Secepatnya kita akan mengikuti STUDY YUSUF sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja.

 

Kejadian 44:18-34

Seluruh ayat ini merupakan tutur kata Yehuda kepada Yusuf sebagai mangku negara atau raja muda di Mesir.

Inti sari dari tutur kata Yehuda; memohon kelepasan bagi Benyamin.

 

Pertanyaannya: Mengapa Yehuda memohon kelepasan bagi Benyamin?

 

Jawabnya…

Kejadian 44:29-31

(44:29) Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. (44:30) Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, (44:31) tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.

 

Apabila Benyamin tidak kembali ke Kanaan, maka Yakub:

-   Turun ke dunia orang mati karena nasib celaka… (ayat 29).

-   Turun ke dunia orang mati karena dukacita… (ayat 31).

 

Perlu untuk diketahui:

Mati karena nasib celaka dan mati karena dukacita = Binasa.

Sesungguhnya, Tuhan tidak menghendaki kebinasaan manusia melainkan hidup kekal… (Yohanes 3:16).

 

Contoh: MATI KARENA NASIB CELAKA.

 

Terlebih dahulu saya memberitahukan bahwa penghukuman dari ketujuh sangkakala dibagi dalam 2 bagian:

BAGIAN PERTAMA: Pada saat keempat malaikat meniup sangkakalanya (Wahyu 8:6-12).

BAGIAN KEDUA: Pada saat ketiga malaikat lainnya meniup sangkakalanya.

 

Wahyu 8:13

(8:13) Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: "Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya."

 

Setelah penghukuman dari keempat sangkakala yang pertama, akan menyusul penghukuman dari ketiga sangkakala berikutnya, disebut sebagai CELAKA.

Itu berarti, celaka tersebut akan terjadi sebanyak tiga kali menimpa mereka yang diam di bumi, tepatnya pada saat ketiga malaikat lainnya meniup sangkakalanya.

 

CELAKA PERTAMA: akan berlangsung pada saat sangkakala yang kelima ditiup… (Wahyu 9:1-12).

Adapun hukuman dari celaka yang pertama adalah: manusia mengalami siksaan selama lima bulan dan siksaan itu sama seperti siksaan kalajengking menyengat manusia.

Yang pasti sengat maut ialah: DOSA.

Sedangkan kuasa dosa ialah: HUKUM TAURAT.

 

Singkat kata; yang mengalami sengat maut adalah mereka yang menjalankan ibadah dan pelayanannya secara lahiriah, disebut juga ibadah dan pelayanan secara taurat.

Contoh ibadah taurat; tubuhnya ada di tengah ibadah, tetapi hati nya jauh dari Firman Allah yang disampaikan. Inilah yang akan di timpa oleh celaka yang pertama pada saat malaikat kelima meniup sangkakalanya. Dan itu sudah diterangkan secara lengkap menurut takaran Kasih Karunia Tuhan kepada kita.

 

CELAKA KEDUA: akan berlangsung pada saat sangkakala yang keenam ditiup… (Wahyu 9:13-21).

CELAKA KETIGA: akan berlangsung pada saat sangkakala yang ketujuh ditiup… (Wahyu 11:15-19).

 

Saudara, malam ini kita masih melanjutkan pembahasan dari CELAKA KEDUA.

Tepatnya pada saat malaikat keenam meiup sangkakalanya. Hal ini akan menimpa mereka yang diam di bumi pada saat sangkakala yang keenam ditiup.

 

Mari kita lihat sangkakala keenam…

Wahyu 9:15

(9:15) Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

 

Keempat malaikat yang terikat dekat sungai Efrat pada akhirnya dilepaskan. Sebab telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga umat manusia.

 

Saudara, sekarang diperkirakan penduduk bumi berada di angka 8,3 Miliyar. Sedangkan sepertiga dari 8,3 Miliyar =  ± 2,7 Miliyar. Itulah jumlah orang yang akan mati terbunuh nanti.

Sementara yang terbunuh ketika covid-19 terjadi; ± 14 juta di seluruh dunia, masih jauh dari angka 2,7 Miliyar. Yang terbunuh 2,7 Miliayar itu adalah angka yang fantastis (angka yang tidak sedikit).

Itu sebabnya mulai dari sekarang, kita harus semakin sungguh-sungguh beribadah dan melayani Tuhan, supaya kita siap menghadapi segala sesuatu yang akan menimpa dunia ini. Sebab dunia ini akan dihukum dan dihancurkan, dan dunia ini akan berlalu, maka jangan kita turut dengan kebinasaan dunia ini.

 

Perlu untuk diketahui: Malaikat sebenarnya adalah..

a.       Suruhan Tuhan.

Berarti; tugasnya hanya untuk melayani Tuhan, tidak lebih dan tidak kurang.

b.       Simbol Kerohanian. Sebab malaikat tidak memiliki darah dan daging (tulang dan daging).

Berarti; tidak memiliki hawa nafsu dan keinginan daging.

 

Akan tetapi, jika malaikat tidak berfungsi sebagai suruhan Tuhan dan tidak lagi mempertahankan hidup rohani, maka kehidupan semacam ini akan menjadi pemicu terjadinya perang yang dahsyat… sebagaimana yang tertulis dalam Wahyu 16. Pendeknya, ketika keempat malaikat tersebut dilepaskan akan menimbulkan sengsara bagi gereja Tuhan.

 

Kita akan melihat itu…

Yohanes 16:1 --- Perikop: “Bertekun”

(16:1) "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.

 

Singkat kata, sebelum celaka yang kedua terjadi, Tuhan sudah terlebih dahulu memberitahukannya kepada kita. Tujuannya: supaya kita jangan kecewa.

 

Yohanes 16:2-3

(16:2) Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.(16:3) Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.

 

Nanti, ada masanya anak-anak Tuhan / orang-orang Kristen akan dikucilkan. Bahkan, setiap orang yang membunuh anak-anak Tuhan akan menyangka bahwa dirinya telah berbakti bagi Allah. Sesungguhnya, mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Anak.

-     Tidak mengenal Bapa -> orang-orang yang tidak hidup dengan iman.

-     Tidak mengenal Anak -> orang-orang  yang menolak berita salib.

 

Yohanes 16:4

(16:4) "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,  Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."

 

Intinya, semuanya itu akan terjadi. Apabila semua itu terjadi, kita tidak perlu terheran-heran, sebab Tuhan telah mengatakannya terlebih dahulu.

 

Hal itu telah dinubuatkan oleh nabi Yeremia.

 

Yeremia 50:6

(50:6) Umat-Ku tadinya seperti domba-domba yang hilang; mereka dibiarkan sesat oleh gembala-gembalanya, dibiarkan mengembara di gunung-gunung, mereka berjalan dari gunung ke bukit sehingga lupa akan tempat pembaringannya.

 

Di hari-hari terakhir ini banyak gembala-gembala tidak bertanggung jawab, sehingga domba-domba dibiarkan sesat.

 

PRAKTEK DOMBA-DOMBA SESAT: Domba-domba MENGEMBARA di gunung-gunung.

Istilah sekarang; dibiarkan beribadah di semua tempat-tempat peribadatan = mengembara.

 

Saudara, di kota-kota besar, di Indonesia ini, orang-orang kristen sekarang ini, beribadah di semua tempat peribadatan, dan hal itu sudah menjadi trend, (itu dianggap suatu gaya ke Kristenan yang muktahir), padahal hal itu keliru dan salah.

 

Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu sebelum pandemi terjadi; orang-orang kristen sibuk beribadah di hari Minggu, tetapi mereka datang beribadah karena melihat sosok hamba Tuhan. Ketika hamba Tuhan itu berada di suatu tempat (gedung), dia ke gedung itu tanpa memperdulikan itu merek apa.

Kemudian ada lagi seorang hamba Tuhan yang terkenal berada di tempat yang lain, dia kejar lagi kesitu dan dia menganggap itu adalah suatu trend (gaya ke Kristenan yang sangat maju atau muktahir), padahal sudah kebablasan dan keliru, dan itu terjadi di kota-kota besar.

 

Mengapa saya katakan itu kekeliruan? sebab…

MENGEMBARA = lupa akan tempat pembaringan.

Jadi beribadah di semua gunung-gunung / tempat peribadatan berarti, lupa akan tempat pembaringan.

 

Tempat Pembaringan 🡪 Kandang Penggembalaan / tempatnya domba tergembala.

Bila dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada RUANGAN SUCI.

Sedangkan di dalam RUANGAN SUCI terdapat 3 (tiga) macam alat 🡪 Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Antara lain:

1.  Meja Roti Sajian 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci = domba-  domba diberi makan.

2.  Pelita Emas -> Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh = domba-domba diberi  minum.

3.   Mezbah Dupa -> Ketekunan dalam Ibadah Doa penyembahan = domba-domba diberi nafas hidup.

(Ayat referensi: Lukas 17:34-37 dan Matius 26:37-38).

 

Jadi yang terpenting adalah domba-domba berada di tempat pembaringan, tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Di dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok; domba-domba memperoleh nutrisi yaitu; makan, minum, dan nafas hidup. Kalau mengembara, dengan lain kata; berada di semua gunung-gunung (beribadah di semua tempat), itu adalah kekeliruan dari orang yang bodoh, yang tidak mengerti apa-apa, tidak mengerti tentang kandang penggembalaan, karena memang tidak diajarkan oleh gembala-gembala, sebab gembala-gembala sibuk dengan kepentingannya, termasuk ketenaran dan nama besar.

 

Sementara tiga macam ibadah pokok adalah sarana bagi kita untuk berada pada tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah; DOA PENYEMBAHAN. Itu yang terpenting, bukan soal mengikuti seorang pendeta yang terkenal.

 

Jadi, anak-anak Tuhan, Bapak/Ibu, dan Kaum Muda Remaja dimanapun saudara berada, yang terpenting adalah berada di tempat pembaringan, dengan lain kata menjadi domba yang tergembala sebagaimana yang tertulis… Yeremia 50:6.

 

Ayat referensinya; (Lukas 17:34-37), (Matius 26:37-38).

 

Coba tampilkan sedikit saja…

Lukas 17:34-37

(17:34) Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (17:35) Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." (17:36) Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (17:37) Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

 

Jadi sayap burung nasar di sediakan / dipercayakan kepada orang-orang yang sudah berada pada tingkat ibadah yang tertinggi, itulah Doa Penyembahan.

Doa penyembahan = Penyerahan diri sepenuhnya untuk taat kepada Kehendak Allah, disebutlah itu mayat (bangkai).

 

Ayat referensi berikutnya…

Matius 26:37-38

(26:37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (26:38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

 

Tinggallah di sini 🡪 Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

-       Yakobus 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci = Iman.

-       Petrus 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh = Pengharapan.

-       Yohanes 🡪 Ketekunan dalam Ibadah Doa penyembahan = Kasih.

Ini merupakan sarana untuk mencapai tingkat ibadah yang tertinggi (puncak ibadah) itulah; Doa Penyembahan = Berjaga-jaga.

 

Jadi bukan berarti berada di semua tempat peribadatan adalah sebuah trend bagi orang Kristen. Itu kesalahan yang besar, tetapi itu dibiarkan demi nama besar dari seorang hamba Tuhan, dan demi popularitas, sebenarnya itu adalah suatu kebodohan.

 

DAMPAK NEGATIF DOMBA-DOMBA MENGEMBARA / TIDAK TERGEMBALA:

 

Yeremia 50:7

(50:7) Siapa pun yang menjumpai mereka, memakan habis mereka, dan lawan-lawan mereka berkata: Kami tidak bersalah! Karena mereka telah berdosa kepada TUHAN, tempat kebenaran, TUHAN, pengharapan nenek moyang mereka!

 

Domba-domba yang tidak tergembala akhirnya; Menjadi mangsa bagi lawan atau musuh.

Sebab, lawan-lawan beranggapan dengan membunuh orang Kristen yang tidak tergembala, mereka tidak bersalah. Sebaliknya, mereka menganggap telah berbakti kepada Allah. Sebagaimana yang dikatakan di dalam… Yohanes 16:2 --- setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

 

Sesungguhnya, tempat pembaringan / kandang penggembalaan disebut juga tempat kebenaran, sesuai dengan Amsal 12:26 --- Orang benar mendapati tempat penggembalaannya.

 

Kita kembali membaca…

Wahyu 9:14-15 --- Perikop: “Sangkakala yang keenam”

(9:14) dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu." (9:15) Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

 

Keempat malaikat yang terikat dekat sungai efrat pada akhirnya akan dilepaskan, tepatnya pada saat malaikat yang keenam meniup sangkakalanya. Hal itu telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

 

Mari kita mengenal keempat malaikat tersebut dari...

Lukas 13:31-34 --- Perikop: “Yesus harus mati di Yerusalem Kelihan terhadap Yerusalem

(13:31) Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau." (13:32) Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. (13:33) Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. (13:34) Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi  kamu tidak mau.

 

Di sini tampak dengan jelas; ada 2 (dua) KELOMPOK PEMBUNUH:

1.       Kelompok pembunuh yang PERTAMA: Herodes.

Yang masuk dalam kelompok ini ialah; orang-orang Farisi dan Si Serigala.

Singkat kata, yang masuk dalam kelompok pertama adalah gambaran dari setan tritunggal yakni; naga, antikris dan nabi-nabi palsu.

-     Herodes 🡪 naga.

-     Orang farisi 🡪 antikris.

-     Si serigala 🡪 nabi-nabi palsu.

 

Mari terlebih dahulu kita lihat setan tritunggal ada dalam….

Wahyu 12:3-4

(12:3) Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. (12:4) Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

 

Pada ayat 3 dikatakan; tampaklah suatu tanda yang lain di langit;

1.   Naga merah padam yang besar.

2.   Berkepala tujuh bertanduk sepuluh.

3.   Ekornya menyeret sepertiga bintang-bintang di langit.

 

Arti tanda lain di langit ialah: satu kali nanti setan tritunggal akan bangkit sebagai pemimpin untuk mengendalikan semua bangsa di bumi ini, sebagaimana yang tertulis dalam… Yesaya 9:14-15  --- tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor. Sebab orang-orang yang mengendalikan bangsa ini adalah penyesat, dan orang-orang yang dikendalikan mereka menjadi kacau.

Setan tritunggal ialah naga, antikris, dan nabi-nabi palsu, satu kali akan membunuh sepertiga dari umat manusia.

 

Jadi saudara, itulah yang dimaksud dengan kelompok pembunuh yang pertama adalah Herodes.

 

Itu sebabnya berkali-kali saya sampaikan kita ini harus mengerti tentang kebenaran, kita harus digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Karena tidak mengerti kebenaran banyak orang kristen beribadah di semua tempat peribadatan, dan merasa benar hanya karena beribadah berkali-kali mengikuti pendeta yang terkenal di semua gedung gereja / gedung tingkat yang tinggi, dan itu sudah menjadi fenomena yang besar di kota-kota besar, menganggap itu gaya atau trend mutakhir dari kekristenan, padahal sudah keliru.

Untuk apa berkali-kali beribadah di semua tempat peribadatan, tetapi harus meninggalkan tempat pembaringan (kandang penggembalaan) tetapi tidak menjadi domba yang tergembala?.

 

Dalam menghadapi KELOMPOK PERTAMA Tuhan berkata...

Lukas 13:32

(13:32) Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.

 

Ada tiga hari Tuhan bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya.

3 hari 🡪 pengalaman kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

Di dalam pengalaman tersebut, Yesus mengadakan;

-          Pengusiran setan.

-          Menyembuhkan orang.

 

Pada perjanjian baru ada tiga kali Yesus mengatakan yang senada dengan; “SUDAH SELESAI”.

1.   Saat di kayu salib (Yohanes 19:30) -- “SUDAH SELESAI”.

2.   Saat murka Allah yang terakhir dijatuhkan (Wahyu 16:17) -- “SUDAH TERLAKSANA”.

3.   Saat Yerusalem baru ditampilkan (Wahyu 21:6) -- “SEMUANYA TELAH TERJADI”.

 

Singkat kata, Tuhan bekerja untuk menyelesaikan tiga perkara:

1.       Menyelamatkan orang berdosa.

Berarti; ditebus, kemudian disucikan, sampai dipermuliakan oleh darah salib.

2.   Tuhan mengadakan pembaharuan, pada saat hukuman terakhir dijatuhkan terhadap penguasa di bumi ini, yaitu antikris.

3.   Tuhan menyatakan keadilan-Nya pada saat mempelai-Nya ditampilkan.

 

Sekarang kita akan melihat KELOMPOK PEMBUNUH KEDUA.

 

Lukas 13:34

(13:34) Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi  kamu tidak mau.

 

Kelompok pembunuh yang KEDUA ialah: Yerusalem.

 

Dari sini kita sudah melihat ada 4 (empat) pribadi malaikat yang menjadi pembunuh sepertiga umat manusia yang dibagi menjadi 2 kelompok, itulah...

1.   Setan / naga.

2.   Antikris / kepala.

3.   Nabi-nabi palsu.

4.   Yerusalem.

Inilah keempat malaikat yang terikat dekat sungai efrat, satu kali akan dilepaskan dan disiapkan pada jam dan hari, bulan dan tahun, untuk membunuh sepertiga dari umat manusia, tepatnya pada saat malaikat yang keenam meniup sangkakalanya. Itulah celaka yang kedua.

Jadi celaka yang kedua ini bukan lagi sengat maut, tetapi sudah ada dalam maut yaitu membunuh sepertiga umat manusia.

 

Yerusalem 🡪 orang-orang yang diurapi Tuhan, mereka adalah guru-guru kebenaran / pemimpin-pemimpin sidang jemaat di dalam rumah Tuhan.

 

Ada 2 hal yang dilakukan oleh Yerusalem:

1.       Membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang utusan-utusan Tuhan.

Saudara, seringkali hal semacam ini terjadi, bilamana seorang utusan Tuhan di tengah pelayanannya ditolak, Firman Tuhan disampaikan tetapi ditolak, sampai pada akhirnya ngomel, bersungut-sungut, kemudian ada fitnahan = membunuh karakter atau membunuh pelayanan nabi-nabi dan utusan-utusan Tuhan.

Jadi orang yang suka bersungut-sungut kemudian tidak menghargai pelayanan dari seorang utusan Tuhan = pembunuh. Sebab membenci setara dengan seorang pembunuh… 1 Yohanes 3:15.

Banyak orang kristen tidak menyadari bahwa dia adalah seorang pembunuh.

2.       Tidak mau dikumpulkan oleh Tuhan.

Artinya; menolak ajakan Juruselamat di dalam hal; dibawa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

 

Jadi saudara, saya tambahkan; GPT Betania dipercayakan satu kereta rohani itulah; Pengajaran Pembangunan  Tabernakel dan oleh karena rahmat Tuhan kita selalu memgadakan acara-acara kebaktian dalam bentuk persekutuan atau istilah lain; seminar. Baik itu natal PPT yang sudah kita selenggarakan beberapa bulan yang lalu maupun nanti paskah PPT yang akan kita selenggarakan di bulan Mei akhir, dan paskah PPT sudah di depan mata.

 

Tetapi apa yang dikerjakan oleh Yerusalem, selain membunuh nabi-nabi, juga tidak mau dikumpulkan oleh Tuhan. Padahal Tuhan;… rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya.

 

Jadi saudara, kita bersyukur kepada Tuhan karena kita memperoleh pengertian terkait dengan kesatuan tubuh yang sempurna lewat Pembangunan tubuh Kristus yang sempurna itulah yang disebut; sidang mempelai wanita Tuhan.

Terhadap pengertian ini; hendaklah kita menyerahkan diri kepada rencana Tuhan, kita mau dibawa masuk di dalam Pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

 

Jadi saudara perhatikanlah semuanya ini. Yang pasti untuk menghadapi;

-          KELOMPOK PEMBUNUH PERTAMA: Yesus masuk dalam pengalaman kematian dan kebangkitan. Disitu nanti ada kesembuhan, kemudian terjadi pengusiran setan (dilepaskan dari roh-roh jahat dan roh-roh najis).

-          KELOMPOK PEMBUNUH KEDUA: Tuhan membawa kita untuk menjadi Yerusalem baru, itulah; sidang mempelai wanita Tuhan.

 

Kidung Agung 1:6

(1:6) Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.

 

Hitam karena terik matahari 🡪 ia rela tidak dianggap, ia rela tidak diakui, ia rela dizolimi, ia rela difitnah, karena KASIH TUHAN, itulah tanda yang nyata, bila seseorang dikuasai oleh ROH MEMPELAI.

 

Kidung Agung 1:7

(1:7) Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

 

ROH MEMPELAI berikutnya: RINDU MENJADI DOMBA YANG TERGEMBALA.

Perlu untuk diketahui: Jika domba-domba berada di dalam di satu kandang penggembalaan = domba-domba berbaring / berada di tempat pembaringan.

Kalau kehidupan kita berada pada puncak ibadah itulah doa penyembahan, berarti; harus tergembala itulah kandang penggembalaan. Tidak mungkin seseorang berada pada puncak ibadah (doa penyembahan), kalau tidak tergembala.

 

Itu sebabnya tadi saya katakan; di kota-kota besar banyak sekali orang kristen beribadah di semua gunung-gunung, di semua tempat peribadatan, di semua gedung gereja / di semua gedung bertingkat, itu karena melihat sosok hamba Tuhan, tetapi mereka tidak beribadah karena sebuah pengertian.

Tetapi semestinya kita ada di tempat peribadatan karena sebuah pengertian, bukan karena sosok seorang pendeta. Karena kalau dia mengikuti sosok pendeta di semua tempat peribadatan, maka dia lupa tempat pembaringan, mengabaikan kandang penggembalaan dengan ketentuan-ketentuannya.

 

Itu sebabnya saya katakan; kita HARUS TERGEMBALA menurut pola Tabernakel (pola kerajaan sorga), berarti berada pada Ruangan Suci.

Di dalam RUANGAN SUCI terdapat tiga macam alat; disebutlah itu ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok. Yakni:

-          Meja Roti Sajian = Tekun Ibadah Pendalaman Alkitab.

-          Pelita Emas = Tekun Ibadah Raya Minggu.

-          Mezbah Dupa = Tekun Ibadah Doa Penyembahan.

Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok adalah sarana; Sehingga kita berada pada puncak ibadah (gunung Tuhan yang tinggi) itulah; doa penyembahan.

 

Kandang penggembalaan disebut; tempat pembaringan.

Jadi kalau sudah berada pada puncak ibadah = domba-domba berbaring.

Namanya berbaring berarti; AMAN, meski terjadi kekacauan tetap AMAN. Tidak terganggu dengan kekacauan yang ada, apa lagi sekarang ini keadaan dunia sedang kacau balau.

 

Jadi ini harus dipahami, ini cara Tuhan untuk menghadapi kelompok pembunuh yang KEDUA itulah; Yerusalem. Pekerjaanya; membunuh nabi-nabi dan utusan Tuhan, dan tidak mau dikumpulkan. Dalam menghadapi kelompok pembunuh yang kedua ini kita harus memiliki dua hal:

-          Yang pertama: ROH MEMPELAI.

-          Yang kedua: TERGEMBALA.

 

Dan itu harus kita alami di hari-hari terakhir ini. Sebagaimana Kidung Agung 1:7A domba-domba berbaring pada petang hari

 

petang hari 🡪 hari-hari terakhir.

Jadi pada petang hari atau di hari-hari yang terakhir ini kita harus sudah tergembala dengan mantap.

sebab tidak lama lagi akan terjadi gelap malam di mana antikris menjadi raja dan berkuasa. Di situ tidak ada lagi kesempatan untuk mengerjakan keselamatan dan memperbaiki kelakuan.

Pendeknya, tergembala pada petang hari, adalah harga mati.

 

Kidung Agung 1:7B

(1:7)Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

 

Sementara yang menjadi pengembara adalah teman-teman.

Teman-teman 🡪 kehidupan yang tidak mau diubahkan.

Jangan kita hanya sekedar teman seperjalanan dari Tuhan. Karena kalau hanya teman seperjalanan, satu kali pengikutannya kepada Tuhan akan berhenti di tengah jalan.

 

Sebagaimana dalam…

Matius 11:16-17

(11:16) Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: (11:17) Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.

 

Perjanjian lama (hukum taurat) digambarkan dengan; Kidung duka; berbicara soal; pengalaman kematian, yang mewakilinya adalah; nabi Yohanes Pembaptis.

Kemudian dalam perjanjian baru; seruling yang ditiup itulah; Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel adalah suasana kebangkitan; suasana menari.

Hati kita terus menari meski dalam keadaan gejolak dunia terjadi, masalah terjadi, tetap hati kita tetap menari di hadapan Tuhan, disebut juga dengan sukacita mempelai.

 

Tetapi teman-teman adalah pengembara = tidak mau tergembala.

Jadi orang yang tidak mau tergembala hanya jadi teman saja, nanti lama-lama dia akan meninggalkan kandang penggembalaannya. Pada akhirnya kita akan tahu siapa teman dan siapa sahabat.

Yang pasti yang disebut teman-teman; akan meninggalkan kandang penggembalaan. Tetapi kita bukanlah sekedar teman-teman seperjalanan Tuhan Yesus Kristus, tetapi kita adalah kawanan domba tuntunan-Nya, berarti dilindungi di jalan, kemudian dibawa ke tempat yang Tuhan sediakan… sebagaimana dalam Keluaran 23:21.

Jangan kita menjadi teman-teman seperjalanan dengan Tuhan Yesus.

 

Jadi menghadapi kelompok pembunuh yang kedua ini kita harus memiliki ROH MEMPELAI.

Roh mempelai itu dikuasai oleh KASIH ALLAH.

Singkat kata; Tergembala itu adalah kerinduan  Mempelai.

Tanda dikuasai KASIH Mempelai; tidak peduli kulit hitam, berarti tidak peduli difitnah, dan dizolimi, sehingga tidak mengubah hatinya, dia tetap mengasihi Tuhan.

 

Kerinduan mempelai untuk yang kedua ialah; TERGEMBALA. Dia selalu ingat tempat pembaringannya.

 

Anak-anak Tuhan semestinya kalau sudah mendengar pemberitaan Firman ini harus menjadi orang yang tegar, tidak mudah tersinggung, nanti sebentar senang, sebentar tidak. Apalagi kalau sudah sekolah tinggi, seharusnya tidak gampang tersinggung. Lagi senang tertawa itu bukan karena seruling, tetapi karena situasi, itu menunjukkan rohaninya kampungan. Semestinya kita menari karena mendengar seruling itulah Pengajaran Mempelai.

Jadi harus teguh tergembala dengan sungguh-sungguh.

 

Jadi harus tetap teguh, tegar untuk menghadapi kelompok pembunuh yang kedua itulah Yerusalem. Miliki lah ROH MEMPELAI. Tuhan memberkati kita semua. Amen.

 

TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI KITA SEMUA

 

 

Pemberita Firman;

Gembala sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment