IBADAH PENDALAMAN ALKITAB 12 MARET 2026
MALEAKHI 2:15
(Seri: 31)
Subtema: SARANGNYA BURUNG
Shalom.
Mula pertama saya mengucapkan syukur kepada TUHAN karena masih
memberikan kesempatan kepada kita untuk menjalankan ketekunan tiga macam ibadah
pokok termasuk Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai perjamuan suci.
Di hari-hari terakhir ini kita harus semakin
sungguh-sungguh beribadah dan imam-imam semakin sungguh-sungguh melayani TUHAN,
kita juga harus semakin bergandengan tangan menyatu demi terwujud kesatuan
tubuh yang sempurna. Jangan kita terpisah-pisah tetapi kita belajar dari pada
buah delima, memiliki biji-biji yang banyak dan terdapat kamar-kamar namun
semuanya ada di dalam kesatuan, ada di dalam buah delima itu sendiri sampai
dimahkotai itulah sidang mempelai TUHAN, asalkan selalu bergantung kepada
kebangkitan TUHAN Yesus Kristus, berarti tidak jauh dari jam-jam ibadah dan
dari situ keluar tenaga/khasiat bagi mereka yang membutuhkan, dan TUHAN tahu
siapa yang membutuhkan tenaga yang keluar dari diri Yesus.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat tebusan
TUHAN yang turut bergabung lewat online/live streaming dimanapun saudara
berada. Harapan saya kiranya kita semua menjadi raja dan bertakhta, membawa
damai sejahtera dimanapun kita berada sehingga kita dapat duduk diam dekat kaki
TUHAN dan menikmati sabda ALLAH dengan damai sejahtera.
Mari kita menyambut KITAB MALEAKHI sebagai Firman
Penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci,
dari Maleakhi 2:15. Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan
hati TUHAN supaya Firman yang dibukakan meneguhkan setiap hidup kita, nikah
kita, pribadi lepas pribadi.
Maleakhi 2:15
(2:15) Bukankah ALLAH
yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki
kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah
orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
ALLAH memberkati laki-laki dan perempuan sehingga
keduanya menjadi satu daging, bukan dua. Kemudian, yang dikehendaki dari
kesatuan itu ialah: KETURUNAN ILAHI.
Doa dan harapan saya kiranya keluarga ALLAH sidang
jemaat GPT “Betania” besar kecil, tua muda, siapapun kita kiranya kita
yang disebut sebagai keturunan Ilahi.
Untuk mencapai keturunan Ilahi, ALLAH berFirman: “Jagalah
dirimu!”
Namun di dalam hal menjaga diri kita harus menggunakan
caranya TUHAN, tidak perlu sibuk menggunakan metode ini dan itu, tidak perlu
menggunakan cara-cara manusia duniawi, sebab Alkitab berkata di dalam Mazmur
127:1 “… jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal
berjaga-jaga.”
Terkait menjaga diri dengan caranya TUHAN.
Keluaan 23:20
(23:20) "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu,
untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat
yang telah Kusediakan.
TUHAN mengutus seorang malaikat berjalan di depan umat
Israel, sama artinya: Gembala menuntun domba-domba.
Tujuan gembala menuntun domba-domba:
1.
Melindungi
domba-domba di jalan.
Berarti apabila domba-domba tidak tergembala maka
tidak ada perlindugan.
2.
Untuk membawa
domba-domba ke tempat yang telah TUHAN sediakan.
Perlu untuk diketahui, domba-domba tidak akan sampai
ke tempat yang telah TUHAN sediakan apabila domba-domba tidak tergembala.
Intinya, ada jaminan keselamatan apabila domba-domba
dipimpin oleh malaikat sidang jemaat yang disebut sebagai GEMBALA SIDANG. Oleh
sebab itu, marilah kita tergembala dengan sungguh-sungguh karena TUHAN telah
mengutus malaikat sidang jemaat itulah gembala sidang, pekerjaan dari gembala
sidang ialah menuntun domba-domba.
Maka, jangan kita hanya datang untuk beribadah namun
kita harus sampai kepada satu pemahaman sesuai dengan kerinduan TUHAN yaitu
supaya kita menjadi satu kehidupan domba yang tergembala karena TUHAN sudah
mengutus malaikat sidang jemaat itulah gembala sidang.
Keluaran 23:21
(23:21) Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah
engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya,
sebab nama-Ku ada di dalam dia.
Pendeknya, menjaga diri dengan caranya TUHAN, artinya:
Menjadi domba-domba yang tergembala dengan baik dan benar.
Tanda domba tergembala:
-
Mendengar suara atau
perkataan gembala.
-
Jangan mendurhaka
atau memberontak terhadap gembala.
Resiko yang terjadi apabila domba-domba tidak
mendengar suara atau perkataan gembala serta mendurhaka kepada gembala ialah: Tidak
diampuni oleh TUHAN (Gembala Agung).
Contohnya: Korah dan kumpulannya ditelan bumi
hidup-hidup, sebagaimana tertulis dalam Bilangan 16:30, 33.
Sebagai seorang gembala saya berpesan supaya saudara
jangan sama seperti Korah dan kumpulannya yaitu jangan suka memberontak kepada
gembala apapun yang kita alami dan kita rasakan. Belajarlah untuk mendengar
suara gembala dan jangan memberontak/mendurhaka, sebab resikonya adalah ditelan
bumi hidup-hidup berarti mati sebelum binasa (sebelum hari penghakiman).
Jika kita mendengar suara Firman penggembalaan maka
pasti kita akan dengar-dengaran kepada gembala kecil, tentu saja gembala yang
tulus menggembalakan domba-dombanya.
Jika kita memerontak kepada Firman penggembalaan maka
sudah pasti manusia akan kita lawan dan sudah pasti tidak akan diampuni TUHAN.
Lebih rinci tentang “domba-domba tergembala.”
Yohanes 10:3-4 -- Perikop: “Gembala yang baik.”
(10:3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan
suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan
menuntunnya ke luar. (10:4) Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar,
ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena
mereka mengenal suaranya.
Tanda yang terlihat dengan jelas apabila domba-domba
tergembala:
1.
Domba-domba
mendengarkan suara gembala.
2.
Domba-domba
mengikuti gembala.
Tentang: DOMBA-DOMBA MENGIKUTI GEMBALA (Bagian 5).
Matius 8:18-20 -- Perikop: “Hal mengikut Yesus.”
(8:18) Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya,
Ia menyuruh bertolak ke seberang. (8:19) Lalu datanglah seorang
ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke
mana saja Engkau pergi." (8:20) Yesus berkata kepadanya: "Serigala
mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia
tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Seorang ahli Taurat berkata kepada Yesus: “Guru,
aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
Lalu Yesus menjawab: “Serigala mempunyai liang dan
burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk
meletakkan kepala-Nya.”
Arti dari percakapan ahli Taurat dan Yesus adalah: Mengikut
TUHAN tetapi tidak menempatkan Kristus sebagai Kepala. Kehidupan semacam
ini tidak akan berhasil dalam pengikutannya. Hal itu disampaikan Yesus secara
langsung kepada ahli Taurat.
Banyak orang Kristen mengaku dirinya pengikut Kristus
namun itu semua tidak artinya jika dia tidak menempatkan Kristus sebagai
Kepala. Oleh sebab itu, jangan kita hanya sekedar beribadah, hanya sekedar
ikut-ikutan tetapi jika kita mau mengikut TUHAN maka biarlah kita menempatkan
Kristus sebagai Kepala, jika tidak maka percuma pengikutan yang semacam ini.
Dampak negatif TUBUH TANPA KEPALA:
1.
Menjadi
liangnya serigala.
2.
Menjadi
sarangnya burung.
Keterangan: MENJADI SARANGNYA BURUNG.
Lukas 8:5 -- Perikop: “Perumpamaan tentang seorang
penabur.”
(8:5) "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan
benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan,
lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
Benih jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak-injak orang dan burung-burung di udara
memakannya sampai habis.
Lukas 8:12
(8:12) Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang
telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil Firman itu
dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
Benih yang jatuh di pinggir jalan ialah seseorang telah
mendengarkan Firman ALLAH, tetapi iblis datang mengambil dari dalam
hatinya.
Singkat kata, BENIH JATUH DI PINGGIR JALAN à Kehidupan seseorang yang telah menjadi sarangnya
burung.
Harusnya hati ini adalah tempatnya benih itulah Firman
yang ditaburkan tetapi karena Firman itu tidak dihargai maka burung datang
memakannya, dengan lain kata menjadi sarangnya burung.
Tanda apabila seseorang adalah sarangnya burung: Tidak
percaya dan tidak diselamatkan.
Keadaan semacam ini dapat kita temukan di dalam Wahyu
18.
Wahyu 18:2-3
(18:2) Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya:
"Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat
kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat
bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, (18:3) karena
semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja
di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah
menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."
BABEL adalah:
-
Tempat
kediaman roh jahat.
-
Tempat
bersembunyi semua roh najis.
-
Tempat
bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci TUHAN.
Pendeknya, mabuk anggur perempuan Babel = Kaya oleh
kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel à Sarangnya burung.
Kita memang harus mabuk anggur tetapi anggur dari
Sorga berarti penuh dengan Roh El Kudus sehingga kita dapat menghargai
kegiatan Roh yakni ibadah dan pelayanan, dengan lain kata tidak jauh dari
ketekunan tiga macam ibadah pokok.
Sedangkan, seseorang yang mabuk anggur dari
perempuan Babel maka dia hidup dalam kenajisan perabulan berarti
kaya oleh kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel, kehidupan semacam ini:
-
Tidak
bergantung kepada kelimpahan kasih karunia TUHAN.
-
Tidak
menghargai kegiatan Roh yakni ibadah dan pelayanan, dengan lain kata jauh dari jam-jam ibadah itulah ketekunan
tiga macam ibadah pokok, demi kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel.
Dahulu kita tidak mengerti hal semacam ini dan
berpikir dengan berbuat baik dan beramal shaleh kita ini penuh dengan Roh Kudus,
tetapi jangan salah kalau kita menjauhkan diri dari jam-jam ibadah karena
kelimpahan hawa nafsu perempuan Babel itu namanya sarangnya burung yang
najis dan sangat dibenci TUHAN…(Wahyu 18:2).
Oleh sebab itu, didalam mengikuti TUHAN ukurannya
bukan amal shaleh dan perbuatan baik tetapi kita semua harus diukur oleh
pengertian Firman ALLAH. Pengertian semacam ini seharunya orang Kristen
mengetahuinya, tetapi sangat disayangkan gembala sidang sangat ketakutan
menyampaikan hal yang seperti ini sehingga yang terlantar dan menderita adalah
sidang jemaat dan akhirnya sidang jemaat sebagai kawanan domba yang tidak tahu
apa-apa binasa diujung perjalanan rohani, sehingga sia-sia dalam pengikutannya.
Namun keluarga ALLAH sidang jemaat GPT “Betania” sangat dihargai dan dihormati TUHAN karena TUHAN
sangat memperhantikan kehidupan kita sampai malam ini.
Contoh: ESAU.
Ibrani 12:16
(12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau
yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak
kesulungannya untuk sepiring makanan.
Esau hidup di dalam kenajisan percabulan = Sarangnya
burung yang najis. Pendeknya, Esau mempunyai nafsu yang rendah.
Mengapa Esau dikuasai oleh kenajisan percabulan? Jawabnya: Karena Esau menjual hak kesulungan demi
sepiring makanan/semangkok sop kacang merah = Menjual yang rohani demi yang
lahiriah. Hal ini menunjukkan bahwa Esau hidup di dalam kenajisan percabulan.
Hak kesulungan à Kegiatan Roh itulah ibadah dan pelayanan.
Ketika seseorang menjadi sarangnya burung menunjukkan bahwa
orang tersebut NAFSUNYA RENDAH sekali. Kalau nafsunya tidak rendah maka dia
tidak akan menjadi sarangnya burung, dengan lain kata tidak akan pernah jauh
dari jam-jam ibadah.
Kejadian 25:30-34 -- Perikop: “Esau dan Yakub.”
(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku
menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah
sebabnya namanya disebutkan Edom. (25:31) Tetapi kata Yakub: "JuALLAH
dahulu kepadaku hak kesulunganmu." (25:32) Sahut Esau:
"Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
(25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka
bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. (25:34)
Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan
dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak
kesulungan itu.
Esau menjual hak kesulungannya demi semangkok sop
kacang merah/sesuap nasi, sebab Esau memandang ringan hak kesulungan yaitu:
ibadah dan pelayanan = Menganggap najis darah perjanjian.
Pendeknya, Esau mempunyai nafsu yang rendah,
seolah-olah TUHAN tidak dapat memelihar kehidupannya sehingga ia harus menjual
yang rohani demi menggapai yang lahiriah.
Pendeknya, Esau menjual yang rohani demi yang
lahiriah karena NAFSUNYA RENDAH.
Oleh sebab itu, marilah kita menghargai ketekunan dalam
tiga macam ibadah pokok dan imam-imam setia melayani dalam ketekunan tiga macam
ibadah pokok karena ibadah pelayanan ini datang dari Sorga, keluar dari salib,
Yesus yang membawanya dan turun ke bumi. Itu sebabnya, kita harus menghargai
dan menghormati ibadah pelayanan itulah ketekunan tiga macam ibadah pokok. Jika
tidak menghargai ibadah dan pelayanan = Menganggap najis darah/korban Kristus.
Kejadian 27:15
(27:15) Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan
Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu
disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.
Bukti lain bahwa Esau menjual yang rohani demi yang
lahiriah: Pakaian atau jubah yang maha indah disimpan oleh Esau di rumah.
Pakaian atau jubah yang maha indah à Karunia-karunia atau jabatan-jabatan Roh El Kudus.
1 Timotius 4:14
(4:14) Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada
padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan
tangan sidang penatua.
Seorang imam atau pelayan TUHAN tidak boleh lalai
dalam mempergunakan karunia dan jabatan Roh El Kudus, tetapi kita melihat bahwa
Esau menyimpan jubah yang maha indah di dalam rumahnya.
Sementara Paulus mengajar Timotius supaya menghargai
karunia-karunia dan jabatan-jabatan yang dipercayakan, itu sebabnya Paulus
mengatakan: “Jangan lalai dalam mempergunakan karunia-karunia dan jabatan
Roh El Kudus”
Kepada imam-imam yang kepadanya telah dipercayakan
karunia-karuia dan jabatan Roh El Kudus harus dihargai, jangan diabaikan dan
lalai dalam mempergunakannya. Bahkan karunia-karunia dan jabatan-jabatan yang
dipercayakan TUHAN hendaklah semakin hari semakin dipertajam.
Jadi, karunia-karunia dan jabatan yang dipercayakan TUHAN
itu bukan sekedar untuk mengisi kekosongan hidup dan supaya kita terlihat
rohani atau supaya kita diterima di masyarakat sebagai kedudukan yang tinggi.
Perlu untuk diketahui: Jubah yang maha indah diberikan
kepada seorang imam oleh …
1.
Nubuat à Pembukaan Firman ALLAH.
Lewat pembukaan rahasia Firman ALLAH seorang imam
dapat sadar dan mengerti bahwa kepadanya telah dipercayakan karunia-karunia dan
jabatan-jabatan Roh El Kudus. Maka, oleh nubuat atau pembukaan Firman ALLAH
hati kita tidak diteguhkan.
2.
Penumpangan
tangan sidang penatua =
Oleh karena kemurahan hati TUHAN.
Itu sebabnya ketika TUHAN hendak mentahbiskan Harun
dan anak-anaknya menjadi imam maka terlebih dahulu meletakkan atau menaruh
tangannya di atas kepala dari korban yang dipersembahan kepada TUHAN, berarti
ada persekutuan dengan Kristus sebagai Kepala, hal itu ditulis di dalam Keluaran
29:10, “… lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke
atas kepala lembu jantan itu.”
Persekutuan dengan Kristus yang dikorbankan itu adalah
kemurahan, maka sama saja dengan bahwa karunia-karunia Roh Kudus diberikan
dengan penumpangan tangan sidang penatua, berarti diberikan karena kemurahan TUHAN
saja.
1 Timotius 4:15-16
(4:15) Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya
supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. (4:16) Awasilah dirimu
sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan
berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang
mendengar engkau.
Kalau kita memperhatikan semua ini kita sendiri
tertolong, orang-orang yang menikmati pelayanan dari imam-imam sesuai dengan
karunia jabatannya juga tertolong.
Di dalam Alkitab dikatakan “sedapat-dapatnya
pertolongan itu datang dari kita.” Oleh sebab itu, jangan senang ketika hanya
mendapatkan pertolongan saja.
2 Timotius 1:14
(1:14) Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya
kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.
Harta yang indah / jubah yang maha indah à Karunia-karunia dan jabatan Roh El Kudus yang harus
dipelihara dan dipergunakan, tidak untuk disimpan.
Esau menyimpan pakaian / jubah yang maha indah, mengapa?
Karena Esau telah dikuasai oleh kenajisan percabulan, sebab Esau telah
menjadi sarangnya burung.
Jika seseorang sudah menjadi sarangnya burung maka
ibadah dan pelayanan tidak berarti bagi dia, sebab dia akan memandang ringan
hak kesulungan (hal-hal yang rohani), namun sebaliknya hal-hal yang lahiriah
jauh lebih berharga bagi dia.
Itu sebabnya katika ahli-ahli Taurat berkata: “Guru,
aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Namun Yesus berkata: “…
Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Artinya:
Selain menjadi liangnya serigala dia juga sudah menjadi sarangnya burung.
Ini adalah suatu pengertian yang datang dari TUHAN supaya
dari pengertian ini menyucikan kita dari dosa yaitu sarangnya burung. Jika
pemberitaan Firman ini tepat sasaran maka kita tidak perlu malu dan lari dari
kenyataan namun hadapi saja, artinya rela disucikan dari segala dosa kejahatan,
kenajisan dan sarangnya burung, sehingga dengan demikian kita juga mampu
menghadapi kedatangan TUHAN kembali sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga =
Mampu menghadapi hari penghakiman.
CIRI-CIRI MENJUAL HAK KESULUNGAN:
1.
Esau
menjadi lelah. Itu sebabnya
Esau disebut Edom.
Menjadi lelah menunjukkan bahwa Esau tidak menghargai
hari Sabat/hari perhentian. Jika kita berada pada hari Sabat/hari
perhentian/hari ketujuh maka sebesar apapun polemik dalam rumah tangga, seperti
apapun gelombang badai menerpa kita tetap kuat dan tidak akan pernah lelah.
Namun jika tidak berada pada hari perhentian maka
seseorang akan lelah dengan masalahnya, akan lelah dengan persoalan yang dia
hadapi, akan lelah dengan segala situasi yang ada di dunia ini. Itu sebabnya di
negara maju tidak sedikit orang menjadi stress, karena sibuk bekerja, lalu
ingin bunuh diri. Salah satu contohnya di Jepang banyak sekali wanita yang
stress di pinggir jalan namun bukan karena dimarahi orang tuanya atau putus
dari pacarnya, tetapi dia terlalu lelah bekerja tanpa mengenal hari perhentian.
Oleh sebab itu, semestinya kita patut bersyukur,
apabila TUHAN membawa kita kepada hari ketujuh/hari perhentian/hari sabat,
tekun dalam tiga macam ibadah pokok, maka disitulah TUHAN menyelesaikan masalah
kita. Jika masalah tidak selesai maka itu yang membawa kita kepada kelelahan,
akhirnya menjadi Edom.
2.
Tidak
menghargai pengalaman kematian dan kebangkitan TUHAN Yesus Kristus, sebagaimana yang tertulis di dalam Kejadian 25:32:
Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak
kesulungan itu?” Berarti tidak menyatu dengan pengalaman kematian dan
kebangkitan TUHAN Yesus Kristus, artinya: Hidupnya hanya sampai disitu saja,
tidak mendambakan kebangkitan.
Jika tidak mendambakan kebangkitan maka apa yang
dilakukan manusia menjadi sia-sia, seperti yang tertulis di dalam 1 Korintus
15:32-33.
1 Korintus 15:32-33
(15:32) Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan
manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya
hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan
dan minum, sebab besok kita mati". (15:33) Janganlah kamu
sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Inilah keadaan seseorang bila tidak satu dalam
pengalaman kematian dan kebangkitan;
1.
Makan
dan minum = Memuaskan hawa
nafsu daging saja.
2.
Masuk
dalam pergaulan yang buruk yaitu
kawin dan mengawinkan, hidup dalam kenajisan percabulan dan kekejian.
Demikianlah
Esau dalam pemandangan TUHAN: Tidak menghargai pengalaman kematian dan
kebangkitan TUHAN Yesus Kristus, akhirnya dia hanya memuaskan keinginan daging (makan
minum) dan hidup dalam kenajisan percabulan (pergaulan buruk) yaitu kawin
mawin.
Kehidupan semacam ini sudah pasti akan BINASA.
Ibrani 12:17
(12:17) Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak
menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk
memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air
mata.
Kesempatan emas untuk memperbaiki kesalahan dan
memperoleh berkat dari hak kesulungan adalah saat ini, sekalipun kita berada
pada hari terakhir. Kesempatan emas ini adalah kemurahan hati TUHAN bagi kita,
karena ketika Esau berusaha mencarinya dengan mencucurkan air mata maka Esau
tidak beroleh kesempatan lagi.
Maka, saatnya bagi kita untuk mendapatkan berkat dari
hak kesulungan dengan mencucurkan air mata. Air mata akan ditampung TUHAN dalam
kirbat-Nya dan TUHAN sangat masygullah dengan orang semacam ini sebab Dia
peduli dan Dia memperhatikannya seperti tetesan air mata dari Maria … (Yohanes
11:33).
JALAN KELUAR supaya tidak binasa.
Kejadian 25:27
(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi
seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub
adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
Yakub adalah seorang yang TENANG dan suka TINGGAL DI
KEMAH.
Inilah jalan keluarnya supaya kita tidak binasa
seperti Esau.
Keterangan: TENANG.
Jadilah orang yang tenang dan jangan menjadi orang
yang kebingungan karena kesibukan-kesibukan yang ada di dunia ini.
1 Petrus 4:7 -- Perikop: “Hidup orang Kristen.”
(4:7) Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena
itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat, oleh karena itu:
Kuasailah dirimu dan jadilah tenang.
Tujuannya: Supaya dapat berdoa dan hidup dalam doa
penyembahan.
Singkat kata, tenang di sini à Doa Penyembahan.
Memang mereka yang sudah mencapai tingkat ibadah
tertinggi itulah doa penyembahan akan merasakan ketenangan yang luar biasa
disertai dengan damai sejahtera, sebagaimana yang dinyatakan di dalam Wahyu
8:1.
Wahyu 8:1 -- Perikop: “Meterai yang ketujuh.”
(8:1) Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang
ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam
lamanya.
Kata “sunyi senyap” berarti ada satu ketenangan
disertai dengan kebahagiaan dan damai sejahtera yang melampaui akal pikiran dan
tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Sunyi senyap di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
Kata “setengah jam” jika dikaitkan dengan “setengan syikal” berarti PENYERAHAN
DIRI.
Laki-laki dari bangsa Israel yang berumur 20 tahun ke
atas akan dianggap layak untuk berperang, dia akan mempersembahkan setengah
syikal … Keluaran 38:26.
Maka benar saja bahwa puncak ibadah adalah DOA
PENYEMBAHAN maka disitu akan ada ketenangan diserai dengan kebahagiaan dan
damai sejahtera yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata tetapi hanya dapat
dirasakan oleh orang itu dengan TUHAN, dan lamanya adalah setengah jam.
Setengah jam jika dikaitkan dengan setengah syikal berarti penyerahan diri
sepenuhnya untuk taat kepada kehendak ALLAH.
Jika sudah menyembah selama satu jam, puji TUHAN,
tetapi perlu untuk memperhatikan yang rohaninya yaitu penyerahan diri
sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH.
Ciri-ciri dalam penyembahan:
1 Petrus 4:8-10
(4:8) Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh
seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. (4:9)
Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak
bersungut-sungut. (4:10) Layanilah seorang akan yang lain, sesuai
dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang
baik dari kasih karunia ALLAH.
Penyembahan = Penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya
kepada kehendak ALLAH.
Ciri-cirinya:
1.
Mengasihi
sesama. Kegunaan kasih:
Menutupi banyak sekali dosa = Mengampuni dosa.
2.
Memberi
tumpangan kepada sesama,
syaratnya: Tidak bersungut-sungut.
Biarlah kita melakukan hal itu dan saya juga belajar
untuk melakukan hal itu, selagi bisa memberikan tumpangan maka saya akan
memberikan tumpangan dengan kerelaan tanpa bersungut-sungut. Kita harus
mempraktekkan Firman itu supaya terbukti bahwa kita sudah berada dalam
ciri-ciri doa penyembahan.
Banyak orang yang mengabaikan Firman namun masih
merasa manusia rohani dan ketika TUHAN Yesus datang nanti kaget setengah mati.
Saya tidak mengatakan bahwa saya sudah sempurna namun saya sekarang masih
berjuang, sesuai dengan Filipi 3:12 “Bukan seolah-olah aku telah
memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya …” Jadi
ketika saya menyampaikan kesaksian seperti ini jangan saudara justru berkata
bahwa saya ini “sok rohani.”
3.
Melayani
sesama sesuai dengan karuni-karuia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus.
Dengan demikian, pelayanan itu teratur dan tertib.
Jangan kita melayani TUHAN sesuka hati, melainkan harus sesuai dengan
karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus sehingga tidak terjadi tumpang
tindih di dalam pelayanan.
Biarlah apa yang sudah kita terima ini kita yakin dan
kita praktekkan.
Keterangan: SUKA TINGGAL DI KEMAH.
Mazmur 84:11
(84:11) Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu
dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu
rumah ALLAHku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.
Pada ayat ini kita menemukan kata “satu hari”
dan “seribu hari.”
2 Petrus 3:8 -- Perikop: “Hari TUHAN.”
(3:8) Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang
satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan TUHAN satu hari
sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
Pada ayat ini kita menemukan kata: Satu hari sama
seperti seribu tahun di hadapan TUHAN.
Satu hari sama dengan seribu tahun à Kerajaan seribu tahun damai, itu adalah hari
perhentian yaitu ibadah dan pelayanan.
Wahyu 20:4
(20:4) Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang
duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga
melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian
tentang Yesus dan karena Firman ALLAH; yang tidak menyembah binatang itu dan
patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka;
dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan
Kristus untuk masa seribu tahun.
Kita harus mengikuti riwayat Yakub bukan hanya menjadi
pribadi yang tenang yaitu ibadah sampai kepada puncaknya yaitu doa penyembahan,
tetapi dia juga diam dalam rumah TUHAN, dari situlah cikal bakal akhirnya TUHAN
membawa sampai kepada kerajaan seribu tahun yang penuh kedamaian.
Tidak akan mungkin sampai kepada kerajaan seribu tahun
jika kita tidak tinggal di dalam kemah / pelataran TUHAN, sebagaimana yang
tertulis di dalam Mazmur 84:11: “Sebab lebih baik satu hari di
pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang
pintu rumah ALLAHku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”
Dari rumah TUHAN yaitu tekun dalam tiga macam ibadah
pokok akhirnya dibawa sampai kepada satu hari itulah hari ketujuh disebut juga
kerajaan seribu tahun damai, terkena kepada Ruangan Maha Suci.
Gambar Ukuran Ruangan Maha Suci.
Ruangan Maha Suci:
-
Panjang
= 10 hasta.
-
Lebar
= 10 hasta.
-
Tinggi
= 10 hasta.
Sehingga: 10 x 10 x 10 = 1.000 à 1 hari = Kerajaan seribu tahun damai.
Dasarnya untuk sampai disitu adalah rumah TUHAN
terkena kepada Ruangan Suci dan di dalamnya terdapat 3 macam alat à Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Jadi, kita harus menjalankan ibadah ini menurut pola
Tabernakel (pola Kerajaan Sorga), tidak boleh menggunakan pola manusia, supaya
ibadah pelayanan di bumi ini adalah gambaran dan bayangan dari ibadah di Sorga,
sebagaimana yang disampailan oleh Paulus kepada orang Ibrani di dalam Ibrani
8:5.
Itu sebabnya, di dalam Yesaya 2:2-3 dikatakan
bahwa rumah TUHAN disebut juga rumah ALLAH Yakub. Hal ini disampaikan oleh
Yesaya karena dia tahu riyawat Yakub di dalam Kejadian 25:27. Jadi,
Yesaya berkotbah kepada bangsa Israel pada zaman raja-raja di tanah Kanaan
bukan asal kotbah tetapi dia tahu riwayat Yakub di dalam Kejadian 25:27,
dan akhirnya gunung Sion disebut rumah ALLAH Yakub.
Maka mau tidak mau kita harus beribadah dengan menggunakan
pola Tabernakel, berarti harus menerima Firman pengajaran dalam pola Tabernakel
sehingga pada akhirnya kita berada di gunung Sion karena saat ini kita sudah
berada di rumah ALLAH Yakub.
Inilah jalan keluarnya supaya lepas dari kematian,
maka jangan kita menjadi sarangnya burung melainkan menjadi rumahnya TUHAN,
tempatnya Roh ALLAH berdiam sebagaimana yang tertulis di dalam 1 Korintus
3:16, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait ALLAH dan bahwa Roh ALLAH
diam di dalam kamu?”
Lebih baik Roh ALLAH diam dalam kehidupan kita dari
pada kita menjadi sarangnya burung, demikianlah Yakub di hadapan TUHAN, dia
seorang yang tenang dan tinggal di rumah TUHAN (kemah). Yakub adalah rumahnya TUHAN,
buktinya: Roh TUHAN terus bekerja di dalam hidupnya.
Kejadian 27:15
(27:15) Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah
kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu
disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.
Akhirnya jubah yang maha indah milik Esau diserahkan
kepada Yakub karena dia layak menerimanya, sebab dia tinggal di dalam rumah TUHAN
maka dia harus mengenakan jubah yang maha indah. Berarti kepada Yakub
dipercayakan karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus, karena dia tidak
pernah meninggalkan rumah TUHAN dan tidak lalai di dalam mempergunakan
karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus.
Dampak positif tidak lalai dalam mempergunakan
karunia-karunia Roh El Kudus.
2 Timotius 1:14-18
(1:14) Peliharalah harta yang indah, yang telah
dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita. (1:15)
Engkau tahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padaku;
termasuk Figelus dan Hermogenes. (1:16) TUHAN kiranya mengaruniakan
rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan
hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. (1:17) Ketika di
Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku. (1:18) Kiranya
TUHAN menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya
pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku.
Jiwa-jiwa yang dimenangkan di Asia kecil pada akhirnya
meninggalkan Paulus termasuk Figelus dan Hermogenes, karena Paulus ditangkap dan
dipenjaran di Itali, namun tidak dengan keluarga Onesiforus.
Dampak positif tidak lalai dalam mempergunakan
karunia-karunia Roh El Kudus: Keluarga Onesiforus merasakan kasih karunia TUHAN.
Dari jubah yang maha indah yang dikenakan oleh Rasul Paulus akhirnya Onesiforus
menikmati pelayanan dari TUHAN bahkan menikmati kemurahan dari TUHAN.
Jika seseorang sudah menikmati kemurahan dari TUHAN
maka dia dapat menyegarkan hati orang lain, dapat menyenangkan hati orang lain.
Berbeda dengan orang yang tidak pernah merasakan kasih karunia dia tidak
mengerti menyukakan hati TUHAN dan hati sesama.
Hasil pelayanan jubah yang maha indah dari Rasul
Paulus memenangkan jiwa Onesiforus. Onesiforus ini adalah orang Efesus dan
Onesiforus banyak melayani TUHAN dan banyak memenangkan jiwa di Efesus karena
dia adalah orang Efesus, saksinya adalah Timotius.
Jadi, jangan kita lalai dalam mempergunakan karunia
dan jabatan Roh El Kudus supaya orang lain juga merasakan kemurahan seperti
Onesiforus dan Onesiforus dapat menyenangkan dan menyegarkan hati orang lain.
Saya rasa kita semua telah merasakan pelayanan dari
jubah yang maha indah itu. Kalau Onesiforus berusaha melayani banyak jiwa maka
kita juga harus berusaha mencari jiwa sebanyak-banyaknya.
Kalau Onesiforus dapat menyegarkan hati sesamanya maka
kita juga sama dengan Onesiforus mampu menyegarkan hati orang lain, jangan
egois. Yang sudah menikmati pelayanan jubah yang maha indah TIDAK BOLEH EGOIS
sampai TUHAN Yesus datang pada kali yang kedua. TUHAN menyertai kita dengan
rahmat-Nya. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA,
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang

No comments:
Post a Comment