KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, March 25, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 17 MARET 2026

 


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 17 MARET 2026

 

SURAT YUDAS 1:11

(Seri: 14)

 

Subtema: KEHENDAK DAGING MEMBAWAHI KEHENDAK YANG ROHANI

 

Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena kemurahan hati TUHAN, kita sekaliannya dimungkinkan untuk berada di atas gunung TUHAN yang kudus, dan kita boleh menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan untuk selanjutnya digembalakan oleh korban sehari-hari selama hari masih siang, selama masih ada kesempatan itu adalah panjang sabarnya Tuhan. Sebab nanti gelap malam akan tiba, semua orang tidak dapat lagi bekerja untuk mengerjakan keselamatannya tepatnya pada saat Antikris menjadi raja, itulah yang disebut puncak gelap malam, puncak pencobaan.

Jadi selagi hari masih siang kita manfaatkan kasih-Nya yang heran dan luar biasa ini untuk menolong kita sekaliannya, hidup kita, nikah kita, dan seisi rumah kita ditolong oleh karena kasih ALLAH asal kita kita baik-baik memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet, baik dari Youtube, Facebook, atau media sosial lainnya yang dapat digunakan atau diakses.

 

Mari kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas 1:11, namun tetaplah berdoa dalam Roh mohon kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

“Celakalah mereka...” antara lain:

a.     Karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

b.    Oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

c.     Mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: MEREKA BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH.

Bilangan 16:1-2

(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

 

Korah beserta Datan, Abiram, dan On + 250 (dua ratus lima puluh) orang-orang Israel bangkit untuk memberontak terhadap Musa dan Harun.

Marilah kita mengenali Korah dan kumpulannya tersebut, antara lain:

-       Korah berasal dari keturunan Lewi.

-       Datan dan Abiram adalah anak-anak Eliab. Sedangkan, On adalah anak Pelet.

Tetapi ketiga-tiganya adalah keturunan Ruben.

-       250 (dua ratus lima puluh) orang Israel adalah pemimpin-pemimpin yang dipilih oleh rapat, mereka adalah orang-orang yang kenamaan.

Itulah keberadaan dari Korah dan kumpulannya.

 

Pertanyaannya: mengapa Korah dan kumpulannya bangkit memberontak terhadap Musa dan Harun?

Jawabannya dapat kita jumpai di dalam...

Bilangan 16:7b

(16:7) …Cukuplah itu, hai orang-orang Lewi!" (16:8) Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi! (16:9) Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, (16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?

 

Korah dan kumpulannya menuntut pangkat imam lagi, padahal Korah ini berasal dari Suku Lewi yang telah dipisahkan oleh ALLAH dari umat Israel untuk mendekat kepada ALLAH. Maksudnya suku Lewi diberi kesempatan untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN di Kemah Pertemuan (Ruangan Suci).

Ayat referensinya ada di dalam Bilangan 8:18-19.

 

Suku Lewi sudah diberi kesempatan untuk mendekat kepada TUHAN, maksudnya: melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN di Ruangan Suci, namun masih juga menuntut pangkat imam. Itu yang sangat disesali.

Sebenernya kalau sudah diberi kesempatan untuk mendekat kepada ALLAH, diberi kesempatan untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, kita harusnya bersyukur. Kita harus bisa menempatkan / mendudukkan rasa syukur itu dengan baik di dalam diri kita dihadapan TUHAN. Jangan besyukur jika hanya mendapat keuntungan semata, tetapi ketika mendekat kepada TUHAN tidak tahu bersyukur, ketika tekun dalam tiga macam ibadah pokok dia pikir itu kesukaran / kesulitan / mendatangkan kerugian baik tenaga, pikiran, waktu, dan uang sehingga dia tidak mengerti mengucap syukur.

Itu sebabnya saya katakan, kita harus bisa menempatkan rasa syukur itu dengan baik dihadapan TUHAN.

 

Jadi kalau kita diberi kesempatan untuk mendekat kepada TUHAN, diberi kesempatan untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok, di situlah sebenarnya rasa syukur itu kita naikkan kepada TUHAN, bukan pada saat engkau mendekat pada keuntungan secara finansial.

 

Fakta kebenarannya di dalam…

Bilangan 3:6-7

(3:6) "Suruhlah suku Lewi mendekat dan menghadap imam Harun, supaya mereka melayani dia. (3:7) Mereka harus mengerjakan tugas-tugas bagi Harun dan bagi segenap umat Israel di depan Kemah Pertemuan dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci.

 

Atas perintah ALLAH suku Lewi boleh mendekat supaya mereka melayani dan mengerjakan tugas-tugas:

-       Bagi imam besar Harun.

Supaya pekerjaan yang besar ini tidak terlalu memberatkan Imam Besar Harun.

Jadi kita semua harus saling melengkapi supaya jangan memberatkan.

-       Bagi segenap umat Israel.

 

Sungguh-sungguhlah memperhatikan hal ini. Kalau penginjilan satu ayat saja kita senang, semestinya pelajaran demi pelajaran semacam ini diperhatikan, kita telusuri dan ikuti pembahasannya dengan baik supaya rohani kita dibawa kepada TUHAN semakin hari semakin mendalam sehingga kita tidak sama seperti Korah di dalam Yudas 1:11 tadi; mendurhaka. Jadi bukan hanya Korah yang binasa, tetapi mereka yang mendurhaka sama seperti Korah juga binasa.

Kalau rohani semakin mendalam (dewasa) tentu kita tidak lagi sama seperti kanak-kanak yang suka ngomel, bersungut-sungut sampai nanti mendurhaka / memberontak / melawan ALLAH seperti orang-orang yang mengikuti jalannya Korah.

 

Bilangan 3:8

(3:8) Mereka harus memelihara segala perabotan Kemah Pertemuan, dan mengerjakan tugas-tugas bagi orang Israel dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci.

 

Di sini semakin dipertegas bahwasanya suku Lewi harus memelihara segala perabotan di Kemah Pertemuan (Ruangan Suci) dan melakukan tugas-tugas bagi orang Israel. Jadi semakin dipertegas lagi apa yang menjadi tanggung jawab daripada orang-orang Lewi.

 

Bilangan 3:9

(3:9) Orang Lewi harus kauserahkan kepada Harun dan anak-anaknya; dari antara orang Israel haruslah orang-orang itu diserahkan kepadanya dengan sepenuhnya. (3:10) Tetapi Harun dan anak-anaknya haruslah kautugaskan untuk memegang jabatannya sebagai imam, sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati."

 

Orang Lewi harus diserahkan kepada Imam Besar Harun dan anak-anaknya, sebab Harun dan anak-anaknyalah yang bertugas untuk memegang jabatan sebagai Imam. Tetapi sekalipun demikian, suku Lewi diberikan kesempatan untuk mendekat kepada ALLAH:

-       Untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN yakni memelihara perabotan-perabotan di Kemah Pertemuan.

-       Mengerjakan tugas-tugas bagi umat Israel.

 

Pendeknya, mendekat kepada ALLAH sudah cukup, diberi kesempatan untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN di Kemah Pertemuan dan bertugas untuk melayani segenap umat Israel, itu sudah cukup bahkan lebih dari kata cukup sebab orang awam saja dilarang untuk mendekat, apabila mendekat harus dihukum mati.

 

Jadi saudara, kalau TUHAN memberi kesempatan kepada kita sekaliannya secara khusus keluarga sidang jemaat GPT Betania boleh mendekat kepada TUHAN, itu sudah cukup bahkan lebih dari kata cukup.

Imam-imam yang diberi kesempatan untuk melayani TUHAN, diberi kesempatan untuk mendekat, perhatikan ini supaya saudara jangan sembarangan untuk melayani TUHAN lalu merasa terlalu berat, seharusnya itu sudah lebih daripada kata cukup. Sebab apabila orang awam mendekat harus dihukum mati.

Jadi tidak sembarangan untuk mendekat kepada ALLAH, maka kitapun tidak boleh sembarangan lagi untuk datang menghadap TUHAN, jangan sesuka hati lagi, kita harus tahu kedudukan kita dihadapan TUHAN.

 

Itulah sebabnya Musa berkata kepada Korah di dalam Bilangan 16:7b; “Cukuplah itu, hai orang-orang Lewi!” Namun hal itu ternyata belum cukup bagi Korah, itulah sebabnya Korah menuntut pangkat imam di dalam Bilangan 16:10.

 

Padahal tadi kita sudah baca, Suku Lewi memang diambil dari antara orang-orang Israel lalu diserahkan kepada Harun dan anak-anaknya untuk selanjutnya mendekat kepada ALLAH yakni melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, memperhatikan tiga perabotan di dalam Ruangan Suci itulah ketekunan tiga macam ibadah pokok. Tetapi bagi Korah dan kumpulannya itu belum cukup, itu sebabnya Korah masih menuntut pangkat imam lagi. Artinya, tidak cukup hanya sekedar mendekat; diberi kesempatan untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, namun masih juga menuntut pangkat imam, tidak ada puas-puasnya.

 

Itulah manusia kalau tidak mengerti rencana TUHAN, dia tidak tahu bersyukur, dia tidak tahu meletakkan kata “syukur” itu di dalam dirinya dihadapan TUHAN.

Jadi mulai sekarang kita harus tahu meletakkan kata “syukur” di dalam diri kita kepada TUHAN, supaya sedikit-sedikit jangan ngomel saja, salahkan ini salahkan itu, menuntut saja, tetapi kewajibannya tidak ada.

 

Pendeknya, Korah dan kumpulannya tidak memahami tahbisan. Itu sebabnya Korah dan kumpulannya menganggap Musa dan Harun sebagai orang biasa sehingga Korah dan kumpulannya mengangkat dirinya menjadi orang yang berkuasa melebihi kehendak ALLAH.

Tadi kita sudah melihat dengan jelas kehendak ALLAH di dalam Bilangan 3:5-10 bukan? Tetapi karena Korah dan kumpulannya tidak mengerti tahbisan akhirnya dia mengangkat dirinya lebih daripada Musa dan Harun = mengangkat diri lebih dari kehendak ALLAH.

 

Bilangan 16:11

(16:11) Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

 

Korah dan kumpulannya bersepakat melawan TUHAN. Pendeknya, mengangkat diri menjadi orang berkuasa melebihi dari kehendak ALLAH = kehendak / kekuatan daging yang membawahi kekuatan rohani, hal itu tidak diperkenankan TUHAN.

Itu sebabnya berkali-kali saya sampaikan, kita bersyukur karena diperkenankan mendekat kepada TUHAN, melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, memperhatikan alat-alat di dalam Ruangan Suci berarti tekun dalam tiga macam ibadah pokok, itu sudah cukup bahkan lebih dari kata cukup.

Mulai dari sekarang belajar mengerti menempatkan kehidupan ini pada kedudukan yang benar, jangan ada penonjolan dan ingin menonjolkan diri lebih rohani dari gembalanya. Hati-hati, Musa dan Harun itu datang dari TUHAN untuk memegang jabatan imam.

 

Nubuatan Korah dan kumpulannya akan tampak di depan mata kita dan telah dituliskan oleh Paulus kepada jemaat di Tesalonika di dalam…

2 Tesalonika 2:3

(2:3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

 

Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga!

Ayo, teruslah ikuti gerak daripada Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel seperti TUHAN tetap berada di ruas jalan yang Dia tempuh, jangan kita menyimpang ke kiri dan ke kanan supaya jangan sesat, kita dimempelaikan oleh TUHAN dan dikristalkan.

 

Sebelum hari TUHAN tiba maka haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa.

-       Murtad = mengundurkan diri dari salib Kristus meskipun ada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.

Hati-hati banyak juga orang Kristen seperti itu.

-       Durhaka = memberontak / melawan kepada ALLAH.

Dua hal ini akan mendahului kedatangan TUHAN kembali untuk yang kedua kalinya ke dalam dunia ini, sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.

 

2 Tesalonika 2:4

(2:4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

 

Orang durhaka atau memberontak kepada ALLAH adalah lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut dan disembah sebagai ALLAH, selanjutnya duduk di Bait Allah dan menyatakan dirinya sebagai Allah.

Lawan yang meninggikan diri ini jelas menunjuk pada Antikris.

 

Jadi saudara, hati-hati dengan pemberontakan / pendurhakaan, jangan kita bangkit melawan terhadap TUHAN dan itu bisa berawal dari ngomel sedikit, bersungut-sungut sedikit, menggerutu dalam hati sedikit, tetapi kalau itu menjadi satu kebiasaan lama-lama dia akan mengikuti jalan yang ditempuh oleh Korah dan tidak segan-segan akan mendurhaka terhadap ALLAH. Jadi roh ngomel dan bersungut-sungut itu harus disingkirkan.

Mungkin sepertinya rencana ALLAH ini tidak cocok menurut daging, jangan cepat-cepat ngomel dan bersungut-sungut, ikuti dulu alur cerita dimana TUHAN sedang membuat skenario dalam kehidupan kita masing-masing, jangan kita keluar dari skenario itu.

 

Kita akan membaca …

2 Tesalonika 2:7-8

(2:7) Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, (2:8) pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

 

Kedurhakaan atau pemberontakan itu sebenarnya sekarang ini sudah mulai bekerja, tetapi masih ada yang menahannya.

 

Ayat referensinya di dalam …

Wahyu 10:1-5

(10:1) Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api. 10:2 Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi, (10:3) dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum. Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya. (10:4) Dan sesudah ketujuh guruh itu selesai berbicara, aku mau menuliskannya, tetapi aku mendengar suatu suara dari sorga berkata: "Meteraikanlah apa yang dikatakan oleh ketujuh guruh itu dan janganlah engkau menuliskannya!" (10:5) Dan malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di atas bumi, mengangkat tangan kanannya ke langit,

 

Sebetulnya pemberontakan demi pemberontakan di dalam diri orang Kristen itu sudah bekerja, tetapi masih ada yang menahannya itulah seorang malaikat lain yang kuat turun dari Sorga yang diutus oleh ALLAH.

Maka kita patut bersyukur kepada TUHAN jika TUHAN masih mengutus kepada kita seorang gembala untuk menggembalakan kita dengan gulungan kitab di tangannya itulah Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, yang sangat ampuh untuk menahan kuasa dari langit, kuasa dari Antikris, dan kuasa dari nabi palsu sebab gulungan kitab yang terbang itu setelah dilihat ternyata adalah ukuran dari Tabernakel di dalam Zakharia 5:1-2.

Jadi Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel yang menahan. Maka saudara jangan pernah ragu dengan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, itu yang masih menahan karena menunggu siapa-siapa orang yang masih harus diselamatkan.

Jadi kuasa dari langit (naga) ditahan, kuasa dari bumi (nabi palsu) ditahan, kuasa dari laut (Antikris) ditahan oleh malaikat yang menggembalakan domba-domba dengan gulungan kitab yaitu Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel menurut Zakharia 5:1-2.

 

Jadi saudara, sabar-sabar mengikuti pemberitaan Firman ALLAH, jangan puas hanya mengikuti satu ayat lalu tepuk tangan selesai, kumpul kolekte. Harus beroleh pengertian, kalau tidak beroleh pengertian Alkitab berkata; “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat…Amsal 29:18.

Liar berarti sesuka hati menjalankan ibadah, sesuka hati melayani TUHAN. Mengapa liar? Karena tidak mempunyai pengertian (pembukaan Firman ALLAH). Boleh malayani dengan kaos-kaos, celana levis, rambut merah meski ada di tengah ibadah dan pelayanan, tetapi itu sebetulnya liar. Andaikata dia mempunyai wahyu (pembukaan Firman ALLAH) pastinya menghadap TUHAN dengan sopan dan tertib.

 

Jadi kita bersyukur masih ada yang menahannya yaitu; Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Berikanlah diri mu untuk digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

 

2 Tesalonika 2:7b-8a

(2:7b) Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, (2:8a) pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya,

 

Tetapi apabila yang menahannya itu telah disingkirkan, apabila Firman Pengajaran Mempelai disingkirkan dari atas muka bumi ini maka disitulah si pendurhaka akan bangkit memberontak, bangkit melawan kepada ALLAH, menyatakan dirinya sebagai allah dan raja.

 

Ayat referensi Antikris akan tampil sebagai raja yang akan memerintah seantero dunia.

Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka… Matius 20:25.

 

Lukas 22:25

(22:25) Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.

 

Satu kali nanti Antikris akan tampil sebagai raja yang berkuasa, mereka disebut sebagai pelindung-pelindung bagi bangsa-bangsa.

 

Praktek Antikris menjadi allah yang harus disembah ada di dalam

Wahyu 13:2

(13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

 

Setan akan memberikan segala sesuatu yang diinginkan oleh Antikris supaya Antikris berhasil dalam menjalankan visi dan misi dari Setan itu sendiri.

 

Wahyu 13:3

(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.

 

Antikris juga sanggup mengadakan mujizat kesembuhan, dan hal itu diadakan di depan mata orang-orang yang ada di atas muka bumi ini sehingga seluruh dunia heran. Dalam keheranan itu nanti dunia akhirnya meninggalkan TUHAN lalu menjadi pengikut Antikris. Itu sebabnya, inti dari pengikutan kita kepada TUHAN bukan soal mujizat, karena mujizat itu adalah karunia TUHAN kepada seorang hamba TUHAN. Tetapi puncak dari pengikutan kita kepada TUHAN adalah penyembahan.

Jadi jangan kita keliru dalam pengikutan kita kepada TUHAN, tidak perlu heran dan membesar-besarkan mujizat yang terjadi ini. Mujizat itu perlu, tetapi kita tidak perlu membesar-besarkannya. Kalau orientasi pelayanan ini hanya kepada mujizat nanti tidak ada bedanya dengan seluruh dunia yang heran itu, akhirnya menjadi pengikut Antikris.

 

Mari kita lihat orang-orang dunia yang menjadi pengikut Antikris

Wahyu 13:4

(13:4) Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"

 

Pengikut Antikris yang hanya heran dengan mujizat akhirnya menyembah naga dan menyembah Antikris dan merasa bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan Antikris itu sebabnya mereka menyembah Setan dan Antikris.

Inilah praktek satu kali Antikris akan disembah.

 

Jadi ketika Antikris tampil;

-       Dia akan menyatakan dirinya sebagai raja (Matius 20:25, Lukas 22:25).

-       Dia akan menyatakan dirinya sebagai allah (Wahyu 13:1-4).

 

Wahyu 13:5

(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.

 

Jadi kepada Antikris diberikan mulut yang penuh kesombongan dan hujat berarti Antikris ini dengan kesombongannya akan mengajarkan orang-orang di bumi ini untuk menghujat ALLAH berarti tidak lagi menghargai kegiatan-kegiatan Roh, tidak menghargai ibadah dan pelayanan.

 

Perlu untuk diketahui:

Menghujat ALLAH diampuni, menghujat Anak diampuni, tetapi kalau tidak menghargai kegiatan Roh (ibadah dan pelayanan) tidak diampuni oleh TUHAN.

Inilah yang harus kita perhatikan di hari-hari terakhir ini supaya kita jangan membiasakan diri untuk ngomel, bersungut-sungut, salahkan ini dan itu karena tidak cocok di dalam hati.

Maka saya perlu mengingatkan kembali, ikuti dulu rancangan-rancangan yang dibuat oleh ALLAH karena ALLAH sendiri yang membuat skenario di dalam kehidupan kita pribadi lepas pribadi, tidak usah dulu langsung bersungut-sungut, ikuti saja rancangan yang TUHAN adakan di dalam diri kita masing-masing.

 

Pertanyaannya: Pada saat kapan Antikris menjadi raja dan allah?

Jawabnya: Apabila yang menahannya itu disingkirkan.

 

Hal itu sudah dinyatakan oleh Yesus di dalam…

Matius 26:30-32

(26:30) Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun. (26:31) Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. (26:32) Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."

 

Sesudah menyanyikan nyanyian pujian. Hal ini kaitannya dengan perbincangan pada waktu mengadakan kebaktian disertai dengan Perjamuan Suci di malam hari. Jadi dalam setiap kebaktian ternyata Yesus juga mengajarkan murid-murid untuk menaikkan nyanyian, sebagai pujian kepada TUHAN. Saat kita menaikkan nyanyian kepada TUHAN = puji-pujian kepada TUHAN karena Yesus adalah Mesias, ALLAH yang harus dipuja untuk selama-lamanya.

 

Sesuai dengan nubuat para nabi, gembala dibunuh dan domba-domba akan tercerai-berai, dan Yesus harus menggenapi nubuatan dari kitab para nabi. Artinya; Yesus harus menderita sengsara dan mati di kayu salib, tetapi percayalah hari ketiga Yesus pasti bangkit.

 

Sekarang kita bandingkan dengan nubuat Daniel di dalam…

Daniel 11:31

(11:31) Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan.

 

Pada saat Antikris tampil menjadi raja dan allah di atas muka bumi ini, mereka akan menajiskan tempat kudus kemudian selain itu mereka akan menghapuskan korban sehari-hari.

 

Daniel 9:27

(9:27) Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

 

Korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan, itulah yang dihentikan oleh Antikris bilamana ia menjadi raja dan allah di atas muka bumi ini.

Jadi sebetulnya, korban sehari-hari ini harus ada di atas gunung TUHAN untuk menggembalakan domba-domba, tetapi satu kali nanti korban sehari-hari ini akan dirampas sama seperti gembala dibunuh, tidak ada lagi yang menggembalakan, maka pada saat itulah domba-domba akan tercerai berai menurut pemikiran Antikris. Karena rencana mereka adalah kawanan domba ALLAH harus dibinasakan, maka strategi mereka adalah pertama-tama yang dibunuh adalah gembala.

Kalau kita bandingkan dengan nubuatan nabi Daniel, yang terlebih dahulu dirampas / disingkirkan adalah korban sehari-hari supaya umat ALLAH / kawanan domba ALLAH BINASA.

 

-       Korban sembelihan -> ibadah dan pelayanan yang dikaitkan dengan salib di Golgota.

-       Korban santapan -> Pengajaran Firman ALLAH yang benar dan murni berarti ayat menerangkan ayat atau ayat yang satu dijelaskan oleh ayat yang lain sampai terjadi pembukaan rahasia Firman ALLAH.

Inilah Pengajaran Firman ALLAH yang murni berkuasa untuk menyucikan setiap kehidupan manusia.

 

Inilah yang terlebih dahulu disingkirkan, maka sebelum nanti gembala yang menggembalakan kita disingkirkan (sebelum korban sehari-hari disingkirkan), marilah kita menghargai ketekunan tiga macam ibadah pokok, artinya tetap berada di atas gunung TUHAN untuk memberikan diri digembalakan oleh gembala Agung dalam nubuatan Daniel itulah korban sehari-hari yaitu korban sembelihan dan korban santapan.

 

Jadi kalau kita datang beribadah dan melayani sampai berdarah-darah, itu adalah kesempatan sebelum korban sehari-hari disingkirkan. Kalau kita mendapatkan Pengajaran Firman yang murni itu kesempatan, sebelum itu disingkirkan.

Jadi selagi hari masih siang, masih ada kesempatan bagi kita untuk datang beribadah dan melayani disertai dengan korban berdarah-darah, masih ada kesempatan untuk mengumpulkan Firman ALLAH, itulah Pengajaran Firman ALLAH yang murni untuk menolong, menyucikan, dan menyempurnakan kita sekaliannya.

 

Tetapi banyak orang Kristen tidak mengerti ini dan tidak mau mengerti meskipun sudah diberi pengertian, saya juga heran, merasa miris melihat orang Kristen semacam ini. Dia tahu kebenaran, tetapi sengaja menolak, nanti setelah yang menahannya itu disingkirkan, barulah dia meringis.

Sekarang ini sepertinya tidak ada perbedaan antara Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel dengan pemberitaan yang lain-lain, sepertinya masih aman-aman dan baik-baik saja, nanti perbedaan itu akan nampak bila tiba waktunya. Kita akan melihat pembelaan TUHAN kepada kawanan domba yang digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel dibandingkan dengan mereka yang menolak untuk digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, nanti akan tiba waktunya semuanya akan tampak dengan jelas, karena Alkitab yang berkata.

 

Itu sebabnya berkali-kali saya menghimbau supaya kita juga sungguh-sungguh sehingga dengan kita sungguh-sungguh kita layak untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, dengan lain kata mendekat kepada TUHAN dalam setiap kita menyelenggarakan Kebaktian Natal PPT dan Kebaktian Paskah PPT, tetapi dimulai dari diri kita dulu. Karena kita juga harus berpikir secara realistis, masakan hanya segelintir saja yang layak untuk mendapatkan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, masakan hanya segelintir saja yang digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel? Kita harus berpikir secara rasional dan dewasa, rela menjadi pendamaian, berkorban untuk mendamaikan orang lain kepada ALLAH dan tidak perlu hitung-hitungan untuk itu, menjadi pendamaian tidak perlu hitung-hitungan.

 

Daniel 8:11-12

(8:11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya. (8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang dibuatnya, semuanya berhasil.

 

Ketika Gembala itulah korban sehari-hari dirampas, selanjutnya Antikris pun tetap mengadakan kebaktian, tetapi dengan kebaktian fasik ganti dari korban sehari-hari.

Apa sih kebaktian fasik? Kebaktian fasik berbicara soal berkat dan keberkatan, berhasil dan keberhasilan, itu saja isi dari pemberitaan Firman apabila kebaktian fasik diselenggarakan.

Itu sebabnya berkali-kali saya sampaikan, hindari pemberitaan dalam bentuk prosperity, hindari berita tentang soal kemakmuran, dan ibadah kita porosnya / sentralnya bukan pada mujizat, tetapi porosnya terletak pada salib.

Kalau tidak demikian, tidak tertutup kemungkinan banyak sekali orang Kristen akan binasa.

 

Jadi luar biasa strategi yang digunakan oleh Setan ini untuk membinasakan umat manusia. Pertama-tama disingkirkan dulu gembala yang menggembalakan umat manusia, itulah korban sehari-hari, namun ibadah tetap berjalan. Tetapi ibadah itu diganti dengan ibadah fasik, berbicara soal berkat keberkatan, berhasil keberhasilan.

 

Saudara, kalau kita melihat ini jangan kita merasa bermasa bodoh dan merasa kuat dan mampu menghadapi situasi ini supaya kita juga mendapatkan pertolongan.

 

Daniel 11:16

(11:16) sehingga raja yang menyerangnya akan berbuat sekehendak hati, dan tidak ada seorang pun yang dapat bertahan menghadapinya; ia akan menduduki Tanah Permai dan seluruhnya akan ada dalam kekuasaannya.

 

Tidak ada seorang pun yang dapat bertahan menghadapinya.

Jangan pernah merasa hebat karena gaji sebulan, bisnis berhasil, usaha, dagang, dan seterusnya, semua itu perlu, tetapi jangan berharap ke situ. Perhatikanlah semua apa yang dinubuatkan oleh Kitab para nabi, apa yang telah diajarkan oleh Yesus kepada murid-murid, tetapi ada saja dari antara murid-murid ini bermasa bodoh karena menganggap dirinya kuat, itulah Petrus, pribadi yang absurd, pribadi yang sangat konyol, sikapnya sontoloyo.

 

Matius 26:33

(26:33) Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."

 

Jadi tanpa gembala Petrus merasa kuat, ini pemikiran yang konyol. Maka saya katakan berkali-kali, Petrus ini adalah pribadi yang sontoloyo. Tetapi kita jangan absurd dan konyol saudara, jangan kita merasa kuat tanpa gembala, engkau bangga hanya karena kedudukan jabatan mu atau karena family mu ada yang kaya, pejabat tinggi lalu engkau menaruh harap ke situ, itu bodoh namanya. Kita kuat karena ada yang menjaga, itulah gembala, korban sehari-hari; korban sembelihan dan korban santapan.

 

JALAN KELUAR:

Bilangan 3:5-7

(3:5) TUHAN berfirman kepada Musa: (3:6) "Suruhlah suku Lewi mendekat dan menghadap imam Harun, supaya mereka melayani dia. (3:7) Mereka harus mengerjakan tugas-tugas bagi Harun dan bagi segenap umat Israel di depan Kemah Pertemuan dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci.

 

Singkat kata; suku Lewi diberi kesempatan untuk mendekat kepada ALLAH untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN dan memperhatikan perabotan-perabotan di dalam Ruangan Suci.

-       Meja Roti Sajian à Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai Perjamuan Suci.

-       Mezbah Dupa à Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan seperti malam ini.

-       Pelita Emas à Ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai Kesaksian.

 

Gambar Ruangan Suci.

 

 

2 Petrus 3:14-15

(3:14) Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. (3:15) Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

 

Ayat 14 ini mencerminkan bahwa kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok supaya kita diperdamaikan dengan ALLAH. Kalau tidak tergembala tidak mungkin kita bisa berdamai dengan ALLAH.

Setelah beroleh penebusan oleh darah salib di Halaman, selanjutnya disucikan oleh tiga alat di Ruangan Suci, selanjutnya dalam keadaan diperdamaikan kepada ALLAH. Maka mau tidak mau, kita harus berada dalam hadirat TUHAN lewat KETEKUNAN DALAM TIGA MACAM IBADAH POKOK, di situ Yesus tampil sebagai Imam Besar untuk melayani, berdoa, dan mengadakan pendamaian hidup kita.

 

Jadi digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel adalah harga mati, supaya kita disucikan dan dalam keadaan berdamai dengan ALLAH.

 

Saudara, apa yang dituliskan oleh Paulus kepada jemaat-jemaat di Korintus, khotbah-khotbah dalam bentuk tulisan, khotbah-khotbah dalam bentuk lisan, itu disampaikan menurut hikmat, berita salib. Dan itu ditegaskan oleh Petrus sendiri karena Petrus tahu perihal daripada Paulus ini. Berarti kita harus mau digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel selagi hari masih siang.

Anggaplah panjang sabar TUHAN adalah kesempatan untuk mendekat, kasih sayang dan kasih setia TUHAN, kemurahan TUHAN adalah kesempatan untuk mendekat.

Jangan biasakan sedikit-sedikit pulang kampung, jaga perasaan saudara-saudari, tetapi perasaan TUHAN tidak engkau jaga, nanti kalau perasaan TUHAN sudah habis kepada mu pada hari TUHAN datang, mau bilang apa? Engkau mau mencari kesempatan sudah tidak ada lagi.

Ingat! Panjang sabar TUHAN adalah kesmpatan untuk mendekat, seperti suku Lewi, cukuplah itu bahkan lebih dari kata cukup, artinya; lebih dari yang engkau terima di bumi ini.

 

Jaga perasaan TUHAN, sebelum perasaan TUHAN habis kepada mu. Kesabaran TUHAN adalah kesempatan untuk mendekat. Amin.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

No comments:

Post a Comment