IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 17 MARET 2026
SURAT YUDAS 1:11
(Seri: 14)
Subtema: KEHENDAK
DAGING MEMBAWAHI KEHENDAK YANG ROHANI
Shalom.
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena kemurahan hati
TUHAN, kita sekaliannya dimungkinkan untuk berada di atas gunung TUHAN yang
kudus, dan kita boleh menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan untuk selanjutnya
digembalakan oleh korban sehari-hari selama hari masih siang, selama masih ada
kesempatan itu adalah panjang sabarnya Tuhan. Sebab nanti gelap malam akan
tiba, semua orang tidak dapat lagi bekerja untuk mengerjakan keselamatannya
tepatnya pada saat Antikris menjadi raja, itulah yang disebut puncak gelap
malam, puncak pencobaan.
Jadi
selagi hari masih siang kita manfaatkan kasih-Nya yang heran dan luar biasa ini
untuk menolong kita sekaliannya, hidup kita, nikah kita, dan seisi rumah kita
ditolong oleh karena kasih ALLAH asal kita kita baik-baik memanfaatkannya
dengan sungguh-sungguh.
Saya
juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut
bergabung lewat online atau live streaming atau video internet,
baik dari Youtube, Facebook, atau media sosial lainnya yang dapat digunakan
atau diakses.
Mari
kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa
Penyembahan dari Yudas 1:11, namun tetaplah berdoa dalam Roh mohon
kemurahan daripada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita
pribadi lepas pribadi.
Yudas
1:11
(1:11) Celakalah
mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena
mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan
mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
“Celakalah mereka...”
antara lain:
a.
Karena mereka mengikuti jalan yang
ditempuh Kain.
b.
Oleh sebab upah, menceburkan diri ke
dalam kesesatan Bileam.
c.
Mereka binasa karena kedurhakaan
seperti Korah.
Tentang: MEREKA
BINASA KARENA KEDURHAKAAN SEPERTI KORAH.
Bilangan 16:1-2
(16:1) Korah
bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram,
anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak
orang-orang (16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua
ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu
orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.
Korah beserta Datan, Abiram, dan On
+ 250 (dua ratus lima puluh) orang-orang Israel bangkit untuk memberontak
terhadap Musa dan Harun.
Marilah kita mengenali Korah dan
kumpulannya tersebut, antara lain:
- Korah berasal dari keturunan Lewi.
-
Datan
dan Abiram
adalah anak-anak Eliab. Sedangkan, On
adalah anak Pelet.
Tetapi ketiga-tiganya adalah keturunan Ruben.
-
250 (dua ratus lima puluh)
orang Israel adalah pemimpin-pemimpin
yang dipilih oleh rapat, mereka adalah orang-orang yang kenamaan.
Itulah keberadaan dari Korah dan
kumpulannya.
Pertanyaannya: mengapa Korah dan
kumpulannya bangkit memberontak terhadap Musa dan Harun?
Jawabannya dapat kita jumpai di
dalam...
Bilangan 16:7b
(16:7)
…Cukuplah itu, hai orang-orang Lewi!" (16:8) Lalu berkatalah Musa
kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi! (16:9) Belum
cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel
dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan
pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk
melayani mereka, (16:10) dan bahwa engkau
diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan
sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
Korah
dan kumpulannya menuntut pangkat imam lagi, padahal Korah ini berasal
dari Suku Lewi yang telah dipisahkan oleh ALLAH dari umat Israel untuk mendekat
kepada ALLAH. Maksudnya suku Lewi diberi kesempatan untuk melayani TUHAN
dan melayani pekerjaan TUHAN di Kemah Pertemuan (Ruangan Suci).
Ayat
referensinya ada di dalam Bilangan 8:18-19.
Suku
Lewi sudah diberi kesempatan untuk mendekat kepada TUHAN, maksudnya: melayani
TUHAN dan pekerjaan TUHAN di Ruangan Suci, namun masih juga menuntut pangkat
imam. Itu yang sangat disesali.
Sebenernya
kalau sudah diberi kesempatan untuk mendekat kepada ALLAH, diberi kesempatan
untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, kita harusnya bersyukur.
Kita harus bisa menempatkan / mendudukkan rasa syukur itu dengan baik di dalam
diri kita dihadapan TUHAN. Jangan besyukur jika hanya mendapat keuntungan
semata, tetapi ketika mendekat kepada TUHAN tidak tahu bersyukur, ketika tekun
dalam tiga macam ibadah pokok dia pikir itu kesukaran / kesulitan /
mendatangkan kerugian baik tenaga, pikiran, waktu, dan uang sehingga dia tidak
mengerti mengucap syukur.
Itu
sebabnya saya katakan, kita harus bisa menempatkan rasa syukur itu dengan baik
dihadapan TUHAN.
Jadi
kalau kita diberi kesempatan untuk mendekat kepada TUHAN, diberi kesempatan
untuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok, di situlah sebenarnya rasa syukur
itu kita naikkan kepada TUHAN, bukan pada saat engkau mendekat pada keuntungan
secara finansial.
Fakta
kebenarannya di dalam…
Bilangan
3:6-7
(3:6)
"Suruhlah suku Lewi mendekat dan menghadap imam Harun, supaya mereka
melayani dia. (3:7) Mereka harus mengerjakan tugas-tugas bagi Harun
dan bagi segenap umat Israel di depan Kemah Pertemuan dan dengan demikian
melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci.
Atas
perintah ALLAH suku Lewi boleh mendekat supaya mereka melayani dan mengerjakan
tugas-tugas:
-
Bagi imam besar Harun.
Supaya pekerjaan yang besar
ini tidak terlalu memberatkan Imam Besar Harun.
Jadi kita semua harus saling
melengkapi supaya jangan memberatkan.
-
Bagi segenap umat Israel.
Sungguh-sungguhlah
memperhatikan hal ini. Kalau penginjilan satu ayat saja kita senang, semestinya
pelajaran demi pelajaran semacam ini diperhatikan, kita telusuri dan ikuti
pembahasannya dengan baik supaya rohani kita dibawa kepada TUHAN semakin hari
semakin mendalam sehingga kita tidak sama seperti Korah di dalam Yudas 1:11
tadi; mendurhaka. Jadi bukan hanya Korah yang binasa, tetapi mereka yang
mendurhaka sama seperti Korah juga binasa.
Kalau
rohani semakin mendalam (dewasa) tentu kita tidak lagi sama seperti kanak-kanak
yang suka ngomel, bersungut-sungut sampai nanti mendurhaka / memberontak /
melawan ALLAH seperti orang-orang yang mengikuti jalannya Korah.
Bilangan
3:8
(3:8)
Mereka harus memelihara segala perabotan Kemah Pertemuan, dan mengerjakan
tugas-tugas bagi orang Israel dan dengan demikian melakukan pekerjaan
jabatannya pada Kemah Suci.
Di
sini semakin dipertegas bahwasanya suku Lewi harus memelihara segala perabotan di
Kemah Pertemuan (Ruangan Suci) dan melakukan tugas-tugas bagi orang Israel.
Jadi semakin dipertegas lagi apa yang menjadi tanggung jawab daripada
orang-orang Lewi.
Bilangan
3:9
(3:9)
Orang Lewi harus kauserahkan kepada Harun dan anak-anaknya; dari antara
orang Israel haruslah orang-orang itu diserahkan kepadanya dengan sepenuhnya. (3:10)
Tetapi Harun dan anak-anaknya haruslah kautugaskan untuk memegang jabatannya
sebagai imam, sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati."
Orang
Lewi harus diserahkan kepada Imam Besar Harun dan anak-anaknya, sebab Harun dan
anak-anaknyalah yang bertugas untuk memegang jabatan sebagai Imam. Tetapi
sekalipun demikian, suku Lewi diberikan kesempatan untuk mendekat kepada ALLAH:
- Untuk
melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN yakni memelihara
perabotan-perabotan di Kemah Pertemuan.
- Mengerjakan
tugas-tugas bagi umat Israel.
Pendeknya,
mendekat kepada ALLAH sudah cukup, diberi kesempatan untuk melayani TUHAN dan
melayani pekerjaan TUHAN di Kemah Pertemuan dan bertugas untuk melayani segenap
umat Israel, itu sudah cukup bahkan lebih dari kata cukup sebab orang awam saja
dilarang untuk mendekat, apabila mendekat harus dihukum mati.
Jadi
saudara, kalau TUHAN memberi kesempatan kepada kita sekaliannya secara khusus
keluarga sidang jemaat GPT Betania boleh mendekat kepada TUHAN, itu sudah cukup
bahkan lebih dari kata cukup.
Imam-imam
yang diberi kesempatan untuk melayani TUHAN, diberi kesempatan untuk mendekat,
perhatikan ini supaya saudara jangan sembarangan untuk melayani TUHAN lalu
merasa terlalu berat, seharusnya itu sudah lebih daripada kata cukup. Sebab
apabila orang awam mendekat harus dihukum mati.
Jadi
tidak sembarangan untuk mendekat kepada ALLAH, maka kitapun tidak boleh
sembarangan lagi untuk datang menghadap TUHAN, jangan sesuka hati lagi, kita
harus tahu kedudukan kita dihadapan TUHAN.
Itulah
sebabnya Musa berkata kepada Korah di dalam Bilangan 16:7b; “Cukuplah
itu, hai orang-orang Lewi!” Namun hal itu ternyata belum cukup bagi Korah,
itulah sebabnya Korah menuntut pangkat imam di dalam Bilangan 16:10.
Padahal
tadi kita sudah baca, Suku Lewi memang diambil dari antara orang-orang Israel
lalu diserahkan kepada Harun dan anak-anaknya untuk selanjutnya mendekat kepada
ALLAH yakni melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, memperhatikan tiga perabotan
di dalam Ruangan Suci itulah ketekunan tiga macam ibadah pokok. Tetapi bagi
Korah dan kumpulannya itu belum cukup, itu sebabnya Korah masih menuntut
pangkat imam lagi. Artinya, tidak cukup hanya sekedar mendekat; diberi
kesempatan untuk melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN, namun masih juga
menuntut pangkat imam, tidak ada puas-puasnya.
Itulah
manusia kalau tidak mengerti rencana TUHAN, dia tidak tahu bersyukur, dia tidak
tahu meletakkan kata “syukur” itu di dalam dirinya dihadapan TUHAN.
Jadi
mulai sekarang kita harus tahu meletakkan kata “syukur” di dalam diri kita
kepada TUHAN, supaya sedikit-sedikit jangan ngomel saja, salahkan ini salahkan
itu, menuntut saja, tetapi kewajibannya tidak ada.
Pendeknya,
Korah dan kumpulannya tidak memahami tahbisan. Itu sebabnya Korah dan
kumpulannya menganggap Musa dan Harun sebagai orang biasa sehingga Korah dan
kumpulannya mengangkat dirinya menjadi orang yang berkuasa melebihi kehendak
ALLAH.
Tadi
kita sudah melihat dengan jelas kehendak ALLAH di dalam Bilangan 3:5-10
bukan? Tetapi karena Korah dan kumpulannya tidak mengerti tahbisan akhirnya dia
mengangkat dirinya lebih daripada Musa dan Harun = mengangkat diri lebih
dari kehendak ALLAH.
Bilangan
16:11
(16:11)
Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat
melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut
kepadanya?"
Korah
dan kumpulannya bersepakat melawan TUHAN. Pendeknya, mengangkat diri menjadi
orang berkuasa melebihi dari kehendak ALLAH = kehendak / kekuatan daging yang
membawahi kekuatan rohani, hal itu tidak diperkenankan TUHAN.
Itu
sebabnya berkali-kali saya sampaikan, kita bersyukur karena diperkenankan
mendekat kepada TUHAN, melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN,
memperhatikan alat-alat di dalam Ruangan Suci berarti tekun dalam tiga macam
ibadah pokok, itu sudah cukup bahkan lebih dari kata cukup.
Mulai
dari sekarang belajar mengerti menempatkan kehidupan ini pada kedudukan yang
benar, jangan ada penonjolan dan ingin menonjolkan diri lebih rohani dari
gembalanya. Hati-hati, Musa dan Harun itu datang dari TUHAN untuk memegang
jabatan imam.
Nubuatan Korah dan kumpulannya akan tampak di depan
mata kita dan telah dituliskan oleh Paulus kepada jemaat di
Tesalonika di dalam…
2
Tesalonika 2:3
(2:3)
Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun
juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan
haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
Janganlah
kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga!
Ayo,
teruslah ikuti gerak daripada Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel
seperti TUHAN tetap berada di ruas jalan yang Dia tempuh, jangan kita
menyimpang ke kiri dan ke kanan supaya jangan sesat, kita dimempelaikan oleh
TUHAN dan dikristalkan.
Sebelum
hari TUHAN tiba maka haruslah datang dahulu murtad dan haruslah
dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa.
-
Murtad = mengundurkan diri dari salib
Kristus meskipun ada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.
Hati-hati banyak juga orang
Kristen seperti itu.
-
Durhaka = memberontak / melawan
kepada ALLAH.
Dua
hal ini akan mendahului kedatangan TUHAN kembali untuk yang kedua kalinya ke
dalam dunia ini, sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.
2
Tesalonika 2:4
(2:4)
yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang
disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan
diri sebagai Allah.
Orang
durhaka atau memberontak kepada ALLAH adalah lawan yang meninggikan diri di
atas segala yang disebut dan disembah sebagai ALLAH, selanjutnya duduk di Bait
Allah dan menyatakan dirinya sebagai Allah.
Lawan
yang meninggikan diri ini jelas menunjuk pada Antikris.
Jadi
saudara, hati-hati dengan pemberontakan / pendurhakaan, jangan kita bangkit
melawan terhadap TUHAN dan itu bisa berawal dari ngomel sedikit,
bersungut-sungut sedikit, menggerutu dalam hati sedikit, tetapi kalau itu
menjadi satu kebiasaan lama-lama dia akan mengikuti jalan yang ditempuh oleh
Korah dan tidak segan-segan akan mendurhaka terhadap ALLAH. Jadi roh ngomel dan
bersungut-sungut itu harus disingkirkan.
Mungkin
sepertinya rencana ALLAH ini tidak cocok menurut daging, jangan cepat-cepat
ngomel dan bersungut-sungut, ikuti dulu alur cerita dimana TUHAN sedang membuat
skenario dalam kehidupan kita masing-masing, jangan kita keluar dari skenario
itu.
Kita
akan membaca …
2
Tesalonika 2:7-8
(2:7)
Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih
ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, (2:8)
pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan
Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia
datang kembali.
Kedurhakaan
atau pemberontakan itu sebenarnya sekarang ini sudah mulai bekerja,
tetapi masih ada yang menahannya.
Ayat
referensinya di dalam …
Wahyu
10:1-5
(10:1)
Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat
turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya
dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api. 10:2 Dalam
tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia
menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi, (10:3)
dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum. Dan
sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya. (10:4)
Dan sesudah ketujuh guruh itu selesai berbicara, aku mau menuliskannya, tetapi
aku mendengar suatu suara dari sorga berkata: "Meteraikanlah apa yang
dikatakan oleh ketujuh guruh itu dan janganlah engkau menuliskannya!" (10:5)
Dan malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di atas bumi, mengangkat
tangan kanannya ke langit,
Sebetulnya
pemberontakan demi pemberontakan di dalam diri orang Kristen itu sudah bekerja,
tetapi masih ada yang menahannya itulah seorang malaikat lain yang kuat turun
dari Sorga yang diutus oleh ALLAH.
Maka
kita patut bersyukur kepada TUHAN jika TUHAN masih mengutus kepada kita seorang
gembala untuk menggembalakan kita dengan gulungan kitab di tangannya itulah
Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, yang sangat ampuh untuk
menahan kuasa dari langit, kuasa dari Antikris, dan kuasa dari nabi palsu sebab
gulungan kitab yang terbang itu setelah dilihat ternyata adalah ukuran dari
Tabernakel di dalam Zakharia 5:1-2.
Jadi
Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel yang menahan. Maka saudara
jangan pernah ragu dengan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, itu
yang masih menahan karena menunggu siapa-siapa orang yang masih harus
diselamatkan.
Jadi
kuasa dari langit (naga) ditahan, kuasa dari bumi (nabi palsu)
ditahan, kuasa dari laut (Antikris) ditahan oleh malaikat yang
menggembalakan domba-domba dengan gulungan kitab yaitu Firman Pengajaran
Mempelai dalam terangnya Tabernakel menurut Zakharia 5:1-2.
Jadi
saudara, sabar-sabar mengikuti pemberitaan Firman ALLAH, jangan puas hanya
mengikuti satu ayat lalu tepuk tangan selesai, kumpul kolekte. Harus beroleh
pengertian, kalau tidak beroleh pengertian Alkitab berkata; “Bila tidak ada
wahyu, menjadi liarlah rakyat…” Amsal 29:18.
Liar
berarti sesuka hati menjalankan ibadah, sesuka hati melayani TUHAN. Mengapa
liar? Karena tidak mempunyai pengertian (pembukaan Firman ALLAH). Boleh
malayani dengan kaos-kaos, celana levis, rambut merah meski ada di tengah
ibadah dan pelayanan, tetapi itu sebetulnya liar. Andaikata dia mempunyai wahyu
(pembukaan Firman ALLAH) pastinya menghadap TUHAN dengan sopan dan tertib.
Jadi
kita bersyukur masih ada yang menahannya yaitu; Firman Pengajaran Mempelai
dalam terangnya Tabernakel.
Berikanlah
diri mu untuk digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya
Tabernakel.
2
Tesalonika 2:7b-8a
(2:7b)
Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, (2:8a) pada waktu
itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya,
Tetapi
apabila yang menahannya itu telah disingkirkan, apabila Firman Pengajaran
Mempelai disingkirkan dari atas muka bumi ini maka disitulah si pendurhaka akan
bangkit memberontak, bangkit melawan kepada ALLAH, menyatakan dirinya sebagai allah
dan raja.
Ayat
referensi Antikris akan tampil sebagai raja yang akan memerintah seantero dunia.
Tetapi
Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa
pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi
dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka…
Matius 20:25.
Lukas
22:25
(22:25)
Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat
mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.
Satu
kali nanti Antikris akan tampil sebagai raja yang berkuasa, mereka disebut
sebagai pelindung-pelindung bagi bangsa-bangsa.
Praktek Antikris menjadi allah yang harus disembah ada
di dalam …
Wahyu
13:2
(13:2)
Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki
beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya
kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
Setan
akan memberikan segala sesuatu yang diinginkan oleh Antikris supaya Antikris
berhasil dalam menjalankan visi dan misi dari Setan itu sendiri.
Wahyu
13:3
(13:3)
Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang
membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh.
Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
Antikris
juga sanggup mengadakan mujizat kesembuhan, dan hal itu diadakan di depan mata
orang-orang yang ada di atas muka bumi ini sehingga seluruh dunia heran. Dalam
keheranan itu nanti dunia akhirnya meninggalkan TUHAN lalu menjadi pengikut Antikris.
Itu sebabnya, inti dari pengikutan kita kepada TUHAN bukan soal mujizat, karena
mujizat itu adalah karunia TUHAN kepada seorang hamba TUHAN. Tetapi puncak dari
pengikutan kita kepada TUHAN adalah penyembahan.
Jadi
jangan kita keliru dalam pengikutan kita kepada TUHAN, tidak perlu heran dan
membesar-besarkan mujizat yang terjadi ini. Mujizat itu perlu, tetapi kita
tidak perlu membesar-besarkannya. Kalau orientasi pelayanan ini hanya kepada
mujizat nanti tidak ada bedanya dengan seluruh dunia yang heran itu, akhirnya
menjadi pengikut Antikris.
Mari
kita lihat orang-orang dunia yang menjadi pengikut Antikris …
Wahyu
13:4
(13:4)
Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada
binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah
yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan
dia?"
Pengikut
Antikris yang hanya heran dengan mujizat akhirnya menyembah naga dan menyembah
Antikris dan merasa bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan Antikris itu
sebabnya mereka menyembah Setan dan Antikris.
Inilah
praktek satu kali Antikris akan disembah.
Jadi
ketika Antikris tampil;
- Dia
akan menyatakan dirinya sebagai raja (Matius 20:25, Lukas 22:25).
- Dia
akan menyatakan dirinya sebagai allah (Wahyu 13:1-4).
Wahyu
13:5
(13:5)
Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh
kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya
empat puluh dua bulan lamanya.
Jadi
kepada Antikris diberikan mulut yang penuh kesombongan dan hujat berarti Antikris
ini dengan kesombongannya akan mengajarkan orang-orang di bumi ini untuk
menghujat ALLAH berarti tidak lagi menghargai kegiatan-kegiatan Roh,
tidak menghargai ibadah dan pelayanan.
Perlu
untuk diketahui:
Menghujat
ALLAH diampuni, menghujat Anak diampuni, tetapi kalau tidak menghargai kegiatan
Roh (ibadah dan pelayanan) tidak diampuni oleh TUHAN.
Inilah
yang harus kita perhatikan di hari-hari terakhir ini supaya kita jangan
membiasakan diri untuk ngomel, bersungut-sungut, salahkan ini dan itu karena
tidak cocok di dalam hati.
Maka
saya perlu mengingatkan kembali, ikuti dulu rancangan-rancangan yang dibuat
oleh ALLAH karena ALLAH sendiri yang membuat skenario di dalam kehidupan kita
pribadi lepas pribadi, tidak usah dulu langsung bersungut-sungut, ikuti saja
rancangan yang TUHAN adakan di dalam diri kita masing-masing.
Pertanyaannya:
Pada saat kapan Antikris menjadi raja dan allah?
Jawabnya:
Apabila yang menahannya itu disingkirkan.
Hal
itu sudah dinyatakan oleh Yesus di dalam…
Matius
26:30-32
(26:30)
Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya
ke Bukit Zaitun. (26:31) Maka berkatalah Yesus kepada mereka:
"Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada
tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan
tercerai-berai. (26:32) Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan
mendahului kamu ke Galilea."
Sesudah
menyanyikan nyanyian pujian. Hal ini kaitannya dengan
perbincangan pada waktu mengadakan kebaktian disertai dengan Perjamuan Suci di
malam hari. Jadi dalam setiap kebaktian ternyata Yesus juga mengajarkan
murid-murid untuk menaikkan nyanyian, sebagai pujian kepada TUHAN. Saat kita
menaikkan nyanyian kepada TUHAN = puji-pujian kepada TUHAN karena Yesus adalah Mesias,
ALLAH yang harus dipuja untuk selama-lamanya.
Sesuai
dengan nubuat para nabi, gembala dibunuh dan domba-domba akan tercerai-berai,
dan Yesus harus menggenapi nubuatan dari kitab para nabi. Artinya; Yesus harus
menderita sengsara dan mati di kayu salib, tetapi percayalah hari ketiga Yesus
pasti bangkit.
Sekarang
kita bandingkan dengan nubuat Daniel di dalam…
Daniel
11:31
(11:31)
Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus,
benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian
yang membinasakan.
Pada
saat Antikris tampil menjadi raja dan allah di atas muka bumi ini, mereka akan
menajiskan tempat kudus kemudian selain itu mereka akan menghapuskan korban
sehari-hari.
Daniel
9:27
(9:27)
Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu
kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan
korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan
datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang
membinasakan itu."
Korban
sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan, itulah
yang dihentikan oleh Antikris bilamana ia menjadi raja dan allah di atas muka
bumi ini.
Jadi
sebetulnya, korban sehari-hari ini harus ada di atas gunung TUHAN untuk
menggembalakan domba-domba, tetapi satu kali nanti korban sehari-hari ini akan
dirampas sama seperti gembala dibunuh, tidak ada lagi yang menggembalakan, maka
pada saat itulah domba-domba akan tercerai berai menurut pemikiran Antikris. Karena
rencana mereka adalah kawanan domba ALLAH harus dibinasakan, maka strategi
mereka adalah pertama-tama yang dibunuh adalah gembala.
Kalau
kita bandingkan dengan nubuatan nabi Daniel, yang terlebih dahulu dirampas /
disingkirkan adalah korban sehari-hari supaya umat ALLAH / kawanan domba ALLAH
BINASA.
- Korban
sembelihan -> ibadah dan pelayanan yang dikaitkan dengan
salib di Golgota.
- Korban
santapan -> Pengajaran Firman ALLAH yang benar dan murni
berarti ayat menerangkan ayat atau ayat yang satu dijelaskan oleh ayat yang
lain sampai terjadi pembukaan rahasia Firman ALLAH.
Inilah
Pengajaran Firman ALLAH yang murni berkuasa untuk menyucikan setiap kehidupan
manusia.
Inilah
yang terlebih dahulu disingkirkan, maka sebelum nanti gembala yang
menggembalakan kita disingkirkan (sebelum korban sehari-hari disingkirkan),
marilah kita menghargai ketekunan tiga macam ibadah pokok, artinya tetap berada
di atas gunung TUHAN untuk memberikan diri digembalakan oleh gembala Agung
dalam nubuatan Daniel itulah korban sehari-hari yaitu korban
sembelihan dan korban santapan.
Jadi
kalau kita datang beribadah dan melayani sampai berdarah-darah, itu adalah
kesempatan sebelum korban sehari-hari disingkirkan. Kalau kita mendapatkan
Pengajaran Firman yang murni itu kesempatan, sebelum itu disingkirkan.
Jadi
selagi hari masih siang, masih ada kesempatan bagi kita untuk datang beribadah
dan melayani disertai dengan korban berdarah-darah, masih ada kesempatan untuk
mengumpulkan Firman ALLAH, itulah Pengajaran Firman ALLAH yang murni untuk
menolong, menyucikan, dan menyempurnakan kita sekaliannya.
Tetapi
banyak orang Kristen tidak mengerti ini dan tidak mau mengerti meskipun sudah
diberi pengertian, saya juga heran, merasa miris melihat orang Kristen semacam
ini. Dia tahu kebenaran, tetapi sengaja menolak, nanti setelah yang menahannya
itu disingkirkan, barulah dia meringis.
Sekarang
ini sepertinya tidak ada perbedaan antara Pengajaran Mempelai dalam terangnya
Tabernakel dengan pemberitaan yang lain-lain, sepertinya masih aman-aman dan
baik-baik saja, nanti perbedaan itu akan nampak bila tiba waktunya. Kita akan
melihat pembelaan TUHAN kepada kawanan domba yang digembalakan oleh Pengajaran
Mempelai dalam terangnya Tabernakel dibandingkan dengan mereka yang menolak
untuk digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, nanti
akan tiba waktunya semuanya akan tampak dengan jelas, karena Alkitab yang
berkata.
Itu
sebabnya berkali-kali saya menghimbau supaya kita juga sungguh-sungguh sehingga
dengan kita sungguh-sungguh kita layak untuk melayani TUHAN dan melayani
pekerjaan TUHAN, dengan lain kata mendekat kepada TUHAN dalam setiap kita
menyelenggarakan Kebaktian Natal PPT dan Kebaktian Paskah PPT, tetapi dimulai
dari diri kita dulu. Karena kita juga harus berpikir secara realistis, masakan
hanya segelintir saja yang layak untuk mendapatkan Pengajaran Mempelai dalam
terangnya Tabernakel, masakan hanya segelintir saja yang digembalakan oleh
Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel? Kita harus berpikir secara
rasional dan dewasa, rela menjadi pendamaian, berkorban untuk mendamaikan orang
lain kepada ALLAH dan tidak perlu hitung-hitungan untuk itu, menjadi pendamaian
tidak perlu hitung-hitungan.
Daniel
8:11-12
(8:11)
Bahkan terhadap Panglima bala tentara itu pun ia membesarkan dirinya, dan dari
pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus
dirobohkannya. (8:12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan
korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apa pun yang
dibuatnya, semuanya berhasil.
Ketika
Gembala itulah korban sehari-hari dirampas, selanjutnya Antikris pun tetap
mengadakan kebaktian, tetapi dengan kebaktian fasik ganti dari korban
sehari-hari.
Apa
sih kebaktian fasik? Kebaktian fasik berbicara soal berkat dan keberkatan,
berhasil dan keberhasilan, itu saja isi dari pemberitaan Firman apabila
kebaktian fasik diselenggarakan.
Itu
sebabnya berkali-kali saya sampaikan, hindari pemberitaan dalam bentuk prosperity,
hindari berita tentang soal kemakmuran, dan ibadah kita porosnya / sentralnya
bukan pada mujizat, tetapi porosnya terletak pada salib.
Kalau
tidak demikian, tidak tertutup kemungkinan banyak sekali orang Kristen akan
binasa.
Jadi
luar biasa strategi yang digunakan oleh Setan ini untuk membinasakan umat
manusia. Pertama-tama disingkirkan dulu gembala yang menggembalakan umat
manusia, itulah korban sehari-hari, namun ibadah tetap berjalan. Tetapi ibadah
itu diganti dengan ibadah fasik, berbicara soal berkat keberkatan, berhasil
keberhasilan.
Saudara,
kalau kita melihat ini jangan kita merasa bermasa bodoh dan merasa kuat dan
mampu menghadapi situasi ini supaya kita juga mendapatkan pertolongan.
Daniel
11:16
(11:16)
sehingga raja yang menyerangnya akan berbuat sekehendak hati, dan tidak ada
seorang pun yang dapat bertahan menghadapinya; ia akan menduduki Tanah
Permai dan seluruhnya akan ada dalam kekuasaannya.
Tidak
ada seorang pun yang dapat bertahan menghadapinya.
Jangan
pernah merasa hebat karena gaji sebulan, bisnis berhasil, usaha, dagang, dan
seterusnya, semua itu perlu, tetapi jangan berharap ke situ. Perhatikanlah
semua apa yang dinubuatkan oleh Kitab para nabi, apa yang telah diajarkan oleh
Yesus kepada murid-murid, tetapi ada saja dari antara murid-murid ini bermasa
bodoh karena menganggap dirinya kuat, itulah Petrus, pribadi yang absurd,
pribadi yang sangat konyol, sikapnya sontoloyo.
Matius
26:33
(26:33)
Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena
Engkau, aku sekali-kali tidak."
Jadi
tanpa gembala Petrus merasa kuat, ini pemikiran yang konyol. Maka saya katakan
berkali-kali, Petrus ini adalah pribadi yang sontoloyo. Tetapi kita jangan
absurd dan konyol saudara, jangan kita merasa kuat tanpa gembala, engkau bangga
hanya karena kedudukan jabatan mu atau karena family mu ada yang kaya,
pejabat tinggi lalu engkau menaruh harap ke situ, itu bodoh namanya. Kita kuat
karena ada yang menjaga, itulah gembala, korban sehari-hari; korban sembelihan
dan korban santapan.
JALAN
KELUAR:
Bilangan
3:5-7
(3:5)
TUHAN berfirman kepada Musa: (3:6) "Suruhlah suku Lewi mendekat
dan menghadap imam Harun, supaya mereka melayani dia. (3:7)
Mereka harus mengerjakan tugas-tugas bagi Harun dan bagi segenap umat Israel di
depan Kemah Pertemuan dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada
Kemah Suci.
Singkat
kata; suku Lewi diberi kesempatan untuk mendekat kepada ALLAH untuk melayani
TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN dan memperhatikan perabotan-perabotan di
dalam Ruangan Suci.
- Meja
Roti Sajian à Ketekunan
dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai Perjamuan Suci.
- Mezbah
Dupa à Ketekunan
dalam Ibadah Doa Penyembahan seperti malam ini.
- Pelita
Emas à Ketekunan
dalam Ibadah Raya Minggu disertai Kesaksian.
Gambar
Ruangan Suci.
2
Petrus 3:14-15
(3:14)
Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu
harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di
hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. (3:15) Anggaplah
kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti
juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat
yang dikaruniakan kepadanya.
Ayat
14 ini mencerminkan bahwa kita harus tekun dalam tiga
macam ibadah pokok supaya kita diperdamaikan dengan ALLAH. Kalau tidak
tergembala tidak mungkin kita bisa berdamai dengan ALLAH.
Setelah
beroleh penebusan oleh darah salib di Halaman, selanjutnya disucikan oleh tiga
alat di Ruangan Suci, selanjutnya dalam keadaan diperdamaikan kepada ALLAH.
Maka mau tidak mau, kita harus berada dalam hadirat TUHAN lewat KETEKUNAN DALAM
TIGA MACAM IBADAH POKOK, di situ Yesus tampil sebagai Imam Besar untuk
melayani, berdoa, dan mengadakan pendamaian hidup kita.
Jadi
digembalakan oleh Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel adalah harga
mati, supaya kita disucikan dan dalam keadaan berdamai dengan
ALLAH.
Saudara,
apa yang dituliskan oleh Paulus kepada jemaat-jemaat di Korintus,
khotbah-khotbah dalam bentuk tulisan, khotbah-khotbah dalam bentuk lisan, itu
disampaikan menurut hikmat, berita salib. Dan itu ditegaskan oleh Petrus sendiri
karena Petrus tahu perihal daripada Paulus ini. Berarti kita harus mau
digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel selagi
hari masih siang.
Anggaplah
panjang sabar TUHAN adalah kesempatan untuk mendekat, kasih sayang dan
kasih setia TUHAN, kemurahan TUHAN adalah kesempatan untuk mendekat.
Jangan
biasakan sedikit-sedikit pulang kampung, jaga perasaan saudara-saudari, tetapi
perasaan TUHAN tidak engkau jaga, nanti kalau perasaan TUHAN sudah habis kepada
mu pada hari TUHAN datang, mau bilang apa? Engkau mau mencari kesempatan sudah
tidak ada lagi.
Ingat!
Panjang sabar TUHAN adalah kesmpatan untuk mendekat, seperti suku Lewi,
cukuplah itu bahkan lebih dari kata cukup, artinya; lebih dari yang engkau
terima di bumi ini.
Jaga
perasaan TUHAN, sebelum perasaan TUHAN habis kepada mu. Kesabaran TUHAN adalah
kesempatan untuk mendekat. Amin.
TUHAN
YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita
Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment