IBADAH RAYA MINGGU, 8 MARET 2026
KITAB WAHYU
WAHYU 19:13
(SERI 6)
Subtema: BUAH DELIMA WUJUD TUBUH KRISTUS YANG SEMPURNA
Pertama-tama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, oleh karena kemurahan hati Tuhan memungkinkan hati kita untuk berada di atas gunung Tuhan yang kudus. Sehingga kita dalam hadirat-Nya, menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian Roh. Kita sudah memuji Tuhan, memuliakan Tuhan sebab hanya kepada Dia saja kita berbakti. Bagaikan menjamah ujung jubah Tuhan Yesus Kristus dengan lain kata; bergantung pada kuasa kebangkitan-Nya.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan, bapa/ibu, saudara/I terkasih dimanapun saudara berada. Kiranya damai sejahtera dari Surga memenuhi tempat ini, hati kita masing-masing, sehingga Tuhan Yesus sendiri yang menjadi raja bertakhta, berkuasa. Sehingga dengan demikian, kita boleh duduk diam dan tenang menghadap Tuhan, teramat lebih duduk diam mendengar Sabda Allah.
Secepatnya kita menyambut KITAB WAHYU sebagai Firman Penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Namun, tetaplah berdoalah dalam roh, mohon kepada Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Wahyu 19:13 --- Perikop: “Firman Allah”
(19:13) Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah. Hal ini menunjukkan bahwa Si Penunggang Kuda Putih ternyata adalah Imam Besar.
Adapun jubah Imam Besar dibagi dalam 3 (tiga) hal pokok sesuai dengan yang tertulis dalam Keluaran 28:1-42. Antara lain:
1. Baju efod (ayat 6-14).
2. Gamis baju efod (ayat 31-35).
3. Kemeja beragi dari lenan halus, istilah lain disebut bisus putih (ayat 39).
Malam ini kita masih membahas kelanjutan dari: GAMIS BAJU EFOD (Bagian kelima)
Keluaran 28:31 --- Perikop: “Mengenai pakaian imam”
(28:31) Haruslah kaubuat gamis baju efod dari kain ungu tua seluruhnya.
Warna dari gamis baju efod adalah ungu tua / biru langit 🡪 kuasa kebangkitan Yesus Kristus sebagai hamba.
Keluaran 28:32-34
(28:32) Lehernya haruslah di tengah-tengahnya; lehernya itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya, buatan tukang tenun, seperti leher baju zirah haruslah lehernya itu, supaya jangan koyak. (28:33) Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas, (28:34) sehingga satu giring-giring emas dan satu buah delima selalu berselang-seling, pada ujung gamis itu.
Lehernya itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya, supaya jangan koyak.
Jadi penyembahan dalam kuasa kebangkitan memungkinkan segala sesuatu bisa terjadi dengan lain kata; melenyapkan yang mustahil, sampai akhirnya kita tidak terkoyak, sekalipun menghadapi puncak gelap malam, puncak kedahsyatan malam yaitu; pada saat antikris menjadi raja.
Ada 2 (dua) hal penting menyangkut gamis baju efod:
YANG PERTAMA: Menyangkut leher.
Hal ini telah kita bahas bersama-sama dalam beberapa seri pemberitaan Firman dan kita diberkati tentunya.
YANG KEDUA: Menyangkut ujung gamis / bagian bawah gamis
Ternyata, pada ujung gamis baju efod, haruslah digantungkan buah delima dan giring-giring emas pada sekelilingnya dengan berselang-seling. Berarti; satu buah delima, kemudian satu giring-giring emas.
Mari kita lihat gambar di samping. Itu adalah gambar jubah imam besar, dibagi dalam 3 (tiga) hal pokok.
1. Baju efod dengan lima warna; biru, merah, ungu, putih, emas
2. Sedangkan gamis baju efod itu warna biru laut / biru langit. Kemudian ada lehernya dan dibuatlah pinggiran pada lehernya. Tetapi pada ujung gamis di gantungkanlah 2 (du) hal: satu buah delima, satu giring-giring emas, berselang seling.
3. Kemeja beragi dari lenan halus (bisus putih).
![]() |
![]() |
Saudara…
- Buah delima 🡪 sidang jemaat / gereja Tuhan.
- Giring-giring emas 🡪 hadirnya Imam Besar Agung di tengah ibadah-ibadah yang Tuhan percayakan.
Jadi, setelah kita mendengarkan Firman Tuhan, lalu kita tersungkur di kaki salib, dalam suatu penyembahan disertai bahasa lidah (bahasa Roh), berarti; Imam Besar hadir di situ.
Kalau kita hancur menyembah karena didorong Firman, berarti Imam Besar hadir di situ. Tetapi banyak orang menangis karena luapan hati, itu lain, belum tentu di situ ada Imam Besar. Jadi, kalau hati hancur karena didorong Firman dan Roh dalam satu penyembahan, menunjukkan Imam Besar hadir di situ.
Terkait dengan: BUAH DELIMA.
Pada minggu-minggu yang lalu, kita sibuk membahas buah delima digantungkan pada ujung gamis baju efod. Tetapi sekarang kita melihat secara detail tentang; buah delimanya.


Saudara, buah delima ada warna putih agak pucat dan ada juga buah delima berwarna merah. Warna putih berbicara kesucian, warna merah berbicara soal cinta-Nya Tuhan, sehingga darah-Nya yang merah itu ditumpahkan kepada kita masing-masing. Kemudian, pada dasarnya, buah delima, baik warna putih ataupun warna merah, dibagian dalamnya terdapat banyak biji-biji. Lalu, ada batas-batas seperti kamar-kamar / petak-petak, baik yang warna merah ataupun warna putih. Namun, sekalipun ada kamar-kamar, biji-biji itu tetap tinggal di dalam satu buah delima.
Intinya, berkelompok-kelompok / berpetak-petak di tiap-tiap kamarnya, tetapi tetap berada di dalam satu buah delima.
Singkat kata, biji-biji itulah anggota-anggota sidang jemaat, terdiri dari;
- Bermacam-macam / berbeda-beda nama dan merek gereja. Ada GPT, GBI, GPDI, GPPS, GBIS, GSJA dan seterusnya.
- Terdiri dari suku bangsa, kaum dan bahasa.
- Bahkan terdiri dari berbagai-bagai lapisan masyarakat; hamba, merdeka, kaya dan miskin.
Namun, semuanya tetap dalam satu kesatuan yaitu tubuh Kristus, yang tidak boleh dipisah-pisahkan oleh apapun dan siapapun, tidak boleh dipisahkan oleh kedudukan, jabatan, organisasi.
Secara sederhana saya selalu ingatkan sidang jemaat; supaya belajar untuk menjadi satu. Itu sebabnya, sedapat mungkin saya selalu menghadiri ucapan syukur sidang jemaat yang bertambah usia. Saya belajar memahami, mengerti dan berdoa untuk dia, jadi, saling merasakan karena kita saling membutuhkan. Tidak boleh egois, tidak boleh hanya memikirkan kepentingan sendiri, berjalan sendiri menurut maunya sendiri. Tidak boleh dibatasi oleh apapun dan siapapun, semuanya tetap dalam kesatuan tubuh Kristus, meskipun banyak dan berbeda-beda.
Kita lihat hal itu, seperti yang diajarkan rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.
1 Korintus 12:12 --- Perikop: “Banyak anggota, tetapi satu tubuh”
(12:12) Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
Tubuh itu satu dan anggota-anggotanya memang banyak. Namun, sekalipun anggota-anggotanya banyak, merupakan satu tubuh. Inilah kebenaran Firman Allah yang diajarkan oleh rasul Paulus kepada jemaat-jemaat yang ada di Asia kecil, di luar Israel, secara khusus diajarkan kepada jemaat di Korintus.
Tetapi, ajaran ini lanjut sampai kepada kita, karena ajaran ini keluar dari salib di Golgota, bukan pengetahuan dari seorang hamba Tuhan, bukan pengetahuan yang keluar dari Pdt. Daniel U. Sitohang.
1 Korintus 12:13
(12:13) Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
Dalam satu Roh, baik orang Yahudi, maupun Yunani (bangsa kafir), kemudian baik budak dalam kedudukannya, baik merdeka dalam kedudukannya;
- Telah dibaptis menjadi satu tubuh, dilahirkan menjadi gereja yang satu.
- Kita semua diberi minum dari satu Roh, berarti; menikmati pelayanan dari hamba Tuhan dengan karunia-karunia yang berbeda-beda. Namun, sekalipun karunia-karunia itu berbeda-beda, sumbernya dari Roh yang satu dan yang sama. Kita ini diberi minum oleh satu Roh, berarti; menikmati pelayanan dari hamba-hamba Tuhan yang berbeda-beda karunia, tetapi sumbernya dari Roh yang satu dan yang sama.
Sebagai penambahan:
Saudara, kita tahu sejarah berdirinya gereja yaitu; semenjak Roh Kudus turun pada hari Pentakosta. Maka, sejak hari itu, lahirlah orang-orang yang percaya, itulah yang disebut gereja Tuhan. Hal itu adalah satu kejadian yang “baru” di dalam dunia yang telah dijadikan sejak purbakala. Langit bumi ini diciptakan dalam kejadian yang lama, tetapi ada kejadian baru; lahirnya gereja / orang-orang percaya pada saat penuangan Roh Kudus. Dari sejak itulah kita diberi minum dari satu Roh, menikmati karunia-karunia meskipun berbeda-beda, tetapi sumbernya dari Roh yang satu dan yang sama (1 Korintus 12:13).

Sebelum kita mempelajari lebih dalam tentang buah delima, pastikan hatimu menjadi sel-sel tubuh Kristus. Seperti biji-biji yang banyak, meskipun disekat-sekat / kamar-kamar / petak-petak, tetapi semuanya berada di dalam satu tubuh, itulah tubuh buah delima, sampai kita menjadi mempelai Tuhan, sebab, pada buah delima ada mahkotanya. Jadi, bukan sebuah kebetulan buah delima digantungkan pada ujung gamis baju efod.
Jadi, sekali lagi saya sampaikan, sebelum kita masuk pada pembahasan lebih dalam; pastikan hati kita masing-masing adalah anggota tubuh Kristus, walaupun berbeda, tetapi belajar menyatu dengan anggota tubuh yang lain, supaya pengertian yang kita terima ini tidak menjadi sia-sia. Belajar menyatu, jangan egois, belajar untuk memahami, jangan suka mengambil jalan masing-masing. Enak tidak enak, suka tidak suka, tetap belajar menyatu.
1 Korintus 12:14-16
(12:14) Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. (12:15) Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? (12:16) Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
Tubuh tidak terdiri dari satu anggota tetapi banyak anggota. Antaralain: kaki, tangan, telinga, mata, hidung / penciuman (ayat 17).
Maka, hal yang harus diperhatikan oleh anggota-anggota tubuh Kristus adalah;
a. Jangan minder / rendah diri sekalipun berada di bawah seperti kaki yang berkata; Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
Merendahkan diri atau mengalah itu boleh, tetapi rendah diri (minder) itu tidak boleh. Kalau memang di bawah; tidak apa-apa, karena, ada juga pekerjaan orang yang di bawah. Pekerjaan orang yang di bawah mengerjakan yang di bawah, pekerjaan orang yang di atas mengerjakan yang di atas. Pekerjaan yang di atas tidak bisa dikerjakan orang di bawah, pekerjaan yang di bawah tidak bisa dikerjakan oleh yang di atas. Jadi, masing-masing punya kepentingannya. Oleh sebab itu, tidak perlu minder dan rendah diri. Juga jangan pernah berkata; aku tidak mampu. Perlu diingat:
1. Kita berjalan bersama dengan Tuhan.
2. Kita mengerjakan pekerjaan Tuhan.
3. Roh Tuhan selau turut bekerja.
Kalau bisnis di dunia adalah pekerjaan manusia, maka diperlukan suatu keahlian, kalau tidak ahli pasti minder. Tetapi terhadap pekerjaan Tuhan tidak perlu minder, yang penting angkat dua tangan. Di dalam mengerjakan pekerjaan Tuhan tidak ada kata-kata; aku tidak bisa. Saya mengatakan ini bukan karena ilmu pengetahuan yang saya miliki, tetapi dasar saya mengatakan ini adalah iman kepada kebenaran yang berasal dari Firman.
Jadi, kalau anda berkata; saya tidak bisa jadi ini atau jadi itu, saya tidak bisa melayani ini atau melayani itu, itu bukan kata Tuhan tetapi kata anda, karena tidak ada keinginan anda untuk melayani Tuhan. Pada dasarnya, kalau ada kerinduan, Tuhan pasti buka jalan dan kemampuan datang dari Tuhan. Jadi, tidak ada kata-kata tidak bisa
b. Jangan merasa dikesampingkan atau dipinggirkan karena tidak berada di bagian depan. Seperti telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
Sekalipun kedudukan gereja Tuhan di pinggir / disamping bagian kepala, tidak berada di bagian depan seperti mata, kita tetap bagian dari anggota-anggota tubuh. Karena, telinga mempunyai bagiannya sendiri, telinga tidak mungkin berada di depan.
- Kalau telinga berada di depan, maka tubuh Kristus tidak bisa melangkah.
- Kalau telinga berada di depan; masuk debu, kotoran, air, maka tidak suka dengar Firman dengan berbagai macam alasan ini dan itu. Setan mempunyai beribu alasan untuk manusia supaya menghindar dari pemberitaan Firman.
Jadi saudara, percayalah, semua anggota-anggota pada tubuh Kristus itu kedudukannya tepat, dan Tuhan sudah mengatur sedemikian rupa. Mata tidak mungkin berada di posisi telinga, tidak mungkin tubuh Kristus bisa melangkah kalau mata dikesampingkan, walaupun sama jumlahnya yaitu dua. Mata ada dua, juga telinga ada dua.
1 Korintus 12:17
(12:17) Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?
Dari ayat ini kita mendapat pengertian; sekalipun anggota-anggota tubuh itu berbeda-beda, tetapi, haruslah saling melengkapi. Itu sebabnya, jangan minder dan jangan merasa dikesampingkan / dipinggirkan.
Apakah di dalam penggembalaan ini ada yang merasa dipinggirkan? Puji Tuhan tidak ada yang merasa dipinggirkan. Karena saya juga tidak meminggirkan, karena saya tahu Firman Tuhan. Tugas saya bukan meminggirkan, bukan membuat orang terpuruk sampai minder habis-habisan. Sebagai anggota tubuh, tugas saya harus saling melengkapi. Untuk bisa saling melengkapi dibutuhkan; kelemahlembutan, kerendahan di hati dan kesabaran yang tinggi (ekstra), itu yang ditunjukkan Paulus kepada jemaat di Korintus. Dia tidak hanya mengajar secara lisan (teori) semata, tetapi juga mengajar secara praktek / perbuatan hidupnya.
Mari kita lihat hal itu dalam…
Efesus 4:1-2 --- Perikop: “Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda”
(4:1) Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. (4:2) Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
Orang-orang yang dipanggil hendaklah berpadanan dengan panggilan itu. Berarti;
- Satu dengan yang lain hendaklah; rendah hati, lemah lembut dan sabar.
- Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu, seperti rasul Paulus rela dipenjarakan.
Dia adalah hamba Tuhan yang rendah hati, lemah lembut dan sabar. Dan itu ditunjukkan demi menolong sidang jemaat yang ada di Asia kecil, termasuk jemaat di Efesus. Jadi, rasul Paulus tidak hanya memperhatikan dirinya sendiri.
Demikian juga saya sebagai gembala sidang, tidak hanya memperhatikan diri saya sendiri, tidak hanya mencari keuntungan diri saya sendiri. Tetapi jemaat juga sebagai anggota-anggota tubuh Kristus, kalau ingin menjadi tubuh Kristus; belajar untuk memperhatikan satu dengan yang lain, jangan hanya untuk kepentingan sendiri.
Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Saudara sedaging dibantu; bagus, tetapi ada lagi, saudara seiman, artinya; yang lebih rohani. Saudara rindu menjadi tubuh Kristus bukan? Buktikanlah! Karena kita harus membuktikannya. Belajar untuk memperhatikan pekerjaan Tuhan dan kalau saudara memperhatikan ini pasti berhasil, dan keberhasilan itu akan nampak dari penyembahan.
Itulah yang disebut buah delima. Tetapi pembahasan kita belum sampai kepada mahkota dari buah delima; yakni; mempelai Tuhan.
Efesus 4:3-6
(4:3) Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: (4:4) satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, (4:5) satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, (4:6) satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
Berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera. Seperti kita ada di tengah ibadah dan pelayanan ini, kita peliharakan ibadah dan pelayanan ini, kita peliharakan kesatuan Roh, kita kerjakan ibadah dan pelayanan ini oleh ikatan damai sejahtera.
Jadi, hendaklah perkataan, perbuatan, membawa damai sejahtera supaya kita tetap terikat dan menjadi satu. Jangan perkataan lembut tetapi rohnya lain, jangan seperti perbuatan kita baik (lemah lembut) tetapi roh kita lain, bukan begitu cara memelihara kesatuan roh. Tetapi, baik ungkapan / ucapan yang keluar dari mulut, maupun ungkapan dari perbuatan; membawa damai sejahtera. Itu sebabnya berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.
Berusaha memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera = satu tubuh, satu roh, satu pengharapan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. Sebab, “allah” itu banyak. Pekerjaan bisa jadi “allah”, kesibukan-kesibukan bisa jadi “allah”, bisnis bisa jadi “allah”, suami bisa jadi “allah”, anak-anak bisa jadi “allah”, apapun bisa jadi “allah”.
Singkat kata, anggota-anggota tubuh sekalipun banyak dan berbeda-beda, namun tetap satu tubuh. Tandanya:
- Satu iman (ayat 2)
- Satu pengharapan (ayat 4)
- Satu kasih (ayat 5)
Jadi iman kita jangan berbeda-beda, pengharapan kita jangan berbeda-beda, kasih kita juga berbeda-beda. Tidak ada kasih yang dibuat-buat, kasihnya harus agape bukan fileo.
Singkat kata, iman, harap dan kasih sumbernya dari satu pengajaran, tidak mungkin dua pengajaran. Tetapi kalau pengajarannya dua atau tiga, pasti iman dan pengajarannya berbeda, kasihnya berbeda dan hal itu sudah terlihat sekarang ini di dalam rumah-rumah Tuhan dalam sebuah peribadatan. Ada yang beriman kepada mamon, ada juga yang beriman kepada jalan salib. Ada juga yang menaruh pengharapan kepada lain-lain, ada juga yang menaruh pengharapan kepada Tuhan. Ada kasih eros dan fileo, tetapi ada juga kasih agape, itu karena sumbernya dari beberapa pengajaran. Tetapi, kalau imannya satu, harapnya satu dan kasihnya satu, sumbernya juga pasti satu pengajaran. Itulah pentingnya anak-anak Tuhan, umat Kristen tetap berada di dalam satu kandang penggembalaan supaya kita satu pemahaman. Pemahaman dari Firman Pengajaran Tabernakel, bukan dari pemahaman yang lain-lain.
1 Timotius 1:3 --- Perikop: “Mengenai ajaran sesat”
(1:3) Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain
Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia.
Jemaat-jemaat di provinsi Makedonia sangat diperhatikan Tuhan. Karena, jemaat-jemaat yang ada di provinsi Makedonia ini rendah hati, limpah kasih karunia, suka memberi dari kekurangan untuk pekerjaan Tuhan dan orang-orang kudusnya Tuhan, akhirnya menjadi pusat perhatian Tuhan.
Kalau tidak mau memperhatikan pekerjaan Tuhan, dia tidak akan pernah merasakan perhatian Tuhan tertuju kepada dia, walaupun dia sedang diperhatikan Tuhan. Coba kalau kita memperhatikan pekerjaan Tuhan, meskipun makan dan minum cukup atau biasa saja, kita tetap merasa kita diperhatikan Tuhan. Kita tiba dengan selamat di gereja dan dapat beribadah bersama, kita dapat mengucap syukur, karena kita merasa diperhatikan Tuhan. Demikianlah jemaat di Makedonia.
Aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain.
Inilah nasihat Paulus kepada Timotius, anak rohaninya yang dididik sejak kecil, sejak muda. Itu sebabnya Paulus menunjukkan satu ketegasan; jangan mengajar ajaran lain. Jadi, ajarannya hanya satu tidak ada yang lain supaya anggota-anggota tubuh Kristus yang banyak dan berbeda-beda tetap menjadi satu. Kemudian, satu dalam iman, satu dalam pengharapan, satu dalam kasih, satu dalam baptisan, satu roh, satu Tuhan, satu Allah, satu dalam pekerjaan yang baik, karena ajarannya sumbernya satu.
Oleh sebab itu hati-hati juga saudara dalam membuka Youtube, sebab setan juga pintar sekali menggelincirkan kita supaya tergelincir. Karena, ajaran nabi palsu itu sangat licin sekali, dan bila kita mau melewatinya, pasti kita tergelincir di situ. Jadi, jangan lalui jalan dari nabi palsu supaya jangan tergelincir. Kalau sudah tergelincir tinggal tunggu tergeletak, semaunya dari nabi-nabi palsu yang menjadi kepala atas dia.
Apa itu yang dimaksud satu pengajaran jangan ajaran lain?
1 Timotius 4:1-4 itu adalah nabi palsu dan ajaran lain. Namun kita perhatikan ayat 6.
1 Timotius 4:6
(4:6) Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.
Inilah himbaun Paulus kepada Timotius di dalam 1 Timotius 1:3, supaya dia mengajarkan ajaran yang baik, jangan jaran lain. Ajaran baik antara lain:
- Terdidik dalam soal-soal pokok iman.
- Terdidik dalam ajaran sehat.
Ini ajaran yang ditekankan oleh Paulus. Paulus tidak tekankan ajaran lain untuk diajarkan kepada jemaat di Efesus. Paulus larang Timotius untuk mengajar ajaran lain supaya tercipta / terwujud satu kesatuan tubuh Kristus yang sempurna meski banyak dan berbeda-beda, tetapi kelak menjadi satu, berarti; sempurna. Satu berarti sempurna, Kalau satu tetapi pecah-pecah = cacat.
Yang pertama: SOAL-SOAL POKOK IMAN 🡪 percaya, bertobat, dibaptis dan penuh dengan Roh Kudus.
Yang kedua: AJARAN SEHAT.
Mengenai ajaran sehat ini kita akan lihat dalam…
Ibrani 6:1-2
(6:1) Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah (6:2) yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.
Asas-asas pertama tentang ajaran Kristus = soal-soal pokok iman 🡪 percaya, bertobat, dibaptis dan dipenuhkan Roh Kudus. Namun, dari asas-asas pertama ini Paulus menyarankan supaya beralih kepada perkembangan yang penuh, disebutlah itu ajaran sehat.
Jadi, kalau tidak beralih kepada perkembangan yang penuh, itu bukan ajaran sehat. Tidak boleh bertahan pada soal-soal pokok iman (asas-asa pertama dari ajaran tentang Kristus), tidak boleh bertahan di situ. Ini merupakan satu paket, ajaran yang harus ditekankan Paulus kepada sidang jemaat. Tidak langsung beralih kepada perkembangan yang penuh tanpa asas-asas pertama tentang ajaran Kristus.
Namun kenyataannya, sepertinya sudah mengajarkan soal-soal pokok iman, tetapi tidak beralih kepada perkembangannya yang penuh, akhirnya, ini juga menjadi masalah besar. Mungkin satu iman, tetapi pengharapannya sudah beda, kasihnya juga sudah jadi beda. Maka, belajarlah untuk bijaksana, belajarlah untuk memahami apa maunya Tuhan. Tidak usah ragu dengan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Kenapa “beralih kepada perkembangan yang penuh” disebut sebagai ajaran sehat? Sebab, kalau kita kaitkan dengan pola Tabernakel (pola kerajaan Sorga), terkena kepada Bait Suci Allah.
Jadi, asas-asas pertama tentang ajaran Kristus disebutlah itu soal-soal pokok (dasar) iman terkena kepada;
- Percaya 🡪 pintu gerbang.
- Bertobat 🡪 mezbah korban bakaran.
- Lahir baru (dibaptis) 🡪 kolam pembasuhan.
- Dipenuhkan Roh Kudus 🡪 pintu kemah.
Itulah dasar-dasar iman. Itu sudah baik, tetapi tidak boleh bertahan di situ untuk mengharapkan mujizat-mujizat semata. Paulus berkata; beralih kepada perkembangannya yang penuh, bukan beralih, tetapi jadi tidak karu-karuan. Jangan bertahan di dasar iman, tetapi harus beralih sampai perkembangannya yang penuh, itulah ajaran sehat.
Ajaran sehat terkena kepada Bait Suci Allah itulah Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci supaya mencapai perkembangannya yang penuh. Dahulu mungkin kita bertanya-tanya, kenapa harus Pengajarn Mempelai kenapa harus Pengajan Tabernakel? Inilah jawabannya, supaya kita bagaikan biji-biji yang ada di dalam buah delima; meski disekat-sekat / kamar-kamar / petak-petak, tetapi semua tetap ada di dalam buah delima.
Saudara, kita lihat “perkembangan yang penuh” dalam…
Efesus 1:22
(1:22) Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala.
Jadi, yang menjadi kepala jemaat semestinya adalah Kristus, jangan yang lain-lain. Sekalipun engkau kepala atau pimpinan di tempat kerja, tetapi kepala yang sejati itulah Kristus. Supaya jangan kalah terhadap aturan-aturan yang ada di dunia ini termasuk aturan pekerjaanmu, sampai mengorbankan jam-jam ibadah. Tetaplah Kristus kepala menurut ayat ini.
Efesus 1:23
(1:23) Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Sidang jemaat adalah kepenuhan Kristus bukan kepenuhan yang lain-lain. Itu sebabnya di atas tadi saya katakan; yang menjadi kepala atas tubuh adalah Yesus, tidak boleh yang lain-lain, supaya jangan dipenuhkan oleh yang lain-lain. Kita harus dipenuhkan oleh Kristus, menjadi kepenuhan-Nya.
Kepenuhan-Nya kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel.
Efesus 4:11
(4:11) Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, (4:12) untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (4:13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (4:15) tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Menjadi sidang mempelai Tuhan itulah yang dimaksud kepenuhanNya (kepenuhan Kristus). Itu yang disebut dengan satu kesatuan tubuh Kristus yang sempurna, meski berbeda-beda dan banyak anggota tetapi satu (sempurna). Kalau kita satu, pasti sempurna, dasarnya dalam nikah; suami isteri satu. Kalau nikah sudah satu, akan nampak dalam penggembalaan ini pasti menyatu. Kalau nikah tidak satu, tidak mungkin dalam penggembalaan satu. Ada juga terlihat satu, tetapi tidak mau satu dengan penggembalaan, itu namanya roh setan, roh egosentris.
Jadi,
bertumbuh itulah perkembangan. Kemana? Ke arah Dia (Kristus jadi
kepala), berarti tubuh sudah satu. Kenapa tubuh satu? Karena Kristus
kepala; satu. Inilah yang disebut tubuh Kristus yang sempurna, menjadi sidang
mempelai Tuhan. Itulah gambaran dari buah delima yang secara utuh dengan mahkota
di atasnya = menjadi sidang mempelai Tuhan dalam pesta nikah Anak Domba. 
Jadi, buah delima bergantung (dalam istilah Jawa; bergandol), di ujung gamis baju efod, itu bukan sebuah simbol / gambar begitu saja tetapi punya pengertian yang begitu terang dan jelas. Jadi, kita semua menjadi satu dan sempurna sumbernya dari satu pengajaran; satu iman, satu kasih, satu harap. Dimulai dari soal-soal pokok iman atau asas-asas pertama tentang ajaran Kristus, kemudian beralih kepada perkembangannya yang penuh itu yang disebut ajaran sehat. Kalau tidak beralih kepada perkembangannya yang penuh; percayalah, itu bukan suatu ajaran yang sehat karena tidak akan membawa kepada kesatuan tubuh. Tetapi, kalau kita beralih kepada perkembangan yang penuh, bila dikaitkan dengan pengajaran Tabernakel, maka kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok sesuai dengan tiga macam alat yang ada di dalamnya.
1. Meja roti sajian 🡪 tekun dalam ibadah pendalaman alkitab
2. Pelita emas 🡪 tekun dalam ibadah raya minggu
3. Mezbah dupa 🡪 tekun dalam ibadah doa penyembahan
Itulah dasar pengudusan untuk mencapai kepenuhan Kristus, sidang mempelai Tuhan, bagaikan satu alat di dalam ruangan maha suci itulah tabut perjanjian.
Yang membuat saya penuh dengan pertanyaan adalah: kenapa orang Kristen sebenarnya dia sudah mendengar berita ini, tetapi telinganya sengaja ditutup kepada Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel? Entah apa penyebabnya saya tidak paham. Yang paham hatinya dengan Tuhan. Begitu sehatnya ajaran ini, tetapi bisa ditolak. Tuhan mau kita beralih kepada perkembangan penuh oleh ajaran sehat, tetapi di tolak, saya tidak habis pikir kenapa itu bisa terjadi. Tetapi puji Tuhan, orang-orang kecil, rendah hati, tidak lagi melihat siapa dia di bumi ini, tetapi melihat siapa Tuhan kita yang besar, orang yang seperti ini yang bisa bertahan duduk diam mendengarkan Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Andaikata seorang doktor teologi bahkan profesor menggunakan metode ini dan itu untuk menjadi satu; NO. Tidak ada cara lain untuk menjadi satu selain pola kerajaan Sorga, itulah pengajaran Tabernakel. Tetapi, karena dia tidak menggunakan pola, dia pelintir semuanya itu dengan menggunakan bahasa yang keren-keren. Dia comot bahasa Yunani, Ibrani, Cina dan bahasa-bahasa daerah lainnya, semuanya disatukan tetapi keliru. Tetapi pola kerajaan Sorga, miniaturnya Tabernakel yang dibangun oleh Musa, kalau kita ikuti itu akan membawa kita pada perkembangan yang penuh. Inilah sidang mempelai Tuhan. itulah arah dari ajaran sehat.
Jadi apa yang membuat hati orang Kristen ragu mengikuti pengajaran mempelai? Saya tidak paham. Bukankah tujuan kita adalah Yerusalem baru? Berpetak-petak? Kerinduan hati memang ke situ, tetapi sulit menerima Pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel. Bagaimana mungkin menjadi kepenuhan Kristus, bagaimana mungkin menjadi mempelai Tuhan sementara dia menolak pengajaran mempelai.
Kita menjadi mempelai Tuhan karena ajaran mempelai. Ada kesembuhan karena menerima ajaran kesembuhan. Kalau sibuk menerima ajaran mempelai akan menjadi mempelai, karena disucikan sampai sempurna. Kalau hanya sibuk di kesembuhan tidak akan sempurna. Saya kira tidak sulit memahami hal ini, jangan lagi keliru dengan ajaran-ajaran di luar.
Jadi untuk satu iman, satu harap dan satu kasih, sumbernya dari satu pengajaran, endingnya adalah ajaran sehat. Berarti; beralih kepada perkembangan yang penuh; menjadi mempelai Tuhan bagaikan mahkota pada buah delima
Buah delima (sidang mempelai Tuhan) tempatnya pada ujung jubah imam besar, berarti; bergantung pada kuasa kebangkitan Yesus Kristus = bergantung kepada kemurahan hati Tuhan. Sebab, dari kematian dan kebangkitan Yesus Kristus ada keluar kemurahan, ada tenaga yang keluar dari dalam diri-Nya, keluar khasiat / kuasa kesembuhan. Dan Tuhan tahu kepada siapa tenaga ini keluar, Tuhan tahu kepada siapa khasiat ini keluar, Tuhan tahu kepada siapa kemurahan ini tertuju.
Tuhan bertanya: siapa yang menjamah jubahKu? Bukan berarti Tuhan tidak tahu, tetapi supaya khalayak orang banyak yang berbondong-bondong mengikut Dia tahu bahwa ada tenaga yang keluar dari dalam diri-Nya mengalir kepada orang yang sakit itu, secara khusus perempuan yang sakti pendarahan. Bukankah kita orang kecil, mengikuti Tuhan dari belakang? Tetapi terus menjamah jubah Yesus, bergantung pada kuasa kebangkitan-Nya. Dulu betapa sombongnya kita padahal kita bukan siapa-siapa. Tetapi sekarang kita menyadari diri dan mengikut Tuhan dari belakang, bergantung kepada ujung jubah Yesus, seperti ujung buah delima, dari situ keluar tenaga, keluar khasiat, keluar kuasa kesembuhan dengan lain kata keluar kemurahan. Jadi, kalau kita bergantung kepada kebangkitan Yesus = bergantung pada kemurahan hati Tuhan.
Ulangan 11:9-10 -- Perikop: “Ketaatan mendatangkan berkat, ketidaktaatan mendatangkan kutuk”
(11:9) dan supaya lanjut umurmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka dan kepada keturunan mereka, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (11:10) Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur.
Tanah Mesir adalah tanah dataran. Tinggal di tanah dataran sama seperti orang yang mengandalkan kekuatan sendiri, seperti orang yang menabur benih, selanjutnya diairi dengan jerih payah. Itulah tanah Mesir seakan-akan kebun sayur.
Tetapi bukan itu tempat yang Tuhan janjikan kepada bangsa Israel. Tempat yang Tuhan janjikan kepada bangsa Israel adalah tanah Kanaan. Tanah Kanaan itu bergunung-gunung dan berlembah-lembah, berbicara soal pengalaman kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, itu adalah kemurahan. Seperti buah delima bergantung kepada ujung gamis. Kalau kita berada di tanah Kanaan, mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit. Suatu negeri yang dipelihara oleh Tuhan Allah dari awal sampai akhir Tahun (ayat 12).
Jadi, orang yang bergantung kepada kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus seperti bangsa Israel berada di tanah Kanaan, bentuknya bergunung dan berlembah bicara soal pengalaman kematian dan kebangkitan. Di situ mereka mendapatkan air sebanyak hujan yang turun dari langit. Tidak mungkin lagi menanam kebun anggur di gunung, lalu turun ke bawah untuk mengambil air untuk mengairi kebun itu. Kalau di dalam Tuhan semuanya bergantung kepada kemurahan, tidak lagi bergantung pada kekuatan kita. Seakan-akan tanah Mesir / kebun sayur, setelah di tabur dengan benih lalu diairi dengan jerih payah. Tempat kita beribadah dan melayani bukan kebun sayur, tempat ibadah dan pelayanan ini adalah kebun anggurnya Tuhan. Satu kali akan dituai dan diperas dan menghasilkan buah anggur yang manis. Jadi jangan menjalankan ibadah Taurat, tetapi sungguh-sungguh dengan Firman Tuhan seperti perikopnya: “Ketaatan mendatangkan berkat, ketidaktaatan mendatangkan kutuk.”
Kita sudah melihat, ternyata kedudukan dari bangsa Israel ada di kebun anggur Tuhan. Seperti kedudukan buah delima bergantung pada ujung jubah, bergantung pada ujung gamis baju efod sehingga mendapatkan air sebanyak hujan turun dari langit = mendapat kemurahan. Tetapi orang yang mengandalkan kekuatannya; seperti menyirami kebun sayur; terkutuklah ia (Yeremia 17:5).
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman oleh;
Gembala sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:
Post a Comment