KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, January 21, 2011

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 18 JANUARI 2011


IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 18 JANUARI 2011

Tema:
DAUD DIAMBIL DARI ANTARA KANDANG-KANDANG KAMBING DOMBA
(seri 3)


Subtema: URAPAN ROH KUDUS MEMBERI KEMAMPUAN UNTUK MEMBERITAKAN PERBUATAN ALLAH YANG BESAR

1 Samuel 16 : 1, 11 - 13
(16:1) Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku."
(16:11) Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."
(16:12) Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."
(16:13) Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

Allah memilih Daud menjadi RAJA atas Bangsa Israel.

Mazmur 78 : 70 -72
(78:70) dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba;
(78:71) dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri.
(78:72) Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.

Allah memilih Daud untuk menggembalakan Yakub kepunyaan Nya, Israel milik Nya.
MENGGEMBALAKAN berarti melayani Tuhan.
Melayani Tuhan = Imamat
Dalam kitab 1 Samuel 16, Allah memilih Daud menjadi RAJA, sedangkan dalam Mazmur 78, Allah memilih Daud untuk MENGGEMBALAKAN Israel.
Kesimpulannya: Daud dipilih untuk menjadi IMAMAT YANG RAJANI.
Imamat yang rajani = pelayanan yang berkuasa, agung dan mulia

Tujuan menjadi imamat yang rajani
1 Petrus 2 : 9
(2:9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:


Bila Tuhan menjadikan kita imamat yang rajani tujuannya supaya kita memberitakan perbuatan - perbuatan Allah yang besar.


Syarat menjadi imamat yang rajani
1 Samuel 16 : 13
(16:13) Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

Samuel menuangkan minyak, mengurapi Daud.
Minyak à kepada urapan Roh Kudus.
Jadi, untuk menjadi imamat yang rajani adalah terlebih dahulu diurapi oleh Roh Kudus, itulah yang menjadi syarat mutlak.

Kisah Para Rasul 4 : 26 - 31
(4:26) Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.
(4:27) Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi,
(4:28) untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.
(4:29) Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.
(4:30) Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus."
(4:31) Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Ketika Petrus dan teman-temannya berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu kemudian mereka semua penuh dengan urapan Roh Kudus sehingga mereka berani memberitakan Firman Allah, walaupun Herodes, Pontius Pilatus, bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan mereka.
Memberitakan Firman Allah = Memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar

Bila melayani dalam urapan Roh Kudus, maka kita pasti berani memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar walaupun banyak yang tidak menerima, menentang pelayanan kita.

2 Korintus 3 : 2 -3
(3:2) Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
(3:3) Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Kita harus menjadi Kitab yang tertulis, yang dapat di kenal, di baca oleh orang. Kitab yang ditulis bukan dengan tinta tetapi dengan Roh Kudus yang hidup pada loh-loh daging yaitu hati kita.
Artinya, memberitakan Firman Allah/perbuatan-perbuatan Allah yang besar bukan dengan perkataan tetapi lewat sikap tingkah laku kita.


Yeremia 31 : 33 - 34
(31:33) Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
(31:34) Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."

Orang lain yang belum mengenal Tuhan bisa percaya, bertobat dan dosanya diampuni oleh Tuhan.
Tidak perlu kita mengajar orang untuk mengenal Tuhan supaya mereka percaya dan bertobat kepada Tuhan Yesus, cukup menjadi Kitab yang tertulis.

Bila kita sudah menjadi Kitab yang tertulis maka orang lain percaya, bertobat dan dosanya diampuni oleh Tuhan, selanjutnya mereka akan mengenal Tuhan Yesus secara pribadi bukan "katanya". Sebab banyak orang Kristen yang belum mengenal Tuhan Yesus secara pribadi, mereka hanya tahu bahwa Tuhan Yesus telah disalib, mati dan bangkit untuk mereka tetapi kuasa salib, kematian, dan kebangkitan Kristus tidak nyata bagi mereka.

Praktek menjadi imamat yang rajani
Kisah Para Rasul 2 : 4, 15-19
(2:4) Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
(2:15) Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
(2:16) tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël:
(2:17) Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
(2:18) Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
(2:19) Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.

Ada tanda - tanda di bawah di bumi, yaitu:
1.      Tanda darah
2.      Tanda api
3.      Tanda gumpalan - gumpalan asap

Keterangan: 
1.      Tanda darah
Untuk menjadi imamat yang rajani, memberitahukan perbuatan - perbuatan Allah yang besar dalam kehidupan sehari - hari praktek yang pertama adalah harus ada tanda darah.

1 Petrus 2 : 19 - 21
(2:19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
(2:20) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
(2:21) Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 
              
Tanda darah adalah hasil dari penderitaan Yesus, yaitu Ia rela menderita bahkan disalib bukan karena kesalahan-Nya tetapi untuk menanggung dosa manusia.
Berarti, tanda darah = Salib Kristus = aniaya karena Firman

Menderita bukan karena kesalahan diri sendiri melainkan karena berbuat baik untuk Tuhan adalah Kasih karunia kepada Allah.
Berarti, tanda darah = Salib Kristus = Kasih Karunia

Yohanes 1 : 14
(1:14) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 

Anak Tunggal Bapa yaitu Tuhan Yesus penuh dengan kasih karunia dan kebenaran.
Bila kita hidup dalam kasih karunia dan kebenaran, inilah yang disebut Kebenaran yang Sejati, sebab kebenaran sejati didapat dari penderitaan Yesus yang mati di atas kayu salib untuk menanggung dosa kita.
Salib Kristus adalah kebenaran sejati, di luar salib tidak ada kebenaran yang sejati.

Yohanes 17 : 17
(1:17) Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Berarti firman / kebenaran adalah pemberitaan tentang salib Kristus, bukan pemberitaan firman tentang yang lain-lain, yaitu cerita-cerita isapan jempol dan dongeng-dongeng nenek tua, sebab cerita-cerita isapan jempol dan dongeng-dongeng nenek tua tidak akan bisa menghasilakan tanda darah.

1 Timotius 1: 3-4
(1:3) Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain
(1:4) ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman.
1 Timotius 4: 7
(4:7) Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.


Biarlah kehidupan muda mudi remaja melatih diri untuk ibadah dengan benar, yaitu meninggalkan cerita-cerita isapan jempol dan dongeng-dongeng nenek tua, tetapi beralihlah kepada firman pengajaran yang rahasianya dibukakan / pemberitaan tentang salib Kristus.

Matius 16: 21-24
(16:21) Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
(16:22) Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
(16:23) Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."
(16:24) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Petrus tidak menerima pemberitaan firman tentang salib Kristus, Petrus adalah gambaran seorang muda mudi remaja yang tidak menerima firman pengajaran yang rahasianya dibukakan / pemberitaan tentang salib Kristus, sehingga Yesus mengatakan “enyah kau iblis”.
Berarti pemberitaan firman Tuhan tanpa menghasilkan tanda darah adalah ajaran setan yang harus disingkirkan. Oleh sebab itu, biarlah kita melatih diri untuk beribadah dengan baik sampai menghasilkan tanda darah. 

 TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman;
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang