KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, January 31, 2021

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 19 JANUARI 2021


 IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 19 JANUARI 2021

KITAB KOLOSE

(Seri: 127)


Subtema: SALIB ADALAH METERAI DARI ANAK-ANAK JANJI


Shalom.

Segala puji, segala hormat hanya bagi Dia yang sudah memungkinkan kita untuk berada di tengah Ibadah Doa Penyembahan, semua karena kemurahan hati TUHAN, dan sebentar kita akan menundukkan kepala di hadapan takhta Allah, tersungkur di hadapan takhta-Nya, sujud menyembah Allah yang hidup, Allah Abraham, Allah Israel Yang Berkuasa, TUHAN dan Juruselamat yang berdaulat atas setiap kehidupan kita masing-masing.


Saya tidak lupa menyapa sidang jemaat yang mengikuti pemberitaan firman untuk Ibadah Doa Penyembahan lewat live streaming di rumah masing-masing, baik jemaat di Serang dan Cilegon, di Bandung, di Malaysia, bahkan anak-anak TUHAN yang senantiasa memberi diri setia digembalakan lewat lives streaming, biarlah kiranya TUHAN memberkati kita lewat pembukaan rahasia firman dan meneguhkan firman itu di hati kita sampai kehidupan kita dituntun sampai puncak ibadah itulah Doa Penyembahan; penyerahan diri untuk taat kepada kehendak Allah, dan segala kemuliaan hanya bagi Dia itulah arti penyembahan yang sesungguhnya. Terimakasih untuk menjadi penyembah-penyembah dalam Roh dan kebenaran.


Segera kita sambut firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.

Kolose 3:19

(3:19) Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.


Nasihat Firman Allah ditujukan langsung kepada suami-suami supaya setiap suami tahu untuk mengasihi isterinya dengan benar. Nasihat yang suci ini harus diterima oleh seorang suami dengan hati yang terbuka lebar-lebar disertai dengan kerendahan di hati, sekalipun suami adalah kepala, pemimpin dalam hubungan nikah rumah tangganya.


Kita akan melihat lebih rinci tentang seorang suami di dalam hal mengasihi isterinya, jelas bisa kita temukan dalam Efesus 5.

Efesus 5:25-29

(5:25) Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya (5:26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, (5:27) supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. (5:28) Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. (5:29) Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,


Suami-suami di dalam hal mengasihi isterinya dinyatakan sebanyak dua kali. 

Yang Pertama; pada ayat 25, Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya. 

Bagian yang pertama ini telah disampaikan, dan kita akan melihat bagian yang kedua; pada ayat 28, Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

Suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri. Pendeknya: Siapa yang mengasihi isterinya = mengasihi dirinya sendiri. Mengapa demikian?


Efesus 5:31

(5:31) Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.


Antara suami dengan isterinya sudah menjadi satu daging oleh salib di Golgota, sebab di sini dikatakan: laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya. Jelas kalimat ini berbicara tentang salib di Golgota, sebagaimana dengan Yesus, Anak Allah, Ia telah meninggalkan segala milik kepunyaan-Nya, yakni:

  • Meninggalkan Bapa-Nya.

  • Meninggalkan rumah-Nya di Sorga.

  • Serta meninggalkan segala kemuliaan-Nya.

Hal itu ditulis dengan jelas pada Filipi 2:5-8, dengan satu tujuan supaya Kristus, yang adalah Kepala, menyatu dengan sidang jemaat yang adalah tubuh-Nya. 


Efesus 5:29

(5:29) Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,


Bukti seorang suami mengasihi isterinya ialah mengasuhnya dan merawatinya sama seperti Kristus terhadap jemaat.


Hal yang senada tentang mengasih dan merawatinya, kita akan perhatikan dalam 1 Tesalonika 2.

1 Tesalonika 2:7

(2:7) Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.


Rasul Paulus berlaku ramah terhadap sidang jemaat di Tesalonika sama seperti ibu terhadap anaknya.

Ibu 🡪 Gembala sidang atau pemimpin sidang jemaat.

Adapun tugas gembala sidang atau pemimpin sidang jemaat:

  1. Mengasuh hidup rohani dari sidang jemaat.

  2. Merawati hidup rohani dari sidang jemaat.

Itu adalah tugas dari seorang ibu yang adalah gembala sidang atau pemimpin sidang jemaat.


Marilah kita mengikuti penjelasan tentang MENGASUH, yang akan kita hubungkan langsung dengan Kisah Para Rasul 7.

Kisah Para Rasul 7:21

(7:21) Lalu ia dibuang, tetapi puteri Firaun memungutnya dan menyuruh mengasuhnya seperti anaknya sendiri.


Musa diasuh oleh puteri Firaun seperti anaknya sendiri.


Perlu untuk diketahui: Seorang ibu harus bertanggung jawab di dalam hal mengasuh anaknya sendiri. Sebaliknya, seorang anak berhak untuk mendapatkan hak asuh dari ibunya. 

Sidang jemaat juga berhak untuk mendapatkan hak asuh dari gembala sidang dan anak-anak TUHAN, umat TUHAN dimanapun anda berada harus menyadari hal ini. 


Oleh sebab itu, kita patut mengucap syukur sedalam-dalamanya dan berterimakasih setinggi-tingginya kepada TUHAN kita, Yesus Kristus, sebab Dia adalah Kepala rumah TUHAN dan Gembala yang baik, Dia telah mengasuh hidup rohani kita masing-masing lewat ibadah dan pelayanan dalam penggembalaan GPT “BETANIA” Serang Cilegon, termasuk anak-anak TUHAN yang senantiasa memberi diri untuk digembalakan lewat live streaming, video internet, Youtube, Facebook dalam maupun luar negeri, dimanapun anda berada.


Kisah Para Rasul 7:22

(7:22) Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.


Bukti bahwa Musa diasuh oleh puteri Firaun: Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir. 

Berarti, diasuh oleh TUHAN dalam kandang penggembalaan ini = menerima didikan langsung dari TUHAN. Dan itu terbukti, sebab Rasul Paulus membuktikannya kepada sidang jemaat di Korintus.


1 Korintus 11:31-32

(11:31) Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. (11:32) Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.


“Kalau kita menguji diri kita sendiri …” Izinkanlah ujian itu kita hadapi dan alami.

Jadi, ayat 31 dan ayat 32 ternyata sama. 

Kesimpulannya: Jikalau anak-anak TUHAN, sidang jemaat menerima hukuman atau mengalami ujian atas seizin TUHAN = kita dididik langsung oleh TUHAN. TUHAN yang mendidik kita secara langsung. 


Pendeknya: Ibadah dan pelayanan yang dihubungkan langsung dengan salib itu merupakan ibadah yang mendatangkan didikan dari TUHAN terhadap sidang jemaat, terhadap umat TUHAN. Camkanlah itu. 


Oleh sebab itu, jangan kita salah mengerti dengan ibadah yang dihubungkan dengan salib, artinya; jangan suka bersungut-sungut. Kalau kita memberi diri untuk diuji / mau menerima ujian atas seizin TUHAN, itu merupakan didikan langsung dari TUHAN. Berikan dirimu untuk dididik langsung oleh TUHAN.

Kita bersyukur, sudah melewati pendidikan -- dimulai dari TK, SD, SMP, SMA, bahkan ada yang sampai perguruan tinggi --, hal itu mendatangkan keuntungan yang besar bagi kita. Tetapi, kalau kita mau menerima didikan langsung dari TUHAN, itu melebihi gelar sarjana apapun di bumi ini, sebab didikan TUHAN mengandung janji baik untuk masa sekarang, maupun masa yang akan datang; bahagia bersama dengan Dia di dalam kekekalan. Jadi, keuntungan dari didikan TUHAN melebihi gelar sarjana, melebihi gelar yang tinggi kalau TUHAN mendidik kita secara langsung. Camkan dan perhatikan hal itu.


Ibrani 12:5

(12:5) Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;


Anak-anak TUHAN / orang-orang Kristen / umat TUHAN, tidak boleh melupakan nasihat Firman TUHAN, dengan kata lain:

  • Jangan anggap enteng didikan yang datang dari TUHAN.

  • Jangan putus asa manakala kita diperingatkan langsung dari TUHAN.


Masih banyak di antara kita yang menangis saat diperingatkan, tetapi saat mendengar firman TUHAN tidak menangis, ini sudah terbalik. Kalau anak saya salah, saya tegur, lalu teguran itu membuat dia menangis, bersungut-sungut, jengkel, saya selalu sampaikan: kalau kamu ditegur, kamu menangis, padahal kamu salah, tetapi saat dengar Firman TUHAN, kamu tidak menangis, padahal TUHAN sudah didik secara langsung. Hal itu selalu saya sampaikan di pastori. Kiranya hal ini dapat dipahami dengan baik.


Kembali saya sampaikan: Umat TUHAN, orang Kristen sebagai anak-anak TUHAN, tidak boleh melupakan nasihat Firman TUHAN, dengan kata lain; 

  • Jangan anggap enteng didikan TUHAN.

  • Jangan putus apabila kita diperingatkan oleh TUHAN.

Berarti, mau tidak mau, ibadah dan pelayanan yang sedang kita usahakan, yang sedang kita kerjakan di bumi ini harus dihubungkan langsung dengan salib, itu tidak bisa dipungkiri, untuk menerima: 

  1. Didikan TUHAN.

  2. Peringatan dari TUHAN.


Peringatan itu sinyal besar bagi kita supaya kita selamat, tidak binasa. Yang membawa kendaraan di jalan umum (jalan raya), ikuti rambu-rambu, peringatan-peringatan, sebab itu adalah sinyal besar supaya kita selamat sampai di tujuan. 


Ibrani 12:6

(12:6) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."


Kita harus mengetahui dan menyadari bahwa;

  • Ternyata, Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya.

  • Ternyata, Tuhan menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.

Jadi, kalau seseorang tidak dikasihi, dia tidak mungkin menerima hajaran. Kalau seseorang tidak diakui sebagai anak, tidak mungkin disesah oleh TUHAN. 


Pendeknya: 

  • Orang yang dikasihi oleh TUHAN, tanda atau meterainya adalah menerima hajaran.

  • Kemudian, orang yang diakui-Nya sebagai anak, tanda atau meterainya adalah ia rela disesah.

Jadi, orang yang menolak didikan, kemudian putus asa dengan peringatan, berarti ia bukan anak TUHAN dan ia tidak diakui sebagai orang yang dikasihi. Jangan sesekali kita bersungut-sungut, ngomel, berontak, kemudian marah dengan teguran-teguran. Oleh sebab itu, jangan anggap enteng didikan TUHAN, jangan putus asa bilamana kita diperingatkan oleh TUHAN, sebab itu adalah meterai bahwa kita diakui sebagai anak, itu adalah meterai bahwa kita diakui sebagai orang yang dikasihinya. 

Kalau ada teguran kepada seorang imam karena salah, karena teledor, itu tanda bahwa TUHAN sedang mengasihi saudara, itu meterai bahwa saudara milik kepunyaan TUHAN. Tidak mungkin saya menegur orang luaran sana, tidak mungkin saya menegur orang yang tidak saya kenal. 


Meterai atau tanda dari orang-orang yang dikasihi oleh TUHAN adalah salib. Kemudian, meterai atau tanda orang-orang yang diakui TUHAN sebagai anak sama, yaitu; salib. 

Jadi, jangan sia-siakan salib Kristus. Banyak orang Kristen tidak paham dengan salib Kristus, banyak hamba TUHAN mempersalahkan salib Kristus, lalu mengejek tentang teologi penderitaan; hati-hati dengan hamba TUHAN semacam ini. Jangan mengejek hamba TUHAN yang mengajarkan sidang jemaatnya tentang salib.


Sekali lagi saya sampaikan: 

  • Meterai atau tanda dari orang yang dikasihi oleh TUHAN ialah salib. 

  • Meterai atau tanda orang-orang yang diakui TUHAN sebagai anak ialah salib. 


Sebagai contoh: Kita lihat suatu perlambangan atau gambaran atau kiasan yang TUHAN berikan tentang dua anak Abraham, di dalam Galatia 4, dengan perikop “Hagar dan Sara”, keduanya adalah isteri Abraham. Mereka akan menjadi ibu, karena akan melahirkan anak dari Abraham. Mari kita lihat gambaran dari dua anak Abraham.

Galatia 4:21-22

(4:21) Katakanlah kepadaku, hai kamu yang mau hidup di bawah hukum Taurat, tidakkah kamu mendengarkan hukum Taurat? (4:22) Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?


Abraham mempunyai dua anak;

  • Yang satu lahir dari perempuan hamba

  • Yang satu orang lagi lahir dari perempuan yang merdeka.

Jadi, dua anak laki-laki Abraham ini keluar (dilahirkan) dari dua orang perempuan; satu perempuan hamba, satu perempuan merdeka.


Dan ini merupakan kiasan kepada mereka yang menjalankan ibadah Taurat. Ibadah Taurat adalah ibadah yang dijalankan secara lahiriah, misalnya; mulut memuliakan TUHAN tetapi hatinya jauh dari pemberitaan firman. Atau sama dengan; tubuh jasmaninya dipersembahkan di tengah ibadah, tetapi manusia batiniahnya tidak dipersembahkan kepada TUHAN. 

Kiasan dari anak-anak Abraham ini ditujukan kepada mereka yang menjalankan ibadah Taurat, kehidupan anak TUHAN yang masih menjalankan ibadah secara lahiriah. 


Saya berharap, sidang jemaat yang mengikuti live streaming, baik di Banten, Serang Cilegon, maupun di Malaysia, di Bandung, tetap ikuti ibadah secara online, live streaming, jangan dengan secara Taurat, jangan dengan secara lahiriah, tetapi betul-betul dengan pengabdian dalam ketulusan yang murni kepada TUHAN. 


Galatia 4:23

(4:23) Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.


Lebih dalam kita melihat pada ayat 23 ini; Anak yang dilahirkan perempuan hamba, ternyata dilahirkan menurut daging. Mereka yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging, tidak memikirkan hal-hal yang dari Roh, tidak memikirkan perkara rohani, tidak memikirkan ibadah dan pelayanan, selain memikirkan perkara daging saja. 

Kemudian, orang yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging, tidak akan mungkin memikirkan hal-hal yang dari Roh, perkara rohani, itulah ibadah dan pelayanan. 


Kemudian, anak yang lahir dari perempuan merdeka dilahirkan oleh karena janji. Lahir oleh karena janji, oleh firman Allah, bukan lahir oleh karena daging.


Tentang “LAHIR KARENA JANJI”, kita kaitkan dengan 2 Korintus 1.

2 Korintus 1:16-17

(1:16) Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu, supaya kamu menolong aku dalam perjalananku ke Yudea. (1:17) Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini? Atau adakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat "ya" dan "tidak"?


Di sini kita melihat: Rasul Paulus tidak serampangan di dalam hal bertindak. Kalau bertindak, jangan serampangan, apalagi kalau dia seorang imam. Mulai dari saya sebagai gembala, kemudian imam-imam, sampai seluruh sidang jemaat, kalau bertindak jangan serampangan.

Mengapa Rasul Paulus tidak serampangan? Sebab di dalam hal bertindak dan melayani pekerjaan TUHAN, dikerjakan bukan menurut kehendak manusia daging, melainkan karena kehendak TUHAN. 

Kalau hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging, dia tidak memikirkan hal-hal di atas, perkara rohani, ibadah dan pelayanan dengan segala kegiatan-kegiatan yang di dalamnya. Tetapi di sini kita melihat, Rasul Paulus di dalam bertindak, di dalam hal melayani pekerjaan TUHAN, ia bertindak bukan menurut kehendak manusia daging, melainkan karena kehendak TUHAN. 


Biar kita melayani pekerjaan TUHAN menurut kehendak TUHAN, jangan karena kehendak daging, supaya jangan serampangan; di dalam hal bertindak tidak serampangan, di dalam melayani TUHAN tidak serampangan, di dalam melayani pekerjaan-Nya juga tidak serampangan. Serampangan = serentak terdapat “ya” dan “tidak”. Satu sisi “ya”, nanti di sisi lain “tidak”. Beribadah juga jangan serampangan.


2 Korintus 1:18

(1:18) Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak "ya" dan "tidak".


Kesimpulannya: Janji Rasul Paulus terhadap sidang jemaat di Korintus yang akan dikunjunginya bukanlah serampangan, atau bukan serentak “ya” dan “tidak”, rasul Paulus betul-betul akan mengunjungi sidang jemaat di Korintus, dan selanjutnya sidang jemaat di Makedonia. Mengapa? Karena di dalam bertindak, melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN, Rasul Paulus tidak serampangan. Itu adalah janji Rasul Paulus.


2 Korintus 1:19

(1:19) Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak", tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada "ya".


Perhatikan baik-baik: Yesus Kristus, Anak Allah yang diberitakan Rasul Paulus dan rekan-rekannya terhadap sidang jemaat di Korintus, bukanlah “ya” dan “tidak”, sebaliknya di dalam Kristus hanya ada “ya”. Kristus adalah “ya”.


Pendeknya: Kristus, Anak Allah, adalah gambaran dari Ishak, Anak Tunggal Abraham. Ishak adalah anak Abraham yang dilahirkan oleh perempuan merdeka, dilahirkan oleh karena janji.

Jadi, sudah sangat jelas, kalau Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah, bukan “ya” dan “tidak”, berarti; Kristus adalah gambaran dari Ishak yang dilahirkan oleh karena janji. Yesus Kristus adalah Anak Tunggal Bapa.


2 Korintus 1:20

(1:20) Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah.


Yesus Kristus, Anak Allah, Anak Tunggal Bapa adalah “ya” -- bukan “tidak” -- bagi semua janji Allah, sehingga dari pihak kita harus mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah. 


Sekali lagi saya sampaikan dengan tandas: Yesus adalah gambaran dari Ishak, Anak Tunggal Abraham, sebab Yesus adalah Anak Tunggal Bapa.

Ishak dilahirkan oleh perempuan merdeka, ia lahir oleh karena janji, bukan karena daging. Kalau anak laki-laki Abraham yang dilahirkan oleh Hagar, itu lahir karena daging, bukan karena janji, sebab waktu itu Sara mandul, sementara Sara merindukan untuk mempunyai anak laki-laki, lalu dia segera memberi budaknya, itulah Hagar, supaya Hagar melahirkan anak dari Abraham, tetapi itu menurut daging, bukan karena janji. Namun pada akhirnya, Ishak lahir dari perempuan merdeka, itulah Sara, karena janji Allah kepada Abraham. 


Jadi, Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Dan kalau kita melihat, keturunan Abraham, akhirnya lahir dari Ishak. Jadi, sudah sangat jelas; Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Karena Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah, maka dari pihak kita: harus mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah. 

Saat saudara dengar Firman TUHAN, kemudian firman yang saudara dengar itu memberkati, katakan dengan cepat: “Amin”. Bukan hanya kita yang berada di tempat ini, tetapi juga sidang jemaat yang mengikuti live streaming, begitu dengar janji Allah, langsung katakan: “Amin”, tidak usah pasang aksi dan pasang harga diri, karena Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah.

“Amin” adalah bahasa Ibrani, yang artinya; pasti, sungguh, benar.


2 Korintus 1:21-22

(1:21) Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, (1:22) memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.


Selanjutnya, di sini kita perhatikan: Allah meneguhkan (menyatukan) kita dengan Kristus. Kemudian, Allah juga mengurapi, berarti memeteraikan tanda milik kepunyaan-Nya. 

Singkatnya: Allah memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.


Semakin TUHAN perjelas; 

  • Allah meneguhkan, atau Allah menyatukan kita dengan Kristus, Anak Tunggal Bapa. 

  • Selanjutnya, mengurapi kita. Berarti, memeteraikan tanda milik-Nya. Urapan itu adalah meterai sebagai tanda milik kepunyaan Allah. Jadi, milik kepunyaan Allah meterainya adalah pengurapan. 

Setelah kita disatukan dengan Kristus, selanjutnya mengurapi. Urapan inilah meterai sebagai milik kepunyaan Allah.


Itu sebabnya di dalam Ibrani 12:5 dikatakan; jangan anggap enteng didikan TUHAN, jangan putus asa jikalau kita diperingatkan oleh TUHAN, sebab;

  • Meterai dari pada orang yang dikasihi-Nya adalah salib. 

  • Meterai orang yang diakui-Nya sebagai anak adalah salib. 

Jadi, setelah Allah meneguhkan, mempersatukan kita dengan Kristus, selanjutnya Allah mengurapi. Urapan yang kita terima merupakan meterai sebagai milik kepunyaan Allah. 

Singkatnya: Allah memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita. 


Kita akan kembali membaca Galatia 4.

Galatia 4:24-25

(4:24) Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar -- (4:25) Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab -- dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.


Anak laki-laki Abraham yang dilahirkan oleh Hagar berada di bawah perhambaan, mengapa? Sebab ia terikat dengan segala perkara-perkara lahiriah. Hagar digambarkan seperti gunung Sinai yang di tanah Arab; Hagar digambarkan seperti Yerusalem yang ada di bumi ini. 

Artinya: orang yang berada di bawah perhambaan, ia terikat dengan perkara lahiriah, dan itu adalah gambaran dari Yerusalem yang ada di bumi sekarang ini.

 

Itu sebabnya di atas tadi saya katakan; orang yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging, ia tidak memikirkan Yerusalem Sorgawi, ia hanya memikirkan Yerusalem yang ada di bumi ini, perkara lahiriah, perkara di bumi. Itulah hamba dosa yang hidup menurut daging.


Galatia 4:26-28

(4:26) Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita. (4:27) Karena ada tertulis: "Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami." (4:28) Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji


Di sini kita perhatikan: Ishak dilahirkan oleh karena janji Allah. Ishak lahir dari Sara, dialah perempuan merdeka, yaitu Yerusalem sorgawi. Jadi, anak janji itu dilahirkan oleh Yerusalem sorgawi, itulah ibu kita, itulah anak janji. Anak-anak janji dilahirkan oleh Yerusalem sorgawi.


Sebelum kita tergembala dengan baik dan benar sesuai dengan ukuran Tabernakel, mungkin kita sudah dilahirkan oleh ibu kita, tetapi masih berada di bawah perhambaan dosa, karena hidup menurut daging. Tetapi kita sekarang ada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, di tengah-tengah Yerusalem sorgawi, dan kita dilahirkan kembali, inilah anak-anak janji. 

Singkatnya: Anak yang dilahirkan oleh karena janji adalah diperanakkan menurut Roh.


Galatia 4:29

(4:29) Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.


Yang diperanakkan menurut Roh, meterainya adalah menerima banyak aniaya, seperti Ismael menganiaya Ishak. Ismael yang dilahirkan oleh karena daging, perhambaan dosa, sedangkan Ishak dilahirkan oleh perempuan merdeka, Yerusalem sorgawi, diperanakkan menurut janji.  Oleh sebab itu, perhatikan janji firman, nasihat firman, jangan anggap enteng didikan TUHAN. 


Jadi, yang dilahirkan oleh karena janji, diperanakkan menurut Roh, itulah Yerusalem sorgawi, tetapi meterainya (tandanya) menanggung banyak aniaya, itulah salib. Singkatnya: Yang diperanakkan menurut Roh meterainya adalah salib, itulah didikan TUHAN.


Galatia 4:30-31

(4:30) Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu." (4:31) Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.


Kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka, itulah Yerusalem sorgawi yang dilahirkan oleh Roh Allah; banyak menanggung aniaya, derita, itulah salib. Inilah anak janji yang menerima semua janji-janji Allah. Kristus adalah “ya” atas semua janji Allah. Dilahirkan menurut Roh, itulah Yerusalem sorgawi, itulah ibu kita.


Jadi, kita patut bersyukur, karena sampai sejauh ini kita diasuh oleh TUHAN, itu adalah tanda kemurahan hati TUHAN bagi kita. Sekali lagi saya sampaikan: Jangan anggap enteng didikan TUHAN, jangan putus asa bila mana kita diperingatkan oleh TUHAN, karena salib adalah meterai dari orang-orang yang dikasihi, salib adalah meterai dari orang-orang yang diakuinya sebagai anak. Inilah yang berhak menerima janji Allah, menjadi ahli waris dari Kerajaan Sorga, inilah anak-anak janji.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI


Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt Daniel U Sitohang