KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, November 13, 2011

Ibadah Kaum Muda Remaja, 12 November 2011


Shalom!
Salam sejahtera. Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus
Oleh karena kasih Nya besar kita boleh beribadah pada sore hari ini

Saudaraku, kita masih melanjutkan tentang 4 tiang yang berada pada tabir Bait Suci Allah

Segera kita membuka Keluaran 26
Keluaran 26: 32-33
(26:32) Haruslah engkau menggantungkannya pada empat tiang dari kayu penaga, yang disalut dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, berdasarkan empat alas perak.

Saudaraku, tabir Bait Suci Allah menjadi pemisah antara Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci.
Pada tabir Bait Suci, terdapat 4 tiang, sedangkan tabir Bait suci Allah digantungkan pada 4 tiang tersebut
Saudaraku, 4 tiang-> 4 pribadi yang sudah mengalami perobekan daging, sehingga dengan tubuh kemuliaan membawa mereka masuk ke dalam kerajaan sorga / berada di takhta Allah, dengan kata lain maut telah dikalahkan.
Kita bersyukur kepada Tuhan karena lewat kematian Yesus Kristus di atas kayu salib, tabir Bait Suci terbelah dua, itulah daging Yesus sendiri, sehingga dengan demikian kita memperoleh kemenangan dari Allah, lewat kematian Yesus Kristus.

1 Korintus 15: 54-57
(15:54) Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
(15:55) Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
(15:56) Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
(15:57) Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kita kemenangan lewat kematian Yesus Kristus di atas kayu salib.
Saudaraku, kita yang sudah memperoleh kemenangan, memiliki keberanian untuk berkata “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?
-     Sengat maut adalah dosa
Jadi, dosa adalah sengatnya maut. Artinya: setiap orang yang berbuat dosa, sedang disengat oleh maut / kematian
Saudaraku, kalau membiarkan diri hidup di dalam dosa / disengat, nanti berakhir dengan kebinasaan.

-     Kuasa dosa ialah hukum taurat
Artinya: setiap orang yang berdosa, hidup di bawah hukum taurat

Tadi saya sampaikan tentang 4 tiang -> 4 pribadi yang sudah mengalami perobekan daging.
Adapun 4 pribadi tersebut adalah
I.    Henokh
II.   Musa
III. Elia
IV.  Yesus Kristus
4 pribadi ini tidak mengalami kematian, karena Allah mengangkat mereka hidup-hidup.

Keterangan
III. ELIA
2 Raja-Raja 2: 11-12
(2:11) Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.
(2:12) Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.

Saudaraku, Elia terangkat dan di bawa masuk ke dalam kerajaan sorga, berarti Elia tidak mengalami kematian. Elia terangkat ke sorga disaksikan oleh Elisa.
Tetapi, sebelum Elia terangkat naik ke sorga, terlebih dahulu Elia berada di Gilgal, sesuai dengan petunjuk Allah.

2 Raja-Raja 2: 1
(2:1) Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.

Jadi sebelum Elia naik ke sorga, Elia terlebih dahulu berada di Gilgal sesuai dengan petunjuk Allah.
Kalau Tuhan memerintahkan Elia berada di Gilgal, sebelum dia naik ke sorga, tentu ada nilai rohani bagi kita sore hari ini.

Mari kita lihat peristiwa di Gilgal
Yosua 5: 2-5
(5:2) Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Buatlah pisau dari batu dan sunatlah lagi orang Israel itu, untuk kedua kalinya."
(5:3) Lalu Yosua membuat pisau dari batu dan disunatnyalah orang Israel itu di Bukit Kulit Khatan.
(5:4) Inilah sebabnya Yosua menyunat mereka: semua orang yang keluar dari Mesir, yakni yang laki-laki, semua prajurit, telah mati di padang gurun di tengah jalan, setelah mereka keluar dari Mesir.
(5:5) Sebab, semua orang yang keluar dari Mesir itu telah bersunat, tetapi semua orang yang lahir di padang gurun dalam perjalanan sejak keluar dari Mesir, belum disunat.

Saudaraku, peristiwa yang terjadi di Gilgal adalah Yosua mengadakan penyunatan terhadap semua laki-laki yang lahir di padang gurun.
Penyunantan ini adalah penyunatan yang kedua bagi Israel, penyunatan yang pertama terjadi saat mereka keluar dari Mesir.
Sunat adalah penanggalan kulit khatan.

Roma 2: 28-29
(2:28) Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.
(2:29) Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Saudaraku, sunat itu masih berlaku sampai sekarang, bagi kehidupan kita, sebagai muda mudi remaja juga harus mengalami sunat.
Tetapi sunat yang dilangsungkan bukanlah sunat lahiriah / penanggalan anggota tubuh, melainkan sunat secara rohani, itulah sunat di dalam hati.

Kolose 2: 10-11
(2:10) dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.
(2:11) Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,

Saudaraku, sunat dalam hati / sunat rohani, disebut juga sunat Kristus yaitu penanggalan akan tubuh yang berdosa.
Jadi, bukan lagi penanggalan kulit khatan, melainkan penanggalan akan tubuh yang berdosa, dan biarlah penanggalan akan tubuh yang berdosa terjadi bagi kita semua.

Kolose 2: 12
(2:12) karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Sunat = dikuburkan dalam baptisan juga turut di dalam kebangkitan Kristus
Jadi, kalau penanggalan akan tubuh yang berdosa terjadi dalam kehidupan saya dan saudara, berarti mengalami kematian dan kebangkitan Kristus.

Dampak positifnya bila terjadi penyunatan
1)   Kolose 2: 13
(2:13) Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,

Yang pertama adalah hidup di dalam kebenaran. Kalau dahulu, sebelum mengalami penanggalan tubuh yang berdosa adalah menuju kepada maut, tetapi karena terjadi penanggalan tubuh yang berdosa, hidup dalam kebenaran = dihidupkan dari kematian.

2)    Kolose 2: 14
(2:14) dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:

Yang kedua adalah menghapuskan surat hutang = menghapuskan hutang dosa = pemutihan / Tuhan tidak mengingat-ingat dosa masa lalu

3)   Kolose 2: 15
(2:15) Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Yang ketiga adalah Allah telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, yaitu penghulu di udara = setan tidak lagi berdaya, setan tidak lagi berkuasa, termasuk roh najis tidak lagi berdaya.

Dan biarlah berlangsung penanggalan tubuh yang berdosa, bukan sunat secara lahiriah.

Alat yang digunakan untuk penyunatan
Yosua 5: 3
(5:3) Lalu Yosua membuat pisau dari batu dan disunatnyalah orang Israel itu di Bukit Kulit Khatan.

Saudaraku, alat yang dipergunatan untuk melakukan penyutanan adalah pisau yang terbuat dari batu.
Pisau yang terbuat dari batu, sepertinya sepele, tetapi pisau batu tersebut bukan pisau sembarangan, ini adalah pisau yang sangat luar biasa, yang tidak boleh dipandang ringan.

-     PISAU
Pisau = pedang yang tajam
Ibrani 4: 12
(4:12) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Jadi saudaraku, pedang yang tajam itulah FIRMAN ALLAH.

Ciri-cirinya
a.   Hidup
= huruf itu mati, tetapi Roh memberi hidup
Jadi huruf yang tertulis dalam kitab ini mati, tetapi Roh Allah memberi hidup.

b.   Kuat
= tangguh = berkuasa

c.   Lebih tajam dari pedang bermata dua manapun
Sebagai bukti; pedang tersebut menusuk amat dalam

Kuasanya:
1.      Memisahkan jiwa dan roh dalam daging / tubuh
2.      Memisahkan sendi-sendi dan sumsum dalam daging / tubuh
3.      Sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati

Kesimpulannya: dapat memeriksa / mengoreksi dosa-dosa yang tersembunyi

Ibrani 4: 13
(4:13) Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Jadi saudaraku, tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan, dosa sekecil apapun, dosa di dalam jiwa dan roh, kemudian dosa seperti sendi-sendi yang ada di celah-celahdosa seperti sumsum yang bersembunyi di balik tulang yang keras, sampai sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran, tidak tersembunyi di hadapan Tuhan.

-     BATU
1 Petrus 2: 4-7
(2:4) Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
(2:5) Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
(2:6) Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
(2:7) Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

Kalau tadi pisau itu hidup, dan batu juga hidup.
Saudaraku, batu yang mahal yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -> Korban Kristus
Tukang-tukang bagunan -> imam-imam, ahli-ahli taurat, dan orang-orang yang terkemuka, mereka menyalibkan Yesus.
Bagi yang percaya, batu penjuru itu mahal.
Batu yang dibuang = Korban Kristus, tetapi bagi mereka yang percaya, Korban Kristus sangatlah berarti / mahal.

Praktek menghargai korban Kristus
1 Petrus 2: 8
(2:8) Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.

Praktek menghargai Korban Kristus adalah taat kepada firman Allah.
Taat = patuh pada ajaran yang benar = dengar-dengaran

Jadi, pisau batu, bukanlah alat yang sembarangan, melainkan pisau batu yang hidup.

Hasilnya
Yosua 5: 8-9
(5:8) Setelah seluruh bangsa itu selesai disunat, maka tinggallah mereka di tempatnya masing-masing di perkemahan itu, sampai mereka sembuh.
(5:9) Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu." Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang.

Hasilnya:
1.   Tinggal di dalam rumah Tuhan sampai mereka sembuh
Artinya: menjadi rumah Tuhan, sehingga mengalami pemulihan

2.   Cela Mesir dihapuskan
Mesir -> dunia
Di dalam 1 Yohanes 2: 15-16, dalam dunia ada 3 hal yaitu keinginan dagingkeinginan mata dan keangkuhan hidup, inilah cela yang dihapuskan dari kehidupan kita, sehingga terlepas dari kebinasaan.


TUHAN YESUS KRISTUS, KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI











No comments:

Post a Comment