KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, September 8, 2013

IBADAH RAYA MINGGU, 08 SEPTEMBER 2013

IBADAH RAYA MINGGU, 08 SEPTEMBER 2013

TEMA:   JEMAAT PERGAMUS (dari Wahyu 2: 12-17)
            (Seri 02)

Subtema: AJARAN PENGIKUT NIKOLAUS

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Oleh karena kasih-Nya, kita boleh berada di dalam rumah Tuhan, beribadah melayani Tuhan. Kalau kita boleh beribadah melayani Tuhan, semua karena kemurahan hati Tuhan, belas kasih Tuhan kepada kita semua.
Sesungguhnya, ibadah itu harus meningkat sampai kepada pelayanan, artinya menjadi imamat yang rajani untuk menyaksikan kebenaran firman Tuhan, untuk menyaksikan perbuatan-perbuatan yang besar dari Allah.

Kembali kita memperhatikan sidang jemaat di Pergamus, sebagai firman penggembalaan untuk ibadah Raya Minggu, dari Wahyu 2: 12-17, namun terlebih dahulu kita membaca ayat 12.
Wahyu 2: 12
(2:12) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:

Yesus tampil sebagai firman, yang memakai pedang yang tajam dam bermata dua untuk mengoreksi bahkan menyucikan dosa sidang jemaat di Pergamus.

Wahyu 2: 13
(2:13) Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

Setelah dikoreksi lewat pedang yang tajam, maka terlihatlah keberadaan dari pada sidang jemaat di Pergamus; MEREKA MEMILIKI KELEBIHAN, antara lain; BERPEGANG KEPADA NAMA TUHAN dan TIDAK MENYANGKAL IMAN MEREKA KEPADA TUHAN, sekalipun mereka berada di tempat takhta iblis.
Berada di takhta iblis = berada di antara orang-orang yang hidup dengan kemunafikan, kefasikan, dan penuh dengan dosa kejahatan dan sebagainya.
Berarti, daging adalah takhtanya iblis, itu bisa terlihat dari sifat-sifatnya di dalam 2 Timotius 3.

2 Timotius 3: 2-4
(3:2) Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
(3:3) tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
(3:4) suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Inilah sifat-sifat yang terlihat dari iblis setan di dalam diri seseorang.
1.    Mencintai dirinya sendiri.
7.  Tidak tahu terima kasih.
13.Garang.
2.    Menjadi hamba uang.
8.  Tidak mempedulikan agama.
14.Tidak suka yang baik.
3.    Membual.
9.  Tidak tahu mengasihi.
15.Suka mengkhianat.
4.    Menyombongkan diri.
10.Tidak mau berdamai.
16.Tidak berpikir panjang.
5.    Pemfitnah.
11.Suka menjelekkan orang.
17.Berlagak tahu.
6.    Berontak terhadap orang tua.
12.Tidak dapat mengekang diri.
18.Lebih menuruti hawa nafsu.

Kemudian, lebih jauh kita melihat; TAKHTA DARI IBLIS SETAN.
Titus 1: 15
(1:15) Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatu pun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.

Bila seseorang dikuasai oleh roh najis, itu menunjukkan bahwa ia menjadi takhta dari pada iblis setan.
Kalau seseorang dikuasai roh najis, maka baik akal maupun suara hati mereka najis, sehingga memungkinkan bagi seseorang dalam segala tindak tanduknya menjadi najis.
Oleh sebab itu di sini dikatakan; bagi orang najis semuanya najis. Bagi orang najis, apa pun yang dia miliki, apa pun yang dia gunakan, apa pun yang dia pakai, semuanya najis, menandakan bahwa ia adalah takhta dari iblis.

Di tengah-tengah orang seperti inilah jemaat Pergamus berada.
Namun sekalipun demikian, mereka tetap berpegang teguh kepada nama Tuhan, mereka tidak menyangkal iman mereka kepada Tuhan, ini adalah kelebihan dari pada sidang jemaat di Pergamus. Bahkan kalau kita lihat dari pembacaan tadi, mereka harus menghadapi ancaman maut, sebab Antipas, saksi Tuhan yang setia itu, dibunuh di hadapan sidang jemaat di Pergamus, namun mereka tetap berpegang teguh kepada nama Tuhan, mereka tidak menyangkal iman mereka terhadap Tuhan.

Namun saudaraku, bila kita membaca kembali Wahyu 2 ...
Wahyu 2: 14-15
(2:14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
(2:15) Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

Di sini kita perhatikan, Tuhan berkata: “AKU MEMPUNYAI BEBERAPA KEBERATAN TERHADAP ENGKAU”, itu menunjukkan selain memiliki kelebihan, terdapat juga kekurangan-kekurangan / kelemahan-kelemahan dari sidang jemaat di Pergamus.

ADAPUN KEKURANGAN / KELEMAHAN DARI SIDANG JEMAAT DI PERGAMUS, ANTARA LAIN;
YANG PERTAMA: ADA BEBERAPA ORANG YANG MENGANUT AJARAN BILEAM
Dalam 2 Petrus, ajaran Bileam itu adalah menerima upah di tengah-tengah pelayanan dalam bentuk kedudukan, jabatan atau pun uang.
Itu sebabnya di hari-hari terakhir ini, ajaran Bileam ini sedang menyusup di dalam gereja-gereja tanpa disadari, sehingga setiap pelayan menerima upah, mulai dari pemimpin pujian sampai kepada pemain musik semuanya menerima upah, kemudian upah yang lain diberikan kedudukan dan jabatan. Namun mereka tidak menyadari kalau sesungguhnya itu merupakan ajaran Bileam yang menyesatkan.

Setan tahu bahwa sidang jemaat di Pergamus tetap berpegang teguh kepada nama Tuhan, mereka tidak menyangkal iman mereka kepada Tuhan, sehingga setan berusaha menjatuhkan bahkan menghancurkan sidang jemaat di Pergamus lewat ajaran-ajaran sesat, itulah ajaran Bileam.
Bukan setan namanya, kalau setan kehabisan taktik untuk menjatuhkan gereja Tuhan dalam berbagai-bagai macam dosa.
Ular adalah gambaran dari pada iblis setan, selain tidak mempunyai telinga, ular juga licik dan sangat licin, dan ular tidak pernah lurus jalannya, selalu berliku-liku.
Oleh sebab itu, gereja Tuhan di hari-hari terakhir ini harus berjaga-jaga dengan penuh kewaspadaan dan hidup penuh dengan Roh untuk mengantisipasi ajaran-ajaran semacam itu.

ADAPUN KEKURANGAN / KELEMAHAN DARI SIDANG JEMAAT DI PERGAMUS, ANTARA LAIN;
YANG KEDUA: DI ANTARA SIDANG JEMAAT DI PERGAMUS ADA BEBERAPA ORANG YANG BERPEGANG PADA AJARAN PENGIKUT NIKOLAUS.
Berbicara pengikut, itu berbicara massa. Berarti, ajaran Nikolaus bertujuan untuk menguasai massa / menguasai banyak orang dengan menggunakan segala cara, dengan menghalalkan segala cara untuk  membawa massa sebanyak mungkin.
Berarti, ajaran Nikolaus ini adalah ajaran yang tidak sehat, kelihatannya kompetitif, tetapi ternyata tidak sehat.

Mari kita lihat ...
Cara-cara ajaran Nikolaus membawa massa sebanyak-banyaknya:
Yang Pertama: DENGAN GODAAN.
-      GODAAN dengan cara menggunakan AJARAN BILEAM, yaitu dengan KEKUATAN MAMON.
Jadi kalau menggoda massa dengan kekuatan mamon, berarti menyodorkan upah di tengah-tengah pelayanan.

-      MENJALANKAN / MEMBAGI-BAGIKAN SEMBAKO.
Sepintas, hal ini terlihat baik, tetapi kalau tujuannya untuk membawa massa sebanyak-banyaknya, tindakan ini tidaklah baik.

-      MENGGODA DENGAN PEMANIS, yaitu lewat PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN YANG TIDAK SEHAT.
Misalnya; mengajarkan sidang jemaat dengan ajaran Himeneus.

2 Timotius 2: 17
(2:17) Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus,
(2:18) yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.

Ajaran Himeneus adalah menyatakan bahwa: “KEBANGKITAN KITA SEDANG BERLANGSUNG”.

Saudaraku, kalau kebangkitan itu sedang berlangsung, ada dua hal yang diabaikan, sesuai dengan pola Tabernakel:
Secara khusus 2 alat yang ada di halaman, antara lain:
1.    Kolam pembasuhan = baptisan Kristus.
Roma 6: 3-4
(6:3) Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
(6:4) Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Baptisan Kristus, baptisan di dalam kematian-Nya, berarti mengubur hidup yang lama.
Berarti, kalau kebangkitan kita sedang berlangsung, tidak masuk dalam pengalaman kematian = memepertahankan hidup yang lama.

2 Petrus 2: 22
(2:22) Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

Peribahasa yang cocok bagi orang yang masih mempertahankan hidup yang lama;
-      Anjing kembali lagi kemuntahnya
-      Babi yang mandi kembali lagi ke kubangnya
Arti rohani kedua-duanya adalah, kembali mengulangi dosa kejahatan.

2.    Mezbah korban bakaran = pemberitaan firman tentang salib Kristus.
Mezbah à salib Kristus, sedangkan yang menjadi kobannya adalah Kristus
Berarti, jika mengajarkan bahwa kebangkitan itu telah berlangsung = menolak pemberitaan firman tentang salib Kristus.
Pemberitaan firman tentang salib Kristus = firman penyucian = firman pengajaran yang rahasianya di bukakan.

Jikalau menolak pemberitaan firman tentang salib Kristus, maka telinga akan diarahkan kepada pemberitaan firman yang ditambahkan dan dikurangkan = mengarahkan telinga kepada ajaran sesat.
-   Ditambahkan, artinya; pemberitaan firman yang disertai dengan cerita- cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua dan takhayul-takhayul
-      Dikurangkan artinya; pemberitaan firman diganti dengan
·      Teori-teori kemakmuran
Teori kemakmuran artinya; orang Kristen tidak boleh miskin, harus kaya
·      Tanda-tanda heran / mujizat-mujizat
Berarti lebih mengutamakan tanda-tanda heran / mujizat  mujizat dari pada pemberitaan firman tentang penyucian
 
Biasanya orang yang mengajarkan bahwa kebangkitan itu telah berlangsung, beranggapan bahwa Yesus telah menanggung penderitaan di atas kayu salib, sehingga kita tidak perlu harus menderita lagi. Sesungguhnya ini adalah pemikiran yang keliru.

Ini merupakan ajaran yang tidak sehat, sebab oleh karena ajaran Himeneus ini maka sidang jemaat akan menyimpang dari kebenaran dan merusak iman gereja Tuhan.

Ayub 20: 12-14
(20:12) Sungguhpun kejahatan manis rasanya di dalam mulutnya, sekalipun ia menyembunyikannya di bawah lidahnya,
(20:13) menikmatinya serta tidak melepaskannya, dan menahannya pada langit-langitnya,
(20:14) namun berubah juga makanannya di dalam perutnya, menjadi bisa ular tedung di dalamnya.

Ajaran yang tidak sehat itu manis rasanya di dalam mulut, namun makanan itu akan berubah di dalam perutnya menjadi bisa ular tedung yang sangat mematikan.

Lebih rinci kita lihat dalam ...
Amsal 9: 17
(9:17) "Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya."
Yesus adalah roti hidup, barangsiapa datang kepada-Nya, ia tidak akan lapar dan tidak akan haus lagi, ini adalah ajaran sehat.

Yesus adalah roti hidup, barangsiapa datang kepada-Nya, ia tidak akan lapar dan tidak akan haus lagi, ii adalah ajaran sehat. Tetapi di sini dikatakan: “Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya”, berarti ini adalah ajaran yang tidak sehat.

Amsal 9: 18
(9:18) Tetapi orang itu tidak tahu, bahwa di sana ada arwah-arwah dan bahwa orang-orang yang diundangnya ada di dalam dunia orang mati.

Sesungguhnya di dalam ajaran yang tidak sehat (itulah ajaran sesat, seperti ajaran Himeneus), tanpa disadari, di sana ada arwah-arwah / roh-roh lain, yaitu ROH JAHAT dan ROH NAJIS, yang membawa kepada kematian / kebinasaan.
Oleh sebab itu, dapat kita lihat di dalam gereja-gereja segala KENAJISAN dan KEJAHATAN. 
-   KENAJISAN yang terlihat adalah; membiarkan sidang jemaat memakai pakaian yang sexi,                       membiarkan sidang jemaat memakai pakaian yang ketat dsb.
-   KEJAHATAN yang terlihat adalah; membiarkan sidang jemaat melayani walau tidak dalam kesucian.
    SEDIKIT KESAKSIAN ;
    Ada seorang anak Tuhan, beribadah disalahsatu gereja yang sidang jemaatnya puluhanribu,                 ia bercerita kepada saya, bahwa pengerja-pengerja gereja itu mengambil uang yang                             dipersembahkannya dengan jumlah ratusan juta.

Lebih jauh kita lihat ...
Roma 16: 18
(16:18) Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

Ajaran yang tidak sehat itu adalah pemanis untuk membawa massa, untuk membawa orang sebanyak-banyaknya. Sesungguhnya, kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis bertujuan untuk menarik massa, membawa orang sebanyak-banyaknya.
Sebetulnya, dengan cara yang demikian, mereka tidak melayani Kristus Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri, sebab kalau seorang hamba Tuhan melayani dengan ketulusan, berarti menyampaikan firman Tuhan yang murni, tidak ditambahkan dan tidak dikurangkan.

Roma 16: 17
(16:17) Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

Ajaran yang tidak sehat itu menggoda dani menimbulkan perpecahan diantara tubuh Kristus, antara anak dengan orangtua, kakak dengan adek, saudara bersaudara terpisah hanya karena ajaran yang tidak sehat. 
Oleh sebab itu, hendaknya dihindari, sebagaimana Rasul Paulus menasihati sidang jemaat di Roma, supaya waspada terhadap mereka yang mengusung ajaran yang tidak sehat, yang bertentangan dengan pengajaran yang murni.

Saudaraku, kalau seseorang kena dengan ajaran yang tidak sehat, ia tidak pernah merasa bersalah dan tidak pernah menyesalinya, karena dia merasa ajaran yang dia pegang adalah ajaran yang benar.
Coba saja perhatikan mereka yang sedang mengusung ajaran yang tidak sehat; mereka tidak pernah menyesal, dan dengan keyakinan penuh mereka menyampaikan ajaran mereka. Mereka merasa paling benar dan tidak pernah menyadari bahwa itu adalah suatu kesalahan besar.

Cara-cara ajaran Nikolaus membawa massa sebanyak-banyaknya:
Yang Kedua: DENGAN KEKERASAN.
Cara-acara ajaran Nikolaus untuk membawa massa sebanyak-banyaknya ini meningkat lebih brutal dari cara yang pertama, yaitu mengarah pada kekerasan; membawa jiwa-jiwa dengan cara paksa.
Sifatnya memanglah terselubung, dan ini harus diwaspadai.

SEDIKIT KESAKSIAN;
Sewaktu bunda masih di Bekasi, ada seorang ibu yang berusaha untuk membawa bunda beribadah ke tempatnya.
Satu kali bunda menolak, tetapi ibu ini tidak berhenti sampai di situ. Kemudian besoknya datang lagi, namun bunda tetap menolak. Untuk yang ketiga kalinya, dia datang lagi untuk memaksa.
Sebetulnya ini adalah kekerasan, sama seperti Antipas, saksi Allah yang setia, dibunuh di hadapan sidang jemaat di Pergamus.
Supaya jiwa bertambah banyak, mereka menggunakan kekerasan, yaitu dengan cara-cara paksa.

Kalau jiwa seseorang telah digembalakan dengan baik oleh pengajaran yang murni di dalam satu kandang penggembalaan, kemudian dipaksa untuk mengikuti suatu ajaran lain, ini merupakan kekerasan.
Tetapi kalau seseorang membawa jiwa yang tidak tergembala, jiwa yang terhilang untuk masuk dalam suatu kandang penggembalaan, itu bukanlah kekerasan.

Oleh karena AJARAN BILEAM dan AJARAN PENGIKUT-PENGIKUT NIKOLAUS, Tuhan memiliki keberatan terhadap sidang jemaat di Pergamus.

1 Timotius 4: 1-2
(4:1) Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
(4:2) oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

Kalau ajaran setan / ajaran sesat itu sudah termeterai di dalam hati seseorang, ia akan tetap berpegang kepadanya, ia tidak akan pernah merasa bersalah dan tidak akan pernah merasa menyesal, justru mereka merasa lebih benar.
Pemberitaan firman malam hari ini sifatnya membangun, supaya kita berjaga-jaga dengan segala kewaspadaan dan penuh dengan Roh Allah untuk mengantisipasi ajaran-ajaran seperti ini.

Sekarang kita lihat ...
Jalan keluarnya.
Wahyu 2: 16
(2:16) Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

Jalan keluarnya; BERTOBATLAH.artinya; berhenti berbuat dosa dan jangan mengulanginya lagi.
Berarti dalam hal ini; segera melepaskan diri dari ajaran sesat, ajaran yang tidak sehat, itulah ajaran BILEAM dan ajaran PENGIKUT-PENGIKUT NIKOLAUS.

1 Petrus 4: 7
(4:7) Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat, tanda-tanda akhir zaman sudah terlihat. Oleh sebab itu, yang dibutuhkan di hari-hari terakhir ini adalah JADILAH TENANG.
Tenang, berarti; hati, pikiran, perasaan, termasuk pertimbangan-pertimbangan kita semua harus dikuasa = bejaga-jaga dengan segala kewaspadaan; sehingga dapat mengantisipasi ajaran-ajaran yang tidak sehat.
Jadi orang yang tenang itu menguasai baik hati, baik pikiran, baik perasaan, baik segala pertimbangan-pertimbangan kita sebagai manusia, semuanya harus terkuasai.
Sebab kalau hati, pikiran, perasaan, dan pertimbangan-pertimbangan manusia salah, maka keadaannya tidak tenang, bagaikan kekacauan yang disebabkan oleh kebisingan-kebisingan, sehingga seseorang tidak akan bisa berdoa, menyembah kepada Allah yang hidup.

Apalagi yang kita perbuat di hari-hari terakhir ini selain berdoa, untuk itu; hati, pikiran, perasaan, dan segala pertimbangan manusia harus terkuasai, dengan demikian kita dapat berdoa, menaikkan doa permohonan, doa syafaat, doa ucapan syukur, sampai puncaknya dapat menaikkan doa penyembahan selama satu jam, inilah orang yang bertobat.
Kalau hati, pikiran dan perasaan tidak terkuasai, maka ajaran yang tidak sehatlah yang menguasai, yang tanpa disadari mengundang arwah-arwah, itulah roh jahat dan roh najis dan berakhir dengan kebinasaan.

1 Petrus 4: 10
(4:10) Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

Dan selanjutnya MELAYANI SEORANG AKAN YANG LAIN SESUAI DENGAN KARUNIA YANG TELAH DIPEROLEH TIAP-TIAP ORANG.

Kemudian pada ayat 11 ...
1 Petrus 4: 11
(4:11) Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Yang harus kita perhatikan;
-      Jika ada orang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah = perkataan-perkataan yang keluar dari mulut penuh dengan kuasa kebenaran firman.
Oleh sebab itu, di hari-hari terakhir ini, sebagai anak-anak Tuhan, jangan mudah mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, terlebih dahulu dipikirkan. Boleh saja bercanda, tetapi jangan mengucapkan kata-kata yang sifatnya tidak membangun.
Oleh sebab itu, jika ada orang berkata-kata, baiklah ia berkata-kata sesuai dengan firman, sebab itu adalah perkataan membangun. Jangan ucapkan kata-kata yang tidak membangun, apalagi yang menimbulkan perpecahan.

-      Jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah.
Jadi pelayanan itu dikerjakan dengan kekuatan yang dianugerahkan oleh Allah.
Ada kekuatan yang tidak dianugerahkan oleh Allah, yaitu kekuatan karena emosional, karena luapan hati semata. Kalau itu hanya sebatas luapan semata, maka besok ia tidak akan melayani dengan berkobar-kobar.
Ada lagi kekuatan yang berasal dari yang lain, yaitu kalau di dalamnya ada kepentingan-kepentingan, itu bukanlah kekuatan dari Allah.

Ini adalah tanda dari orang yang bertobat. Kalau mengerjakan sedemikian rupa, maka Allah dipermuliakan di dalam Kristus Yesus, karena Ialah yang empunya kemuliaan sampai selama-lamanya.
Biarlah Tuhan dipermuliakan di bumi ini seperti Tuhan dipermuliakan di dalam Kerajaan Sorga.

Sampai di sini firman Allah, kita akan melanjutkan kembali di minggu yang akan datang.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment