KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, August 11, 2017

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 02 AGUSTUS 2017

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 02 AGUSTUS 2017
(Seri 122)

“KITAB KOLOSE”

Subtema: DIASINGKAN.

Shalom saudaraku.
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua. Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan.
Sebelum kita tersungkur di kaki Tuhan terlebih dahulu kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan yaitu surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.

Kolose 1: 23
(1:23) Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Bertekun dalam iman, artinya ada 3, yaitu:
a.     Tetap teguh.
b.     Tidak bergoncang.
c.     Jangan mau digeser dari pengharapan Injil.

Keterangan: JANGAN MAU DIGESER DARI PENGHARAPAN INJIL.
Galatia 1: 6-7
(1:6) Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
(1:7) yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.

Jemaat di Galatia mengikuti suatu injil lain yang sesungguhnya bukan Injil.
Pendeknya, jemaat di Galatia ini bergeser dari pengharapan injil.
Injil, berarti; menceritakan pribadi Yesus Kristus sepenuhnya atau seutuhnya. Dari Yesus lahir, menjadi kanak-kanak, kemudian melayani selama 3,5 tahun bersama dengan murid-murid, sampai Yesus mati di atas kayu salib. Inilah injil sepenuh (Injil Kristus), semuanya ditulis dalam empat Injil yaitu Matius, Markus, Lukas, Yohanes.

Beberapa waktu lalu saya sudah sampaikan tentang;
-       Injil Matius menceritakan tentang kemuliaan Yesus sebagai Raja.
-       Injil Markus menceritakan tentang Yesus sebagai hamba.
-       Injil Lukas menceritakan sengsara Yesus sebagai Anak Manusia.
-       Injil Yohanes menceritakan keadilan, kebenaran Yesus sebagai Anak Allah.

Injil Matius dan Markus itu diagram horizontalnya, diagram vertikalnya dari Yohanes turun ke bawah Injil Lukas. Kalau dua diagram ini disatukan menjadi salib, itulah Injil sepenuh.
Kesimpulannya, injil sepenuh (Injil Kristus) itu menceritakan pribadi Yesus yang disalibkan.

Galatia 1: 9-10
(1:9) Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.
(1:10) Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Injil yang lain berarti bukan Injil Kristus (Injil sepenuh) berbeda dengan injil yang diberitakan oleh Rasul Paulus karena injil yang lain sifatnya menyukakan hati manusia, bukan hati Tuhan.
Kalau memberitakan pribadi Yesus yang disalibkan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, maka sifatnya menyukakan hati Tuhan, tidak menyukakan daging, karena berita injil adalah berita salib, sakit bagi daging.

Kita lihat 1 Yohanes 4: 1
(4:1) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Perlu untuk diketahui; setiap roh perlu diuji sesuai dengan firman Tuhan: “Ujilah roh-roh itu.
Mengapa roh itu harus diuji? Saat ini banyak hamba-hamba Tuhan bermunculan dan pergi ke seluruh dunia, maka kita harus mengetahui mereka itu hamba Tuhan atau hamba yang terkutuk, yaitu nabi-nabi palsu.

Tadi di tengah-tengah perjalanan menuju Serang, kami berbincang-bincang tentang antikris.
Pemberitaan firman tentang antikris kebenarannya menurut pandangan manusia (menurut pengertian manusia), maka benar sekali apa yang dinyatakan di sini bahwa: “Ujilah roh-roh itu.
Jadi setiap roh harus diuji supaya kita mengerti dan mengenal; apakah dia hamba Tuhan atau hamba terkutuk (nabi-nabi palsu).

Pertanyaannya; bagaimana cara untuk menguji roh?
1 Yohanes 4: 2-3
(4:2) Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
(4:3) dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

Setiap roh yang mengaku Yesus yang disalibkan itu berasal dari Allah.
Sebaliknya, setiap roh yang tidak mengakui Yesus yang disalibkan (salib Kristus), ia tidak berasal dari Allah.
Pendeknya, tidak mendambakan salib di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, dia bukanlah hamba Tuhan.
Dari situ kita mengetahui ia seorang hamba Tuhan atau hamba terkutuk.

Jadi, kalau pelayanannya hanya berbicara soal mujizat, hanya soal yang lahiriah, tidak menceritakan tentang pribadi Yesus yang disalibkan, itulah yang disebut roh antikris, dia bukan hamba Tuhan, dia adalah hamba yang terkutuk sesuai dengan pernyataan Rasul Paulus.

1 Yohanes 4: 4-5
(4:4) Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
(4:5) Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.

Nabi-nabi palsu dikuasai roh antikris, mereka berasal dari dunia, mereka berbicara hanya soal tentang dunia, (perkara lahiriah), dan manusia duniawi mendengarkannya.
Jadi, kalau hamba Tuhan hanya berbicara seputar tentang dunia di tengah ibadah pelayanan, dia bukan berasal dari Allah, melainkan berasal dari dunia, karena dunia mendengarkannya.

Saya dan tentu kita semua bersyukur kalau sampai malam ini kita boleh merasakan berita injil sepenuh atau injil Kristus atau pribadi Yesus yang disalibkan, kemudian kita dimampukan untuk mendengarkannya, itu adalah kemurahan, sebab tidak banyak orang dapat menerima injil sepenuh, yaitu pribadi Yesus yang disalibkan.
Jangankan sidang jemaat, hamba-hamba Tuhan saja banyak yang tidak mampu mendengarkan injil sepenuh atau berita Kristus Yesus yang disalibkan.
Saya sudah menyaksikannya sendiri, tadi siang saya melayani di salah satu persekutuan hamba Tuhan, banyak dari antara mereka tidak sanggup menerima berita injil sepenuh. Ada yang kakinya diangkat, tidak sopan. Ada yang pandangannya ke lain arah, telinganya berpaling dari firman yang disampaikan. Itulah alasan saya mengapa kita mengucap syukur, karena Tuhan memberi kemampuan kepada kita untuk menerima Injil sepenuh. Harga diri kita ini memang diporakporandakan oleh Injil sepenuh, namun bersyukur selalu.

Galatia 1: 11-12
(1:11) Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
(1:12) Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.

Injil Kristus (Injil sepenuh) bukan injil manusia, sebab Injil sepenuh bukan dari manusia dan bukan manusia yang mengajarkannya kepada Rasul Paulus tetapi Rasul Paulus menerimanya oleh penyataan Kristus, oleh karena kemurahan Tuhan sehingga Tuhan sendiri yang menyatakan diri-Nya kepada Rasul Paulus.

Kalau Tuhan langsung menyatakan diri-Nya dalam setiap himpunan ibadah yang kita jalankan ini adalah suatu kemurahan yang besar.

Kisah Para Rasul 26: 14-16
(26:14) Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.
(26:15) Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.
(26:16) Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti.

Yesus menyatakan diri-Nya dan salib-Nya kepada Saulus, selanjutnya untuk diberitakan.
Jadi apa yang didengar, apa yang dilihat, apa yang diterima oleh rasul Paulus dari Tuhan itu yang akan disampaikan, itulah Injil sepenuh atau Injil Kristus, bukan injil yang lain karena Tuhan yang menyatakannya kepada Rasul Paulus, bukan dari manusia dan bukan manusia yang mengajarkannya kepada Rasul Paulus.

Pendeknya, Tuhan menampakkan diri-Nya kepada Rasul Paulus untuk menetapkan dia menjadi pelayan dan saksi:
-       Tentang segala sesuatu yang telah dia lihat dari Tuhan.
-       Tentang apa yang akan diperlihatkan oleh Tuhan kepadanya nanti.

Kisah Para Rasul 9: 15-16
(9:15) Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
(9:16) Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."

Tuhan memilih Rasul Paulus menjadi pelayan dan saksi tentang dari apa yang dia lihat, dari apa yang dia dengar dan tentang apa akan diperlihatkan-Nya kepadanya.
Di sini kita melihat, Tuhan menunjukkan kepada Rasul Paulus betapa banyaknya penderitaan yang harus dia tanggung.
Sudah mendengar dan sudah melihat Yesus yang disalibkan untuk selanjutnya diberitakan.
Kemudian, tentang apa yang akan diperlihatkan oleh Tuhan kepadanya ke depan, maksudnya adalah; betapa banyaknya nanti penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena berita injil itu, oleh karena injil sepenuh, berarti untuk menjadi seorang pelayan Tuhan tidak terlepas dari sangkal diri, pikul salib.

Jangan sampai kita memberitakan injil sepenuh tetapi tidak sangkal diri pikul salib, itu namanya tidak bersinerji dengan Tuhan, bekerja tetapi tidak satu Roh dengan Tuhan.  Itu roh antikris.
Orang-orang yang melayani Tuhan harus bisa diajak kerja sama. Seperti Lewi, sejak mereka berpihak pada pelayanan, sejak itu Tuhan pakai mereka sampai selama-lamanya.

Kisah Para Rasul 22: 14
(22:14) Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya.

Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya.
Rasul Paulus mendengar, melihat Yesus Kristus yang disalibkan, tetapi dia juga hidup di dalam-Nya.
Allah menetapkan Rasul Paulus:
-       Untuk mengetahui kehendak-Nya.
-       Untuk melihat yang benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya.

YANG PERTAMA: UNTUK MENGETAHUI KEHENDAK-NYA.
Mari kita lihat kehendak-Nya.
Matius 26: 42
(26:42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"

Yesus (anak tunggal Bapa) harus meminum cawan Allah.
Minum cawan Allah, artinya; Yesus harus menanggung penderitaan di atas kayu salib, dengan demikian terlaksanalah kehendak Allah atau jadilah kehendak Allah.
Jadi, Tuhan menetapkan Rasul Paulus sebagai pelayan dan saksi untuk mengetahui kehendak Allah. Kehendak Allah berarti minum cawan Allah, artinya; menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung, sehingga dengan demikian kehendak Allah terlaksana oleh-Nya.
Kalau kehendak manusia untuk memuaskan daging, menolak salib (tidak mau menanggung penderitaan). Kalau kehendak Tuhan; minum cawan Allah, artinya; menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung, tujuannya supaya kehendak Allah terlaksana.

Jadi, dia ditetapkan sebagai pelayan dan saksi untuk mengetahui kehendak Allah yaitu menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Tidak mungkin kehendak Allah terlaksana kalau tidak menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung, maka kalau kita diajar untuk menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung, terima saja. Tidak usah menolak, tidak usah memberontak. Kalau diajar untuk berkorban, itu jalan benar, itu jalan lurus, jangan tinggalkan jalan yang lurus, itu sudah benar, jalan salib tidak usah dikelola lagi dengan otak, pikiran, logika. Ilmiah dengan hal yang rohani tidak akan bisa nyambung. Secara ilmiah, 1 + 1= 2, tetapi dalam Kristus, 1 + 1 (dalam nikah) tetap 1.

Kemarin kita membentuk panitia natal supaya kehendak Allah terlaksana, maka kita harus menanggung penderitaan dimulai dari apa? Tenaga, pikiran, waktu, ada lagi; uang, materi, supaya apa? Terlaksana semua kehendak Allah, supaya nanti terwujud natal PPT (Persekutuan Pengajaran Tabernakel) 2017.

YANG KEDUA: UNTUK MELIHAT YANG BENAR DAN MENDENGAR SUARA YANG KELUAR DARI MULUT-NYA.
Artinya; menjadi dengar-dengaran. Kalau kita melihat yang benar, maka kita juga menjadi orang yang dengar-dengaran. Itulah tujuan Tuhan menetapkan Rasul Paulus menjadi pelayan dan saksi; melihat salib dan dia juga hidup dalam salib, supaya dengar-dengaran.

Syarat untuk pelayan dan saksi Tuhan.
Kisah Para Rasul 26: 17
(26:17) Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka,

Rasul Paulus diasingkan dari antara bangsa-bangsa (bangsa Israel maupun bangsa kafir). Tujuan Allah mengasingkan Rasul Paulus: supaya dia layak untuk diutus.

Kisah Para Rasul 22: 15-16
(22:15) Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar.
(22:16) Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!

Praktek diasingkan selanjutnya diutus adalah:
Yang Pertama: Memberi diri dibaptis...Kisah para Rasul 22:16.
Roma 6: 3-5
(6:3) Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
(6:4) Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
(6:5) Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Baptisan Kristus itu adalah baptisan di dalam kematian-Nya, dan pada hari yang ketiga Yesus bangkit, sebab kalau kita satu dalam kematian-Nya, secara otomatis kita juga satu dalam kebangkitan-Nya, itu sudah satu paket yang tidak terpisahkan.
-       Kuasa kematian: mengubur hidup lama.
-       Kuasa kebangkitan-Nya: hidup dalam hidup yang baru, yang lama berlalu.

Roma 6: 6
(6:6) Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

Kalau kita satu dalam kematian dan kebangkitan Yesus itu tanda bahwa tubuh yang berdosa ini telah disalibkan, supaya kita tidak lagi menghambakan diri kepada dosa.

Saya tandaskan malam ini; kalau kita melayani dengan sangkal diri dan pikul salib, daging telah disalibkan, berarti tubuh bagian manapun tidak lagi menghambakan diri kepada dosa, maka kita bersyukur dengan adanya salib di tengah ibadah dan pelayanan supaya kita tidak menghambakan diri lagi kepada dosa, pendeknya tidak binasa.

Tetapi baptisan ini tidak berhenti sebatas di kolam pembasuhan. Kita lanjut membaca Efesus 5.
Efesus 5: 26-27
(5:26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
(5:27) supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Baptisan air tidak berhenti pada kolam pembasuhan, tetapi lanjut dengan memberi diri disucikan oleh air dan firman.
Malam ini kita menerima firman Tuhan, tanda bahwa kita memberi diri dimandikan atau disucikan oleh air firman, maka supaya bersih, butuh air yang banyak, ayat menjelaskan ayat.
Baptisan itu tidak berhenti di kolam pembasuhan tetapi terus berlanjut disucikan (dimandikan) oleh air firman yang limpah, ayat menjelaskan ayat, sehingga dengan demikian Dia menempatkan kita di hadapan-Nya dengan cemerlang, berarti tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu = kudus, tidak bercela.

Banyak orang memahami baptisan ini hanya sebatas di kolam pembasuhan, atau hanya sebatas supaya sah menjadi anggota gereja, mereka salah, sehingga pada saat firman yang limpah (ayat menjelaskan ayat) disampaikan dia tidak mengerti, tidak memahami pembukaan rahasia firman.
Dia pikir ayat yang limpah ini memusingkan dia. Dia pikir ayat yang banyak ini membuat dia gerah, menunjukkan bahwa dia belum paham tentang baptisan.
Itu syarat menjadi pelayan dan saksi, yang pertama; memberi diri dibaptis, nanti kita diasingkan.

Syarat diasingkan untuk diutus adalah:
Yang Kedua.
Kisah Para Rasul 22: 17-18
(22:17) Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi.
(22:18) Aku melihat Dia, yang berkata kepadaku: Lekaslah, segeralah tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku.

Rasul Paulus diliputi oleh kuasa Ilahi, berarti penuh dengan Roh Kudus.
Memang itu merupakan tahapan kedua kalau kita kaitkan dengan pelajaran Tabernakel. Setelah dibaptis air itulah kolam pembasuhan, kemudian tahap yang kedua dipenuhkan oleh Roh Kudus, dalam pelajaran Tabernakel itu terkena pada pintu kemah.








Kisah Para Rasul 9: 17-18
(9:17) Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
(9:18) Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.

Perhatikan perkataan Ananias kepada Saulus; “Supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus”, berarti penuh dengan Roh Kudus (diurapi) menjadi kesaksian = kehidupan yang diurapi menjadi terang dunia.
Dia melihat = terang (pelita), kemudian  penuh dengan Roh Kudus = diurapi.
Jadi orang yang penuh dengan Roh Kudus, tidak hidup menurut daging, itu bagaikan selaput (daging) gugur. Sedangkan orang yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging. Orang yang hidup menurut Roh pasti hidup menurut Roh, maka orang yang penuh dengan Roh Kudus dia dapat melihat, tetapi orang yang hidup menurut daging, dia tidak dapat melihat, ibarat selaput daging yang menutup mata. Tetapi setelah selaput daging gugur, dia dapat melihat, tandanya; dia penuh dengan Roh Kudus.

Belalang itu tidak punya kepala, tidak punya pemimpin. Tetapi sekalipun tidak ada kepala, mereka berbaris dengan teratur, mengapa? Menunjukkan bahwa Roh Kudus menjadi pemimpin, menjadi Kepala = penuh dengan Roh Kudus.

Jadi kalau selama selaput itu menutupi mata, atau selama hidup menurut daging, dia tidak bisa melihat, tetapi setelah penuh dengan Roh Kudus dia dapat melihat.
Penuh dengan Roh Kudus berarti dapat melihat, menjadi biji mata Tuhan.

Wahyu 5: 6
(5:6) Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Tujuh mata Allah, itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi, artinya, kehidupan yang diurapi menjadi kesaksian, menjadi contoh (menjadi teladan) di tengah-tengah pengutusan.
Kita ini diutus ke provinsi Banten untuk menjadi terang, untuk menjadi kesaksian.

Yang diutus itulah saksi-saksi Tuhan (tujuh mata Allah), siapa? Mereka yang diurapi (tujuh Roh Allah). Maka kita tidak boleh sama dengan bangsa-bangsa di dunia ini, sebab baptisan dan pengurapan membuat kita berbeda.
Tahap pertama; memberi diri dibaptis. Tahap kedua; penuh dengan Roh Kudus, sehingga tidak boleh sama dengan dunia (diasingkan). Itu syarat menjadi pelayan dan saksi.

Wahyu 4: 5
(4:5) Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

Kilat dan bunyi guruh yang menderu, itu berbicara tentang daya dan kekuatan dari kehidupan orang-orang yang diurapi, itulah saksi Tuhan. Berarti tidak mudah dipengaruhi oleh dosa.

Kita bersyukur, sebab malam ini Tuhan berbicara langsung kepada kita tentang apa yang benar, Tuhan tidak memanipulasi kita.
Mengerikan kalau hamba Tuhan menyampaikan firman dengan logika.
Mempelai wanita dalam Wahyu 12: 1 dalam versi lain mereka sebut; seperti bintang virgo dan bintang aries, itu sangat mengerikan sekali. Tidak ada lagi pembukaan, sehingga dia bernubuat sendiri, berkanjang pada pengetahuan sendiri = melayani dengan cap mereka.

Tuhan memperlihatkan salib, tetapi kita juga harus hidup dalam salib, karena memang kita harus diasingkan. Kalau hatimu panas-panas soal korban, berarti masih sama seperti dunia.
Hebat cara Tuhan mengasingkan kita, tidak terselami. Rugi kalau kita panas hati. Tetapi saya juga, harus mengakui; semua itu tidak terlepas dari doa saudara, maka saya tidak boleh sombong.

Wahyu 12: 1
(12:1) Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Tanda besar di langit berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kaki dan sebuah mahkota dari 12 bintang di atas kepala -> mempelai wanita Tuhan atau gereja yang sempurna.

Wahyu 12: 3
(12:3) Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
Selanjutnya ada tanda yang lain di langit (tidak besar): seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, kemudian di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
Tujuh mahkota ini menunjukkan bahwa dia meraih kemenangan yang sempurna, namun itu adalah kemenangan yang tidak nyata alias palsu.

Wahyu 12: 5-6
(12:5) Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
(12:6) Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah supaya dia dipelihara selama 1.260 hari lamanya = diasingkan.
Tuhan asingkan kita dari sejak sekarang supaya kita dipelihara dari ular naga merah padam yang besar, berkepala tujuh, bertanduk sepuluh.
Jadi jangan bersungut-sungut dikala kita diasingkan. Dari sejak sekarang kita sudah diasingkan. Orang yang diutus itu dari sejak sekarang diasingkan, sampai tiba masa aniaya antikris, maka syaratnya; jangan kembali kepada habitat lama.

Matius 24: 15-18
(24:15) "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya –
(24:16) maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
(24:17) Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,
(24:18) dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

Orang yang telah diasingkan harus memperhatikan dengan baik tiga hal, yaitu:
1.     Orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan, artinya; kerohanian yang masih kanak-kanak harus naik, meningkat.
2.     Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya. Artinya: kalau berada dalam kegiatan Roh, jangan lagi memikirkan perkara lahiriah.
3.     Orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya, artinya; orang yang melayani Tuhan jangan lagi kembali pada tabiat lama, pakaian lama.

Ayo perhatikan sungguh-sungguh, kita sudah diasingkan dari sejak sekarang. Perhatikan sungguh-sungguh sampai nanti kita dipelihara pada masa aniaya antikris 3.5 tahun. Tidak sebanding dengan juta-juta yang sudah kita korbankan. Jadi jangan bersungut-sungut. Maksud Tuhan itu baik, Tuhan mau pelihara kita supaya kita tidak binasa.

2 Korintus 4: 17
(4:17) Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
Lebih dari yang kita pikirkan, jadi jangan pusing dengan pengorbanan, sebab kemuliaan yang Tuhan berikan lebih dari pada itu, keselamatan jiwa lebih dari pada itu. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment