KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, December 5, 2018

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 09 OKTOBER 2018



IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 09 OKTOBER 2018

KITAB KOLOSE
 (Seri:123)



Subtema: “IBADAH PELAYANAN TERPISAH DARI DAGING”


Shalom saudaraku.
Selamat malam, salam sejahtera dan bahagia di dalam kasih-Nya Tuhan kita Yesus Kristus.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan kita diberi kesempatan untuk berada di bawah kaki salib Tuhan, tersungkur menyembah Allah yang hidup, Allah Abraham, Ishak, Yakub, Allah yang berkuasa, yang berdaulat atas kita sekaliannya.
Saya tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat Tuhan, bahkan hamba-hamba Tuhan yang sedang mengikuti pemberitaan firman lewat live streaming, video internet, youtube, facebook, di dalam negeri maupun di luar negeri dimanapun anda berada kiranya Tuhan memberkati kita bersama-sama.
Kita berdoa mohonkan belas kasih Tuhan, kiranya Tuhan menyatakan belas kasih dan kemurahan-Nya lewat firman Allah yang akan kita terima sebentar.

Segera saja kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.
Sekarang kita akan memasuki Kolose fasal 2, setelah satu tahun lebih kita menikmati firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Kolose 1:1-29 dan kemudian Kolose 2:6-15. Maka sekarang kita akan memasuki Kolose 2:16 dan seterusnya.
Namun sebelum kita membaca Kolose 2:16, terlebih dahulu saya memberitahukan bahwa Kolose 2:16-23; dalam susunan Tabernakel terkena pada PINTU KEMAH.



PINTU KEMAH itu berbicara tentang BAPTISAN ROH KUDUS (kepenuhan Roh El-Kudus).
Saudaraku, PERINTAH untuk membuat Pintu Kemah tertulis di dalam Keluaran 26:36-37, secara menyeluruh ditulis di dalam Keluaran 25 sampai pada Keluaran 31. Sedangkan PELAKSANAAN untuk membuat Pintu Kemah tertulis di dalam Keluaran 36:37-38, secara menyeluruh ditulis di dalam Keluaran 35 sampai dengan Keluaran 40. Namun antara perintah dengan pelaksanaan untuk membuat Pintu Kemah, sangat disayangkan karena ditandai dengan kejatuhan dari bangsa Israel. 

Sejaenak kita memperhatikan..
Keluaran 32:1-4
(32:1) Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir--kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia." (32:2) Lalu berkatalah Harun kepada mereka: "Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku." (32:3) Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun. (32:4) Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"

Intinya; bangsa Israel menyembah patung anak lembu emas tuangan/jatuh di dalam penyembahan berhala.

Keluaran 32:5-6 
(32:5) Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: "Besok hari raya bagi TUHAN!" (32:6) Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.

Saudaraku, suasana yang terjadi di dalam penyembahan berhala ada dua:
1.         Bangsa itu duduk dan minum -> dosa merokok, narkoba, dan mabuk-mabukan.
2.         Ditandai dengan suasana sorak-sorai dan tari-tarian.

Keluaran 32:17-19
(32:17) Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan." (32:18) Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan--bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar." (32:19) Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

Susana sorak-sorai dan tari-tarian tersambung dengan bunyi orang bernyanyi berbalas-balasan, seperti yang telah di dengar Musa setelah turun dari atas gunung Sinai.
Apa yang didengar oleh Musa menunjukkan bahwa bangsa Israel sedang berada di bawah kuasa dosa, baik itu dosa kejahatan maupun dosa kenajisan. Persis seperti orang-orang yang berada di bawah hukum taurat, beribadah tetapi berada di dalam sistem taurat. Sekalipun beribadah, tetapi dosa juga tetap berlangsung.
Itulah pengertian dari bunyi nyanyian berbalas-balasan -> keadaan bangsa Israel sedang berada di dalam kuasa dosa.

Saya berdoa untuk diri saya, istri dan kedua anak saya, tentu untuk seluruh sidang jemaat supaya hal yang sedemikian tidak terjadi di dalam kehidupan kita masing-masing karena kalau beribadah, tetapi dosa juga masih tetap berkuasa menunjukkan bahwa mereka masih berada di bawah hukum taurat, sampai pada akhirnya akan terdengar nyanyian berbalas-balasan.

Mari kita melhat nyayian berbalas-balasan di dalam..
Matius 5:38
(5:38) Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

“Mata ganti mata dan gigi ganti gigi,” ini adalah sistem dalam hukum taurat. Artinya; kejahatan dibalas dengan kejahatan, inilah yang disebut nyanyian berbalas-balasan. Jadi bukan bunyi nyanyian kemenangan atau bunyi nyayian kekalahan yang didengarakan oleh Musa.
Awalnya Yosua berkata kepada Musa; "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan." Tetapi pada saat itu Musa meluruskan pandangan (yang didengar) Yosua. Itu sebabnya Musa berkata; "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan--bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar." Menunjukkan bahwa bangsa Israel berada di bawah hukum Taurat.
Kalau berada di bawah hukum taurat, beribadah, tetapi dosa tetap berlangsung. Persis seperti apa yang dinyatakan oleh Rasul Paulus, ia menginginkan sesuatu yang baik, tetapi hukum dosa berlangsung di dalam tubuhnya. Menginginkan sesuatu yang baik, tetapi kejahatan berlangsung atas tubuhnya, itulah keadaan dari orang-orang yang beribadah di bawah hukum taurat.
Kalau kita berada di dalam peperangan, pasti kita berkemenangan terhadap dosa. Imam-imam, umat Tuhan disebut juga tentara Tuhan, dalam peperangan pasti berkemenangan berarti musuh kalah. Pendeknya; di dalam peperangan ada yang menang dan ada yang kalah. Tetapi di sini yang didengarkan oleh Musa bukan bunyi sorak peperangan, tetapi bunyi nyayian berbalas-balasan.

Matius 5:39-42
(5:39) Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. (5:40) Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. (5:41) Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. (5:42) Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Saudaraku, sebaliknya dalam ayat ini menunjukkan adanya bunyi sorak-sorai peperangan, ditandai dengan kemenangan dan kekalahan. Antara lain;
1. Pada ayat 39; “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu
    Saudaraku, kalau pipi kanan ditampar maka memberi pipi kanan juga ditampar. Berarti; betul-betul merasakan pengorbanan Tuhan ketika menerima kesalahan, kekurangan, kejahatan orang lain.
    Kalau kita tanggung-tanggung mengampuni orang lain maka penyerahan kita juga untuk merasakan pengorbanan Tuhan juga tanggung-tanggung. Kalau mengampuni orang lain harus full, kalau pipi kanan ditampar maka beri juga pipi kiri, harus full dalam hal mengampuni supaya dosa kalah. Sebaliknya kalau tidak full merasakan pengorbanan Tuhan, di dalam pengampunan terhadap musuh, maka musuh yang berkemenangan, kita kalah.
    Itu bukti sorak peperangan, ada yang menang dan ada yang kalah.
2. Pada ayat 40; “Kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu
    Saudaraku, baju (pakaian) berguna untuk menutupi dosa dan baju itu juga adalah perbuatan hidup. Kalau orang mengingini supaya kita mengampuni dosanya maka jangan berhenti sampai di situ, sekaligus berikan jubahmu, berarti; layani dia dengan kasih dari Allah dari Sorga.
    Saudaraku, jubah yang maha indah itu tidak berjahit, itu adalah kemurahan Tuhan yang kita rasakan. Rasul paulus berkata di dalam 1 Korintus 15; semua karena kemurahan, hidup ini oleh karena kemurahan, dan oleh karena kemurahan inilah dia diberi kemampuan untuk mangasihi Tuhan, melayani Tuhan dengan segala jerih payah dan pengorbanan, dia mampu untuk menutupi dosa, dia mampu untuk mengasihi orang lain.
3. Pada ayat 41; “Siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.”
    Saudaraku, kalau perjalanan itu semakin bertambah panjang maka di situ ada kesempatan untuk kita berdamai dengan sesama, di situ ada kesempatan bagi kita untuk menyelesaikan masalah dengan sesama. Berarti dosa dikalahkan, kita berkemenangan di dalam peperangan. Itulah bunyi sorak peperangan, ada yang menang ada yang kalah. 
Kesimpulannya; berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan jangan menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Penyebab terjadinya penyembahan anak lembu emas tuangan.
Keluaran 32:3-4
(32:3) Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun. (32:4) Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"

Saudaraku, semua anting-anting emas dipersembahkan untuk membuat patung anak lembu emas tuangan.

Sekarang kita bandingkan di dalam..
Keluaran 25:1-3
(25:1) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: (25:2) "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu. (25:3) Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga;

Persembahan emas seharusnya dipersembahkan untuk pembangunan Tabernakel sebagai persembahan khusus. Kalau emas tidak dipersembahkan untuk pembangunan rumah Tuhan (tubuh Kristus) maka emas akan menjadi berhala di akhir zaman ini.
Pendeknya; penyembahan berhala akan terikat dengan mamon. Kalau sudah terikat dengan mamon maka tidak akan menjadi kehidupan yang dengar-dengaran kepada Tuhan sebab semua emas itu berasal dari anting-anting, sementara anting-anting emas itu adalah salah satu perhiasan rohani yang paling indah. Dengar-dengaran adalah perhiasan rohani yang begitu manis dihadapan Tuhan.
Kalau Yesus Kristus tidak dengar-dengaran maka kehendak Allah tidak terlaksana, binasalah manusia. Tetapi karena Anak Domba Allah dengar-dengaran, kehendak Allah terlaksana oleh-Nya, kehidupan kita dapat menerima pengampunan dan bertobat. Pendeknya; Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa manusia.

Matius 23:16-18
(23:16) Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. (23:17) Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? (23:18) Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.

Jadi di sini kita perhatikan, ahli taurat dan orang-orang farisi yang disebut dengan pemimpin-pemimpin orang Yahudi  (pemimpin orang buta) terikat dengan mamon. Melayani, tetapi terikat dengan perkara lahiriah sehingga terlepas dari kesucian. Kalau terikat dengan mamon maka akan terlepas dari kesucian, tidak dengar-dengaran seperti ahli taurat dan orang-orang Farisi, merekalah yang disebut pemimpin-pemimpin buta. 
Bangsa Israel, baik anak laki-laki maupun anak perempuan, semua anting-anting emasnya dipersembahkan untuk patung anak lembu.
Mana yang lebih penting? Kesucian atau emas? Bukankah kesucian yang menguduskan segala sesuatunya?
Maka kalau kita hidup di dalam kesucian, segala sesuatu akan dikuduskan, termasuk emas itu sendiri. Tidak terikat dengan emas, tidak terikat dengan mamon, tidak terikat dengan berhala.
Itu yang disebut dengan dikuduskan, senantiasa memperhatikan kesucian dan dengar-dengaran.

Kisah Para Rasul 2:38
(2:38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Sudaraku, di sini Rasul Paulus berkata; “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.”
Bertobat kalau kita kaitkan dengan pola Tabernakel terkena pada MEZBAH KORBAN BAKARAN.
Dibaptis -> KOLAM PEMBASUHAN dan selanjutnya akan menerima karunia Roh Kudus/dibaptis dengan Roh Kudus, berarti; kepenuhan Roh El-Kudus.
Imam-imam harus mengalami baptisan Roh Kudus, harus mangalami kepenuhan Roh Kudus. Kita sudah melihat tadi ibadah taurat, beribadah tetapi dosa berlangsung, tidak terlihat sorak peperangan, selain sorak nyanyian berbalas-balasan sehingga tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Misalnya; kejahatan dibalas dengan kejahatan dan kenajisan dibalas dnegan kenajisan. Tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah. Namun kalau berada di dalam peperangan pasti ada yang menang dan pasti ada yang kalah sebab itu penting sekali kehidupan anak-anak Tuhan, terlebih imam-imam atau seorang pelayan Tuhan mengalami baptisan Roh Kudus, kepenuhan Roh El-kudus supaya terlepas dari ibadah taurat, tidak alagi ditandai dengan dosa kejahatan dan tidak ditandai dengan dosa kenajisan. Dengan kata lain supaya senantiasa berkemenangan terhadap dosa.
Kita tidak ada daya untuk mengalahkan dosa dengan mengandalkan kekuatan manusia daging, sehebat apapaun manusia di atas muka bumi ini, sepintar apapun, sekaya apapun, dia tidak akan terpisah dari dosa kalau dia mengandalkan kekuatannya itu, tidak mengandalkan Tuhan. Kalau hanya mengandalkan kekayaan, kekuatan, kepintaran maka seseorang tidak akan pernah lepas dari segala jenis dosa. Maka kehidupan anak-anak Tuhan di hari-hari terakhir ini harus betul-betul mengalami baptisan Roh Kudus, (kepenuhan Roh Kudus) supaya terdengar oleh Tuhan bunyi sorak peperangan dalam ibadah pelayanan ini, di dalam setiap peperangan rohani.

Kesimpulannya; dibaptis dan dipenuhkan oleh Roh Kudus lepas dari halaman (ibadah taurat).
Ibadah taurat itu berbau daging, hidup di dalam penyembahan berhala dan terikat dengan perkara lahiriah. Sehingga kehidupan semacam ini mengabaikan kesucian dan tidak dengar-dengaran. Melepaskan anting-anting emas artinya; tidak dengar-dengaran, padahal anting-anting emas itu salah satu perhiasan rohani yang paling berharga.

Kolose 2:16-17
(2:16) Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; (2:17) semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Saudaraku, di sini kita melihat ibadah taurat dengan aturan-aturan, antara lain:
1.         Mengenai makanan dan minuman.
2.         Mengenai hari raya, bulan baru, ataupun hari sabat.
Pada ayat 17, semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Saudaraku, dua alat yang ada di halaman itu hanyalah bayangan (gambaran) dari ibadah di sorga, sedangkan wujudnya adalah pribadi Tuhan Yesus Kristus dengan segala perbuatan dan pengorbanan-Nya di atas kayu salib.
Di halaman ada dua alat;
1.         Mezbah Korban Bakaran -> Pertobatan. Tanda bertobat; tidak lagi berbuat dosa/tidak mengulangi dosa yang sama.
2.           Bejana Kolam Pembasuhan Tembaga berbicara tentang baptisan air yaitu; penyucian oleh air dan firman Tuhan.
    Saudaraku, baptisan air itu tidak hanya berhenti pada kolam baptisan, tetapi lanjut sampai pada penyucian air dan firman, kita dikuduskan dihadapan-Nya, menjadi kehidupan yang suci, menjadi kehidupan yang cemerlang, tanpa cacat cela, tanpa dosa, tanpa kerut, atau yang serupa itu, dengan kata lain kudus tidak bercela. Tetapi dasarnya adalah Mezbah Korban Bakaran. Itu adalah gambaran dari salib, sedangkan gambaran yang dikorbankan adalah pribadi Yesus Kristus yang disalib. Jadi sudah jelas ibadah taurat itu adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sedangkan wujudnya adalah pribadi Yesus Kristus.
    Jadi kalau ibadahnya taurat maka hanya sampai pada Kolam Baptisan.

Roma 14:1-3
(14:1) Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. (14:2) Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja. (14:3) Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.

Saudaraku, intinya di sini adalah jangan saling menghakimi sesama. Diumpamakan dengan; orang yang imannya kuat maka segala jenis makanan boleh dimakan, sedangkan imannya yang lemah hanya sekedar makan sayur-sayuran. Tetapi sekalipun demikian jangan saling menghakimi.

Roma 14:4-6
(14:4) Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. (14:5) Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. (14:6) Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.

Pendeknya; apa saja yang kita lakukan, biarlah kita lakukan untuk Tuhan.
Jadi dasar kita untuk memasuki Kolose 2:16 sampai seterusnya adalah Pintu Kemah supaya kita tidak berada di bawah hukum taurat, penuh dengan rupa-rupa peraturan.
Jadi apapun yang kita kerjakan, kerjakanlah itu untuk Tuhan, jangan untuk dunia dan arusnya, jangan untuk setan; roh jahat dan roh najis, jangan untuk daging dan keinginannya, tetapi semuanya (segalanya) kita kerjakan untuk Tuhan. Segala hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia dari sekarang sampai selama-lamanya tetap untuk Dia.

Ayo.. jangan terlihat seperti dewasa, tetapi batinnya kanak-kanak. Kalau beribadah, ibadahlah sungguh-sungguh. Maka tidak boleh kita menjalankan ibadah taurat. Sebab itu saya tandaskan sekali lagi, setiap kita yang hadir, besar-kecil, tua-muda, laki laki-perempuan harus betul-betul mengalami baptisan Roh Kudus, mengalami kepenuhan Roh El-Kudus supaya kita bisa terpisah dari halaman, ibadah taurat, ibadah yang bersifat daging. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daiel U. Sitohang





   







No comments:

Post a Comment