KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, May 19, 2016

IBADAH DOA PENYEMBAHAN 27 APRIL 2016

IBADAH DOA PENYEMBAHAN  27 APRIL 2016

“KITAB KOLOSE”
 (SERI 82)

Subtema : JEHOVA JIREH
                 
Shalom…!!!
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita sekaliannya, salam dalam kasih Kristus, dengan kasih sayang dan kasih setia-Nya yang abadi kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan malam ini.

Sebelum kita tersungkur di kaki Tuhan, terlebih dahulu kita memperhatikan firman penggembalaan untuk ibadah doa penyembahan dari surat yang dikirim rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.
Kolose 1:21
(1:21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

Kita perhatikan kalimat: “Kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah.”
Ini menunjuk kepada:
-       Bangsa kafir = orang - orang yang tidak bersunat.
-       Orang fasik dengan segala perbuatan fasik mereka.
Mereka yang dahulu hidup jauh dari Allah memusuhi Allah dalam hati dan pikiran mereka dan itu nyata dalam setiap perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.
Pendeknya, setiap perbuatan-perbuatan jahat menunjukkan bahwa seseorang masih hidup jauh dari Allah.

Lebih jauh kita melihat orang yang hidup jauh dari Allah.
Efesus 2:11-13
(2:11) Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
(2:12) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
(2:13) Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

Yang dahulu hidup jauh dari Allah berarti: “Tanpa Kristus, tanpa pengharapan, tanpa Allah di dalam dunia” = binasa, berujung pada kematian yang kekal.
Kita datang kepada Allah karena kita menaruh harapan kepada Allah sekalipun kita adalah bangsa kafir.

Efesus 2:1
(2:1) Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Yang dahulu hidup jauh dari Allah; banyak melakukan pelanggaran juga banyak melakukan dosa, sedangkan upah dosa adalah maut.

Efesus 2:2-3
(2:2) Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
(2:3) Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Penyebab-penyebab terjadinya dosa:
-       Mengikuti jalan dunia ini (ayat 2).
-       Mentaati penguasa kerajaan angkasa (ayat 2).
-       Hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging (ayat 3).

Keterangan: Hidup di dalam HAWA nafsu daging dan menuruti kehendak daging
Perkara ini dikaitkan dengan pribadi Esau.
Kejadian 25:25-28
(25:25) Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau.
(25:26) Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.
(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
(25:28) Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.

Esau adalah seorang yang pandai berburu daging (binatang)” = hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging.

Tabiat- tabiat daging.
Galatia 5:19-21
(5:19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
(5:20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
(5:21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Ada 15 tabiat daging yaitu: (1) Percabulan, (2) kecemaran, (3) hawa nafsu, (4) penyembahan berhala, (5) sihir, (6) perseteruan, (7) perselisihan, (8) iri hati, (9) amarah, (10) kepentingan diri sendiri, (11) percideraan, (12) roh pemecah, (13) kedengkian, (14) kemabukan, (15) pesta pora.

Orang yang hidup dalam hawa nafsu daging dan menuruti keinginan daging tidak layak untuk mendapat bagian dalam kerajaan sorga = tidak berkenan kepada Allah. Sebab itu, dengan tegas Rasul Paulus menghimbau kepada jemaat di Galatia supaya mereka tidak hidup di dalam hawa nafsu daging dan tidak hidup menurut kehendak daging.

Perlu untuk diketahui:
1.    Hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging berarti; tidak memikirkan hal-hal yang dari Roh, yaitu ibadah dan pelayanan, termasuk segala kegiatan-kegiatan di dalamnya = tidak memikirkan perkara rohani.
Pendeknya, tidak terbeban dengan pekerjaan Tuhan. Ayo, kita semua harus terbeban dengan pekerjaan-pekerjaan Tuhan, kalau tidak orang yang seperti itu pasti dagingnya masih kuat.
2.    Hidup menurut daging berarti; ia sedang berada di bawah hukum Taurat.
Hukum Taurat berarti; “mata ganti mata, gigi ganti gigi.”
Arti rohaninya; kejahatan dibalas dengan kejahatan = orang yang berbuat salah tidak luput dari penghukuman = berujung pada kematian / binasa.
Pendeknya, hukum Taurat tidak mengenal belas kasihan dan tidak mengenal kasih karunia.
Praktek ibadahnya; dijalankan secara lahiriah saja, yaitu; mulut memuji Tuhan tetapi hatinya jauh dari Tuhan = mempersembahkan tubuh jasmani tetapi tidak mempersembahkan manusia batiniah di hadapan Tuhan.
Sama seperti orang yang sedang beribadah, dia berada di dalam gereja tetapi sesungguhnya hatinya jauh dari Tuhan sehingga setiap firman yang didengar pasti di tolak, firman Tuhan tidak tinggal diam di dalam hidupnya.
Ibadah lahiriah tidak mengandung janji baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Sejenak kita melihat...
Roma 8:7
(8:7) Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

Orang yang hidup menurut daging tidak takluk pada hukum Allah, tidak patuh pada ajaran yang benar sehingga menjadi seteru dari pada Allah (musuh Allah). Sebab itu jangan bermain-main jangan mengecilkan firman, supaya ketika Ia datang di dalam kemuliaan-Nya kita tidak dikecilkan oleh-Nya melainkan turut bersama-sama dengan Dia di dalam kemuliaan-Nya.

Ciri-ciri hidup menurut hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging.
Kejadian 25:27
(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.

“Esau seorang yang suka tinggal di padang” à bahwa Esau adalah manusia duniawi = lebih mengasihi dunia dari pada mengasihi Allah. Padang à dunia.

1 Yohanes 2:15
(2:15) Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Himbauan untuk kita malam ini: “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya.”
Kita tergembala dengan baik dengan satu gembala dalam kandang penggembalaan ini, semua karena kemurahan hati Tuhan dengan kata lain supaya kita tidak mengasihi dunia, sebab orang yang mengasihi dunia maka kasih Allah tidak ada di dalam orang itu. Bersyukurlah, bersyukurlah dan bersyukurlah.

Mari kita lihat apa saja yang ada di dalam dunia...
1 Yohanes 2:16
(2:16) Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Semua yang ada di dalam dunia, yaitu;
1.    Keinginan daging.
2.    Keinginan mata.
3.    Keangkuhan hidup.
Perlu diketahui: Ketiga perkara ini bukan berasal dari Allah, melainkan dari dunia, itu sebabnya dikatakan; “orang yang mengasihi dunia maka kasih Allah tidak ada dalam orang itu.”

Sekarang kita melihat: KEINGINAN MATA.
Keinginan mata = memandang perkara yang berada di bawah, perkara duniawi.

Kolose 3:1-2
(3:1) Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
(3:2) Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Kalau kita dibangkitkan bersama dengan Kristus, maka kita wajib memandang perkara yang di atas.
Perhatikan:
-       Carilah perkara yang di atas.
-       Pikirkanlah perkara yang di atas.
Kedua kalimat ini memberi arti; mengutamakan perkara di atas, bukan di bawah.

Pertanyaannya: Kenapa harus mengutamakan perkara di atas?
Jawabnya; karena kita telah dibangkitkan bersama dengan Dia.
Buktinya; kita boleh beribadah dan melayani Tuhan, maka wajib kita memandang perkara di atas. Sebaliknya beribadah dan melayani Tuhan tetapi pandangannya tertuju kepada perkara di bawah = manusia duniawi yang hidup menuruti keinginan daging.

Kejadian 19:26
(19:26) Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.

Isteri Lot menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.
Menoleh ke belakang artinya; orang yang melayani Tuhan tetapi perhatiannya tertuju kepada perkara di bawah.
Secara lahiriah isteri lot menjadi tiang garam, tetapi manusia batiniahnya tidak menjadi garam.

Apa maksud itu semua...?
Matius 5:13
(5:13) "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Kalau tawar hati di tengah ibadah dan pelayanan tidak menjadi garam, tidak memberi rasa, tidak memberi dampak positif, walaupun secara lahiriah ia melayani Tuhan  (menjadi tiang garam).

Perlu untuk diketahui, kalau garam menjadi tawar, tidak ada lagi gunanya selain di buang, diinjak orang.
Sebab itu, kalau melayani, harus memberi rasa yang positif, jangan menyalah gunakan kepercayaan yang Tuhan berikan, yaitu; hanya untuk kepentingan diri.

Bandingkan dengan rasul Paulus...
2 Korintus 4:16
(4:16) Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Ketika manusia batiniah dibaharui dari sehari ke sehari, manusia lahiriah semakin merosot, tetapi sekalipun demikian Rasul Paulus tidak tawar hati di tengah ibadah dan pelayanannya.
Tidak tawar hati = memberi rasa = memberi dampak positif terhadap sesama.
Kalau manusia lahiriah yang naik, maka yang merosot manusia batiniah dan orang yang seperti ini suka tawar hati di tengah ibadah dan pelayanan.

Alasan rasul Paulus tidak tawar hati di tengah ibadah dan pelayanan adalah...
2 Korintus 4:18
(4:18) Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Rasul Paulus senantiasa memandang perkara yang di atas bukan perkara yang dibawah / duniawi.
Jadi anak-anak Tuhan, khusus imam-imam jangan lihat lahiriahnya dulu, pandang dulu yang di atas, maka nanti yang lahiriahnya akan menyusul... Matius 6:33.
Orang yang berusaha mencari perkara di dunia ini, hidupnya akan semakin susah, sebab semakin dikejar justru semakin berat, ibarat memandang gunung; terlihat dekat tetapi semakin dikejar justru semakin jauh. Gunung yang besar terlihat indah dan dekat tetapi ketika dikejar justru jauh sekali. Jadi, jangan diputar balik supaya kita jangan tawar hati.

Praktek memandang perkara di atas
Kejadian 19:17
(19:17) Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

Larilah ke pegunungan = berada di atas gunung Tuhan.
Saudaraku, kita telah melihat ketika Musa berada di atas gunung Tuhan, ia menerima dua perkara, yaitu;
a.     10 hukum Allah yang ditulis pada dua loh batu.
Inti dari 10 hukum Allah hanya satu yaitu; kasih (kasih kepada Tuhan dan sesama).
b.    Musa dipercaya untuk mendirikan Tabernakel sesuai dengan petunjuk Allah = dibawah masuk dalam pembangunan tubuh Kristus.
Saat ini kita telah digembalakan oleh firman pengajaran Mempelai, yang membawa kita masuk dalam pembentukan tubuh Kristus yang sempurna = mempelai wanita.

Gunung Horeb = gunung Tuhan.
Gunung Tuhan puncaknya disebut juga; gunung Sion.

Yesaya 2:2-3
(2:2) Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
(2:3) dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

Rumah Allah Yakub disebut juga gunung Sion;
-       Dari Sion akan keluar Pengajaran.”
Kegunaannya: Membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna = menjadi mempelai wanita Tuhan.
-       “Firman Tuhan dai Yerusalam” = menjadi guru-guru kebenaran à orang yang melayani Tuhan.
Yerusalem adalah pusat kerajaan damai = tempat kita beribadah dan melayani Tuhan.

Inilah keuntungan kalau kita berada di atas gunung Tuhan; menerima pengajaran mempelai juga beribadah dan melayani Tuhan.

Dampak positif berada di atas gunung Tuhan...
Kejadian 22:12-14
(22:12) Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
(22:13) Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
(22:14) Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

Di atas gunung Tuhan segalanya tersedia kalau kita memang betul-betul mempersembahkan korba bakaran.
Korban bakaran = kasih kepada Tuhan sampai hangus = sampai daging tidak bersuara lagi. Tuhan itu baik, berlari saja ke atas gunung Tuhan.

Syarat untuk berada di atas gunung Tuhan:
(ayat)

a.     “Jangan menoleh ke belakang.”
Memberi arti dua;
-       Jangan mengulangi kesalahan yang sama.
-       Jangan memandang perkara di bawah.
b.    Janganlah berhenti di lembah.”
Sebelum Lot memilih berada di Sodom, memang dari kejauhan lembah ini sangat subur sekali, tanah yang basah. Tetapi, sekalipun terlihat bahwa itu ada berkat, jangan berhenti di situ.
Jadi kalau tergembala, tergembalalah dengan sungguh-sungguh, dan kalau melayani, layanilah Tuhan dengan sungguh-sungguh jangan tergiur dengan lembah, sekalipun itu terlihat basah / diberkati. Ingat di atas gunung Tuhan segalanya tersedia, sebab Dia adalah Yehova Jireh. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman;
Gembala sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang




No comments:

Post a Comment