KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, January 8, 2026

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB DIRANGKAI DENGAN IBADAH SULUNG (AWAL TAHUN), 1 JANUARI 2026


 

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB DIRANGKAI DENGAN IBADAH SULUNG (AWAL TAHUN), 1 JANUARI 2026

 

KITAB MALEAKHI 2:15

(Seri: 22)

 

Subtema: BENIH DARI KETURUNAN ILAHI

Shalom.

Segala puji syukur, segala hormat kemuliaan hanya bagi Tuhan, Dialah Kepala Gereja, Mempelai Pria Sorga yang memelihara, melindungi, dan bahkan membela kehidupan kita sampai hari ini. Itu sebabnya, kita ada malam ini sebagaimana kita ada itu semuanya karena kemurahan hati Tuhan, dan kita berada pada Ibadah Sulung yang sekaligus dirangkai dengan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Besar rahmat Tuhan bagi kita sekaliannya.

 

Saya juga tidak lupa untuk menyapa anak-anak Tuhan, umat tebusan Tuhan, yang turut bergabung lewat online / live streaming atau video internet, baik dari Youtube maupun dari Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan atau diakses.

Tuhan sudah menyeberangkan kita dari tahun yang lama itulah tahun 2025 kepada tahun yang baru itulah tahun 2026, semua karena berkat dan kemurahan hati Tuhan. Semua kemurahan Tuhan telah disaksikan oleh sidang jemaat, namun masih ada beberapa lagi yang belum bersaksi.

 

Secepatnya kita memperhatikan Firman Penggembalaan dari STUDY MALEAKHI sebagai Firman Penggembalaan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci. Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari Tuhan supaya supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

“Apakah yang dikehendaki kesatuan itu?”

Berbicara KESATUAN berarti berbicara tentang nikah, dimana laki-laki dan perempuan sudah menjadi satu daging.

Kemudian, yang dikehendaki oleh kesatuan (nikah) adalah KETURUNAN ILAHI.

 

Yang Tuhan cari adalah keturunan Ilahi, Tuhan tidak mencari keturunan daging itulah mereka yang lahir dari daging.

 

Kejadian 15:1-3 -- Perikop: “Perjanjian Allah dengan Abram; janji tentang keturunannya.”

(15:1) Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." (15:2) Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." (15:3) Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."

 

Dalam suatu penglihatan Tuhan berbicara langsung kepada Abraham:

-          “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu.”

-          “Upahmu akan sangat besar.”

Pendeknya, Tuhan sedang menghibur Abram, sebab pada saat itu Abram sedang dalam kegelisahan yang sangat besar karena Tuhan belum memberikan anak atau keturunan sebagai ahli warisnya. Sehingga timbul kecemasan dari Abram bahwa yang akan menjadi ahli warisnya adalah Eliezer, orang Damsyik.

 

Perlu untuk diketahui: Satu kali Kerajaan Sorga akan diwarisi oleh anak-anak Kerajaan Sorga, itu sebabnya nikah mencari keturunan Ilahi untuk melanjutkan roda kehidupan ini sampai kepada Kerajaan Sorga, itulah yang disebut ahli waris.

 

Pada Ibadah Natal saya sampaikan, bagaimana nasih Elimelekh dan Naomi yang telah meninggalkan Betlehem dan pergi ke Moab untuk mencari penghidupan, sementara setelah di Moab bukan hal baik yang dia dapat justru Elimelekh mati, kemudian kedua anaknya itulah Mahlon dan Kilyon juga mati setelah menikah dengan perempuan Moab itulah Rut dan Orpa. Namun, Naomi sadar dari segala kekeliruannya karena sudah meninggalkan Betlehem itulah rumah roti, meninggalkan roti hidup, akhirnya Naomu kembali ke Betlehem bersama dengan Rut dalam kegigihannya, sementara Orpa kembali kepada bangsanya dan menyembah berhala. Pada saat Naomi dan Rut tiba di Betlehem saat itu sedang musim menuai jelas dan itu bukan suatu kebetulan, sebab Tuhan sedang menyusun semua rencana-rencana indah, sampai akhirnya perjumpaan Rut dengan Boas di ladang Boas itu sendiri dan akhirnya Boas menikah dengan Rut karena Boas yang berhak menebus Rut termasuk segala sesuatu yang dimiliki Elimelekh, dari pernikahan Rut dan Boas maka lahirlah Obed dan terus berlangsung, itulah yang menjadi ahli waris Kerajaan Sorga.

Jika Boas tidak menikah dengan Rut maka tamatlah riwayat Elimelekh serta Mahlon dan Kilyan, hal itulah yang menjadi hati Abraham gelisah bahwa yang menjadi ahli warisnya adalah hamba. Namun, dalam keadaan gelisah disitulah Tuhan datang menghibur Abraham.

 

Kejadian 15:4-5

(15:4) Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." (15:5) Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

 

Inti dari ayat 4 adalah Tuhan menjanjikan keturunan / anak kepada Abraham yang menjadi ahli warisnya. Itu sebabnya pada ayat 1 Tuhan berkata: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu.”

Kemudian, inti ayat 5 adalah Tuhan memberitahukan bahwa keturunan Abraham seperti bintang-bintang di langit  yang tidak terhitung. Itu sebabnya, pada ayat 1 Tuhan berkata: “Upahmu akan sangat besar.”

 

Pada akhirnya Tuhan karuniakan 8 (delapan) orang anak dari 3 (tiga) rahim perempuan bagi Abram:

-          Dari rahim Hagar (budaknya) 1 (satu) orang anak (Kejadian 16:15-16).

-          Dari rahim Sara 1 (satu) orang anak (Kejadian 21:1-3).

-          Dari rahim Ketura 6 (enam) orang anak (Kejadian 25:1-2).

 

Kejadian 21:10-11

(21:10) Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." (21:11) Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.

 

Sara meminta supaya Abraham mengusir hamba perempuan itu beserta anaknya, itulah Hagar dan Ismael. Hal itu menyebalkan Abraham, karena Ismael adalah darah daging Abraham juga.

Sepintas, nampaknya Sara seperti perempuan bengis, tidak punya perasaan, tidak berperikemanusiaan.

 

Kejadian 21:12

(21:12) Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak

 

Firman Tuhan kepada Abraham:

-          Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu.

-          Engkau harus mendengarkannya.

Pendeknya, apa yang diperkatakan oleh Sara kepada Abraham itu berasal dari Allah. Itu berarti, enak atau tidak enak, sakit atau tidak sakit, Abraham harus tunduk dan taat sepenuhnya kepada Firman Allah, sebab yang akan disebut keturunan Abraham adalah berasal dari ISHAK.

 

Maka kita tidak boleh memakai perasaan, misalnya; karena anak kandung kita tidak datang beribadah, karena ibu kandung kita tidak datang beribadah, karena bapa kandung kita tidak datang beribadah, karena keluarga dekat atau keluarga jauh kita tidak datang kepada Tuhan, kemudian jangan karena anak kandung juga kita tidak membawa persembahan kepada Tuhan. Hal itu salah besar, apabila kita melakukan hal itu sama artinya kita menyakiti hati Tuhan.

 

Hal ini diperjelas lagi ole Rasul Paulus kepada jemaat di Roma dalam pengurapan yang penuh.

Roma 9:3-5 -- Perikop: “Pilihan atas Israel.”

(9:3) Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani. (9:4) Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. (9:5) Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

 

Israel secara jasmani telah diangkat menjadi anak Alllah dari antara bangsa-bangsa di bumi.

Tanda menjadi anak Allah:

-          Menerima kemuliaan, diawali dengan sengsara derita salib.

-          Menerima perjanjian-perjanjian, seperti Abram menerima perjanjian dari Tuhan itulah sunat rohani.

-          Menerima hukum Taurat. Kegenapan dari hukum Taurat adalah kasih dari Sorga; loh batu pertama kasih kepada Tuhan dan loh batu kedua kasih kepada sesama.

-          Menerima ibadah. Seperti malam ini kita ada di tengah ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci yang dirangkai dengan Ibadah Sulung (ibadah pertama di tahun 2026).

-          Menerima janji-janji. Firman Allah adalah janji Allah kepada manusia, jadi ketika kita menerima Firman Allah yang dibukakan maka disitulah terdapat janji-janji Allah. Jadi, kandungan dari janji Allah ada pada kebenaran Firman Allah. Maka apabila kita bolong-bolong datang beribadah dalam ketekunan tiga macam ibadah pokok maka Alkitab mengatakan bukan anak Allah. Sebab, untuk menjadi anak Allah maka harus tekun tiga macam ibadah pokok.

Oleh sebab itu, buktikanlah masing-masing bahwa kita adalah anak-anak Allah.

 

Roma 9:6-7

(9:6) Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, (9:7) dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."

 

Akan tetapi tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi yang berasal dari Ishak yang disebut keturunan Abraham atau keturunan Ilahi.

 

Singkat kata, dari Ishak hingga lahirnya Mesias sebagai manusia, jelas melalui jalur Yakub dan 12 (dua belas) anaknya yang menjadi bapa leluhur Israel. Hal ini menunjukkan bahwa Yakub adalah benih dari Ishak yang adalah KETURUNAN ILAHI

 

CIRI-CIRI BENIH DARI KETURUNAN ILAHI:

YANG PERTAMA: Yakub mendapatkan hak kesulungan meskipun ia bukan anak sulung (Kejadian 25:19-34).

Itu artinya, hak kesulungan Esau beralih kepada Yakub, sebab Yakub berani menjual hal yang lahiriah demi yang rohani.

 

Kejadian 25:30-34

(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. (25:31) Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." (25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" (25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. (25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

 

Pada akhirnya hak kesulungan Esau beralih kepada Yakub karena Yakub berani menjual yang lahiriah demi yang rohani.

-          YANG LAHIRIAH à Sop kacang merah / sepiring makana.

Arti rohaninya: Yakub berani menyangkali perutnya atau mengabaikan soal-soal penghidupannya.

Jangan sampai kita lebih menuruti perut dari pada menuruti Tuhan, kita harus mempertuhankan Tuhan Allah dan jangan kita mempertuhankan perut.

-          YANG ROHANI à Hak kesulungan yakni ibadah dan pelayanan, juga hal-hal yang terkait di dalamnya yaitu karunia-karunia dan jabatab-jabatan Roh Kudus, disebutlah itu harta rohani.

Keputusan dari Yakub sungguh luar biasa dan kita belajar dari pribadi Yakub, dia benih dari Ishak, dia benih dari keturunan Ilahi.

 

Kejadian 27:11

(27:11) Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: "Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin.

 

Yakub berkulit licin / klimis, artinya: Sekalipun Yakub TIDAK PUNYA APA-APA, tetapi ia berani menjual yang lahiriah untuk memperoleh yang rohani.

Banyak orang Kristen justru berbanding terbalik dengan Yakub, yaitu beruasha mempertahankan yang dianggap bisa memelihara hidupnya, sekalipun harus mengorbankan ibadah dan pelayanan

 

Pengertian ini semestinya terpatri dalam pikiran kita supaya akal kita sehat, dan akan yang diberkati oleh Tuhan, sehingga menjadi satu kehidupan yang bijaksana di dalam menghadapi roda hidup di hadapan Tuhan.

 

Bandingkan dengan ORANG KAYA.

Matius 19:20-22 -- Perikop: “Orang muda yang kaya.”

(19:20) Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" (19:21) Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (19:22) Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

 

Orang muda yang kaya TIDAK BERANI menjual yang lahiriah demi yang rohani.

-          Yang lahiriah à Harta benda dan harta kekayaan yang secara lahiriah memang hartanya banyak.

-          Yang rohani à Kesempurnaan dari kasih Ilahi.

Untuk memperoleh kesempurnaan Ilahi maka orang kaya harus menjual hartanya namun sedihlah hatinya karena ia tidak berani menjual yang lahiriah demi yang rohani, ia lebih mempertahankan harta bendanya sekalipun tidak sempurna. Jangankan untuk sempurna, untuk menjadi kuduspun orang muda yang kaya ini tidak mau, karena tidak mungkin sampai kepada kesempurnaan jika tidak dikuduskan terlebih dahulu sebab pengudusan adalah awal dari kesempurnaan.

 

Kita bandingkan dengan RASUL PAULUS.

Filipi 3:4-6

(3:4) Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: (3:5) disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, (3:6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.

 

Kelebihan-kelebihan pokok Rasul Paulus secara lahiriah ada 7 (tujuh) hal:

1.       Disunat pada hari kedelapan.

2.       Dari bangsa Israel.

3.       Dari suku Benyamin.

4.       Orang Ibrani asli.

5.       Tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi.

6.       Tentang kegiatan aku penganiaya jemaat.

7.       Tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat ia tidak bercacat.

 

Filipi 3:7-8

(3:7) Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. (3:8) Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

 

Pada akhirnya Paulus menjual yang lahiriah demi yang rohani yaitu; memiliki Kristus, itulah hak kesulungan. Jadi, MEMILIKI KRISTUS artinya memiliki hak kesulungan.

-          Yang lahirah à 7 (tujuh) kelebihan sebagai kekayaan rasul Paulus secara lahiriah, yang pada akhirnya dianggap menjadi sampah / kotoran.

-          Yang rohani à Hak kesulungan, itulah pribadi Kristus, lebih mulia dari yang ada di bumi ini.

Kristus (dalam bahasa Gerika atau Yunani), artinya: Kepala atau Pemimpin yang diurapi.

 

Dalam Alkitab ada 3 (tiga) pemimpin yang diurapi:

1.       RAJA. Yesus adalah Raja di atas segala raja.

Tugas raja: Untuk menyelamatkan umat Israel, umat Tuhan.

2.       IMAM. Yesus adalah Imam Besar Agung / Imam Allah yang Maha Tinggi

Tugas Imam Besar Agung:

a.        Melayani, berdoa, dan memperdamaikan dosa

b.       Memimpin kita sampai kepada dua klimaks yaitu:

1)       Menjadi mempelai Tuhan.

2)       Hidup dalam doa penyembahan.

3.       NABI. Yesus adalah nabi

Tugas nabi: Bernubuat, berarti menyampaikan hal-hal yang akan terjadi dimasa yang akan datang supaya keadaan kita baik di masa yang akan datang; baik secara lahiriah maupun secara rohani. Sebab, apabila nabi tidak bernubuat maka kita tidak tahu apa yang akan terjadi dan keadaan kita tidak mungkin menjadi baik karena sifatnya masih meraba-raba.

 

Semua ini adalah hak keselungan yang semestinya kita pertahankan, sekalipun kita klimis, maksudnya; tidak mepunyai apa-apa, tetapi hak kesulungan jangan dijual karena hal yang lahiriah. Namun, orang muda yang kaya tidak mengerti apa-apa, itu sebabnya Tuhan berkata di dalam Matius 19:24: “... lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Untuk masuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga dibutuhkan kerendahan di hati dan mau menjadi kecil.

 

CIRI-CIRI BENIH DARI KETURUNAN ILAHI:

YANG KEDUA: Yakub diberkati Ishak, ayahnya (Kejadian 27:1-40).

 

Kejadian 27:26

(27:26) Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: "Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku."

 

Kita tidak akan pernah merasakan perasaan kasih Ilahi apabila kita jauh dari Tuhan, namun apabila kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok maka kita akan merasakan kasih Ilahi. Maka, datanglah dekat-dekat, ciumlah Tuhan, dan rasakan kasih Ilahi.

Jangan seperti Petrus yang mengikuti Tuhan hanya dari jauh, lalu memanaskan dirinya dengan api dunia bersama dengan orang-orang dunia.

 

Kejadian 27:27

(27:27) Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.

 

“Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya.”

Ini persekutuan yang indah dan di tengah persekutuan yang indah ada satu kasih Allah yang sempurna kita rasakan dan membebat hati ini. Jika kita dekat dengan Tuhan maka segala pergumulan yang kita hadapi dapat kita tanggung dan itu merupakan suatu kelegaan dari kasih Ilahi. Oleh sebab itu, jangan jauh-jauh dari Tuhan supaya kita dapat mencium Tuhan dan merasakan kasih Ilahi; yang menolong kita, yang memberikan jalan keluar, yang menguatkan kita. Segalanya adalah kasih, bukan uang dan hal yang lahiriah.

 

BAU PADANG tetapi diberkati Tuhan. Padang à Dunia dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya.

Pendeknya, MANUSIA DUNIAWI tetapi mendapat kemurahan Tuhan.

Kita ini masih bersifat keduniawian tetapi mendapat kemurahan Tuhan, berarti yang tidak layak menjadi layak, jelas itu karena kemurahan hati Tuhan.

 

Jika Yakub diberkati Tuhan, maka semua karena kemurahan hati Tuhan.

Oleh sebab itu saya katakan, jangan mengikuti Tuhan hanya dari jauh tetapi harus mendekat dan sedekat-dekatnya supaya kita bisa merasakan kasih Ilahi.

 

Kejadian 27:28-29

(27:28) Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. (27:29) Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia."

 

Adapun berkat dari hak kesulungan adalah:

1.       Embun yang dari langit.  Kegunaannya: Membasahi hati yang kering.

2.       Tanah-tanah gemuk di bumi atau tanah yang subur à Orang yang lemah lembut dan rendah hati bahkan mau menjadi kecil.

3.       Gandum berlimpah-limpah à Firman Allah yang rahasianya dibukakan dengan limpah, disebutlah itu perbekalan yang berlimpah-limpah.

4.       Anggur berlimpah-limpah à Kasih Allah yang tidak berkesudahan disebutlah itu kasih mempelai.

5.       Bangsa-bangsa takluk kepadamu, bukan karena gagah dan hebat tetapi karena kuasa Ilahi.

6.       Suku-suku bangsa sujud kepadamu.

Demikianlah Yakub disebut rumah Tuhan, gunung Sion, sebab; dari Sion keluar Pengajaran, sedangkan Firman Tuhan dari Yerusalem. Karena Sion adalah sumber pengajaran dan Yerusalaem adalah sumber firman Tuhan maka satu kali orang akan berduyun-duyun datang ke gunung Sion.

7.       Tuan atas saudara-saudaramu. Menjadi tuan berarti bukan menjadi hamba terhadap dosa, tidak menghambakan diri terhadap apapun yang ada di dunia ini.

8.       Anak-anak ibumu akan sujud kepadamu.

Yang dihasilkan nikah ada beberapa anak kandung bisa dua, tiga anak bahkan lebih. Tetapi di sini dikatakan: Anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Jika anak-anak ibu semuanya sujud maka di dalamnya ada damai sejahtera, namun apabila setiap orang memasang dadanya (berlaku sombong) maka tidak akan ada damai sejahtera.Di dalam kesujudan ada damai sejahtera.

9.       Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia. Istilah lain dari pengertian ini adalah “decesion maker” dialah yang membuat sejarah atau menentukan segalanya.

 

Kejadian 27:33

(27:33) Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: "Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati."

 

Berkat yang diterima Yakub dari Ishak sifatnya KEKAL untuk selamanya.

 

DAMPAK POSITIF berkat-berkat Tuhan:

Kejadian 27:13

(27:13) Tetapi ibunya berkata kepadanya: "Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu."

 

Ribka berkata: “Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku.”

Inilah dampak positif dari diberkati oleh Tuhan.

 

Yesus adalah Gembala yang baik dan gembala yang baik menyerahkan nyawa bagi domba-dombanya. Berarti, Yesus adalah Ibu secara rohani.

Seorang ibu disebut juga gembala sidang dan gembala sidang yang baik adalah menyerahkan nyawanya, hal itu telah dibuktikan oleh Ribka.

 

Roma 8:3

(8:3) Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,

 

Dosa manusia di dunia ini telah diserap di dalam tubuh (daging) Yesus. Maka, yang menerima hukuman karena dosa adalah pribadi Yesus di atas kayu salib.

Jadi, hukum Taurat itu tidak sanggup menolong kita, kecuali pribadi Yesus Kristus, Anak Allah, Dia telah menerima hukuman karena dosa, berarti dosa manusia telah diserap dalam diri Yesus. Inilah contoh ibu / gembala yang baik yaitu mengasuh dan merawat anaknya.

 

Seorang gembala harus baik dan ramah, namun apabila saya hanya ramah dan mengambil hati sidang jemaat supaya menyukai saya maka peran saya sebagai seorang ibu tidak nampak dan itu adalah tipu muslihat dari seorang hamba Tuhan. Maka, kita juga harus bijaksana, ketika mendapat asuhan berarti dididik oleh pengajaran salib maka jangan ngomel dan mempersalahkan asuhan. Kemudian, ketika seorang gembala merawati anaknya berarti segala luka-luka dibalut. Namun dalam Hosea 6:1 dikatakan: “Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.” Apabila ada firman seperti pukulan-pukulan jangan ngomel, sebab tanpa ada pukulan kita tidak memperoleh kesempatan untuk dibalut, namun seringkali kita mengikuti Tuhan dengan cara yang lama karena pemahaman kita masih terbatas dan sekarang pemahaman kita sudah bertambah karena memperoleh pengertian dari pembukaan rahasia firman Allah. Oleh sebab itu, kita harus semakin dewasa dalam menghadapi segala sesuatunya.

 

Inilah dampak positif dari kehidupan yang diberkati oleh Tuhan, yaitu Tuhan menanggung dosa kita, Tuhan yang memikul kesalahan kita, perbuatan bodoh dimasa lalu sudah ditanggung, maka jangan kita liar dalam pemikiran, tetapi miliki pikiran Tuhan. Fokuskan diri pada panggilan Sorgawi. Kasih dari Sorga adalah segala-galanya.

Ingat: Sadrakh, Mesakh, Abednego ditolong atau tidak ditolong tetap menyembah Tuhan, berarti terlepas dari kenajisan percabulan dari Raja Nebukadnezar / raja setan.

 

Roma 8:4

(8:4) supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

 

Pada akhirnya kita memperoleh kasih karunia dan tidak lagi hidup menurut daging, namun mulai dari sekarang sampai seterusnya kita DIPIMPIN OLEH ROH.

 

Berbahagialah kehidupan yang berasal dari benih Ilahi.

 

Galatia 3:13

(3:13) Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

 

Upah dosa adalah maut, namun Dia rela terkutuk karena kita, sehingga disini dikatakan: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Seharusnya kita mati namun Tuhan menanggung kutuk dosa, itulah dosa turunan yang telah Tuhan tanggung di atas kayu salib. Setiap anak yang begitu lahir sudah langsung mewarisi dosa dari orang tuanya. Namun, benih dari keturunan Ilahi mewarisi kerajaan Sorga dan Abraham tidak lagi cemas soal itu, bukan anak hambanya yang mewarisi namun anak kandungya itulah ISHAK, sebab Ishak adalah keturunan Ilahi dan Yakub adalah benih dari keturunan Ilahi.

 

Begitu tajamnya firman itu untuk menajamkan kehidupan kita pribadi lepas pribadi.

Harapan saya lewat berkat firman yang sederhana ini kita betul-betul menjadi benih dari keturunan Ilahi itulah YAKUB; mendapat dua hal yakni; hak kesulungan dan diberkati oleh Ishak.

Dalam Ibadah Sulung ini Tuhan berjuang dengan keras untuk mengangkat kita menjadi anak sulung, mengangkat kita menjadi benih dari keturunan Ilahi. Maka, renungkanlah kebaikan dan kemurahan Tuhan, bawalah diri masing-masing rendah di kaki salib, kita tersungkur di kaki Tuhan membawa segala persoalan karena Tuhan melihat hati kita, serta menikmati kemurahan-Nya. “Datanglah dekat-dekat dan ciumlah Dia.” Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang