KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, January 2, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 23 DESEMBER 2025


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 23 DESEMBER 2025

 

SURAT YUDAS

PASAL 1:11

(Seri: 2)

 

Subtema: JALAN YANG DITEMPUH KAIN

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena kemurahan hati TUHAN, kita dihimpunkan di atas gunung TUHAN datang beribadah lewat ibadah doa penyembahan dan sebentar tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, membawa hidup kita rendah di hadapan TUHAN dan tentu saja setelah diteguhkan oleh Firman TUHAN ALLAH.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial lainnya dimanapun saudara berada.

Namun tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan daripada TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Mari secepatnya kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas 1:11.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Celakalah mereka, antara lain:

1. Orang-orang yang mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

2. Oleh sebab upah menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

3. Binasa karena mendurhaka seperti Korah.

 

Tentang: JALAN YANG DITEMPUH KAIN.

 

Kejadian 4:8

(4:8) Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. (4:9) Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"

 

Singkat kata; Kain membunuh Habel, adiknya itu. Padahal sebelum Kain membunuh Habel adiknya itu, TUHAN sudah memperingatkan Kain pada ayat 6 dan ayat 7. Bahkan pada ayat 9, TUHAN juga menuntut dan menunggu sebuah pengakuan dari apa yang telah diperbuat Kain, tetapi Kain justru menjawab: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”

 

-       Perkataan: "Aku tidak tahu" menunjukkan bahwa Kain berdusta. Dalam hal ini Kain sudah menciderai kesucian Roh ALLAH, bahkan Kain telah menghujat Roh ALLAH itu sendiri.

-       Perkataan: "Apakah aku penjaga adikku?" Menunjukkan bahwa di dalam diri Kain tidak ada kasih ALLAH.

Singkat kata, dari jawaban Kain, kita bisa mengetahui bahwasanya membunuh Habel adalah satu-satunya jalan yang ditempuh Kain.

 

Kalau saja Kain mau diperingatkan, berarti Kain tidak akan menempuh jalan itu. Bahkan sekalipun dia sudah terlanjur melakukan dosa yaitu dalam hal membunuh Habel adiknya, tetapi dia mau mengakui dosa; bertobat dan kembali kepada ALLAH, itu pun masih TUHAN tolong. Tetapi di sini sudah jelas, Kain telah menempuh jalan untuk membunuh Habel.

 

1 Yohanes 3:11-12 -- Perikop: "Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru."

(3:11) Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; (3:12) bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar

 

Berita dari mulanya yaitu: “bahwa kita harus saling mengasihi.”

Oleh sebab itu, jangan kita mengikuti jalan yang ditempuh Kain yaitu membunuh Habel, adiknya.

Pendeknya, mengikuti jalan yang ditempuh Kain, berarti ia berasal dari SI JAHAT.

Sebab, satu dari tiga tabiat si jahat adalah "pembunuh manusia dari sejak semula" ... Yohanes 8:44.

 

Kembali kita membaca…

1 Yohanes 3:12B

(3:12) bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

 

Penyebab Kain membunuh Habel adalah: Sebab segala perbuatan Kain adalah jahat.

Sedangkan, perbuatan Habel adalah benar.

 

Berarti, sikap Kain mengandung iri hati, benci, dengki, dan seterusnya.

Oleh sebab itu, jangan kita mengikuti jalan yang ditempuh Kain; kalau kita melihat orang lain maju kita harus bersukacita, justru kita terus mendukung, tidak perlu iri hati.

Jangan karena persembahan orang lain lebih baik, berkenan kepada TUHAN, lalu kita membunuh karakter orang lain, atau menghalangi ibadah pelayanan orang lain kepada TUHAN, itu tidak baik.

 

Sebab itu sekali lagi saya sampaikan, jangan kita mengikuti jalan yang ditempuh oleh Kain.

Kenapa Kain membunuh Habel? Sebab segala perbuatan Kain adalah jahat, sedangkan perbuatan Habel adalah benar.

 

Marilah kita lihat kebenarannya di dalam…

Kejadian 4:1-2

(4:1) Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." (4:2) Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.

 

Hawa melahirkan 2 (dua) anak laki-laki bagi Adam:

-    Anak pertama (yang sulung) ialah: KAIN.

-    Anak kedua ialah: HABEL.

 

Kemudian, setelah keduanya besar:

-    Habel menjadi gembala kambing domba. Sedangkan,

-    Kain menjadi petani.

Saudara, menjadi gembala kambing domba dan menjadi petani adalah pekerjaan yang sama-sama baik dan sama mulia, sebab oleh karena pekerjaan itu sendiri, harkat dan martabat serta derajat seseorang akan diangkat dan ditinggikan oleh TUHAN.

 

Kalau pekerjaan di bumi saja dapat menolong, bahkan mengangkat harkat, martabat, derajat manusia, apalagi oleh pekerjaan yang mulia di dalam TUHAN.

 

Kejadian 4:3-5

(4:3) Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; (4:4) Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, (4:5) tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram

 

Setelah beberapa waktu lamanya:

-    Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan.

-    Habel juga mempersembahkan korban persembahan kepada TUHAN, antara lain; anak sulung kambing domba yakni lemak-lemaknya.

 

Selanjutnya, di sini kita melihat, TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan oleh TUHAN karena yang dipersembahkan oleh Kain adalah sebagian dari hasil tanahnya kepada TUHAN.

Kain adalah anak sulung, tetapi sikap dan perbuatannya tidak mencerminkan bahwa ia anak sulung, sebab yang dia persembahkan kepada TUHAN adalah SEBAGIAN berarti tidak sepenuh.

 

Mari kita telusuri pengertian yang sebagian ini…

Markus 12:29-31 --  Perikop: "Hukum yang terutama."

(12:29) Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, TUHAN ALLAH kita, TUHAN itu esa. (12:30) Kasihilah TUHAN, ALLAHmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (12:31) Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

 

TUHAN itu ESA, berarti satu, tidak dua.

Oleh sebab itu, mengasihi TUHAN harus dengan:

-    Segenap hati, berarti tidak sebagian hati.

-    Segenap jiwa, berarti tidak sebagian jiwa.

-    Segenap akal budi, berarti tidak sebagian akal budi.

-    Segenap kekuatan, berarti tidak sebagian kekuatan.

Kemudian, hukum yang kedua, mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.

 

Andaikata TUHAN ALLAH itu lebih dari situ, maka kita tidak salah mempersembahkan korban persembahan dalam bentuk sebagian atau tidak sepenuhnya, sebab harus dibagi-bagi, tetapi TUHAN ALLAH itu Esa.

Jadi di dalam mengasihi TUHAN harus dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan serta mengasihi sesama manusia sama seperti diri sendiri.

 

Perlu untuk diketahui mengasihi TUHAN dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, segenap kekuatan serta mengasihi sesama manusia sama seperti diri sendiri lebih utama daripada semua korban bakaran dan semua korban sembelihan, sebagaimana yang tertulis di dalam Injil Markus 12:23. Jadi lebih utama dari semua korban berdarah-darah.

 

Jadi, persembahan Kain ditolak / tidak diindahkan TUHAN bukan karena tidak ada tanda darah atau persembahan Habel diterima bukan karena ada tanda darah serta lemak-lemak dari hasil penyembelihan.

Sesungguhnya, TUHAN juga menerima persembahan dari hasil tanah.

 

Jadi saudara jangan pernah berpikir, TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya karena yang dipersembahkan dari anak sulung kambing domba sehingga ada tanda darah, sementara TUHAN tidak mengindahkan Kain dan korban persembahannya, karena yang dipersembahkan adalah hasil tanah yang tidak ada tanda darah, bukan karena itu, hal itu tidak ada kaitannya.

 

Karena jelas, tadi kita sudah melihat bahwa mengasihi TUHAN dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan serta mengasihi sesama seperti diri sendiri, itu adalah hukum yang lebih utama dari semua hukum, lebih utama daripada korban bakaran dan korban sembelihan. Jadi sama sekali tidak ada kaitannya dengan tanda darah karena sesungguhnya TUHAN juga menerima korban persembahan dari hasil tanah.

 

Ayat referensinya kita perhatikan di dalam…

Imamat 2:14 --  Perikop: "Korban sajian."

(2:14) Jikalau engkau hendak mempersembahkan korban sajian dari hulu hasil kepada TUHAN, haruslah engkau mempersembahkan bulir gandum yang dipanggang di atas api, emping gandum baru, sebagai korban sajian dari hulu hasil gandummu.

 

Ternyata TUHAN juga menerima hulu hasil dari persembahan tanah.

Berarti, kalau TUHAN menolak persembahan Kain, tetapi menerima persembahan Habel, itu karena TUHAN tidak menemukan tanda kesulungan pada persembahan Kain, selain dalam tanda sebagian. Justru tanda kesulungan itu TUHAN temukan pada Habel, sekalipun Habel bukan anak sulung.

 

Jadi sebenarnya TUHAN juga menerima persembahan dari hasil tanah asal itu bentuk hulu hasil, tetapi yang kita lihat tadi, yang dipersembahkan oleh Kain adalah dalam bentuk sebagian bukan sepenuhnya.

 

Jalan Keluar:

Terkait dengan PEKERJAAN ANAK SULUNG.

Bilangan 3:11-12

(3:11) TUHAN berfirman kepada Musa: (3:12) "Sesungguhnya, Aku mengambil orang Lewi dari antara orang Israel ganti semua anak sulung mereka, yang terdahulu lahir dari kandungan, supaya orang Lewi menjadi kepunyaan-Ku,

 

Dari antara 12 (dua belas) suku Israel, TUHAN mengangkat suku Lewi menjadi ANAK SULUNG; menjadi milik kepunyaan TUHAN sendiri

 

Bilangan 8:18-19

(8:18) Maka Aku mengambil orang Lewi ganti semua anak sulung yang ada pada orang Israel, (8:19) dan Aku menyerahkan orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel sebagai pemberian kepada Harun dan anak-anaknya untuk melakukan segala pekerjaan jabatan bagi orang Israel di Kemah Pertemuan, dan untuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel, supaya orang Israel jangan kena tulah apabila mereka mendekat ke tempat kudus."

 

Tugas dan pekerjaan dari anak sulung ialah:

a. Melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN sesuai dengan karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus.

b. Mengadakan pendamaian atas umat Israel.

 

Tetapi kita tadi melihat, yang dipersembahkan oleh Kain adalah sebagian, tidak dalam tanda sepenuh sekalipun dia anak sulung, berarti dia tidak mencerminkan anak sulung dilihat dari sikap dan perbuatannya. Seharusnya sikap dan perbuatan anak sulung harus mencerminkan bahwa dia adalah anak sulung; melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN sesuai dengan karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh-El Kudus, kemudian mengadakan pendamaian atas umat Israel.

 

Perlu untuk diketahui: Kejadian 3 sampai Kejadian 6, bila dikaitkan dengan Tabernakel terkena kepada MEZBAH KORBAN BAKARAN.

 

Mezbah Korban Bakaran adalah:

a. Tempat penyembelihan (bahasa Ibrani; mizbe'akh).

b. Tempat yang tinggi (bahasa Yunani; Altare).

c. Tempat perapian.

 

Demikian juga, SALIB adalah:

-    Tempat dimana Anak Domba disembelih (Yesaya 53:7).

-    Tempat dimana Ia ditinggikan untuk menyelamatkan dan menarik banyak orang yang percaya (Yohanes 3:14-15, Yohanes 12:32-33).

 

Matius 20:28

(20:28) sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

Anak Manusia datang ke dunia untuk:

1.    Melayani.

Melayani kita sekaliannya, melayani nikah dan rumah tangga kita, sehingga dengan demikian semuanya baik.

Setiap pribadi yang menikmati pelayanan Yesus sebagai Imam Besar maka ia akan menjadi satu kehidupan yang merendahkan diri di hadapan TUHAN. tidak saling sikut-menyikut, tidak saling menonjolkan diri, tidak saling membesarkan diri, tidak iri hati seperti Kain.

2. Memberikan nyawa-Nya sebagai tanda; penebusan dan pendamaian atas dosa dunia, supaya umat Israel diselamatkan dibawa kembali kepada ALLAH, ditarik dan dibawa kepada ALLAH, ke tempat yang tinggi.

 

Jadi kita sekaliannya hendaklah sama seperti Musa, meninggikan ular tembaga, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan = meninggikan salib lebih dari yang ada ini.

 

2 Korintus 5:18-19

(5:18) Dan semuanya ini dari ALLAH, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. (5:19) Sebab ALLAH mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

 

Ada dua yang TUHAN percayakan kepada seorang hamba TUHAN di tengah-tengah pengutusannya:

1. Pelayanan pendamaian.

Berarti, pelayanannya membawa damai sejahtera.

2. Berita pendamaian.

 

Singkat kata, hamba TUHAN di tengah-tengah pengutusannya haruslah membawa damai sejahtera, baik perkataan maupun perbuatan semuanya harus mendatangkan damai sejahtera.

Jangan dimana kita berada, baik perkataan maupun perbuatan merusak damai sejahtera. Kita semua dimulai dari rumah kita masing-masing haruslah membawa damai sejahtera, kita harus memikirkan kesatuan, jangan hanya mengambil jalannya sendiri, itu namanya dipercaya untuk membawa pelayanan pendamaian juga membawa berita pendamaian dimanapun kita berada. Tidak boleh memikirkan nasib sendiri, tetapi harus memikirkan bagaimana supaya lingkungan kita dimana berada juga ada damai, jangan justru kita menjadi sandungan.

 

Itu sebabnya hamba TUHAN harus membawa damai sejahtera, perkataannya tidak boleh menimbulkan pertengkaran, perbuatannya tidak boleh menimbulkan perbantahan, sebab hamba TUHAN tidak boleh bertengkar dan tidak boleh berbantah-bantah… 2 Timotius 2:24 -- sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar.

 

Jadi dimanapun kita berada harus membawa damai sejahtera, jangan menimbulkan pertengkaran hanya karena ucapan dan ulah sedikit menimbulkan pertengkaran, tetapi hendaklah hamba TUHAN di tengah pengutusannya membawa berita pendamaian serta membawa pelayanan pendamaian.

 

2 Korintus 5:20-21

(5:20) Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan ALLAH menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan ALLAH. (5:21) Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh ALLAH.

 

Yesus Kristus datang ke dunia bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani, juga untuk menyerahkan nyawa-Nya sebagai pendamaian, dan untuk menjadi pendamaian Dia harus menjadi korban. Semua dosa itu diserap dalam tubuh-Nya, sehingga Dialah yang menjadi korban; baik dosa saya, dosa kita diserap dalam tubuh Yesus, sehingga Yesuslah yang menerima hukuman itu bagaikan Mezbah Korban Bakaran terbuat dari kayu tetapi dilapisi dari tembaga.

Tembaga itu berbicara tentang penghukuman, semua dosa manusia diserap dalam tubuh-Nya, sehingga TUHAN Yesuslah yang menerima hukuman itu di atas kayu salib; itu sikap anak sulung.

 

Kita melihat; Kain adalah anak sulung, tetapi segala sesuatu yang dipersembahkan di tengah ibadah pelayanan;

-       Ibadahnya dalam tanda sebagian.

-       Pelayanannya dalam tanda sebagian.

-       Korban dan persembahannya juga dalam tanda sebagian.

 

Pendeknya, Kain dan korban persembahannya tidak mencerminkan sebagai anak sulung.

Itu sebabnya, TUHAN menolak dan tidak mengindahkan Kain dan korban persembahannya.

Sebaliknya TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya.

 

Kita baca…

Kejadian 4:4

(4:4) Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

 

Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya yakni lemak-lemak hasil penyembelihan. Itu sebabnya, TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya.

Sedangkan TUHAN menolak persembahan Kain, karena yang dipersembahkan dalam bentuk sebagian;

-       Beribadah juga sebagian.

-       Persembahan korban juga sebagian.

-       Pelayan juga sebagian, semua dalam bentuk sebagian padahal dia anak sulung.

Tetapi sekalipun Habel adalah anak kedua, segala yang dipersembahkannya dalam bentuk tanda sepenuh anak sulung.

 

Kita sudah melihat pekerjaan dari anak sulung adalah

-       Melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN.

-       Menjadi Pendamaian.

 

Meskipun kita adalah anak kedua, anak ketiga, anak keempat, kita harus mengerti untuk mempersembahkan anak sulung, menjadi pendamaian. Sedangkan lemak-lemak itu adalah korban persembahan yang terbaik itu hanya untuk TUHAN. Kalau itu dirampas manusia jadi penyakitan, stroke, kolesterol, dan seterusnya.

Jadi yang terbaik itu hanya untuk TUHAN.

Inilah korban persembahan daripada Habel, sehingga TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahan.

 

Oleh sebab itu jangan kita celaka karena mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

Lihatlah, Kain membunuh Habel, tetapi sebelum membunuh, TUHAN sudah memperingatkan dia, bahkan sesudah membunuh pun TUHAN menunggu pengakuan dosa, TUHAN menunggu keubahan hidup, TUHAN menunggu pertobatan, tetapi justru Kain berkata; “Aku tidak tahu, apakah aku penjaga adikku?”

Jadi jelas, membunuh adalah jalan yang ditempuh Kain, biar bagaimanapun dia tetap harus membunuh, dan sesudah membunuh, dia tidak  mau kembali  kepada TUHAN. Jangan kita mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

 

Perhatikanlah Firman ini dengan sungguh-sungguh. Kalau TUHAN sudah memperdamaikan kita dengan Bapa, jangan kembali mencemarkan diri dengan kecemaran-kecemaran dunia ini, tetapi pandanglah ke depan.

Lagi pula kedatangan TUHAN sudah tidak lama lagi, kita harus sudah siap menghadapi kedatangan TUHAN kembali untuk kedua kalinya. Amin.

 

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI KITA.

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 


No comments:

Post a Comment