KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, January 6, 2026

IBADAH RAYA MINGGU, 28 DESEMBER 2025

 


IBADAH RAYA MINGGU, 28 DESEMBER 2025

 

WAHYU 19:12

(Seri: 2)

 

Subtema: MATANYA BAGAIKAN NYALA API (SERI 2)

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, yang telah memberikan kita nafas kehidupan, kesehatan, sehingga malam ini kita ada kesempatan menghadap Dia. Dan kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus untuk selanjutnya membawa korban dan dipersembahkan di atas mezbah TUHAN.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, bahkan hamba-hamba TUHAN yang turut bergabung secara lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, maupun Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan atau diakses. Selanjutnya doa dan pengharapan kami dari tempat ini kiranya damai sejahtera dari ALLAH memenuhi ruangan ini dan hati kita, maupun saudara yang mengikuti secara online, sekaligus memberi sukacita dan kita bahagia menikmati Sabda ALLAH.

 

Namun tetaplah berdoa dalam roh, mohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi, karena kedatangan TUHAN sudah tidak lama lagi. Maka, kita sudah harus siap menghadapi kedatangan-Nya kembali sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga = sebagai Imamat Rajani, di situlah kita menantikan Dia datang kembali. Berarti, TUHAN nanti yang akan menolong dan memimpin kehidupan rohani kita sampai ke tempat dimana kita menantikan Dia kembali. Oleh karena rahmat-Nya saja, bukan karena gagah hebat hamba TUHAN, bukan karena gagah hebat seseorang kita ada di tempat dimana kita menantikan TUHAN kembali sebagai Raja. Karena memang, langit dan bumi yang pertama ini akan dihancurkan / diluluhlantahkan dan akhirnya akan diganti dengan langit dan bumi yang baru, itulah Yerusalem yang baru. Oleh sebab itu, jangan lagi menaruh harap dan merebut sesuatu yang tidak pasti dan akan berlalu.

Gunung-gunung pun tidak ada lagi, berarti ibadah-ibadah di bumi ini pun tidak akan ada lagi. Daratan tidak ada lagi sebagai pijakan kaki kita, selain hanya kepada Dia saja kita bersandar. Mari siapkan hati kita untuk menjadi bejana (wadah) untuk menampung curahan kasih, itulah Firman ALLAH yang akan kita terima sebentar menurut takaran kasih karunia ALLAH, moga-moga kita mendapat lawatan ALLAH. Dan malam ini kita akan dibawa tersungkur di kaki salib, dan segala sesuatu yang ada di hati kita naikkan kepada TUHAN, karena TUHAN yang menyelidiki hati kita masing-masing.

 

Wahyu 19:12 -- Perikop: "Firman ALLAH"

(19:12) Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.

 

Di sini dikatakan: "Mata-Nya bagaikan nyala api."

Daniel juga menyatakan hal senada di dalam Daniel 10:6 --- “….. matanya seperti suluh yang menyala-nyala.”

 

Kita kembali melihat hal itu dalam…

Wahyu 1:13-15 -- Perikop: "Penglihatan Yohanes di Patmos"

(1:13) Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.  (1:14) Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. (1:15) Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.

 

Apa yang dilihat Rasul Yohanes di pulau Patmos sesuai dengan apa yang dilihat Daniel (Daniel 10:6).

Di sini kita melihat…

-          Pada Ayat 13, Yesus tampil sebagai Imam Besar Agung.

-          Sedangkan ayat 14, menceritakan bahwa Yesus tampil sebagai Raja di atas segala raja.

-          Sedangkan ayat 15, Yesus tampil sebagai Hakim yang maha adil

 

Pada ayat 14, Yesus ditampilkan sebagai Raja di atas segala raja, dan di situ dinyatakan 2 (dua) hal:

1.       Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, itu adalah mahkota raja.

2.       Mata-Nya bagaikan nyala api.

 

Perlu untuk diketahui:

Pada kedatangan Yesus Kristus yang pertama, Ia tampil sebagai Anak Domba yang menghapus dosa dunia, akan tetapi untuk kedatangan-Nya pada kali yang kedua Ia tampil sebagai Raja dalam kemuliaan yang sangat besar.

 

Oleh sebab itu, untuk menghadapi kedatangan-Nya kembali sebagai Raja di atas segala raja, maka kita harus siap dan  memahami bahwa "mata-Nya bagaikan nyala api" . Demikian Urim dan Tumim dalam pekerjaannya, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, sebab dimana ada Urim disitu Tumim bekerja; dimana ada Firman disitu juga Roh Kudus bekerja.

 

Terkait dengan “URIM dan TUMIM” ….

Keluaran 28:30

(28:30) Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.

 

Pada tutup dada imam besar terdapat: URIM dan TUMIM, dan itu berada persis di atas jantung imam besar Harun.

Urim dan tumim digunakan untuk meminta petunjuk dari TUHAN. Itu sebabnya, di sini dikatakan bahwa: Harun harus tetap membawa keputusan dari TUHAN bagi orang Israel.

 

Ini adalah tapal dada imam besar. Di sini terdapat 12 batu permata yang terukir dengan 12 nama suku Israel, semua ada di atas jantung imam besar dan kita juga dijadikan sebagai jantung hati TUHAN.

Ada yang berkata Urim itu batu putih, Tumim itu batu hitam. Tetapi sebetulnya, tidak ada yang bisa melihat seperti apa itu Urim dan Tumim, dan ini rahasia. Beda dengan 12 batu permata yang disusun di tapal dada dari imam besar Harun, di atasnya terukir 12 nama suku Israel. Tetapi Urim dan Tumim, tidak jelas keberadaannya dan tidak ada yang tahu (masih rahasia) tetapi tetap dinyatakan Urim dan Tumim.

 

Di atas tadi saya sudah sampaikan; Urim dan Tumim digunakan untuk mendapatkan / meminta petunjuk dari TUHAN. Itu sebabnya, nanti Harun membawa keputusan itu bagi umat Israel di jantung hatinya, di situlah Urim dan Tumim.

 

Saya kasih 2 (dua) contoh…..

CONTOH Pertama:

Bilangan 27:21

(27:21) Ia harus berdiri di depan imam Eleazar, supaya Eleazar menanyakan keputusan Urim bagi dia di hadapan TUHAN; atas titahnya mereka akan keluar dan atas titahnya mereka akan masuk, ia beserta semua orang Israel, segenap umat itu."

 

Fungsi atau kegunaan dari Urim dan Tumim adalah untuk mendapatkan atau meminta petunjuk dari TUHAN. Setelah menerima petunjuk, barulah Yosua dan bangsa Israel mengerti apa yang harus mereka kerjakan di hadapan TUHAN.

 

Oleh sebab itu, jangan berhenti berdoa, supaya Urim dan Tumim itu senantiasa dinyatakan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan dalam penggembalaan GPT “Betania”. Karena, itu adalah sepasang bola mata TUHAN yang menyoroti setiap kehidupan kita, nikah, ibadah dan pelayanan kita di hadapan TUHAN.

Kalau saudara butuh pembukaan Firman TUHAN, berdoa. Kalau saudara butuh mata TUHAN bagaikan nyala api; berdoa supaya kita dapat petunjuk apa yang harus kita kerjakan pada tahun 2026. Jangan keras hati, jangan hanya sibuk dengan api dunia.

 

CONTOH Kedua:

1 Samuel 14:24-27, 37 -- Perikop: "Yonatan dibebaskan dari kutuk."

(14:24) Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku." Sebab itu tidak ada seorang pun dari rakyat yang memakan sesuatu. (14:25) Dan seluruh orang itu sampailah ke suatu hutan dan di sana ada madu di tanah. (14:26) Ketika rakyat sampai ke hutan itu, tampaklah ada di sana madu meleleh, tetapi tidak ada seorang pun yang mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, sebab rakyat takut kepada sumpah itu. (14:27) Tetapi Yonatan tidak mendengar, bahwa ayahnya telah menyuruh rakyat bersumpah. Ia mengulurkan tongkat yang ada di tangannya dan mencelupkan ujungnya ke dalam sarang madu; kemudian ia mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, lalu matanya menjadi terang lagi  (14:37) Saul bertanya kepada ALLAH: "Bolehkah aku mengejar orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tangan orang Israel?" Tetapi pada hari itu Ia tidak menjawab Saul.

 

Saul tidak mendapat petunjuk dari TUHAN terkait memerangi orang Filistin.

 

1 Samuel 14:41-42

(14:41) Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, ALLAH Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, ALLAH Israel, tunjukkanlah kiranya Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim." Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput. (14:42) Kata Saul: "Buanglah undi antara aku dan anakku Yonatan." Lalu didapati Yonatan

 

Dengan Urim dan Tumim Saul mendapat petunjuk dari TUHAN.

Mengapa TUHAN tidak menjawab doa Saul? Ternyata Yonatan melakukan suatu kesalahan yaitu; makan / menikmati madu yang meleleh, ia mencedoknya lalu dimakan. Padahal, Saul berkata; "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku, tetapi pesan ini tidak didengar oleh Yonatan. Namun pada akhirnya, kutuk ini lepas dari Yonatan.

 

Tetapi yang pasti, Urim dan Tumim berguna untuk mendapatkan petunjuk dari TUHAN, itulah mata TUHAN  yang bernyala-nyala bagaikan api sebagaimana dalam Wahyu 19:12  ---“….. mata-Nya bagaikan nyala api.”

Jadi, Urim dan Tumim adalah sepasang bola mata TUHAN, dimana Urim bekerja, di situ juga Tumim bekerja.

 

Singkat kata, segala sesuatu dapat diperlihatkan oleh Urim dan Tumim. Tidak ada yang tersembunyi bagi TUHAN, sehingga benarlah; mata TUHAN seperti nyala api atau matanya seperti suluh yang menyala-nyala.

-          URIM artinya terang, itu adalah pekerjaan dari Roh Kudus.

-          TUMIM artinya: pedang yang berfungsi untuk menghukum dan menyucikan atau memisahkan dosa sampai kita sempurna

Jadi, dimana Urim berada maka disitu Tumim berada, dimana Urim berada di situ juga Tumim bekerja, itulah mata TUHAN yang menyala-nyala bagaikan api.

 

Sekarang kita lihat…

Pekerjaan URIM dan TUMIM

Yang pertama: Hubungan kita secara pribadi dengan TUHAN

Ibrani 4:12-13

(4:12) Sebab Firman ALLAH hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (4:13) Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab

 

Ayat 13, menerangkan pekerjaan dari Roh El Kudus yakni URIM. Sebab di sini dikatakan: "Tidak ada suatu makhluk pun tersembunyi semuanya terang di hadapan TUHAN."

Jadi, api Roh Kudus itu menerangi, sehingga tidak ada satu makhluk pun yang dapat disembunyikan di tempat gelap. Tidak ada dosa besar, dosa menengah, dosa kecil yang dapat disembunyikan di tempat yang gelap. Itulah pekerjaan Urim.

 

Ayat 12, menerangkan pekerjaan dari TUMIM yakni Firman ALLAH yang lebih tajam dari pedang bermata dua manapun, sehingga mengadakan penyucian terhadap perasaan manusia terdalam, antara lain;

-          Memisahkan jiwa dan roh, yang tidak dapat ditembusi oleh mata manusia.

-          Memisahkan sendi-sendi dan sumsum, yang juga tidak dapat dijangkau oleh mata manusia.

-          Sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati masing-masing, yang juga tidak dapat dijangkau oleh mata manusia.

Jadi, benar saja bahwa pedang yaitu; Firman ALLAH lebih tajam dari pedang bermata dua manapun. Itulah pekerjaan dari Tumim.

 

Jadi, dimana Tumim berada di situ Urim juga berada, demikian juga sebaliknya.

 

Saudara, sampai hari ini TUHAN menyoroti kehidupan kita pribadi lepas pribadi, mulai dari saya sebagai gembala sidang, sampai kepada imam-imam bahkan seluruh sidang jemaat tanpa terkecuali; besar ataupun kecil, semua dalam sorotan mata TUHAN. Jadi, jangan kita bermain-main di hadapan TUHAN, bijaksanalah menghadapi ujian; pencobaan di depan tidak lama lagi.

 

Ingat 7 tahun kelimpahan, gongnya dimulai dari tahun 2020, kenapa? Karena saat itu covid-19 bersifat seantero dunia dan itu akan berakhir di tahun 2027. Sesudah itu antikris akan memerintah selama 7 tahun, dibagi menjadi 2;

-          3 ½  tahun pertama ibadah masih ada, tetapi sudah sulit, dan harga Firman TUHAN sangat mahal.

-          3 ½ tahun kedua antikris menjadi raja, memerintah atas seantero dunia, korban sehari-hari dirampas dan di situ ibadah tidak ada lagi, itulah yang disebut puncak gelap malam / puncak pencobaan.

 

Itu sebabnya saya katakan, di dalam menantikan kedatangan TUHAN yang kedua kali sebagai Raja dalam kemuliaan yang besar, kita sudah harus siap memahami tentang: “mata TUHAN menyala bagaikan nyala api”, seperti Urim dan Tumim; menyoroti hidup kita pribadi lepas pribadi, termasuk pribadi Ayub.

 

Mari kita lihat…

Ayub 34:21-22

(34:21) Karena mata-Nya mengawasi jalan manusia, dan Ia melihat segala langkahnya; (34:22) tidak ada kegelapan ataupun kelam kabut, di mana orang-orang yang melakukan kejahatan dapat bersembunyi

 

Ayat ini membicarakan pekerjaan dari Urim yakni api Roh Kudus menerangi kegelapan / kelam kabut sehingga kejahatan tidak dapat disembunyikan di tempat yang gelap itu.

 

Ayub 34:16,

(34:16) Jikalau engkau berakal budi, dengarkanlah ini, pasanglah telinga kepada apa yang kuucapkan.

 

Ayat ini menerangkan pekerjaan dari Tumim yaitu Firman ALLAH yang keluar dari mulut ALLAH sanggup menyucikan Ayub dari dosa yaitu: kebenaran diri sendiri.

 

Memang dalam Ayub 1:1 dikatakan bahwa Ayub adalah orang saleh dan jujur, kemudian takut akan ALLAH, menjauhi kejahatan. Tetapi, sebenarnya, Ayub masih hidup dalam kebenaran diri sendiri, karena dia hidup saleh, jujur, takut akan ALLAH, serta menjauhi kejahatan, semua itu dilakukan karena “kata orang”, karena “kata hamba TUHAN”, hal itu belum menjadi pengalaman secara pribadi. Sehingga, ketika ia menghadapi ujian yang begitu berat, awalnya memang sepertinya menerima bahkan mempersalahkan isterinya yang tidak bisa menerima ujian itu. Tetapi pada akhirnya, ujian yang begitu berat itu, membuat dia tidak kuat bertahan. Ditambah lagi dengan pernyataan-pernyataan sahabat-sahabatnya, yang selalu menekan dan identik menghakimi dia, dia tidak kuat lagi, akhirnya keluarlah kebenaran diri sendiri. Itu adalah penyakit kusta (kusta = putih bersih, tetapi penyakitan, putihnya itu bukan dari TUHAN).

 

Kita lanjut memperhatikan…

Ayub 39:34-35 --- Perikop: “Ayub merendahkan diri di hadapan ALLAH

(39:34) Maka jawab TUHAN kepada Ayub: (39:35) "Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa? Hendaklah yang mencela ALLAH menjawab!"

 

Singkat kata di sini kita melihat; Ayub mencela ALLAH, terkait dengan hukuman yaitu penderitaan yang begitu hebat yang dialami oleh Ayub. Ia mempersalahkan TUHAN terkait dengan ujian / cobaan / beban berat yang dihadapinya. Itu sebabnya TUHAN berkata: "Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa?

 

Ayub 39:36-38

(39:36) Maka jawab Ayub kepada TUHAN:  (39:37) "Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan. (39:38) Satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan kuulangi; bahkan dua kali, tetapi tidak akan kulanjutkan.

 

Jadi, pada akhirnya Ayub menganggap dirinya hina, karena sesungguhnya tidak ada manusia di dunia ini yang tidak berdosa kepada TUHAN.

 

Praktek menganggap dirinya HINA:

-          Tutup mulut dengan dua tangan.

Tangan adalah perbuatan hidup, lebih baik kita action Firman itulah perbuatan hidup, untuk menutup mulut.

-          Tidak mengulangi kesalahan di hadapan TUHAN, yakni tidak mau berbantah-bantah kepada TUHAN, Sang Pencipta, Sang Khalik.

Memang manusia tidak boleh berbantah-bantah dengan TUHAN. Tetapi sering kali kita keceplosan, itulah kebenaran diri sendiri. Apalagi saat keadaan terjepit, tertekan, tertindas, di situlah kita merasa sepertinya tidak ada yang memperhatikan sehingga mempersalahkan TUHAN, ibadah, pelayanan, semua salah. Itulah yang dilakukan oleh Ayub, tetapi pada akhirnya ia mengaku salah di hadapan TUHAN.

 

Perhatikanlah Firman ini supaya kita bijaksana, akal kita diberkati oleh TUHAN.

 

Pekerjaan URIM dan TUMIM

YANG KEDUA: Hubungan imam (pelayan TUHAN) dengan ALLAH

Nehemia 7:61-64 -- Perikop: "Daftar orang-orang yang kembali dari pembuangan."

(7:61) Inilah orang-orang yang berangkat pulang dari Tel-Melah, Tel-Harsa, Kerub, Adon dan Imer, tetapi mereka tidak dapat menyatakan apakah kaum keluarga dan asal usul mereka termasuk bangsa Israel: (7:62) bani Delaya, bani Tobia, bani Nekoda: enam ratus empat puluh dua orang; (7:63) dan dari antara para imam: bani Habaya, bani Hakos, bani Barzilai. Barzilai itu memperisteri seorang anak perempuan Barzilai, orang Gilead itu, dan sejak itu ia dinamai menurut nama keluarga itu. (7:64) Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.

 

Daftar orang-orang yang kembali dari pembuangan bani Delaya, bani Tobia, bani Nekoda, jumlah mereka ada enam ratus empat puluh dua orang. Kemudian dari antara para imam; bani Habaya, bani Hakos, bani Barzilai

Kemudian, mereka menyelidiki silsilah mereka dan setelah diselidiki ternyata nama mereka tidak didapati dalam silsilah itu, sehingga, mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.

 

Jadi, nama mereka tidak tercatat dalam silsilah dari Israel, mereka hanya budak, sehingga tidak layak melayani TUHAN dan pekerjaan TUHAN. Sementara budak atau hamba; tidak mengerti kebenaran, dia tetap terikat dengan segala sesuatu yang ada di dunia ini.

 

Nehemia 7:65

(7:65) Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim.

 

Jadi ternyata, Urim dan Tumim menyelidiki seperti apa ibadah dan pelayanan dari seorang imam di hadapan TUHAN; layak atau tidak layak.

 

Saudara, kita tahu bahwa Musa pernah menjadi pengantara hukum Taurat berarti tugasnya; mengerjakan penebusan dan pendamaian, terkait ketika bangsa Israel jatuh dalam penyembahan berhala yaitu: menyembah patung anak lembu emas tuangan. Di situ Musa berkata --- Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu -- dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis. Tetapi TUHAN berFirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku (Keluaran 32:32-33)

 

Jadi saudara, TUHAN menyoroti ibadah dan pelayanan imam. Oleh sebab itu, para imam, hendaklah melayani TUHAN dengan tulus, jangan ada lagi pencitraan, jangan lagi mencuri puji-pujian untuk diri sendiri, jangan lagi iri-irian antara satu dengan yang lain.

 

Ingat, segala sesuatu diselidiki oleh mata TUHAN bagaikan nyala api, diselidiki oleh Urim dan Tumim. TUHAN menyelidiki saya, apakah saya tulus mengasihi sidang jemaat atau pura-pura saja. Di dalam penyampaian Firman TUHAN, apakah saya hanya sekilas saja, yang penting selesai, itu juga TUHAN selidiki. Termasuk juga sidang jemaat, saat duduk mendengarkan Firman TUHAN; TUHAN lihat kedalaman hati. Mata manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati, kepada-Nya kita memberi pertanggung jawaban.

Apalagi imam-imam, jangan hanya perkara daging (berjam-jam main handphone), tidak gunakan waktu untuk menyembah, itu tidak baik. Pemimpin pujian perhatikan pujiannya setiap hari, jangan itu-itu saja yang dinyanyikan. Begitu juga pemain musik; belajar dan latihan terus, begitu juga multimedia dan imam-imam lainnya.

 

Semua pelayanan kita disoroti oleh mata TUHAN bagaikan nyala api, itulah Urim dan Tumim. Jadi, tidak bisa akal-akalan dalam melayani TUHAN atau sesuka hati, cari yang enak-enak saja. Semuanya terselidiki / terdeteksi. Perhatikanlah apa yang sudah TUHAN nyatakan kepada kita malam ini, khususnya imam-imam.

 

Kita perhatikan dimana Yesus Kristus adalah Imam ALLAH yang Maha Tinggi dalam…

Ibrani 7:1-2 -- Perikop: "Kristus dan Melkisedek"

(7:1) Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam ALLAH Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. (7:2) Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

 

Yesus Kristus disebut juga Imam ALLAH Yang Maha Tinggi menurut peraturan Melkisedek, berarti; Dialah Raja Salem, Imam ALLAH yang Maha Tinggi. Artinya; pertama-tama Raja kebenaran dan pertama-tama raja Salem. Dan imamat-Nya tidak akan pernah beralih selama-lamanya (Ibrani 7:3).

 

Abraham adalah bapa dari orang yang beriman, baik Israel maupun kafir. Betapa hebatnya Imam Besar menurut peraturan Melkisedek, kepada-Nya Abraham membawa korban dan persembahan, termasuk persepuluhan. Tetapi jangan lihat hanya dari sisi itu, lihat kebesaran kasih-Nya dalam sisi yang lain.

 

Matius 27:45-46 – Perikop: “Yesus mati”

(27:45) Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. (27:46) Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: ALLAH-Ku, ALLAH-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

 

Yesus satu-satunya yang telah mengerjakan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia, tidak ada ALLAH lain.

 

Matius 27:47-49

(27:47) Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia." (27:48) Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. (27:49) Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia."

 

Ini adalah tantangan dan rintangan seseorang di tengah ibadah dan pelayanan, menghadapi banyak pembiaran-pembiaran dari pihak-pihak lain, bahkan harus minum cuka dan empedu (asam dan pahitnya) ibadah dan pelayanan. Kemudian, tantangan berikutnya; menganggap kita seperti orang bodoh sebagaimana ayat 47.

 

Matius 27:50

(27:50) Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

 

Yesus adalah Pengantara, berarti Dia adalah Imam Besar Agung, Dia telah memperdamaikan kita dengan ALLAH Bapa.

Seruan: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" itu merupakan isi hati dari kita, persoalan, pergumulan yang kita hadapi saat ini, itulah yang dibawa oleh Yesus kepada ALLAH Bapa. Kehidupan kita adalah jantung hati TUHAN, itu sebabnya semua persoalan, kesulitan kita dibawa oleh Yesus kepada ALLAH Bapa. Kemudian, apa yang menjadi keputusan TUHAN Dia sampaikan kepada umat-Nya; saya dan saudara.

 

Jadi, pada saat Ia berseru "Eli, Eli, lama sabakhtani?", bukan kesusahan hati-Nya yang disampaikan kepada TUHAN, tetapi kesusahan hati kita pribadi lepas pribadi. Setiap pribadi mempunyai persoalan, pergumulannya sendiri, beban berat dihadapi masing-masing dan semua itu disampaikan kepada ALLAH Bapa, dimohonkan kepada Bapa di Sorga. Dan sebagai Pengantara, Ia juga menyampaikan apa yang menjadi keputusan TUHAN sehingga kita tahu apa yang harus kita kerjakan di hari-hari terakhir ini. Itulah Imam Besar Agung yang kita punya tidak sama seperti dalam Perjanjian Lama.

 

Pekerjaan URIM dan TUMIM:

Yang ketiga: Hubungan dalam hidup nikah

Kisah Para Rasul 5:1-5 -- Perikop: "Ananias dan Safira."

(5:1) Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. (5:2) Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. (5:3) Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? (5:4) Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai ALLAH." (5:5) Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. (5:6) Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.

 

Di sini kita melihat bahwa mata TUHAN bagaikan nyala api, secara khusus Urim; menerangi segala kegelapan termasuk nikah dari Ananias dan Safira. Mereka mendustai Roh Kudus, sebab mereka sehati sepikir di dalam hal melakukan kegelapan, mereka menjual tanah, hasilnya sebagian ditahan dan sebagian lagi dibawa, suami isteri sepakat melakukannya. Namun, Urim menerangi segala kegelapan itu, dan akhirnya putuslah nyawa dari Ananias.

 

Saudara, seringkali kita mengalami rasa haus dengan segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini sampai leher tercekik atau nafas terputus. Tetapi malam ini kita dikoreksi oleh TUHAN, api Roh Kudus menerangi hati kita sehingga hubungan kita tidak terputus dengan TUHAN, nyawa kita tidak terputus dengan TUHAN.

 

Suami tidak boleh mengajak isteri dalam melakukan hal yang jahat, sebaliknya isteri jangan mengajak suami dalam melakukan yang jahat apalagi mendustai kegiatan Roh (ibadah dan pelayanan), sebab TUHAN tahu semuanya. Malam ini kita merendahkan diri di hadapan TUHAN dan mau diterangi oleh api Roh Kudus sebagai kegiatan dari Urim.

 

Kisah Para Rasul 5:7-11

(5:7) Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. (5:8) Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian." (5:9) Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh TUHAN? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar." (5:10) Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. (5:11) Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

 

Petrus dapat menunjukkan dosa Ananias dan Safira, karena mereka sedang mendustai Roh Kudus.

Pendeknya, urim dan tumim menunjukkan dosa dari nikah Ananias dan Safira.

 

Saudara, tidak ada yang bisa kita sembunyikan, manusia saja dapat mengetahui sesuatu apalagi Urim dan Tumim. Mata TUHAN bagaikan nyala api sifatnya menyelidiki, mengoreksi namun itu juga tanda perhatian TUHAN kepada kita semua, supaya nyawa kita tidak putus.

 

Demikianlah terkait dengan mata TUHAN bagaikan nyala api itu seperti Urim dan Tumim, dua bola mata TUHAN (sepasang mata TUHAN). Jadi, jangan lagi kita bermain-main di hadapan TUHAN, baik pribadi lepas pribadi, imam-imam yang melayani TUHAN, teramat lebih dalam nikah-nikah, jangan dipermainkan, supaya jangan putus nyawa kita

Doa dan harapan saya kiranya Firman itu mendapat tempat di hati kita masing-masing. Roh Kuduslah yang memeteraikannya, sampai akhirnya pribadi kita menjadi surat Kristus, pujian yang dapat dibaca dan dikenal setiap orang, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Demikian juga imam-imam dalam ibadah pelayanan; menjadi surat Kristus, maupun nikah-nikah di bumi; menjadi surat yang tertulis dan orang lain menjadi takut akan TUHAN sebagaimana pada Kisah Para Rasul 5:11 --- Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

 

Jadi, mari kita perhatikan pekerjaan TUHAN, perhatikan mata TUHAN bagaikan nyala api. Amin.

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA DAN MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman;

 

Gembala sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 




No comments:

Post a Comment