IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 30 DESEMBER 2025
SURAT YUDAS
PASAL 1:11
(Seri: 3)
Subtema: JALAN YANG DITEMPUH KAIN (SERI 2)
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh rahmat TUHAN, kita
sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus sehingga kita boleh
datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan.
Saya
juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat tebusan TUHAN yang turut
bergabung lewat online atau live streaming atau video internet
baik dari Youtube, maupun dari Facebook atau media sosial lainnya yang dapat
diakses atau dapat digunakan. Biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga
memenuhi hati kita, ruangan ini, baik juga saudara yang mengikuti secara online
memberi sukacita, bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.
Mari
secepatnya kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah
Doa Penyembahan dari Yudas 1:11.
Tetaplah
berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari pada TUHAN supaya Firman yang dibukakan
itu meneguhkan hati kita, dan selanjutnya kita tersungkur di ujung kaki salib
TUHAN, sujud menyembah kepada Dia sampai hati kita mantap berada pada tingkat
ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan, mengingat kedatangan TUHAN sudah
tidak lama lagi saudara, jadi kita sudah harus siap menghadapi kedatangan TUHAN
kembali untuk yang kedua kalinya sebagai Raja dan sebagai Mempelai Pria Sorga =
sebagai imamat rajani, di situ pula kita menantikan kedatangan TUHAN kembali.
Yudas
1:11
(1:11) Celakalah
mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena
mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka
binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
Celakalah
mereka, antara lain:
1. Orang
yang mengikuti jalan yang ditempuh Kain.
2. Oleh
sebab upah menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.
3. Binasa
karena kedurhakaan seperti Korah.
Tentang: JALAN YANG DITEMPUH KAIN
(Bagian 3).
Kejadian
4:8
(4:8) Kata Kain kepada Habel, adiknya:
"Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang,
tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
Kain
MEMBUNUH Habel, adiknya.
Inilah
jalan yang ditempuh Kain. Mengapa? Alasannya: sebelum Kain membunuh Habel, TUHAN
telah memperingatkan Kain supaya Kain tidak membunuh Habel adiknya pada ayat
6 dan ayat 7. Tetapi Kain tetap membunuh Habel adiknya itu. Bahkan
setelah membunuh pun TUHAN masih datang kepada Kain dan menanyakan perihal
Habel pada ayat 9, artinya TUHAN mengharapkan PERTOBATAN dari pada Kain,
dengan syarat mau mengakui kesalahannya dengan gamblang kepada TUHAN.
Dalam
Yehezkiel 33:11a, --- Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,
demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik,
melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya
supaya ia hidup.--- TUHAN tidak berkenan kepada kematian orang berdosa, tetapi TUHAN
berkenan kepada pertobatan orang berdosa.
Jadi
orang yang bertobat syaratnya mau mengakui segala kesalahannya. Kalau memang
sudah terlanjur-lanjur tinggal diakui. Itu sebabnya pada bagian B, TUHAN
berkata; “Bertobatlah,
bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum
Israel?”
Itulah
yang TUHAN katakan kepada Kain; “Mengapa kamu harus mati, ayo akui kesalahan
mu.”
Coba
bayangkan sabarnya TUHAN menunggu Kain untuk mengakui kesalahannya, namun
ketika TUHAN datang kepada Kain dan bertanya perihal Habel, justru Kain
menjawab ALLAH dan berkata;
a.
"Aku tidak tahu."
Jawaban ini
menunjukkan bahwa Kain seorang PENDUSTA berarti Kain sudah mencederai tabiat
dari Roh El Kudus.
Seorang
pendusta, tidak mau mengakui dosa sama artinya mencederai tabiat Roh El-Kudus.
b.
"Apakah aku penjaga
adikku?"
Jawaban ini menunjukkan bahwa Kain
sama sekali mengabaikan atau tidak mengindahkan;
- Kasih
ALLAH yang sempurna dan heran.
- Tahbisan
dari imamat rajani.
Kita
lihat tahbisan imamat rajani di dalam ...
Keluaran
29:1 -- Perikop: "Mengenai pentahbisan Harun dan anak-anaknya."
(29:1) "Inilah yang harus kaulakukan
kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang
jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua
ekor domba jantan yang tidak bercela,
Syarat
untuk ditahbiskan menjadi seorang imam atau memegang jabatan imam: ALLAH
menentukan dan menuntut 3 (tiga) macam korban binatang, yaitu: 1 (satu) ekor
lembu jantan muda dan 2 (dua) ekor domba jantan.
Kita
akan melihat arti rohani dari ketiga korban binatang tersebut.
KORBAN
LEMBU JANTAN MUDA.
Artinya:
menjadi pendamaian sepenuh, dengan lain kata kepada seorang hamba TUHAN yang
diutus di tengah-tengah pelayanannya, dipercayakan pelayanan pendamaian dan
berita pendamaian. Ayat referensi: 2 Korintus 5:18-20.
KORBAN
DOMBA JANTAN (PERTAMA).
Disebut
juga dengan korban bakaran, artinya: penyerahan diri sepenuhnya
untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH.
Berarti,
seorang imam harus mengabaikan segala kepentingan diri -> Daging yang sudah
hangus.
Ayat
referensi: Filipi 2:5-8, Ibrani 5:7-9.
KORBAN
DOMBA JANTAN (KEDUA).
Berbicara
tentang tahbisan sepenuh.
Kita
akan melihat tahbisan sepenuh di dalam...
Yohanes
17:19
(17:19) dan Aku menguduskan diri-Ku bagi
mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.
Di
sini dikatakan: "Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka."
Perkataan
“menguduskan”, dalam bahasa Yunani: Hagiazo, artinya: disucikan atau
ditahbiskan = Dipisahkan dari tengah-tengah dunia ini untuk tujuan yang kudus
dan suci, menunjuk seorang pelayan yang mengkhususkan dirinya untuk TUHAN. Itu
namanya tahbisan sepenuh.
Itu
harus diperhatikan oleh seorang imam. Dan seorang imam betul-betul melayani
TUHAN dengan berdarah-darah. Tetapi lihatlah, waktu TUHAN datang bertanya
kepada Kain perihal Habel, “Dimana adik mu?” Lalu Habel menjawab; “Aku
tidak tahu.” Berarti Habel berdusta, menciderai tabiat dari pada ALLAH Roh El-Kudus.
Kemudian
jawaban yang kedua, “Apakah aku penjaga adik ku?” Ini menunjukkan bahwa Kain
mengabaikan Kasih sempurna dari ALLAH juga mengabaikan tahbisan dari pada
seorang imam.
Imamat
rajani itu menjaga, memperhatikan sidang jemaat, itulah sebabnya, Yehezkiel
disebut penjaga. Tetapi di sini kita melihat, Kain mengabaikan pekerjaan dari
pada seorang imamat rajani (penjaga). Padahal semestinya imamat rajani melayani
dengan segala pengorbanan, tetapi itu diabaikan oleh Kain.
Jadi
kalau kita mengabaikan orang lain, tidak memperhatikan orang lain, itu sama
dengan mengabaikan tahbisan imamat rajani, tidak peduli dengan korban Kristus.
Karena seorang imam ketika melayani TUHAN yang dituntut adalah tiga korban
binatang itulah:
-
Lembu jantan muda (pendamaian
sepenuh).
-
Domba jantan pertama (penyerahan
diri sepenuh) dan,
-
Domba jantan kedua (tahbisan
sepenuh).
Namun
semuanya itu, dikecilkan dan diabaikan oleh Kain.
Saudara,
demikianlah keadaan dari seorang imam (pelayan TUHAN) yang telah ditahbiskan di
hadapan TUHAN, yang memang ditandai dengan pengorbanan atau berdarah-darah di
tengah ibadah pelayanan di hadapan TUHAN.
Namun
apa yang telah dipersembahkan oleh seorang imam diabaikan dan tidak diindahkan
oleh Kain karena sesungguhnya seorang imam seharusnya memperhatikan umat
Israel, umat ketebusan TUHAN, sesamanya.
1
Yohanes 3:11-12 -- Perikop: “Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup
baru.”
(3:11) Sebab inilah berita yang
telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling
mengasihi; (3:12) bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan
yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala
perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
Berita
dari mulanya kita harus saling mengasihi, berarti:
- Kita
tidak mengabaikan kasih ALLAH yang sempurna.
- Kita
tidak mengabaikan tahbisan imamat rajani.
Akan
tetapi Kain membunuh Habel adiknya, sebab segala perbuatan Kain JAHAT,
sedangkan perbuatan Habel adiknya BENAR.
Tadi
kita sudah melihat kejahatan Kain kepada sesama. Sekarang,
Marilah
kita melihat kejahatan Kain berikutnya langsung kepada TUHAN di
dalam ...
Kejadian
4:1-2 -- Perikop: "Kain dan Habel."
(4:1) Kemudian manusia itu bersetubuh
dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain;
maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan
pertolongan TUHAN." (4:2) Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik
Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
Hawa
melahirkan 2 (dua) anak laki-laki bagi Adam itulah KAIN dan HABEL.
- Habel
menjadi gembala kambing domba.
- Kain
menjadi petani.
Kedua
pekerjaan ini sebenarnya sama baiknya di hadapan TUHAN, menjadi petani baik,
menjadi gembala kambing domba juga baik, tidak ada yang lebih baik. Yang
terpenting keduanya harus dikerjakan dengan baik dan benar dalam ketulusan dan
kekudusan, serta kemurnian di hati.
Lukas
17:7 -- Perikop: "Tuan dan hamba."
(17:7) "Siapa di antara kamu yang
mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak
baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari
segera makan!
Seorang
hamba dipercayakan untuk: Membajak ladang tuannya dan menggembalakan
ternak tuannya.
- Membajak,
itu adalah pekerjaan dari seorang PETANI.
- Menggembalakan,
itu adalah pekerjaan dari seorang GEMBALA.
Tuan
di sini tidak mengatakan bahwa harus menjadi gembala karena itu yang lebih
baik, atau sebaliknya tuan itu tidak berkata harus menjadi petani sebab itu
lebih baik dari seorang gembala, tidak. Kedua-duanya sama baiknya yang
terpenting dikerjakanlah itu dengan baik dan benar disertai dengan ketulusan,
kekudusan, serta kemurnian di hati.
Lukas
17:8
(17:8) Bukankah sebaliknya ia akan berkata
kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan
layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh
makan dan minum.
Yang
terpenting adalah seorang hamba harus BERIKAT PINGGANG baik menjadi seorang
gembala maupun menjadi seorang petani.
Berikat
pinggang, artinya: Setia dan benar untuk memuaskan hati tuannya.
Kejadian
4:3-5
(4:3) Setelah beberapa waktu lamanya,
maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai
korban persembahan; (4:4) Habel juga mempersembahkan korban persembahan
dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN
mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, (4:5a) tetapi Kain
dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya.
Kain
dan Habel masing-masing mempersembahkan korban persembahannya kepada TUHAN,
namun TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya, sedangkan Kain dan
korban persembahannya tidak diindahkan oleh TUHAN.
Perlu
untuk diketahui: TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu bukan
karena Habel mempersembahkan korban berdarah-darah, sedangkan Kain dan korban
persembahannya tidak diindahkan, bukan karena dia adalah seorang petani dan
mempersembahkan korban dari hasil tanahnya. Itu sama sekali TIDAK BENAR.
Sebab
kalau kita kembali membaca dari apa yang sudah kita baca di dalam ...
Imamat
2:14
(2:14) Jikalau engkau hendak
mempersembahkan korban sajian dari hulu hasil kepada TUHAN, haruslah
engkau mempersembahkan bulir gandum yang dipanggang di atas api, emping gandum
baru, sebagai korban sajian dari hulu hasil gandummu.
Ternyata
TUHAN juga menerima hulu hasil dari tanah sebagai korban persembahan kepada
TUHAN, berarti jika TUHAN menolak Kain dan korban persembahannya, tetapi
menerima persembahan Habel, itu karena TUHAN tidak menemukan tanda kesulungan dari persembahan Kain
selain dalam tanda SEBAGIAN.
Justru
tanda kesulungan itu TUHAN temukan pada Habel dan korban persembahannya meskipun
Habel bukan anak sulung (Kejadian 4:3).
Kita
akan membahas kata "sebagian" sekaligus menjadi jalan keluar.
Kejadian
4:3
(4:3) Setelah beberapa waktu lamanya,
maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai
korban persembahan;
Kain
mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya kepada TUHAN, itu berarti hulu
hasil dari tanah tidak sepenuhnya dipersembahkan kepada TUHAN.
Hulu
hasil disebut juga dengan BUAH SULUNG dan itu harus dipersembahkan kepada TUHAN
sepenuhnya, tidak sebagian.
Saya
teringat, waktu memulai pelayanan sekolah minggu, persembahan yang pertama saya
kumpulkan. Kemudian awal pertama memulai ibadah kaum muda remaja itu juga saya
kumpulkan seberapa pun korban dan persembahan, kemudian awal mula saya mengajar
juga seingat saya, ada yang saya kumpulkan karena pada saat itu saya mengajar
SD, SLTP, dan SLTA dan semua hulu hasil (buah sulung) itu saya serahkan kepada
TUHAN, jadi bukan sebagian, tetapi semuanya.
Saudara,
contoh lain untuk sidang jemaat, gaji pertama di tempat engkau bekerja itu
semua milik TUHAN, tidak sebagian, tetapi semua milik TUHAN.
Tetapi
di sini kita melihat Kain hanya mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya
berarti hulu hasil dari tanah itu tidak sepenuhnya dipersembahkan kepada TUHAN
padahal hulu hasil (buah sulung) haruslah dipersembahkan kepada TUHAN
sepenuhnya, tidak sebagian.
Kita
bandingan dengan korban persembahan Habel di dalam...
Kejadian
4:4
(4:4) Habel juga mempersembahkan korban
persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN
mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
Habel
mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya.
Yesus
disebut juga Anak Domba, Dia juga adalah Anak Laki-Laki yang sulung.
Mari
kita buktikan di dalam...
Lukas
2:22-24
(2:22) Dan ketika genap waktu pentahiran,
menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk
menyerahkan-Nya kepada Tuhan, (2:23) seperti ada tertulis dalam
hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
(2:24) dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang
difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor
anak burung merpati.
Yesus
dibawa ke Yerusalem untuk diserahkan kepada TUHAN, menurut hukum Taurat Musa.
Sebab, Yesus adalah Anak laki-laki sulung yang memang harus dikuduskan bagi ALLAH.
Dalam
bahasa Yunani "Hagiazmos" menjadi kata sifat berarti
dikuduskan; dipisahkan / ditahbiskan dari dunia ini menjadi milik TUHAN,
tugasnya: untuk mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor
anak burung merpati.
Arti
rohani SEPASANG BURUNG TEKUKUR.
Sepasang
berarti dua menjadi satu.
Bilangan
8:18-19
(8:18) Maka Aku mengambil orang Lewi ganti
semua anak sulung yang ada pada orang Israel, (8:19) dan Aku menyerahkan
orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel sebagai pemberian kepada Harun dan
anak-anaknya untuk melakukan segala pekerjaan jabatan bagi orang
Israel di Kemah Pertemuan, dan untuk mengadakan pendamaian bagi orang
Israel, supaya orang Israel jangan kena tulah apabila mereka mendekat ke
tempat kudus."
Suku
Lewi diangkat oleh TUHAN menjadi ANAK SULUNG dari antara orang Israel.
Tugas
anak sulung: Mempersembahkan sepasang burung tekukur, yaitu:
1. Melayani
TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN sesuai dengan karunia-karunia dan
jabatan-jabatan Roh El Kudus.
2. Untuk
mengadakan pendamaian bagi orang Israel, supaya umat Israel tetap menjadi anak
sulung (lepas dari tulah ke-10).
Maka,
kita tidak boleh mengabaikan pekerjaan dari pada Imamat Rajani, sebab oleh
pekerjaan Imamat Rajani, umat Israel (umat TUHAN) tidak mengalami tulah ke-10 (sepuluh)
yaitu kematian anak sulung.
Itulah
pekerjaan dari anak laki-laki sulung, mempersembahkan sepasang burung tekukur:
melayani dan menjadi pendamaian, tidak cukup hanya melayani. Tetapi berbeda
dengan Kain, dia hanya mempersembahkan sebagian dari hulu hasil, berarti tidak
sepenuhnya dari hasil ladangnya, semestinya adalah sepenuhnya artinya sepasang
burung tekukur; selain melayani, harus juga menjadi pendamaian.
Banyak
pelayan TUHAN hanya bisa melayani, tetapi tidak mau menjadi korban, tidak mau
menjadi pendamaian, sehingga ketika dididik justru melawan, ngomel,
memberontak. Ini adalah kebodohan besar dari seorang imam.
Tidak
cukup hanya tampil, tetapi tidak mau menjadi pendamaian, itu tidak benar di hadapan
TUHAN, itulah Kain.
Mengapa
Kain membunuh Habel? Karena perbuatannya jahat, sedangkan perbuatan Habel
benar.
Kejahatan
Kain secara langsung kepada TUHAN adalah mempersembahkan sebagian hasil kepada TUHAN,
tidak sepenuhnya.
Ingat:
Jika hanya bisa melayani, namun tidak mau menjadi pendamaian, tidak mau
menjadi korban, berarti dia sedang mencari puji-pujian dan hormat bagi dirinya
sendiri, itu adalah kejahatan besar.
Sementara,
pada tahbisan imam, dituntut 3 (tiga) korban binatang:
1.
Lembu jantan muda (pendamaian
sepenuh).
2.
Domba jantan pertama (penyerahan
diri sepenuh).
3.
Domba jantan kedua (tahbisan
sepenuh).
Jangan
kita sama seperti Kain sebab itu perbuatan jahat langsung kepada TUHAN.
Jika
melayani, tetapi tidak mau menjadi korban berarti dia hanya mencari pujian
untuk diri sendiri, itu adalah kejahatan.
Jadi
saudara, ini harus kita pahami dengan sungguh-sungguh.
Kalau
mau melayani harus sampai berdarah-darah. Sebab, jika menolak hal itu, kita
melawan TUHAN seperti Kain? Apa hasil dari pekerjaan Kain ini? Tidak ada,
selain iri hati, benci, dengki, jika itu tidak bisa ditahan maka lama-lama
membunuh Habel dan meninggalkan TUHAN.
Kita
telusuri lagi sepasang burung tekukur di dalam injil ...
Matius
20:26-28
(20:26) Tidaklah demikian di antara kamu.
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi
pelayanmu, (20:27) dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di
antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
(20:28) sama seperti Anak Manusia datang
bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan
nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Yesus
datang ke dunia untuk 2 (dua) hal atau mempersembahkan sepasang burung tekukur:
1.
Melayani TUHAN dan melayani
pekerjaan TUHAN.
Adapun hasil
pelayanan Yesus sebagai Imam Besar Agung yang dialami langsung murid-murid,
antara lain:
-
Yang terbesar menjadi PELAYAN.
Jangan ingin menjadi yang terbesar, tetapi
tidak melayani. Namun yang disebut dengan yang terbesar berarti menjadi pelayan.
-
Yang terkemuka menjadi HAMBA (doulos;
tidak ada hak atas diri sendiri).
Itulah hasil pelayanan Yesus sebagai
Imam Besar, sehingga antara satu dengan yang lain masing-masing merendahkan
dirinya. Berbeda dengan pemimpin di dunia ini, berlomba-lomba untuk menjadi
yang terbesar, berlomba-lomba untuk diakui keberadaannya. Tetapi murid-murid
menikmati pelayanan imam besar sehingga yang terbesar betul-betul dia tunjukkan
dirinya sebagai pelayan, kemudian yang terkemuka dia tunjukkan dirinya sebagai
hamba.
2.
Menyerahkan nyawa-Nya.
Berarti
sebagai Imam Besar Agung, Yesus telah mengerjakan pekerjaan penebusan dan
pendamaian atas dosa dunia.
1 Timotius
2:1-4 -- Perikop: "Mengenai doa jemaat."
(2:1) Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah
permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,
(2:2) untuk raja-raja dan untuk semua
pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan
dan kehormatan. (2:3) Itulah yang baik dan yang berkenan kepada
Allah, Juruselamat kita, (2:4) yang menghendaki supaya semua orang
diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
Tingkatan doa:
1. Doa
permohonan, kaitannya dengan kebutuhan diri sendiri.
2. Doa
syafaat, berarti mendoakan orang lain termasuk pemimpin-pemimpin dalam
pemerintahan ini, dari pusat sampai ke daerah, sehingga:
- Hidup
tenang dan damai sejahtera.
- Penuh
kesalehan dan kehormatan.
- Supaya
mereka juga diselamatkan.
- Supaya
mereka juga memperoleh pengetahuan tentang kebenaran yang ada di dalam Kerajaan
Sorga.
3. Doa ucapan
syukur berarti belajar untuk mengucap syukur tentang segala sesuatu.
4. Doa
penyembahan. Dimana penyembahan sebagai tingkat doa tertinggi?
Kita
lihat di dalam ...
1
Timotius 2:5-6
(2:5) Karena ALLAH
itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara ALLAH dan manusia,
yaitu manusia Kristus Yesus, (2:6) yang telah menyerahkan diri-Nya
sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang
ditentukan
Tingkat
ibadah tertinggi atau tingkat doa tertinggi adalah DOA PENYEMBAHAN = Penyerahan
diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH saja.
Penyembahan
ini penting supaya ibadah dan pelayanan berjalan dengan baik, kemudian TUHAN juga
menolong kita lewat pembukaan rahasia Firman TUHAN ALLAH.
Termasuk
ibadah ini harus dibawa dalam doa syafaat, itulah tugas dari anak laki-laki
sulung, mempersembahkan sepasang burung tekukur; selain melayani juga harus
menjadi pendamaian. Karena ALLAH itu Esa, Esa pula dia yang menjadi pengantara
antara ALLAH dan manusia, menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah Imam Besar
Agung. Dia telah menyerahkan diri-Nya sepenuhnya untuk taat hanya kepada
kehendak ALLAH. Itu juga merupakan doa penyembahan.
Kemudian,
doa penyembahan setara dengan mempersembahkan lemak-lemak.
Kejadian
4:4
(4:4) Habel juga
mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya;
maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
Doa
penyembahan setara dengan mempersembahkan lemak-lemak.
Imamat
3:9, 16 -- Perikop: "Korban keselamatan."
(3:9) Kemudian dari korban keselamatan
itu ia harus mempersembahkan lemaknya sebagai korban api-apian bagi TUHAN,
yakni segenap ekornya yang berlemak yang harus dipotong dekat pada tulang
belakang, dan lemak yang menyelubungi isi perut, dan segala lemak yang melekat
pada isi perut itu, (3:16) Imam harus membakar semuanya itu di
atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang
menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN.
Segala
lemak adalah milik TUHAN dan itu harus dipersembahkan kepada TUHAN sebagai
korban api-apian bagi TUHAN (ayat 9), baunya menyenangkan hati TUHAN (ayat
16).
Jadi,
segala lemak adalah KEPUNYAAN TUHAN. Yang terbaik itulah yang kita persembahkan
kepada TUHAN.
Saudara,
demikianlah Firman malam ini, biarlah kita juga mempersembahkan lemak-lemak
bagi TUHAN sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan hati TUHAN.
Imamat
7:23-25
(7:23) "Katakanlah kepada orang
Israel: Segala lemak dari lembu, domba ataupun kambing janganlah kamu makan. (7:24)
Lemak bangkai atau lemak binatang yang mati diterkam boleh dipergunakan untuk
segala keperluan, tetapi jangan sekali-kali kamu memakannya. (7:25)
Karena setiap orang yang memakan lemak dari hewan yang dipergunakan untuk
mempersembahkan korban api-apian bagi TUHAN, nyawa orang yang memakan itu,
haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.
Jadi
lemak dipersembahkan sebagai korban api-apian bagi TUHAN dan itu tidak boleh
dimakan oleh siapapun.
Malam
ini dan seterusnya, kiranya kita mempersembahkan lemak-lemak kepada TUHAN
sebagai korban api-apian, baunya menyenangkan hati TUHAN. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment