KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, January 7, 2026

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 30 DESEMBER 2025

 

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 30 DESEMBER 2025

 

SURAT YUDAS

PASAL 1:11

(Seri: 3)

 

Subtema: JALAN YANG DITEMPUH KAIN (SERI 2)

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh rahmat TUHAN, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus sehingga kita boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Doa Penyembahan.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat tebusan TUHAN yang turut bergabung lewat online atau live streaming atau video internet baik dari Youtube, maupun dari Facebook atau media sosial lainnya yang dapat diakses atau dapat digunakan. Biarlah kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita, ruangan ini, baik juga saudara yang mengikuti secara online memberi sukacita, bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.

 

Mari secepatnya kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas 1:11.

Tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan dari pada TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita, dan selanjutnya kita tersungkur di ujung kaki salib TUHAN, sujud menyembah kepada Dia sampai hati kita mantap berada pada tingkat ibadah yang tertinggi itulah doa penyembahan, mengingat kedatangan TUHAN sudah tidak lama lagi saudara, jadi kita sudah harus siap menghadapi kedatangan TUHAN kembali untuk yang kedua kalinya sebagai Raja dan sebagai Mempelai Pria Sorga = sebagai imamat rajani, di situ pula kita menantikan kedatangan TUHAN kembali.

 

Yudas 1:11

(1:11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Celakalah mereka, antara lain:

1. Orang yang mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

2. Oleh sebab upah menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.

3. Binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

 

Tentang: JALAN YANG DITEMPUH KAIN (Bagian 3).

 

Kejadian 4:8

(4:8) Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

 

Kain MEMBUNUH Habel, adiknya.

Inilah jalan yang ditempuh Kain. Mengapa? Alasannya: sebelum Kain membunuh Habel, TUHAN telah memperingatkan Kain supaya Kain tidak membunuh Habel adiknya pada ayat 6 dan ayat 7. Tetapi Kain tetap membunuh Habel adiknya itu. Bahkan setelah membunuh pun TUHAN masih datang kepada Kain dan menanyakan perihal Habel pada ayat 9, artinya TUHAN mengharapkan PERTOBATAN dari pada Kain, dengan syarat mau mengakui kesalahannya dengan gamblang kepada TUHAN.

 

Dalam Yehezkiel 33:11a, --- Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup.--- TUHAN tidak berkenan kepada kematian orang berdosa, tetapi TUHAN berkenan kepada pertobatan orang berdosa.

Jadi orang yang bertobat syaratnya mau mengakui segala kesalahannya. Kalau memang sudah terlanjur-lanjur tinggal diakui. Itu sebabnya pada bagian B, TUHAN berkata; Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”

Itulah yang TUHAN katakan kepada Kain; “Mengapa kamu harus mati, ayo akui kesalahan mu.”

 

Coba bayangkan sabarnya TUHAN menunggu Kain untuk mengakui kesalahannya, namun ketika TUHAN datang kepada Kain dan bertanya perihal Habel, justru Kain menjawab ALLAH dan berkata;

a.     "Aku tidak tahu."

Jawaban ini menunjukkan bahwa Kain seorang PENDUSTA berarti Kain sudah mencederai tabiat dari Roh El Kudus.

Seorang pendusta, tidak mau mengakui dosa sama artinya mencederai tabiat Roh El-Kudus.

b.    "Apakah aku penjaga adikku?"

Jawaban ini menunjukkan bahwa Kain sama sekali mengabaikan atau tidak mengindahkan;

-    Kasih ALLAH yang sempurna dan heran.

-    Tahbisan dari imamat rajani.

 

Kita lihat tahbisan imamat rajani di dalam ...

Keluaran 29:1 -- Perikop: "Mengenai pentahbisan Harun dan anak-anaknya."

(29:1) "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

 

Syarat untuk ditahbiskan menjadi seorang imam atau memegang jabatan imam: ALLAH menentukan dan menuntut 3 (tiga) macam korban binatang, yaitu: 1 (satu) ekor lembu jantan muda dan 2 (dua) ekor domba jantan.

 

Kita akan melihat arti rohani dari ketiga korban binatang tersebut.

KORBAN LEMBU JANTAN MUDA.

Artinya: menjadi pendamaian sepenuh, dengan lain kata kepada seorang hamba TUHAN yang diutus di tengah-tengah pelayanannya, dipercayakan pelayanan pendamaian dan berita pendamaian. Ayat referensi: 2 Korintus 5:18-20.

 

KORBAN DOMBA JANTAN (PERTAMA).

Disebut juga dengan korban bakaran, artinya: penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH.

Berarti, seorang imam harus mengabaikan segala kepentingan diri -> Daging yang sudah hangus.

Ayat referensi: Filipi 2:5-8, Ibrani 5:7-9.

 

KORBAN DOMBA JANTAN (KEDUA).

Berbicara tentang tahbisan sepenuh.

 

Kita akan melihat tahbisan sepenuh di dalam...

Yohanes 17:19

(17:19) dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.

 

Di sini dikatakan: "Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka."

Perkataan “menguduskan”, dalam bahasa Yunani: Hagiazo, artinya: disucikan atau ditahbiskan = Dipisahkan dari tengah-tengah dunia ini untuk tujuan yang kudus dan suci, menunjuk seorang pelayan yang mengkhususkan dirinya untuk TUHAN. Itu namanya tahbisan sepenuh.

 

Itu harus diperhatikan oleh seorang imam. Dan seorang imam betul-betul melayani TUHAN dengan berdarah-darah. Tetapi lihatlah, waktu TUHAN datang bertanya kepada Kain perihal Habel, “Dimana adik mu?” Lalu Habel menjawab; “Aku tidak tahu.” Berarti Habel berdusta, menciderai tabiat dari pada ALLAH Roh El-Kudus.

Kemudian jawaban yang kedua, “Apakah aku penjaga adik ku?” Ini menunjukkan bahwa Kain mengabaikan Kasih sempurna dari ALLAH juga mengabaikan tahbisan dari pada seorang imam.

Imamat rajani itu menjaga, memperhatikan sidang jemaat, itulah sebabnya, Yehezkiel disebut penjaga. Tetapi di sini kita melihat, Kain mengabaikan pekerjaan dari pada seorang imamat rajani (penjaga). Padahal semestinya imamat rajani melayani dengan segala pengorbanan, tetapi itu diabaikan oleh Kain.

 

Jadi kalau kita mengabaikan orang lain, tidak memperhatikan orang lain, itu sama dengan mengabaikan tahbisan imamat rajani, tidak peduli dengan korban Kristus. Karena seorang imam ketika melayani TUHAN yang dituntut adalah tiga korban binatang itulah:

-       Lembu jantan muda (pendamaian sepenuh).

-       Domba jantan pertama (penyerahan diri sepenuh) dan,

-       Domba jantan kedua (tahbisan sepenuh).

Namun semuanya itu, dikecilkan dan diabaikan oleh Kain.

 

Saudara, demikianlah keadaan dari seorang imam (pelayan TUHAN) yang telah ditahbiskan di hadapan TUHAN, yang memang ditandai dengan pengorbanan atau berdarah-darah di tengah ibadah pelayanan di hadapan TUHAN.

Namun apa yang telah dipersembahkan oleh seorang imam diabaikan dan tidak diindahkan oleh Kain karena sesungguhnya seorang imam seharusnya memperhatikan umat Israel, umat ketebusan TUHAN, sesamanya.

 

1 Yohanes 3:11-12 -- Perikop: “Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru.”

(3:11) Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; (3:12) bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

 

Berita dari mulanya kita harus saling mengasihi, berarti:

-    Kita tidak mengabaikan kasih ALLAH yang sempurna.

-    Kita tidak mengabaikan tahbisan imamat rajani.

 

Akan tetapi Kain membunuh Habel adiknya, sebab segala perbuatan Kain JAHAT, sedangkan perbuatan Habel adiknya BENAR.

 

Tadi kita sudah melihat kejahatan Kain kepada sesama. Sekarang,

Marilah kita melihat kejahatan Kain berikutnya langsung kepada TUHAN di dalam ...

Kejadian 4:1-2 -- Perikop: "Kain dan Habel."

(4:1) Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." (4:2) Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.

 

Hawa melahirkan 2 (dua) anak laki-laki bagi Adam itulah KAIN dan HABEL.

-    Habel menjadi gembala kambing domba.

-    Kain menjadi petani.

 

Kedua pekerjaan ini sebenarnya sama baiknya di hadapan TUHAN, menjadi petani baik, menjadi gembala kambing domba juga baik, tidak ada yang lebih baik. Yang terpenting keduanya harus dikerjakan dengan baik dan benar dalam ketulusan dan kekudusan, serta kemurnian di hati.

 

Lukas 17:7 -- Perikop: "Tuan dan hamba."

(17:7) "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!

 

Seorang hamba dipercayakan untuk: Membajak ladang tuannya dan menggembalakan ternak tuannya.

-    Membajak, itu adalah pekerjaan dari seorang PETANI.

-    Menggembalakan, itu adalah pekerjaan dari seorang GEMBALA.

 

Tuan di sini tidak mengatakan bahwa harus menjadi gembala karena itu yang lebih baik, atau sebaliknya tuan itu tidak berkata harus menjadi petani sebab itu lebih baik dari seorang gembala, tidak. Kedua-duanya sama baiknya yang terpenting dikerjakanlah itu dengan baik dan benar disertai dengan ketulusan, kekudusan, serta kemurnian di hati.

 

Lukas 17:8

(17:8) Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

 

Yang terpenting adalah seorang hamba harus BERIKAT PINGGANG baik menjadi seorang gembala maupun menjadi seorang petani.

Berikat pinggang, artinya: Setia dan benar untuk memuaskan hati tuannya.

 

Kejadian 4:3-5

(4:3) Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; (4:4) Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, (4:5a) tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya.

 

Kain dan Habel masing-masing mempersembahkan korban persembahannya kepada TUHAN, namun TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya, sedangkan Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan oleh TUHAN.

 

Perlu untuk diketahui: TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu bukan karena Habel mempersembahkan korban berdarah-darah, sedangkan Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan, bukan karena dia adalah seorang petani dan mempersembahkan korban dari hasil tanahnya. Itu sama sekali TIDAK BENAR.

 

Sebab kalau kita kembali membaca dari apa yang sudah kita baca di dalam ...

Imamat 2:14

(2:14) Jikalau engkau hendak mempersembahkan korban sajian dari hulu hasil kepada TUHAN, haruslah engkau mempersembahkan bulir gandum yang dipanggang di atas api, emping gandum baru, sebagai korban sajian dari hulu hasil gandummu.

 

Ternyata TUHAN juga menerima hulu hasil dari tanah sebagai korban persembahan kepada TUHAN, berarti jika TUHAN menolak Kain dan korban persembahannya, tetapi menerima persembahan Habel, itu karena TUHAN tidak menemukan tanda kesulungan dari persembahan Kain selain dalam tanda SEBAGIAN.

 

Justru tanda kesulungan itu TUHAN temukan pada Habel dan korban persembahannya meskipun Habel bukan anak sulung (Kejadian 4:3).

 

Kita akan membahas kata "sebagian" sekaligus menjadi jalan keluar.

Kejadian 4:3

(4:3) Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;

 

Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya kepada TUHAN, itu berarti hulu hasil dari tanah tidak sepenuhnya dipersembahkan kepada TUHAN.

Hulu hasil disebut juga dengan BUAH SULUNG dan itu harus dipersembahkan kepada TUHAN sepenuhnya, tidak sebagian.

 

Saya teringat, waktu memulai pelayanan sekolah minggu, persembahan yang pertama saya kumpulkan. Kemudian awal pertama memulai ibadah kaum muda remaja itu juga saya kumpulkan seberapa pun korban dan persembahan, kemudian awal mula saya mengajar juga seingat saya, ada yang saya kumpulkan karena pada saat itu saya mengajar SD, SLTP, dan SLTA dan semua hulu hasil (buah sulung) itu saya serahkan kepada TUHAN, jadi bukan sebagian, tetapi semuanya.

 

Saudara, contoh lain untuk sidang jemaat, gaji pertama di tempat engkau bekerja itu semua milik TUHAN, tidak sebagian, tetapi semua milik TUHAN.

 

Tetapi di sini kita melihat Kain hanya mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya berarti hulu hasil dari tanah itu tidak sepenuhnya dipersembahkan kepada TUHAN padahal hulu hasil (buah sulung) haruslah dipersembahkan kepada TUHAN sepenuhnya, tidak sebagian.

 

Kita bandingan dengan korban persembahan Habel di dalam...

Kejadian 4:4

(4:4) Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

 

Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya.

Yesus disebut juga Anak Domba, Dia juga adalah Anak Laki-Laki yang sulung.

 

Mari kita buktikan di dalam...

Lukas 2:22-24

(2:22) Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, (2:23) seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", (2:24) dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

 

Yesus dibawa ke Yerusalem untuk diserahkan kepada TUHAN, menurut hukum Taurat Musa. Sebab, Yesus adalah Anak laki-laki sulung yang memang harus dikuduskan bagi ALLAH.

Dalam bahasa Yunani "Hagiazmos" menjadi kata sifat berarti dikuduskan; dipisahkan / ditahbiskan dari dunia ini menjadi milik TUHAN, tugasnya: untuk mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

 

Arti rohani SEPASANG BURUNG TEKUKUR.

Sepasang berarti dua menjadi satu.

Bilangan 8:18-19

(8:18) Maka Aku mengambil orang Lewi ganti semua anak sulung yang ada pada orang Israel, (8:19) dan Aku menyerahkan orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel sebagai pemberian kepada Harun dan anak-anaknya untuk melakukan segala pekerjaan jabatan bagi orang Israel di Kemah Pertemuan, dan untuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel, supaya orang Israel jangan kena tulah apabila mereka mendekat ke tempat kudus."

 

Suku Lewi diangkat oleh TUHAN menjadi ANAK SULUNG dari antara orang Israel.

Tugas anak sulung: Mempersembahkan sepasang burung tekukur, yaitu:

1. Melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN sesuai dengan karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus.

2. Untuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel, supaya umat Israel tetap menjadi anak sulung (lepas dari tulah ke-10).

 

Maka, kita tidak boleh mengabaikan pekerjaan dari pada Imamat Rajani, sebab oleh pekerjaan Imamat Rajani, umat Israel (umat TUHAN) tidak mengalami tulah ke-10 (sepuluh) yaitu kematian anak sulung.

Itulah pekerjaan dari anak laki-laki sulung, mempersembahkan sepasang burung tekukur: melayani dan menjadi pendamaian, tidak cukup hanya melayani. Tetapi berbeda dengan Kain, dia hanya mempersembahkan sebagian dari hulu hasil, berarti tidak sepenuhnya dari hasil ladangnya, semestinya adalah sepenuhnya artinya sepasang burung tekukur; selain melayani, harus juga menjadi pendamaian.

Banyak pelayan TUHAN hanya bisa melayani, tetapi tidak mau menjadi korban, tidak mau menjadi pendamaian, sehingga ketika dididik justru melawan, ngomel, memberontak. Ini adalah kebodohan besar dari seorang imam.

 

Tidak cukup hanya tampil, tetapi tidak mau menjadi pendamaian, itu tidak benar di hadapan TUHAN, itulah Kain.

Mengapa Kain membunuh Habel? Karena perbuatannya jahat, sedangkan perbuatan Habel benar.

Kejahatan Kain secara langsung kepada TUHAN adalah mempersembahkan sebagian hasil kepada TUHAN, tidak sepenuhnya.

 

Ingat: Jika hanya bisa melayani, namun tidak mau menjadi pendamaian, tidak mau menjadi korban, berarti dia sedang mencari puji-pujian dan hormat bagi dirinya sendiri, itu adalah kejahatan besar.

Sementara, pada tahbisan imam, dituntut 3 (tiga) korban binatang:

1.    Lembu jantan muda (pendamaian sepenuh).

2.    Domba jantan pertama (penyerahan diri sepenuh).

3.    Domba jantan kedua (tahbisan sepenuh).

 

Jangan kita sama seperti Kain sebab itu perbuatan jahat langsung kepada TUHAN.

Jika melayani, tetapi tidak mau menjadi korban berarti dia hanya mencari pujian untuk diri sendiri, itu adalah kejahatan.

 

Jadi saudara, ini harus kita pahami dengan sungguh-sungguh.

Kalau mau melayani harus sampai berdarah-darah. Sebab, jika menolak hal itu, kita melawan TUHAN seperti Kain? Apa hasil dari pekerjaan Kain ini? Tidak ada, selain iri hati, benci, dengki, jika itu tidak bisa ditahan maka lama-lama membunuh Habel dan meninggalkan TUHAN.

 

Kita telusuri lagi sepasang burung tekukur di dalam injil ...

Matius 20:26-28

(20:26) Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, (20:27) dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;

(20:28) sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

Yesus datang ke dunia untuk 2 (dua) hal atau mempersembahkan sepasang burung tekukur:

1.         Melayani TUHAN dan melayani pekerjaan TUHAN.

Adapun hasil pelayanan Yesus sebagai Imam Besar Agung yang dialami langsung murid-murid, antara lain:

-    Yang terbesar menjadi PELAYAN.

     Jangan ingin menjadi yang terbesar, tetapi tidak melayani. Namun yang disebut dengan yang terbesar berarti menjadi pelayan.

-    Yang terkemuka menjadi HAMBA (doulos; tidak ada hak atas diri sendiri).

 

Itulah hasil pelayanan Yesus sebagai Imam Besar, sehingga antara satu dengan yang lain masing-masing merendahkan dirinya. Berbeda dengan pemimpin di dunia ini, berlomba-lomba untuk menjadi yang terbesar, berlomba-lomba untuk diakui keberadaannya. Tetapi murid-murid menikmati pelayanan imam besar sehingga yang terbesar betul-betul dia tunjukkan dirinya sebagai pelayan, kemudian yang terkemuka dia tunjukkan dirinya sebagai hamba.

 

2.    Menyerahkan nyawa-Nya.

Berarti sebagai Imam Besar Agung, Yesus telah mengerjakan pekerjaan penebusan dan pendamaian atas dosa dunia.

 

1 Timotius 2:1-4 -- Perikop: "Mengenai doa jemaat."

(2:1) Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

(2:2) untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. (2:3) Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, (2:4) yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

 

Tingkatan doa:

1.    Doa permohonan, kaitannya dengan kebutuhan diri sendiri.

2.    Doa syafaat, berarti mendoakan orang lain termasuk pemimpin-pemimpin dalam pemerintahan ini, dari pusat sampai ke daerah, sehingga:

-    Hidup tenang dan damai sejahtera.

-    Penuh kesalehan dan kehormatan.

-    Supaya mereka juga diselamatkan.

-    Supaya mereka juga memperoleh pengetahuan tentang kebenaran yang ada di dalam Kerajaan Sorga.

3.    Doa ucapan syukur berarti belajar untuk mengucap syukur tentang segala sesuatu.

4.    Doa penyembahan. Dimana penyembahan sebagai tingkat doa tertinggi?

 

Kita lihat di dalam ...

1 Timotius 2:5-6

(2:5) Karena ALLAH itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara ALLAH dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, (2:6) yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan

 

Tingkat ibadah tertinggi atau tingkat doa tertinggi adalah DOA PENYEMBAHAN = Penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH saja.

Penyembahan ini penting supaya ibadah dan pelayanan berjalan dengan baik, kemudian TUHAN juga menolong kita lewat pembukaan rahasia Firman TUHAN ALLAH.

 

Termasuk ibadah ini harus dibawa dalam doa syafaat, itulah tugas dari anak laki-laki sulung, mempersembahkan sepasang burung tekukur; selain melayani juga harus menjadi pendamaian. Karena ALLAH itu Esa, Esa pula dia yang menjadi pengantara antara ALLAH dan manusia, menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung. Dia telah menyerahkan diri-Nya sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH. Itu juga merupakan doa penyembahan.

 

Kemudian, doa penyembahan setara dengan mempersembahkan lemak-lemak.

 

Kejadian 4:4

(4:4) Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

 

Doa penyembahan setara dengan mempersembahkan lemak-lemak.

 

Imamat 3:9, 16 -- Perikop: "Korban keselamatan."

(3:9) Kemudian dari korban keselamatan itu ia harus mempersembahkan lemaknya sebagai korban api-apian bagi TUHAN, yakni segenap ekornya yang berlemak yang harus dipotong dekat pada tulang belakang, dan lemak yang menyelubungi isi perut, dan segala lemak yang melekat pada isi perut itu, (3:16) Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN.

 

Segala lemak adalah milik TUHAN dan itu harus dipersembahkan kepada TUHAN sebagai korban api-apian bagi TUHAN (ayat 9), baunya menyenangkan hati TUHAN (ayat 16).

Jadi, segala lemak adalah KEPUNYAAN TUHAN. Yang terbaik itulah yang kita persembahkan kepada TUHAN.

Saudara, demikianlah Firman malam ini, biarlah kita juga mempersembahkan lemak-lemak bagi TUHAN sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan hati TUHAN.

 

Imamat 7:23-25

(7:23) "Katakanlah kepada orang Israel: Segala lemak dari lembu, domba ataupun kambing janganlah kamu makan. (7:24) Lemak bangkai atau lemak binatang yang mati diterkam boleh dipergunakan untuk segala keperluan, tetapi jangan sekali-kali kamu memakannya. (7:25) Karena setiap orang yang memakan lemak dari hewan yang dipergunakan untuk mempersembahkan korban api-apian bagi TUHAN, nyawa orang yang memakan itu, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.

 

Jadi lemak dipersembahkan sebagai korban api-apian bagi TUHAN dan itu tidak boleh dimakan oleh siapapun.

Malam ini dan seterusnya, kiranya kita mempersembahkan lemak-lemak kepada TUHAN sebagai korban api-apian, baunya menyenangkan hati TUHAN. Amin.

 

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

No comments:

Post a Comment