KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, July 19, 2013

IBADAH PERSEKUTUAN GPT SE-KABUPATEN NIAS SELATAN, 05 JULI 2013

IBADAH PERSEKUTUAN GPT SE-KABUPATEN NIAS SELATAN, 05 JULI 2013

Tema: SUPAYA MEREKA MENJADI SATU, SAMA SEPERTI KITA ADALAH SATU
(Yohanes 17: 22)

Subtema: MASUK DALAM PESTA NIKAH ANAK DOMBA

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Oleh karena kasih-Nya yang besar, kita boleh berada dalam rumah Tuhan untuk menerima kemurahan Tuhan.

Kalau kami bisa berdiri bertatap muka dengan saudara, semua karena kemurahan Tuhan.
Biarlah Tuhan memberkati dan melawat kita lewat pembukaan rahasia firman Tuhan, sehingga ibadah ini bukanlah ibadah yang lahiriah.

Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus PGPT (PERSEKUTUAN GEREJA PANTEKOSTA TABERNAKEL) SE-KABUPATEN NIAS SELATAN, rekan-rekan hamba Tuhan di Nias Selatan, juga para imam-imam dan tua-tua di tempat ini, serta seluruh sidang jemaat yang hadir.

Segera kita memperhatikan injil Yohanes.
Yohanes 17: 22
(17:22) Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Kita memperhatikan sebagian dari ayat 22 ini, yaitu: “... supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu
Pernyataan Tuhan ini adalah kerinduan Tuhan yang terbesar bagi kehidupan saya dan saudara, supaya gereja Tuhan menjadi satu, sama seperti Anak dan Bapa menjadi satu.
Sekalipun kita berbeda suku, kaum, bahasa, dan bangsa, tetapi saya dan saudara harus menjadi satu.

SUPAYA TERWUJUD KERINDUAN INI, mari kita perhatikan ...
1 Korintus 12: 14
(12:14) Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

Tubuh tidak terdiri dari satu anggota, tetapi tubuh terdiri dari banyak anggota; ada kepala, ada tangan, ada hidung, ada mulut, ada kaki, dan lain sebagainya.

1 Korintus 12: 15-16
(12:15) Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
(12:16) Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

Oleh sebab itu, tidak boleh mementingkan diri sendiri, tidak boleh ada perkataan;
-      seperti kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh
-      seperti telinga berkata: Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh
Maksudnya; TIDAK BOLEH MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI, tidak boleh dikuasai roh egosentris.
Tidak boleh ada perkataan yang demikian, sebab itu adalah pernyataan orang yang mementingkan diri sendiri / egosentris.

Yakobus 3: 15
(3:15) Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.

Kalau MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI, itu bukan hikmat dari Tuhan, tetapi itu berasal dari DUNIA, dari NAFSU MANUSIA dan dari SETAN.

Yakobus 3: 16
(3:16) Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Kalau ada kepentingan diri sendiri, ada dua hal yang terjadi, yaitu;
1.    KEKACAUAN.
Kalau sidang jemaat atau pun tua-tua tidak peduli dengan apa yang dikerjakan oleh gembala sidang, di mana sidang jemaat mengambil jalannya masing-masing, menuruti hati masing-masingdengan kata lain sebagai domba-domba tidak mendengar suara gembala, pasti di situ terjadi kekacauan.
2.    TERJADI SEGALA MACAM KEJAHATAN.
Kalau mementingkan diri sendiri, maka segala macam kejahatan akan terjadi dalam diri seseorang.

Saudaraku, berbahaya sekali kalau hanya mementingkan diri sendiri, oleh sebab itu, saya dan saudara tidak boleh mementingkan diri sendiri.
Coba saja kita perhatikan dalam penggembalaan;
-      penggembalaan yang terkecil, yaitu nikah rumah tangga; kalau salah satu pasangannya mementingkan diri sendiri, pasti terjadi kekacauan dan terjadi segala macam kejahatan di dalamnya,
-      meningkat lagi dalam penggembalaan yang lebih besar, yaitu kandang penggembalaan, juga akan terjadi kekacauan dan kejahatan di dalamnya, kalau masing-masing anggota di dalam kandang penggembalaan hanya mementingkan diri sendiri.

Sedikit kesaksian;
Andaikata saya mementingkan diri sendiri, barangkali pembangunan rumah saya sudah selesai, tetapi panggilan Tuhan di pulau Nias ini, adalah nomor satu untuk saya.
Dan betul, setelah saya menginjak pulau Nias, pulau Nias membutuhkan pengajaran mempelai. Banyak kesaksian yang saya terima dan sangat mengerikan sekali, ada yang mengatakan bahwa Tuhan semua agama / keyakinan adalah sama.
Oleh sebab itu, kita semua di tempat ini tidak boleh mementingkan diri sendiri.

Dampak negatif kalau mementingkan diri sendiri.
1 Korintus 12: 17-19
(12:17) Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?
(12:18) Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
(12:19) Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?

-      Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran?
Maksudnya; kalau seluruh raga / tubuh ini adalah mata, bagaimana kita bisa dengar-dengaran terhadap suara firman?
-      Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?
Maksudnya; kalau seluruh raga / tubuh ini adalah telinga, bagaimana kita bisa menyembah kepada Tuhan?

Pendeknya; kalau tubuh ini hanya terdiri dari satu anggota, maka TIDAK TERWUJUD PEMBENTUKAN TUBUH KRISTUS, tidak mungkin terwujud kesatuan tubuh kristus dari berbagai suku kaum bahasa dan bangsa.
Bayangkan saja, kalau seandainya seluruh tubuh ini adalah mata, di mana telinganya, di mana hidungnya, di mana mulutnya dan lain sebagainya, sehingga akhirnya, tidak mungkin terjadi kesatuan tubuh Kristus.

Siapa yang meresponi pekerjaan Tuhan ini, kalau bukan kita?
Saya responi kerinduan Tuhan ini, sekalipun saya masih muda, sebab kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi. Barangkali kita banyak kelemahan, tetapi saya menghimbau, biarlah kita semua masing-masing merindukan apa yang dirindukan Tuhan, supaya kerinduan Tuhan terwujud. Oleh sebab itu, kita semua harus terbeban, bukan hanya hamba-hamba Tuhan, tetapi juga sidang jemaat.

Mari kita lihat suatu peristiwa yang menarik sekali; di mana mereka BERUSAHA MEMPERSATUKAN TUBUH, tetapi itu TIDAK TERWUJUD.
Kejadian 11: 4
(11:4) Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."

Keturunan dari Sem, Ham, Yafet pergi ke sebelah timur, ke Sinear, dan mereka menemukan daerah dataran di sana, kemudian mereka mendirikan SEBUAH KOTA dan MENARA YANG TINGGINYA SAMPAI KE LANGIT, tujuannya; SUPAYA MEREKA MENJADI SATU TUBUH, supaya mereka JANGAN BERSERAK.

Namun kita perhatikan ayat 7-8 ...
Kejadian 11: 7-8
(11:7) Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
(11:8) Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.

Tetapi kenyataannya, TIDAK TERWUJUD KESATUAN TUBUH, sebab mereka BERSERAK ke seluruh bumi.

Sekarang kita perhatikan ayat 3 ...
Kejadian 11: 3
(11:3) Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.

Dasar mereka untuk mempersatukan tubuh adalah dengan kekuatan manusia daging, karena mereka membuat batu bata untuk dijadikan sebagai batu, itu sebabnya tidak terwujud kesatuan tubuh.
Dasar dari tiap bangunan adalah batu, itulah korban Kristus, tetapi di sini kita lihat, BATU BATA DIJADIKAN BATU.
Batu bata adalah gambaran dari manusia daging. Batu bata itu terbuat dari tanah liat, gambaran dari manusia hina karena dosa, sehingga tidak akan terwujud kesatuan tubuh kalau mengandalkan manusia daging.

Kejadian 11: 9
(11:9) Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Kalau tidak ada kesatuan tubuh, maka disebutlah Babel.
Hati-hati, kalau dalam penggembalaan yang terkecil (yaitu nikah rumah tangga), tidak ada kesatuan hati, maka disebut Babel.
Kemudian, kalau dalam penggembalaan yang lebih besar (yaitu dalam kandang penggembalaan) tidak ada kesatuan antara gembala sidang dengan sidang jemaat, dan sidang jemaat dengan gembala sidang, itu disebut Babel. Tetapi kalau sidang jemaat dengar-dengaran terhadap gembala sidang, maka terjadi kesatuan.

Saudaraku, kesatuan tubuh Kristus harus terwujud, mulai dari timur sampai ke barat, dari pintu gerbang sampai ke Ruangan Maha Suci.

Kembali kita perhatikan; KALAU TIDAK ADA KESATUAN DISEBUT BABEL.
Wahyu 18: 2
(18:2) Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

Babel adalah tempatnya roh jahat dan tempatnya roh najis bersembunyi, yang sangat dibenci oleh Tuhan.
Jadi, kalau tidak ada kesatuan tubuh, menjadi TEMPATNYA ROH JAHAT dan ROH NAJIS yang sangat dibenci oleh Tuhan, itulah Babel.

Kita lihat persamaannya ...
Matius 8: 20
(8:20) Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Kalau tubuh menjadi tempatnya roh jahat dan roh najis, maka tubuh tidak menempatkan Kristus sebagai Kepala.
Itu sebabnya Yesus berkata sebagai keluhan: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Karena tubuh menjadi tempatnya roh jahat dan roh najis, sehingga tubuh tidak akan menempatkan Kristus sebagai kepala.

Kalau tubuh tidak menempatkan Kristus sebagai kepala, maka dengan otomatis, tubuh akan mengambil jalannya masing-masing, menuruti hati masing-masing, tidak mengikuti suara kepala, itulah Kristus.
Itulah sebabnya mengapa gereja Tuhan di hari-hari terakhir mengambil jalan masing-masing, tidak mengerti ibadah pelayanan, jauh dari ketekunan tiga macam ibadah sesuai dengan pola Kerajaan Sorga, karena tubuh tidak menempatkan Kristus sebagai kepala.

Kalau tubuh menjadi tempatnya serigala dan burung, maka tubuh tidak menempatkan Kristus sebagai kepala.
-      SERIGALA = ROH JAHAT.
Sekarang, kita lihat; PEKERJAAN DARI SERIGALA, YANG DISEBUT ROH JAHAT.
Yohanes 10: 12
(10:12) sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Pekerjaan dari si serigala adalah MENERKAM dan MENCERAI-BERAIKAN KAWANAN DOMBA, sehingga kawanan domba tidak tergembala dalam satu kandang satu gembala, liar, tidak dengar-dengaran terhadap suara gembala, tidak mengikuti geraknya firman penggembalaan yang membawa pada pembentukan tubuh Kristus yang sempurna.
Kalau anak-anak Tuhan tidak tergembala dalam satu kandang dengan satu gembala, berarti ia sedang diterkam oleh si serigala, itulah roh jahat, berarti banyak kejahatan-kejahatan yang belum dilepaskan.

-      BURUNG = ROH NAJIS.
Mari kita lihat; PEKERJAAN DARI ROH NAJIS.
Hagai 2: 11-15
(2:11) Pada tanggal dua puluh empat bulan yang kesembilan, pada tahun yang kedua zaman Darius, datanglah firman TUHAN kepada nabi Hagai, bunyinya:
(2:12) "Beginilah firman TUHAN semesta alam itu: Tanyakanlah pengajaran kepada para imam.
(2:13) Andaikata seseorang membawa daging kudus dalam punca bajunya, lalu dengan puncanya itu ia menyentuh roti atau sesuatu masakan atau anggur atau minyak atau sesuatu yang dapat dimakan, menjadi kuduskah yang disentuh itu?" Lalu para imam itu menjawab, katanya: "Tidak!"
(2:14) Berkatalah pula Hagai: "Jika seseorang yang najis oleh mayat menyentuh semuanya ini, menjadi najiskah yang disentuh itu?" Lalu para imam itu menjawab, katanya: "Tentu!"
(2:15) Maka berbicaralah Hagai, katanya: "Begitu juga dengan umat ini dan dengan bangsa ini di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, dan dengan segala yang dibuat tangan mereka; dan yang dipersembahkan mereka di sana adalah najis."

Oleh karena kenajisan umat Israel, PEMBANGUNAN RUMAH TUHAN TERHAMBAT, oleh sebab itu, hati-hati dengan roh najis!
Di hari-hari terakhir ini, semua orang mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar, tua muda, laki-laki perempuan, kaya miskin, mereka semua yang berada di luar Kristus dikuasai roh najis, itu sebabnya saya tidak pernah percaya dengan orang yang di luar Kristus, karena itu sangat menghambat pembangunan tubuh Kristus, menghambat pembangunan rumah Tuhan.

Bukankah Rasul Paulus telah mengatakan, bahwa dasar bangunan adalah korban Kristus? Tetapi kalau dikuasai roh najis, maka pembangunan tubuh Kristus akan terhambat.
Oleh sebab itu, biarlah kita sungguh-sungguh di dalam Tuhan.

Saya tidak katakan, bahwa saya adalah yang paling rohani. Sebelum terpanggil menjadi hamba Tuhan, saya hidup dengan bebas di luar Tuhan, tetapi saya bersyukur kepada Tuhan, orang yang hina, yang kecilnya tidak pernah menikmati kasih dari seorang ayah, mendapat panggilan dari Tuhan untuk bekerja di ladang-Nya.
Dan sampai malam hari ini, saya terus memohon kepada Tuhan, biarlah saya menjadi salah satu bagian yang bekerja dalam pembangunan tubuh Kristus. Mungkin saya kehilangan kasih bapa jasmani, tetapi saya memiliki kasih Bapa di sorga.
Kita datang dari latar belakang masing-masing, mungkin dari latar belakang orang berdosa dan kehilangan kasih, tetapi biarlah malam ini kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Tadi kita sudah lihat; Babel sudah hancur, sehingga tidak terwujud kesatuan tubuh Kristus.
Mari kita lihat ...
Jalan keluarnya.
Korintus 12: 20
(12:20) Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.

Banyak anggota tetapi hanya satu tubuh.
Ada banyak anggota tubuh; ada mata, hidung, tangan, telinga, kaki dan sebagainya, tetapi hanya satu tubuh, itu harus kita ketahui.

1 Korintus 12: 25
(12:25) supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

Jadi, supaya tidak ada perpecahan di antara anggota-anggota tubuh, maka harus SALING MEMPERHATIKAN.

SEDIKIT KESAKSIAN;
Setiap tiga bulan sekali, kami selalu mengirim majalah kepada hamba-hamba Tuhan dan anak-anak Tuhan ke berbagai-bagai daerah. Kalau saya egois, kalau saya mementingkan diri sendiri, jumlah pengiriman itu cukup untuk menambahkan kas gereja kami, tetapi saya belajar untuk saling memperhatikan, dan itu bukan kesombongan.

Ingat; BANYAK ANGGOTA TETAPI HARUS SATU TUBUH, supaya anggota yang banyak ini tidak terpecah, biarlah satu dengan yang lain saling memperhatikan.
Kita semua di tempat ini, perhatikanlah pekerjaan Tuhan, bukan hanya hamba-hamba Tuhan, tetapi imam-imam juga sidang jemaat, harus memperhatikan pekerjaan Tuhan, jangan tutup mata, jangan buta rohani.
Kalau tutup mata, berarti ada bagian daging yang menutupi, artinya; kalau hidup dengan keinginan daging pasti buta rohani.
Jadi, harus saling memperhatikan, apa pun pekerjaan Tuhan dalam kandang penggembalaan harus diperhatikan, jangan buta rohani, jangan ditutupi oleh hawa nafsu dan keinginan daging.

Ibrani 10: 24
(10:24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

Saling memperhatikan itu adalah KASIH ALLAH, sebaliknya kalau tidak memperhatikan, berarti tidak memiliki kasih Allah.

Ibrani 10: 25
(10:25) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Orang yang saling memperhatikan, orang yang memiliki kasih adalah orang yang TIDAK MENJAUHKAN DIRI DARI PERTEMUAN-PERTEMUAN IBADAH.

Mengapa ada perkataan pertemuan-pertemuan ibadah?
Kalau kandang penggembalaan dikaitkan dengan pola Tabernakel, terkena pada ruangan suci, di mana di dalamnya terdiri dari tiga macam alat -> ketekunan dalam tiga macam ibadah utama, sesuai dengan perikop Ibrani 10, yaitu ketekunan.
1.    MEJA ROTI SAJIAN  -> ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab (Bible Study), disertai dengan perjamuan suci.
2.    PELITA EMAS          -> ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu, disertai dengan kesaksian.
3.    MEZBAH DUPA        -> ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan (Bidston).
Itulah orang yang saling memperhatikan, orang yang saling menasihati, mendorong dalam kasih.
Jadi, kekuatan untuk mendorong satu dengan yang lain bukan dengan kekuatan daging tetapi dengan dorongan kasih / saling memperhatikan.
Didorong dalam kasih berarti tidak membiarkan kerohanian diam di tempat.

Yohanes 10: 16
(10:16) Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Yesus adalah Gembala yang baik, Dia tidak hanya memperhatikan umat Israel, tetapi Yesus juga memperhatikan domba-domba lain (orang kafir), itulah saya dan saudara.
Kalau saja Gembala Agung egois, maka hanya umat Israel saja yang selamat, tetapi Gembala Agung penuh dengan kasih, memperhatikan domba-domba lain, memperhatikan kita semua yang adalah orang kafir, persis seperti perempuan Siro-Fenisia, yang digambarkan seperti anjing.
Kesukaan anjing adalah menjilat borok dan muntah, artinya; menyukai dosa dan kembali melakukan kejahatan, itulah saya dan saudara, tetapi Gembala Agung memperhatikan kita, itulah kasih Gembala Agung.

Yohanes 10: 17
(10:17) Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.

Perhatian Gembala Agung terhadap domba-domba lain (orang kafir) itu adalah kasih Allah.
Kasih Allah itu mengorbankan anak-Nya yang tunggal, Yesus telah mengorbankan nyawa-Nya di atas kayu salib, itu adalah kasih Allah.
Tetapi apakah kita masih berdiam diri terhadap sikap dari Gembala Agung, apakah kita masih mempertahankan kesombongan, kebodohan, menikmati dosa? Begitu kejamnya saya dan saudara, kalau kita tidak memperhatikan apa yang dilakukan oleh Gembala Agung, di mana Dia menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib.
Biarlah kita belajar menghargai kasih Gembala Agung. Kalau kasih-Nya tidak sampai pada orang kafir, maka habislah kita semua di tempat ini.

Kembali kita memperhatikan ayat 17 ...
Yohanes 10: 17
(10:17) Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.

Perhatian Yesus Kristus, lewat pengorbanan-Nya, itu merupakan kasih-Nya yang besar atas kehidupan saya dan saudara, untuk mempersatukan kafir dengan Israel.

Saudaraku, setelah terjadi persekutuan antara kandang penggembalaan GPT “BETANIA” Serang & Cilegon dengan PGPT (Persekutuan Gereja Pantekosta Tabernakel) se-kabupaten Nias Selatan, di mana GPT Lolomatua (Nias Selatan) sebagai tuan rumah, maka akan berlanjut lagi persekutuan yang lebih besar antara kafir dan Israelkandang penggembalaan yang terbesar yang bersifat internasional, di mana Yesus Kristus sebagai Gembala Agung.
Pembangunan ini mengarah pada tubuh Kristus bukan pada Babel, bukan pada roh jahat dan roh najis.
Hal ini harus dikerjakan; oleh sebab itu, tidak boleh mementingkan diri sendiri lagi, supaya jangan terjadi perpecahan.

Wahyu 7: 9
(7:9) Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

Di sini kita perhatikan; terjadinya kesatuan, himpunan besar dari jumlah orang banyak yang tidak terhitung banyaknya, dari berbagai suku, kaum, bahasa dan bangsa, inilah penggembalaan yang bersifat internasional dengan satu Gembala, yaitu Yesus Kristus, semua oleh karena kasih-Nya, sehingga terwujud penyatuan tubuh Kristus dari berbagai suku, kaum, bahasa dan bangsa.

Kemudian, kalau kita perhatikan; di hadapan takhta Allah dan di hadapan Anak Domba, mereka memegang daun-daun palem di tangan mereka, itu menunjuk Hari Raya Pondok Daun.
Hari Raya Pondok Daun adalah hari raya ketujuh, hari raya terakhir, hari raya perhentian rumah Bapa di sorga / hari raya Tabernakel.
Saudaraku, semoga dalam kumpulan besar ini, kita menjadi salah satu di antaranya.

Kita lihat persamaan ayat ini.
Wahyu 19: 6
(19:6) Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

Di sini kita lihat kembali; himpunan besar orang banyak ini adalah penggembalaan internasional (kafir dan Israel), di mana Yesus yang menjadi Gembala.
Kalau kita perhatikan perikopnya, ini adalah perjamuan kawin Anak Domba, berarti kumpulan besar yang tidak terhitung jumlahnya masuk dalam pesta nikah Anak Domba, di mana mereka juga adalah yang memegang daun-daun palem.

Keadaan dari mempelai perempuan (tubuh Kristus yang sempurna).
YANG PERTAMA.
Wahyu 19: 7
(19:7) Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Mereka bersukacita dan bersorak-sorai, inilah yang disebut SUKACITA MEMPELAI.

Yohanes 3: 29
(3:29) Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Sukacita mempelai datangnya ketika kita mendengarkan pengajaran mempelai.
Supaya sukacita itu penuh, biarlah mulai malam ini kita mendengarkan pengajaran mempelai yang membawa dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna menjadi mempelai perempuan Tuhan.

Sepuluh gadis menantikan menyongsong mempelai laki-laki sorga, tetapi yang masuk dalam pesta nikah Anak Domba, masuk dalam perjamuan kawin anak domba adalah lima gadis yang bijaksana = sukacita penuh.
Sukacita dari lima gadis yang bodoh tidak penuh sebab mereka tidak masuk dalam pesta nikah anak domba / tidak masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sebab lima gadis yang bodoh hanya membawa pelita tetapi tidak membawa minyak dalam buli-buli, berbeda dengan lima gadis yang bijaksana.
Barangkali selama di dunia ini kita memiliki harta yang melimpah, tetapi kalau tidak masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba, maka sukacita itu tidak penuh.
Ayodengar pengajaran mempelai, jangan surutkan diri untuk mendengar firman pengajaran yang rahasianya dibukakan! Kobarkan pengajaran mempelai supaya gereja Tuhan mengalami sukacita penuh.
Saya tidak bermaksud untuk mengajari saudara, tetapi ini adalah firman Tuhan / kebenaran.

Keadaan dari mempelai perempuan (tubuh Kristus yang sempurna).
YANG KEDUA.
Wahyu 19: 8
(19:8) Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

Kumpulan besar tadi dikaruniakan untuk memakai LENAN HALUS.
Lenan halus adalah perbuatan-perbuatan benar dari orang-orang kudus.
Biarlah kita belajar mengenakan pakaian lenan, itu adalah pakaian imam-imam.
Berarti, dalam pelayanan ini kita harus hidup dalam kebenaran, hidup dalam kekudusan, tidak boleh hanya datang, duduk, lalu pulang, tetapi harus memperhatikan pelayanan, harus melayani Tuhan.
Dikaruniakan, berarti; dipercayakan.

1 Korintus 12: 27-28
(12:27) Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
(12:28) Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkanuntuk melayaniuntuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

Kalau terwujud kesatuan tubuh Kristus dipercayakan jabatan;
-      RASUL
Kalau kita kaitkan dengan lima jari, jabatan rasul terkena pada jari jempol = luar biasa.
-      NABI
Kalau dikaitkan dengan lima jari, jabatan nabi terkena pada jari telunjuk.
Tugas nabi adalah untuk menunjuk dosa. Oleh sebab itu, nabi Natan tidak segan-segan menegor dosa Daud, sekalipun Daud adalah seorang raja.
Firman nubuatan, firman para nabi = firman pengajaran yang rahasianya dibukakan.
Dalam Mazmur 119: 130 dikatakan: “Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
Seandainya malam ini terjadi penyucian dosa, terima saja, seperti Daud mengakui dosa dengan hancur dan menangis.
-      PENGAJAR = GURU.
Kalau dikaitkan dengan lima jari, jabatan guru terkena pada jari kelingking.
Guru berarti mengajar dalam segala perkaramemperhatikan hal kecil sekalipun.
-      GEMBALA.
Kalau dikaitkan dengan lima jari, jabatan gembala terkena pada jari manis, berarti kasihnya tidak berkesudahan.
-      PENGINJIL.
Kalau dikaitkan dengan lima jari, jabatan penginjil terkena pada jari tengah, jari yang paling menonjol sendiri.

Biarlah kiranya Tuhan mengaruniakan lima jabatan ini bagi kita supaya Tuhan membuka jalan bagi kita semua, dan akhirnya kita masing-masing berkata-kata dalam bahasa Roh.

1 Korintus 12: 29-31
(12:29) Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,
(12:30) atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
(12:31) Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

Bahasa Roh merupakan nyanyian baru, sama seperti hubungan suami isteri, semakin hubungan mereka intim, banyak kata-kata baru yang terucap yang tidak diketahui orang lain, itulah hari perhentian bagi orang yang lelah.

Wahyu 19: 9
(19:9) Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Biarlah kita semua masuk dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna supaya kita mengalami kebahagiaan yang kekal.
Kebahagiaan dari dunia ini sifatnya semu, tetapi kebahagiaan dari sorga kekal selama-lamanya, di mana di sana tidak ada lagi kesusahan, sebab semuanya merupakan satu kesatuan tubuh Kristus yang telah disempurnakan.
Kembali saya ingatkan; jangan mementingkan diri sendiri, supaya tidak terjadi perpecahan, segera responi apa yang menjadi keiginan / kerinduan Tuhan yang terbesar bagi kita sekaliannya. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment