KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, November 9, 2013

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 08 NOVEMBER 2013

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 08 NOVEMBER 2013

“DARI KITAB MALEAKHI”

Subtema: BANGSA ISRAEL MENAJISKAN PERJANJIAN NENEK MOYANG MEREKA.

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Oleh karena kasih-Nya, kita boleh berada di dalam rumah Tuhan, beribadah melayani Tuhan.

Segera kita memperhatikan Maleakhi 2: 10-11
Maleakhi 2: 10-11
(2:10) Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?
(2:11) Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing.

Bangsa Israel telah berkhianat satu sama lain oleh karena perbuatan-perbuatan orang-orang Yehuda, dimana mereka telah menjadi suami anak perempuan allah asing, sehingga MENAJISKAN PERJANJIAN NENEK MOYANG MEREKA.
Sekalipun bangsa Israel satu Bapa, itulah Bapa Abraham, Ishak dan Yakub, dan mereka satu Allah yang menciptakan langit bumi dan segala isinya, tetapi karena perbuatan dari Yehuda, mereka berkhianat satu sama lain, karena menajiskan perjanjian nenek moyang mereka.
Menajiskan perjanjian nenek moyang = MELANGKAHI FIRMAN TUHAN, berarti; tidak menghargai firman Tuhan.

Kalau firman ini Tuhan nyatakan, berarti di tengah-tengah kita masih ada yang berkhianat satu sama lain, itu pasti, tidak bisa tidak. Biarlah hal ini diperhatikan, kita belajar menghargai nikah rumah tangga, siapapun di antara kita.
Kalau tidak, sekalipun kita satu Bapa dan satu Tuhan, tetap saja terjadi pengkhianatan satu sama lain.

Keluaran 34: 11-13
(34:11) Tetapi engkau, berpeganglah pada yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini. Lihat, Aku akan menghalau dari depanmu orang Amori, orang Kanaan, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
(34:12) Berawas-awaslah, janganlah kauadakan perjanjian dengan penduduk negeri yang kaudatangi itu, supaya jangan mereka menjadi jerat bagimu di tengah-tengahmu.
(34:13) Sebaliknya, mezbah-mezbah mereka haruslah kamu rubuhkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, dan tiang-tiang berhala mereka kamu tebang.

Dengan jelas dinyatakan; perjanjian Allah dengan nenek moyang bangsa Israel, yaitu supaya mereka memisahkan diri dari tujuh penduduk negeri yang dijanjikan Tuhan Allah kepada mereka dan jangan bergaul dengan mereka, supaya jangan menjadi jerat bagi mereka.

Ezra 9: 1
(9:1) Sesudah semuanya itu terlaksana datanglah para pemuka mendekati aku dan berkata: "Orang-orang Israel awam, para imam dan orang-orang Lewi tidak memisahkan diri dari penduduk negeri dengan segala kekejiannya, yakni dari orang Kanaan, orang Het, orang Feris, orang Yebus, orang Amon, orang Moab, orang Mesir dan orang Amori.

Bangsa Israel tidak memisahkan diri dari penduduk negeri yang dijanjikan oleh Allah.
Ada tujuh penduduk negeri, tanah yang dijanjikan Allah, yaitu; orang Kanaan, orang Het, orang Feris, orang Yebus, orang Amon, orang Moab, dan orang Amori, ditambah lagi orang Mesir.
Dalam hal ini, bangsa Israel telah melanggar perjanjian nenek moyang mereka.

Ezra 9: 2
(9:2) Karena mereka telah mengambil isteri dari antara anak perempuan orang-orang itu untuk diri sendiri dan untuk anak-anak mereka, sehingga bercampurlah benih yang kudus dengan penduduk negeri, bahkan para pemuka dan penguasalah yang lebih dahulu melakukan perbuatan tidak setia itu."

Dan akhirnya mereka mengambil isteri dari antara anak perempuan penduduk negeri, sehingga bercampurlah benih yang kudus dengan penduduk negeri.
Ironisnya, yang terlebih dahulu melakukan hal itu adalah pemuka dan penguasa.
Pemuka-pemuka di sini adalah orang-orang yang telah dituakan oleh Tuhan, justru mereka itulah yang terlebih dahulu melakukan perbuatan keji di hadapan Tuhan.
Kalau pemuka / tua-tua / penguasa melakukan hal ini, otomatis hidupnya tidak menjadi kesaksian.
Kiranya firman ini diperhatikan dengan baik.

Kerugian-kerugian karena (melalaikan firman Tuhan) menajiskan perjanjian nenek moyang Israel.
YANG PERTAMA:
Ulangan 29: 25
(29:24) bahkan segala bangsa akan berkata: Apakah sebabnya TUHAN berbuat demikian kepada negeri ini? Apakah artinya murka yang hebat bernyala-nyala ini?
(29:25) Maka orang akan menjawab: Sebab mereka itu telah melalaikan perjanjian TUHAN, Allah nenek moyang mereka, yakni perjanjian yang diikat-Nya dengan mereka ketika mereka dibawa-Nya keluar dari tanah Mesir,
(29:26) dan sebab mereka itu sudah pergi berbakti kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, yakni allah yang tidak dikenal mereka dan yang tidak diberikan TUHAN kepada mereka sebagai bagiannya.
(29:27) Itulah sebabnya murka TUHAN bangkit terhadap negeri ini, sehingga didatangkan ke atasnya segala kutuk yang tertulis dalam kitab ini:

MENERIMA KUTUK.
Kutuk merupakan penghukuman dari Tuhan, bagaikan langit tembaga di atas kepala, dan orang yang menerima penghukuman yang bersifat kutuk adalah orang yang tidak menghargai korban Kristus, orang yang tidak mau bertobat.
Sesungguhnya kita mengetahui, Yesus telah tergantung di atas kayu salib untuk menerima penghukuman karena dosa manusia.
Itu sebabnya dalam kitab Galatia 3:13 dikatakan: ” terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib berarti kalau seseorang tidak menghargai salib, maka kutuk itu akan menjalar. Dan kalau kita perhatikan dalam kitab Ulangan 5:9, kutuk itu menjalar sampai keturunan yang keempat. Jadi jangan heran kalau tabiat dari bapa turun kepada anak juga sampai kepada cucu.

Mari kita perhatikan; KUTUK YANG TERTULIS DALAM KITAB INI.
Ulangan 28: 15
(28:15) "Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:

Tidak mendengar firman Tuhan dan tidak memperhatikan firman Tuhan, maka segala kutuk akan mencapai.
Tidak mendengar dan tidak memperhatikan firman Tuhan = melalaikan firman Tuhan seperti bangsa Israel telah menajiskan perjanjian nenek moyang mereka.

SALAH SATU KUTUK YANG DAPAT KITA LIHAT.
Ulangan 28: 16
(28:16) Terkutuklah engkau di kota dan terkutuklah engkau di ladang.

Terkutuklah engkau di KOTA dan terkutuklah engkau di LADANG.
-      KOTA raja besar à tempat kita beribadah sekaligus mempersembahkan korban kepada Tuhan.
Jadi sekalipun berada di tengah-tengah ibadah, suasana kutuk itu akan tetap berjalan, kalau melalaikan perjanjian, mengabaikan firman Tuhan.
-      LADANG à pekerjaan, pelayanan bagi Tuhan.
Jadi sekalipun bekerja, melayani Tuhan, keadaan kutuk itu akan tetap berjalan, kalau mengabaikan firman Tuhan.

Bukankah ini merugikan kita sekaliannya? Masakan kita berada di dalam kota Raja besar, itulah tempat kita beribadah sekaligus mempersembahkan korban, juga masakan kita melayani Tuhan namun kutuk itu tetap berlangsung? Tentu ini sangat disayangkan.
Bayangkan, sekalipun beribadah dan melayani tetapi suasana kutuk itu tetap berlangsung, bukankah ini mengerikan sekali?
Saya, sebagai seorang gembala, tahu arah dari ibadah pelayanan, sehingga kalau melihat kejadian-kejadian seperti ini, sangat mengerikan sekali tentunya.
Barangkali banyak kesalahan yang terjadi, tetapi biarlah itu tidak terjadi lagi, asalkan dosa masa lalu dituntaskan.
Dosa itu bagaikan pendendam, sebelum terbalaskan, ia tidak akan pernah berhenti. Oleh sebab itu dosa harus dituntaskan, diakui di hadapan Tuhan, tidak perlu malu mengakui dosa, supaya ada damai sejahtera.
                       
Kerugian-kerugian karena (melalaikan firman Tuhan) menajiskan perjanjian nenek moyang Israel.
YANG KEDUA:
Ulangan 29: 28
(29:28) TUHAN telah menyentakkan mereka dari tanah mereka dalam murka dan kepanasan amarah dan gusar-Nya yang hebat, lalu melemparkan mereka ke negeri lain, seperti yang terjadi sekarang ini.

DILEMPARKAN KE NEGERI LAIN = berada di pembuangan.
Kita mengetahui, bangsa Israel pernah dibuang ke Babel. Dibuang, berari dijajah. Dijajah adalah hal yang tidak enak, tidak ada kebebasan untuk beribadah melayani Tuhan.
                                                                                                                                    
Kiranya jangan sampai Tuhan melemparkan kita ke negeri lain, tidak berada di negeri pembuangan, tidak dijajah oleh apapun, berarti terlepas dari segala ikatan, dan terlepas dari segala perbudakkan dosa supaya kita bebas beribadah melayani Tuhan.

Ulangan 31: 20-21
(31:20) Sebab Aku akan membawa mereka ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka, yakni tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya; mereka akan makan dan kenyang dan menjadi gemuk, tetapi mereka akan berpaling kepada allah lain dan beribadah kepadanya. Aku ini akan dinista mereka dan perjanjian-Ku akan diingkari mereka.
(31:21) Maka apabila banyak kali mereka ditimpa malapetaka serta kesusahan, maka nyanyian ini akan menjadi kesaksian terhadap mereka, sebab nyanyian ini akan tetap melekat pada bibir keturunan mereka. Sebab Aku tahu niat yang dikandung mereka pada hari ini, sebelum Aku membawa mereka ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka."

Bangsa Israel melalaikan firman Tuhan / menajiskan perjanjian nenek moyang mereka, sehingga mereka ditimpa MALAPETAKA, serta KESUSAHAN.
Kita mengetahui dalam Wahyu 16, ada 7 malapetaka, dan itu menimbulkan kesusahan yang besar bagi mereka yang melalaikan firman Tuhan.

Semua itu telah terjadi kepada bangsa Israel secara keseluruhan, tetapi ini juga berlaku secara pribadi lepas pribadi, kalau ia mengabaikan / melalaikan firman Tuhan.

Oleh sebab itu, MARI KITA KAITKAN DENGAN PRIBADI SAUL.
1 Samuel 15: 1
(15:1) Berkatalah Samuel kepada Saul: "Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN.
 (15:2) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.
(15:3) Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."

Firman Tuhan kepada Saul, lewat perantaraaan nabi Samuel, yaitu;  supaya menumpas habis orang Amalek dari yang terkecil sampai yang terbesar, tua muda, laki-laki perempuan, kanak-kanak sampai anak-anak yang menyusui, bahkan seluruh ternak mereka,  baik lembu,  kambing domba,  keledai,  semua harus ditumpas habis tanpa belas kasih.

Kalau kita ingat kisah; pada waktu bangsa Israel keluar dari Mesir,  Amalek menghalang-halangi perjalanan bangsa Israel, mereka mencari barisan belakang, barisan yang paling lemah, mereka membunuh laki-laki maupun perempuan (Ulangan 25:17-19). Itu menunjukkan bahwa Amalek menghalang-halangi rencana Allah untuk membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, tanah perjanjian. Oleh sebab itu, Allah berfirman kepada Saul dengan perantaraan nabi Samuel untuk menumpas habis Amalek, orang-orangnya dan Agag raja Amalek, serta seluruh ternaknya tanpa belas kasihan.
Kita melihat rencana penyelamatan Allah kepada semua manusia termasuk Simon Petrus lewat salib Kristus, namun  Simon Petrus menolak salib,  dalam hal ini Simon Petrus menjadi batu sandungan terhadap rencana Allah yang besar. Orang yang menjadi batu sandungan terhadap rencana Allah yang besar adalah orang yang tidak menghargai salib Kristus.
Orang semacam ini hanya memikirkan apa yang dipikirkan oleh manusia, tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah. Pikiran Allah adalah untuk menyelamatkan manusia lewat salib Kristus (Matius 16:22-23).

Hati-hati, sebagai sidang jemaat jangan menjadi batu sandungan, sebab itu membuat syak orang lain, tidak membangun kerohanian orang lain.
Apakah kita tidak mempunyai hati nurani lagi, apakah hati kita bebal di hadapan Tuhan, sehingga susah untuk diubah? Melayani tetapi mementingan diri sendiri, itu membuat syak orang lain, menjadi batu sandungan, justru membuat orang lain berbantah-bantah, seperti bani Korah mempengaruhi orang lain.

1 Samuel 15: 7-9
(15:7) Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir.
(15:8) Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang.
(15:9) Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka.

Saul memukul kalah orang Amalek, baik kecil maupun besar, tua muda, laki-laki perempuan ditumpasnya, tetapi ia menyelamatkan dan membiarkan Agag, raja Amalek hidup. Demikian juga, ia menumpas  segala ternak dan hewan yang tidak berharga dan yang buruk,  tetapi menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun.
Berarti, dalam hal ini Saul melalaikan / mengabaikan firman Tuhan, persis seperti bangsa Israel yang menajiskan perjanjian nenek moyang mereka.

-      AGAG, RAJA AMALEK, adalah gambaran dari iblis setan, itulah ROH JAHAT dan ROH NAJIS.
Kita disebut laskar Kristus, maju berperang di tengah-tengah ibadah pelayanan, tetapi kalau membiarkan roh jahat dengan perbuatan-perbuatan jahat dan roh najis sehingga tetap dengan segala kenajisan, sama artinya tidak menghargai firman Tuhan.
Babel adalah tempatnya roh jahat dan roh najis yang sangat dibenci oleh Tuhan.
Apa yang dibenci oleh Tuhan, seharusnya itu juga yang kita benci. Menyukai apa yang dibenci oleh Tuhan, berarti kita berpihak kepada musuh untuk melawan Allah. Apakah kita menyadari hal ini?

-      LEMBU-LEMBU DAN KAMBING DOMBA YANG TAMBUN à daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Galatia 5: 19-21
(5:19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
(5:20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
(5:21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Ada 15 perbuatan daging, yaitu;
1.  Percabulan                                6.  Perseteruan                                    11. Percideraan
2.  Kecemaran                                7.  Perselisihan                                    12. Roh pemecah
3.  Hawa nafsu                              8.  Iri hati                                 13. Kedengkian
4.  Penyembahan berhala              9.  Amarah                               14. Kemabukan
5.  Sihir                                          10.Kepentingan diri sendiri      15. Pesta pora

Barangsiapa melakukan 15 perbuatan daging, ia tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Itu sebabnya firman Allah dengan perantaraan nabi Samuel terhadap Saul; supaya menumpas habis segala hewan dan ternak, yang tambun dan berharga.

Apa artinya kita maju berperang sebagai laskar Kristus, dan melayani Tuhan, tetapi hidup dalam hawa nafsu dan keinginan daging.
Barangkali firman ini sudah berulang kali kita dengar, tetapi mengapa hal ini masih terus terjadi?
Begitu bebalkah kita di hadapan Tuhan, sampai jauh dari hati bijaksana? Bukankah perbuatan ini tidak mendatangkan keselamatan, tetapi mengapa kita lebih menyukai perbuatan ini?
Lihat, orang yang hidup menurut hawa nafsu, di situ terjadi percideraan, roh pemecah, amarah, dan sebagainya.

Roma 8: 5
(8:5) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

Mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging.
Kalau hidup menurut hawa nafsu daging, ia pasti memikirkan apa yang menyenangkan untuk daging, ia tidak akan pernah memikirkan perkara-perkara di atas / di sorga, tidak akan memikirkan perkara-perkara rohani, tidak memikirkan pekerjaan Tuhan, selain untuk menyenangkan diri sendiri.

Roma 8: 7
(8:7) Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

Hidup menurut hawa nafsu daging menjadi seteru Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah.
Apakah kita merasa nyaman dan tenang oleh karena menuruti hawa nafsu daging sehingga menjadi seteru Allah? Saya kira, itu tidak mungkin.

1 Samuel 15: 10-11
(15:10) Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian:
(15:11) "Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku." Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.

Saul tidak menghargai firman Tuhan, itu menunjukkan bahwa IA TELAH BERBALIK DARI PADA TUHAN.
Jadi, jangan sampai kita punya pemikiran bahwa kita ini masih berada di pihak Tuhan, padahal kita tidak menghargai firman Tuhan.
Kalau tidak takluk pada hukum Allah, sudah pasti menjadi seteru Allah. lihat saja pernyataan Tuhan kepada nabi Samuel: “...ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku ...”, sehingga kalau kita perhatikan di sini; Tuhan menyesal.
Penyesalan Tuhan tidak sama dengan penyesalan manusia. Kalau Tuhan menyesal itu mengerikan sekali, karena penyesalan Tuhan terjadi hanya satu kali, tidak untuk dua kali, tetapi manusia berkali-kali menyesal karena berkali-kali melakukan kesalahan.

Selain membuat Tuhan menyesal, perbuatan Saul itu juga membuat SAKIT HATI SAMUEL.
Nabi = firman nubuatan, berarti itu menggambarkan sakit hati seorang hamba Tuhan yang menyampaikan firman nubuatan.  Sehingga sepanjang malam nabi Samuel berseru kepada Tuhan.
Sebagai seorang bapa, tahu anak-anaknya satu per satu. Sebagai gembala, tahu bagaimana keadaan domba-domba sebagai sidang jemaat. Sebagai seorang gembala, hati saya sering sakit, dan tidak sedikit berseru kepada Tuhan, tidak  sedikit menangis kepada Tuhan karena keadaan seseorang berbalik  dari Tuhan. Tetapi saya tidak boleh lari dari kenyataan, saya harus menghadapi hal itu.
Tetapi, dari peristiwa yang saya alami, saya harus mengambil sisi positifnya. Sebagai seorang hamba Tuhan yang menyampaikan firman nubuatan, memang harus berseru-seru kepada Tuhan semalam-malaman untuk menjaga kawanan domba, bahkan saya harus bergumul semalam-malaman, dan tidak ada satu pun yang tahu.

1 Samuel 15: 13
(15:13) Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN."

Ketika Samuel bertemu dengan Saul, Saul berkata: “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN.
Saul tidak menyadari bahwa ia telah berbalik dari Tuhan karena sesungguhnya ia telah melalaikan / mengabaikan firman Tuhan = tidak sadar diri.

1 Samuel 15: 14, 18-21
(15:14) Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?"
(15:18) TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.
(15:19) Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?"
(15:20) Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.
(15:21) Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."

Kembali saya katakan; Saul mengabaikan firman Tuhan karena ia telah mengambil jarahan, itulah lembu-lembu, domba-domba yang tambun, sesungguhnya itu harus ditumpas namun Saul membiarkannya hidup-hidup, dengan alasan untuk dipersembahkan sebagai korban persembahan kepada Tuhan, ini menunjukkan kekerasan hati.
Orang yang keras hati adalah orang yang paling pintar mencari alasan, supaya tidak terlihat kekerasan hatinya.
Kemudian, ia juga membiarkan Agag, raja Amalek, hidup. Hal ini tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

Sekarang kita perhatikan ayat 22 ...
1 Samuel 15: 22
(15:22) Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

Alasan Saul mengambil lembu-lembu dan domba-domba yang tambun adalah untuk dipersembahkan sebagai korban  persembahan kepada Tuhan.
Tetapi dengan jelas Samuel mengatakan: “... mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
Sesungguhnya:
- MENDENGAR FIRMAN TUHAN itu jauh lebih baik dari pada mempersembahkan KORBAN SEMBELIHAN.
- MEMPERHATIKAN FIRMAN TUHAN lebih baik dari LEMAK DOMBA-DOMBA JANTAN.
Mendengar dan memperhatikan firman Tuhan jauh lebih baik dari pada mempersembahkan korban sebelihan dan lemak domba-domba jantan, sebab bila korban sembelihan dan lemak domba-domba jantan yang lebih penting, dari pada mendengar dan memperhatikan firman Tuhan = berada di bawah hukum Taurat / hidup seperti berada di dalam perjanjian lama, dimana ibadah itu dilangsungkan secara lahiriah. Kalau ibadah dilangsungkan secara lahiriah, berarti mulut memuji Tuhan tetapi hatinya jauh dari Tuhan.

Saya tambahkan sedikit: Kalau hidup di bawah hukum Taurat, berarti;  tangan ganti tangan, gigi ganti gigi, mata ganti mata artinya, kejahatan dibalas dengan kejahatan = orang yang bersalah tidak luput dari penghukuman = tidak mendapat kesempatan untuk diselamatkan.

KITA MELIHAT BILA MENGABAIKAN / MELALAIKAN FIRMAN TUHAN.
1 Samuel 15: 23
(15:23) Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

Mengabaikan firman Tuhan adalah;
-      DOSA PENDURHAKAAN.
Kita memperhatikan kedurhakaan bani Korah; dia berkata-kata melawan Musa, yang dipilih Tuhan untuk menjadi gembala, untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir ke tanah Kanaan. Musa tidak mengangkat dirinya sebagai seorang gembala, sebagai seorang pemimpin atas bangsa Israel, tetapi di sini kita melihat bani Korah merasa diri bisa untuk memimpin bangsa Israel, dan ini adalah pendurhakaan seorang anak terhadap bapanya.
Dan akhirnya, bumi menelan bani Korah dan orang-orang yang berpihak kepada bani Korah.
Barangkali kita memang masih beribadah melayani kepada Tuhan, tetapi apabila kita mendurhaka dan mempengaruhi orang lain untuk melawan gembala, maka bumi akan menelan kita seperti Korah dan pengikutnya. Kalau ditelan bumi, maka tidak ada kesempatan untuk bertobat.
Tidak ada kehidupan di dalam dunia orang mati, karena disitulah tempatnya roh jahat iblis setan, ke sanalah Tuhan melemparkan Lucifer. Hati-hati dengan dosa pendurhakaan.

Kemudian, dengan jelas Samuel berkata, bahwa DOSA PENDURHAKAAN = DOSA BERTENUNG.
Dosa bertenung adalah dosa meramal, pergi kepada dukun untuk meramal masa depan.

Mari kita melihat ketika Saul bertenung…
1 Samuel 28: 7
(28:7) Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: "Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya." Para pegawainya menjawab dia: "Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah."
Saul pergi kepada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah-arwah untuk meminta petunjuk, sebab Allah telah meninggalkan Saul seperti yang telah dikatakan oleh Samuel bahwa Ia tidak lagi bersama-sama Saul.


1 Samuel 28: 8
(28:8) Lalu menyamarlah Saul, ia mengenakan pakaian lain dan pergilah ia dengan dua orang. Ketika mereka pada waktu malam sampai kepada perempuan itu, berkatalah Saul: "Cobalah engkau menenung bagiku dengan perantaraan arwah, dan panggillah supaya muncul kepadaku orang yang akan kusebut kepadamu."

Karena dosa bertenung, maka raja Saul MENYAMAR sehingga ia memakai pakaian lain.
Menyamar, berarti; mengubah jati diri.
Kalau kita adalah anak-anak Tuhan, kita harus menunjukkan jati diri kita dihadapan Tuhan, baik di rumah, di tempat bekerja, di sekolah, di tempat kuliah, di mana saja kita berada harus menunjukkan jati diri kita, tidak boleh seperti serigala berbulu domba, tidak boleh ada kemunafikan itulah yang disebut penyamaran.

Kemudian saat ia menyamar, ia mengganti pakaiannya dan MENGGUNAKAN PAKAIAN LAIN.
Pakaian à kelakuan sehari-hari.
Seorang raja seharusnya mengenakan pakaian kebesaran / pakaian raja, tetapi dengan mengenakan pakaian lain tidak menunjukkan bahwa ia adalah seorang raja.
Seharusnya, sebagai seorang raja ia harus memakai pakaian raja. Sebagai seorang imam, harus memakai baju efod, itulah yang benar.
BAJU EFOD adalah: pakaian imam besar disebut juga perhiasan kemuliaan.
Pakaian menunjuk kepada kelakuan hidup sehari-hari.

Mengabaikan firman Tuhan adalah;
-      KEDEGILAN HATI SESEORANG.
Kedegilan hati = kekerasan hati yang sangat sukar untuk diubah.
Kita telah melihat kedegilan hati bangsa Israel; sekalipun mereka telah melihat mujizat-mujizat yang diperbuat oleh Tuhan, tetapi terus menerus mereka melakukan kesalahan yang sama.

Kemudian dengan jelas, Samuel mengatakan bahwa KEDEGILAN = KEKERASAN HATI = dosa penyembahan berhala dan terafim.
·         Berhala adalah segala sesuatu yang melebihi dari Tuhan. orang yang keras hati digambarkan seperti tanah yang berbatu-batu. Kalau benih (firman Tuhan) itu ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ia segera tumbuh, namun hanya sebentar saja. Sehingga ketika ada aniaya / ujian datang, ia segera murtad, berbalik dari Tuhan, mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tidak suci = tidak tahan uji.
·         Terafim adalah kayu pahatan yang dijadikan berhala, untuk meminta petunjuk-petunjuk.

Akibat menolak / melangkahi firman Tuhan.
1 Samuel 15: 23
(15:23) Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

TUHAN MENOLAK SAUL SEBAGAI RAJA ATAS SELURUH ISRAEL.
Raja = imamat à pelayan-pelayan.
Itu sebabnya di dalam Tuhan (Lukas 22:26) dikatakan: “…yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.

Jadi kesimpulannya, kalau seseorang tidak memperhatikan firman Tuhan, melalaikan firman Tuhan, sekalipun ia melayani, namun sebetulnya Tuhan tidak mengakui dia sebagai seorang pelayan.
Berarti, pelayanan itu hanyalah karena keinginan diri sendiri, dan ini cukup merugikan diri sendiri, karena pelayanannya tidak ada artinya dihadapan Tuhan, ini perlu untuk diperhatikan.
Apa artinya kita berkorban namun tidak menghargai dan tidak memperhatikan firman Tuhan, untuk apa kita melakukan pekerjaan Tuhan (melayani) sementara Tuhan tidak mengakui?

Mari kita melihat pembelaan Saul ketika ia melangkahi firman Tuhan…
1 Samuel 15: 24-25
(15:24) Berkatalah Saul kepada Samuel: "Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka.
(15:25) Maka sekarang, ampunilah kiranya dosaku; kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN."

Di sini kita melihat, Saul mengaku dosa, ini merupakan PENGAKUAN DOSA YANG PERTAMA.
Saul mengaku dosa karena ia telah melangkahi firman Tuhan / titah Tuhan, tetapi PENGAKUAN DOSANYA TIDAK TUNTAS, sebab Saul berkata: “... aku takut kepada rakyat ...
Rupa-rupanya Saul lebih takut kepada manusia dari pada Tuhan. Orang yang semacam ini adalah orang yang suka mencari muka.

Berapa banyak kita mengaku dosa kepada Tuhan? ketika mendengar firman Tuhan kita bersuka hati, lalu dengan mudahnya mengaku dosa dan mengucapkan janji di hadapan Tuhan, tetapi kenyataannya terjadi pengulangan dosa.
Kalau kita mau mengakui dosa, pasti berusaha menyenangkan hati Tuhan, tidak lagi menyenangkan hati manusia. Seringkali kita menyukakan hati sendiri, tidak menyukakan hati Tuhan, dan itu membuat syak orang lain.
Biarpun seseorang pandai bicara, pandai bersaksi, biarpun ia banyak mengeluarkan air mata, tetapi saya tetap mempunyai pendirian, yaitu kembali kepada kebenaran firman Tuhan.

Dampak negatif tidak tuntas mengakui dosa.
1 Samuel 15: 25
(15:25) Maka sekarang, ampunilah kiranya dosaku; kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN."

Sesungguhnya menyembah Allah itu tidak harus dengan menggunakan syarat, tetapi di sini dikatakan: “ampunilah kiranya dosaku; kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN”, ini adalah penyembahan yang tidak benar.
Tidak perlu orang lain bersama-sama dengan kita, berpihak dengan kita, kalau memang harus menyembah, menyembah saja.

1 Samuel 15: 26
(15:26) Tetapi jawab Samuel kepada Saul: "Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel."

Tuhan tidak akan pernah lagi bersama-sama dengan Saul, sebab Roh Tuhan telah undur dari padanya.
-      Kalau melayani tanpa ROH TUHAN, itu tidak ada artinya.
-      Kalau melayani tanpa NABI, itulah firman nubuatan / pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel, itu tidak ada artinya.
-      Melayani tanpa PENYEMBAHAN yang benar = melayani tanpa KASIH, itu juga tidak benar.

1 Samuel 15: 27-28
(15:27) Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi terkoyak.
(15:28) Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: "TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.

Tuhan tidak lagi bersama-sama dengan Saul, sekalipun ia masih duduk di atas takhta raja, sesungguhnya ROH Tuhan telah undur dari Saul , FIRMAN Tuhan telah undur Saul dan KASIH Tuhan telah undur dari Saul, dengan bukti; terkoyaknya punca jubah Samuel karena Saul yang mengoyakkannya.
Di bawah punca jubah imam besar terdapat buah delima berselang seling dengan giring-giring, itu menunjukkan persekutuan dengan Allah di dalam urapan Roh-El Kudus. Tetapi dengan koyaknya punca jubah, maka Tuhan tidak bersama-sama lagi dengan Saul (tanpa persekutuan dengan Roh, Firman, dan Kasih Tuhan), sekalipun ia masih duduk di atas takhta menjadi raja.
Bagaimana dengan persekutuan kita kepada Tuhan, apakah lebih banyak bersekutu dengan roh jahat dan roh najis?
Kalau melayani dengan demikian tidak ada lagi artinya dihadapan Tuhan = hidup tidak berarti.

1 Samuel 15: 29
(15:29) Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal."

Penyesalan Tuhan menunjukkan bahwa Saul tidak akan menjadi raja, dan kalaupun Saul tidak menjadi raja, Tuhan tidak akan menyesal untuk yang kedua kalinya.
Semoga kita mau menyesal dan penyesalan kita permanen di hadapan Tuhan, malam ini dan seterusnya.

Sekarang kita melihat; pengakuan dosa yang kedua.
1 Samuel 15: 30
(15:30) Tetapi kata Saul: "Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu."

Untuk yang kedua kalinya Saul mengaku dosa, tetapi pengakuan dosanya tidak tuntas di hadapan Tuhan, karena ia MASIH MENGINGINKAN PENGHORMATAN DARI SEORANG NABI.
Orang yang ingin dihormati adalah orang yang masih mempertahankan harga dirinya dan orang yang mempertahankan harga diri adalah orang yang tidak akan pernah tuntas mengakui dosanya.
Yang saya tahu; ada tertulis di dalam 1 Timotius 5:17 “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar. “  orang yang menerima pengajaran menghormati dua kali lipat orang yang memberikan pengajaran.
Kalau sidang jemaat masih mengharapkan untuk dihormati, maka ia tidak akan pernah tuntas mengakui dosa, sekalipun air matanya berderai begitu banyak.

Penyembahan yang benar adalah menyembah dalam roh dan kebenaran, tetapi kalau masih mengharapkan penghormatan, maka penyembahannya tidak akan berkenan.
Saya kira wajar, seorang gembala untuk mengajar kawanan domba supaya tersusun dengan rapi. Tetapi kalau sidang jemaat mempertahankan harga diri untuk dihormati, itu tidaklah masuk akal.
Kalau sidang jemaat menantikan penghormatan dari seorang gembala yang menyampaikan firman nubuatan / firman para nabi / firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, menunjukan bahwa ia orang yang tidak mau berubah, tidak mengakui dosanya dengan tuntas = keras hati.
Mengharapkan penghormatan dari seorang nabi karena masih mempertahankan harga diri adalah penyembahan berhala. Kiranya hal ini dijauhkan dari kita sekaliannya,  sebagaimana di dalam Keluaran 34:13 bunyinya: “…mezbah-mezbah mereka haruslah kamu rubuhkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, dan tiang-tiang berhala mereka kamu tebang.” 
Menebang tiang-tiang berhala itu adalah suatu keharusan supaya segala penyembahan berhala tidak lagi tegak berdiri, supaya nama Tuhan ditegakkan.

1 Samuel 15: 31
(15:31) Sesudah itu kembalilah Samuel mengikuti Saul. Dan Saul sujud menyembah kepada TUHAN.
(15:32) Lalu berkatalah Samuel: "Bawa ke mari Agag, raja Amalek itu." Dengan gembira Agag pergi kepadanya, sebab pikirnya: "Sesungguhnya, kepahitan maut telah lewat."
(15:33) Tetapi kata Samuel: "Seperti pedangmu membuat perempuan-perempuan kehilangan anak, demikianlah ibumu akan kehilangan anak di antara perempuan-perempuan." Sesudah itu Samuel mencincang Agag di hadapan TUHAN di Gilgal.

Samuel mencincang, membunuh, menumpas habis Agag, raja Amalek di hadapan Tuhan, tanpa belas kasihan.
Kalau membiarkan Agag, raja Amalek hidup = membiarkan roh jahat dan roh najis merajalela.
Roh jahat dan roh najis menyebabkan kematian rohani dari pada anak-anak Tuhan, sehingga di sini kita perhatikan; Samuel berkata kepada Agag raja Amalek: “seperti pedangmu membuat perempuan-perempuan kehilangan anaknya. Perempuan-perempuan = para ibu.
Para ibu-ibu à gembala sidang.
Gembala sidang akan kehilangan sidang jemaat sebagai anak-anak rohani, kalau roh jahat dan roh najis merajalela atas mereka.
Itu sebabnya Samuel mencincang-cincang Agag, raja Amalek tanpa belas kasihan, untuk itu sidang jemaat mengatakan amin, supaya nama Tuhan dipermuliakan.

Dan akhirnya ...
1 Samuel 15: 35
(15:35) Sampai hari matinya Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan TUHAN menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel.

Saul terpisah dari Tuhan untuk selama-lamanya.
Jangan sampai kita menajiskan firman Tuhan karena melangkahi firman Tuhan, sama seperti bangsa Israel menajiskan perjanjian nenek moyang mereka.
Banyak firman yang sudah kita terima, tetapi kalau kita tidak memperhatikannya, tentu itu sangat disayangkan.

Jalan keluarnya.
Ulangan 28: 1
(28:1) "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
Mendengarkan firman Tuhan Allah dan melakukannya dengan setia segala perintah-Nya, maka Tuhan Allah akan mengangkat saya dan saudara di antara segala bangsa di atas muka bumi ini.
Diangkat, berarti; naik bukan turun, kepala bukan ekor.
Kalau kita kepala, maka tidak perlu dipimpin oleh siapapun, karena Roh Tuhan memimpin kita dalam seluruh kebenaran, berbeda dengan ekor yang terus mengikuti dari belakang = selalu diajar, selalu dipimpin.
Biarlah kita dengan baik mendengarkan suara Allah supaya nyata pengangkatan Tuhan kepada kita.

Berkat yang diterima apabila mendengar dan melakukannya dengan setia…
Ulangan 28: 2-7
(28:2) Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
(28:3) Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
(28:4) Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
(28:5) Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
(28:6) Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
(28:7) TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.

-      BERKAT YANG PERTAMA; DIBERKATILAH DI KOTA DAN DIBERKATILAH ENGKAU DI LADANG.
·         KOTA itu adalah kota raja besar, penuh dengan keramaian à tempat kita beribadah kepada Tuhan.
Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup sekarang maupun untuk hidup yang akan datang.
·         LADANG à tempat kita bekerja, melayani Tuhan.
Kalau pekerjaan pelayanan kita diberkati, maka apa yang kita perbuat, apa yang kita kerjakan di hadapan Tuhan, berkenan di hadapan Tuhan, tidak menjadi sia-sia.

-      BERKAT YANG KEDUA; DIBERKATILAH BUAH KANDUNGAN.
Buah kandungan adalah anak, dan itu diberkati, baik juga buah kandungan dari ternak diberkati oleh Tuhan, hasil tanah juga diberkati.
Tanah yang diberkati adalah tanah yang subur, tanah yang lembut, yang telah digarap dan dikerjakan oleh firman Tuhan, maka ia akan menghasilkan buah;
100 kali lipat, itulah Kerajaan Sorga
60 kali lipat, itulah ibadah pelayanan
30 kali lipat, itulah kehidupan baru, memulai babak baru, seperti Yesus Kristus setelah dibaptis selanjutnya ia memulai pelayanan pada usia 30 tahun.

-      BERKAT YANG KETIGA; DIBERKATILAH BAKUL DAN TEMPAT ADONAN.
Bakul yang diberkati adalah bakul yang terisi penuh.
Biarlah kita penuh dengan firman, penuh dengan Roh-El Kudus, penuh dengan kasih Allah.
Adonan yang diberkati, berarti; tidak ada ragi, hidup tanpa ragi. Sesungguhnya, sedikit ragi akan mengkhamiri seluruh adonan, berarti adonan yang diberkati adalah adonan tanpa ragi, tanpa dosa kejahatan dan dosa keburukan.

-      BERKAT YANG KEEMPAT; DIBERKATILAH PADA WAKTU MASUK DAN DIBERKATILAH PADA WAKTU KELUAR.
Ini adalah gambaran dari kehidupan yang tergembala dengan baik (Yohanes 10:9).
Kalau kita tergembala dengan baik, setiap saat, setiap waktu akan diberkati, baik waktu keluar, baik waktu masuk akan menemukan padang rumput , itulah rumput penggembalaan, kebenaran yang senantiasa menggembalakan kehidupan kita setiap saat, setiap waktu, di manapun kita berada.

-      BERKAT YANG KELIMA; MUSUH YANG MAJU TERPUKUL KALAH.
Musuh kita adalah penghulu-penghulu di udara yang gelap, dengan segala tipu muslihatnya.
Jadi, kita berjuang bukan melawan darah dan daging tetapi penghulu-penghulu di udara yang gelap dengan segala tipu muslihatnya.

Ibrani 8: 7
(8:7) Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.
(8:8) Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,
(8:9) bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan.
(8:10) "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Menghargai perjanjian Tuhan, berarti menaruh hukum itu di dalam hati dan di dalam akal budi, dan di sini dikatakan: “Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku”

Ibrani 8: 11-13
(8:11) Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
(8:12) Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."
(8:13) Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

Kalau firman Tuhan tertulis dalam hati kita, itu menunjukkan bahwa kita menghargai perjanjian yang Tuhan buat bagi kita, dan Tuhan menaruh hukum-Nya pada pikiran kita, dan kita menjadi umat Tuhan.

Yehezkiel 36: 7-9
(36:7) Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku bersumpah bahwa bangsa-bangsa yang di sekitarmu sendiri pasti akan menanggung noda mereka.
(36:8) Maka kamu, gunung-gunung Israel, akan bertunas kembali dan akan memberi buah untuk umat-Ku Israel, sebab mereka akan segera kembali.

Di sini kita melihat; gunung-gunung Israel akan bertunas kembali.
Kalau firman mendapat tempat dalam hati kita, maka gunung-gunung Israel akan bertunas kembali, itu menunjuk kepada kelembutan hati.
Biarlah firman Tuhan memperoleh tempat dalam hati kita, menghargai perjanjian yang baru dengan Tuhan, sehingga dengan demikian, gunung-gunung Israel akan bertunas kembali.

Yehezkiel 36: 9
 (36:9) Hati-Ku akan baik kembali dan Aku akan berpaling kepadamu dan kamu akan dikerjakan dan ditaburi.

Tuhan kembali memberikan kebaikan kepada saya dan saudara, berarti Tuhan akan menggarap, mengerjakan hati kita semua, sehingga tidak ada lagi benih yang kudus bercampur dengan benih yang tidak kudus.

Yehezkiel 36: 25-26
(36:25) Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu.
(36:26) Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Selanjutnya Tuhan mentahirkan kita semua dengan air yang jernih, sehingga kita semua terlepas dari segala dosa kenajisan dan berhala-berhala.
Kemudian Tuhan akan memberikan hati yang baru, roh yang baru di dalam batin, dan Tuhan menjauhkan dari tubuh kita hati yang keras dan memberikan hati yang taat kepada kita sekaliannya.
Biarlah kiranya firman ini tidak diabaikan begitu saja. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang



















No comments:

Post a Comment