KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, November 20, 2013

IBADAH RAYA MINGGU, 17 NOVEMBER 2013


IBADAH RAYA MINGGU, 17 NOVEMBER 2013

Tema: JEMAAT DI TIATIRA (Wahyu 2: 18-29)
           (Seri 05)

Subtema: TIDAK CEMAR BERARTI MENERIMA CAHAYA INJIL KEMULIAAN,
                MEMBAWA KEPADA HIDUP YANG KEKAL.

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Oleh karena kasih-Nya, kita boleh berada di dalam rumah Tuhan, beribadah melayani kepada Tuhan.
Kita beribadah di tempat yang Tuhan pilih, sekaligus mempersembahkan segala korban kepada Dia yang layak menerima segala puji dan hormat, kebesaran dan keagungan.

Kita kembali memperhatikan sidang jemaat di Tiatira dari kitab Wahyu 2: 18-29.
Malam hari ini kita akan memperhatikan ayat 24.
Wahyu 2: 24
(2:24) Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

Kita telah menerima 4 seri sebelumnya, dan kita telah melihat bagaimana Tuhan menyatakan keadaan dari pada sidang jemaat di Tiatira, mulai dari kelebihan-kelebihan mereka maupun kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam sidang jemaat di Tiatira.
Rupa-rupanya di antara sidang jemaat di Tiatira ada orang-orang lain yang tidak mengikuti ajaran Izebel dan tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk beluk iblis.
Tidak mengikuti ajaran Izebel dan tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk beluk iblis, artinya; TIDAK MENCEMARKAN DIRI DENGAN AJARAN-AJARAN PALSU.

2 Korintus 11: 3
(11:3) Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
Rasul Paulus berupaya untuk melepaskan sidang jemaat di Korintus dari ajaran sesat yang mencemarkan.

2 Korintus 11: 2
(11:2) Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Rasul Paulus mempertunangkan sidang jemaat di Korintus kepada satu laki-laki, itu sebabnya Rasul Paulus berusaha membawa sidang jemaat di Korintus sebagai perawan suci kepada Kristus, Dialah Mempelai Laki-Laki Sorga.

Wahyu 14: 1
(14:1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

Anak Domba berdiri dibukit Sion, dan bersama-sama dengan Dia ada 144000 orang.

Wahyu 14: 4
(14:4) Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

Perawan suci, berarti; tidak mencemarkan diri dengan perempuan-perempuan, itulah keadaan 144000 orang.
Saudaraku, ada di antara kita laki-laki, sebagai anak Tuhan saya himbau; jangan cemarkan hati, pikiranmu kepada perempuan, apalagi yang tidak pantas untuk dipikirkan, dan orang yang demikian tidak layak untuk melayani Tuhan.
Sebaliknya perempuan; jangan pandai memikat, supaya laki-laki jangan cemar. Jangan berdiam diri tetapi ternyata penuh dengan misteri.
Hal ini saya sampaikan supaya kita mawas diri, jaga diri ke depan.

Mari kita lihat; PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG DIMAKSUD.
Ada dua perempuan-perempuan yang dimaksud.
YANG PERTAMA: PEREMPUAN KEJI.
Wahyu 17: 3
(17:3) Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.

Seorang perempuan menunggangi seekor binatang.

Lebih jauh kita melihat ayat 5 ...
Wahyu 17: 5
(17:5) Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
Perempuan keji ini, dialah Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur.

Wahyu 18: 2
(18:2) Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

Babel besar adalah tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyinya semua roh najis yang sangat dibenci oleh Tuhan.

Wahyu 17: 6
(17:6) Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.

Dengan roh jahat dan roh najis inilah perempuan keji mabuk dengan darah orang-orang kudus (memiliki kebenaran firman) dan mabuk dengan  darah saksi-saksi Yesus (hidup oleh Roh), itu sebabnya ia disebut perempuan keji, itulah Babel besar.

Dan memang, kalau kita kembali memperhatikan Wahyu 18 ...
Wahyu 18: 3
(18:3) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."

Banyak orang menjadi kaya tetapi oleh karena kelimpahan hawa nafsu, itu adalah perbuatan keji, itu menunjukkan bahwa ia telah bersundal dengan perempuan keji, itulah Babel besar.
Saudaraku, saya ingatkan; kalau kaya karena kelimpahan hawa nafsu berarti ia sedang berbuat cabul dengan perempuan keji, itulah Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur.
Perlu kita ketahui; kalau kenajisan dinikmati, itu tidak ada toleransinya. Oleh sebab itu, biarlah kita merubah segala pola pikir yang salah, rubah paradigma yang tidak beres.

Inilah ajaran-ajaran sesat dari salah satu perempuan yang mencemarkan. Kalau anak Tuhan hidup benar, hidup suci karena firman, hidupnya menjadi kesaksian oleh Roh tetapi tetap dikuasai roh najis, bukankah itu adalah perbuatan keji yang disebabkan oleh perempuan keji?

Ada dua perempuan-perempuan yang dimaksud.
YANG KEDUA: WANITA IZEBEL.
Wahyu 2: 14
(2:14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

Wanita Izebel mengajar dan menyesatkan hamba-hamba Tuhan, sehingga dua hal terlihat;
-      Hamba-hamba Tuhan berbuat zinah.
1 Raja-Raja 16: 31
(16:31) Seakan-akan belum cukup ia hidup dalam dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, maka ia mengambil pula Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon, menjadi isterinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya.

Ahab, Raja Israel, suami Izebel, akhirnya beribadah dan menyembah Baal oleh karena isterinya, Izebel.
Ini adalah perzinahan secara rohani.

1 Raja-Raja 16: 32
(16:32) Kemudian ia membuat mezbah untuk Baal itu di kuil Baal yang didirikannya di Samaria.

Selanjutnya, Ahab membuat mezbah untuk Baal di kuil Baal.
Mezbah adalah tempat untuk meletakkan segala korban persembahan, tentu korban kepada Baal, bukan kepada Tuhan.

Banyak orang Kristen berkorban, berjuang untuk hal-hal yang sifatnya lahiriah, misalnya; untuk pekerjaan, untuk sekolah, untuk kegiatan-kegiatan yang di atas muka bumi.
Berkorban untuk menuntut ilmu tidaklah salah, tetapi juga harus berkorban untuk Tuhan. Kalau hanya berkorban untuk perkara-perkara yang ada di muka bumi ini, persis seperti Ahab mendirikan mezbah untuk Baal.

1 Raja-Raja 16: 33
(16:33) Sesudah itu Ahab membuat patung Asyera, dan Ahab melanjutkan bertindak demikian, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya.

Selanjutnya Ahab mendirikan patung Asyera, sehingga menimbulkan sakit hati Tuhan Allah, lebih dari raja-raja Israel yang mendahuluinya. Juga 450 nabi-nabi (Baal) + 400 nabi-nabi (Asyera) turut menyembah Baal dan Asyera.
Apa yang diperbuat oleh Ahab dan 450 nabi Baal + 400 nabi-nabi Asyera, itu adalah perbuatan zinah secara rohani, sebab mereka telah menduakan hati Tuhan.
Kalau berjuang untuk segala sesuatu / perkara-perkara yang ada di tas muka bumi ini, tetapi tidak berjuang untuk Tuhan, itulah yang disebut perzinahan secara rohani.
Tidak salah berjuang untuk mendatangkan kebaikan di atas muka bumi ini, tetapi kita juga harus berjuang melayani Tuhan.

-      Hamba-hamba Tuhan makan persembahan berhala.
1 Raja-Raja 18: 19
(18:19) Sebab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel, juga nabi-nabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu, yang mendapat makan dari meja istana Izebel."

450 nabi-nabi Baal dan 400 nabi-nabi Asyera mendapat makan dari meja istana Izebel = MAKAN PERSEMBAHAN-PERSEMBAHAN BERHALA = menikmati kebenaran dari berhala.
Firman Tuhan adalah kebenaran, itulah makanan rohani yang harus kita nikmati, sesungguhnya tidak ada kebenaran yang ditimbulkan oleh berhala.
Oleh sebab itu, adalah suatu kekeliruan kalau seseorang menikmati kebenaran dari berhala.
Berhala adalah segala sesuatu yang melebihi dari Tuhan, dan tidak ada kebenaran di dalamnya.

Saya tunjukkan salah satu berhala;
·        KEKERASAN HATI.
Kekerasan hati juga berhala, yang digambarkan seperti tanah yang berbatu-batu. Kalau benih ditaburkan di atas tanah yang berbatu – batu, memang ia segera tumbuh, tetapi ia tahan lama karena tidak berakar, sehingga ketika ada ujian karena firman, ia murtad. Berarti, kekerasan hati itu melebihi dari kebenaran firman = berhala
Apakah ada kebenaran dari kekerasan hati? tentu tidak ada bukan?
·        MERASA DIRI BAIK.
Kalau merasa diri baik, berarti melebihi dari kebenaran firman.
Apakah ada kebenaran jika seseorang merasa diri baik? tentu tidak ada

Tetapi di sini kita melihat nabi-nabi Tuhan makan dari persembahan-persembahan berhala, menikmati kebenaran dari berhala.
Sekali lagi saya katakan; tidak ada kebenaran yang berasal dari berhala.
Banyak orang Kristen, ketika ia tidak ke gereja berkata: “kalau saya ke gereja, saya tidak bekerja. Kalau saya tidak bekerja, dari mana saya makan? Dari mana saya menghidupi keluarga?” Bukankah itu adalah perkataan yang berasal dari kebenaran berhala?
Sedangkan kebenaran yang berasal dari firman Tuhan adalah; “carilah dahulu Kerajaan Sorga serta kebenarannya, maka segalanya akan ditambahkan kepadamu”.
Tetapi sangat disayangkan, banyak orang Kristen menikmati kebenaran dari berhala, persis seperti Ahab, serta 450 nabi-nabi Baal dan 400 nabi-nabi Asyera.

Bandingkan ketika kita duduk makan sehidangan dengan Allah dalam Kerajaan-Nya.
Matius 22: 3-4
(22:3) Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
(22:4) Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.

Dalam perjamuan kawin anak raja, telah tersedia / terhidang, yaitu lembu-lembu sebagai makanan.
Artinya; menikmati kebenaran yang berasal dari Kerajaan Sorga = kebenaran yang sejati.
Lembu à korban Kristus, korban penghapus dosa, inilah kebenaran yang sejati, inilah kebenaran yang dapat kita nikmati kalau duduk makan sehidangan dengan Allah dalam Kerajaan Sorga.
Tubuh, darah Yesus adalah makanan dan minuman, inilah yang dihidangkan dan yang harus kita makan, sebab itu adalah kebenaran dari Kerajaan Sorga.
Kebenaran yang sejati terletak pada korban Kristus, di luar korban Kristus / di luar salib Kristus tidak ada kebenaran, percayalah!

Lukas 22: 28-30
(22:28) Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.
(22:29) Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku,
(22:30) bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Kalau kita menikmati makanan yang berasal dari Kerjaaan Sorga, berarti tetap bersama-sama dengan Yesus di dalam penderitaan-Nya, menikmati korban-Nya / penderitaan-Nya, selanjutnya kita akan duduk di atas takhta untuk menghakimi 12 suku Israel, menghakimi dosa-dosa.
Kalau menikmati kebenaran dari berhala, tidak akan mampu menghakimi dosa-dosa, justru yang terjadi adalah sebaliknya menghakimi kebenaran; yang benar dipersalahkan, yang salah dibenarkan.
Dosa tidak dapat menghakimi, kalau kita menikmati betul penderitaan-Nya, kalau kita menikmati betul korban Kristus, kalau duduk makan sehindangan bersama dengan Dia.

Hai, pemuda yang telah mendapat pekerjaan. Engkau boleh bekerja dengan baik, sebab itu adalah pelayanan di tempat engkau bekerja, tetapi jangan sampai ada kebenaran dari situ. Jangan sampai tidak beribadah karena pekerjaan, karena kuliah, karena sekolah, karena urusan di dunia ini.
Ingat; kita datang dengan telanjang, ketika nanti kita kembali ke sorga kita tidak membawa apa-apa.

Kembali kita memperhatikan ...
Wahyu 14:  1
(14:1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

Di dahi 144000 orang tersebut tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
-      Kalau di dahi tertulis nama Yesus Kristus, berarti; di dalam pemikirannya hanya ada satu, itulah korban Kristus.
-      Selanjutnya, kalau di dahinya tertulis nama Bapanya, berarti di dalam pemikirannya hanya ada kasih Allah Bapa, tidak ada lagi yang lain.
Kalau kita memikirkan yang sederhana, hanya memikirkan korban Kristus dan kasih Allah Bapa, tidak ada yang lain, tidak memikirkan yang tinggi-tinggi.

Biarlah kiranya nama-Nya dan nama Bapa-Nya tertulis di dahi saya dan saudara malam hari ini dan seterusnya. Jangan izinkan pikiran memikirkan yang tidak baik dan yang tidak suci!
Orang setia tidak sempat memikirkan untuk melepaskan / memisahkan diri dari pasangannya, itulah pribadi Yesus Kristus.

Itu sebabnya dalam 2 Korintus 11 ...
2 Korintus 11: 3
(11:3) Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Rasul Paulus takut kalau-kalau pemikiran sidang jemaat di Korintus itu disesatkan dari kesetian mereka yang sejati kepada Kristus, sebagai Kepala, sama seperti Hawa telah diperdayakan oleh ajaran sesat, itulah perkataan-perkataan yang keluar dari mulut ular, sehingga Adam dan Hawa menjadi cemar / telanjang di hadapan Tuhan.
Itulah yang diwaspadai oleh Rasul Paulus, dan tentu itu juga yang ditakutkan, yang diwaspadai oleh setiap gembala sidang yang betul – betul memperhatikan kawanan domba dalam satu kandang penggembalaan.

Tadi kita sudah melihat; di dahi 144000 orang yang tidak mencemarkan diri dengan perempuan-perempuan itu tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Biarlah kiranya kita semakin hari, semakin rela diubahkan. Biarlah malam hari ini mujizat yang pertama terjadi, yaitu keubahan hidup, sehingga kita semakin dewasa rohani, berarti mengikuti geraknya pengajaran mempelai, sampai terwujudnya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Ikuti terus geraknya pengajaran mempelai, jangan dilepaskan, sehingga nikah jasmani diberkati, nikah rohani juga diberkati.
Saudaraku, jikalau masih mempertahankan ajaran izebel, tidak ada damai sejahtera di dalamnya, sebab wanita Izebel ini disebut juga wanita sihir (perubahan tanpa proses).

Kembali kita memperhatikan ...
Wahyu 14: 4
(14:4) Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
Perawan suci itu tidak tersentuh dosa, itu sebabnya perawan suci itu disebut murni. Di hadapan Tuhan mereka semua murni.

1 Korintus 5: 7-8
(5:7) Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
(5:8) Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Kemurnian dan kebenaran, berarti; tanpa ragi keburukan dan tanpa ragi kejahatan, disebut juga tanpa ragi yang lama, sehingga dengan demikian kita disebut adonan yang baru.
Adonan yang baru adalah hidup yang dibaharui, hidup yang diubahkan.
Kalau seseorang telah diubahkan menjadi baru, hidupnya pasti murni di hadapan Tuhan, tidak mungkin tidak.

Supaya kita hidup tanpa ragi keburukan dan tanpa ragi kejahatan, mari kita perhatikan; Sumber dari kemurnian dan kebenaran.
Wahyu 22: 1
(22:1) Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Air kehidupan yang jernih bagaikan kristal mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba à firman yang murni = injil Kerajaan = cahaya injil kemuliaan Allah.

2 Korintus 4: 3-4
(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
(4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Kalau tidak terjadi pembukaan rahasia firman Tuhan, dengan kata lain cahaya injil kemuliaan tidak disampaikan dalam kandang penggembalaan; akan BINASA.
Oleh sebab itu, jikalau Injil yang diberitakan itu masih tertutup, maka tertutup untuk mereka yang akan binasa. Berarti sangat mengandung resiko, kalau tidak menerima pembukaan rahasia firman Tuhan itulah cahaya Injil Kemuliaan = Injil Kerajaan.

2 Korintus 4: 5
(4:5) Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.

Di dalam injil Kerajaan (cahaya injil kemuliaan Allah), di dalamnya murni memberitakan tentang salib Kristus, memberitakan pribadi Yesus yang disalibkan, tidak ada pemberitaan yang lain, yaitu cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, takhayul-takhayul, apalagi kalau dalam pemberitaan menonjolkan si pemberita, itu bukanlah cahaya injil kemuliaan Allah, melainkan cahaya injil kemuliaan si pemberita.

Wahyu 22: 1
(22:1) Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Air yang mengalir keluar dari takhta Allah dan takha Anak Domba itu disebut sungai air kehidupan.
Berarti, setelah disucikan oleh cahaya injil kemuliaan, maka ada kehidupan yang kekal.

Yehezkiel 47: 1-6
(47:1) Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
(47:2) Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
(47:3) Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.
(47:4) Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.
(47:5) Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.

Yehezkiel mengukur air itu;
-      Ia mengukur 1000 hasta yang pertama; DALAMNYA SAMPAI DI PERGELANGAN KAKI.
Arti rohaninya; air kehidupan menyucikan dimulai dari jejak-jejak / perjalanan rohani kita

-      Ia mengukur 1000 hasta yang kedua; AIR ITU SUDAH SAMPAI DI LUTUT.
Arti rohaninya; air kehidupan menyucikan kehidupan kita untuk membawa kita masuk dalam penyembahan yang benar.
Berlutut, berarti menyembah, sebab lutut adalah kekuatan kita untuk menyembah Tuhan.
Kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel, doa penyembahan terkena pada mezbah dupa.
Dalam wahyu 11: 1, ada tiga yang diukur, mulai dari Bait Suci, mezbah dan mereka yang ada di dalamnya. Selain itu, diserahkan kepada bangsa-bangsa lain, itulah antikris, untuk dianiaya selama 42 bulan. Jadi kalau ibadah kita tidak memuncak sampai pada doa penyembahan, tidak tertutup kemungkinan akan diserahkan kepada antikris untuk dianiaya selama 42 bulan lamanya.
Itu sebabnya tadi saya katakan, lutut adalah kekuatan kita .

-      Ia mengukur 1000 hasta yang ketiga; AIR ITU SUDAH SAMPAI KE PINGGANG.
Berarti, firman Allah baru sebagian dari hidup / separuh dari hidup kita.
Posisi pinggang letaknya di perut, kalau firman itu sudah separuh nyawa, maka selanjutnya firman itu akan  membawa kita pada pembangunan tubuh Kristus.
Kalau firman Tuhan sebatas pinggang, berarti dari pinggang ke atas belum dikuasai oleh firman, sehingga dari pinggang ke atas bergerak karena keinginan dari daging itu sendiri. Berarti kalau firman itu sebatas sepergelangan kaki, tubuh / daging lebih leluasa digerakkan selanjutnya kalau air kehidupan itu hanya sebatas lutut berarti selebihnya (dari lutut ke atas) dengan leluasa bergerak itulah perbuatan – perbuatan daging yang belum disucikan / belum dikuasai oleh air kehidupan.

-      Ia mengukur 1000 hasta yang keempat; AIR SUDAH MENJADI SUNGAI.
Inilah yang disebut sungai air kehidupan.
Sungai air kehidupan itu tidak bisa disebrangi lagi oleh manusia. Artinya; daging tidak lagi punya keinginan / tidak hidup menurut hawa nafsu dan keinginan (daging tidak bersuara lagi) karena sungai air kehidupan yang menguasai hidup sepenuhnya, sama seperti ikan – ikan yang berenang.

Ketika air sampai pergelangan kaki dan sampai di lutut, daging masih bisa leluasa untuk bersuara, karena baru sebagian dari tubuh yang disucikan.
Bahkan sekalipun air sudah sampai ke pinggang, daging masih bisa bersuara, karena masih ada setengah dari tubuh / hidup yang belum dikuasai / disucikan oleh sungai air kehidupan.
Tetapi ketika air itu sudah meninggi, maka daging tidak bisa lagi bersuara, ia hanya bisa berenang, hidup sepenuhnya oleh kebenaran firman Tuhan, oleh injil kerajaan.

Yehezkiel 47: 9-10
(47:9) sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
(47:10) Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.

Di dalam sungai air kehidupan, berkeriapan segala jenis ikan yang besar dan kecil, bertambah banyak jumlahnya dan bertambah besar.
Kalau kita memberi diri dikuasai sepenuhnya oleh sungai air kehidupan itulah injil kerajaan / cahaya injil kemuliaan, jumlah jiwa akan bertambah banyak dan bertambah besar (dewasa rohani).
Selain itu, kemana saja air itu sampai, air laut disitu menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir air asin menjadi tawar, artinya; oleh karena sungai air kehidupan seseorang disucikan dari dosa kenajisan.
Air asin à dosa kenajisan
Kemudian kemana saja sungai itu mengalir semua disana hidup, itulah hidup yang kekal karena telah disucikan.

Kalau banyak jumlah jiwa, berarti banyak hamba-hamba Tuhan yang akan bekerja untuk penuaian di akhir zaman, menjadi penangkap-penangkap ikan.
Kita mungkin bukan seorang gembala, tetapi kalau kehidupan kita betul-betul dikuasai oleh sunga air kehidupan, Injil Kerajaan (Cahaya Injil kemuliaan) kita bagaikan Simon Petrus di akhir zaman menjadi penjala manusia.
Sekarang pertanyaannya, air itu sudah sejauh mana; pergelangan kaki, lutut, pinggang, atau sudah memenuhi kehidupan kita?
Ingat, jumlah akan bertambah banyak kalau kita dikuasai oleh sungai air kehidupan dari berbagai suku, kaum, bahasa dan bangsa. AMIN.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SURGA MEMBERKATI

Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang








No comments:

Post a Comment