KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, August 27, 2015

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 26 AGUSTUS 2015

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 26 AGUSTUS 2015

Tema:   DARI KITA KOLOSE
`          (Seri 52)

Subtema:  TANPA ALLAH DI DALAM DUNIA (Bagian 2)

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita sekalian oleh karena kasih dan kemurahan hati Tuhan, kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan malam ini.

Sebelum kita membawa diri rendah di bawah kaki Tuhan, terlebih dahulu kita memperhatikan pemberitaan firman untuk Ibadah Doa Penyembahan dari surat yang dikirim Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.
Kolose 1: 21
(1:21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

Perhatikan kalimat pada ayat ini, yaitu: “Kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah”, ini menunjuk kepada;
-      Bangsa kafir = orang-orang yang tak bersunat.
-      Orang fasik dengan segala kefasikannya.
Yang dahulu hidup jauh dari Allah, berarti memusuhi Allah dalam hati dan pikiran, itu nyata dari setiap perbuatan-perbuatan yang jahat.

Lebih jauh kita melihat; YANG DAHULU HIDUP JAUH DARI ALLAH.
Efesus 2: 11-13
(2:11) Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu -- sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
(2:12) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
(2:13) Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

Yang dahulu hidup jauh dari Allah, berarti; “Tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

Kita masih memperhatikan ...
Keterangan: TANPA ALLAH DI DALAM DUNIA.”
Mazmur 10: 4
(10:4) Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: "Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!", itulah seluruh pikirannya.

Tidak ada Allah, itulah seluruh pemikiran orang fasik.
Tidak ada Allah, berarti tanpa Allah di dalam dunia.

Lebih jauh kita melihat ...
Mazmur 58: 4-5
(58:4) Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat.
(58:5) Bisa mereka serupa bisa ular, mereka seperti ular tedung tuli yang menutup telinganya,

Perhatikan 3 perkara dari orang-orang fasik:
Yang pertama: “Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang” = tanpa kebenaran.
Yang kedua: orang fasik adalah pendusta-pendusta = berkata dusta.
Yang ketiga: “Bisa mereka serupa bisa ular” = mematikan = pembunuh manusia.

Yohanes 8: 44
(8:44) Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Tabiat dari pada Iblis/Setan yang paling mendasar:
Yang pertama: “Pembunuh manusia sejak semula”, bertolak belakang dengan tabiat Allah Bapa, yaitu; kasih.
Yang kedua: “Tidak hidup dalam kebenaran”, berarti bertolak belakang dengan tabiat Allah Anak; melakukan firman.
Yang ketiga: “Ia adalah pendusta dan bapa segala dusta” berarti bertolak belakang dengan tabiat Allah Roh Kudus.

Tabiat Iblis/Setan tercermin pada...
Yohanes 8: 45
(8:45) Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.

Kalau kita perhatikan selanjutnya, orang-orang Yahudi tidak percaya kepada Yesus Kristus = tidak mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat = tanpa Allah di dalam dunia.

Praktek tanpa Allah di dalam dunia.
Yohanes 8: 37-38
(8:37) "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
(8:38) Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."

Orang-orang Yahudi berusaha membunuh Yesus, ini adalah tabiat dari Iblis/Setan YANG PERTAMA.
Peristiwa pembunuhan yang pertama, Kain membunuh Habel, adiknya.
Diawali dari hati panas, muka muram, penyebabnya: Tuhan tidak mengindahkan Kain dan korban persembahannya, sebab ia hanya mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya. Mempersembahkan sebagian hasil tanah, artinya; tidak mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati = sebagian hati mengasihi Tuhan, sebagian hati mengasihi yang lain.
Tanah = hati.

1 Yohanes 3: 15
(3:15) Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

Setiap orang yang membenci saudaranya adalah pembunuh manusia.
Jadi, dosa membenci setara dengan dosa membunuh.
Kalau kita beribadah dan melayani Tuhan, namun tetap membenci sesama adalah kesia-siaan.
Apa artinya kita beribadah dan melayani, namun tetap membenci seseorang?

Kemudian YANG KEDUA: Firman Tuhan tidak memperoleh tempat dalam hati mereka = tidak hidup di dalam kebenaran.
Dalam Yohanes 17: 17, firman Allah adalah kebenaran dan yang berkuasa menguduskan saya dan saudara.
Kalau tidak hidup dalam kebenaran = tidak memiliki kesucian di hadapan Tuhan.

Selanjutnya YANG KETIGA.
Yohanes 8: 39
(8:39) Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

Bapa kami ialah Abraham = pendusta, sebab jikalau kiranya mereka adalah anak-anak Abraham, mereka pasti mengerjakan pekerjaan Abraham. Inilah tabiat Iblis/Setan yang ketiga.

Kita lihat pekerjaan Abraham ...
Ibrani 11: 8-9
(11:8) Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
(11:9) Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

Pekerjaan Bapa Abraham:
-      Taat ketika ia dipanggil untuk berangkat, sekalipun tidak mengetahui tempat yang ia tuju = percaya walaupun tidak melihat = kebenaran berdasarkan iman.
Sedangkan kebenaran di bawah hukum Taurat; mengandalkan kekuatan.
-      Karena iman, Abraham diam di tanah yang dijanjikan = menjadi ahli waris .
Tuhan adalah bagian kita dan ibadah pelayanan ini adalah milik pusaka kita, berbanding terbalik dengan pekerjaan orang-orang Yahudi tadi, karena mereka hidup di dalam kefasikan mereka.

Kembali kita memperhatikan ...
Yohanes 8: 46-47
(8:46) Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?
(8:47) Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."

Oleh karena kefasikan orang-orang Yahudi; mereka adalah keturunan Abraham yang tidak berasal dari Allah.
Banyak orang Kristen, yang sudah sejak lahir disebut Kristen, tetapi belum tentu disebut anak-anak Tuhan.

Akibat praktek tabiat Iblis/Setan.
Mazmur 58: 5-6
(58:5) Bisa mereka serupa bisa ular, mereka seperti ular tedung tuli yang menutup telinganya,
(58:6) yang tidak mendengarkan suara tukang-tukang serapah atau suara pembaca mantera yang pandai.

Orang fasik menutup telinga = tuli, berarti mereka seperti ular tedung tuli, yang tidak mendengarkan suara tukang serapah, tidak mendengar suara pembaca mantera yang pandai = tidak dengar-dengaran.
Orang fasik digambarkan seperti ular tedung yang tidak mempunyai telinga, tidak dengar-dengaran.
                                                         
Yohanes 8: 46-47
(8:46) Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?
(8:47) Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."

Tidak mendengar perkataan Yesus = tidak dengar-dengaran = tidak mendengar kebenaran, pendeknya; orang-orang Yahudi menolak kebenaran.

Yohanes 8: 38
(8:38) Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."

Penyebab orang-orang Yahudi tidak mendengarkan perkataan Yesus Kristus, karena mereka lebih mendengarkan perkataan Iblis/Setan.

2 Korintus 11: 2-3
(11:2) Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
(11:3) Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Hawa diperdaya oleh ular karena mendengarkan perkataan ular. Dalam Kejadian 3: 1, ular adalah binatang yang paling cerdik yang diciptakan Tuhan. Cerdik tetapi tidak tulus = licik.
Mendengarkan Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel jauh lebih baik dari pada mendengar kabar berita yang lain.
Kuasa apabila dengar-dengaran terhadap Firman Pengajaran Mempelai; membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna / menjadi perawan suci = menjadi pengantin perempuan.

Mendengarkan perkataan ular = mendengarkan perkataan nabi-nabi palsu, yaitu mendengarkan firman Yang ditambahkan dan dikurangkan.
Firman yang ditambahkan, berarti; menyampaikan dua tiga ayat firman Tuhan lalu disertai / ditambahkan dengan dongeng nenek-nenek tua, cerita-cerita isapan jempol, takhayul-takhayul, filsafat-filsafat kosong silsilah yang tidak ada putus-putusnya.
Dikurangkan, berarti; pemberitaan firman tentang salib diganti dengan;
1.     Teori kemakmuran, artinya; orang Kristen tidak boleh miskin, harus kaya.
2.     Tanda-tanda heran/mujizat.

2 Timotius 4:3-4
(4:3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
(4:4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng = ajaran yang tidak sehat.

Yohanes 8: 47
(8:47) Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."

Orang-orang Yahudi memang betul-betul keturunan Abraham, tetapi tidak berasal dari Allah.

Ciri-ciri orang fasik.
Mazmur 10: 2-4
(10:2) Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.
(10:3) Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN.
(10:4) Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: "Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!", itulah seluruh pikirannya.

Yang pertama: CONGKAK.
= sombong = angkuh = tinggi hati.
Kalau seseorang hidup di dalam kecongkakan, maka orang lain akan tertindas.

Yang kedua: MEMUJI-MUJI KEINGINAN HATI.
Keinginan hati belum tentu sesuai dengan keinginan hati Tuhan.
Berarti, kalau memuji keinginan hati sendiri = menyembah berhala.

Yang ketiga: LOBA.
= tamak = serakah = cinta akan uang.
Kalau hati lebih mencintai uang, berarti hati tidak mencintai Tuhan. Sementara dalam 1 Timotius 6: 10, akar dari segala kejahatan adalah cinta akan uang, dan oleh karena memburu uang, banyak orang menderita, tersiksa, teraniaya, dan sebagainya.

Yang keempat: KALAU BERBICARA BATANG HIDUNG SELALU NAIK.
= mengecilkan yang kecil, merendahkan yang rendah = menganggap kecil/memandang rendah didikan Tuhan.

Alasan mereka melakukan perbuatan di atas tadi ...
Mazmur 10: 4
(10:4) Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: "Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!", itulah seluruh pikirannya.

Allah tidak akan menuntut = tidak ada Allah, karena seluruh pemikiran mereka seperti itu, maka mereka bebas melakukan segala sesuatu sekalipun hal itu tidak menyukakan hati TUhan.

Bandingkan dengan orang Yahudi........
Yohanes 8: 39, 41
(8:39) Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
(8:41) Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."
Orang-orang Yahudi berkata kepada Yesus:
-       Bapa kami ialah Abraham” = mengaku sebagai keturunan Abraham.
Kalau mengaku sebagai keturunan Abraham, tentulah mereka mengerjakan apa yang dikerjakan oleh Abraham, yaitu; hidup oleh iman = kebenaran berdasarkan iman.
Ibrani 11:8-11
(11:8) Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
(11:9) Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
(11:10) Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
(11:11) Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

·          Karena iman, Abraham taat ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterima.
Taat = patuh pada ajaran yang benar.
·          Karena iman, Abraham diam di tanah yang dijanjikan itu.
Menjadi ahli waris dari kerajaan sorga.
·          Karena iman, Abraham dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu.

-      “Bapa kami satu, yaitu; Allah.”
Sebelum mengaku sebagai anak Allah, orang-orang Yahudi terlebih dahulu membela diri dan berkata: “Kami tidak dilahirkan dari zinah” = membela diri.
Pembelaan diri menunjukkan keberadaan orang-orang Yahudi dalam dua hal, yaitu;
Pertama: Hidup di dalam kebenaran diri sendiri = berada di bawah hukum Taurat.
Kedua: Masih dikuasai roh najis. Apa yang keluar dari mulut berasal dari dalam hati, itulah yang menajiskan seseorang.

Dengan mengaku sebagai anak Abraham dan sebagai anak-anak Allah, mereka dengan bebas melakukan ketidak benaran.
Orang-orang Yahudi tidak takut berbuat dosa, karena di dalam seluruh pemikiran mereka; Allah tidak akan menuntut.

Banyak orang mengaku dirinya sebagai Kristen, tetapi belum tentu disebut anak-anak Tuhan.
Bukan berarti kalau menjadi keturunan Abraham lalu semena-mena melakukan dosa dan merasa bahwa Allah tidak akan menuntut, ini adalah pemikiran yang salah dari orang-orang Yahudi.
Tetapi karena mereka semena-mena melakukan dosa, akhirnya bangsa kafir mendapat kemurahan dari Tuhan.

Jalan keluarnya.
Yohanes 8: 38
(8:38) Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."

Yesus berkata: “Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan”, artinya Yesus mengikuti contoh teladan dari Allah Bapa, sebab Yesus mengatakan apa yang Ia lihat dari Bapa.
Sebaliknya, karena orang-orang Yahudi mendengar Iblis/Setan, maka mereka melakukan apa yang dilakukan Iblis/Setan.

Contoh teladan dari Allah Bapa, antara lain:
Yang pertama: IBADAH dan PELAYANAN.
Ibrani 8: 5
(8:5) Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

Beribadah dan melayani sesuai dengan pola Tabernakel adalah gambaran dan bayangan dari ibadah yang terdapat dalam Kerajaan Sorga.
Kalau kita mengikuti ibadah dan pelayanan sesuai dengan pola Tabernakel, berarti mengikuti teladan dari Allah Bapa.

Sebab dalam Wahyu 22: 3-5
(22:3) Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
(22:4) dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
(22:5) Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Ada 7 perkara di dalam Kerajaan Sorga.
1.     Tidak akan ada lagi laknat.
2.     Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya.
3.     Hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya.
4.     Mereka akan melihat wajah-Nya.
5.     Nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
6.     Malam tidak akan ada lagi di sana.
7.     Memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Namun hanya ada 2 kegiatan di dalam kerajaan sorga.
1.     Beribadah kepada-Nya (perkara ketiga).
2.     Memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya = melayani Tuhan (perkara ketujuh).

Saya tambahkan sedikit: Tuhan adalah bagian kita, ibadah dan pelayanan adalah milik pusaka kita = menjadi ahli-ahli waris kerajaan sorga (Ibrani 11:9-10).

Yang kedua: SALIB KRISTUS.
1 Petrus 2: 19-20
(2:19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
(2:20) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Salib Kristus berarti menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Salib Kristus adalah kasih karunia dan kebenaran yang sejati. Inilah teladan Allah Bapa kepada Yesus Kristus yang kedua.

Prakteknya.....
1 Petrus 2: 21-23
(2:21) Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
(2:22) Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
(2:23) Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Kita dipanggil supaya kita mengikuti teladan yang ditinggalkan oleh Yesus Kristus, antara lain;
1.     Ia tidak berbuat dosa.
= hidup dalam kebenaran, kesucian.
2.     Dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
= tidak ada dusta, berarti kalau ya katakan ya, kalau tidak katakan tidak, lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
3.     Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki;
= tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tanda seseorang hidup di bawah kasih karunia.
4.     Ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
Tidak mengancam = tidak mengumpat, berarti menyerahkan persoalan kepada Allah Bapa, Dialah hakim yang adil.

Yang ketiga: HIDUP DI DALAM PENYERAHAN.
Kalau kita perhatikan dalam 1 Petrus 2: 9, kita dipanggil selanjutnya dipilih untuk melayani Tuhan, untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Allah.
Orang yang melayani Tuhan, berarti; menyerahkan dirinya secara total, berarti bayar harga yaitu; sangkal diri dan pikul salib bagi kemuliaan Tuhan.

Matius 27: 50
(27:50) Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Allah Bapa di atas kayu salib, inilah penyerahan hidup secara total.

Matius 16: 24
(16:24) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Mengikuti Tuhan harus membayar harga, berarti sangkal diri dan pikul salibnya, inilah penyerahan secara total kepada Tuhan.
Sangkal diri artinya; tidak bermegah = tidak mengakui kelebihan-kelebihan dalam diri.
Pikul salib artinya, memikul tanggung jawab di atas pundak = jangan lari dari kenyataan hidup.
Setiap orang yang hidup dipercayakan suatu tanggung jawab yang harus dipikul di atas pundak masing-masing.

Yohanes 8: 42
(8:42) Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
Yesus datang dari Allah, sebab Dialah yang mengutus Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, tujuannya; mengerjakan pekerjaan Allah Bapa dengan sepenuhnya = menjadi teladan.

Yohanes 4: 33-34
(4:33) Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"
(4:34) Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Yang menjadi makanan Yesus Kristus adalah:
1.     Melakukan kehendak Allah Bapa yang mengutus Dia  = pikul salib.
2.     Melakukan pekerjaan Allah Bapa sampai selesai = setia.
Selama hari masih siang, selama hayat dikandung badan, selama Tuhan masih memberi kesempatan, dua hal di atas harus kita kerjakan, bahkan menjadi korban santapan sehari-hari, yaitu; taat, setia, dengar-dengaran.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment