KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, August 4, 2015

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 29 JULI 2015

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 29 JULI 2015

Subtema: TANPA ALLAH DI DALAM DUNIA

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam di dalam kasih Kristus. Dengan kasih sayang dan kasih setia-Nya yang abadi, kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan.

Sebelum kita membawa diri rendah di bawah kaki Tuhan, terlebih dahulu kita memperhatikan ...
Kolose 1: 21
(1:21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

Perhatikan kalimat yang mengatakan: “Kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah”, ini menunjuk kepada bangsa kafir dengan segala dosa kefasikannya.
Disini kita bisa melihat dosa kefasikan yaitu: Yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran, itu bisa terlihat, nyata dari perbuatan-perbuatan yang jahat.
Jadi, kalau seseorang jauh dari Allah, itu bisa terlihat dari gerak-gerik, dari segala kepura-puraan, dari segala perbuatan.

Lebih jauh kita melihat; YANG DAHULU HIDUP JAUH DARI ALLAH.
Efesus 2: 11-13
(2:11) Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu -- sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
(2:12) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
(2:13) Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

Yang dahulu hidup jauh, berarti: “Tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.”

Sekarang kita melihat bagian yang terakhir....
Keterangan: TANPA ALLAH DI DALAM DUNIA.”
Kalau Allah tidak ada di dalam dunia, berarti orang-orang yang di dalam dunia, tidak percaya bahwa Allah itu ada, itulah orang-orang yang menganut paham atheis.

Galatia 4: 8
(4:8) Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.

“Dahulu sebelum mengenal Allah, setiap orang menghambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah yang hidup”, itulah penganut atheis.
Menganut paham atheis; tidak percaya bahwa Allah ada, akhirnya menghambakan diri kepada allah-alah asing, yang pada hakekatnya bukan Allah yang hidup.

Persis seperti ORANG-ORANG SADUKI.
Markus 12: 24-27
(12:24) Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.
(12:25) Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
(12:26) Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?
(12:27) Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!"

Orang Saduki tidak mengenal Allah yang hidup, itulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, sehingga mereka menjadi sesat.

Pertanyaanya: DIMANA LETAK KESESATAN ORANG-ORANG SADUKI???
KESESATAN PERTAMA: Tidak mengerti kitab suci.
Kalau seseorang sesat, maka secara otomatis ia tidak mengerti Kitab Suci.
Sebetulnya orang-orang Saduki adalah bagian dari orang-orang intelektual, orang-orang yang melayani, tetapi lucunya, tidak mengerti Kitab Suci. Banyak orang Kristen tidak mengerti Kitab Suci, sehingga tidak dapat membuka Alkitab, tidak bisa menunjukkan satu nama kitab yang ada di Alkitab.
Kalau tidak mengerti Kitab Suci, berarti tidak mengerti kebenaran, persis seperti orang-orang Saduki, sebagai bukti mereka bertanya tentang: Tujuh orang laki-laki / kakak beradik, memperisterikan satu perempuan, kemudian ketujuh orang laki-laki tersebut mati. Lalu mereka ingin tahu, siapakah diantara tujuh laki-laki yang menjadi suami yang sah dari perempuan itu.

KESESATAN KEDUA: Tidak mengerti kuasa Allah.
Kalau tidak mengerti kuasa Allah, berarti...
Yang pertama: Tidak mengerti tentang salib Kristus.
Orang yang tidak mengerti salib Kristus, bagi mereka salib itu asing.

1 Korintus 1: 22-23
(1:22) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
(1:23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,

Rasul Paulus memberitakan tentang Kristus yang disalibkan / salib Kristus.
Saudaraku, pemberitaan firman tentang salib Kristus bagi orang Yahudi adalah suatu batu sandungan.
Berarti, bagi mereka salib Kristus itu asing, padahal kebenaran yang sejati berasal dari salib Kristus, pendeknya, di luar salib Kristus tidak ada lagi kebenaran.
Kalau kita memikul tanggung jawab di tengah-tengah ibadah dan pelayanan yang Tuhan percayakan dalam kandang penggembalaan ini, itu adalah kebenaran yang sejati. Tetapi bagi mereka yang tidak mengerti tentang salib Kristus, pengorbanan itu sangat asing. Itu menunjukkan bahwa mereka tersandung terhadap salib Kristus.
Lewat ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan, malam ini kita menyembah Tuhan, saya kira, bagi anak-anak Tuhan, (sidang jemaat yang sudah tergembala), tekun dalam Ibadah Doa Penyembahan tidak asing lagi. Menyembah selama satu jam bagi kita itu tidak asing lagi sekalipun tidak enak bagi daging, tetapi bagi mereka yang tidak mau menerima salib Kristus, tekun dalam Ibadah Doa Penyembahan menjadi batu sandungan = tersandung dengan Ibadah Doa Penyembahan.

Penyebab orang-orang Yahudi tersandung dengan salib Kristus: Karena orang-orang Yahudi hanya menghendaki tanda-tanda heran, mujizat-mujizat semata, mereka tidak menghendaki salib, sehingga salib Kristus bagi mereka adalah suatu batu sandungan.

Kemudian, bagi orang Yunani (bangsa kafir) pemberitaan firman tentang salib Kristus adalah suatu kebodohan.
Yunani à bangsa kafir, kehidupan yang jauh dari Allah.
Penyebab bahwa salib Kristus adalah suatu kebodohan bagi orang Yunani, karena orang-orang Yunani hanya mencari hikmat.
Orang yang hanya mencari hikmat, persis seperti ahli Taurat; mengerti firman tetapi tidak menjadi pelaku, sehingga bagi mereka selib itu asing dan kalau mereka melihat orang-orang lain memikul salib, mereka mengatakan; itu adalah suatu kebodohan.
Setiap kita melangsungkan ketekunan dalam tiga macam ibadah, selalu beribadah pada waktu malam hari dan pulangnya pun agak malam, bagi orang dunia itu adalah suatu kebodohan, kenapa? Karena mereka hanya mencari hikmat, persis seperti ahli Taurat; mengerti firman tetapi tidak menjadi pelaku, berarti tidak mengerti salib, bagi mereka salib itu asing.

Kalau kita perhatikan....
Markus 12: 25
(12:25) Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

Pada waktu orang-orang Saduki tersesat, mereka tidak dapat melepaskan diri dari dosa kawin mengawinkan, tidak berdaya melepaskan diri dari dosa kenajisan.
Itulah kerugian kalau tersesat; tidak mengerti kitab suci dan tidak mengerti kuasa Allah.
Biasanya, kalau orang tidak berdaya melepaskan diri dari dosa kenajisan, itu ada kaitannya dengan dosa-dosa lain, sebab dosa kenajisan merembet dengan dosa-dosa lain.

Penganut paham atheis; tidak mengakui dan tidak percaya bahwa Allah ada, sehingga mereka menghambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah yang hidup.
Allah yang mati = berhala, antara lain; pekerjaan, kesibukkan, barang yang fana (emas, perak, harta kekayaan, uang dan lain sebagainya).

1 Petrus 1: 18
(1:18) Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

Barang yang fana, antara lain; emas, perak, serta harta dan kekayaan, bahkan kedudukan dan jabatan, tidak mampu melepaskan seseorang dari dosa kejahatan dan dosa kenajisan.
Barang yang fana, harta kekayaan  à allah asing yang ada di dunia ini, tidak mampu menebus dosa manusia.

1 Yohanes 2: 15-16
(2:15) Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
(2:16) Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Semua yang ada di dalam dunia: Keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup, bukan berasal dari Bapa, melainkan berasal dari dunia.
Bagaimana mungkin kita mampu melepaskan diri dari dosa, kalau Allah tidak ada di dalam dunia, kalau tidak mengenal Allah yang hidup.
Apa jadinya hidup ini kalau tidak ada Allah di dalam dunia? Dapat dipastikan bahwa semua orang akan hidup menurut keinginan daging dengan segala nafsunya, mata dengan segala keinginannya, serta keangkuhan hidup, satu dengan yang lain tidak merendahkan diri. Tiga perkara ini menimbulkan dosa.
Selanjutnya dalam ayat 17 dikatakan: “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya.” Ini harus kita pahami.

Sebagai contoh, kita melihat suatu kisah yang menarik dalam....
Kejadian 13: 1-6
(13:1) Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lot pun bersama-sama dengan dia.
(13:2) Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.
(13:3) Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai,
(13:4) ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.
(13:5) Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.
(13:6) Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.

Abram sangat kaya, banyak ternak, banyak peraknya, banyak emasnya. Juga, Lot yang ikut bersama dengan dia, mempunyai domba yang banyak, lembu yang banyak dan kemah.
Tetapi sekalipun demikian, negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, artinya; tidak dapat rukun, tinggal bersama-sama sekalipun memiliki harta kekayaan yang banyak.
Jadi, harta dan kekayaan tidak memberi jaminan keselamatan, sebab harta kekayaan tidak mampu melepaskan seseorang dari dosa, bahkan tidak bisa rukun, diam bersama-sama.
Barang yang fana, allah asing, tidak mampu membuat kerukunan, tidak mampu menciptakan suatu kebersamaan.

Malam ini kita bersama-sama memuji Tuhan, berarti ada rasa kebersamaan, tetapi jangan hanya terlihat di depan mata saja, harus betul-betul ada kebersamaan. Jangan terlihat duduk diam manis, tetapi hati memberontak, panas dan muka muram, kalau seperti itu berarti pura-pura.

Di sini kita melihat, kurang apalagi harta dari Abraham, hartanya banyak, peraknya banyak, emasnya banyak.
Juga Lot; dombanya banyak, lembunya banyak, dia juga punya kemah untuk di diami. Apa lagi yang kurang?
Kita sering memandang orang lain seperti itu, punya kemah / rumah mewah, di dalamnya diisi dengan mobil mewah, barang-barang mewah, tetapi kok bisa berantem ya??? Jawabnya, karena allah asing, yaitu; barang fana, emas perak tidak mampu menciptakan rasa kebersamaan.
Kalau di dalam suatu rumah ada kerukunan, kita bersyukur kepada Tuhan. Kalau malam ini tercipta / terjalin suatu kebersamaan, syukur kepada Tuhan, itu saja harus kita syukuri. Karena firman Tuhan mengatakan; tidak mungkin dua orang berjalan bersama-sama sebelum di adakan suatu kesepakatan / perjanjian.
Jadi, kebersamaan itu di dalamnya ada suatu ikatan, ada kesepakatan, ada suatu perjanjian, tidak asal mengambil jalannya masing-masing, sehingga dua orang dapat berjalan bersama-sama.

Kejadian 13: 7
(13:7) Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.

Akhirnya, terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot / para gembala-gembala berkelahi.
Di hari-hari terakhir ini banyak gembala-gembala berkelahi hanya karena kedudukan dan jabatan, serta barang yang fana.
Kalau terjadi perkelahian, berarti terciptalah permusuhan. Kalau tercipta permusuhan maka ada jurang pemisah. Kalau ada jurang pemisah, sekalipun berdekatan tetapi rasanya jauh sekali.
Saudaraku, perhatikan tembok berlin antara Jerman Barat dengan Jerman Timur, hanya selangkah saja, tetapi mereka terpisah oleh tembok pemisah, tidak ada rasa kebersamaan, tidak tercipta kesatuan.

Akibat tanpa kerukunan...
Kejadian 13: 8-9
(13:8) Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.
(13:9) Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."

Untuk menghindari perkelahian antara para gembala Abram dengan para gembala Lot, maka mereka mengambil suatu kesepakatan, yaitu dengan jalan berpisah, ini adalah suasana yang tidak mengenakan tentunya.
Apa yang terjadi kalau tubuh berpisah dengan kepala? Maka tubuh akan mengambil jalannya sendiri tanpa pimpinan.
Lot sebagai anak / keponakan dan Abram sebagai bapa akhirnya terpisah. Apa jadinya kalau anak dengan bapa terpisah? Rasanya menyakitkan sekali.
Apa salahnya kalau kita rukun bersama / tergembala bersama dalam satu kandang penggembalaan?

Kemudian, setelah terjadi kesepakatan untuk berpisah, selanjutnya ada tawaran dari Abram kepada Lot, yaitu: “Jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri

Kejadian 13: 10-11
(13:10) Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. -- Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. --
(13:11) Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.

Pendeknya; Lot memilih baginya seluruh lembah Yordan = sebelah kiri, lalu ia berangkat ke sebelah Timur dan dari sejak itulah terjadi perpisahan.
Ini adalah akhir episode yang tidak enak. Kalau orang berpisah pasti terjadi ratap tangis, seperti yang difilm-film, akhirnya mencari suatu alasan; bukan perpisahan yang aku tangisi, tetapi pertemuan yang aku sesali, kenapa saya mengenal engkau..?

Kejadian 13: 12
(13:12) Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.

Sebaliknya, Abram menetap di tanah Kanaan, di sebelah Barat = sebelah kanan.
Saya kira perkataan tangan kanan ini diadopsi dari kata Kanaan.

Terlebih dahulu kita perhatikan ...
Keterangan: LOT.
Lot memilih seluruh lembah Yordan, berarti di sebelah Timur = sebelah kiri. Posisi semula mereka berada antara Betel dengan Ai, berarti di tengah-tengahnya.
Kalau kita kaitkan dengan pola Tabernakel, terkena pada RUANGAN SUCI à tempat penggembalaan.
Sedangkan sebelah kiri (seluruh lembah Yordan), berarti; keluar dari penggembalaan, turun mengarah kepada PINTU GERBANG, berarti Lot jauh dari Tuhan karena dia menuruti pandangannya.
Puji Tuhan pandangan saudari Roma dipulihkan oleh Tuhan, sebab ketika pandangannya masih menuruti keinginan mata = pandangan duniawi, ia meninggalkan kandang penggembalaan, jauh dari ibadah, kemudian pernah berkata kepada Sdri. Debora: “Debora pikirkan masa depanmu! Jangan beribadah dan melayani terus!” meninggalkan kandang penggembaalaan = jauh dari Tuhan = sebelah kiri.
Seharusnya yang benar adalah maju dan terus maju, dari pintu gerbang sampai ke Ruangan Suci / kandang penggembalaan dan puncaknya berada di dalam Ruangan Maha Suci menunjuk kehidupan yang disempurnakan, itulah mempelai perempuan.
Dahulu kita juga memiliki pandangan yang sama, kita lebih mengarah kepada hal-hal yang lahiriah, ibadah dan pelayanan tidak berarti, tidak terlalu penting.

Sehingga kita lihat apa yang terjadi dari sisi Lot ini.....
Kejadian 14: 8-12
(14:8) Lalu keluarlah raja negeri Sodom, raja negeri Gomora, raja negeri Adma, raja negeri Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar, dan mengatur barisan perangnya melawan mereka di lembah Sidim,
(14:9) melawan Kedorlaomer, raja Elam, Tideal, raja Goyim, Amrafel, raja Sinear, dan Ariokh, raja Elasar, empat raja lawan lima.
(14:10) Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang masih tinggal hidup melarikan diri ke pegunungan.
(14:11) Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi.
(14:12) Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi--sebab Lot itu diam di Sodom

Pada saat raja Sodom dan raja Gomora dikalahkan oleh Kedorlaomer, raja Elam, Tideal, raja Goyim, Amrafel, raja Sinear, dan Ariokh, raja Elasar, empat raja lawan lima, merampasi harta benda orang-orang Sodom dan Gomora, kemudian, Lot ditawan dan harta bendanya juga dirampas musuh.
Kalau terpisah dari Tuhan, maka seseorang tidak berdaya lagi. Kalau tidak tergembala dengan baik / tidak tekun dalam tiga macam ibadah pokok; akan mengalami kekalahan. Pada saat mengalami kekalahan maka musuh akan menawan, kemudian harta kekayaan dan harta benda yang dimiliki akan dirampas.
Karunia-karunia Roh adalah harta sorgawi, membawa kematian Yesus dalam tubuh, itu bagaikan harta dalam bejana tanah liat; juga akan dirampas, serta harta-harta lain; firman Allah, Roh Allah, dan kasih akan dirampas habis, sehingga menjadi kehidupan yang melarat, malang, miskin, tidak mempunyai apa-apa lagi dihadapan Tuhan.

Tidak berhenti sampai di situ, kita melihat kembali ...
Kejadian 18: 20-23
(18:20) Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.
(18:21) Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya."
(18:22) Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN.
(18:23) Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?

Saudaraku, oleh karena dosa Sodom dan Gomora, orang-orang berkeluh kesah, teraniaya dan tertindas dan dosa itu sudah naik di hadapan Tuhan.
Kemudian, oleh karena dosa itulah, Tuhan hendak memusnahkan Sodom dan Gomora bersama-sama dengan orang fasik di dalamnya.

Kemudian, di sini kita perhatikan ...
Permohonan pertama.
Kejadian 18: 24-26
(18:24) Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?
(18:25) Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?"
(18:26) TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka."

Abraham menaikkan doa syafaat: “Sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu?” Kemudian, jawab Tuhan: “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka.
Abraham ini betul-betul seorang bapa, dialah bapa orang beriman, bertanggung jawab terhadap iman orang yang hidup, orang yang percaya, menjadi teladan yang baik, bagi bangsa kafir dan bangsa Yahudi, sebab itulah tanggung jawab seorang bapa. Tanggung jawab itu dibuktikan dengan menaikkan doa syafaat untuk Sodom dan Gomora.
Sodom dan Gomora itu luas, lebih luas dari kota Serang. Kira-kira, apakah ada 50 orang benar di kota Serang ini? Berbahagialah jika ada orang benar di suatu tempat, maka tempat itu akan diberkati dan dilindungi oleh Tuhan, berarti bila di suatu tempat terdapat musibah, disitu tidak ada orang benar, itulah ukurannya. Saya yakin ketika Situ Gintung jebol, tidak ada anak-anak Tuhan / orang-orang benar tidak ada disekitarnya.

Sekarang kita melihat permohonan yang kedua sampai dengan permohonan keenam....
Permohonan kedua      : 45 orang benar.... (Kejadian 18: 27-28).
Permohonan ketiga      : 40 orang benar....(Kejadian 18: 29).
Permohonan keempat  : 30 orang benar....(Kejadian 18: 30).
Permohonan kelima     : 20 orang benar...(Kejadian 18: 31).
Permohonan keenam   : 10 orang benar...(Kejadian 18:32).

Saudaraku, permohonan pertama 50 orang benar, namun tidak didapati di dalamnya, kemudian permohonan kedua, 45 orang benar, namun tidak didapati di dalamnya, permohonan ketiga 40 orang benar, namun tidak didapati di dalamnya, permohonan yang keempat 30 orang benar, namun tidak didapati di dalamnya, permohonan kelima 20 orang benar, juga tidak didapati di dalamnya, permohonan keenam, yang terakhir, 10 orang benar, namun tidak didapati di dalamnya.
Ini sungguh mengherankan, sebab kota Sodom dan Gomora itu besar, tetapi 10 orang benar saja tidak di dapati di dalamnya, selain 4 orang, yaitu Lot dan isterinya, serta 2 anak perempuannya.
Sekarang pertanyaannya: Di mana orang-orang benar lainnya? Dimana gembala-gembala Lot?

Hati-hati mengikuti gembala-gembala yang tidak beres. Kalau pandangannya hanya karena lahiriah, hati-hati, persis seperti ahli Taurat dan orang Farisi di dalam Matius 23, mereka melayani tetapi terikat dengan perkara lahiriah.

Mari kita perhatikan itu...
Yang pertama.
Matius 23:16-17
(23:17) Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?
(23:18) Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.

Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi berkata: “Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat”, ini menunjukkan bahwa mereka melayani tetapi terikat dengan perkara lahiriah,
itu sebabnya di sini juga dikatakan: “Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?
Melayani tetapi terikat dengan perkara lahiriah, bagi mereka kesucian tidak terlalu penting, yang terpenting bagi mereka adalah emas.

Yang kedua.
Matius 13: 18-20
(23:18) Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.
(23:19) Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?
(23:20) Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya.

Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi berkata: “Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat”, ini menunjukkan bahwa ahli Taurat dan orang Farisi melayani namun terikat dengan perkara lahiriah.
Sesungguhnya, di sini jelas dikatakan: “Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?” Mana yang lebih penting; mezbah atau persembahan yang menguduskan mezbah? Tentu mezbah, karena mezbah yang menguduskan persembahan.

Untuk apa seseorang mempersembahkan korban persembahannya tetapi tidak mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan sebagai mezbah. Persembahan itu dikuduskan oleh mezbah.
Kalau penyerahan hidup dengan sepenuhnya kepada Tuhan, maka apa yang kita persembahkan seluruhnya dikuduskan lewat penyerahan / mezbah kepada Tuhan.
Kalau melayani namun terikat dengan segala perkara-perkara lahiriah disebut orang-orang buta dan bodoh.
Buta = berada dalam kegelapan, artinya; tidak menjadi terang karena banyak dosa disembunyikan di tempat yang gelap.
Bodoh = orang-orang yang mengulangi kesalahan sebagai perbuatan bodoh dihadapan Tuhan.

Matius 13: 21-22
(23:21) Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.
(23:22) Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.

Barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.”
Biarlah kehidupan kita menjadi rumah doa, mendirikan mezbah / menjadi rumah doa bagi segala bangsa.
Kemudian, menjadi Bait Suci, menjadi rumah Tuhan, tempat Roh Allah berdiam, karena hidup suci, itulah yang benar.

Kita kembali memperhatikan ...
Kejadian 18: 32
(18:32) Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu."

Tuhan tidak mendapati 10 orang benar di dalam kota Sodom dan Gomora, itu sebabnya pada Kejadian 19, Sodom dan Gomora dimusnahkan.
Tadi, permohonan Abraham diawali dari 50 orang, kemudian diakhiri pada permohonan keenam yaitu 10 orang.
Angka 50 à hari Pentakosta, pencurahan Roh Kudus, kehidupan yang diurapi.
Angka 10 à 10 hukum Allah = orang-orang benar.
Jadi, kesimpulannya; di dalam kota Sodom dan Gomora tidak didapati orang-orang yang diurapi dan orang-orang benar di hadapan Tuhan, itu sebabnya Sodom dan Gomora dihancurkan/dimusnahkan oleh Tuhan.

Lot adalah gambaran dari orang yang tidak menghargai penggembalaan, karena pandangannya belum disucikan.
Saudaraku, kalau sudah tahu tempat itu dekat dengan hal-hal yang tidak baik, jangan berada di situ sekalipun itu tempat basah, seperti lembah Yordan (banyak pemasukan). Dan jangan pernah merasa diri hebat, kuat, sebab ketika kita merasa kuat kita lemah.
Beberapa tahun yang lalu seorang pendeta berkata: Hamba Tuhan tidak harus terlihat klimis, maksudnya; supaya dia bisa menggunakan kaos-kaos saat melayani Tuhan, boleh bertato, boleh pakai anting-anting. Ini adalah pembelaan diri. Banyak hamba Tuhan berkata; Tuhan tidak melihat pakaian tetapi hatimu, akhirnya jemaat beribadah dengan baju ketat-ketat, seksi dan lain sebagainya, ini adalah pembelaan. Kalau sidang jemaat mempunyai hikmat, bisa mengerti arti perkataan.
Kemudian pendeta tersebut kembali berkata, kita harus berani masuk dan menginjili orang-orang yang tertindas, orang-orang yang terlupakan, maksudnya; masuk diskotik, kafe, tempat prostitusi. Kita ini siapa? Jangankan 3 hari, 6 jam saja berada di suatu daerah yang dekat dengan dosa kefasikan, maka cepat atau lambat iman seseorang akan rontok, karena firman Tuhan berkata: “Pergaulan buruk merusak kebiasaan baik.”

Sekarang kita bandingkan dengan PANDANGAN ABRAM.
Kejadian 13: 12-15
(13:12) Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.
(13:13) Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.
(13:14) Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
(13:15) sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

Tuhan memberikan tanah Kanaan dari timur ke barat, utara dan selatan, itu adalah janji Allah kepada Abram dan kepada keturunannya, Ishak, Yakub, dan 12 suku nenek moyang bangsa Israel. Abram menerima janji-janji Allah.
Kalau kita telusuri janji-janji ini, di mulai dari Kejadian 12.

Sebelumnya, posisi Abram berada di antara Betel dan Ai, kemudian Tuhan memberikan seluruh tanah Kanaan, itu menunjukkan peningkatan rohani, bahkan meningkat sampai pada puncaknya, yaitu kedewasaan penuh / sempurna.
Kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena pada RUANGAN MAHA SUCI, karena kesebelah kanan.

Kejadian 13: 16-18
(13:16) Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmu pun akan dapat dihitung juga.
(13:17) Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."
(13:18) Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.

Selanjutnya, Tuhan menjanjikan keturunan Abraham seperti debu tanah banyaknya, artinya tidak terhitung jumlahnya = limpah kasih karunia.
Debu tanah gambaran dari dosa, tetapi kalau orang berdosa diselamatkan itu adalah kasih karunia.
Kemudian, yang tidak dilupakan oleh Abraham adalah setiap kali ia memindahkan kemahnya, ia selalu mendirikan mezbah di situ bagi Tuhan.

Janji Allah dapat kita lihat sesuai Kejadian 12.
Kejadian 12: 2-3
(12:2) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
(12:3) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Tuhan berjanji bahwa Abraham menjadi suatu bangsa yang besar, dan selanjutnya Tuhan memberkati dan membaut namanya masyhur dan membuatnya menjadi berkat.
Kemudian, Tuhan memberikan jaminan kepada Abraham: “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
Itu sebabnya saya tidak pernah lupa, kalau dalam doa, mengatakan: “Berkat Abraham, Ishak, Yakub”, saya tidak lupa dengan itu. Jadi ada jaminan siapa yang memberkati engkau akan diberkati, orang mengutuk Abraham, Tuhan mengutuki dia.

Sangat disayangkan Indonesia tidak menjalin hubungan bilateral dengan Israel, justru menjalin hubungan bilateral dengan Filistin, sehingga Indonesia terkutuk karena mengukuti Israel, tetapi hal itu tidak berlaku bagi anak-anak Tuhan, karena janji itu bagi kita semua anak-anak Tuhan / keturunan Abraham.

Sekarang kita melihat ...
Ciri-ciri pandangan orang yang benar.
Kejadian 14: 13-16
(14:13) Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram.
(14:14) Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan.
(14:15) Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik.
(14:16) Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta bendanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan orang-orangnya.

Abraham sanggup melawan musuh yang menawan dan merampas harta benda Lot.
Tuhan di pihak kita dengan bukti Tuhan berkata: “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau”, inilah jaminan kita.
Kalau Tuhan di pihak kita, siapa lawan kita? Tidak ada. Demikianlah Abram sanggup mengalahkan musuh-musuh yang mengalahkan raja Sodom dan Gomora, bahkan mampu melepaskan Lot dan segala harta bendanya, demikian juga perempuan-perempuan. Lot kalah, namun Abram menang.
Pendeknya, Abraham adalah seorang pemberani tetapi bertanggung jawab, itu menunjukkan bahwa ia adalah bapa orang beriman, itu tercermin pada saat ia menaikkan doa syafaat untuk Sodom dan Gomora.

Kejadian 18:27, 30-32
(18:27) Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.
(18:30) Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana."
(18:31) Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu."
(18:32) Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu."

Di sini kita melihat keberanian Abram karena sebuah tanggung jawab sebagai seorang bapa orang beriman, antara lain:
Pernyataan pertama: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.”
Pernyataan kedua: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi.”
Pernyataan ketiga: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan.”
Pernyataan keempat: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja.”

Dampak positif karena pandangan yang benar.
Kejadian 14: 17-20
(14:17) Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja.
(14:18) Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
(14:19) Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
(14:20) dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Ada 2 hal yang kita lihat:
Yang pertama: Keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja.”
Artinya; mendapat penghormatan dari raja Sodom.
Kalau kita melayani Tuhan dengan sistim kerajaan sorga (Roma 14:17-8) dimana di dalamnya terdapat kebenaran, damai sejahtera dan sukacita yang dikerjakan Roh Kudus, maka; dihormati oleh manusia dan dikenan Tuhan.
Yang kedua: Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur.
Menunjukkan bahwa Abraham telah diperdamaikan kepada Allah oleh tubuh dan darah Yesus Kristus.
Roti dan anggur à tubuh dan darah Yesus Kristus.
Tugas Imam Besar: memperdamaikan dosa manusia di atas kayu salib = menjadi perantara antara Allah dengan manusia, pada saat itulah Yesus mempersembahkan tubuh darah-Nya.
Pendeknya Abram menjadi satu di dalam pengorbanan Yesus Kristus, itu bisa terlihat; ketika Abram mengembalikan sepersepuluh dari semuanya kepada raja Salem (ayat 20).
Memberikan sepersepuluh harus dari segalanya, dapat pakaian baru, berkat-berkat baru, hitung sepersepuluhnya, bukan hanya sepersepuluh dari gaji, melainkan dari semuanya.
Kemudian, perlu untuk diketahui pada saat seseorang satu di dalam pengorbanan Yesus Kristus / meninggikan korban Kristus bukan hanya diperdamaikan, tetapi sekaligus dipelihara oleh doa Imam Besar.

Ibrani 5: 5-7
(5:5) Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini",
(5:6) sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."
(5:7) Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.

Doa Imam Besar telah diterima dan dirasakan oleh Abram.
Yesus Kristus, Anak Allah, Dia adalah Imam Besar menurut peraturan Melkisedek (Kejadian 18:14). Kemudian sebagai Imam Besar Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.

Siapakah kita ini yang boleh merasakan doa Imam Besar, dengan segala ratap dan keluhan dinaikkan di atas kayu salib dengan seruan: “Eloi, Eloi lama sabhaktani”, kemudian doa itu dipantulkan dari sorga / dari langit 2015 tahun kemudian yaitu; sampai malam ini, kita merasakan doa Imam Besar dan doa itu menjadi bagian kita.
Ayo, yang telah merasakan doa Imam Besar kembalikan sepersepuluh dari segala sesuatunya. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment