KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, August 23, 2015

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 21 AGUSTUS 2015

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 21 AGUSTUS 2015

“DARI KITA MALEAKHI”

Subtema : AGUNGLAH RAHASIA IBADAH KITA (bagian kedua)

Shalom....!
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita sekaliannya, oleh karena pertolongan-Nya kita boleh berada dalam hadirat-Nya untuk menikmati segala kemurahan-Nya lewat Ibadah Pendalaman Alkitab, disertai dengan perjamuan suci.

Kita kembali memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab, dari kitab Maleakhi...
Maleakhi 3:18
3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Kita dapat melihat perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada-Nya dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
Orang benar = orang yang beribadah kepada Allah.
Orang fasik = orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
Jadi sekalipun beribadah jikalau hidup dalam dosa kefasikan = tidak beribadah kepada Tuhan.

Saat ini kita tidak dapat mengatakan bahwa ibadah yang kita jalankan ini lebih benar dari ibadah-ibadah yang dijalankan oleh orang lain, tetapi satu hal yang patut kita syukuri adalah kita telah digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, untuk membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi milik kesayangan-Nya.
Itu sebabnya sampai pada saat ini Tuhan tidak berhenti bekerja, Ia tidak pernah tertidur, tidak pernah terlelap, ia sedang mempersiapkan rumah sebanyak jiwa yang diselamatan. Pada saat itu orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari, di situlah kita dapat melihat perbedaan antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya, asal saja kita taat, setia, dengar-dengaran.

Berkaitan dengan ibadah...
1 Timotius 3:16
3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Kita awali dulu dengan kalimat: Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita.”
Sidang jemaat harus mengetahui hal itu, juga anak-anak Tuhan di atas muka bumi harus mengetahui. Pendeknya; gereja Tuhan harus mengetahui: “Sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita.”

Pertanyaannya: Bagaimana kita mengetahui hal itu?
Jawabnya pada kalimat berikutnya yang mengatakan: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia”, artinya; firman mendarah daging.
Kesimpulannya: Agunglah rahasia ibadah-ibadah yang kita jalankan apabila firman mendarah daging.

Persamaan dari ayat itu...
Kolose 1:26-27
1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!

Betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain / bangsa – bangsa kafir yaitu Kristus ada di antara manusia itulah tadi yang dikatakan; firman mendarah daging.
Rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad, dari keturunan ke keturunanan, sekarang dinyatakan kepada orang kudusnya, itulah saya dan saudara.

Selanjutnya kita akan melihat saat firman mendarah daging....
Yohanes 1:1,14
1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.”
Diam diantara kita artinya: Allah berhadirat = bertabernakel = kemah Allah ada di tengah-tengah manusia.

Lebih rinci tentang: Allah berdiam di antara kita....
Wahyu 21:3
21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

Kalimat yang mengatakan: “Ia akan diam bersama-sama dengan mereka “itu adalah tanda bahwa” kemah Allah ada ditengah-tengah manusia” = Allah bertabernakel.
Kita patut bersyukur bahwasanya sejauh ini kita telah digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, dua pengajaran ini tidak boleh terpisahkan satu dengan yang lain, diusung dengan kebersamaan, sebab untuk menjadi mempelai ukurannya adalah pola Tabernakel.
Kesimpulannya: Agunglah rahasia ibadah kita jika ibadah dan pelayanan menggunakan pola Tabernakel.

Ibrani 8:5
8:5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

Ibadah dan pelayanan di muka bumi ini adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga jika menggunakan pola Tabernakel. Jadi yang menjadi blue printnya adalah Tabernakel, sehingga ibadah dan pelayanan di bumi ini adalah gambaran dan bayangan dari ibadah yang terdapat di dalam kerajaan sorga.
Kesimpulannya; kita harus semakin mencintai Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, tidak boleh anti, dan seharusnya lebih sungguh-sungguh lagi digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel. Di luar Tabernakel semua padang gurun, berarti; di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa, persis seperti tulang-tulang kering yang ada dilembah, berkata: “Pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.”
Oleh sebab itu, mengingat hari-hari ini adalah hari-hari terakhir, dimana kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi, jangan ikuti contoh Esau, contoh yang tidak bagus, sebab dia lebih suka berburu daging.
Contoh yang baik adalah Yakub; lebih suka tinggal di dalam kemah, kehidupan yang tidak menuruti keinginan daging; tenang, sampai nabi Yesaya menubuatkan; rumah Allah Yakub itulah gunung Sion (Yesaya 2:2-3).

Mazmur 50:1
50:1. Mazmur Asaf. Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.

Tuhan Allah berfirman /  memanggil bumi, “dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya” = dari Timur sampai ke Barat, kalau dikaitkan dalam pola Tabernakel dimulai dari Pintu Gerbang sampai ke Ruangan Maha Suci. Artinya; panggilan itu dimulai dari percaya sampai akhirnya kita berada pada kesempurnaan / dalam kedudukan yang sempurna.
Inilah ibadah yang sejati: Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Ibadah sejati, berarti; agunglah rahasia ibadah kita, sebab itu jangan bermai-main, sekali menerima Firman Pengajaran Mempelai berpegang untuk selama-lamanya, jangan bermai-main terhadap nyawa, itu tidak baik = bermain-main dengan dosa, yang ditimbulkan oleh arus dunia, daging dengan keinginannya, pengaruh dari roh jahat dan roh najis / Iblis Setan, pelihara nyawa saudara dalam Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Mazmur 5:2-3
50:2 Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar.
50:3 Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat.

Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar, Allah kita datang dan tidak akan ditunda-tunda, tidak lama lagi Tuhan akan datang. Dari Sion / puncak keindahan, dari sanalah Dia datang dan kedatangan-Nya tidak akan ditunda-tunda lagi, sebab itu Allah berfirman dan memanggil bumi, di mulai dari Timur sampai ke Barat = dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel, di mulai dari Pintu Gerbang sampai ke Ruangan Maha Suci = dari percaya sampai berada dalam kesempurnaan.
Jadi, tidak ada keragu-raguan di dalam pengikutan kepada Tuhan oleh karena Firman Pengajaran Mempelai.

Bandingkan dengan.....
Matius 24:26
24:26 Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya.

Pernyataan-pernyataan yang keliru tentang kedatangan Tuhan pada kali yang kedua:
 “Lihat, Ia ada di padang gurun”, seolah-olah Tuhan melakukan suatu keajaiban / pertolongan yang ajaib yang Allah nyatakan kepada bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun, tidak seperti itu, itukan bagian dari sekelompok kecil saja, sementara Tuhan memanggil bumi dari Timur sampai ke Barat.
“Ia ada di dalam bilik”, sepertinya Tuhan menyatakan kemulian-Nya di dalam bilik, tidak seperti itu kedatangan Tuhan, sebab Dia ada di dalam bilik berarti hanya sebagian orang yang dapat melihatnya.

Melainkan...
Matius 24:27
24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

Kedatangan Anak Manusia sama seperti kilat memancar dari sebelah Timur dan melontarkan cahayanya sampai ke Barat / dari Pintu Gerbang sampai Ruangan Maha Suci. Dia akan tampil sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga, bagi mereka yang dipanggil mulai dari terbitnya matahari sampai terbenamnya / dari Timur ke Barat, dimulai dari percaya sampai berada dalam kedudukan yang sempurna Yesus tampil sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga atas mereka = setelah terwujudnya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

2 Petrus 1:16
1:16. Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.

Pada saat Yesus datang pada kali yang kedua, Ia akan tampil sebagai Raja dan Mempelai Pria Soga, inilah firman Allah yang harus disampaikan.
Jadi bukan firman tentang dongeng nenek-nenek tua, cerita-cerita isapan jempol, pendeknya; harus menyampaikan Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Petrus kembali menceritakan peristiwa dimana ketika ia, Yohanes dan Yakobus bersama-sama dengan Yesus dibawa ke suatu bukit, mari kita perhatikan...
2 Petrus 1:17-18
1:17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
1:18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.

Simon Petrus menjadi saksi, ketika Allah Bapa mempermuliakan Yesus Kristus di atas gunung.
Sebab itu, di sini ia tulis dan sampaikan bahwa kedatangan Yesus pada kali yang kedua; akan tampil didalam kemuliaan-Nya sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga dan Petrus menjadi saksi atas itu, sebab itu dia tidak mau menyampaikan firman yang lain-lain, itulah fiman yang ditambahkan dengan cerita isapan jempol dan firman dongeng-dongeng, ia menyampaikan tentang kuasa dan kemuliaan Yesus Kristus pada kali yang kedua sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.

Kita lihat sejenak peristiwa ketika Simon Petrus bersama Yesus di atas gunung...
Matius 17:1-4
17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
17:4 Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

Pada saat Petrus berada di atas gunung yang tinggi dia berkata: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini” oleh karena kebahagiaan itu dia berkata: “Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

Di dalam Yesaya 66:1, langit adalah takhta Allah, bumi adalah tumpuan kaki Allah. Lalu, rumah apa yang hendak didirikan bagi Allah?
Saudaraku, Yesuslah Tabernakel sejati, yang terpenting di sini adalah kita menerima Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel supaya Dia berkemah diantara manusia / diantara orang kudus-Nya.
Memang Simon Petrus ini suka meluap-luap, saat suka dia tunjukkan rasa suka, saat jengkel cepet juga menunjukkan rasa jengkel / pendiriannya belum teguh. Ini bukan kebenaran yang sejati.
Pada saat Simon berkata itu kepada Yesus, Yesus diam saja. Yesus panjang sabar, walaupun kebenaran kita hanya kebenaran yang meluap-luap, Tuhan tetap bersabar. Kadang kita senang, suka menangis, jengkel di tengah-tengah  pengikutan kita digembalakan Firman Pengajaran Mempelai, tetapi Tuhan tetap sabar.

2 Petrus 1:19
1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Alangkah baiknya kita memperhatikan Firman Pengajaran Mempelai seperti Simon Petrus yang diteguhkan oleh Firman Pengajaran Mempelai, diteguhkan oleh kesaksian Yesus Kristus di dalam kemuliaan-Nya.
Oleh sebab itu, biarlah kita memperhatikan Firman Pengajaran Mempelai sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap, sampai fajar menyingsing, artinya; berkuasa melepaskan kita dari kegelapan dosa dan dibawa kepada terangnya yang ajaib dan akhirnya bintang Timur bersinar di dalam hati kita / Yesus berhadirat, berkuasa, bertakhta dalam hati kita masing-masing.
Apa yang keluar itu berasal dari dalam, kalau wajah dari anak-anak Tuhan memancarkan sinar kemuliaan itu menunjukkan bahwa bintang Timur terbit dan bersinar di dalam hati / Yesus berhadirat, berkuasa, bertakhta di dalam hati = bertabernakel.
Biarlah sinar kemuliaan itu terpancar dari pribadi kita masing-masing, siapapun kita yang hadir pada malam ini.

Syarat-syarat menerima Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel:
Yang pertama.
Matius 24:24-25
24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
24:25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.

Menolak dengan tegas firman yang dikurangkan.
Dikurangkan artinya; pemberitaan firman tentang salib diganti dengan dua hal, yaitu;
1.   Teori kemakuran artinya; orang kristen tidak boleh miskin harus kaya / tidak boleh kekurangan.
     Biasanya teori kemakmuran mengajari sidang jemaat untuk tidak lagi memikul salib / mengecilkan salib. Sebagaimana yang sudah saya sampaikan beberapa kali ada seorang hamba Tuhan, tidak setuju bahwa; mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi dan kekuatan adalah khotbah yang salah. Kalau hamba Tuhan khotbah seperti itu disebut khotbah padang gurun.
     Saudaraku, ketika firman dikurangkan dan diganti dengan teori kemakmuran artinya; orang Kristen tidak boleh miskin, padahal cara Tuhan untuk menegor, menghajar dan mendidik kita banyak, ada kalanya kekurangan uang , ekonomi, sekali waktu dengan sakit dan penderitaan dalam bentuk lain, itu adalah tegoran dan hajaran dalam bentuk salib / didikan yang berasal dari salib.

2.   Tanda-tanda yang dahysat dan mujizat-mujizat.
Matius 7:15
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Nabi-nabi palsu itu adalah binatang buas, mereka menyamar sehingga sama seperti serigala berbulu domba, berbahaya, ini harus diperhatikan sungguh-sungguh menjelang kedatangan Tuhan yang sudah tidak lama lagi.

Matius 7:22-23
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Tuhan tidak pernah mengenal nabi-nabi palsu. Kalau ibadah itu hanya sebatas bernubuat, mengusir setan, mengadakan banyak mujizat, sekalipun demi nama Tuhan tetapi mengecilkan salib Kristus; Tuhan tidak mengenal hamba seperti ini, mereka adalah nabi-nabi palsu. Itu sebabnya, tidak semua orang yang berseru; Tuhan, Tuhan! Masuk dalam kerajaan sorga. Yang terpenting melakukan kehendak Allah Bapa yang di sorga.

Sebagai anak, Yesus Kristus telah melakukan kehendak Allah Bapa, Ia telah meminum cawan supaya dengan demikian kehendak Allah jadi.
Meminum cawan artinya; menanggung penderitaan yang tidak harus Ia tanggung di atas kayu salib. Memang  berat, sehingga permohonan pertama, Yesus berkata; sekiranya mungkin biarlah cawan ini berlalu. Ini menunjukkan menangung penderitaan tidak mudah tetapi harus, supaya firman itu mendarah daging, sehingga agunglah rahasia ibadah kita ini.
Jadi ibadah yang kita jalankan ini bukan ibadah abal-abal, ibadah ini mulia; agunglah rahasia ibadah kita ini. Biarlah Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel membentuk terpola dalam hidup saya dan saudara.

Tujuan nabi-nabi palsu menyampaikan firman yang dikurangkan: “Sekiranya mungkin mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”
Orang-orang pilihan yaitu; orang-orang yang sudah mengerti firman dan yang sudah melayani Tuhan. Dan pada Injil Matius 24:25 Yesus berkata: “Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu”, maksudnya; supaya murid-murid memperhatikannya berarti; menolak dengan tegas firman yang dikurangkan. Dan biarlah kiranya kita juga memperhatikannya dengan sungguh-sungguh.

yang kedua.
2 Petrus 1:16
1:16. Sebab kami tidak mengikuti donsgeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.

Menolak dengan tegas firman yang ditambahkan.
Ditambahkan artinya; firman yang disampaikan ditambahkan atau disertai dengan dongeng nenek-nenek tua dan cerita-cerita isapan jempol.

1 Timotius 4:7
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

Dengan tegas rasul Paulus berkata kepada anak rohani yang dikasihinya (Timotius): “Jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua”, supaya terbiasa melatih diri untuk beribadah / menjalankan ibadah yang sejati, yaitu mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan.

1 Timotius 1:3-4
1:3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain
1:4 ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman.

Rasul Paulus kembali mendesak Timotius untuk tinggal di Efesus dan supaya ia menasihati orang-orang tertentu, yaitu pengajar-pengajar supaya mereka jangan sibuk dengan dongeng-dongeng, jangan sibuk dengan silsilah-silsilah yang tiada putus-putusnya, sibuk dengan cerita-cerita isapan jempol, sebab pemberitaan firman yang ditambahkan  bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman.
Jadi apablia saya ditengah-tengah pemberitaan firman ini tidak terlalu banyak cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua tidak terlalu banyak melucu ya dimaklumi, kita harus kembali pada firman yang benar. Tetapi saya tidak bisa memaksa kepada hamba Tuhan tamu, supaya jangan melucu saya tidak bisa memaksa.

Di sini kita melihat rasul Paulus sangat mendesak...
1 Timotius 1:5
1:5. Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.

Tujuan rasul Paulus mendesak adalah; kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.
Kalau melayani Tuhan dengan pemberitaan firman yang ditambahkan, percayalah hamba Tuhan yang seperti ini tidak tulus ikhlas untuk melayani Tuhan, persis seperti dalam 2 Petrus 2:2-3, nabi-nabi palsu itu cinta uang, mereka menyampaikan firman dengan dongeng-dongeng tujuannya mencari untung dari sidang jemaat.
Kita harus lihat betapa hebatnya setan memakai hamba Tuhan dan mereka tidak menyadarinya, dihari-hari terakhir ini. Bagi kita sekarang, tidak perlu heran tinggal kita waspada.

2 Timotius 4:2-3
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Inilah tugas dari seorang hamba Tuhan untuk memenuhi panggilan pelayanannya yaitu;
-  “Beritakanlah firman Tuhan siap sedialah baik atau tidak baik waktunya”, jadi jangan menyampaikan firman Tuhan dengan melihat waktu, melihat kondisi kalau memungkinkan disampaikan, kalau tidak ya tidak. Karena orang kaya akhirnya mengurangi firman yang sifatnya mengoreksi, itu namanya melihat waktu. Kalau hamba Tuhan melihat watu berarti belum memenuhi panggilan pelayanannya kepada Tuhan.
“Nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”
Saya ingin memenuhi panggilan pelayanan kepada Tuhan, saya harus memenuhi ini, saudara harus memahami, jangan lansung cepat panas hati muka muram, jangan mudah tersinggung. Saya kira tujuh tahun digembalakan sudah cukup untuk menjadi pengajar / guru-guru kebenaran. Tetapi kalau di atas tujuh tahun digembalakan lalu seorang gembala menegor, menasihati, tetapi sidang jemaat tidak menerima, saya tidak habis pikir.

2 Timotius 4:1, 3-4
4:1. Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

Tadi dalam 1 Timotius 1:3-4 rasul Paulus mendesak Timotius, dalam 2 Timotius 4:1 rasul Paulus berpesan dengan sungguh-sungguh kepada timotius, demi pernyataan Allah dan demi kerajaan Allah, yaitu; supaya Timotius memenuhi panggilan pelayanannya dihadapan Tuhan / memenuhi tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya.
Sayapun berpesan dengan sungguh-sunguh tolong terimalah ketika saya memenuhi panggilan pelayanan saya dihadapan Tuhan. Jangan langsung bersungut-sungut seperti anak kecil ketika ditegor.
Kalau ditegor langsung ngambek, ibadah uring-uringan, melayani Tuhan uring-uringan, sementara saya ini mengusung Firman Pengajaran Mempelai, artinya; memenuhi panggilan pelayanan saya, kalau saudara tersinggung saudara yang rugi. Ukuran ikut Tuhan bukan jasmaniah, sehebat apapun saudara mempunyai pekerjaan, tidak boleh diukur dari situ. Ukurannya / blue printnya Tabernakel, bukan otak pintar, usia dan lain sebagainya.

Kenapa rasul Palus berpesan dengan sunguh-sungguh dan mendesak Timotius?
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, justru banyak orang akan mengumpulan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya, tetapi kita tidak seperti itu, harus rela ditegor, harus ada kerja sama dalam kandang penggembalaan ini.

Kita kembali memeprhatikan Firman Pengajaran Mempelai...

Kuasa dari Firman Pengajaran Mempelai.
Matius 24:27
24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

Seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke Barat, pendeknya kuasanya Firman Pengajaran Mempelai menjadikan kita bercahaya.

Bandingkan dengan.....
2 Petrus 1:19
1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Memperhatikan Firman Pengajaran Mempelai sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing. Kesimpulannya; kuasa dari Firman Pengajaran Mempelai membuat kita bercahaya.
Berarti; kalau bercahaya itu menandakan gereja Tuhan telah dikuasai benda-benda penerang.
Oleh karena Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel yang disebut juga dengan firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, kita bercahaya, dikuasai oleh benda-benda penerang, ini adalah kemurahan Tuhan.
Syukur kepada Tuhan oleh karena Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, kita bercahaya. Sebab itu seorang hamba Tuhan yang sungguh-sungguh dalam tahbisan yang benar, memenuhi panggilan, pelayanannya kepada Tuhan, pasti bercahaya, tidak bisa tidak. Cahaya berfungsi untuk menerangi kegelapan.
Saya berharap kita semua bercahaya, karena telah menerima Firman Pengajaran Mempelai, sehingga orang lain diterangi.

Wahyu 12:1
12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Tampaklah suatu tanda besar dilangit yaitu: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya / dikuasai oleh benda-benda penerang à gereja Tuhan yang sempurna.

Mari kita lihat benda-benda penerang tersebut...
Yang pertama: “Berselubungkan mataharià kasih Allah Bapa.
Mazmur 84:12
84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

Allah adalah matahari = perisai à kasih dan kemuliaan dari Allah bapa, dan itu Ia berikan; Ia tidak menahan kasihnya kepada orang yang hidup tidak bercela.
Malam ini kalau kita dapat menjalankan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci itulah kasih dan kemuliaan yang diberikan Tuhan kepada kita, ia tidak menahan kebaikan-Nya kepada orang yang tidak bercela dan selanjutnya kita dapat menikmati Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, itu adalah benih Ilahi.

Matius 13:36-39
13:36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."
13:37 Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.

Yang menabur benih baik ialah Yesus Kristus (Anak Manusia). Ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak kerajaan. Lalang adalah anak-anak si jahat.
Menjadi anak-anak kerajaan, itu karena kita menikmati benih yang baik / Firman Pengajaran Mempelai. Doakan supaya saya dapat terus menyampaikan firman dengan baik.
Lalang itulah anak-anak si jahat yang menikmati benih sijahat, itulah firman yang ditambahkan dan dikurangkan.

Sebetulnya gereja-gereja yang hanya mengkonsumsi firman yang ditambahkan dan dikurangkan itu adalah benih si jahat, ini harus diperhatikan sungguh-sungguh. Itu sebabnya saya sangat menyayangkan sekali banyak gereja yang menikmat benih yang ditaburkan oleh si jahat, dan yang saya tidak habis pikir mereka lebih menyukainya, kenapa tidak cepat-cepat membuka hati untuk benih Ilahi / benih yang ditaburkan Anak Manusia itulah Firman Pengajaran Mempelai.
Orang lebih suka dengan benih si jahat yang ditaburkan oleh Iblis Setan itulah pemberitaan firman yang ditambahkan dan dikurangkan, camkan ini, Tuhan sudah mengatakannya lebih dahulu dalam Matius 24:24-25.

Matius 13:40-42
13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Lalang / anak iblis dikumpulkan dan dibakar dalam api. Mereka yang menikmati firman yang ditambahkan dan dikurangkan tidak mendapatkan belas kasih dari Tuhan, mereka dicampakkan dalam api neraka.

Bandingkan dengan...
Matius 13:43
13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Orang-orang benar / anak-anak kerajaan akan bercahaya seperti matahari di dalam kerajaan Bapa, itulah kasih dari Allah Bapa.
Matahari = perisai à kasih dan kemuliaan diberikan oleh Bapa kepada anak-anak kerajaan. Ia tidak menahan kebaikan terhadap orang-orang yang tidak bercela.
Kasih itu perisai, melepaskan kita dari kebinasaan / tidak dilemparkan ke dalam api neraka. Kita telah diselubungi oleh matahari / kasih Allah Bapa = perisai.
Dengan apa kita dapat membalas kasih Allah?

Yang kedua: “Bulan di bawah kakinya” artinya; berdiri di atas korban Kristus, inilah landasan hidup dari orang benar.
Jadi, yang menjadi tolak ukur / barometer dalam kehidupan setiap anak-anak Tuhan adalah salib / korban Kristus, bukan menurut kebenaran manusia, tetapi ukurannya adalah salib Kristus, dalam segala sesuatu, supaya kita memiliki kekuatan, tidak rapuh, sekalipun banyak menghadapi ujian seperti dalam Matius 7: 24-27; Rumah yang dibangun di atas batu menghadapi tiga ujian, yaitu;
-   Dari atas itulah tipu daya dari Iblis Setan.
-   Dari bawah / banjir itulah dosa kenajisan.
-   Angin itulah anging-angin pengajaran palsu.
Tetapi rumah itu tidak rubuh karena dibangun di atas dasar yang benar, korban Kristus.
Bandingkan ayat 26-27 rumah yang bangun di atas dasar yang lain tidak mau menghadapi ujian baik dari atas (tipu daya ibli setan), banjir dari bawah itulah roh jahat dan roh najis, angin melanda itulah pengajaran palsu.
Barangkali kita pernah seperti Petrus ketika dia melihat Yesus, dia turun dari perahu dan berjalan di atas air, ketika dirasa tiupan angin dia mulai tenggelam, mulai terjerat dengan ajaran lain di luar Firman Pengajaran Mempelai kembali ke jalur yang benar. Bediri di atas korban Krisus supaya kita kuat menghadapi ujian.

Dalam 1 Korintus 3:10 dikatakan, rasul Paulus adalah ahli bangunan yang cakap, ia telah meletakkan dasar dari dari tiap-tiap bangunan itu, itulah korban Kristus, sehingga dengan demikian biarlah setiap orang membangun hidupnya di atas dasar yang diletakkan itu, jangan membangun di atas dasar yang lain.

Berkaitan dengan itu, mari kita lihat gereja Tuhan dibangun di atas dasar yang benar.
Matius 16:13-14
16:13. Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."

Yesus bertanya kepada murid-murid: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
Jawab mereka, ada yang mengatakan....
-   Yohanes pembaptis, menunjukkan bahwa Yesus itu besar.
Lukas 7:28
7:28 Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya."

Diantara mereka yang dilahirkan seorang perempuan, tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes.
Kalau pengikutan kita dasarnya karena Yesus orang besar, pengikutan seperti ini belum benar.
-  Elia, menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang yang berkuasa, karena Elia berkuasa menahan hujan turun pada zaman Ahab, dan oleh sebab itu ia hendak dibunuh oleh Izebel. Pada saat itu terjadi kekeringan. Kemudian, ia juga berkuasa menurunkan api dari langit.
Tetapi kalau dasarnya karena Yesus adalah orang yang berkuasa ini juga belum dasar yang benar. Masa karena orang besar, orang berkuasa, Dia disebut orang suci.
- Yeremia, seorang nabi. Nabi tugasnya; bernubuat / mengetahui segala sesuatu. Ini juga belum menjadi landasan yang benar.

Bandingkan denga pengakuan Petrus....
Matius 16:15-16
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

Pengakuan Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Yang pertama: Engkau adalah Mesias berarti; yang diurapi.
Di dalam Alkitab ada tiga jabatan yang diurapi;
-   Raja, Yesus adalah seorang Raja yang diurapi, Dia berkuasa.
Kemuliaan dari seorang raja terletak pada kuasanya, tidak ada raja yang tidak berkuasa. Kita adalah raja-raja yang diurapi, berkuasa terhadap dosa yang ditimbulkan oleh tiga hal; iblis setan yaitu; roh jahat dan roh najis, dunia dan pengaruhnya, daging dengan segala keinginannya.
-  Imam, Yesus adalah Imam Besar dan kita semua adalah imam-imam yang telah ditahbiskan untuk melayani Tuhan. Jadi, pada saat penahbisan itu seorang imam harus diurapi, oleh sebab itu seorang imam untuk mempertahankan minyak urapan di atas kepala, tidak boleh melanggar kekudusan. Allah memberikan tugas kepada seorang imam, tetapi juga dia berhak mengambil kepercayaan itu.
-  Seorang nabi, Yesus juga disebut seorang nabi, itu bisa dilihat dari pengakuan dari pada orang-orang yang Yahudi pada Injil Yohanes 6; Dia ini adalah seorang nabi yang akan datang.
Tugas dari seorang nabi adalah; sebagai perpanjangan mulut / bibir lidah Tuhan = menjadi pengantara.
1 Timotius 2:5
2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, Dia telah meminum anggur yang asam di atas kayu salib, berarti Dia telah menanggung segala penderitaan oleh karena kejahatan, pelanggaran manusia.

Selanjutnya pengakuan Simon Petrus.....
Yang kedua: Anak Allah yang hidup.
Lengkaplah sudah pengakuan dari Simon Petrus sebagai dasar / landasan kehidupan dari gereja Tuhan. Simon Petrus melihat pribadi Yesus Kristus dengan penampilan Yesus di dalam 4 Injil....
-  Raja, terkena kepada Injil Matius, sebab awal kisah Matius menceritakan Yesus sebagai Raja.
Imam-imam, terkena kepada Injil Markus.
Nabi, terkena kepada Injill Lukas, dimana Lukas ini banyak menceritakan sengsara manusia yang tidak diceritakan dalam Injil yang lain.
Lukas 9:23
9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Syarat mengikut Tuhan: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Dalam Injil lain tidak ada kata setiap hari.
Anak Allah yang hidup, kalau dikaitkan dalam Injil terkena kepada Injil Yohanes. Jadi Injil Yohanes menceritakan keadilan, kebenaran Yesus sebagai Anak Allah.
Jadi, pengakuan Petrus sudah benar sebagai dasar / landasan kehidupan gereja Tuhan.
Kalau tadi sebagai yang besar, berkuasa, mujizat atau bernubuat itu belum lengkap. Dasar yang benar adalah; Yesus sebagai seorang Raja, sebagai hamba dan sebagai manusia dalam penderitaan yang besar di atas kayu salib, Yesus adalah anak Allah yang hidup untuk menyatakan keadilan dan kebenaran.

Penampilan Yesus di dalam 4 Injil disebut dengan Injil sepenuh adalah dasar yang benar....
Matius 16: 17-18
16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Ini dasar yang benar, inilah batu karang yang teguh alam maut tidak akan menguasainya.
Dasar pengikutan yang benar adalah berdiri di atas batu karang yang teguh supaya kita menjadi kuat tidak rapuh.

Yang ketiga: “Sebuah mahkota di atas kepala bermahkotakan 12 bintang.”
Wahyu 1:16, 19-20
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.
1:20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Bintang-bintang dapat disimpulkan; guru-guru / pemimpin-pemimpin di dalam rumah Tuhan.

Daniel 12:3
12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Kuasa dari Firman Pengajaran Mempelai membuat kita bercahaya dan di sini dikatakan: Orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
Bintang-bintang yang bercahaya di atas kepala menuntun banyak orang kepada kebenaran, berarti; bintang-bintang à guru-guru kebenaran / pemimpin-pemimpin di dalam rumah Tuhan.
Yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran, itu tidak lain tidak bukan adalah guru-guru kebenaran.
Jadilah guru-guru dalam kebenaran, persamannya; dari sion keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem.
Orang yang melayani menjadi guru-guru kebenaran menjadi contoh teladan.

Filipi 2:12
2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Sebagai bintang-bintang yang bercahaya biarlah kiranya kita tetap mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar.

Bintang-bintang yang mengerjakan keselamatan;
Yang pertama
Taat = patuh pada ajaran yang benar = dengar-dengaran. Kalau taat sampai mati = setia.

Yang kedua
Filipi 2:13
2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Mempunyai kemauan dan kerelaan yang datangnya dari Tuhan, bukan kemauan diri sendiri.

Prakteknya.
Filipi 2:14
2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

Tidak bersungut-sungut dan tidak berbantah-bantah.
Kalau kemauan itu datangnya dari Tuhan; tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah.

Yang ketiga
Filipi 2:15-16
2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Berpegang pada firman kehidupan. Saya dengan tegas mengatakan firman kehidupan adalah Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel.
Berpegang teguh pada Firman Pengajaran Mempelai! Itulah firman kehidupan.

Jadi tiga pekerjaan dari pada bintang-bintang....
Taat.
Mempunyai kemauan dan kerelaan dengan segala kerendahan hati.
Berpegang teguh pada Firman kehidupan itulah Firman Pengajaran Mempelai.

Semua kemah dalam bumi ini akan dibongkar habis, tetapi Firman Pengajaran Mempelai membawa pada Tabernakel yang kekal, yaitu kerajaan yang tidak tergoncangkan.

Itulah bintang-bintang dan itu yang harus dikerjakan oleh bintang-bintang supaya tidak beraib dan tidak bernoda sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga dengan demikian bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang.

Siapa yang merindu menjadi bintang-bintang menuntun orang dalam kebenaran? Perhatikanlah firman ini, tetap berpegang pada firman kehidupan, Firman Pengajaran Mempelai
Saya bersyukur kepada Tuhan dipanggil dan dipilih untuk menjadi hamba Tuhan dan selanjutnya menerima jabatan gembala dan kita semua telah digembalakan oleh Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel, sehingga apapun yang kita kerjakan dalam kandang penggembalaan ini semuanya karena kekuatan Firman Pengajaran Mempelai dan dorongan Roh Kudus.
Jadi kemauan itu datangnya dari pengertian dan dorongan Roh kudus, itu bersinerji. Tidak mungkin ada dorongan Roh Kudus kalau tidak memiliki pengertian dari Firman Pengajaran Mempelai, di sinilah kita patut bersyukur setinggi-tingginya kepada Tuhan, Tuhan pelihara kehidupan kita.
Inilah tiga benda penerang yang menguasai seorang perempuan, tanda besar dilangit, yang berselubungkan matahari, bulan di bawah kaki dan mahkota dari 12 bintang di atas kepala.

Tuhan baik, Tuhan pelihara kehidupan kita semuanya. Taatlah dan mempunyai kemauan dengan segala kerelaan yang datangnya dari Tuhan, bukan dari keinginan dan tetap berpegang pada firman kehidupan apapun harganya bayar saja.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman;
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang





No comments:

Post a Comment