KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, February 1, 2016

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 27 JANUARI 2016

IBADAH DOA PENYEMBAHAN,  27 JANUARI 2016

“KITAB KOLOSE”
 (SERI 70)

Subtema : SETIA DALAM SEGENAP RUMAH TUHAN

Shalom…!!!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih Kristus, dengan kasih sayang dan kasih setia-Nya yang abadi kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan malam ini.

Sebelum kita merendahkan diri di bawah kaki salib kristus, terlebih dahulu kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan, dari surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.

Kolose 1:21
(1:21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

Kalimat yang harus kita perhatikan pada ayat ini: “Kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah.”
Ini menunjuk kepada:
-     Bangsa kafir = orang-orang yang tidak bersunat.
-     Orang fasik dengan segala kefasikan mereka.
Perlu diketahui; orang yang dahulu hidup jauh dari Allah memusuhi Allah dalam hati dan pikiran dan  itu nyata dari setiap perbuatan yang jahat.
Pendeknya; setiap perbuatan yang jahat menunjukkan bahwa mereka itu adalah orang yang dahulu hidup jauh dari Allah.

Lebih jauh kita memperhatikan orang yang dahulu hidup jauh dari Allah...
Efesus 2:11-13
(2:11) Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,
(2:12) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
(2:13) Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu hidup "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

Yang dahulu hidup jauh dari Allah berarti:Tanpa Kristus, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia” = binasa, menuju kepada kematian.

Lebih jauh kita perhatikan mengenai orang yang dahulu hidup jauh dari Allah...
Efesus 2:1
(2:1) Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Orang-orang yang dahulu hidup jauh dari Allah, banyak melakukan pelanggaran dan banyak melakukan dosa, sedangkan upah dosa adalah maut.

Efesus 2:2-3
(2:2) Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
(2:3) Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Penyebab-penyebab terjadinya dosa, antara lain;
-     Mengikuti jalan dunia ini.
-     Mentaati penguasa kerajaan angkasa.
-     Hidup dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging.

Sekarang Kita masih memperhatikan....
Keterangan: MENTAATI PENGUASA KERAJAAN ANGKASA.”
Pertanyaannya: Siapakah mereka itu (orang-orang yang mentaati penguasa kerajaan angkasa)?
Jawabnya: Mereka adalah orang-orang yang dikuasai oleh roh pendurhakaan.
Roh pendurhakaan = memberontak = berkata-kata melawan Allah dan hamba Tuhan.

Kita lihat salah satu peristiwa mengenai pemberontakan Korah.
Bilangan 16:1-2
(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang
(16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

Korah berserta Datan, Abiram dan On juga beserta 250 pemimpin umat Israel, memberontak melawan Musa. Memberontak = dikuasai roh pendurhakaan.

Bilangan 16:11
(16:11) Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

Memberontak kepada hamba Tuhan (gembala sidang) = memberontak kepada Tuhan. Ini harus diketahui dengan baik. Sebab itu belajarlah takut akan Tuhan.

Tanda-tanda ketika korah memberontak.
YANG PERTAMA
Bilangan 16:3
(16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"

Di sini kita perhatikan Korah dan kelompoknya mengerumuni Musa dan Harun serta berkata: “Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"

Kita lihat suatu perbandingan, apakah perkataan Korah ini benar atau tidak.....
Bilangan 12:1-3
(12:1) Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.
(12:2) Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
(12:3) Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.

Musa adalah seorang yang sangat lembut hatinya, bahkan lebih dari setiap manusia di atas muka bumi ini, sampai sekarang tidak ada yang melebihi kelemah lembutan Musa dari antara manusia.
Lembut à kerendahan hati, sebab orang yang lembut tidak keras hati. Tidak keras hati berarti; rendah hati.
Berarti tidak sesuai dengan perkataan Korah dan kumpulannya, yang mengatakan; “Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"  Kalau kita lihat peristiwa  pemberontakan Miryam dan Harun, jelas sekali bahwa Musa itu lemah lembut dan rendah hati. Jadi perkataan Korah tidak benar.

Bilangan 12:6
(12:6) Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.

Oleh karena kerendahan hati Musa, ia layak menjadi Nabi Allah, layak menjadi hamba Tuhan dan layak menerima jabatan nabi.

Bukti bahwa Musa adalah seorang nabi.
-       “Tuhan menyatakan diri-Nya kepada seorang nabi dalam penglihatan.”
Pada waktu isteri saya (ibu gembala) mengalami sakit dan sakit ini bisa membawa kepada kematian, di situ Tuhan menampakkan diri-Nya dua kali kepada saya. Selanjutnya, saya melihat menara yang tinggi kurang lebih 30 meter, lalu di atas menara itu saya melihat ada cahaya berwarna biru, menandakan bahwa ada kebangkitan, berarti umur dari isteri (ibu gembala) saya masih panjang. Pada saat itulah sekaligus Tuhan meberitahukan.

-       “Allah berbicara dengan nabi dalam mimpi.”
Yeremia 23:28
(23:28) Nabi yang beroleh mimpi, biarlah menceritakan mimpinya itu, dan nabi yang beroleh firman-Ku, biarlah menceritakan firman-Ku itu dengan benar! Apakah sangkut-paut jerami dengan gandum? demikianlah firman TUHAN.

Nabi yang beroleh mimpi biarlah menceritakan mimpinya itu, kemudian, nabi yang beroleh firman Tuhan, biarlah menceritakan firman Tuhan itu. Dan pada saat seorang nabi menceritakan mimpi dan firman Tuhan itu dengan benar, tidak perlu disangkal, bersungut-sungut, apalagi lagi berkata; “engkau meninggi-ninggikan diri atas kami, engkau gila hormat atas kami”, itu adalah suatu pemikiran yang keliru, karena memang itulah tugas nabi.

Tugas nabi: Menyampaikan firman nubuatan, firman pengajaran yang rahasianya dibukakan.
Tujuannya; mengoreksi, menyelidiki segala sesuatu yang terkandung di dalam hati.
Kalau seorang sidang jemaat bersungut-sungut ketika dikoreksi, sama seperti Korah dan kumpulannya yang berkata; “engkau sedang meninggi-ninggikan diri atas kami.”

1 Korintus 14:3
(14:3) Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

Firman para nabi / firman nubuatan, berkuasa untuk; membangun, menasihati dan menghibur. Jadi tidak perlu bersungut-sungut.

Kuasa dari firman para nabi.
1 Korintus 14:24-25
(14:24) Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;
(14:25) segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."

Menyelidiki segala sesuatu yang terkandung dalam hati dan akhirnya kita datang untuk sujud menyembah kepada Dia.
Sujud menyembha = tanda penyerahan diri secara total kepada Tuhan.
Ibadah yang masuk ukuran Tuhan adalah masuk dalam penyembahan secara total kepada Tuhan. Kalau kita telah menyerahkan diri secara total kepada Tuhan, maka secara otomatis memberi diri dikoreksi dan diselidiki oleh firman para nabi. Tetapi kalau ibadah seseorang belum sampai kepada penyembahan, maka ia akan menolak dikoreksi dan diselidiki oleh firman para nabi.

Tanda-tanda ketika Korah, Datan dan Abiram memberontak.
YANG KEDUA
Bilangan 16:13
(16:13) Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami?

Secara khusus Datan dan Abiram berkata; “masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami?” = mengambil rupa sebagai tuan bukan mengambil rupa sebagai hamba.

Sekarang kita lihat, apakah perkataan Datan dan Abiram ini benar...
Bilangan 12:7
(12:7) Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku.

Allah berfirman: “Musa adalah seorang yang setia dalam rumah Tuhan”, pendeknya Musa mengambil rupa seorang hamba bukan mengambil rupa sebagai seorang tuan.
Kalau mengambil rupa sebagai seorang tuan hanya bisa memerintah, tidak mau diperintah, itu tuan, tetapi kalau mengambil rupa seorang hamba dia akan taat, setia, dengar-dengaran, itu yang benar.Kalau engkau pandai, pintar tetapi tidak dengar-dengaran itu bukan hamba = mengambil rupa seorang tuan.

Ibrani 3:5
(3:5) Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian,

Sebagai pelayan Tuhan / hamba TUHan, Musa setia dalam segenap rumah Allah. Pendeknya, Musa adalah seorang hamba Tuhan yang setia dalam rumah Tuhan.
Setia dalam segenap rumah Tuhan artinya;
a.     Tekun dalam tiga macam ibadah pokok, yaitu;
-       Tekun dalam ibadah pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.
-       Tekun dalam ibadah raya Minggu disertai kesaksian.
-       Tekun dalam ibadah doa penyembahan.
b.     Terbeban dengan segala aktifitas dan kegiatan-kegiatan di dalam rumah Tuhan.

Itulah Musa, mengambil rupa seorang hamba bukan mengambil rupa seorang tuan.

Amsal 20:6
(20:6) Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

Banyak orang menyebut diri baik hati, dan mudah ditemukan orang yang baik, tetapi orang yang setia siapakah yang menemukannya? Artinya; sangat sukar menemukan orang yang setia karena sangat sukar.
Untuk berbuat hal yang baik dalam suatu perkara mungkin banyak orang mampu, tetapi untuk setia dalam segenap rumah Tuhan belum tentu, terlalu sedikit orang yang setia dalam segenap rumah Tuhan.
Ada orang yang dipercayakan tugas pelayanan, namun setelah mengerjakan pekerjaannya, ia mulai sombong, atau ada yang sudah mulai dipercaya, karena merasa capek ia mengudurkan diri, berarti tidak setia dalam segenap rumah Tuhan.

Kelebihan-kelebihan orang yang setia dalam rumah Tuhan.
1.     Matius 25:20-23
(25:20) Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
(25:21) Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
(25:22) Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
(25:23) Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil.
Saya berkali-kali mengatakan kepada Timotius; “coba tunjukkan laporan khas yang sudah kamu tulis”, itu sangat sukar ia tunjukkan, itu baru perkara kecil. Masih banyak di antara kita kalau di ajar, sukar menuruti, sebenarnya kalau seorang hamba setia pasti dia setia dalam perkara kecil. Itu kelebihan orang yang setia.

Kita sering kali ingin sekali mengerjakan suatu pekerjaan yang besar, tetapi kalau mendahului apa yang menjadi kehendak Tuhan, Tuhan tidak tertarik, Tuhan tidak suka.
Banyak orang juga menyepelekan perkara kecil, hanya mau mengerjakan perkara besar.
Tuhan mempercayakan perkara besar kepada seseorang, ketika ia mau setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil.

2.     Amsal 11:13
(11:13) Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara.

“Siapa yang setia menutupi perkara”, sebaliknya kalau tidak setia, seseorang suka mengumpat dan membuka aib orang lain. Jadi orang yang setia, menutupi banyak perkara = mengampuni banyak kesalahan, menutupi banyak kekurangan = orang setia hidup di dalam kasih.

Kasih itu menutupi banyak sekali dosa dan pelanggaran, tidak suka membeberkan kelemahan orang lain.
Kalau tidak setia, sama seperti suami atau isteri yang tidak setia, untuk membenarkan dirinya / meloloskan dirinya dalam perselingkuhannya, ia harus menjelek-jelekkan pasangannya.

Marilah kita baca ayat itu dalam...
1 Petrus 4:8
(4:8) Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Definisi kasih: Menutupi banyak sekali dosa.
Jadi bukan hanya mampu mentupi dosa kecil, tetapi juga dosa besar, sampai puncaknya nanti orang yang setia ini menjadi tubuh Kristus yang sempurna, itulah mempelai wanita Tuhan. di mulai dari dipanggil, dipilih dan setia.

Kolose 3:14
(3:14) Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Kasih itu puncaknya; mempersatukan anggota tubuh Kristus, berarti; sampai kepada kesempurnaan, menjadi pengantin perempuan, masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, itu puncak dari pada kesetiaan.

Alasan Korah dan kumpulannya memberontak.
Bilangan 16:8-10
(16:8) Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi!
(16:9) Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka,
(16:10) dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?

Alasan memberontak: Menuntut pangkat imam, sementara bani Lewi telah dipercayakan pelayanan bersama dengan imam-imam yang melayani di Tabernakel, itu adalah kemurahan dari Tuhan.
Bani Lewi masih menuntut pangkat imam lagi = meninggi-ninggikan diri dihadaan Tuhan.
Sebelumnya, bukan Musa yang meninggi-ninggikan diri, tetapi Korah dan kumpulannyalah yang meninggi-ninggikan diri.

Keluaran 32:25-26
(32:25) Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka--
(32:26) maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.

Siapa yang mau berpihak kepada Tuhan, harus berpihak kepada kandang penggembalaan, tidak boleh menghasut orang lain dalam cara apapun, baik dari perkataan, perbuatan, gerak-gerik, itu yang benar.

Di sini kita melihat yang berpihak adalah: bani Lewi, sementara 11 suku lain tidak berpihak, walaupun mereka telah jatuh dalam dosa penyembahan berhala, yaitu; menyembah patung anak lembu emas tuangan.
Berarti orang yang berpihak kepada Tuhan adalah orang yang mau mengakui dosa kesalahannya, termasuk dosa penyembahan berhalanya. Kekerasan hati juga disebut penyembahan berhala.
Orang yang keras hati sukar sekali mengaku dosa, sehingga kesaksiannya berbelit-belit, tidak selesai hidupnya, tidak mau menyelesaikan persoalan dalam hidupnya dihadapan Tuhan, hati Tuhan tidak puas melihat yang seperti ini.

Keluaran 32:27-29
(32:27) Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."
(32:28) Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.
(32:29) Kemudian berkatalah Musa: "Baktikanlah dirimu mulai hari ini kepada TUHAN, masing-masing dengan membayarkan jiwa anaknya laki-laki dan saudaranya--yakni supaya kamu diberi berkat pada hari ini."

Kalau akhirnya bani Lewi dipercaya melayani, selanjutnya mau menyerahkan diri dan melayani Tuhan, supaya mereka menebus segala pelanggaran-pelanggaran saudara-saudaranya.
Kita melayani untuk menolong orang dalam dosanya, bukan justru menjatuhkan dalam dosa dan kelemahan.
Siapa yang mau melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh? Selamatkan orang yang disekitarmu, kalau orang mau mengajak nyanyian berbalas-balasan jangan turuti, kalau engkau merasa dikejar firman, jangan memberontak, karena engkau memang masih sepeti itu, menangislah di bawah kaki Tuhan.

Di sini kita melihat kelebihan dari mereka yang melayani Tuhan; “dipercaya mengikatkan pedangnya”  = menyandang pedang.
Saudaraku, pedang roh atau yang disebut pedang yang lebih tajam dari pedang bermata dua, itulah firman Allah, biarlah kita menyandang kuasa dan kebesaran dari firman pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel, untuk selanjutnya memisahkan kita dari dosa yang ditimbulkan oleh tabiat daging.

Membunuh saudara, tetangga, teman = memisahkan diri dari dosa yang ditimbulkan oleh daging dan tabiatnya, sebab saudara, teman tetangga à manusia daging.
Jadi kalau kita berpihak kepada Tuhan tidak perlu pakai perasaan. Melayani Tuhan tidak usah pakai perasaan.

Oleh karena kemurahan Tuhan kita melayani Tuhan, sebetulnya kalau kita perhatikan, yang melayani di Tabernakel ini adalah imam-imam, tetapi rupanya oleh karena kemuraan Tuhan para Lewi melayani bersama para imam, mendekat kepada Tuhan. Kita ini bangsa kafir, kalau akhirnya dipercaya suatu ibadah dan pelayanan,dan menjadi imamat rajani, itu adalah kemurahan Tuhan.

Ciri-ciri orang yang memberontak.
Bilangan 16:3
(16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"

Korah dan kumpulannya berkata; “cukuplah itu!”
Maksudnya;
a.     Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?" (Bilangan 16:3).
b.     Masih jugakah engkau menjadikan dirimu tuan atas kami?” (Bilangan 16:13).
Itu maksud dari pada; “cukuplah itu.”

Sekarang mari kita lihat ciri-cirinya..
yang pertama
Korah berkata;  “SEGENAP UMAT ITU ADALAH ORANG-ORANG KUDUS.”
Artinya: Merasa diri suci bahkan lebih suci dari Musa.
Ini ciri yang pertama, kalau seseorang suka memberontak.
Ini adalah suatu kekeliruan yang besar, merasa diri benar, merasa diri suci, merasa diri lebih layak dari seorang gembala. Kalau kita sudah melihat Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya kepada seorang hamba Tuhan, tetapi kita masih berani berkata seperti itu, itu kekeliruan yang besar.

Bilangan 12:1-2
(12:1) Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.
(12:2) Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.

Miryam dan Harun merasa diri suci.
Orang yang merasa diri suci adalah orang yang merasa diri layak dan berkenan, tetapi ketika Miryam dan Harun merasa diri layak, kedengaranlah hal itu kepada Tuhan.
Saya berkali-kali mengatakan kepada jemaat di Cilegon, Tuhan itu hidup, Tuhan itu ada, Dia tidak pernah tertidur, jadi jangan pernah melakukan sesuatu yang tidak baik sekalipun tidak dilihat oleh mata manusia, dan Tuhan itu adil, ketika perkara ini terjadi, perkara ini sampai kepada Tuhan... ”Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.”

Bilangan 12:10
(12:10) Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta!

Akhirnya oleh karena dosa merasa diri lebih suci, Miryam dan Harun kena penyakit kusta.
Kusta adalah; seluruh tubuh putih, tetapi itu penyakit.
Artinya; kebenaran diri sendiri itu penyakit, merasa diri suci, merasa diri layak, itu penyakit rohani dihadapan Tuhan.

yang KEDUA.
“Tuhan ada di tengah-tengah mereka = Tuhan berpihak kepada mereka.

Roma 8:31
(8:31) Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Jika Alalh dipihak kita, siapa yang dapat melawan? Jawabnya: Tentu tidak ada.

Roma 8:33
(8:33) Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?

Tidak ada yang menggugat orang-orang pilihan Allah, kemudian Tuhan membenarkan mereka, dan tidak ada yang menghukum mereka kalau Tuhan berpihak kepada mereka.

Tetapi perlu diketahui: Kepada siapakah Tuhan berpihak?
Roma 8:30
(8:30) Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Tuhan berpihak hanya kepada orang yang tidak terpisah dari kasih Kristus, sekalipun menghadapi; penindasan, kesesakkan peganiyaan, ketelajangan, kelaparan, bahaya, pedang.
Itulah orang yang tidak terpisah dari kasih Kristus, tidak takut pada perkara ini.

Roma 8:36
(8:36) Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."

Pendeknya, menjadi domba sembelihan.
Domba sembelihan kepada Allah adalah; “jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk”.. (Mazmur 51:19).
Itu sebabnya rasul Paulus di tengah pelayanannya tidak takut bahaya.
Tetapi, Korah dan kumpulannya, mereka menuntut pangkat imam, mereka memberontak bahkan mengata-ngatai Musa dan Harun, berarti bukan domba sembelihan, Tuhan tidak berpihak kepada mereka.
Berarti perkataan di atas tadi yaitu; “Tuhan ada di tegah-tengah umat-Nya” itu hanyalah alasan mereka untuk mereka bisa memberontak.

Kiranya hal ini tidak terjadi dalam kehidupan kita semua, oleh sebab itu mari kita perhatikan...
Jalan keluarnya.
Bilangan 16: 4,16
(16:4) Ketika Musa mendengar hal itu, sujudlah ia.
(16:16) Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Engkau ini dengan segenap kumpulanmu harus menghadap TUHAN, engkau dan mereka dan Harun, pada esok hari.

Musa setelah mendengar hal itu sujudlah ia dan selanjutnya membawa perkaranya kepada Tuhan, ini adalah seorang hamba Tuhan yang benar.
Begitu Musa mendengar perkara itu, ia sujud dan membawa perkaranya kepada Tuhan sebab Dia adalah hakim yang adil, Dia ada, hidup, Dia mempunyai mata. Berbeda dengan Harun yang meninggi-ninggikan diri, langsung perkara itu sampai kepada Tuhan. Ini harus kita perhatikan, belajar dari sini, kalau kita dewasa rohani, serahkan saja kepada Tuhan.

1 Petrus 2:19-20
(2:19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
(2:20) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung, itu adalah kasih karunia.
Menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung = sengsara salib = aniaya karena firman.
Kasih karunia  = kemurahan, yang tiak layak menjadi layak.

1 Petrus 2:21
(2:21) Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Itu sebabnya Tuhan panggil kita untuk tetap memikul salib, selanjutnya supaya mengikutai jejak-Nya.
Adapun jejak Kristus:
1 Petrus 2:22-24
(2:22) Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
(2:23) Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
(2:24) Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

-       “Ia tidak berbuat dosa” berarti hidup dalam kekudusuan.
Hidup terdiri dari:
Ø  Hati, pikiran dan perasan hidup dalam kekudusan.
Ø  Tubuh, jiwa dan roh hidup dalam kekudusan.
-       “Tipu tidak ada dalam mulut-Nya” = tida ada dusta = ya di atas ya, tidak di atas tidak.
-       “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki”, berarti; tidak berada di bawah hukum Taurat.
Hukum Taurat = mata ganti mata, gigi ganti gigi = kejahatan dibalas dengan kejahatan.
Biasanya, oang yang hidup di bawah hukum Taurat, menjalankan ibadahnya secara lahiriah, bibir/mulut memuliakan Tuhan tetapi hatinya jauh dari pada Tuhan = manusa lahiriah dipersembahkan kepada Tuhan, tetapi batinnya tidak dipersembahkan kepada Tuhan.
-       Ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”

Ini saja yang harus kita perhatikan, menghadapi persoalan sesulit apapun, mari kita sujud kepada Tuhan dan sekaligus membawa perkara-perkara kita di bawah kaki salib Kristus. Dia yang menjadi hakim atas kita, Dia akan memberikan keputusan yang adil bagi kita. Amin.



TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman;

Gembala sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment