KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, February 14, 2016

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 3 FEBRUARI 2016


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 3 FEBRUARI 2016

“KITAB KOLOSE”
 (SERI 71)

Subtema : ROH PENDURHAKAAN MENGHALANGI JALAN SALIB

Shalom…!!!
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita sekaliannya, salam dalam kasih Kristus, dengan kasih sayang dan kasih setia-Nya yang abadi kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan malam ini.

Sebelum kita merendahkan diri di bawah kaki salib kristus, terlebih dahulu kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan, dari surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.
Kolose 1:21
(1:21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

Kalimat yang harus kita perhatikan pada ayat ini: “Kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah.”
Ini menunjuk kepada:
-     Bangsa kafir = orang-orang yang tidak bersunat.
-     Orang fasik dengan segala kefasikan mereka.
Perlu diketahui; orang yang dahulu hidup jauh dari Allah memusuhi Allah dalam hati dan pikiran mereka dan  itu nyata dari setiap perbuatan yang jahat.
Pendeknya; setiap perbuatan yang jahat menunjukkan bahwa mereka itu adalah orang yang dahulu hidup jauh dari Allah.

Lebih jauh kita memperhatikan orang yang dahulu hidup jauh dari Allah...
Efesus 2:11-13
(2:11) Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,
(2:12) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
(2:13) Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu hidup "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

Yang dahulu hidup jauh dari Allah berarti:Tanpa Kristus, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia” = binasa, menuju kepada kematian kekal = berada dalam api neraka untuk selama-lamanya.

Lebih jauh kita perhatikan mengenai orang yang dahulu hidup jauh dari Allah...
Efesus 2:1
(2:1) Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Di sini semakin diperjelas, orang-orang yang dahulu hidup jauh dari Allah, banyak melakukan pelanggaran dan banyak melakukan dosa, sedangkan upah dosa adalah maut.

Efesus 2:2-3
(2:2) Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
(2:3) Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Penyebab-penyebab terjadinya dosa, antara lain;
-     Mengikuti jalan dunia ini.
-     Mentaati penguasa kerajaan angkasa.
-     Hidup dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging.

Sekarang Kita masih memperhatikan....
Keterangan: MENTAATI PENGUASA KERAJAAN ANGKASA.”
Pertanyaannya: Siapakah mereka itu (orang-orang yang mentaati penguasa kerajaan angkasa)?
Jawabnya: Mereka adalah orang-orang yang dikuasai oleh roh pendurhakaan.
Roh pendurhakaan = memberontak kepada Allah = berkata-kata melawan Allah dan hamba Tuhan.

Sekarang kita akan melihat: pemberontakkan Saul kepada Allah.
1 Samuel 15:1-3
(15:1) Berkatalah Samuel kepada Saul: "Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN.
(15:2) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.
(15:3) Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."

Firman Tuhan datang kepada raja Saul yaitu, untuk menumpas habis:
-     Amalek mulai dari raja sampai rakyat; laki-laki, perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusui.
-     Ternak / hewan / binatang dari orang-orang Amalekh.
Inilah firman Tuhan / perintah Tuhan yang harus dituruti raja Saul.

Saudaraku, mereka yang sudah mengambil bagian dalam pelayanan disebut juga raja-raja dan imam-imam bagi Allah, jadi ini juga menjadi tugas kita; mendengar dan melakukan firman Tuhan.
Yang pertama-tama mendengar dan melakukan firman Tuhan adalah mereka yang sudah mengambil bagian dalam pelayanan itulah imam-imam / raja-raja. Jadi imam-imam / raja-raja harus lebih lagi mendengar dan menuruti firman Allah dari pada sidang jemaat / mereka yang belum mengambil bagian dalam pelayanan.

Sekarang mari kita lihat tanggapan Saul terhadap firman Allah.
1 Samuel 15:4-9
(15:4) Lalu Saul memanggil rakyat berkumpul dan memeriksa barisan mereka di Telaim: ada dua ratus ribu orang pasukan berjalan kaki dan sepuluh ribu orang Yehuda.
(15:5) Setelah Saul sampai ke kota orang Amalek, disuruhnyalah orang-orang menghadang di lembah.
(15:6) Berkatalah Saul kepada orang Keni: "Berangkatlah, menjauhlah, pergilah dari tengah-tengah orang Amalek, supaya jangan kulenyapkan kamu bersama-sama dengan mereka. Bukankah kamu telah menunjukkan persahabatanmu kepada semua orang Israel, ketika mereka pergi dari Mesir?" Sesudah itu menjauhlah orang Keni dari tengah-tengah orang Amalek.
(15:7) Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir.
(15:8) Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang.
(15:9) Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka.

-     Saul membiarkan Agag raja Amalekh hidup, tetapi menumpas habis rakyatnya.
-     Saul mengambil jarahan, binatang yang tambun, tetapi yang buruk / yang tidak berharga ditumpas habis.
Berarti, Saul tidak dengar-dengaran = mendengar firman tetapi tidak melakukannya.

Mari kita lihat dua hal yang dibiarkan oleh Saul hidup;
1.     Membiarkan Agag raja amalekh hidup.
Artinya; membiarkan Iblis Setan berkuasa. Iblis setan = roh jahat dan roh najis.
Kalau melayani Tuhan tetapi masih dikuasai Iblis / Setan dengan kata lain masih dikuasai roh jahat dan roh najis, ia tidak layak menjadi seorang pelayan Tuhan.

Perhatikan baik-baik firman Tuhan, sebab yang pertama-tama mendengar dan melakukan firman Tuhan adalah raja-raja / yang sudah melayani, dimulai dari pemimpin pujian, pembaca firman, singer, kolektan, infocus, multimedia, pemain musik, sebab itu ibadah ini tidak boleh dijalankan secara lahiriah = mulut memuji Tuhan tetapi hati jauh dari Tuhan, datang kepada Tuhan lewat ibadah tetapi manusia batinnya tidak dipersembahkan kepada Tuhan.

Matius 8:18-20
(8:18) Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
(8:19) Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
(8:20) Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

"Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Artinya: Melayani dan mengikuti Tuhan tetapi masih dikuasai roh jahat dan roh najis tidak layak melayani Tuhan sekalipun menyebut Tuhan adalah guru = ingin di ajar tentang kebenaran.

Perhatikan dua hal;
-       Serigala mempunyai liang”, artinya; dikuasai roh jahat.
Tugas dari serigala: Mencerai-beraikan kawanan domba = domba-domba menjadi liar, tidak tergembala dengan baik dalam satu kandang penggembalaan dengan satu gembala.
Itulah pekerjaan serigala, untuk memisahkan anak-anak Tuhan dari Tuhan, dari ibadah dan pelayanan dan dari kasih Tuhan.
-       Burung mempunyai sarang” artinya; dikuasai roh najis.
Kerugian bila dikuasai roh najis: Menghambat pembangunan tubuh Kristus, sesuai dengan kisah dalam kitab Hagai; dengan turutnya orang-orang najis dalam pembangunan rumah Tuhan, akhirnya pembangunan rumah Tuhan terhalangi.

Wahyu 18:2
(18:2) Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

Babel adalah tempatnya roh najis yang paling dibenci oleh Tuhan.
Jadi kalau kita melakukan apa yang paling dibenci oleh Tuhan = musuh Tuhan. Seharusnya, apa yang paling dibenci oleh Tuhan itu juga yang harus kita benci.

Kerugian dikuasai roh najis, di atas tadi sudah saya sampaikan; menghalangi pembangunan tubuh Kritsus.
Kalau pembangunan tubuh Kristus terhalangi maka pembangunan tubuh akan mengarah kepada pembangunan tubuh Babel, tempatnya roh jahat dan roh najis yang paling dibenci Tuhan.
Doa Yesus Kristus adalah supaya terwujudnya pembangunan tubuh Kristus = kesatuan tubuh. Tetapi kalau dikuasai roh najis, pembangunan itu mengarah kepada pembangunan tubuh Babel.

Saya perhatikan, kalau roh najis itu masih menguasai seorang imam, sangat mempengaruhi situasi yang ada, akhirnya pemberitaan firman mental begitu saja. Jadi, tolong bantu saya dalam pembangunan tubuh Kristus ini. Yang masih dikuasai roh najis baik di dalam hati, pikiran, gerak-gerik dan perkataan yang najis, tolong jangan dilanjutkan lagi, kalau dilakukan berarti engkau sedang berhadapan dengan Allah bukan dengan saya. Saya sedang melakukan tugas demi pembangunan tubuh Kritsus, tetapi kalau saudara masih dikuasai roh najis, saudara berhadapan dengan Allah bukan saya.

2.     Mengambil lembu sapi dan kambing domba yang tambun hidup-hidup.
Artinya; dikuasai oleh hawa nafsu dan keinginan daging.
Binatang à hawa nafsu dan keinginann daging.
Jadi kalau manusia dikuasai hawa nafsu dan keinginan daging disebut binatang yang tidak berakal budi, sesuai dengan 1 Petrus 2.
Manusia adalah rumah Tuhan, tempat Roh Allah berdiam. Kalau binatang tidak ada roh Allah, bukan tempat firman Allah dan kasih Allah berdiam.
Kalau seseorang hidup dalam hawa nafsu dan keinginan daging = binatang yang tambun.

Galatian 5: 19-21
(5:19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
(5:20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
(5:21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Ada 15 perbuatan daging, yaitu;
Percabulan.
Perseteruan.

Percideraan.

Kecemaran.

Perselisihan.

Roh Pemecah.
Hawa Nafsu.

Iri Hati.

Kedengkian.

Penyembahan Berhala.

Amarah.

Kemabukan.

Sihir.

Kepentingan Diri Sendiri.

Pesta Pora.

Perhatikan; “..... barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Sehebat apapun binatang (hewan) tidak mendapat bagian dalam kerajaan sorga.
Saya tunjukkan kehebatan seekor bintang;
-       Ketika ayam berkokok pada pagi hari sebanyak tiga kali untuk menegor, mengingatkan kesalahan dari Simon Petrus.
-       Keledai yang ditunggangi oleh Bileam berbicara untuk menegor nabi Bileam, supaya jangan datang kepada Balak dan supaya jangan mengutuki bangsa Israel yang sedang berkemah.

Nabi-nabi palsu juga disebut juga binatang, sekalipun mereka dapat menurunkan api dari langit, mengadakan mujizat-mujizat, bernubuat, mengusir Setan demi nama Tuhan, tetapi Tuhan tidak pernah mengenal mereka = pintu sorga tertutup.

Roma 8:5
(8:5) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

Mereka yang hidup menurut keinginan daging, tidak akan pernah memikirkan perkara-perkara di Sorga, itulah segala sesuatu yang menyangkut ibadah dan pelayanan, dia lebih mengikuti hawa nafsu dagingnya dari pada ibadah dan pelayanan dan segala kegiatan di dalamnya.

Roma 8:6-7
(8:6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
(8:7) Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

Mereka yang tidak mendengar dan menuruti firman Tuhan menjadi seteru Allah.
Berarti kesimpulannya; Saul menjadi seteru Allah.

Kita kembali memperhatikan..
1 Samuel 15:10-11
(15:10) Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian:
(15:11) "Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku." Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.

Di sini Tuhan melihat sikap raja saul, sehingga dengan demikian Allah menyesal karena telah menjadikan Saul raja atas Israel.
Tuhan sangat menyesal sekali, apabila seorang imam / mereka yang sudah melayani Tuhan masih dikuasai roh jahat, roh najis, dan masih hidup dalam hawa nafus dan keinginan daging, Tuhan sangat menyesal dan dipermalukan sekali.
Bayangkan; melayani tetapi masih dikuasai roh jahat, roh najis, melayani tetapi masih hidup menuruti hawa nafsu dan keinginan daging!!!! Tuhan menyesal dan malu sekali. Ini harus diperhatikan sungguh-sungguh

Tuhan menyesal menjadikan Saul raja, selanjutya Tuhan memberitahukan hal ini kepada Samuel, maka sakit hatilah samuel dan ia berseru-seru kepada Tuhan semalam-malaman, dengan demikian Samuel merasakan apa yang dirasakan oleh Tuhan.
Ini adalah respon yang baik dari seorang hamba Tuhan. Samuel hancur hati, tetapi dilanjutkan dengan doa semalam-malaman, untuk mohon belas kasih Tuhan.

1 Sameul 15:12-13
(15:12) Lalu Samuel bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Saul, tetapi diberitahukan kepada Samuel, demikian: "Saul telah ke Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tanda peringatan; kemudian ia balik dan mengambil jurusan ke Gilgal."
(15:13) Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN."

Setelah mendapatkan pemberitahuan itu Samuel segera bertindak dan menemui raja Saul.

Perhatikan ketika Samuel bertemu dengan raja Saul.....
Saul berkata: “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN.” Alasan Saul berkata hal itu kepada Samuel adalah: “Aku telah melaksanakan firman TUHAN." Saul merasa bahwa ia telah melaksanakan dan menuruti segala perintah Tuhan.
Seringkali hal yang seperti ini dialami / terjadi oleh sidang anak-anak Tuhan dan hamba-hamba Tuhan, telah dikuasai roh jahat dan roh najis, dan masih hidup menuruti hawa nafsu daging, namun yang masih merasa menuruti firman Tuhan, merasa sudah paling benar. Biasanya orang yang merasa diri benar, merasa diri besar, percaya dirinya sangat berlebihan, suka bermegah, membangga-banggakan diri.

1 Samuel 15:14
(15:14) Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?"

Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?"
Artinya; Saul tidak melakukan tepat seperti apa yang Tuhan katakan kepadanya, karena Saul masih membiarkan kambing domba dan lembu-lembu yang tambun itu hidup = hidup menurut hawa nafsu daging.
Jadi jangan heran kalau  seorang hamba Tuhan yang sudah dipercayakan pemberitaan firman para nabi, firman nubuatan, mudah sekali mengerti dan mengenal keadaan seseorang dan tiba-tiba ia menegor, jangan heran, sebab Tuhan telah berbicara, walaaupun sepertinya kita sedang terlihat sedang melakukan firman Tuhan, Tuhan tetap tahu, dan akan memberitahukan apa yang sesungguhnya sedang terjadi.

1 Samuel 15:15
(15:15) Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."

Alasan Saul mengambil jarahan yang tambun dan terbaik adalah untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan Allah.
Pendeknya, Saul membela diri di dalam kesalahan.
Tadi saul merasa diri benar, pada saat merasa diri benar ternyata Samuel menunjukkan kesalahannya, kemudian pada saat Samuel menunjukkan kesalahannya, Saul masih membela diri. Seharusnya, kalau memang salah, segera mengakui kesalahan.

Saudaraku perhatikan, apapun yang kita lakukan sekalipun itu baik menurut kita kalau tidak dengar-dengaran = mendahului Tuhan, itu tidak baik. Maka Tuhan tidak pernah tertarik melihat anak Tuhan yang suka mendahului Tuhan, sekalipun cakap, hebat, Tuhan tidak pakai. Sebab itu dalam kitab Zakharia 4:4 ; “bukan karena keperkasaan, gagah hebat, namun oleh Roh Tuhan.”
Jadi pendeknya, Saul masih membenarkan diri = tidak segera mengakui kesalahannya.

1 Yohanes 1:8
(1:8) Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

Kalau tidak mengakui kesalahan = menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

1 Yohanes 1:9
(1:9) Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Sebaliknya, kalau kita mengakui dosa kita, Tuhan mengampuni segala dosa dan menyucikan kita dari segala kesalahan.

1 Yohanes 1:10
(1:10) Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

Yang jauh lebih parah lagi dari ayat 8, kalau tidak mengakui dosa, adalah;
Pertama: Membuat Allah kita menjadi pendusta.

Misalnya; kalau si A dan si B berperkara, yang benar si A dan yang salah si B, tetapi si B tidak mengaku kesalahannya, berarti secara tidak langsung, tanpa ia sadari ia menjadikan si A pendusta.
Demikian juga kalau kita tidak mengakui kesalahan kita, maka kita menjadikan Allah pendusta, padahal dengan jelas tadi dikatakan bahwa; “Allah itu adalah setia dan adil.” Oleh sebab itu, kalau memang salah akui saja = masalah selesai.

Kalau seseorang tidak mengakui masalahnya, dia menjadikan Allah pendusta kemudian hidupnya tidak akan pernah selesai dari masalahnya, seperti lingkaran Setan, muter-muter di situ, tidak keluar dari situ.
Imam-imam yang sudah melayani, cepat-cepat mengakui kesalahan kalau memang salah, jangan menjadikan Allah pendusta.

Kedua: Firman Allah sebagai kebenaran, tidak tinggal diam di dalam hidupnya.
Kebenaran sejati terletak pada salib, di luar salib tidak ada lagi kebenaran.
Kesimpulannya; orang yang tidak mau mengakui kesalahan jauh dari salib, tidak mau memikul salib, tidak terbeban dalam pekerjaan Tuhan, percayalah. Ini yang harus segera kita perhatikan.

Kembali kita memperhatikan....
1 Samuel 15:20-21
(15:20) Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.
(15:21) Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."

Saul masih tetap bertahan dan membela diri, tidak mau mengakui segala kesalahannya, untuk kesekian kali.
Kemudian di dalam pembelaan dirinya ia mempersalahkan rakyat yang mengambil jarahan yang baik dan tambun dengan alasan; untuk dipersembahkan kepada Tuhan.
Orang kalau tidak mengakui kesalahannya, selain menjadikan Tuhan pendusta juga suka mempersalahkan orang lain.

Saya melihat luar biasanya kebebalan Saul ini, berbanding terbalik dengan Daud, ketika jatuh dalam dosa yaitu; membunuh Uria orang Het, dan mengambil isterinya, itu dosa kenajisan, kemudian ketika nabi Natan menunjuk-nunjuk dosa Daud, ia segera menyesal dan mengakui segala kekurangan, itu sebabnya Tuhan kembali memakai dia.
Tetapi kalau bertahan dengan segala dosa kejahatan, kenajisan dan hawa nafsu daging, sampai kapanpun Tuhan tidak pernah pakai dia.
Berkali-kali Tuhan menunjuk-nunjuk kesalahan Saul tetapi ia tetap bertahan, bahkan masih mempersalahkan orang lain, ngeri sekali melihat orang yang seperti ini, semoga jangan ada di antara kita, dan kalau masih ada tetapi tidak berani mengaku, engkau harus menyembah dan hancur hati sejadi-jadinya.

Sekarang kita lihat persamaan orang yang keras hati..
1 Samuel 15:22
(15:22) Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

Jawab Samuel kepasa Saul...
PERNYATAAN PERTAMA:
-       “Mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan.”
Mari kita lihat korban sembelihan..
Mazmur 51:19
(51:19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Korban sembelihan adalah; “jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk.”
Sekalipun jiwa hancur, hati patah dan remuk, sekalipun kita berjuang, berkorban di tengah ibadah dan pelayanan ini, tidak ada artinya, tidak melakukan firman Tuhan yang didengar.
Walaupun kita banyak berjuang dan berkorban karena banyaknya kegiatan di tengah ibadah dan pelayanan,  kalau tidak dengar-dengaran tidak ada artinya, camkan ini, goreskan itu dalam hatimu.

-       “Memperhtaikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”
Mari kita lihat lemak..
Imamat 3:16-17
(3:16) Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN.
(3:17) Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah."

Janganlah sekali-kali kamu makan lemak sebab segala lemak adalah kepunyaan Tuhan.

Arti rohani mempersembahkan lemak;
Mazmur 62:5-6
(63:5) Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
(63:6) Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.

Memuji Tuhan seumur hidup dengan bibir yang bersorak-sorai disertai mengangkat dua tangan merupakan lemak yang dipersembahkan kepada Tuhan, tetapi tidak ada artinya kalau seseorang tidak memperhatikan firman Tuhan yang disampaikan. Sebab itu tidak boleh anggap enteng didikan Tuhan, tidak boleh putus asa ketika ditegor, disesah, diahajar firman Tuhan

Pendeknya; mendengar suara Tuhan dan melakukannya jauh lebih berharga dari korban bakaran dan korban sembelihan.

Itu pernyataan pertama, kemudian dilanjutkan pernyatalan Samuel kepada Saul..
PERNYATAAN KEDUA.
1 Samuel 15:23
(15:23) Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

Samual lanjut mengatakan: “Pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung.”
Pernyataan di atas menunjukkan bahwa Saul dikuasai oleh:
-       Roh pendurhakaan, dan oleh karena roh pendurhakaan itu raja Saul tidak mendengar dan memperhatikan firman Tuhan.
Roh pendurhakaan = memberontak, melawan Allah = tidak dengar-dengaran.

Kemudian di sini dikatakan pendurhakaan itu sama seperti dosa bertenung.
1 Samuel 28:7-9
(28:7) Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: "Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya." Para pegawainya menjawab dia: "Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah."
(28:8) Lalu menyamarlah Saul, ia mengenakan pakaian lain dan pergilah ia dengan dua orang. Ketika mereka pada waktu malam sampai kepada perempuan itu, berkatalah Saul: "Cobalah engkau menenung bagiku dengan perantaraan arwah, dan panggillah supaya muncul kepadaku orang yang akan kusebut kepadamu."
(28:9) Tetapi perempuan itu menjawabnya: "Tentu engkau mengetahui apa yang diperbuat Saul, bahwa ia telah melenyapkan dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal. Mengapa engkau memasang jerat terhadap nyawaku untuk membunuh aku?"

Bertenung artinya; meminta petunjuk kepada arwah-arwah = dosa perzinahan = menduakan hati Tuhan.
Sesungguhnya dalam keadaan apapun, mungkin ada sesuatu perkara yang tidak dapat dipecahkan, seharusnya minta petunjuk kepada Tuhan, tetapi di sini kita melihat Saul justru meminta petunjuk kepada arwah-arwah = dosa bertenung = dosa perzinahan / menduakan hati Tuhan.

Masih ada di antara kita, ketika menghadapi masalah, tidak mau bertanya kepada Tuhan,  merasa diri mampu, dia sudah mengerti firman, dia tidak butuh gembala, dia tidak sadar bahwa itu adalah roh bertenung.
Jangan pernah, merasa diri kuat, bisa, hanya Tuhan yang kuat, dia dahsyat di tempat kudus-Nya, Dia ajaib.
Rancangan manusia tidak sama dengan rancangan Allah, rancangan manusia antara langit dan bumi. Kalau bulan bisa di jangkau dan bisa diketahui jaraknya seberapa, tetapi bumi dengan langit tidak ada yang dapat mengukur berapa jaraknya, jadi kuasa Tuhan tidak terbatas. Tetapi di sini kita melihat Saul justru datang dan bertenung kepada arwah,  karena pada saat itu Israel sedang dalam keadaan terjepit, ia tidak ada lagi tempat meminta petunjuk, roh Tuhan sudah undur dari pada dia, sedang Samuel sudah mati. Samuel itu seorang nabi untuk menyampaikan apa saja yang diperintahkan oleh Tuhan, ini adalah keadaan yang sangat kritis, mengambil jalan pintas. Banyak orang sepeti itu, karena sudah tidak ada lagi jalan keluar terhadap masalah, penyakit, keuangan, pergi ke dukun dan lain sebagainya.

Jadi kalau akhirnya Saul bertenung itu karena dikuasai roh pendurhakaan, berani berontak kepada Allah. Dengar firman tetapi tidak menuruti, ujung-ujungnya dikuasai roh pendurhakaan dan kalau sudah dikuasai roh pendurhakaan, ujung-ujungnya akan suka bertenung, ini yang harus diwaspadai sungguh-sungguh.
Kalau sudah melihat keluarga sepeti itu engkau yang harus berdoa sungguh-sungguh.

-       “Kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim.”
Pernyataan ini menunjukan bahwa raja Saul adalah seorang yang degil hati.
Kedegilan = keras hati.
Keras hati adalah penyambahan berhala, sebab itu orang yang keras hati digambarkan seperti tanah yang berbatu-batu, tanahnya tipis, ketika benih ditaburkan dia tumbuh sebentar saja, tetapi tidak kuat terhadap aniaya firman, tidak kuat terhadap sengasara salib, tidak kuat terhadap penindasan, dengan kata lain kebenaran tidak mendapat tempat di dalam hati orang yang keras hati. Berarti keras hati = berhala.
Berhala artinya; segala sesuatu yang melebihi dari Tuhan. Saking kerasnya hati firman tidak mendapat tempat dalam hati, itu berhala.

Sehingga di sini dikatakan bahwa kedegilan sama seperti penyembahan berhala dan tearfim.
Terafim = patung buatan tangan, bisa dari kayu bisa dari batu.
Sekalipun kita tidak mendirikan arca / patung pahatan dari batu atau kayu, tetapi kalau seseorang keras hati itu adalah penyembahan berhala.
Itulah saul, sehinga firman yang didengar itu tidak mendapat tempat dihatinya.

Sekarang kita melihat...
Alasan Allah menumpas Amalek.
1 Samuel 15:2
(15:2) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.

“Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel.”
Berarti; Allah menjadi pembela bagi bangsa Israel.

Adapun kejahatan orang Amalek kepada bangsa Israel adalah: “Orang Amalek menghalang-halangi perjalanan banga Israel di padang gurun, ketika bangsa Israel keluar dari Mesir.”
Dalam Ulangan 8:2-3, padang gurun adalah perjalanan salib.
Tujuan dari perjalanan salib adalah untuk merendahkan hati dan supaya bangsa Israel tahu bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan hidup dari setiap perkataan Alah.
Kalau ada orang tua yang menghalangi anaknya untuk melayani Tuhan, doakan dia, sebab orang tua itu sedang menghalang-halangi jalan salib, keluarga yang menghalangi jalan salib juga doakan keluargamu.

Lebih jauh kita melihat orang Amalek...
Ulangan 25:17-18
(25:17) "Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir;
(25:18) bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah.

Amalek menghalang-halangi perjalanan bangsa Israel dan semua orang lemah pada barisan belakang dari bangsa Isreal dihantam mereka.
Barisan belakang à kerohanian yang terbelakang = sarat dengan kelemahan = masih terdapat kelemahan.

Kalau kita perhatikan Matius 11:28; “Hai engkau yang letih dan lesu, dan berbeban berat datanglah kepada-Ku, Aku akan memberi kelegaan kepadaMu.”
Tuhan memperhatikan orang yang letih dan lesu (barisan belakang), tetapi di sini kita melihat orang Amalek justru menghantam barisan belakang dari bangsa Israel.
Yang sarat dengan kelemahan harus diperhatikan, jangan dimanfaatkan kelemahan orang lain, kalau seseorang dikuasai roh najis jangan dimanfaatkan.

Kenapa orang Amalek melakukan itu? karena orang Amalek itu tidak takut Tuhan.
Jadi kalau ada orang yang memanfaatkan kekurangan orang lain itu adalah orang yang tidak takut Tuhan, sekalipun dia sudah beribadah dan tekun dalam tiga macam ibadah pokok, bahkan sudah mengambil bagian dalam pelayanan, tetap saja disebut tidak takut Tuhan.
Takut akan Tuhan: Membenci kejahatan, kecongkakkan, kesombongan, dan lain sebagainya... Amsal 8:13.

Ulangan 25:19
(25:19) Maka apabila TUHAN, Allahmu, sudah mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka, maka haruslah engkau menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Janganlah lupa!"

Nasihat firman kepada bangsa Israel apabila mereka tiba di tanah Kanaan; “menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit.”

Saudaraku, tanah kanaan itulah milik pusaka bagi bangsa Isreal, ibadah dan pelayanan ini adalah milik pusaka kita.
Tanah Kanaan menunjuk kepada suasana kebangkitan. Ibadah dan pelayanan = bersuasanakan kebangkitan dan kalau sudah bersuansanakan kebangkitan, jangan lupa perkara ini, Amalek harus ditumpas dari muka bumi ini. Iblis / Setan itulah roh jahat dan roh najis, daging dengan segala hawa nafsunya harus ditumpas dari atas muka bumi ini, ini harus diingat tidak boleh dilupakan, janganlah lupa!!!
Ibadah dan pelayanan dalam kandang penggembalan GPT “BETANIA” Serang dan Cilegon adalah milik pusaka kita, Tuhan adalah bagian kita. Dan kalau kita sudah melayani Tuhan, hapuskan Amalek dari ingatan kita ini, jangan lupa!!!

Itu alasan Tuhan sehingga Allah memerintahkan raja Saul untuk menumpas habis orang Amalek, rajanya sampai kepada binatang –binatangnya, jadi bukan tanpa alasan Allah berfirman. Setiap kali Allah berfirman; kita harus dengar dan turuti, ada bagian yang mudah untuk kita lakukan, tetapi ada juga bagian yang sukar untuk kita lakukan, sampai sakit dan pahit bagi daging, tapi bukan tanpa alasan Allah berfirman. Doakan mereka yang menghalangi jalan salib, supaya jangan menjadi seteru salib. Amin.



TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman;

Gembala sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment