KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, May 27, 2017

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 23 MEI 2017

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 23 MEI 2017

KITAB KOLOSE
(Seri 116)

SubtemaDIBANGUN DI ATAS PARA RASUL DAN PARA NABI.

Shalom...
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua. Oleh karena kemurahan hati Tuhan kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan.
Sebelum membawa diri kita masing-masing rendah di bawah kaki Tuhan/sujud menyembah kepada Dia terlebih dahulu kita memperhatikan firman penggembalaan untuk ibadah doa penyembahan dari surat yang dikirim oleh rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.

Kolose 1: 21
(1:21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

Terlebih dahulu kita perhatikan kalimat: “Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah.
Ini menunjuk kepada:
-       Bangsa kafir = orang-orang yang tidak bersunat.
-       Orang fasik dengan segala perbuatan fasik mereka.
Yang dahulu hidup jauh dari Allah memusuhi Allah dalam hati dan pikiran mereka, dan itu terlihat dari setiap perbuatan jahat mereka.
Pendeknya; orang yang masih berbuat kejahatan, kenajisan menunjukkan bahwa ia masih hidup jauh dari Allah sekalipun berada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.

Efesus 2:1
(2:1) Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Yang dahulu hidup jauh dari Allah banyak melakukan pelanggaran dan banyak melakukan dosa, sedangkan upah dosa adalah maut.

Efesus 2: 2-3
(2:2) Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
(2:3) Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Penyebab-penyebab terjadinya dosa/pelanggaran.
1.     Mengikuti jalan dunia ini.
Menunjukkan bahwa dunia ini mempunyai arus yang sangat kuat untuk mempengaruhi atau menghanyutkan dan menenggelamkan kerohanian dari pada anak-anak Tuhan sampai dibawa pada kematian rohani. Kalau anak Tuhan mengalami kematian rohani, ia tidak dapat berbuat apa-apa di hadapan Tuhan.
2.     Mentaati penguasa kerajaan angkasa.
Pertanyaannya; siapakah mereka yang mentaati penguasa kerajaan angkasa? Jawabnya: yaitu mereka yang dikuasai oleh roh pendurhakaan.
Mendurhaka = memberontak atau melawan kepada Allah.
3.     Hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging.
Perlu untuk diketahui;
-       Hidup menurut keinginan daging memikirkan hal-hal yang dari daging, berarti tidak memikirkan hal-hal yang dari Roh, yaitu perkara di atas atau perkara rohani, itulah ibadah dan pelayanan.
-       Hidup menurut keinginan daging menunjukkan bahwa ia berada di bawah hukum Taurat.
Hukum Taurat berarti; “Mata ganti mata, gigi ganti gigi”, arti rohaninya; kejahatan dibalas kejahatan.
Pendeknya; orang yang hidup menurut hukum Taurat tidak mengenal belas kasih atau jauh dari kasih karunia. Itu sebabnya mereka yang berada di bawah hukum Taurat berujung pada kebinasaan. Hukum Taurat itu tidak menyelamatkan tetapi membinasakan karena hukum Taurat itu merangsang dosa di dalam anggota-anggota tubuh.
Kemudian, ibadah Taurat = ibadah lahiriah, berarti; mulut memuliakan Tuhan tetapi hatinya jauh dari Tuhan = mempersembahkan tubuh jasmaninya kepada Tuhan tetapi manusia batinnya tidak dipersembahkan kepada Tuhan.
Orang yang semacam ini adalah orang yang tidak memiliki hikmat dari Tuhan.   

Lebih rinci tentang YANG DAHULU HIDUP JAUH DARI ALLAH.
Efesus 2: 11-12
(2:11) Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu -- sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
(2:12) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

Yang dahulu hidup jauh dari Allah, berarti; “Tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.”
Pendeknya; BINASA, berujung pada kematian yang kekal.

Efesus 2:13
(2:13) Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

“Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.”
Lewat ibadah doa penyembahan ini kita boleh dekat kepada Allah. Pendeknya, kita menjalankan ibadah doa penyembahan malam ini oleh karena darah salib Kristus, bukan karena gagah, hebat kuatnya kita.
Dahulu kita tidak mengenal tiga macam ibadah pokok termasuk ibadah doa penyembahan, namun setelah kita dipanggil dari kegelapan dosa, oleh darah-Nya kita ditebus dan sekarang kita boleh masuk menghadap takhta kasih karunia, itu semua oleh karena darah salib Kristus, bukan karena kepintaran dan kemampuan. Maka saya dapat menyimpulkan ibadah ini seharga dengan setetes darah Yesus. Maka orang yang beribadah itu berharga di mata Tuhan, beda dengan orang yang tidak beribadah kepada Tuhan mereka tidak ada harga / nilainya, siapapun dia.

Efesus 2:14
(2:14) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

Pendeknya, oleh karena darah salib Kristus, Dia telah mempersatukan kedua belah pihak, yaitu pihak yang jauh maupun pihak yang dekat. Sebetulnya ini tidak masuk akal sebab baik pihak yang jauh maupun pihak yang dekat masing-masing berada dalam kelemahannya. Kalau si A dan si B masing-masing mempertahankan kelemahan, mereka tidak akan mungkin dapat bersatu. Tetapi kenyataannya darah salib Kristus mempersatukan, baik yang jauh maupun yang dekat. Saudaraku, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil karena jaminannya adalah darah salib Kristus.

Bukti bahwa kedua belah pihak dipersatukan adalah; “Ia telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan yang dipicu oleh kelemahan masing-masing pihak.”

Efesus 2:19
(2:19) Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

Kesimpulannya: Dengan demikian kita bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan:
-       Kawan sewarga dari orang-orang Kudus.
-       Anggota-anggota keluarga Allah.

Tanda bahwa kita kawan sewarga dari orang-orang kudus.
Ibrani 11:13-16
(11:13) Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
(11:14) Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.
(11:15) Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.
(11:16) Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

Kita ini adalah orang asing dan pendatang di bumi yang senantiasa merindukan tanah air yang lebih baik yaitu; satu tanah air surgawi.

Tanda bahwa kita adalah anggota-anggota keluarga Allah.
1 Timotius 3:15
(3:15) Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.

-       Yang disebut dengan keluarga Allah yakni jemaat dari Allah yang hidup yaitu; tiang penopang yang telah dipancangkan di dalam rumah Tuhan itulah yang disebut dengan keluarga Allah.
-       Menjadi dasar kebenaran, berarti kebenaran itu di mulai dari kita, baik perkataan, perbuatan. Itu yang disebut dasar kebenaran, tidak menunggu orang lain terlebih dahulu berbuat sesuatu, jadi kekristenan itu tidak ikut-ikutan.

Roma 9:24-25
(9:24) yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,
(9:25) seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih."

Yang dipanggil itu bukan hanya dari antara orang-orang Yahudi (yang dekat) tetapi dari antara bangsa – bangsa lain yaitu kafir (yang jauh).
Kemudian, pengakuan Tuhan terhadap orang-orang yang dipanggil (baik yang jauh maupun yang dekat):
-       “Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku.”
-       “Yang bukan kekasih: (akan disebut) kekasih."
Pendeknya, diakui menjadi umat Tuhan dan merasakan kasih Tuhan.

Roma 9:26
(9:26) Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."

Sampai pada akhirnya akan disebut anak-anak Allah yang hidup, berarti memperoleh hidup yang kekal.

Ciri-ciri kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.
Efesus 2:20
(2:20) yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Tentang: Dibangun di atas dasar para rasul.
Dibangun di atas dasar para rasul à menerima pengajaran rasul-rasul.

Kisah Para Rasul 2:42
(2:42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Pengajaran rasul-rasul berarti:
-       Tekun dalam persekutuan.
-       Tekun dalam memecahkan roti.
-       Tekun dalam berdoa.
Tiga hal ini berbicara tentang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Jika dikaitkan dengan pola Tabernakel; terkena pada Ruangan Suci di mana di dalamnya terdapat  tiga macam alat yaitu; Meja roti sajian, Pelita emas, dan Mezbah Dupa.
-       Tekun dalam persekutuan dalam Pengajaran Tabernakel terkena kepada pelita emas à Ketekunan dalam ibadah raya minggu disertai dengan kesaksian.
-       Tekun dalam pemecahan roti dalam Pengajaran Tabernakel terkena kepada Meja roti sajian à Ketekunan dalam IBADAH PENDALAMAN ALKITAB disertai dengan perjamuan suci.
-       Tekun dalam berdoa dalam Pengajaran Tabernakel terkena kepada Mezbah dupa à Ketekunan dalam IBADAH DOA PENYEMBAHAN.
Kesimpulannya; kalau tekun dalam tiga macam ibadah pokok itu tanda bahwa kita telah menerima pengajaran rasul – rasul = dibangun di atas dasar para rasul. Sebaliknya, kalau tidak memahami tentang tiga macam ibadah pokok menunjukkan bahwa ia belum dibangun di atas dasar para rasul.

Sejenak kita lihat…
Ibrani 10:22-24
(10:22) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
(10:23) Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
(10:24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

Di sini ada penyebutan; iman, pengharapan dan kasih à ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
-       Iman dalam pola Tabernakel à Meja roti sajian = tekun dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.
-       Pengharapan dalam pola Tabernakel à Pelita emas = tekun dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian. Pengharapan itu adalah kesucian itulah Roh Kudus.
-       Kasih dalam pola Tabernakel à Mezbah dupa = tekun dalam Ibadah Doa Penyembahan.
Lewat doa penyembahan inilah kita bertemu dengan Allah di dalam kasih-Nya. Bagaikan asap dupa kemenyan yang naik di hadirat Tuhan.
Jadi tiga macam ibadah pokok bukan buatan tangan manusia, itu ibadah dari Sorga, sebab Yesus Kristus sebagai Imam Besar telah melintasi kemah yang lebih besar dan lebih sempurna yang bukan buatan tangan manusia.

Ibrani 10:25
(10:25) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Jangan menjauhkan diri dari tiga macam ibadah pokok melainkan biarlah kita saling menasihati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang sudah dekat, kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi.
Kalau sidang jemaat dinasihati, jangan bersungut-sungut karena harus saling menasihati.
Kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi, percayalah, keadaan dunia sudah tidak menentu lagi. Gunung sudah bergeser dari tempatnya tinggal langit yang akan menyusut seperti gulungan kitab.

Ibrani 10:26
(10:26) Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

Kita telah dibangun di atas dasar pengajaran rasul – rasul, kita telah menerima pengajaran tentang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, kita telah mengerti tentang kebenaran ini, kemudian dengan sengaja meninggalkannya, maka darah Yesus tidak berlaku terhadap orang yang seperti ini.
Jadi jelas, darah Yesus berlaku bagi mereka yang tekun dalam tiga macam ibadah pokok, kalau dengan sengaja meninggalkannya maka tidak akan berharga, tidak ada nilainya. Kita berharga oleh karena darah Yesus, bukan karena seseorang punya ijazah, harta, kekayaan, bukan karena kecantikan.

Dampak positif menerima pengajaran rasul – rasul.
Roma 10:17
(10:17) Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Firman Kristus itu disebut dengan firman iman, sebab iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus, yaitu firman yang diurapi. Rasul-rasul à orang-orang yang diurapi.

Roma 10:6-7
(10:6) Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun,
(10:7) atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.

Firman iman atau kebenaran karena iman yaitu; percaya bahwa Yesus telah mati dan bangkit.
Turun dan naik à kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Tidak perlu bingung dan ragu siapa yang naik siapa yang turun, percaya saja, itu kebenaran karena iman.

Roma 10:8
(10:8) Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Sesungguhnya, firman iman itu sangat dekat sekali yaitu, di dalam mulut dan di dalam hati.

Lebih rinci…
Ulangan 30:11-14
(30:11) "Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.
(30:12) Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
(30:13) Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
(30:14) Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.

Firman iman itu sangat dekat yakni di dalam mulut dan di dalam hati tidak terlalu jauh dan tidak terlalu sukar untuk di lakukan. Jadi jangan di buat susah, yang bikin susah sehingga seseorang tidak masuk dalam pengalaman kematian dan kebangkitan adalah hatinya sendiri. Kenapa seseorang tidak mau masuk dalam pengalaman kematian? Karena ia masih menikmati keinginan daging (daging masih bersuara), karena kekerasan hati dan yang masih menikmati dosanya.

Saya berulang kali harus menyampaikan bahwa sebetulnya tidak ada artinya kita menikmati kenajisan baik di dalam hati dan pikiran. Kenapa saya katakan seperti itu? Karena kecenderungan hati manusia adalah menginginkan roh najis, padahal ketika seseorang terjerat dengan roh najis dan mencemplungkan diri dengan kubangan roh najis, ia akan menderita hebat, air mata tidak akan bisa dibendung. Maksud dari air mata tidak bisa dibendung adalah; ratap, dukacita, selalu terjadi, lalu kenapa orang menyukai yang pahit-pahit? Itukan pertanyaan besar, pertanyaan hebat sampai malam ini. Tetapi biarlah pertanyaan hebat itu dijawab oleh pengajaran rasul-rasul. Semoga dengan menerima pengajaran rasul-rasul semuanya terjawab.

Kembali kita membaca…
Roma 10:9
(10:9) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Kebenaran karena iman:
-       Mulut mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.”
Berarti tidak ada allah lain selain Dia di kolong langit ini = terlepas dari penyembahan berhala antara lain; kekerasan hati, termasuk terlepas dari perkara-perkara lahiriah / perkara di bawah. Berhala adalah segala sesuatu yang melebihi dari Tuhan.
-       Hati percaya” à suasana kebangkitan.
Suasana kebangkitan itu menjalankan ibadah dan pelayanan di dalam kebenaran dan kesucian. Kalau kematiannya benar pasti kebangkitannya benar. Ada kebangkitan palsu yaitu; masih menuruti hawa nafsu daging serta melayani tanpa kesucian.
Itulah yang disebut dengan firman iman, dekat di mulut dan di hati, terlepas dari berhala dan hidup dalam kesucian.

Roma 10:10
(10:10) Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Hati yang percaya maka dibenarkan, mulut mengaku maka diselamatkan.
Yang menyelamatkan itu Tuhan bukan penyembahan berhala. Kemudian, dalam suasana kebangkitan kita dibenarkan (hati percaya).

Roma 3:28
(3:28) Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Pendeknya, manusia dibenarkan karena firman iman yang timbul dari pendengaran akan firman Kristus, bukan karena kekuatan manusia, atau bukan karena melakukan hukum Taurat.

Tentang: Dibangun di atas dasar para nabi.
Tugas nabi adalah bernubuat, berarti; membangun, menghibur dan menasihati.

1 Korintus 14:24-25
(14:24) Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;
(14:25) segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."

Firman para nabi atau firman nubuat berkuasa menyelidiki, menyingkapkan segala rahasia yang terkandung di dalam hati = menyingkapkan segala yang terselubung.
Jadi, kita patut bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan senantiasa membukakan rahasia firman-Nya dalam setiap kali kita menjalankan tiga macam ibadah pokok yang berkuasa menyingkapkan segala yang terselubung. Sekiranya masih ada sesuatu yang terselubung, biarlah kiranya dengan segala kerelaan hati kita disucikan oleh firman para nabi, mengakui segala kekurangan hati kita, jangan ada lagi yang ditutupi sekecil apapun termasuk dusta. Kalau orang masih menyimpan dosa orang seperti ini suka berdusta, karena dusta adalah sarana atau wadah yang tepat dan efektif untuk menyembunyikan dosa rapat-rapat, sebab itu jangan biasakan berdusta, kalau ya katakan ya, kalau tidak katakan tidak, lebih dari pada itu berasal dari si jahat, menjadi anak Setan.
Biarlah kita semua dibangun di atas dasar para nabi, maka setiap kali firman disampaikan hargai, jangan ngantuk, pikiran jangan melayang-layang.

Lihat ketika tidak menghargai firman para nabi…
Lukas 16:27-31
(16:27) Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
(16:28) sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
(16:29) Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
(16:30) Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
(16:31) Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Firman para nabi berkuasa untuk meyakinkan, menyelesaikan dosa sampai menyingkapkan dosa yang terselubung. Kalau hanya kesaksian dan mujizat, tidak sanggup menyucikan dosa yang terselubung, kita butuh firman para nabi untuk menyingkapkan segala yang terselubung. Maka, mulai dari sekarang, hargailah firman para nabi hanya firman para nabi yang sanggup menyingkapkan segala sesuatu yang terselubung dalam hati, hanya firman para nabi yang sanggup meyakinkan hidup kita menjadi benar di hadapan Tuhan. Kesaksian dan mujizat, tidak sanggup menyingkapkan segala yang terselubung/menyingkapkan segala sesuatu yang terkandung di dalam hati (menyucikan dosa).
Selagi kita masih hidup berarti ada kesempatan untuk memungut remah-remah seperti Lazarus yang memungut makanan yang jatuh dari meja orang kaya itu. Remah – remah à ayat demi ayat dan pasal demi pasal, biarlah itu kita pungut sampai segala dosa tersingkap sehingga kita diyakinkan untuk hidup benar di hadapan Tuhan. Bangsa Israel tidak menghargai remah – remah itu, kita bangsa kafir dengan rendah hati memungut remah – remah itu.

 “Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu…… 2 Petrus 1:19. Amin.

Tuhan yesus kristus kepala gereja mempelai pria sorga memberkati

Pemberita firman oleh;

Gembala sidang; Pdt. Daniel U, Sitohang


No comments:

Post a Comment