KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, June 3, 2017

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 31 MEI 2017

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 31 MEI 2017

KITAB KOLOSE
(Seri 117 )

SubtemaMENJADI AHLI-AHLI WARIS.

Shalom...
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua. Oleh karena kemurahan hati Tuhan kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan.
Biarlah hati kita di lawat oleh Allah sehingga dengan segala kerendahan hati kita mau menundukkan diri di bawah kaki Tuhan.

Segera kita memperhatikan firman penggembalaan dari surat yang dikirim oleh rasul Paulus kepada jemaat di Kolose...
Kolose 1: 21
(1:21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

Terlebih dahulu kita perhatikan kalimat: “Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah.
Ini menunjuk kepada:
-       Bangsa kafir = orang-orang yang tidak bersunat.
-       Orang fasik dengan segala perbuatan fasik mereka.
Yang dahulu hidup jauh dari Allah memusuhi Allah dalam hati dan pikiran mereka, dan itu terlihat dari setiap perbuatan jahat mereka.
Pendeknya; orang yang masih berbuat kejahatan, kenajisan menunjukkan bahwa ia masih hidup jauh dari Allah sekalipun berada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.
Saudaraku, kalimat ini sudah berulang-ulang dikumandangkan dan kita juga berulang-ulang mendengarkannya, berarti supaya betul-betul hidup kita tidak jauh dari Allah sebab kalau orang masih melakukan kejahatan dan masih menikmati dosa kenajisan, sekalipun di dalam hati dan pikiran itu menunjukkan bahwa dia hidup jauh dari Allah sekalipun berada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan. Jadi firman yang disampaikan ini sekalipun berulang-ulang tetap harus diperhatikan, kalau tidak diperhatikan ucapan yang berulang-ulang ini menjadi tidak berarti.

Efesus 2:1
(2:1) Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Yang dahulu hidup jauh dari Allah banyak melakukan pelanggaran dan banyak melakukan dosa, sedangkan upah dosa adalah maut...Roma 6:23.

Efesus 2: 2-3
(2:2) Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
(2:3) Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Penyebab-penyebab terjadinya dosa/pelanggaran.
1.     Mengikuti jalan dunia ini.
Menunjukkan bahwa dunia ini mempunyai arus yang sangat kuat untuk mempengaruhi atau menghanyutkan dan menenggelamkan kerohanian dari pada anak-anak Tuhan sampai dibawa pada kematian rohani. Kalau anak Tuhan mengalami kematian rohani, ia tidak dapat berbuat apa-apa di hadapan Tuhan.
2.     Mentaati penguasa kerajaan angkasa.
Pertanyaannya; siapakah mereka yang mentaati penguasa kerajaan angkasa? Jawabnya: yaitu mereka yang dikuasai oleh roh pendurhakaan.
Mendurhaka = memberontak atau melawan kepada Allah.
3.     Hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging.
Perlu untuk diketahui;
-       Hidup menurut keinginan daging memikirkan hal-hal yang dari daging, berarti tidak memikirkan hal-hal yang dari Roh, yaitu perkara di atas atau perkara rohani, itulah ibadah dan pelayanan.
-       Hidup menurut keinginan daging menunjukkan bahwa ia berada di bawah hukum Taurat.
Hukum Taurat berarti; “Mata ganti mata, gigi ganti gigi”, arti rohaninya; kejahatan dibalas kejahatan.
Pendeknya; orang yang hidup menurut hukum Taurat tidak mengenal belas kasih atau jauh dari kasih karunia. Itu sebabnya mereka yang berada di bawah hukum Taurat berujung pada kebinasaan. Hukum Taurat itu tidak menyelamatkan tetapi membinasakan, karena hukum Taurat itu merangsang dosa di dalam anggota-anggota tubuh.
Kemudian, ibadah Taurat = ibadah lahiriah, berarti; mulut memuliakan Tuhan tetapi hatinya jauh dari Tuhan = mempersembahkan tubuh jasmaninya kepada Tuhan tetapi manusia batinnya tidak dipersembahkan kepada Tuhan.
Orang yang semacam ini adalah orang yang tidak memiliki hikmat dari Tuhan.   

Lebih rinci tentang YANG DAHULU HIDUP JAUH DARI ALLAH.
Efesus 2: 11-12
(2:11) Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu -- sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
(2:12) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

Yang dahulu hidup jauh dari Allah, keadaan mereka; “Tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.”
Pendeknya; BINASA, berujung pada kematian yang kekal.

Efesus 2:13
(2:13) Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

“Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.”
Yang membuat kita dekat kepada Tuhan adalah darah Kristus, bukan semata-mata karena kita bisa, memiliki kemampuan, harta, kekayaan, tetapi kita bisa mendekat kepada Tuhan hanya oleh karena darah salib Kristus.

Efesus 3:6
(3:6) yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

Kesimpulannya: Bangsa kafir (yang dahulu hidup jauh dari Allah), turut menjadi;
-       “Menjadi ahli-ahli waris.”
-       “Anggota-anggota tubuh.”
-       “Peserta dam janji yang diberikan dalam kristus Yesus.”
Dulu waktu masih hidup jauh dari Allah mereka binasa / berujung pada kematian yang kekal, karena keadaan mereka sama seperti Efesus 2:12, bersyukur bangsa kafir mendapat kemurahan.

Tentang; “Menjadi ahli-ahli waris” à anak janji.
Roma 8:17
(8:17) Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Ahli waris berarti; orang yang berhak menerima janji–janji Allah.

Galatia 4:21-23
(4:21) Katakanlah kepadaku, hai kamu yang mau hidup di bawah hukum Taurat, tidakkah kamu mendengarkan hukum Taurat?
(4:22) Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?
(4:23) Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.

Di sini kita melihat Abraham mempunyai dua anak;
-       Seorang dari perempuan yang menjadi hambanya,” ini diperanakkan menurut daging.
-       “Seorang dari perempuan yang merdeka,” ini dilahirkan oleh karena janji.

Galatia 4:24-25
(4:24) Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar--
(4:25) Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab--dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.

“Yang diperanakkan menurut daging” à orang-orang yang hidup di dalam perhambaan dosa.
Jadi, memang dalam Ibadah Raya Minggu juga kita sudah melihat dengan jelas yang ditunggangi oleh perempuan kekejian adalah seekor binatang à yang hidup dalam daging.
Perempuan yang menjadi hamba itulah Hagar, digambarkan dengan dua hal yaitu
a.     Gunung Sinai di tanah Arab.”
b.     “Yerusalem yang sekarang.”

Kesimpulannya; hidup di dalam perhambaan dosa, senantiasa memikirkan hal–hal lahiriah / perkara di bawah.
Kita tahu persis bahwa Musa menerima dua loh batu yang berisi sepuluh hukum Taurat di atas gunung Horeb / gunung Sinai, kita juga tahu persis bahwa Yerusalem juga merupakan pusat kerajaan damai. Tetapi, apa artinya dua sebutan ini kalau masih berada di bawah perhambaan dosa, masih terus memikirkan perkara – perkara lahiriah / di bawah? Itulah gunung Sinai dan Yerusalem yang sekarang.

Kita menerima hukum-hukum Tuhan dan kita sudah menelitinya sedalam yang Tuhan percayakan, kemudian Tuhan percayakan kita berada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan (gambaran dari Yerusalem) dan dipercayakan karunia-karunia untuk melayani Tuhan di tengah ibadah dan pelayanan yang Tuhan percayakan, tetapi semua menjadi tidak berarti kalau masih hidup di bawah perhambaan dosa.
Itulah anak yang dilahirkan menurut daging senantiasa memikirkan perkara lahiriah / di bawah, bukan memikirkan perkara di atas / perkara di sorga / yang tidak kelihatan / perkara rohani.

Roma 8:5
(8:5) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

Anak yang dilahirkan menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; berarti tidak memikirkan hal-hal yang dari Roh, perkara di atas, itulah ibadah dan pelayanan dengan segala aktivitas di dalamnya.

Roma 8:7
(8:7) Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

Hidup menurut daging adalah perseteruan kepada Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah.

Roma 8:8
(8:8) Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Pendeknya, mereka yang hidup dalam daging, tidak berkenan kepada Allah, tidak mewarisi kerajaan sorga. Hidup menurut daging itu bukan anak janji, sebab anak janji itu yang menjadi ahli waris.

Bandingkan dengan perempuan merdeka.
Galatia 4:25-26
(4:25) Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab--dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.
(4:26) Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.

Perempuan merdeka digambarkan dengan Yerusalem surgawi, dia itulah yang melahirkan anak-anak janji = dilahirkan oleh Roh. Saat ini kita berada dalam kegiatan Roh dengan satu tujuan; supaya kita menjadi ahli waris dari apa yang dijanjikan oleh Tuhan.

Galatia 4:27-28
(4:27) Karena ada tertulis: "Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami."
(4:28) Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji.

Anak yang dilahirkan perempuan merdeka ialah Ishak, dialah anak janji.
Ishak mempunyai anak itulah Yakub, ia mempunyai 12 anak itulah dua belas suku Israel yang menjadi nenek moyang bangsa Israel, mereka mewarisi apa yang dijanjikan Tuhan itulah tanah Kanaan.

Galatia 4:29-30
(4:29) Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.
(4:30) Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu."

Anak hamba perempuan tidak menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu, sebab yang menjadi ahli waris adalah Ishak, Ishaklah anak janji.

Perlu untuk diketahui;
“Yang di peranakan menurut daging menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.”
Arti dari “demikian juga sekarang ini” adalah; anak-anak yang diperanakkan menurut Roh banyak menanggung penderitaan. Kalau kita berada dalam kegiatan Roh; beribadah dan melayani Tuhan, menanggung banyak penderitaan, tetapi jangan berkecil hati, memang itu harus terjadi.
Demikian juga sekarang ini, sekarang ini kita berada dalam kegiatan Roh, beribadah dan melayani Tuhan dengan banyak penderitaan, banyak hal yang harus kita tanggung, berkorban baik tenaga, pikiran, waktu sampai kepada uang.  Tetapi jangan kecut hati, tawar hati, apalagi kalau mendengar banyaknya uang yang dikorbankan, berkata; “aku tidak ada lagi uang”, nanti Tuhan ambil apa yang ada. Anak Tuhan tidak boleh mengucapkan kata-kata seperti itu,  katakan “ya” dan “amin”, ikut Tuhan tidak boleh serampangan.
Percayalah, kalau Tuhan pelihara kita sampai malam ini, itu adalah kemurahan, jadi jaminannya adalah salib Golgota, nanti Tuhan ganti menjadi juta, juta, juta. Jadi jangan sekali-sekali berkata; “aku tidak punya uang”, kita adalah ahli waris, berarti kita punya (ahli waris punya warisan yang sudah dijanjikan).

Roma 8:17
(8:17) Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Ahli waris adalah orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, secara detail mereka itu adalah orang-orang yang menderita bersama-sama dengan Kristus.
Percayalah dibalik salib Tuhan menyatakan kemuliaan, di balik kemuliaan Tuhan menyatakan salib-Nya. Tidak usah tawar hati, perkataan rasul Paulus; “Kalau seseorang tawar hati menghadapi pergumulan berarti kecilah kekuatanmu.”

2 Timotius 3:12
(3:12) Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

“Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.”
Ini tidak bisa di pungkiri, sebab memang syarat mengikuti dan melayani Tuhan adalah; Sangkal diri dan pikul salib.

Keuntungan kalau menderita aniaya karena salib (beribadah).
Roma 3:24
(3:24) dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Oleh darah salib Kristus kita mendapat pengampunan atas dosa dan itu merupakan kasih karunia sehingga oleh darah salib inilah kita dibenarkan.

Galatia 3:25-27
(3:25) Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
(3:26) Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
(3:27) Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!

Darah salib Kristus membenarkan orang yang percaya kepada Yesus, sehingga kebenaran yang kita peroleh itu adalah kebenaran karena iman.
Pendeknya, orang yang dibenarkan oleh darah salib Kristus memperoleh kebenaran karena iman.

Galatia 3:28
(3:28) Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Jadi manusia dibenarkan karena iman oleh darah salib Kristus.
Jadi orang yang dibenarkan oleh darah salib, dibenarkan karena iman, bukan karena melakukan hukum Taurat = memiliki iman.

Dampak positif hidup oleh iman.
Ibrani 11:8
(11:8) Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Karena iman, Abraham taat terhadap panggilan Tuhan sekalipun ia tidak mengetahui tempat yang ia tuju.
Sewaktu Tuhan membawa saya ke provinsi Banten saya tidak tahu di mana saya harus menggembalakan sidang jemaat, tetapi oleh karena iman saya taat pada panggilan itu, saya belum melihat pada waktu itu seperti apa kita sekarang, tetapi saya belajar taat, semua oleh karena iman dari Tuhan, oleh karena darah salib-Nya.
Di antara kita tidak ada yang tahu hari esok, tetapi kita harus berjalan untuk menjadi taat karena janji firman “ya” dan “amin”, Tuhan tidak pernah membodoh-bodohi kita, mendustai kita.

Rancangan Tuhan bukan rancangan kecelakaan tetapi rancangan Tuhan penuh dengan masa depan yang indah. Jadi yang belum mendapat pekerjaan jangan lekas tawar hati, yang belum mendapat jodoh jangan buru-buru pacaran, tidak boleh, jaga kekudusan, kalau ada yang belum tahu jodohnya ke depan siapa, tetapi sudah pacaran, engkau malam ini minta ampun. Tidak boleh pacaran karena itu mengganggu konsentrasi kita untuk menyerahkan diri kepada Kristus, jelas dalam kitab Hagai, belum tahu jodoh siapa, tetapi sudah menajiskan diri. Kalau kita baik, pasti Tuhan kasih jodoh yang baik, asal taat saja pada panggilan. Kalau engkau perempuan baik, pasti Tuhan kasih laki–laki yang baik, kalau engkau laki-laki yang baik pasti Tuhan kasih perempuan yang baik.
Itulah dampak positif bila memiliki iman; taat kepada Tuhan sekalipun Abraham belum mengetahui tempat yang ia tuju. Abraham tidak tahu tempat yang akan ia tuju, tetapi karena iman ia taat, ia tidak tawar hati, tidak menjadi kecut hati

Ibrani 11:9
(11:9) Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

Lihat di sini; pada saat Abraham diam di tanah yang dijanjikan oleh Tuhan itu, ia tinggal di kemah.
Jadi orang yang menerima janji, ia tinggal di kemah, di dalam rumah Tuhan, yang disebut juga rumah Allah Yakub itulah gunung Sion dari sanalah keluar pengajaran untuk mengajar kita dalam segala sesuatu sehingga kita dapat menempuh jalan salib sesuai dengan pengajaran yang keluar dari gunung Sion...Yesaya 2:2-3.
Kalau kita tidak diam di kemah, kita tidak akan mendapatkan segala sesuatu atau ajaran yang baik dari Tuhan. Abraham tinggal di dalam kemah bersama dengan Ishak, kemudian Yakub anak Ishak turut menjadi ahli waris.
-       Abraham à Allah Bapa.
-       Ishak à Allah Anak.
-       Yakub à Allah Roh Kudus berbuah-buah.

Ibrani 11:13-16
(11:13) Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
(11:14) Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.
(11:15) Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.
(11:16) Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

Pendeknya, kita menjadi ahli waris kerajaan sorga karena itulah tanah air kita, sebab kita ini adalah pendatang dan orang asing di dunia ini. Kita rindu menjadi ahli waris dari kerajaan sorga, Yerusalem baru.

Ingat, anak yang dilahirkan menurut Roh (perempuan merdeka), ialah Ishak yang menjadi ahli waris. Berada dalam kegiatan Roh, ibadah dan pelayanan, banyak menanggung penderitaan, tetapi jangan kecut hati, justru dengan penderitaan ini kita dibenarkan oleh iman / hidup oleh iman, tidak mengandalkan kekuatan manusia lagi.
Ayo tidak usah tawar hati saat menanggung penderitaan, jangan berusaha melepaskan diri dari kegiatan Roh untuk menginginkan kebebasan dunia. Sebetulnya kebebasan dunia itu merupakan jerat yang berujung pada kebinasaan, percaya saja. Jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan menurut kehendak masing-masing supaya kita jangan salah-salah. Amin.


Tuhan yesus kristus kepala gereja mempelai pria sorga memberkati

Pemberita firman oleh;

Gembala sidang; Pdt. Daniel U, Sitohang