KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, August 26, 2018

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 12 JULI 2018



IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 12 JULI 2018

KITAB RUT
(Seri:20)

Subtema: PENGHARAPAN YANG MELABUHKAN SAMPAI KE BELAKANG TABIR.



Shalom saudaraku.
Selamat malam salam sejahtera bagi kita sekaliannya salam di dalam kasih-Nya Tuhan kita Yesus Kristus, oleh karena kemurahan-Nya kita dimungkinkan kembali untuk melangsungkan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Saya juga menyapa anak-anak Tuhan, umat Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang sedang mengikuti pemberitaan firman Tuhan lewat live streaming atau video internet, Youtube, Facebook dimanapun anda berada kiranya Tuhan memberkati kita malam ini bahkan memulihkan hidup kita, ibadah kita, pelayanan kita semakin berkenan kepada Tuhan mengingat hari-hari ini adalah hari-hari yang jahat dosa sudah semakin bertimbun-timbun bagaikan asap yang keluar dari lubang jurang maut sampai angkasa menjadi gelap matahari menjadi gelap dan itu harus kita mengerti dan biarlah kita gunakan waktu yang singkat ini dengan baik jangan seperti orang bebal tetapi berlaku bijaksana berarti hidup dengan Roh Tuhan dan juga tidak hidup menurut hawa nafsu dan keinginan daging.

Kita kembali memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci dari Rut 1:16.
Rut 1:16
(1:16) Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
(1:17) di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!"

Kesimpulannya; Rut mengikuti Naomi pulang ke Betlehem sebab ia tetap berpaut kepada Naomi.
Pengikutan Rut kepada Naomi dibuktikan dengan perkataannya;
1.    Ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi.
2.    Di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam.
3.    Bangsamulah bangsaku.
4.    Allahmulah Allahku.
5.    Di mana engkau mati, aku pun mati di sana.
Keterangan; 1 dan 2 itu berbicara tentang iman.
Keterangan; 3 dan 4 berbicara tentang harap.
Keterangan; 5 itu berbicara tentang kasih.

Sekarang kita akan memperhatikan keterangan 3 dan 4 BERBICARA TENTANG HARAP.
Harap bila dikaitkan dengan Pengajaran Tabernakel terkena pada Ruangan Suci.
1 Yohanes 3:3
(3:3) Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada Allah, menyucikan diri sama seperti Dia suci adanya.
Pendeknya; praktek dari pengharapan adalah hidup suci.

1 Petrus 1:13-14
(1:13) Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
(1:14) Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

Mari kita perhatikan kalimat pada ayat ini; “letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.”
Syaratnya;
1.    Hiduplah sebagai anak-anak yang taat.
2.    Jangan turuti hawa nafsu.
Seperti yang tertulis di dalam Roma 12:2a; “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu.”

1 Petrus 1:15
(1:15) tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
Kita dipanggil untuk menjadi kudus di dalam seluruh hidup sama seperti Dia kudus adanya.
Hidup terdiri dari;
-      Hati, pikiran, dan perasaan.
-      Tubuh, jiwa, dan roh.
Seluruh hal itu harus ada dalam kesucian, jangan hidup di dalam hawa nafsu sama seperti zaman kebodohan sebelum dipanggil Tuhan penuh dengan hawa nafsu daging.

1 Petrus 1:16
(1:16) sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Menjadi kudus di dalam seluruh hidup karena Tuhan itu kudus adanya. Jadi tolak ukur kekudusan adalah Tuhan dan kekudusan-Nya seperti tali sipat (tali pengukur) yang ada di tangan Tuhan, itu tertulis dengan jelas di dalam Amos 7:7.
Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini... 1 Petrus 1:17.

Kembali membaca ...
1 Yohanes 3:3
(3:3) Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Kesimpulannya; kalau kesucian menurut Tuhan dikaitkan dengan Pola Tabernakel maka terkena kepada RUANGAN SUCI, di dalamnya terdapat tiga macam alat;
1.    Meja roti sajian.
2.    Pelita emas.
3.    Mezbah dupa.

Keterangan: MEJA ROTI SAJIAN.
Berbicara tentang kesucian oleh firman Allah yang disebut juga dengan pedang Roh sesuai dengan Efesus 6:17.
Ibrani 4:12
(4:12) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Firman Allah lebih tajam dari pedang bermata dua manapun ia menusuk amat dalam sampai:
1.    Memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sum-sum.
Saudaraku siapa yang dapat menyentuh atau memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sum-sum?
Artinya; firman Allah itu dapat menjangkau yang tidak terjangkau oleh mata manusia.
2.    Sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Artinya; dapat menyelidiki niat dan pikiran hati kita.

Pertanyaanya; Kenapa firman Allah sanggup menjangkau bahkan menyucikan dosa yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia?
Jawabnya: karena firman Allah itu hidup dan kuat.

Tentang: HIDUP.
Hidup berarti bergerak dan bekerja.
1 Tesalonika 2:13
(2:13) Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi -- dan memang sungguh-sungguh demikian -- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.
Firman Allah itu bekerja menunjukkan bahwa firman Allah itu hidup tidak mati. Kemudian firman Allah yang diberitakan itu bukan perkataan manusia tetapi perkataan Allah.

Ibrani 1:2-3
(1:1) Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
(1:2) maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
(1:3) Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

Bukti-bukti lain, yang menunjukkan bahwa firman Allah itu HIDUP:
1.    Firman Allah menjadikan alam semesta.
2.    Firman Allah menopang segala yang ada (menopang pekerjaan Allah).
3.    Berkuasa mengadakan penyucian terhadap dosa.

Tentang: KUAT.
Kuat berarti mempunyai kemampuan dan berkuasa.
Yeremia 23:29
(23:29) Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

Firman Tuhan seperti api dan seperti palu yang berkuasa menghancurkan bukit batu.
Segala kekerasan hati, segala kesombongan dan keangkuhan dapat dihancurkan karena firman Tuhan itu seperti palu yang menghancurkan bukit batu.

Keterangan: PELITA EMAS.
Berbicara tentang kesucian oleh Roh Kudus.
Yesaya 4:4
(4:4) apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar.

Tuhan Allah membersihkan kekotoran dan menghapuskan segala noda dengan roh yang mengadili dan membakar.

Yehezkiel 36:26-27
(36:26) Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
(36:27) Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Keuntungan apabila Roh Tuhan diam di dalam batin manusia, maka manusia akan hidup: (1) menurut ketetapan-ketetapan Tuhan, (2) dan berpegang pada peraturan-peraturan Tuhan dan, (3) melakukannya.
Hidup di dalam Roh memberi diri dipimpin oleh Roh. Pendeknya Roh Tuhan menyucikan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem.
Ketetapan Tuhan itu tidak bisa diubah-ubah, peraturan Tuhan itu rambu-rambu yang harus kita ikuti selama kita mengikuti Tuhan sampai tiba dengan selamat di tujuan dan kita harus melakukannya, kenapa? Karena Roh Tuhan diam di dalam batin manusia bahkan Tuhan akan memberikan hati yang baru dan roh yang baru di dalam batin manusia, sehingga tidak terlihat lagi kekerasan hati melainkan hati yang taat saja.
Kiranya apa yang kita terima malam ini tidak berlalu begitu saja sehingga segala pengorbanan; tidak menjadi sia-sia.

Kita akan melihat lebih jauh pekerjaan Roh Kudus ...
Galatia 5:24-25
(5:24) Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
(5:25) Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Jikalau hidup oleh Roh memberi diri dipimpin oleh Roh Tuhan tandanya mengalami penyaliban terhadap daging.

Galatia 4:29
(4:29) Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.
Dia yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh. Hal yang sama berlaku di masa sekarang ini.

Roma 8:13
(8:13) Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Bahkan Roh Tuhan itu juga mematikan segala perbuatan-perbuatan daging.
Jangan sampai kita membenarkan sesuatu yang salah untuk hidup menurut daging, tetapi kalau kita betul-betul hidup di dalam Roh memberi diri dipimpin oleh Roh bahkan Roh Tuhan itu akan mematikan segala perbuatan-perbuatan daging, itu keuntungan dari anak-anak Tuhan yang tertinggal di gunung Sion dan mereka yang tersisa di Yerusalem dan mereka akan disebut kudus oleh Roh yang mengadili dan yang menghanguskan.
Dan perlu untuk diketahui daging itu adalah ladang yang subur bagi roh jahat dan roh najis.

Sekarang kita lihat dulu pekerjaan Roh Kudus lainnya ...
Yohanes 14:16-17, 26
(14:16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
(14:17) yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
(14:26) tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Jadi pekerjaan dari Roh Kudus;
1.    Penolong
2.    Menyertai
3.    Menghibur
4.    Mengajar
5.    Mengingatkan
6.    Menginsafkan
7.    Memimpin.
Yang keenam dan tujuh itu tertulis dalam injil Yohanes 16:8, 13.
Biarlah kita hidup di dalam Roh Tuhan supaya terlihat tujuh tabiat dari Roh Tuhan ini dalam kehidupan kita pribadi lepas pribadi.

Wahyu 5:6
(5:6) Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

“Bermata tujuh itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.”
Kehidupan yang diurapi Roh Kudus menjadi terang di tengah-tengah dunia ini dimanapun diutus oleh Tuhan.

Kemudian ...
Wahyu 4:5
(4:5) Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

Bahkan kesaksian dari orang-orang yang diurapi adalah kesaksian yang dahsyat dan luar biasa “seperti kilat dan bunyi guruh yang menderuh.”
Kesaksian yang dahsyat itu sama seperti pohon zaitun, pada zaman Nuh air bah pernah melanda bumi selama lima bulan (150 hari lamanya) membinasakan semua yang hidup (yang bernafas) mulai dari manusia, binatang, sampai kepada tumbuh-tumbuhan, semua dirusak kecuali pohon zaitun.
Pohon zaitun -> kehidupan yang diurapi.
Terlepas dari banjir yang hebat artinya: bebas dari dosa kenajisan. Kemudian Nuh mengetahui bahwa air itu sudah surut, ketika merpati itu kembali mendapati Nuh dan pada paruhnya ada sehelai daun zaitun segar ... Kejadian 9:10.
Saat air itu berkumpul pada tempatnya terlihatlah yang kering. Kumpulan air itu disebut laut dan yang kering itu disebut darat, itu kesaksian yang dahsyat.

Saudara tidak boleh sedih kalau daging mengalami penyaliban, supaya kenajisan tidak nampak lagi, sebaliknya bersukacitalah kalau Roh Tuhan itu berkarya dalam kehidupan kita masing-masing, karena roh Tuhan mengadili dan menghanguskan.

Keterangan: MEZBAH DUPA.
Berbicara tentang kesucian oleh kasih Allah.
1 Yohanes 4:9-10
(4:9) Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
(4:10) Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Bukti bahwa Allah itu adalah kasih, yaitu; Ia mengutus anak-Nya yang tunggal.
Tujuannya: supaya kita hidup oleh-Nya.

1 Yohanes 4:11
(4:11) Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
Kalau Allah begitu hebat mengasihi kita maka biarlah kita saling mengasihi satu dengan yang lain menjadi pendamaian bagi dosa, mengerti orang lain, jangan menyakiti perasaan orang lain.

1 Yohanes 4:19-20
(4:19) Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
(4:20) Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
Jikalau seseorang berkata: "Aku mengasihi Allah," tetapi ia membenci saudaranya ia adalah pendusta. Karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya.
Kita perlu kasih agape kita tidak perlu kasih fileo dan kasih eros.

Ishak sayang kepada Esau karena Ishak suka daging buruan Esau tetapi Ribka kasih kepada Yakub.
Lalu digenapi pada suratan Roma 9:13; Tuhan mengasihi Yakub tetapi membenci Esau.
Apakah Tuhan tidak adil? Tidak mungkin, karena Tuhan itu adil, Tuhan berkasih karunia kepada siapa Dia berkasih karunia, Tuhan mengeraskan hati kepada orang yang mengeraskan hatinya.

Sekarang kita perhatikan ...
Kolose 3:13-14
(3:13) Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
(3:14) Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Kasih fungsinya sebagai pengikat yang mempersatukan anggota tubuh yang berbeda-beda bahkan kasih itu yang menyempurnakan kita semua, sebab itu diluar kasih semuanya sia-sia tidak ada gunanya.

Hidup di dalam kasih, tandanya;
1.    Sabar
2.    Mengampuni

Kemudian kalau berbicara tentang tiga macam alat yang ada di dalam ruangan suci -> ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, yaitu:
1.    Meja Roti Sajian -> ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitan disertai dengan perjamuan suci = persekutuan dengan FIRMAN ALLAH dan perjamuan suci.
2.    Pelita Emas -> ketekukan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian = persekutuan dengan ROH ALLAH.
3.    Mezbah Dupa -> ketekukan dalam Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan di dalam KASIH ALLAH.

Roma 8:24-25
(8:24) Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
(8:25) Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
Pengharapan yang dilihat bukan pengharapan lagi sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat kita akan menantikannya dengan tekun termasuk tekun dalam tiga macam ibadah pokok.
Jadi kalau saat ini kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok menunjukkan bahwa kita sedang tekun menantikan apa yang kita harapkan. Yang kita harapkan adalah Yerusalem yang baru, menjadi mempelai wanita Tuhan kelak bersanding dengan Dia dalam pesta nikah Anak Domba sebagai sasaran akhir dari ibadah pelayanan di atas muka bumi ini.
Jadi ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok berasal dari sorga dari Allah turun ke bumi, bukan buatan tangan manusia.

Roma 15:3-4
(15:3) Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku."
(15:4) Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.
Tanda berpegang pada pengharapan, yaitu:
1.    Ada ketekunan
2.    Mendapat penghiburan dari kitab suci.

Tentang: ADA KETEKUNAN -> ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Keluaran 19:16, 18-19
(19:16) Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.
(19:18) Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat.
(19:19) Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.

Tuhan turun di atas gunung Sinai disertai dengan tiga perkara, yaitu:
1.    Kilat.
2.    Awan padat.
3.    Bunyi sangkakala.

3 perkara tersebut dikaitkan dengan Pola TABERNAKEL:
1.    KILAT -> ROH KUDUS, terkena pada PELITA EMAS -> ketekunan dalam Ibadah Raya Miggu disertai dengan kesaksian.
2.    AWAN PADAT -> KASIH ALLAH, terkena pada MEZBAH DUPA -> ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.
3.    BUNYI SANGKAKALA -> KASIH ALLAH, terkena pada MEZBAH DUPA -> ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.


Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok benar-benar berasal dari sorga dari Allah turun ke bumi, itu bukan ibadah buatan tangan manusia.

Rasul Paulus kembali mengingatkan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok kepada orang-orang Ibrani.
Ibrani 10:22-24
(10:22) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
(10:23) Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
(10:24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

Ayat 22 berbicara tentang IMAN -> ketekukan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.
Ayat 23 berbicara tentang PENGHARAPAN -> ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian.
Ayat 24 berbicara tentang KASIH -> ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

Ibrani 10:25
(10:25) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok, marilah kita saling menasihati dan semakin giat melakukannya sebab hari Tuhan sudah semakin dekat, kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi.

Ibrani 10:26
(10:26) Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

Perlu untuk diketahui, jika kita sengaja meninggalkan tiga macam ibadah pokok maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa bagi dia, darah Yesus tidak berlaku atas dia.
Apalagi imam-imam dengan sengaja meninggalkan pelayanan darah Yesus tidak berlaku atas dia.
Pendeknya orang-orang yang menaruh pengharapannya kepada Allah, ada di dalam ketekunan yaitu tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

Tentang: MENDAPAT PENGHIBURAN DARI KITA SUCI.
Artinya; segala kesaksian-kesaksian para nabi ditulis dalam perjanjian lama, serta kesaksian-kesaksian Yesus dan para Rasul ditulis dalam perjanjian baru supaya kita berharap kepada Allah.
Roma 15:4
(15:4) Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

Kesaksian yang benar yang ditulis dalam perjanjian lama maupun kesaksian yang benar yang ditulis dalam perjanjian baru itu guru. Sebaliknya kesaksian yang tidak benar hidup yang tidak benar yang tertulis dalam perjanjian lama dan ditulis juga dalam perjanjian baru itu juga pelajaran yang baik supaya kita tidak turut mengikuti kesaksian yang tidak baik. Pendeknya, pengalaman hidup adalah guru yang terbaik.
Kiranya kita semua memperhatikan ini sungguh-sungguh, kalau seseorang menderita karena dosa kejahatan dan kenajisan jangan diulang, kalau kesalahan itu menjadi orang lain menderita jangan diulang, itulah pelajaran yang baik bagi kita malam ini.

Kita lihat contoh itu ...
1 Korintus 10:1-2, 6-10
(10:1) Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.
(10:2) Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.
(10:6) Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
(10:7) dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria."
(10:8) Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.
(10:9) Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.
(10:10) Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

Contoh bangsa Israel sebagai pengikut Musa selama perjalanan empat puluh tahun di padang gurung dituliskan kembali sebagai kesaksian, tujuannya supaya kita jangan menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang mereka perbuat.
Adapun kejahatan-kejahatan mereka antara lain;
1.    Menjadi penyembah-penyembah berhala.
2.    Melakukan percabulan di Midian dengan perempuan-perempuan Moab.
3.    Mencobai Tuhan.
4.    Bersungut-sungut.
Inilah kesaksian bangsa Israel selama empat puluh tahun di padang gurun mereka disebut sebagai pengikut Musa.

1 Korintus 10:11
(10:11) Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

Jadi saudaraku perbuatan mereka adalah sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup di zaman akhir ini.
Penyembahan berhala, lalu melakukan percabulan di Midian dengan perempuan Moab, kemudian mencobai Tuhan, dan bersungut-sungut, contoh ini semua dituliskan kembali untuk menjadi peringatan dan menjadi pelajaran yang baik sementara kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi.
Berarti dengan demikian kita mendapat penghiburan dari kitab suci.

Ada lagi pengalaman yang lain ...
Roma 4:18-19
(4:18) Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
(4:19) Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.

Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap namun Abraham berharap juga dan percaya kepada janji Allah yaitu menjadi bapa segala bangsa.
Sebetulnya tidak ada dasar untuk berharap tetapi ia tetap berharap sebab pada waktu janji itu diturunkan Abraham telah tua ia telah berusia seratus tahun atau pengertian yang lain ia telah mati pucuk istilah sekarang lemah sawat berarti tidak memungkinkan untuk mendapat keturunan, yang kedua  rahim Sarah telah tertutup = mandul. Tapi Abraham sekalipun tidak ada dasar untuk berharap ia tetap berharap terhadap janji Tuhan bahwasannya ia akan menjadi bapa segala bangsa, imannya tidak menjadi lemah.

Roma 4:20, 23-24
(4:20) Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
(4:23) Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja,
(4:24) tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati,

Jadi pengalaman Abraham ini ditulis kembali karena janji ini bukan saja untuk Abraham tapi juga untuk bangsa kafir, kesaksian yang benar seperti ini menjadi pelajaran yang baik bagi kita semua supaya kita tetap berharap kepada Dia sekalipun tidak ada dasar untuk berharap.
Tidak ada dasar untuk berharap tetapi Abraham tetap berharap, pengalaman ini dituliskan kembali supaya menjadi pelajaran yang baik bagi kita.
Kesaksian para nabi dituliskan dalam perjanjian lama, kesaksian Yesus dan para Rasul dituliskan dalam perjanjian baru dan menjadi pelajaran yang baik bagi kita. Kesaksian yang tidak baik supaya kita tidak mengikuti contoh yang tidak baik, kesaksian yang baik dari para nabi para Rasul supaya menjadi pelajaran yang baik.

Ibrani 6:18-19
(6:18) supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
(6:19) Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

Pengharapan adalah kesucian, dan pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yang itu telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir yaitu: Ruangan Maha Suci.

Ibrani 6:20
(6:20) di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Kita patut besyukur sebagai Iman Besar kita yang tekun dalam tiga macam ibadah pokok karena kita menaruh pengharapan kepada Allah, Dia telah membuka jalan bagi kita untuk membawa kita sampai kepada Ruangan Maha Suci. Orang yang menaruh pengharapan berarti tekun di dalam ruangan suci.

Jadi satu sisi ruangan suci atau disebut juga tempat pengudusan digambarkan bagaikan bahtera sampai nanti bahtera hidup kita ini dilabuhkan sampai kepada ruangan maha suci, sebab pengharapa itu bagaikan sauh yang kuat (jangkar kapal). Yesus adalah nahkoda yang baik, tidak perlu ragu, sebab Dia mengerti tentang mata bumi tidak akan nyasar di dalam lautan yang luas, Dia nahkoda yang luar biasa.
Kalaupun ada ombak ada badai Dia memberi rasa aman bagi kita semua dan itu sudah terbukti.
Demikianlah Dia sebagai nahkoda dan memimpin kehidupan kita sampai nanti berada di dalam ruangan maha suci.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang





No comments:

Post a Comment