KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, August 29, 2018

IBADAH RAYA MINGGU, 15 JULI 2018



IBADAH RAYA MINGGU, 15 JULI 2018

KITAB WAHYU
(Seri:61)
Subtema: BERSEKUTU DENGAN ROH-ROH JAHAT.


Shalom Saudaraku.
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua, salam di dalam kasih-Nya Tuhan kita Yesus Kristus, oleh karena kemurahan hati Tuhan malam ini kita boleh kembali dihimpunkan di dalam rumah Tuhan untuk mengikuti Ibadah Raya Minggu.
saya juga tidak lupa menyapa anak-anak Tuhan, umat Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang sedang mengikuti pemberitaan firman Tuhan lewat livestreaming, video internet, youtube, maupun facebook, dimanapun anda berada kiranya Tuhan memberkati kita malam ini. Kiranya oleh karena kasih dan kemurahan-Nya kita boleh menikmati uluran tangan Tuhan yang kuat untuk membawa kita dekat kepada Dia, mengingat hari-hari ini adalah hari-hari yang jahat kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi maka supaya kita semakin hari semakin sungguh-sungguh di dalam membangun hidup rohani kita  kepada Tuhan, terlepas dari segala bentuk penyembahan berhala apapun bentuknya.

Segera saja kita memperhatikan pemberitaan firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu dari kitab Wahyu 9:20, namun tidak salah kita membaca ayat 19 terlebih dahulu.
Wahyu 9:19
(9:19) Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.

Ayat 19 ini berbicara tentang kuasa kuda-kuda yang terdapat di dalam mulutnya dan kuasa di dalam ekornya telah diterangkan pada minggu yang lalu sehingga terbunuhlah sepertiga dari umat manusia.

Sekarang kita memasuki ayat 20.
Wahyu 9:20
(9:20) Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,

Perhatikan kalimat; “Manusia lain yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka”, dengan demikian tergenapilah Wahyu 20:11, Yaitu: Yang jahat akan semakin jahat, yang cemar akan semakin cemar, disisi lain yang benar ia terus berbuat benar, yang kudus semakin menguduskan dirinya di hadapan Tuhan.

Adapun perbuatan tangan dari orang-orang yang tidak mau bertobat, yaitu:
1.  Tidak berhenti menyembah roh-roh jahat.
2.  Tidak berhenti menyembah berhala-berhala.

Keterangan: TIDAK BERHENTI MENYEMBAH ROH-ROH JAHAT.
1 Korintus 10:2-4
(10:2) Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.
(10:3) Mereka semua makan makanan rohani yang sama
(10:4) dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

Umat Israel yang dipimpin oleh Musa, mereka semua makan makanan rohani yang sama, kemudian minum minuman rohani yang sama. Mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka yaitu Kristus.

1 Korintus 10:18-20
(10:18) Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?
(10:19) Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu?
(10:20) Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.

Bangsa Israel secara daging, mereka itu makan makanan rohani yang sama, minum minuman rohani yang sama dari batu karang yaitu Kristus yang senantiasa menyertai perjalanan mereka namun rupaya mereka melayani dan mempersembahkan korban di atas mezbah tetapi sesungguhnya mereka tidak menyembah kepada Allah melainkan menyembah kepada roh-roh jahat karena pada dasarnya mereka bersekutu dengan roh-roh jahat.

1 Korintus 10:21
(10:21) Sesungguhnya hal itu tidak diperbolehkan oleh Tuhan, dimana minum dari cawan Tuhan dan dari cawan roh-roh jahat, mendapat bagian dari perjamuan Tuhan, tetapi juga dari perjamuan roh-roh jahat.

Sesungguhnya hal itu tidak diperbolehkan oleh Tuhan, minum dari cawan Tuhan dan dari cawan roh-roh jahat, kemudian mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan tetapi juga dalam perjamuan roh-roh jahat.
Pendeknya; melayani Tuhan, membawa korban dan mempersembahkannya di atas mezbah tapi bersekutu dengan roh-roh jahat. Hal itu tidak diijinkan oleh Tuhan, hal itu tidak diperbolehkan.

1 Korintus 10:22-23
(10:22) Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?
(10:23)"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

“Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi belum tentu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi belum tentu membangun.
Pendeknya; segala sesuatu itu diijinkan tetapi belum tentu berguna dan belum tentu membangun, dan ini harus dipahami oleh jemaat Tuhan terkhusus imam-imam/orang-orang yang melayani Tuhan. Segala perbuatan yang sifatnya tidak berguna dan tidak membangun itu adalah persekutuan dengan roh-roh jahat yang setara dengan penyembahan kepada roh-roh jahat.

1 korintus 10:24
(10:24) Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.

Jadi janganlah seorangpun yang hanya mencari keuntungannya sendiri tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain, berarti melakukan segala sesuatunya yang bersifat berguna dan membangun orang lain. Itu sifat dan jiwa dari seorang pelayan Tuhan, dan hal itu sudah seharusnya mendarah daging.

1 Korintus 10:6-10
(10:6) Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
(10:7) dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria."
(10:8) Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.
(10:9) Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.
(10:10) Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

Contoh persekutuan dengan roh-roh jahat, yaitu:
1.  Menjadi penyembah-penyembah berhala.
2.  Melakukan percabulan.
3.  Mencobai Tuhan.
4.  Bersungut-sungut.

Tentang: MENJADI PENYEMBAH-PENYEMBAH BERHALA.
Peristiwa ini ditulis di dalam Keluaran 32:1-35.
Bangsa Israel jatuh di dalam penyembahan berhala, mereka menyembah anak lembu emas tuangan.
Pada saat menyembah berhala itu, kondisi mereka;
-  Mereka duduk untuk makan dan minum.
-  Bangunlah mereka dan bersukaria.

Persamaan dari dua kondisi di atas:
-  Duduk untuk makan dan minum  adalah dosa merokok, narkoba, dan mabuk-mabukan.
-  Bangun dan bersukaria adalah dosa kenajisan sebab dalam bahasa inggris itu disebutkan sebagai rose up
to play.
Itulah kondisi bangsa Israel ketika mereka menyembah berhala, menyembah patung anak lembu emas tuangan.

Tentang: MELAKUKAN PERCABULAN.
Peristiwa ini ditulis di dalam Bilangan 25:1-5.
Ketika bangsa Israel tiba di Sitim, mereka berzinah denga perempuan-perempuan Moab bahkan mereka menjadi pasangan dari Baal Peor. Itulah percabulan dari bangsa Israel.

Tentang: MENCOBAI TUHAN.
Peristiwa ini tertulis di dalam kitab Bilangan 21:5-9.
Saudaraku, bangsa Israel mecobai Tuhan karena mereka lapar dan haus.
Jadi hanya karena soal lapar dan haus, hanya karena menginginkan roti dan air mereka harus mencobai Tuhan. Tidak sedikit orang Kristen hanya karena soal urusan perut dengan sengaja menjatuhkan diri ke dalam berbagai-bagai pencobaan, hanya karena keinginan untuk kaya jatuh ke dalam berbagai pencobaan.

Tentang: BERSUNGUT-SUNGUT.
Peristiwa ini ditulis di dalam Bilangan 16:41-49.
Saudaraku, bangsa Israel bersungut-sungut sehubungan dengan kematian bani Korah serta Datan, Abiram, dan On, juga 250 pemimpin-pemimpin bangsa Israel. Bani Korah mati karena ditelan bumi, mereka turun ke dalam dunia orang mati dengan hidup-hidup, dan oleh karena peristiwa inilah bangsa Israel bersungut-sungut kepada Tuhan. Padahal bani Korah serta Datan, Abiram, dan On, juga 250 pemimpin-pemimpin umat Israel itu berontak kepada Tuhan dan Musa, mereka membesar-besarkan diri kepada Tuhan dan Musa, dan oleh karena pemberontakan itu mereka dihukum oleh Tuhan dan turun hidup-hidup ke dalam dunia orang mati. Namun oleh karena penghukuman ini bangsa Israel bersungut-sungut, mereka tidak dapat menerima kenyataan yang ada.
Banyak anak-anak Tuhan seperti itu, bersungut-sungut pada saat kesalahannya ditegur, pendeknya bersungut-sungut oleh karena teguran-teguran Tuhan. Sebetulnya Tuhan menegur bangsa Israel supaya mereka jangan seperti Korah dan kroni-kroninya. Jangan menganggap diri layak dihadapan Tuhan.

1 Korintus 10:11
(10:11) Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

Jadi peristiwa ini dituliskan untuk menjadi contoh supaya menjadi peringatan bagi kita yang hidup di zaman akhir ini, supaya kita juga tidak turut bersekutu dengan roh-roh jahat. Tuhan tidak ijinkan imam-imam membawa korban dan mempersembahkannya di atas Mezbah tetapi disisi lain bersekutu dengan roh-roh jahat, Tuhan tidak ijinkan itu terjadi. Sebab itu, contoh ini menjadi peringatan bagi kita, dimana keadaan dunia sudah tidak menentu kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi. Ini menjadi peringatan yang baik supaya kita melayani, Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Keterangan: YANG TIDAK BERHENTI MENYEMBAH BERHALA.
Berhala adalah segala sesuatu yang melebihi dari Tuhan. Misalnya; pekerjaan nomor satu, Tuhan nomor dua, itu adalah berhala, termasuk perkara-perkara lahiriah yang lain yang melebihi Tuhan, kalau itu nomor satu dan Tuhan nomor dua itu adalah penyembahan berhala, termasuk kekerasan hati itu juga merupakan penyembahan berhala.

Kembali kita membaca...
Wahyu 9:20
(9:20) Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,

Tadi kalau perkerjaan nomor satu, Tuhan nomor dua = penyembahan berhala, termasuk perkara lahiriah yang lain yang melebihi Tuhan.
Sedangkan penyembahan berhala disini adalah emas, perak, tembaga, batu, dan kayu. Sebenarnya semua benda-benda tersebut harus dipersembahkan kepada Tuhan.

Mari kita perhatikan...
Keluaran 25:2-8
(25:2) "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.
(25:3) Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga;
(25:4) kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing;
(25:5) kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba dan kayu penaga;
(25:6) minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,
(25:7) permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.
(25:8) Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

Emas, perak, tembaga, kayu penaga, batu permata krisopras, dan batu permata tatahan semuanya itu harus dipersembahkan kepada Tuhan untuk mendirikan Tabernakel atau rumah Tuhan.
Dipersembahkan sebagai persembahan khusus kepada Tuhan tetapi dari setiap orang yang terdorong hatinya. Melayani Tuhan itu harus dari kerinduan yang mendalam, tidak boleh ada kepentingan pribadi.

Malekhi 3:8
(3:8) Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

Persembahan khusus bagi Tuhan itu dibawa setelah mempersembahkan persembahan persepuluhan. Sepersepuluh artinya satu diambil dari sepuluh berarti masih tersisa sembilan, jadi dari sembilan inilah kita bisa gunakan sebagai persembahan khusus kepada Tuhan dalam hal membagun hidup rohani kita (membangun Tabernakel) yaitu: rumah Tuhan supaya Tuhan berdiam, bertakhta, memerintah di dalamnya.
Mempersembahkan persembahan khusus harus dari orang yang terdorong hatinya, melayani harus dengan kerinduan yang berapi-api, tidak boleh asal melayani Tuhan.

Sekali lagi benda-benda itu harus dipersembahkan kepada Tuhan sebagai persembahan khusus untuk membangun hidup rohani kita dihadapan Tuhan kalau tidak nanti benda-benda itu menjadi berhala-berhala di akhir zaman.
Kita mengetahui dalam 1 Petrus 1:15-16; Hidup benar dan suci sudah menjadi tuntutan Allah bagi kita sambil kita menanti kedatangan Tuhan dan saat itu kita diubahkan dari sehari ke sehari sampai segambar dan serupa dengan Dia sehingga pada saat Dia datang pada kali yang kedua seketika kita diubahkan sehingga menjadi sama dengan Dia.

1 Tesalonika 5:22-23
(5:22) Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.
(5:23) Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Semoga roh, jiwa, dan tubuh terpelihara sempurna dengan tidak bercacat pada saat kedatangan Yesus Kristus Tuhan kita yang kedua. Manfatkan darah Yesus untuk memelihara tubuh, jiwa, dan roh kita semua.
Kita sudah mendapatkan perintah dari Tuhan untuk membangun Tabernakel maka setiap orang yang terdorong hatinya harus mempersembahkan benda-benda tadi yaitu; emas, perak, tambaga, kayu penaga, dan batu permata, kalau tidak nanti benda-benda itu menjadi berhala-berhala di akhir zaman ini. Biarlah kiranya kita manfaatkan darah Yesus supaya tubuh, jiwa, dan roh kita terpelihara dengan baik.

Daniel 5:1-4
(5:1) Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur.
(5:2) Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu.
(5:3) Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu;
(5:4) mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu.

Perhatikan, Raja Belsyazar (anak Nebukadnezar) raja Babelonia, minum anggur bersama-sama dengan seribu orang para pembesarnya, dan istri-istri, serta para gundik-gundik mereka. Mereka minum anggur dengan menggunakan perkakas emas dan perak yang diangkut dari Bait Suci Allah di Yerusalem  pada zaman Nebukadnezar.
Perhatikan pada ayat ke 4; “Mereka minum anggur (mabuk anggur) dan memuji-muji dewa-dewa dari emas, perak, tembaga, kayu, dan batu.”

Saudaraku, ini sangat memalukan dan menyakiti hati Tuhan. Menganggap najis pekerjaan Tuhan. Kalau melayani Tuhan  tetapi hidup di dalam penyembahan berhala itu sama dengan menganggap najis darah perjanjian, persis seperti Belsyazar, minum anggur dari perkakas-perkakas yang diangkut dari Bait Suci yang di Yerusalem zaman Nebukadnezar, menganggap najis perkakas Tuhan atau pekerjaan Tuhan. Perkakas emas dan perak itu pekerjaan Tuhan, sebab emas berbicara tentang kemurnian (kesucian) sedangkan perak berbicara tentang ketebusan.

Daniel 5:5
(5:5) Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu.

Saudaraku, mereka berpesta, mereka mabuk anggur di bawah sinar pelita emas = menganggap najis pekerjaan Tuhan?
Saudaraku, sampai saat ini oleh karena perkenanan Tuhan kita masih diberikan kesempatan untuk berada di dalam kegiatan Roh Tuhan. Tetapi jangan sampai imam-imam yang sudah melayani Tuhan, yang sudah berada di dalam kegiatan Roh Tuhan mengganggap najis pekerjaan Tuhan, mengecilkan pekerjaan Tuhan, lebih membesarkan berhala-berhala, lebih membesarkan berhala emas,  perak, tembaga,  kayu, dan batu.
Sehingga pada saat mereka mabuk anggur, terlihatlah jari-jari tangan manusia menulis di dinding istana di depan kaki dian.

Daniel 5:6-7
(5:6) Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan.
(5:7) Kemudian berserulah raja dengan keras, supaya para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum dibawa menghadap. Berkatalah raja kepada para orang bijaksana di Babel itu: "Setiap orang yang dapat membaca tulisan ini dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, kepadanya akan dikenakan pakaian dari kain ungu, dan lehernya akan dikalungkan rantai emas, dan di dalam kerajaanku ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga."
(5:8) Tetapi semua orang bijaksana dari raja, yang telah datang menghadap, tidak sanggup membaca tulisan itu dan tidak sanggup memberitahukan maknanya kepada raja.
(5:9) Sesudah itu sangatlah cemas hati raja Belsyazar dan ia menjadi pucat; juga para pembesarnya terperanjat.

Saudaraku, penglihatan itu diberitahukan kepada ahli jampi, ahli nujum, atau orang-orang bijaksana di Babel, tetapi tidak satupun yang dapat mengartikan tulisan itu sehingga Raja Belsyazar menjadi pucat dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia, sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas, dan lututnya berantukan.
Pendeknya; oleh karena penglihatan jari-jari yang menulis di dinding itu, Belsyazar menjadi takut yang luar biasa.

Daniel 5:18-20
(5:18) Ya tuanku raja! Allah, Yang Mahatinggi, telah memberikan kekuasaan sebagai raja, kebesaran, kemuliaan dan keluhuran kepada Nebukadnezar, ayah tuanku.
(5:19) Dan oleh karena kebesaran yang telah diberikan-Nya kepadanya itu, maka takut dan gentarlah terhadap dia orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa; dibunuhnya siapa yang dikehendakinya dan dibiarkannya hidup siapa yang dikehendakinya, ditinggikannya siapa yang dikehendakinya dan direndahkannya siapa yang dikehendakinya.
(5:20) Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya.

Sebelum tulisan pada dinding istana diartikan, Daniel terlebih dahulu memberitahukan bahwa Allah Yang Mahatinggi memberikan kekuasaan sebagai raja, kebesaran, kemuliaan, keluhuran kepada Nebukadnezar ayah Belsyazar, tetapi ketika ia ditinggikan oleh Tuhan, ia pun menjadi tinggi hati dan keras kepala, kemudian berlaku terlalu angkuh dihadapan Tuhan, maka dia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil daripadanya, yang lebih herannya lagi dia dihalau dari antara manusia dan hatinya menjadi sama seperti hati binatang dan tempat tinggalnya ada diantara keledai hutan. Hal itu semuanya dibeberkan oleh Daniel kepada Belsyazar.

Daniel 5:20-23
(5:20) Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya.
(5:21) Ia dihalau dari antara manusia dan hatinya menjadi sama seperti hati binatang, dan tempat tinggalnya ada di antara keledai hutan; kepadanya diberikan makanan rumput seperti kepada lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai ia mengakui, bahwa Allah, Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu.
(5:22) Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini.
(5:23) Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku.

Namun Belsyazar juga tidak merendahkan diri walaupun ia mengetahuinya. Tidak hanya sampai disitu Belsyazar juga menyembah berhala, yaitu emas, perak, tembaga, kayu, dan batu, setelah mabuk anggur bersama-sama dengan pembesar-pembesarnya. Itulah keangkuhan Belsyazar, anak Nebukadnezar. Dia tidak belajar dari pengalaman bapaknya, justru mengulangi kesalahan yang sama.

Saudaraku, Kitab Suci yang tertulis itu adalah penghiburan bagi kita semua, sebab kesaksian nabi telah ditulis dalam perjanjian lama dan kesaksian Yesus dan para rasul ditulis dalam perjanjian baru menjadi pelajaran yang baik bagi kita semua.
Tetapi Belsyazar tidak, dia meninggikan diri seperti Nebukadnezar dia mabuk anggur dengan menggunakan perkakas Bait Suci dari Yerusalem, tidak hanya sampai disitu Belsyazar juga menyembah berhala yang tebuat dari emas, perak, batu, dan kayu. Bayangkan melayani Tuhan tetapi menyembah berhala.

Sesungguhnya, berhala emas, perak, tembaga, batu, dan kayu tidak dapat melihat, tidak dapat mendengar, dan tidak dapat berjalan, artinya: tidak dapat menolong manusia.
Kemudian berhala tidak mempunyai darah untuk menebus, dan mengampuni dosa manusia. Sebab berhala tidak  punya mata untuk melihat, tidak punya telinga untuk mendengar dan tidak mengetahui keadaan dari orang-orang yang menyembah berhala, bukankah itu suatu kebodohan?

Sekarang kita lihat dulu...
Mazmur 115:4-7
(115:4) Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,
(115:5) mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat,
(115:6) mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium,
(115:8) mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya.

Perhatikan berhala-berhala emas dan perak;
-     Mempunyai mulut tetapi tidak dapat berkata-kata, berarti tidak ada pernyataan-pernyataan yang sifatnya membangun, menasihati, dan menghibur, dan membimbing.
-     Mempunyai mata tetapi tidak dapat melihat, berarti tidak dapat mengetahui kondisi dari orang-orang yang menyembah berhala.
-     Mempunyai telinga tetapi tidak dapat mendengar, berarti tidak dapat mendengar seruan, permohonan, teriakan mereka yang menderita dari orang-orang yang menyembah berhala itu.
-     Mempunyai hidung tetapi tidak dapat mencium, berarti tidak dapat memberikan nafas kehidupan.
-     Mempunyai tangan tetapi tidak dapat meraba-raba, berarti tidak dapat memberikan pertolongan bagi mereka yang membutuhkan, yaitu orang-orang yang menyembah berhala.
-     Mempunyai kaki tetapi tidak dapat berjalan, berarti tidak dapat memberi contoh teladan.
-     Tidak dapat membrikan suara dengan kerongkongannya, berarti berhala itu beradiam diri, tidak mengerti orang-orang yang menyembah berhala.
Orang-orang yang menyembah berhala sama seperti berhala itu sendiri, tidak dapat berbuat apa-apa di hadapan Tuhan akhirnya binasa.

Jadi kita patut bersyukur kepada Tuhan, oleh karena kemurahan-Nya kita mendapat kesempatan untuk menyembah Allah yang hidup, kekuatan tangan Tuhan yang kuat membawa kita dekat kepada Dia dan menyembah Dia. Dia mempunyai mata untuk mengetahui keadaan kita, Dia mempunyai telinga untuk mendengarkan seruan dan permohonan, Dia mempunyai mulut sehingga kita bisa mendengarkan seruan firman-Nya yang mampu membangun, menghibur, mempunyai tangan untuk segera diulurkan untuk memberikan pertolongan, mempunyai kaki sehingga kita bisa mengikuti jejak-Nya, teladan-Nya.
Dia tidak berdosa, Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya, itu teladan yang ditinggalkan-Nya kepada kita…1 Petrus 2:22-24. Sedangkan orang-orang yang menyembah berhala kondisinya persis seperti berhala itu sendiri, dan akhirnya binasa.

Kembali kita memperhatikan...
Wahyu 9:20
(9:20) Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,

Berhala tidak dapat melihat, tidak dapat mendengar, dan tidak dapat berjalan, apa yang bisa kita harapkan dari berhala? Apa ada umur panjang dari berhala emas, perak, tembaga, kayu, dan batu permata? Tidak. Apa ada masa depan disana? Tidak. Justru orang itu akan seperti kantong kulit yang tua.

Dampak negatif menyembah berhala.
Daniel 5:24-28
(5:24) Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini.
(5:25) Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin.
(5:26) Dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri;
(5:27) Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan;
(5:28) Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia."

Adapun tulisan di dinding istana raja adalah mene, mene, tekel, ufarsin. Ini adalah tulisan asing yang tidak bisa dimengerti oleh siapapun. Ini adalah bahasa asing dari Tuhan, ini bahasa yang turun dari sorga, ini bukan bahasa Babelonia, ini bukan bahasa dari orang Ibrani atau Yunani. Sehingga ketika dia membaca tulisan itu, dia tidak mengerti, dia takut sampai pucat pasi. Orang-orang bijaksana di Babelonia juga tidak mengerti. Namun, permaisuri-permaisuri mengingatkan kembali tentang Daniel yang diangkut dari Yehuda, dia penuh Roh, serta bijaksana, dia dapat mengartikan segala sesuatu.

Saudaraku, firman para nabi dengan ilham Roh Kudus memberikan pengertian-pengertian kepada kita semua. Tidak ada orang yang mengerti kalau bukan Tuhan yang memberikan pengertian. Kemudian oleh karena pewahyuan Tuhan, kita mengerti segala sesuatu yang akan terjadi sehingga kita bisa berjaga-jaga dan memperhatikan keberadaan kita sambil menantikan kedatangan Tuhan kembali.
Demikian juga dengan tulisan yang ada di dinding istana raja, itu bahasa asing, tidak ada yang tau, tetapi Daniel penuh dengan Roh, penuh dengan akal budi dan kebijaksanaan dari Sorga, sehingga dia dapat mengartikan bahasa itu, dia dapat mengartikan bahasa asing.

Adapun arti dari bahasa asing itu ialah:
1.  Mene artinya pemerintahan Belsyazar berakhir.
Melayani Tuhan dengan karunia-karunia Roh Kudus dan jabatan-jabatan yang dipercayakan oleh Tuhan namun akhirnya ditinggalkan, itu sangat disayangkan.
2.  Tekel artinya ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan.
Terlalu banyak perbuatan jahat dan terlalu sedikit perbuatan baik dan benar. Tadi kita sudah melihat perkakas emas dan perak diangkut dari Bait Suci yang di Yerusalem (zaman Nebukadnezar) digunakan minum anggur bersama dengan seribu pembesar-pembesar dan istri serta gundik dari pembesar-pembesar, itu sebabnya ada tulisan di dinding istana raja sebagai peringatan.
3.  Peres artinya kerajaan Babelonia dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.
Saudaraku, kalau anggota tubuh yang berbeda-beda itu satu, diikat oleh kasih maka akan membawa kita sampai pada kesempurnaan. Tetapi kalau anggota tubuh yang berbeda-beda itu pecah maka tertutup kemungkinan unuk menjadi sempurna, sebab itu kalau memang saat ini kita berada di tengah takhta kasih karunia dan memberanikan diri untk melayani Tuhan, maka bersikaplah untuk melakukan sesuatu yang berguna dan membangun, tidak boleh memikirkan dirinya sendiri. Belajar untuk membawa persembahan khusus dari sembilan yang masih tersisa. Banyak bentuk persembahan khusus supaya Tabernakel berdiri atau hidup rohani kita terbangun.

Sekarang kita lihat.
Daniel 5: 23
(5:23) Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku.

Saudaraku, perlu untuk diketahui, sesungguhnya Tuhan Allah yang menggenggam nafas manusia dan menentukan segala jalan-jalan hidup manusia. Nafas hidup manusia itu ada di tangan Tuhan bukan ditangan berhala. Nafas hidup manusia ada di tangan Tuhan, dan jalan hidup manusia juga Tuhan yang menentukan bukan manusia. Banyak orang Kristen mengambil jalan hidupnya sendiri, akhirnya sesat. Ketika tersesat, menderita, persis seperti satu domba yang tersesat di padang gurun, dia tidak bisa kembali ke  kandang penggembalaan. Untung dua tangan Tuhan terulur, setelah dia ditemukan, domba yang tersesat ini dipikul, Tuhan sudah memikul dosa kejahatan, dan kenajisan kita, segala jalan yang sesat yang kita ambil selama ini. Sudah sangat jelas, bahwa nyawa manusia di tangan Tuhan bukan pada berhala, dan jalan Tuhan adalah jalan yang lurus, bukan jalan ular yang berliku-liku.
Firman Tuhan sudah diterangkan, apa yang sudah kita dengar, hendaklah memperhatikannya dengan sungguh-sungguh, berlakulah bijaksana.

Daniel 5:29
(5:29) Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel pakaian dari kain ungu dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.
(5:30) Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu

Akhirnya pada malam itu juga, Belsyazar mati dengan sia-sia. Demikianlah nasib orang-orang yang meninggikan dirinya.
                                                                                                                            
Jalan Keluar.
Wahyu 9:20
(9:20) Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,

Disini orang-orang yang tersisa dari sepertiga dari umat manusia yang terbunuh itu tidak mau bertobat, berarti ada dua kutub tarik menarik, yaitu yang jahat semakin jahat, yang suci semakin suci.
Biarlah kiranya kita menjatuhkan diri kepada firman Allah sehingga apabila firman itu disampaikan maka hati kita hancur dibuatnya, kemudian apabila firman itu menimpa kehidupan kita, maka hati kita patah dan remuk. Pendeknya, manfaatkan darah Yesus, supaya tubuh, jiwa dan roh terpelihara dengan baik.

Lukas 20:17
(20:17) Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: "Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?
(20:18) Barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk."

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan itulah pribadi Yesus yang dikorbankan. Jadi orang yang mau bertobat memanfaatkan darah Yesus yaitu menjatuhkan diri kepada firman supaya apabila firman itu mengoreksi maka kita akan hancur hati. Kemudian memberikan diri ditimpa oleh firman sehingga apabila kita dikoreksi oleh firman kita sampai remuk redam, sampai pada akhirnya kehidupan kita menjadi kehidupan yang dipesembahkan kepada Tuhan sebagai korban sembelihan.
Tadi ada dua kutub  saling tarik menarik; yang jahat semakin jahat, yang najis semakin najis, sisi lain yang suci semakin suci, yang benar terus berbuat kebenaran.
Maka mari kita manfaatkan darah Yesus, bertobat berarti memanfaatkan darah Yesus, menjatuhkan diri dan dilimpa oleh firman Tuhan, sehingga apabila firman itu mengoreksi, hati kita hancur sehancur-hancurnya.

Ayo Tuhan sedang mempersiapkan hidup kita sebagai korban sembelihan, hari-hari ini adalah hari-hari terakhir, keadaan sekarang ini sudah semakin jahat. Dosa itu sudah bertimbun-timbun bagaikan asap yang keluar dari lobang jurang maut, angkasa gelap, matahari menjadi gelap.
Dalam Wahyu 9: 20, tadi yang disebut hanyalah umat yang tersisa pada sepertiga dari umat manusia, dan mereka itu adalah orang yang tidak mau bertobat, tidak diceritakan orang yang suci, bararti yang suci sudah semakin suci, sudah menjadi rumah Tuhan.
Tuhan menuntut kita untuk hidup benar dan suci sama seperti Dia suci dalam 1 Petrus 4:15-16. Sambil menantikan kedatangan-Nya kita juga terus menerus dibaharui sampai menjadi sama seperti Dia.

Filipi 3:20-21
(3:20) Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
(3:21) yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya

Sambil kita menanti-natikan kedatangan Tuhan disertai dengan proses keubahan demi keubahan sampai nanti keubahan itu memuncak sampai sama mulia dengan Dia.

1 Yonanes 3:1-2
(3:1) Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
(3:2) Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Tetapi apabila nanti Dia datang kelak pada kali yang kedua kita akan menjadi sama seperti Dia, kalau masih ada kesempatan untuk bertobat kenapa tidak mau bertobat? Manfaatkan saja darah Yesus, jatuhkan diri kepada firman sehingga apabila firman datang mengoreksi kita, kita akan hancur hati, kemudian memberi diri ditimpa oleh firman, sehingga hati kita menjadi remuk, wujud daging tidak bersuara lagi sebagai ladang yang subur bagi dosa. Kenapa harus bartahan dalam kebodohan kalau kita tau yang baik. Ayo manfaatkan darah Yesus supaya tubuh, jiwa, dan roh kita tetap terpelihara sampai Dia datang kembali untuk yang kedua kali dalam serupa dengan Dia. Amin.

TUHAN YESUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U Sitohang










No comments:

Post a Comment