KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, January 10, 2026

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB dirangkai dengan IBADAH NATAL, 25 DESEMBER 2025




IBADAH PENDALAMAN ALKITAB dirangkai dengan IBADAH NATAL, 25 DESEMBER 2025 


KITAB MALEAKHI 2:15 

(Seri: 20)


Subtema: ANAK TUNGGAL YANG DIKASIHI


Shalom.

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN yang oleh karena kemurahan hatinya kita sekalianya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, kita diberi kesempatan untuk datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan perjamuan suci yang dirangkai dengan Ibadah Natal, ini adalah suatu kemurahan bagi kita sekaliannya. Natal berarti Yesus lahir dan sudah ditaruh dalam palungan sebagai makanan dan minuman, itu yang menjadi jaminan keselamatan bagi kita dan kelak kita dipermuliakan bersama dengan Dia.


Saya juga tidak lupa untuk menyapa anak-anak TUHAN, umat tebusan TUHAN, yang turut bergabung lewat online / live streaming atau video internet, baik dari Youtube maupun dari Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan atau diakses.


Mari kita sambut STUDY MALEAKHI sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci, dan kita masih berada pada Maleakhi 2:15

Dari tempat ini doa dan harapan kami, kiranya damai sejahtera dari Sorga memenuhi ruangan ini dan memenuhi ruangan hati kita, juga saudara yang sedang mengikuti secara online sehingga ada damai sejahtera, ada sukacita dan bahagia saat kita menikmati sabda ALLAH. 

Tetaplah berdoa dalam roh, mohonlah kemurahan dari pada TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi sehingga ibadah ini tidak menjadi sia-sia.


Maleakhi 2:15

(2:15) Bukankah ALLAH yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.


Di sini dikatakan: Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? KETURUNAN ILAHI! 

Ini adalah pernyataan yang tegas dan harus tergenapi dalam kehidupan kita masing-masing. Biarlah kita sekaliannya benar-benar menjadi keturunan Ilahi meskipun kita ini adalah bangsa kafir dan bukan Yahudi secara jasmani.


Berbicara "kesatuan" jelas itu berbicara tentang nikah, dimana laki-laki dan perempuan (suami dan isteri) sudah menjadi satu daging, bukan lagi dua. Kemudian, yang dikehendaki kesatuan atau nikah adalah: KETURUNAN ILAHI!


Penjelasan tentang: KETURUNAN ILAHI.

Kejadian 15:1-3 -- Perikop: "Perjanjian ALLAH dengan Abram; janji tentang keturunannya."

(15:1) Kemudian datanglah Firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." (15:2) Abram menjawab: "Ya TUHAN ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." (15:3) Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."


TUHAN berkata kepada Abram:  "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."

Ini merupakan kata-kata penghiburan dari TUHAN, suatu pernyataan kasih yang satu kali akan digenapi, sebab saat itu Abraham berada dalam kegelisahan karena dia belum memiliki anak atau keturunan.

Ketika dalam kegelisahan Abraham berpikir salah seorang hambanya nanti yang menjadi ahli warisnya, yaitu; Eliezer, orang Damsyik, karena pada saat itu Abraham belum memiliki anak atau keturunan.


Kejadian 15:4

(15:4) Tetapi datanglah Firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."


TUHAN meyakinkan Abram dan berkata yang menjadi ahli waris Abram adalah anak kandungnya sendiri.


Adapun anak kandung Abraham, lahir dari 3 (tiga) rahim perempuan:

  • Dari Ketura 6 (enam) orang anak (Kejadian 25:1).

  • Dari Hagar (budaknya) 1 (satu) orang anak (Kejadian 16:15-16).

  • Dari Sara 1 (satu) orang anak (Kejadian 21:1-3).

Itulah seluruh anak kandung Abraham yang lahir dari 3 rahim perempuan.

Meskipun jumlah seluruh anak Abraham ada 8 (delapan), tetapi yang dikehendaki dari kesatuan (nikah) itu ialah KETURUNAN ILAHI. Jadi, tidak semua anak Abraham adalah keturunan Ilahi.


Kejadian 21:10-11

(21:10) Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." (21:11) Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu


Sara meminta kepada Abraham, suaminya, untuk mengusir hamba perempuan bersama dengan anaknya.

Hal itu menyebalkan hati Abraham, karena bagaimanapun juga Ismael adalah anak kandung Abraham sekalipun lahir dari seorang budak (hamba).


Sepintas apa yang dikatakan Sara kepada Abraham tidak manusiawi dan tampaknya Sara seperti perempuan bengis. Namun apakah kebenarannya memang seperti itu?


Kejadian 21:12

(21:12) Tetapi ALLAH berFirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.


Firman TUHAN kepada Abraham:

  • “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu.”

  • “Abraham harus mendengarkan perkataan Sara.”

Alasannya: Yang akan disebut sebagai keturunan Abraham adalah yang berasal dari ISHAK, lahir dari rahim Sara


Hal ini dijelaskan kembali oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma dengan penuh keyakinan dalam ...

Roma 9:3-5 -- Perikop: "Pilihan atas Israel."

(9:3) Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani. (9:4) Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. (9:5) Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah ALLAH yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin


Israel secara jasmani telah dipilih dan diangkat oleh ALLAH menjadi anak ALLAH.

  • Mereka telah menerima kemuliaan, perjanjian, hukum Taurat, ibadah, dan janji-janji.

  • Mereka telah menurunkan Mesias dalam keadaanNya sebagai manusia.

Mesias adalah ALLAH yang harus dipuji sampai selama-lamanya.

Jangan kita kendor dari pengertian ini, jangan kita berubah setia dari pengertian ini, karena memang Mesias harus dipuji untuk selama-lamanya.


Roma 9:6-7

(9:6) Akan tetapi Firman ALLAH tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, (9:7) dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu.


Tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi yang berasal dari Ishak yang akan disebut KETURUNAN ABRAHAM atau disebut juga KETURUNAN ILAHI.

Jadi, bukan Ismael dan bukan 6 (enam) orang anak yang lahir dari rahim Ketura.


Kalau TUHAN mengatakan hal itu maka TUHAN tidak pernah salah dan TUHAN yang benar, dan kebenaran terkait mengapa TUHAN berkata yang berasal dari Ishak yang disebut keturunan Ilahi akan kita lihat pada ayat 8.


Roma 9:8

(9:8) Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak ALLAH, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.


Yang disebut keturunan Ilahi / keturunan yang benar bukan anak-anak menurut daging tetapi anak-anak perjanjian itulah Ishak.


Sebetulnya Abraham sudah tua, sudah lemah sawat atau istilah lain sudah mati pucuk, demikian juga Sara sudah tua dan sudah mati haid (menopause) sudah mandul, tetapi TUHAN menjanjikan bahwa Abraham dan Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki itulah ISHAK. Jadi, TUHAN menjanjikan Ishak, anak laki-laki itu kepada kesatuan, itulah Abraham dan Sara. Maka, Ishak adalah anak perjanjian, sebab sebelum lahir sudah dijanjikan oleh TUHAN kepada Abraham dan Sara.

Kisah terkait lahirnya Ishak sebagai anak perjanjian ditulis dalam Kejadian 18:1-15 -- Perikop: “ALLAH mengulangi menjanjikan seorang anak laki-laki kepada Abraham.”


Hal Ishak sebagai keturunan Ilahi / anak perjanjian juga dijelaskan kembali oleh Rasul Paulus kepada orang Ibrani.


Ibrani 11:17-19

(11:17) Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, (11:18) walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu." (11:19) Karena ia berpikir, bahwa ALLAH berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali


Abraham dicobai sebab ia diminta untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban kepada TUHAN, padahal TUHAN sudah berjanji bahwa yang disebut keturunan Abraham berasal dari Ishak. Namun demikian, tanpa keraguan Abraham mau melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya, yaitu mempersembahkan Ishak kepada TUHAN sebagai korban. Ini adalah contoh orang tua yang baik; mengajar anaknya untuk dipersembahkan sebagai korban kepada TUHAN.


Gembala sidang juga harus menjadi orang tua rohani yang baik, manakala kita dididik oleh Firman TUHAN untuk mempersembahkan korban maka tidak perlu bersungut-sungut, apalagi ketika Firman datang untuk menyucikan kita untuk dijadikan sebagai anak-anak Ilahi, tidak perlu bersungut-sungut.


Kejadian 22:9-10 -- Perikop: “Kepercayaan Abraham diuji.”

(22:9) Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan ALLAH kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. (22:10) Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya


Abraham mendirikan mezbah bagi TUHAN karena Abraham melakukan / menuruti perintah ALLAH:

  • Disusunnyalah kayu.

Kayu berbicara tentang SALIB KRISTUS yang harus dipikul oleh setiap anak-anak TUHAN yang disebut sebagai keturunan Ilahi. 

Banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan, pelayanan-pelayanan kepada TUHAN harus disusun dengan rapih, pekerjaan TUHAN juga harus disusun dengan rapih, itulah salib yang memang harus dipikul setiap anak-anak TUHAN yang disebut keturunan Ilahi.


  • Diikatnya Ishak 🡪 Penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH saja.

Hal itu dinubuatkan dalam Yesaya 53:7; “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya ...” Ada kalanya kita ini suka membuka mulut, akhirnya membuka borok sendiri, membuka borok penggembalaan ini, hal itu tidak boleh. Seharusnya kita harus menerima didikan dan tidak membuka mulut, menyerah saja kepada kehendak TUHAN, sebab didikan yang kita terima belum sebanding dengan salib Kristus.


PENYEMBAHAN = Penyerahan diri sepenuhnya untuk taat kepada kehendak ALLAH. Jadi, ketika Ishak diikat berarti ibadahnya sudah sampai kepada puncak tertinggi yaitu: penyembahan.

Oleh sebab itu, sebagai anak-anak TUHAN harus terikat dengan ibadah dan pelayanan, sebab pada Matius 18:18 dikatakan: “... apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Biarlah anak-anak TUHAN terikat dengan ibadah, terikat dengan pekerjaan TUHAN, terikatlah menjadi kehidupan domba yang tergembala dengan ketekunan 3 macam ibadah pokok.

Jika kita baca dalam Matius 16:19; “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga ...” Jadi terikat dengan ibadah, terikat dengan pelayanan, terikat dengan pekerjaan TUHAN itu adalah KUNCI KERAJAAN SORGA. Kiranya Sorga terbuka atas kita karena TUHAN mempercayakan kunci Sorga kepada kita, oleh sebab itu segera ikatkan diri dengan ibadah pelayanan dan segala sesuatu yang ada di tengah-tengahnya.


  • Diletakkannya di Mezbah di atas kayu api.

Mezbah 🡪 IBADAH DAN PELAYANAN, disitulah kita membawa hidup kita dan menyerahkan segenap hidup kita.

Jika diberi kesempatan bekerja di bumi ini maka kerjakan dengan baik, diberi kesempatan untuk berbisnis maka kerjakan dengan baik, tetapi itu bukan Mezbah namun yang dimaksud dengan mezbah adalah IBADAH dan PELAYANAN. Kita hidup dari mezbahnya TUHAN bukan dari pekerjaan atau bisnis yang kita kerjakan.


Selanjutnya, Abraham mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Kalau kita perhatikan pada Kejadian 22:4-5; hamba (budak) maka dia tidak akan mengerti tentang kebenaran, itulah sebabnya mereka tidak diikut sertakan, naik ke atas gunung Moria dan ditinggalkan disitu, termasuk keledai (gambaran bangsa kafir) juga ditinggalkan disitu. Sebab, budak pasti akan mempersalahkan semua yang dikerjakan oleh Abraham. Maka, budak (hamba) tidak mewarisi kerajaan Sorga.


Kita adalah hamba kebenaran berarti taat kepada kebenaran, dan kita rindu menjadi keturunan Ilahi. Apapun yang diperintahkan TUHAN, kalau TUHAN yang meminta maka kita akan kerjakaan, tidak lantas kecut hati, bersungut-sungut, panas hati lalu mempersalahkan dengan segala yang diperintahkan TUHAN.


Dalam Galatia 4:1-2, jika ahli waris belum akil balig maka tidak layak mendapatkan kerajaan Sorga.

Oleh sebab itu, abaikan yang menjadi kepentingan daging, singkirkan kepuasan daging sebab TUHAN mau datang. Amal soleh tidak membuat selamat, yang dapat menyelamatkan hanyalah salib, biarlah semuanya disalib; hawa nafsu, perasaan daging, segala sesuatu yang hanya menyenangkan daging singkirkan.

Ingat; budak (hamba) tidak berhak mewarisi kerajaan Sorga. Namun, apapun yang diperbuat TUHAN kita tidak lagi kaget dan kecut hati.


Kaitannya ada dalam Kejadian 22:11-12.

Kejadian 22:11-12

(22:11) Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, TUHAN." (22:12) Lalu Ia berFirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan ALLAH, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."


Anak perjanjian atau keturunan Ilahi akan mengalami KEMENANGAN apabila dihakimi.

Sama halnya dengan Yesus Kristus, Anak ALLAH, ketika dihakimi di hadapan Kayafas tidak ada yang dapat membuktikan bahwa Yesus bersalah bahkan sekalipun muncul saksi-saksi dusta, kisahnya ada dalam Matius 26:57-68.

Ketika di hadapan Pontius Pilatus (perpanjangan tangan dari kekaisaran Romawi), juga tidak satupun yang dapat menunjukkan kesalahan Yesus Kristus, kisah tersebut ada dalam Matius 27:11-26.


Ishak anak perjanjian / keturunan Ilahi akan mengalami kemenangan karena TUHAN yang menjadi pembela bagi kita sekaliannya.

Yesus Kristus setelah menyelesaikan pekerjaan-Nya, Ia duduk disebelah kanan ALLAH Bapa dan tampil sebagai Pembela.


Kejadian 22:1-2

(22:1) Setelah semuanya itu ALLAH mencoba Abraham. Ia berFirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, TUHAN." (22:2) Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."


Abraham dicobai sebab dia diminta untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran.

Sedangkan Ishak adalah: Anak tunggal Abraham yang dikasihi.


Singkatnya: Ishak adalah ANAK TUNGGAL dan DIKASIHI.

Demikian juga Yesus Kristus adalah Anak tunggal yang dikasihi Bapa.

  • Dalam Perjanjian Lama anak tunggal yang dikasihi adalah Ishak.

  • Dalam Perjanjian Baru anak tunggal yang dikasihi adalah pribadi Yesus, Anak ALLAH.


Tentang: ANAK TUNGGAL.

Yohanes 3:16

(3:16) Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.


Mengaruniakan anak tunggal kaitannya adalah: Kasih ALLAH akan dunia.


Hamba-hamba TUHAN, imam-imam atau pelayan-pelayan TUHAN, sampai seluruh sidang jemaat dituntut untuk mengasihi TUHAN karena TUHAN sudah terlebih dahulu mengasihi dunia. 


Yohanes 21:15-17

(21:15) Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar TUHAN, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (21:16) Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar TUHAN, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (21:17) Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "TUHAN, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.


TUHAN menuntut Simon Petrus untuk mengasihi TUHAN lebih dari siapapun dan lebih dari apapun di bumi ini, karena TUHAN tahu bahwa Simon Petrus belum sepenuhnya mengasihi TUHAN dengan kasih Agape.

Itu sebabnya, TUHAN berkata: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?"


Yohanes 21:15 (Terjemahan Lama)

(21:15) Setelah mereka itu makan, bertanyalah Yesus kepada Simon Petrus, "Hai Simon, anak Yahya, adakah engkau mengasihi Aku lebih daripada orang-orang ini?" Lalu sembah Petrus, "Ya TUHAN, bahwa TUHAN juga sedia mengetahui yang hamba ini mengasihi TUHAN." Maka sabda Yesus kepadanya, "Peliharakanlah segala anak domba-Ku.


Ada tiga praktek kasih Agape yang dituntut oleh TUHAN. 

PERTAMA: “Peliharakanlah segala anak domba-Ku.”


Yohanes 1:42

(1:42) Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).


Simon, anak Yohanes, dinamakan KEFAS. Kefas, artinya: Petrus.


Matius 16:13-14 -- Perikop: "Pengakuan Petrus."

(16:13) Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" (16:14) Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.


Pengakuan orang-orang terhadap Anak Manusia:

  1. YOHANES PEMBAPTIS, artinya: Pribadi yang sanggup untuk membuka jalan yang baru (perintis) dan pribadi yang rendah hati.

  2. ELIA, artinya: Seorang yang berkuasa, sebab sanggup menutup dan membuka langit.

  3. YEREMIA, artinya: Seorang yang besar atau nabi besar, sebab 5 (lima) nabi besar salah satunya adalah Yeremia.

Akan tetapi; menjadi orang yang rendah hati, dan sebagai seorang yang berkuasa, dan seorang yang besar belum cukup untuk dijadikan sebagai landasan hidup sehingga sidang jemaat (kawanan domba ALLAH) terpelihara untuk selamanya.


Matius 16:15-16

(16:15) Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (16:16) Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak ALLAH yang hidup!


Simon Petrus melihat dan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah MESIAS, Anak ALLAH yang hidup. Berarti, melihat pribadi Yesus secara seutuhnya, sebab Mesias artinya (dalam bahasa Ibrani): Yang diurapi.


Ada 3 (tiga) yang diurapi dalam Alkitab

  1. Raja.

  2. Imam.

  3. Nabi.

Kemudian, Simon Petrus mengaku bahwa Yesus adalah “Anak ALLAH yang hidup”, inilah yang keempat.

Berarti, Simon Petrus melihat Yesus dengan utuh sebagai INJIL SEPENUH; Matius, Markus, Lukas, Yohanes.

  • Matius 🡪 Yesus sebagai Raja.

  • Markus 🡪 Yesus sebagau imam / hamba dalam kebangkitan-Nya.

  • Lukas 🡪 Sengsara Yesus sebagai manusia untuk mengerjakan penebusan dan pendamaian, mewakili nabi.

  • Yohanes 🡪 Yesus, Anak ALLAH.


Inilah Injil sepenuh yang menjadi landasan hidup gereja TUHAN, bukan soal orang besar, bukan soal rendah hati saja, bukan soal orang yang berkuasa.

Jika Injil sepenuh menjadi landasan hidup kita maka gereja TUHAN sebagai kawanan domba terpelihara. 


Matius 16:17

(16:17) Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.


TUHAN yang menyatakan itu lewat pembukaan rahasia Firman, sebab pengetahuan manusia belum sempurna untuk membawa seseorang sampai kepada Kerajaan Sorga.

Itu sebabnya TUHAN berkata: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” 


Matius 16:18

(16:18) Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.


Anak TUHAN terpelihara apabila hidupnya dibangun di atas dasar korban Kristus (batu karang).

Jangan kita mau meninggalkan pengertian seperti ini hanya karena melihat hal yang lahiriah di luar sana, karena melihat karunia dari seorang hamba TUHAN, tetapi tidak mendapatkan pengertian bahwa landasan hidup adalah batu karang. 


Kita adalah Kefas rohani itulah Petrus, sebab TUHAN beritahukan kepada kita bahwa gereja TUHAN harus dibangun di atas korban Kristus, itulah yang menjadi landasan kehidupan kita. Sehingga TUHAN berkata: “... alam mau tidak akan menguasainya.”

Sekalipun megathrust menghantam terkhusus pulau Jawa “... alam mau tidak akan menguasainya.”


Singkat kata, TUHAN memelihara kita itulah kasih ALLAH, dan TUHAN menuntut kasih itu kepada pribadi Simon Petrus sebab TUHAN berkata; “Peliharakanlah segala anak domba-Ku.” Saya bersyukur TUHAN membukakan Firman-Nya kepada kita sekaliannya.


Yohanes 21:16 (Terjemahan Lama)

(21:16) Maka bertanyalah Ia lagi kepadanya pada kali yang kedua, "Hai Simon, anak Yahya, adakah engkau mengasihi Aku?" Maka sembah Petrus kepada-Nya, "Ya TUHAN, bahwa TUHAN juga sedia mengetahui yang hamba ini mengasihi TUHAN." Maka sabda Yesus kepadanya, "Gembalakanlah segala domba-Ku."


Ada tiga praktek kasih Agape yang dituntut oleh TUHAN.

KEDUA : “Gembalakanlah segala domba-Ku.”


1 Petrus 5:2-3 -- Perikop: “Gembalakanlah kawanan domba ALLAH.”

(5:2) Gembalakanlah kawanan domba ALLAH yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak ALLAH, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. (5:3) Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.


Seorang gembala harus menggembalakan kawanan domba ALLAH dengan kasih, berarti:

  • Jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak ALLAH.

Kehendak ALLAH adalah Yesus harus turun ke bumi dan menjadi manusia, lalu menderita sengsara dan mati di atas kayu salib. 

  • Jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri (menghambakan diri kepada TUHAN).

Itu berarti, seorang gembala dituntut untuk menggembalakan kawanan domba ALLAH, dengan pengabdian bukan untuk mencari keuntungan.

  • Jangan hanya untuk memerintah atas kawanan domba, tetapi hendaklah menjadi teladan bagi kawanan domba.

Sebab, gembala berjalan di depan dan domba mengikuti dari belakang. Jadi, yang mengikuti teladan gembala adalah domba, banyak hal yang dapat diteladani dari seorang gembala; baik tutur kata, sikap perbuatan, korban persembahan, dan lainnya. Kita saling mendoakan kiranya teladan itu ada di tengah-tengah ibadah pelayanan kita, saling mengasihi satu dengan yang lain, murah hati, suka berkorban dan lain-lainya. 


1 Petrus 5:4

(5:4) Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.


Apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Inilah praktek mengasihi yang kedua yaitu gembalakanlah segala dombaku.


Yohanes 21:17 (Terjemahan Lama)

(21:17) Lalu Ia bertanya kepadanya pada kali yang ketiga, "Hai Simon, anak Yahya, adakah engkau mengasihi Aku?" Lalu Petrus pun berdukacitalah, oleh sebab sudah tiga kali Ia bertanya kepadanya, "Adakah engkau mengasihi Aku?" Maka sembah Petrus kepada-Nya, "Ya TUHAN, bahwa segala sesuatu ada di dalam pengetahuan TUHAN, dan TUHAN juga mengetahui yang hamba ini mengasihi TUHAN." Lalu bersabdalah Yesus kepadanya, "Peliharakanlah segala domba-Ku


Ada tiga praktek kasih Agape yang dituntut oleh TUHAN dan ditunjukkan oleh TUHAN kepada Simon Petrus. 

KETIGA: “Peliharakanlah segala domba-Ku.”


Yohanes 13:36-38 -- Perikop: “Yesus memperingatkan Petrus.”

(13:36) Simon Petrus berkata kepada Yesus: "TUHAN, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." (13:37) Kata Petrus kepada-Nya: "TUHAN, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" (13:38) Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."


Satu kali gembala akan ditangkap dan dibunuh, maka domba-domba akan tercerai berai, sebagaimana yang tertulis dalam Matius 26:31. Sesungguhnya, jauh beberapa ribu tahun sebelumnya Daniel sudah menubuatkan hal itu di dalam Daniel 12:12, Daniel 11:31, Daniel 9:27, Daniel 8:30-31. 

Pembinasa keji pada akhirnya akan menjadi raja dan memerintah atas seantero dunia, pada saat itu mereka akan merampas korban sehari-hari itulah korban sembelihan dan korban santapan, yang semestinya menggembalakan kawnaan domba ALLAH di atas gunung TUHAN. 


Korban sehari-hari, itulah korban sembelihan dan korban santapan.

  1. KORBAN SEMBELIHAN 🡪 Ibadah pelayanan yang dihubungkan dengan salib yang harus kita pikul sampai berdarah-darah. 

Biarlah hal itu terjadi selama hari masih siang, karena setelah siang akan datang gelap malam, pada saat itu tidak ada lagi kesempatan untuk memperoleh keselamatan (memikul salib). Gelap malam -> Puncak pencobaan, pada saat antikris menjadi raja atas dunia.

  1. KORBAN SANTAPAN 🡪 Pengajaran Firman ALLAH, ayat menjelaskan ayat lain sampai terjadi pembukaan Firman itulah makanan rohani, itulah yang harus kita santap selama hari masih siang. Sebab, jika malam tiba disitu tidak ada lagi Firman ALLAH yang disampaikan secara terang benderang.


Oleh sebab itu, TUHAN menuntut Simon Petrus menggembalakan domba-domba dengan sungguh-sungguh, dengan korban sehari-hari, karena satu kali nanti Gembala akan ditangkap, maksudnya korban sehari-hari akan dirampas.


Banyak gereja TUHAN yang tidak mengerti terkait menggembalakan domba dengan korban sehari-hari, sehingga bagaimana domba-domba bisa; lepas dari mulut singa, cengkeraman beruang, dan kecepatan macan tutul apabila tidak digembalakan dengan korban sehari-hari? Namun, Simon Petrus pada akhirnya menggembalakan domba-domba dengan korban sehari-hari, sebab pada akhirnya kemuliaan ALLAH dinyatakan kepada dia. 

Pengertian ini jelas bahwa korban sehari-hari harus ada digunung TUHAN dan harus menggembalakan kawanan domba. Kita seharusnya menghargai dan menikmati korban sehari-hari itulah korban santapan dan korban sembelihan, maka tidak ada alasan untuk bosan mendengarkan Firman TUHAN.


Dalam Kebaktian Natal PPT 3-4 Desember 2025, para hamba-hamba TUHAN sanggup bertahan 3 (tiga) jam dan begitu antusias, seharusnya kita juga harus antusias seperti hamba-hamba TUHAN, maka jelas jerih payah tidak sia-sia.

Itu soal anak tunggal terkait dengan kasih ALLAH kepada dunia dan sudah dituntut kepada kita dan kepada hamba-hamba TUHAN, gembala sidang supaya kawanan domba terpelihara.


Tentang: ANAK YANG DIKASIHI.

Matius 17:1-2 -- Perikop: “Yesus dimuliakan di atas gunung.”

(17:1) Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. (17:2) Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.


Yesus dipermuliakan di atas gunung, tandanya:

  • Wajah-Nya bercahaya seperti matahari.

  • Pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.


Matius 17:3

(17:3) Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.


Nampak kepada mereka (Yakobus, Petrus, Yohanes) Musa dan Elia sedang berbicara dengan Yesus. Ini adalah suatu penghiburan bahwa Yesus harus menghadapi maut; Yesus mengalami sengsara dan mati di atas kayu salib, dan Musa serta Elia memberi penghiburan dan menguatkan Anak Manusia.

Demikian juga sebelum Yesus datang untuk kedua kali Musa dan Elia juga akan tampil menjadi saksi, mereka adalah kedua kaki dian (pelita emas), juga kedua pohon zaitun, mereka akan menguatkan gereja yang tertinggal yang mengalami aniaya besar. Apabila di bumi tidak ada lagi kesaksian maka dari langit TUHAN bisa memberikan kesaksian lewat dua saksi, karena ketika antikris menjadi raja akan ada siksaan yang dahsyat dan tidak ada seseorang yang bisa menanggungnya, siksaan tersebut belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi.


Oleh sebab itu, perhatikanlah ini semuanya, jika saya menyampaikan semua ini dengan tulus itu bukan ego saya sebab jika saya bermasabodo saya bisa saja mencari Firman hanya satu jam dan disertai dengan dongeng-dongeng, ditambah dengan guyon, namun hati saya terlalu sakit mendustai saudara dan mendustai TUHAN apabila saya melakukan hal itu.


Inilah pentingnya peran dari pelita emas, dan peran dari pohon zaitun.

  • Pelita emas itulah kehidupan yang diurapi.

  • Pohon zaitun itulah kehidupan yang sudah mencapai puncak ibadah, yakni; doa penyembahan.

Gembala perlu menguatkan jemaat, itu sebabnya saya selalu memohon di kaki salib supaya TUHAN membukakan Firman-Nya; barangkali ada yang tidak suka namun masih ada diantara kita yang membutuhkan pembukaan Firman TUHAN.


Matius 17:4

(17:4) Kata Petrus kepada Yesus: "TUHAN, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."


“... TUHAN, betapa bahagianya kami berada di tempat ini …” Kalau ada di atas gunung yang tinggi, lebih dalam lagi berada pada penyembahan yang tinggi, maka kita akan berbahagia. Namun, kita harus berhati-hati dalam kebahagiaan ini.


“... Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

Perkataan ini bertentangan dengan Yesaya 66:1,“Beginilah Firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?” Dari sini kita melihat, Simon Petrus karena terlalu bahagia hingga kebablasan, mudah mengucapkan kata-kata. Oleh sebab itu, belajarlah berbicara sesuai dengan porsinya dan tidak mudah mengumbar janji namun tidak ditepati.  Seringkali kita juga mendapat nasihat dan cepat berkata “Ya Om” tetapi tidak dipraktekkan, itu adalah roh Simon Petrus.


Jadi, Simon Petrus tidak layak mendirikan kemah untuk Yesus, Musa dan Elia jika kita kaitkan dengan Yesaya 66:1.

Sebab, Firman pengajaran Mempelai itulah pribadi Yesus Kristus, Dia adalah Kepala Gereja dan Mempelai Pria Sorga itulah yang membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi rumah TUHAN yang sempurna.


Matius 17:5

(17:5) Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."


ALLAH berkata kepada Simon Petrus: “Inilah Anak yang Kukasihi”, berarti;

Berkenan kepada TUHAN.

Selanjutnya ALLAH berkata: “... dengarkanlah Dia” artinya kita harus mendengarkan Firman Pengajaran Mempelai dalam terangnya Tabernakel yang membawa kita masuk dalam kegerakan yang besar, itulah mega proyek ALLAH, yakni; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi sidang mempelai TUHAN yang sempurna, menjadi milik kepunyaan ALLAH sendiri.


Matius 17:6

(17:6) Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.


Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.

Tersungkur -> Doa Penyembahan.


Demikian Firman ALLAH yang telah disampaikan, doa dan harapan saya kiranya Firman ALLAH dimeteraikan oleh Roh ALLAH pada loh daging, ditukik di hati kita sekaliannya sampai akhirnya kita menjadi kedua pelita emas dan kedua pohon zaitun yaitu menjadi saksi-saksi ALLAH dari Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ujung bumi, dimanapun kita berada nama TUHAN dipermuliakan. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI



Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang



No comments:

Post a Comment