KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, July 27, 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 26 JULI 2011


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 26 JULI 2011

Tema: YA ABBA, YA BAPA 
(seri 14)

Shalom!
Selamat malam saudaraku
Salam sejahtera dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, oleh karena kasih Nya besar kita dapat beribadah pada malam hari ini
Biarlah malam hari ini kita dilawat oleh Firman Tuhan asalakan kita rendah hati
Kembali kita memperhatikan “YA ABBA, YA BAPA”

Roma 8: 15
(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Kehidupan anak Tuhan yang hidup oleh Roh Kudus maka memberi diri dipimpin Roh Kudus, dan setiap anak Tuhan yang dipimpin Roh Kudus adalah anak-anak Allah, dan oleh Roh itu kita berseru “ya Abba, ya Bapa” kepada Allah.

Biarlah Roh Kudus yang memimpin hidup saya dan saudara setiap saat dan setiap waktu di hari-hari terakhir ini, karena tanpa Roh itu kita tidak dapat berseru “ya Abba, ya Bapa” kepada Allah.
Kalau tidak ada seruan “ya Abba, ya Bapa”, akan sangat merugikan diri sendiri bahkan itu adalah suatu kecelakaan yang besar, sebab Yesus sebagai anak Allah telah berseru di atas kayu salib, dan seruan itu bergema sampai pada kita, dan seruan itu juga membawa kita sampai kepada takhta Allah Bapa, itulah pantulan dari seruan Yesus dari Anak Allah di atas kayu salib.
Kalau tidak dipimpin Roh Kudus, maka tidak ada seruan “ya Abba, ya Bapa”, dan hanya akan ada perbuatan yang tidak baik.

Abba artinya: Bapa yang baik, Bapa yang memelihara anak-anak Nya
Banyak bapa di muka bumi ini tetapi hanya satu Bapa yang baik , Dialah Allah yang hidup, Allah yang berkuasa, Allah yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya.

Mari kita lihat seruan yang terjadi dari Mazmur Daud
Mazmur 119: 145-147
(119:145) Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN! Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang.
(119:146) Aku berseru kepada-Mu; selamatkanlah aku! Aku hendak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu.
(119:147) Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu.

Pemazmur ini berseru dan berteriak minta tolong kepada Tuhan di waktu pagi, ini à doa penyembahan di pagi hari

Tujuan doa penyembahan di pagi hari:
Mazmur 119: 147
(119:147) Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu.

Penyembahan di waktu pagi hari hanya bertujuan berharap pada firman Tuhan, tidak berharap pada yang lain-lain.
Sebab itu, biarlah kita berharap pada firman saja, jangan pada yang lain-lain, dan hargailah firman dengan baik-baik, karena masih banyak orang yang tidak bisa leluasa untuk dapat menikmati firman.
Tetapi, masuk akal lah mengapa pemazmur ini melakukan doa penyembahan di waktu pagi dan berharap pada firman Tuhan.
Secara logis, jiwa kita masih segar di waktu pagi, dan belum bercampur aduk dengan segala masalah dan segala sesuatu yang ada di dunia ini. Ketika pikiran kita segar, di situ kita bisa merenungkan firman Tuhan lalu mengerti firman Tuhan sehingga kita bisa mengoreksi diri. Sebab itu, biar kita hidup dalam doa penyembahan di waktu pagi dan berharap kepada firman Tuhan.
Kalau pikiran seseorang kacau balau, dia tidak akan bisa merenungkan firman Tuhan dan tidak bisa mengoreksi diri, apakah perbuatannya salah atau benar di hadapan Tuhan.

Zefanya 3: 1-5
(3:1) Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan!
(3:2) Ia tidak mau mendengarkan teguran siapa pun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada TUHAN ia tidak percaya dan kepada Allahnya ia tidak menghadap.
(3:3) Para pemukanya di tengah-tengahnya adalah singa yang mengaum; para hakimnya adalah serigala pada waktu malam yang tidak meninggalkan apa pun sampai pagi hari.
(3:4) Para nabinya adalah orang-orang ceroboh dan pengkhianat; para imamnya menajiskan apa yang kudus, memperkosa hukum Taurat.
(3:5) Tetapi TUHAN adil di tengah-tengahnya, tidak berbuat kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi hukum-Nya; itu tidak pernah ketinggalan pada waktu fajar. Tetapi orang lalim tidak kenal malu!

Kota Yerusalem menjadi pemberontak dan si cemar, itulah julukan yang diberikan oleh Tuhan, karena tidak percaya lagi kepada Allah.
-      para PEMUKANYA seperti singa yang seharusnya menjadi domba sembelihan
-      HAKIMNYA adalah serigala waktu malam yang tidak meninggalkan apapun sampai pagi hari.
Berarti, terpisah dari Tuhan sebagai gembala di waktu malam / pada waktu gelapnya dosa, sampai pada pagi hari, seharusnya kesempatan pada pagi hari itu untuk berseru dan berteriak minta tolong / menyembah sekaligus berharap / merenungkan firman Tuhan, tetapi ternyata dosa malam hari masih lanjut sampai pagi hari .
-      NABINYA adalah orang-orang ceroboh dan pengkhianat
Kalau seorang hamba Tuhan yang menyampaikan isi hati Tuhan pun ceroboh dan pengkhianat, lalu bagaimana jadinya ibadah pelayanan ini? Bagaimana dengan umat Tuhan yang dilayani?
Like Son, like Father. Tepatlah seperti pepatah Inggris bagaimana orang tua, seperti itulah anak, berarti kalau seorang nabi ceroboh dan pengkhianat, demikian juga, anak-anak Tuhan / umat Tuhan yang dilayani .
Nabi -> Hamba Tuhan yang menyampaikan isi hati Tuhan
-      para IMAM menajiskan apa yang kudus
Kalau Tuhan sudah percayakan pelayanan dalam ibadah, lalu hidup di dalam kenajisan, sehingga menajiskan ibadah pelayanan itu sendiri, maka dengan demikian, menimbulkan sakit hati Tuhan, seperti anak-anak imam Eli, yaitu Hofni dan Pinehas, sehingga apapun yang dipersembahkan kepada Tuhan, tidak mempermuliakan Tuhan, sebaliknya, mempermalukan dan memilukan hati Tuhan.
Imam -> yang melayani di rumah Tuhan / pelayan Tuhan

Demikianlah keberadaan Yerusalem di mata Tuhan; PARA PEMUKA, HAKIM, NABI, PARA IMAM, semuanya tidak berkenan, tetapi pagi demi pagi / setiap pagi, dengan kemurahan Nya yang besar, Tuhan memberikan hukum Nya / Firman Allah dan tidak terlambat sampai waktu fajar di pagi hari, sehingga pada saat berseru dan berteriak minta tolong / menyembah di pagi hari, kita dapat mengoreksi segala kekurangan-kekurangan di hadapan Tuhan.

Roma 4: 17
(4:17) seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Firman Allah menjadikan yang tidak ada menjadi ada dan firman Allah menghidupkan yang mati.
Berarti kita patut mengharapkan firman Tuhan, sehingga kerohanian yang mati dihidupkan kembali, dan mampu menjadikan sesuatu yang ada supaya kita menjadi kaya rohani, salah satunya adalah rendah hati, adalah kekayaan rohani yang luar biasa.
Ingatlah pagi demi pagi Tuhan akan memberikan firman Nya dan tidak pernah terlambat mengoreksi kita.

Kuasa mengharapkan firman lewat doa penyembahan di pagi hari:
Mazmur 119: 147-150
(119:147) Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu.
(119:148) Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu.
(119:149) Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu.
(119:150) Mendekat orang-orang yang mengejar aku dengan maksud jahat, mereka menjauh dari Taurat-Mu.

Kalau mengharapkan firman lewat doa penyembahan di pagi hari kuasanya: Terlepas dari kejahatan, yaitu kejahatan karena menjauhkan diri dari firman Tuhan.
Kalau kita merenungkan firman Tuhan maka kita akan jauh dari kejahatan, karena firman Tuhan hidup dan kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun, sanggup mengoperasi / membedah bagian yang tersembunyi sekalipun.

Ibrani 4: 12
(4:12) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Firman itu pedang bermata dua , sehingga berkuasa untuk memisahkan dosa yang tersembunyi dalam 3 hal:
1.    Dalam jiwa dan roh
Jiwa adalah akal sehat, akal budi, dan roh itulah roh kita.
Kalau akal seseorang tidak baik, orang tidak akan bisa tahu karena dia bisa menutupinya.
Demikian juga, kalau seseorang menjadi pencuri berarti orang itu dikuasai roh pencuri, dan orang pun tidak akan tahu
Tetapi firman Tuhan berkuasa untuk memisahkan dosa dalam jiwa dan roh seseorang, hanya pedang bermata dua yang tajam, kuat dan hidup, yang sanggup memisahkan dosa di dalam jiwa dan roh .

2.    Dari sendi-sendi dan sumsum
-      Sendi-sendi terselip di celah-celah antara tulang dan tulang
Artinya: dosa apapun yang terselip, seperti sendi-sendi, Tuhan tetap tahu.
-      Sumsum yang ada di dalam tulang
Artinya: dosa kejahatan yang tersembunyi di balik kekerasan hati, tetap Tuhan ketahui. Meskipun kelihatan benar, putih, suci seperti tulang, tetapi ternyata ada dosa yang tersembunyi di balik kekerasan hati.
Oleh sebab itu, biarlah kita menyembah di pagi hari dan berharap kepada firman Tuhan, supaya jangan ada sesuatu dosa yang tersembunyi, yang terselip, seperti sendi-sendi dan dosa kejahatan di balik kekerasan hati, seperti sumsum di dalam tulang.

3.    Bisa membedakan pertimbangan hati dan pikiran
Firman Tuhan berkuasa membedakan segala pertimbangan-pertimbangan hati dan pikiran .

Inilah kuasa firman Tuhan, di dalam hati pikiran, di dalam roh, jiwa yang tidak sehat, dosa yang terselip seperti sendi dan sumsum yang bersembunyi di dalan tulang, dapat dikoreksi oleh firman Tuhan yang hidup, kuat, tajam.

Ibrani 10: 16-17
(10:16) sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,
(10:17) dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."

Jikalau ada firman Tuhan di dalam hati dan pikiran, sehingga dosa kita dihapuskan dan Tuhan tidak mengingat dosa-dosa kita kembali.
Oleh sebab itu biarlah kita menaruh firman dalam loh-loh daging , yaitu hati kita, dan firman Tuhan tertulis di dalam pikiran kita, supaya kita tidak lagi mengulangi dosa.

Biarlah kita menaruh firman dalam hati dan pikiran kita, sehingga firman menguasai alam pikiran kita dan hati kita tidak terdapat kejahatan-kejahatan lagi, sehingga Tuhan tidak mengingat-ingat lagi kesalahan kita. Percayalah!

Mazmur 5: 2-4
(5:2) Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku.
(5:3) Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.
(5:4) TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.

Biarlah kita menunggu-nunggu segala sesuatu yang Tuhan janjikan lewat kuasa firman.
Jangan menunggu ada perubahan tetapi tidak ada penyembahan pada pagi hari dan tidak merenungkan firman Tuhan.
Biarlah malam hari ini kita renungkan firman dan menyembah Tuhan, sebab Tuhan maha besar, terpuji sangat, lebih besar dari segala-galanya.

Ratapan 3: 22
(3:22) Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
(3:23) selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Kasih setia Tuhan tidak ada habisnya dan selalu baru.
Sebab itu biarlah kita selalu hidup dalam penyembahan di pagi hari dan mengharapkan firman Tuhan, sebab firman adalah kebenaran yang sanggup memerdekakan kita dari dosa, sehingga menjadi hamba kebenaran.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman;
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang