KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, July 8, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB , 8 JULI 2011

Shalom...!
Salam sejahtera, dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Oleh karena kasih Nya besar, kita dapat kembali beribadah kepada Tuhan pada malam hari ini, bagaikan masuk dalam perjamuan malam.
Kita sudah melihat sampai kepada Maleakhi 1 ayat 4, dimana Edom yang sudah hancur kemudian ingin kembali membangun reruntuhan itu, tetapi Tuhan berfirman “mereka boleh membangun, tetapi Aku akan meruntuhkannya”. Suatu kesia-siaan bagi anak Tuhan kalau membangun sesuatu hal tetapi di luar rencananya Tuhan, sebab Tuhan pasti merobohkannya. Sebab itu, biarlah kehidupan kita ini selalu berada di dalam rencana Tuhan, tetapi terlebih dahulu berdamai dengan Tuhan agar semuanya tidak menjadi sia-sia. Biarlah kita membangun Bait Suci seperti Yosia, sehingga sampai tutup usia pun tidak melihat malapetaka.

Dan sekarang, tiba saatnya kita melihat Maleakhi 1 ayat 5

Maleakhi 1: 5
(1:5) Matamu akan melihat dan kamu sendiri akan berkata: "TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel."

Ø  Ini adalah Firman Tuhan kepada bangsa Israel “matamu akan melihat dan kamu akan berkata: Tuhan maha besar”
Memang Tuhan kita adalah Tuhan yang maha besar dan tidak bisa disamakan dengan apapun.

1 Tawarikh 16: 25-27                   
(16:25) Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah.
(16:26) Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit.
(16:27) Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya.

Ø  Jelas sekali dinyatakan bahwa Tuhan itu besar, dan sangat terpuji, Dia lebih dahsyat dari pada segala Allah.
Segala allah bangsa-bangsa adalah berhala.

Lebih terperinci lagi dalam kitab Mazmur
Mazmur 96: 4-6
(96:4) Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.
(96:5) Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit.
(96:6) Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya.

Ø  Tuhan maha besar, sangat terpuji dan lebih dahsyat.
Segala allah bangsa-bangsa adalah hampa = kosong, tidak berguna, kesia-siaan.
Berarti, berhala itu tidak sama dengan Allah, tidak dapat berbuat apa-apa, itulah yang disebut hampa .

Kita lihat kesia-siaan
Mazmur 31: 7-8
(31:7) Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN.
(31:8) Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku,

Ø  Berhala adalah hampa, kosong, tidak berguna = kesia-siaan
Tetapi Daud tetap percaya kepada Tuhan, tidak mempercayakan diri kepada berhala yang hampa.

Bukti bahwa Allah maha besar
Mazmur 96: 4-5
(96:4) Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.
(96:5) Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit.

Ø  Buktinya adalah Tuhan yang menjadikan langit
Berhala tidak bisa menjadikan sesuatu yang berarti bagi manusia, apalagi bagi Tuhan, dan hanya menjadikan semua sia-sia, seperti apa yang dikatakan Rasul Paulus, “semua yang ada adalah kesia-siaan”
Oleh sebab itu, biarlah kita ,menaruh kepercayaan kita kepada Tuhan, bukan kepada berhala, karena berhala hanya bisa memberikan kesia-siaan dan hanya bisa merusak segala sesuatu, termasuk ibadah pelayanan dan kerohanian kita.

Kisah Para Rasul 7: 47-50
(7:47) Tetapi Salomolah yang mendirikan sebuah rumah untuk Allah.
(7:48) Tetapi Yang Mahatinggi tidak diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan manusia, seperti yang dikatakan oleh nabi:
(7:49) Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikian firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?
(7:50) Bukankah tangan-Ku sendiri yang membuat semuanya ini?

Ø  Tangan Tuhanlah yang menjadikan langit dan bumi, juga segala sesuatu yang ada di dalamnya. Ini haruslah kita sadari.
Tetapi berhala tidak bisa menjadikan segala sesuatu yang berarti. Satupun tidak bisa dibuat oleh setan dan berhala.
Sebab itu, biarlah kita sadari dan bersyukur kepada Tuhan, karena hanya Tuhanlah yang menjadikan langit dan bumi dan segala isinya.
Pernyataan Allah ini tercetus karena melihat Edom yang begitu sombongnya dan karena melihat Israel yang baru kembali dari pembuangan.

·         Langit à takhta/kerajaan Allah
·         Bumi à tumpuan kaki Tuhan
Manusia yang ada di bumi ini berarti hanya sebatas tumpuan kaki Tuhan saja, dan tidak lebih dari pada itu, tetapi kalau lebih dari pada itu berbahaya. Sebab itu tidak bisa kita samakan Allah dengan allah, yaitu berhala.
Sebab itu, mari kita menyadari diri, bahwa kita hanya sebatas tumpuan kaki Tuhan , tidak lebih dan tidak kurang. Karena kalau lebih berarti hendak menyamai Allah = dikuasai roh kesombongan/tinggi hati.
Kalau kurang = minder

Yesaya 14: 12-15
(14:12) "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
(14:13) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
(14:14) Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
(14:15) Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

Ø  Bintang timur, putera fajar, itulah Luzifer yang hendak menyamai takhta Allah, hendak menyamai yang maha Tinggi.
Tetapi justru sebaliknya, bintang timur, putera fajar, dilemparkan ke dalam dunia orang mati, itulah kuburan. Sebab itu, kuburan memang seram karena di sanalah tempatnya setan.
Hendak menyamai yang maha tinggi = dikuasai roh kesombongan = tinggi hati
Jelas sekali dalam nas berkata, orang yang merendahkan diri akan ditinggikan, tetapi orang yang meninggikan diri akan direndahkan.
Sebab itu biar kita hati-hati dalam bersikap, memposisikan diri sesuai dengan kapasitas/posisi yang sudah Tuhan taruh, kalau sebagai seorang pelayan biarlah melayani Tuhan sungguh-sungguh, jangan lebih dari itu dan sebagainya, karena lebih dari itu berarti kita sombong, dan akan dilemparkan ke dunia orang mati.
Marilah kita merendahkan hati untuk mendengarkan Firman Tuhan, dan lebih dari itu adalah sombong.
Sebenarnya, bintang timur, putera fajar, adalah malaikat kepercayaan Tuhan, tetapi kepercayaan itu sirna begitu saja karena dikuasai oleh roh kesombongan.

Hendak menyamai yang maha tinggi, maka akan dilemparkan ke dunia orang mati.
Ada 2 jenis kematian:
1.      Kematian rohani
Artinya: seluruh anggota tubuh tidak dapat digunakan untuk melayani Tuhan
2.      Kematian yang kekal
Artinya: binasa, berada di dalam api neraka untuk selama-lamanya

Di manakah bintang timur, putera fajar hendak mendirikan takhtanya?
Yesaya 14: 13
(14:13) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.

Ø  Bintang timur, putera fajar, mendirikan takhtanya jauh di sebelah utara.
Kalau kita melihat pola tabernakel, dimulai dari timur, yaitu pintu gerbang sampai berada di sebelah barat, yaitu Ruangan Maha Suci.
Berarti jauh di sebelah utara bertolak belakang dengan pola tabernakel, pola kerajaan sorga.

Mari kita lihat sebelah utara
Yeremia 6: 22-23
(6:22) Beginilah firman TUHAN: "Sesungguhnya, suatu bangsa akan datang dari tanah utara, suatu suku bangsa yang besar akan bergerak maju dari ujung bumi.
(6:23) Mereka memakai panah dan tombak; mereka bengis, tidak kenal belas kasihan. Suara mereka gemuruh seperti laut, mereka mengendarai kuda, berlengkap seperti orang maju berperang, menyerang engkau, hai puteri Sion!"

Ø  Musuh yang dari utara ternyata bengis dan tidak kenal belas kasih, untuk menyerang puteri-puteri Sion/gereja Tuhan.

Yeremia 3: 6-12
(3:6) TUHAN berfirman kepadaku dalam zaman raja Yosia: "Sudahkah engkau melihat apa yang dilakukan Israel, perempuan murtad itu, bagaimana dia naik ke atas setiap bukit yang menjulang dan pergi ke bawah setiap pohon yang rimbun untuk bersundal di sana?
(3:7) Pikir-Ku: Sesudah melakukan semuanya ini, ia akan kembali kepada-Ku, tetapi ia tidak kembali. Hal itu telah dilihat oleh Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia.
(3:8) Dilihatnya, bahwa oleh karena zinahnya Aku telah menceraikan Israel, perempuan murtad itu, dan memberikan kepadanya surat cerai; namun Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu tidak takut, melainkan ia juga pun pergi bersundal.
(3:9) Dengan sundalnya yang sembrono itu maka ia mencemarkan negeri dan berzinah dengan menyembah batu dan kayu.
(3:10) Juga dengan semuanya ini Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu, tidak kembali kepada-Ku dengan tulus hatinya, tetapi dengan pura-pura, demikianlah firman TUHAN."
(3:11) Dan TUHAN berfirman kepadaku: "Israel, perempuan murtad itu, membuktikan dirinya lebih benar dari pada Yehuda, perempuan yang tidak setia itu.
(3:12) Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.

Ø  Musuh yang bengis itu adalah roh najis yang menyebabkan orang Israel murtad karena bersundal dan Yehuda, saudara perempuannya, tidak setia dan tidak takut Tuhan karena turut mencemarkan diri dan berzinah menyembah batu dan kayu.

Yeremia 3: 12-13
(3:12) Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.
(3:13) Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN."

Ø  Sebab itu, Tuhan berseru di sebelah utara dimana Israel, yang disebut perempuan murtad, dan Yehuda, saudara perempuannya, yang disebut dengan tidak setia dan tidak takut Tuhan, “KEMBALILAH”, dengan syarat mengakui segala kesalahannya, yaitu telah melakukan persundalan di bawah setiap pohon yang rimbun dan tidak mendengarkan Firman Tuhan.
Demikian juga kita malam ini, biar kita mengakui segala kesalahan kita dan segala kenajisan kita di hadapan Tuhan, termasuk telah melalaikan/tidak mendengarkan Firman Tuhan .
Sebab itu, adalah suatu kemurahan bagi kita, yang sudah murtad dan berubah setia kepada Tuhan, tetapi Tuhan berkata “kembalilah”.

Israel, perempuan murtad, bersundal di bawah pohon yang rimbun.
Pohon yang semakin tinggi dan besar, maka daunnya pun semakin rimbun. Demikian juga biji sesawi, kalau dia tumbuh menjadi lebih besar dari sayuran mana pun dan menjadi sarangnya burung-burung.
Kalau kita menjadi sombong dan tinggi hati, akan menjadi tempat bersarangnya kejahatan dan roh najis.
Oleh sebab itu, marilah kita memposisikan diri di tempat yang Tuhan sudah tentukan, tempatkanlah diri kita masing-masing sesuai dengan apa yang Tuhan percayakan, jangan lebih dan jangan kurang.

Pohon rindang, tempat bersarangnya burung/iblis setan
Mari kita lihat persamaannya
Wahyu 18: 1-2
(18:1) Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya.
(18:2) Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

Ø  Babel adalah tempat yang tinggi/besar, sama seperti pohon yang rimbun.
Bersundal di bawah pohon yang rimbun, itulah Babel, tempatnya roh jahat dan roh najis yang sangat dibenci oleh Tuhan.
Oleh sebab itu, kembali lagi saya katakan, mari kita menempatkan/memposisikan diri kita masing-masing sesuai dengan apa yang Tuhan percayakan, jangan lebih dan jangan kurang.

Mari kita lihat kesombongan Israel
Kisah Para Rasul 7: 39-41
(7:39) Tetapi nenek moyang kita tidak mau taat kepadanya, malahan mereka menolaknya. Dalam hati mereka ingin kembali ke tanah Mesir.
(7:40) Kepada Harun mereka berkata: Buatlah untuk kami beberapa allah yang akan berjalan di depan kami, sebab Musa ini yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir -- kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.
(7:41) Lalu pada waktu itu mereka membuat sebuah anak lembu dan mempersembahkan persembahan kepada berhala itu dan mereka bersukacita tentang apa yang dibuat sendiri oleh mereka.

Ø  Inilah kesombongan Israel, yaitu membuat patung lembu emas tuangan dan mereka mempersembahkan korban persembahan atasnya.
Membuat patung lembu emas tuangan = menyamakan berhala dengan Allah
Akan tetapi Allah tidak bisa disamakan dengan apapun, termasuk berhala, karena berhala adalah hampa, tetapi Allah adalah Allah yang hidup, Allah yang berkuasa, lebih dahsyat dari allah manapun, yaitu  Allah yang menciptakan langit dan bumi.
Bangsa Israel membuat patung lembu emas tuangan, itu membuat mereka menjadi bodoh, menjadi hamba dosa, menolak firman Tuhan yang disampaikan Musa, sekalipun sudah melihat perbuatan Allah yang besar, Israel tetap memberontak kepada Tuhan.

Kisah Para Rasul 7: 42-43
(7:42) Maka berpalinglah Allah dari mereka dan membiarkan mereka beribadah kepada bala tentara langit, seperti yang tertulis dalam kitab nabi-nabi: Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku korban sembelihan dan persembahan selama empat puluh tahun di padang gurun itu, hai kaum Israel?
(7:43) Tidak pernah, malahan kamu mengusung kemah Molokh dan bintang dewa Refan, patung-patung yang kamu buat itu untuk disembah. Maka Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan, sampai di seberang sana Babel.

Ø  Kalau menyembah berhala, menyamakan patung berhala dengan Tuhan, akan dibuang ke tempat pembuangan di sebelah utara, itulah Babel.
Kalau kita lebih dari tumpuan kaki Tuhan, maka apa yang kita lakukan, sekalipun sampai berjerih lelah dalam ibadah pelayanan, semua tidak berarti di hadapan Tuhan, tetapi justru akan dibuang ke tempat pembuangan di sebelah utara, itulah Babel.
Janganlah kita menjadi bodoh seperti bangsa Israel, jangan mengeraskan hati agar tidak dibuang ke Babel.

Kisah Para Rasul 7: 39
(7:39) Tetapi nenek moyang kita tidak mau taat kepadanya, malahan mereka menolaknya. Dalam hati mereka ingin kembali ke tanah Mesir.
Ø  Apa yang sudah dialami oleh bangsa Israel, semua itu adalah tanda ketidaktaatan Israel kepada Tuhan.

Ciri-ciri ketidaktaatan:
Kisah Para Rasul 7: 51
(7:51) Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.
Cirinya adalah :
1.      Keras kepala
Artinya: cara berfikir, sudut pandang, dan paradikma yang lama tidak diubahkan = mempertahankan cara berfikir yang lama, cara berfikir yang salah
2.      Tidak bersunat hati
Artinya: tidak menanggalkan akan tubuh yang berdosa
3.      Tidak sunat telinga
Artinya: tidak dengar-dengaran, lebih suka mendengar yang lain dari pada mendengarkan Firman Tuhan
Kalau tidak dengar-dengaran, kepada gembala, terutama kepada Tuhan, akan berbahaya sekali.
Keras kepala, tidak bersunat hati, dan tidak sunat telinga = MENENTANG ROH KUDUS
Berarti, kalau tidak ada ketaatan kepada Tuhan, maka tidak hidup di dalam pimpinan Roh Kudus, karena kalau tidak taat = menentang Roh Kudus, sehingga yang terjadi adalah pemberontakan kepada Tuhan, karena daging tidak takluk kepada hukum Allah.

Kalau kehidupan kita tidak ada ketaatan, siapa yang bisa sampai ke tanah Kanaan? Jawabnya , tidak ada. Percayalah!!
Apa arti semua pengorbanan yang kita lakukan kalau kita menentang Roh Kudus? Ini harus kita sadari, bahwa kita sudah keluar dari  patokan yang sudah Tuhan tentukan, jangan merasa sudah rendah hati.

Praktek menentang Roh Kudus:
Kisah Para Rasul 7: 52
(7:52) Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh.
Prakteknya: tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat dan tidak mau pikul salib.
Kebenaran yang sejati hanya terletak dalam salib Kristus, tetapi di luar salib Kristus, tidak ada kebenaran.

Jalan keluarnya:
Kisah Para Rasul 7: 49
(7:49) Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikian firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?
Kalau bumi adalah tumpuan kaki Tuhan, berarti segala makhluk yang ada di bumi, termasuk manusia, hanyalah tumpuan kaki Tuhan.
Berarti, jalan keluarnya adalah menyerahkan segala sesuatu di bawah kaki Tuhan, karena kita hanyalah tumpuan kaki Tuhan.

1 Korintus 15: 25-27
(15:25) Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
(15:26) Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
(15:27) Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.

Segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah kaki Tuhan, termasuk musuh yang terakhir, yaitu maut.
Oleh sebab itu, marilah kita merendahkan diri di bawah kaki Tuhan, menaklukkan diri di bawah kaki Tuhan, menyerahkan segala sesuatu di bawah kaki Tuhan, seperti Maria.
1.      Lukas 10: 39
(10:39) Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

Ø  Saat mendengarkan Firman Tuhan, Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan Nya.
Artinya: saat mendengarkan Firman Tuhan, Maria merendahkan diri di bawah kaki Tuhan dan terus menerus mendengarkan Firman Tuhan, tidak ada rasa bosan/muak saat mendengar Firman Tuhan.
Jika seseorang bosan/muak terhadap Firman Allah, itu adalah kesombongan/tinggi hati, seperti bangsa Israel, muak terhadap manna.

2.      Yohanes 11: 32
(11:32) Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

Ø  Maria tersungkur di depan kaki Yesus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
Artinya: saat menghadapi masalah yang berat, yaitu tentang kematian saudaranya Lazarus, Maria merendahkan diri di kaki Yesus.

3.      Yohanes 12: 3
(12:3) Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Ø  Maria meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya
Artinya: saat mempersembahkan korban persembahan yang berbau harum di hadapan Tuhan, Maria merendahkan diri di kaki Yesus
Saat mempersembahkan minyak narwastu, seharga 300 dinar, upah satu tahun di Israel, tidak dicurahkan di atas kepala Yesus tetapi Maria justru meminyaki kaki Yesus dengan minyak yang mahal, inilah yang disebut persembahan yang berharga dan yang berbau harum dan yang berkenan di hadapan Tuhan.
Oleh sebab itu, biarlah kita mempersembahkan korban persembahan yang berbau harum, yang menyenangkan hati Tuhan, serta mempersembahkan segala kemuliaan kepada Tuhan, seperti Maria menyeka kaki Yesus dengan rambutnya.

Apa saja yang kita persembahkan, apa pun masalah kita, marilah kita serahkan semuanya ke bawah kaki Tuhan dengan segala kerendahan hati dan mengakui bahwa Allah maha besar dan kita adalah tumpuan kaki Nya, tidak lebih dan tidak kurang, semuanya akan selesai di bawah kaki Tuhan. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI