KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, July 15, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB , 15 JULI 2011

“Silahkan mengikuti kitab Maleakhi, dari pasal 1 sampai pasal 4 atau sampai selesai, ayat demi ayat”

Shalom..!
Salam sejahtera, dalam nama Tuhan kita, Yesus Kristus, karena kasih Nya yang besar, kita dapat beribadah sore hari ini, dalam ibadah Pendalaman Alkitab

Minggu lalu kita sudah diberkati dengan Firman bahwa Allah Maha Besar. Langit adalah takhta Nya dan bumi adalah tumpuan kaki Nya.
Kita tidak lebih dari tumpuan kaki Tuhan, kalau lebih berarti sombong, tetapi kalau kurang berarti minder, dan semuanya adalah dosa. Biarlah kita seperti Maria, yang selalu merendahkan diri di bawah kaki Tuhan, ketika mendengar Firman Tuhan, menghadapi masalah, dan ketika mempersembahkan korban selalu di bawah kaki Tuhan.
Baiklah kita selalu kembali di bawah kaki Tuhan saja.

Maleakhi 1: 1-5, dalam pola terang taberbakel  terkena pada pelita emas.
Maleakhi 1: 6-9, dalam pola terang tabernakel terkena pada meja roti sajian

Tiba saatnya kita melihat Maleakhi 1: 6, dan kalau kita bisa sampai pada ayat yang ke 6, itu adalah kemurahan Tuhan, doakan terus supaya kita bisa sampai pada pasal 4, sampai selesai.

Maleakhi 1: 6
(1:6) Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"

Ini adalah pernyataan Allah kepada umat bangsa Israel, secara khusus kepada para imam yang sudah mengambil bagian di dalam pelayanan/melayani di rumah Tuhan, yaitu
1.      Seorang anak menghormati bapanya
2.      seorang hamba menghormati tuannya

keterangan:
I.       Seorang anak menghormati bapanya
Keluaran 20: 12
(20:12) Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Pernyataan Allah kepada imam ini, sesuai dengan hukum yang ke 5 dari 10 perintah Allah, dalam keluaran 20 ayat 12, yaitu “hormatilah ayah dan ibumu”

1 Timotius 5: 17
(5:17) Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.
Penatua/gembala sidang, itu juga disebut bapa rohani, juga harus ada hormat kepada bapa rohani, terutama mereka yang berkhotbah yaitu yang menyampaikan firman pengajaran.
Kepada guru saja kita beri hormat, apalagi kepada bapa rohani yang sudah menyampaikan firman pengajaran untuk kita.

1 Timotius 5: 19-20
(5:19) Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi.
(5:20) Mereka yang berbuat dosa hendaklah kautegor di depan semua orang agar yang lain itu pun takut.

Sebab itu setiap ada kesalahan harus ditegor, agar orang lain tidak terlanjur-lanjur dalam kesalahan yang sama, dan takut kepada Tuhan.

1 Tesalonika 5: 12
(5:12) Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;
Baik bapa jasmani harus dihormati, bapa rohani dihormati dua kali lipat, terlebih kepada Bapa di sorga.

Roma 13: 7
(13:7) Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.
Biarlah kita memberikan hormat kepada bapa, baik kepada bapa jasmani, bapa rohani/gembala sidang, terutama Bapa di sorga, karena itu adalah firman Tuhan, jangan sampai kita sebagai imam memberikan korban tetapi korban itu tercemar karena kita tidak memberi hormat kepada bapa/tidak ada rasa hormat kepada Bapa di sorga.

Mari kita kembali melihat Maleakhi 1: 6
Maleakhi 1: 6
(1:6) Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"

“Jika aku ini Bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu?”
Pernyataan Allah ini menunjukkan bahwa imam-imam yang melayani di rumah Tuhan, tidak memberi hormat kepada Bapa di sorga.

Matius 15: 4
(15:4) Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
Ini adalah Firman Allah untuk menghormati ayah dan ibu.

Matius 15: 5-6
 (15:5) Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
(15:6) orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.

Firman Allah tidak berlaku karena adat istiadat. Mereka terikat dengan adat istiadat, sehingga mereka tidak lagi hormat kepada bapa dan ibunya
Terikat karena adat istiadat = penyembahan berhala, karena adat istiadat dinomor satukan dari pada Firman Tuhan.

Kita lihat persamaan dari ayat ini dengan kisah yang sama, di dalam Markus pasal 7
Markus 7: 10-13
(7:10) Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
(7:11) Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban -- yaitu persembahan kepada Allah --,
(7:12) maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya.
(7:13) Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."
(7:14) Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
(7:15) Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."
(7:16) [Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!]

Kalau terikat dengan adat istiadat/hidup di dalam penyembahan berhala artinya adalah hidupnya menjadi najis di hadapan Tuhan, karena di dalam penyembahan berhala terdapat roh najis, itu sudah pasti!

Jangan mendengar firman masuk telinga kanan tetapi keluar telinga kiri, biarlah kita dengar-dengaran, seperti telinga untuk mendengar hendaklah dipakai untuk mendengar (ayat 16).

Ciri-ciri menyembah berhala:
Matius 15: 6-7
(15:6) orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
(15:7) Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
Cirinya adalah: hidup munafik di hadapan Tuhan
Kalau sudah menyembah berhala dan terdapat roh najis, maka cirinya adalah kemunafikan
Munafik = di luar dan di dalam tidak sama, digambarkan seperti kuburan, dilabor putih tetapi di dalamnya penuh dengan tulang-tulang yang busuk
Bagaimana dengan kita? Biarlah kita menjadi pribadi yang lurus, tidak ada kemunafikan, yaitu di luar dan di dalam sama

Praktek ibadahnya:
a.       Matius 15: 8
(15:8) Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Prakteknya adalah: bibir/yang di luar memuliakan Tuhan, tetapi hati/di dalam jauh dari Tuhan

b.      Matius 15: 9
(15:9) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Prakteknya adalah: ibadah mereka lahiriah, yaitu perintah manusia yang dihafalkan sehingga ibadahnya hanyalah liturgis

Sebab itu Allah berkata “Jika aku ini Bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu?”
Pernyataan Allah bukanlah pernyataan seorang yang tegas yang memikirkan egonya, tetapi ini adalah pernyataan dari Bapa yang baik.
Sebab itu, janganlah kita terikat dengan penyembahan berhala,  dan biarlah kita menyadari hal ini sehingga hati kita hancur di bawah kaki Tuhan.

Keterangan:
II.    Seorang hamba menghormati tuannya
Mari kita lihat terlebih dahulu dalam Efesus pasal yang ke 6
Efesus 6: 5
(6:5) Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

Kita sebagai hamba di dunia ini, haruslah taat kepada tuan yang ada di dunia dengan takut dan gentar dan dengan tulus hati, sama seperti taat kepada Kristus.

Efesus 6: 6
(6:6) jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,

Takut dan gentar dan tulus hati bukan hanya di depan tuan yang ada di dunia ini, tetapi juga di belakang harus tetap takut dan gentar dan tulus hati.

Lebih rinci
Kolose 3: 22-24
(3:22) Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.
(3:23) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
(3:24) Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Biarlah kita melakuakan itu semua, yaitu takut dan gentar dan tulus hati, bukan hanya di depan tetapi juga di belakang,seperti kepada Kristus, karena Kristus adalah Tuan dari segala hamba.

Titus 2: 9
(2:9) Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,

Kalau taat sama seperti kepada Kristus, janganlah ada bantahan/tidak membantah kepada tuan.
Jangan membantah berarti segala sesuatu yang didalam Kristus adalah ya, dan tidak ada kata tidak

2 Korintus 1: 17-20
(1:17) Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini? Atau adakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat "ya" dan "tidak"?
(1:18) Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak "ya" dan "tidak".
(1:19) Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak", tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada "ya".
(1:20) Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah.

Kalau kita hamba, Kristus adalah Tuan dan di dalam Dia, semuanya adalah “ya” dan tidak ada perbantahan.
Biarlah kita menjadi hamba-hamba yang setia, takut dan gentar, dan tulus hati, bukan hanya di depan tetapi juga di belakang, dan jangan cari muka.
Karena di dalam Kristus semuanya “ya” berarti seorang hamba tidak boleh membantah tuannya, dengan kata lain, tidak ada kata-kata “tidak”, tetapi semuanya “ya” bagi seorang hamba, walaupun kelihatannya tidak masuk akal.

1 Petrus 2: 18
(2:18) Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.

Sebab itu biar bagaimanapun pimpinan kita yang ada di dunia ini, jangan membantahnya, karena semua tuan di dunia ini adalah berasal dari Tuhan, termasuk seorang tuan yang bengis.

Roma 6: 16-18
(6:16) Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?
(6:17) Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
 (6:18) Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
Oleh karena kasih karunia kita memperoleh firman yang memerdekakan kita dari dosa sehingga menjadi hamba kebenaran yang selalu mentaati firman pengajaran yang rahasianya dibukakan.

Itulah pribadai seorang hamba yang harus taat pada tuannya, tetapi mari kita lihat kembali Maleakhi 1: 6
Maleakhi 1: 6
(1:6) Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"

“Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu?”
Pernyataan Allah ini menunjukkan bahwa imam yang melayani di rumah Tuhan, tidak ada lagi rasa takut dan gentar dan tidak dengan tulus hati melayani Tuhan, kepada Kristus sebagai Tuan.
Apakah ada rasa takut dan gentar ketika kita melayani Tuhan atau hanya biasa-biasa saja melayani Tuhan? Apakah kita melayani Tuhan dengan ketulusan hati atau dengan kemunafikan?
Memang untuk menjadi seorang anak yang betul-betul hormat kepada Allah sebagai Bapa dan menjadi seorang hamba yang betul-betul taat kepada tuannya, yaitu Kristus, untuk melakukan itu tidaklah mudah, tetapi biarlah kita berjuang untuk semuanya itu, meski habis akal tetapi tidak putus asa.     


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI