KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, August 16, 2011

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 13 AGUSTUS 2011


IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 13 AGUSTUS 2011

Tema:  STUDY YUSUF
(Seri 7)

Shalom!
Salam sejahtera dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, karena kasih Nya besar kita dapat beribadah pada sore hari ini

Kejadian 37: 4
(37:4) Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

Yakub lebih mengasihi Yusuf dari pada anak-anak Nya yang lain, ini artinya Yusuf memiliki kasih bapa sepenuhnya.

1 Yohanes 3: 1
(3:1) Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

Allah Bapa telah mengaruniakan kasih Nya yang besar kepada kita, sehingga dengan demikian kita disebut anak-anak Allah karena kita telah memiliki kasih Bapa.

Berarti kalau Allah tidak mengaruniakan kasih Nya yang besar, kita bukanlah anak-anak Allah, sebab itu biarlah kita memperhatikan firman Tuhan dengan baik sampai kasih Allah yang besar dikaruniakan kepada kita, secara khusus kaum muda mudi remaja.

Konsekuensi ketika Allah Bapa mengaruniakan kasih Nya yang besar kepada kita, dunia tidak mengenal kita sebab dunia memang tidak mengenal Allah Bapa.
Sebaliknya, kalau kita mengasihi dunia maka kita tidak kan mengenal Allah Bapa, sumber kasih itu.

Mari perhatikan 1 Yohanes 3: 13
1 Yohanes 3: 13
(3:13) Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.

Jangan heran kalau dunia ini membenci kita, karena memang kita ini adalah anak-anak Allah dan dunia tidak mengenal Allah Bapa.
Oleh sebab itu, perhatikan firman ini dengan sungguh-sungguh supaya kita tidak hidup seperti manusia duniawi.

1 Yohanes 2: 15
(2:15) Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Jangan mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya karena jika orang mengasihi dunia, maka kasih Allah Bapa tidak ada dalam orang itu.
Kesimpulannya; di dalam dunia ini tidak ada kasih.
Semakin kita memperhatikan firman, maka kita tidak akan sehati sepikir dengan orang duniawi, melainkan sehati dan sepikir dengan Allah.

Yohanes 8: 37-40
(8:37) "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
(8:38) Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."
(8:39) Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
(8:40) Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.

Yesus menyatakan kepada orang-orang Yahudi, prinsip-prinsip keAllahan, yaitu apa yang dilihat Nya dari sorga, dari Allah Bapa, tetapi mereka tidak mau menerimanya.
Bukan hanya tidak mau menerima apa yang dinyatakan oleh Yesus, sesuai dengan apa yang dilihat Yesus dari sorga, tetapi orang-orang Yahudi pun berusaha untuk membunuh Yesus.

Apa yang menyebabkan orang Yahudi tidak mau menerima prinsip-prinsip keAllahan?
Yohanes 8: 22-23
(8:22) Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?"
(8:23) Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.

Inilah penyebab orang-orang Yahudi tidak mau menerima prinsip-prinsip keAllahan, yaitu orang Yahudi adalah manusia duniawi / berasal dari bawah, sedangkan Yesus berasal dari atas, dari sorga.
Itu sebabnya orang dunia sangat sukar menerima pengertian dari sorga, karena mereka adalah manusia duniawi. Dunia dan sorga selalu bertentangan, tidak pernah sehati dan sepikir.
Oleh sebab itu, biarlah kita perhatikan firman dengan sungguh-sungguh, supaya kita sehati sepikir dengan Allah Bapa.

Kejadian 37: 4B
(37:4) Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

Demikianlah saudara-saudara Yusuf membenci Yusuf, karena saudara-saudara Yusuf adalah manusia duniawi, tidak seperti Yusuf yang memiliki kasih Allah Bapa.

1 Yohanes 3: 15
(3:15) Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

Membenci = membunuh, berarti membenci sesama setara dengan dosa membunuh.

Kita lihat contoh dibenci dalam injil Yohanes 7
Yohanes 7: 1-9
(7:1) Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.
(7:2) Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.
(7:3) Maka kata saudara-saudara Yesus kepada-Nya: "Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan.
(7:4) Sebab tidak seorang pun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia."
(7:5) Sebab saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya.
(7:6) Maka jawab Yesus kepada mereka: "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.
(7:7) Dunia tidak dapat membenci kamu, tetapi ia membenci Aku, sebab Aku bersaksi tentang dia, bahwa pekerjaan-pekerjaannya jahat.
(7:8) Pergilah kamu ke pesta itu. Aku belum pergi ke situ, karena waktu-Ku belum genap."
(7:9) Demikianlah kata-Nya kepada mereka, dan Ia pun tinggal di Galilea.

Hari Raya Pondok Daun adalah hari raya yang ketujuh/hari raya terakhir bagi orang Yahudi.
Pada saat Hari Raya Pondok Daun sudah dekat, orang Yahudi hendak membunuh Yesus dan saudara-saudara Yesus juga tidak percaya kepada Yesus Kristus.
Ini menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi dan saudara-saudara Yesus adalah manusia duniawi.
Sekalipun mereka merayakan Hari Raya Pondok Daun, mereka beribadah melayani Tuhan, tetapi orang Yahudi dan saudara-saudara Yesus berusaha membunuh dan tidak percaya kepada Yesus.

Banyak orang Kristen, seperti saudara-saudara Yesus; memperoleh kemurahan dan dipercayakan karunia jabatan dalam ibadah pelayanan, tetapi hidup seperti manusia duniawi.

Ciri-ciri manusia duniawi
1 Yohanes 2: 15-17
(2:15) Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
(2:16) Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
(2:17) Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Ciri-ciri manusia duniawi: melakukan kejahatan-kejahatan yang berasal dari dunia
Ada 3 kejahatan yang menonjol di dalam dunia
1.   Keinginan daging
Ini berasal dari dunia bukan berasal dari atas, dari sorga.
Dalam Galatia 5: 19, tertulis 15 perbuatan-perbuatan daging.

Roma 8: 5-8
(8:5) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
(8:6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
(8:7) Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
(8:8) Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

a.     Kalau hidup menurut keinginan daging, pasti memikirkan hal-hal yang dari daging, tidak mungkin memikirkan hal-hal yang dari Roh / dari atas, dari sorga.

b.    Tidak takluk pada hukum Allah
Kalau hidup menurut keinginan daging, maka tidak takluk pada hukum Allah, karena lebih menuruti keinginannya sendiri / menuruti egonya sendiri, sehingga tidak bisa tunduk pada firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, yang mampu mengoreksi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati.
Biarpun dosa sudah ditelanjangi / sudah ada pembukaan rahasia firman, tetapi belum juga takluk kepada hukum Allah, itu karena ego / akunya yang besar.

Kalau 2 hal ini terjadi, maka disebutlah menjadi seteru Allah.

2.   Keinginan mata
Manusia duniawi hidup menuruti keinginan matanya, tetapi mata yang berasal dari sorga, dari atas, matanya pasti memandang hal-hal yang dari sorga, dari atas.
Yohanes Pembaptis, matanya dipergunakan untuk melihat / memandang pribadi Yesus. Sebagai bukti:
-    Yang pertama
Begitu selesai membaptis Yesus, Yohanes mengajarkan pada murid-muridnya untuk melihat Yesus, LIHAT ANAK DOMBA ALLAH YANG MENGHAPUS DOSA DUNIA.
Artinya: mata hanya tertuju kepada pribadi Yesus dan pengorbanan Nya di atas kayu salib.

-    Yang kedua kali
Yohanes berseru kepada murid-muridnya, LIHAT ANAK DOMBA ALLAH
Artinya: memandang Yesus sebagai mempelai pria sorga, juga sebagai Raja
Inilah mata yang baik .

Berarti kalau mengikuti keinginan mata, maka mata menjadi jahat / pandangannya tidak baik.

Mari kita lihat mata jahat
Matius 6: 22-23
(6:22) Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
(6:23) jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

Mata adalah pelita tubuh, oleh sebab itu jagalah mata dengan baik, jangan mengikuti keinginan mata itu sendiri.
Kalau tidak mengikuti keinginan mata, maka tubuh ini menjadi terang, hati pikiran menjadi terang, tetapi kalau mata sudah jahat, seluruh hidup dan tubuh ini pun menjadi jahat.
Menjadi jahat = berada dalam kegelapan dosa
Kalau masih mengikuti keinginan mata, maka gelap lah tubuh ini yang sudah berada dalam kegelapan.
Sebab itu, perhatikan firman sungguh-sungguh, teruslah mengulang setiap firman Tuhan yang sudah pernah kita terima dan jangan turuti keinginan mata.

3.   Keangkuhan hidup
Angkuh = tinggi hati / hatinya tinggi = sombong

Mari kita lihat pelayanan yang angkuh
Matius 23: 1-2, 5-7, 11-12
(23:1) Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
(23:2) "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
(23:5) Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
(23:6) mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
(23:7) mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
(23:11) Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
(23:12) Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi menduduki kursi Musa.
Menduduki kursi Musa berarti melayani Tuhan.
Ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi melayani Tuhan tetapi dalam bentuk hukum taurat, yaitu duduk di atas kursi Musa, berarti pelayanan mereka hanya untuk dilihat orang lain, kalau melayani untuk dilihat orang lain, ini adalah keangkuhan hidup.
Itu sebabnya Yesus berkata; barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

1 Yohanes 2: 15
(2:15) Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Kehidupan muda mudi remaja, jangan sampai mengasihi dunia, sebab kasih Allah Bapa tidak akan ada dalam orang yang mengasihi dunia, karena dunia ini sedang lenyap beserta keinginan-keinginannya.

Sebab itu biarlah kehidupan muda mudi remaja semakin hari semakin sungguh-sungguh dalam Tuhan. Biarlah Tuhan mengaruniakan kasih Nya yang besar kepada kita, dengan konsekuensi; rela dibenci oleh dunia.
Ayo perhatikan firman dengan sungguh-sungguh, jangan turut dengan orang-orang dunia.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman;
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang