KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, August 5, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB , 5 Agustus 2011


Shalom
Salam sejahtera dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, oleh karena kasih Nya besar, kita dapat beribadah pada malam hari ini
Biarlah kita malam ini menikmati firman Tuhan, sejauh mana kita bisa menikmatinya.

Pada maleakhi 1: 6, sesuai dengan perikop, yaitu pencemaran korban, jadi apa saja yang dipersembahkan imam-imam yang melayani di tabernakel, baik itu mempersembahkan roti sebagai korban (ayat 7), baik itu binatang sebagai korban persembahan (ayat 8), tetapi semuanya tidak berkenan.

Maleakhi 1: 8
(1:8) Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

Imam-imam yang melayani di tabernakel / di rumah Tuhan, mereka membawa binatang yang cacat sebagai korban persembahan kepada Tuhan, yaitu binatang yang buta, timpang  dan sakit. Semua itu adalah jahat di mata Tuhan , sehingga Tuhan berfirman “Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik?”. Jadi jelas sekali bahwa mempersembahkan binatang yang cacat, yaitu buta, timpang, dan sakit, itu adalah hal yang jahat di mata Tuhan, perbuatan yang jahat di mata Tuhan. Jangankan di hadapan Tuhan, di hadapan bupati pun / pemimpin yang ada di dunia ini, jika kita mempersembahkan binatang yang cacat, yaitu buta, timpang ,dan sakit , itu adalah perbuatan yang tidak berkenan / perbuatan yang jahat.

Ulangan 17: 1
(17:1) Janganlah engkau mempersembahkan bagi TUHAN, Allahmu, lembu atau domba, yang ada cacatnya, atau sesuatu yang buruk; sebab yang demikian adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."

Mempersembahkan korban persembahan kepada Tuhan dari seekor binatang, baik itu lembu, kambing, domba, yang cacat / sesuatu yang buruk badannya, itu adalah kekejian bagi Tuhan.
Kalau jahat, misalnya kita malas itu adalah perbuatan yang jahat, keteledoran dalam ibadah pelayanan, itu adalah salah dan jahat, tetapi kalau sudah membawa korban persembahan berupa binatang yang cacat, itu bukanlah lagi jahat melainkan kekejian bagi Tuhan. kekejian adalah perbuatan yang lebih dari jahat.

Imamat 22: 19-22
(22:19) maka supaya TUHAN berkenan akan kamu, haruslah persembahan itu tidak bercela dari lembu jantan, domba atau kambing.
(22:20) Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu.
(22:21) Juga apabila seseorang mempersembahkan kepada TUHAN korban keselamatan sebagai pembayar nazar khusus atau sebagai korban sukarela dari lembu atau kambing domba, maka korban itu haruslah yang tidak bercela, supaya TUHAN berkenan akan dia, janganlah badannya bercacat sedikit pun.
(22:22) Binatang yang buta atau yang patah tulang, yang luka atau yang berbisul, yang berkedal atau yang berkurap, semuanya itu janganlah kamu persembahkan kepada TUHAN dan binatang yang demikian janganlah kamu taruh sebagai korban api-apian bagi TUHAN ke atas mezbah.

Membawa seekor binatang yang cacat, baik itu lembu, kambing, domba, itu tidak akan berkenan. Apapun yang kita persembahkan dalam ibadah pelayanan tidak akan berkenan kepada Tuhan.
Jangan mempersembahkan binatang yang cacat, baik itu lembu, domba, kambing yang bercacat yaitu binatang yang buta timpang dan sakit sebagai korban api-apian bagi Tuhan di atas mezbah, karena itu tidak akan berkenan di hadapan Tuhan, baunya tidak akan menyenangkan di hati Tuhan sekalipun mengeluarkan aroma ketika di bakar di atas mezbah.

Dikaitkan dengan 7 hari raya orang Israel
Minggu lalu kita sudah melihat hari raya paskah , yang mempersembahkan domba jantan yang tidak bercela sebagai korban persembahan.
SETIAP MERAYAKAN HARI-HARI RAYA SELALU DENGAN KORBAN API-APIAN.

Mati kita lihat hari-hari raya orang Israel
‘HARI RAYA KEDUA’
Imamat 23: 6-8
(23:6) Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.
(23:7) Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.
(23:8) Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat."

Hari raya yang kedua bagi orang Israel adalah HARI RAYA ROTI TIDAK BERAGI, dan itu harus dirayakan di hadapan Tuhan sampai kedatangan Tuhan yang kedua, karena itu sudah menjadi ketetapan turun temurun.
Saat merayakan hari raya roti tidak beragi , juga mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan, yang baunya menyenangkan hati Tuhan.

Mari kita lihat lebih rinci mengenai hari raya roti tidak beragi
Bilangan 28: 17-19
(28:17) Pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya; tujuh hari lamanya harus dimakan roti yang tidak beragi.
(28:18) Pada hari yang pertama ada pertemuan kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat,
(28:19) dan haruslah kamu mempersembahkan kepada TUHAN sebagai korban api-apian, sebagai korban bakaran: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan tujuh ekor domba berumur setahun; haruslah kamu ambil yang tidak bercela.

Merayakan roti tidak beragi = makan roti yang tidak beragi
Saat merayakan hari raya roti tidak beragi / makan roti yang tidak beragi harus mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan, baik itu dari 2 lembu jantan muda, seekor domba jantan, 7 ekor domba yang berumur satu tahun, haruslah DIAMBIL YANG TIDAK BERCELA, semuanya tidak bercela di hadapan Tuhan.
Itulah yang harus dipersembahkan kepada Tuhan, sebagai korban api-apian, sehingga baunya sangat menyenangkan hati Tuhan, itulah hari raya roti tidak beragi.
Biarlah setiap ibadah pelayanan kita ini, jangan sampai ada cacat cela, apalagi sampai ada kesalahan yang disengaja, sehingga pelayanan kita di rumah Tuhan termasuk segala sesuatu yang kita persembahkan kepada Tuhan, semuanya menyenangkan hati Tuhan.

Kembali kita melihat tentang hari raya roti tak beragi
1 Korintus 5: 7-8
(5:7) Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
(5:8) Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Jadi roti yang tidak beragi adalah supaya kita hidup di dalam KEMURNIAN dan KEBENARAN.
Berarti, setiap merayakan hari raya roti tak beragi tujuannya supaya kita hidup dalam kemurnian dan kebenaran, karena yang membuat kita murni dan benar adalah kalau kita makan roti tidak beragi.

Keluaran 12: 17-20
(12:17) Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya.
(12:18) Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang.
(12:19) Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli.
(12:20) Sesuatu apa pun yang beragi tidak boleh kamu makan; kamu makanlah roti yang tidak beragi di segala tempat kediamanmu."

Saat makan roti yang tidak beragi, tidak boleh ada ragi di dalam rumah, mengapa???!

1 Korintus 5: 6, 8
(5:6) Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?
(5:8) Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Sedikit saja ragi mengkhamiri seluruh adonan, itulah sebabnya saat makan roti tidak beragi tidak boleh ada ragi di dalam rumah.
Rumah = Bait Allah = gereja Tuhan = anak-anak Tuhan = tubuh Kristus
Ragi secara umum:
·         Ragi -> kehidupan yang lama
·         Ragi -> keburukan
·         Ragi -> kejahatan
Sedikit saja hidup yang lama dipertahankan, hal yang buruk dipertahankan, kejahatan dipertahankan, itu bisa mengkhamiri seluruh adonan.
Adonan -> kepada diri sendiri dan seluruh ibadah pelayanan di dalam kandang penggembalaan. Kalau ada ragi sedikitpun, maka akan mengkhamiri diri sendiri, kandang penggembalaan, bahkan seluruh ibadah pelayanan yang dipercayakan oleh Tuhan.
Sebab itu, biarlah kita perhatikan. Yang lama jangan terjadi lagi, hal yang buruk dan yang jahat jangan terjadi dan jangan direncanakan dalam hati dan pikiran, supaya tidak mengkhamiri seluruh adonan.
Contohnya: Kalau dalam hati ini sudah ada niat untuk meninggalkan ibadah satu kali saja, itu adalah sesuatu yang buruk dan jahat, semoga itu tidak terjadi dan tidak direncanakan dalam hati dan pikiran saya dan saudara.

Secara khusus ada 3 jenis ragi
Matius 16: 5-11
(16:5) Pada waktu murid-murid Yesus menyeberang danau, mereka lupa membawa roti.
(16:6) Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
(16:7) Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti."
(16:8) Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya!
(16:9) Belum juga kamu mengerti? Tidak kamu ingat lagi akan lima roti untuk lima ribu orang itu dan berapa bakul roti kamu kumpulkan kemudian?
(16:10) Ataupun akan tujuh roti untuk empat ribu orang itu dan berapa bakul kamu kumpulkan kemudian?
(16:11) Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
(16:12) Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.

Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan ragi orang Saduki, yaitu ajaran orang Farisi dan ajaran orang Saduki.
Jadi ragi yang dimaksud adalah bukan ragi yang ada dalam roti melainkan ajaran dari orang Farisi dan orang Saduki itu sendiri.

Keterangan:
1.      Ragi orang Farisi
Filipi 3: 5
(3:5) disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,

Orang Farisi itu berpegang teguh kepada hukum taurat, dan tidak mau melepaskannya.
Sebagai contoh:  ketika seorang perempuan yang kedapatan berzinah pada waktu pagi, yang membawa perempuan itu di hadapan Yesus adalah orang Farisi yang berpegang teguh pada hukum taurat (Yohanes 8: 1-11).

Ciri-ciri hukum taurat:
Tangan ganti tangan, mata ganti mata, gigi ganti gigi (Matius 5: 30, 38)
Artinya: kejahatan dibalas dengan kejahatan = orang yang bersalah / yang berbuat jahat tidak luput dari hukuman
Itulah hukum taurat

Praktek ibadahnya
a.       Filipi 3: 2-4
(3:2) Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
(3:3) karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.
(3:4) Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:

Praktek ibadahnya adalah lahiriah
Artinya: mulut memuji Tuhan tetapi hatinya sangat jauh dari Tuhan, inilah ibadah lahiriah
Ini adalah salah satu ragi dari orang Farisi yang harus kita waspadai.

Filipi 3: 6-8
(3:6) tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
(3:7) Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
(3:8) Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Kalau hidup di bawah hukum taurat, dengan ciri kejahatan dibalas kejahatan dan praktek ibadahnya lahiriah, tidak mendatangkan keuntungan bagi diri sendiri, sesama, terutama bagi Tuhan, justru mendatangkan kerugian sebab hukum taurat tidak dapat mengubah hati seseorang dari yang jahat menjadi benar
Seperti Saulus, sekalipun tidak ada cacat cela mengenai hukum taurat, tetapi menganiaya jemaat Tuhan.     

b.      Matius 23: 1-2
(23:1) Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
(23:2) "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
(23:3) Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa , ini -> pelayanan

Mari kita lihat pelayanannya
Matius 23: 27
(23:27) Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.

Orang Farisi itu penuh dengan kemunafikan, di luar dan di dalam tidak sama. Di luar kelihatannya benar, tetapi di sebelah dalam penuh dengan kemunafikan dan kedurjanaan, gambarannya seperti kuburan, yang dilabur putih sebelah luarnya , tetapi di dalamnya penuh dengan tulang belulang dan kotoran, inilah ragi orang Farisi.
Itu sebabnya kita harus merayakan hari raya roti tidak beragi.
Kita melihat kembali tentang hari raya roti tak beragi di minggu yang akan datang, semoga saya dan saudara dijamah, ditolong oleh Tuhan lewat pembukaan rahasia firman Tuhan, kita dipuaskan, dikenyangkan sampai kita mengalami diubahkan di hadapan Tuhan, biarlah kita berdoa untuk pembukaan rahasian firman Tuhan, dalam ibadah di minggu yang akan datang dan di waktu-waktu yang lain.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI