KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, August 23, 2011

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 20 AGUSTUS 2011


IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 20 AGUSTUS 2011

Tema:  STUDY YUSUF
(Seri 8)

Shalom
Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus, karena kasih Nya besar kita dapat beribadah pada sore hari ini.
Kita sangat bersyukur kalau kita boleh beribadah kepada Tuhan. ibadah adalah suatu kesempatan yang baik untuk kita bisa persembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan di hadapan Tuhan.

Kembali kita melihat pribadi Yusuf yang luar biasa. Yusuf adalah pribadi yang diawali dari kandang penggembalaan sehingga ia menjadi pemimpin besar di Mesir,  yaitu sebagai perdana menteri.
Biarlah kehidupan muda mudi remaja pun bisa menjadi pemimpin, terutama pemimpin atas diri sendiri di dalam kebenaran.

Kejadian 37: 4
(37:4) Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

Yakub lebih mengasihi Yusuf dari pada anak-anaknya yang lain.
Artinya: Yusuf memiliki kasih Bapa sepenuhnya = tinggal dalam kasih Bapa.

1 Yohanes 3: 1
(3:1) Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

Allah telah mengaruniakan kasih-Nya yang besar kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah.
oleh sebab itu, lihat dan perhatikanlah kasih Allah itu. Biarlah kehidupan muda mudi remaja tidak mengabaikan kasih Allah yang besar, yang dikaruniakan kepada kita, supaya kehidupan muda mudi remaja dapat disebut anak-anak Allah.

Keluaran 4: 21-23
(4:21) Firman TUHAN kepada Musa: "Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.
(4:22) Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
(4:23) sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."

Kalau kita bisa BERIBADAH kepada Tuhan, ini adalah BUKTI BAHWA KITA TELAH MENERIMA KASIH ALLAH YANG BESAR, yang telah dianugrahkan kepada kita, sehingga kita pun disebut anak yang sulung di hadapan Tuhan.

Sesungguhnya, anak sulung / anak pertama adalah Esau, tetapi karena kasih karunia Allah, hak kesulungan itu jatuh kepada Yakub, yang disebut Israel. Inilah bukti bahwa kasih Allah yang besar telah dikaruniakan kepada kita.

Ada 2 tanda sebagai anak sulung:
1.   Terbebas dari dunia dan dari perhambaan dosa.
Kalau bangsa Israel tetap berada di Mesir, berarti mereka tetap menjadi manusia duniawi dan hidup dalam perhambaan dosa.
Mesir gambaran dari dunia.

2.   Diberi kesempatan untuk beribadah melayani Tuhan.
Anak sulung harus dilepaskan dari Mesir dan dibawa masuk ke Kanaan sehingga dapat beribadah kepada Tuhan.

Biarlah kehidupan muda mudi remaja memiliki 2 tanda di atas sehingga dapat benar-benar disebut anak sulung di hadapan Tuhan, dengan menghargai setiap ibadah yang sudah Tuhan percayakan kepada kita, secara khusus kaum muda mudi remaja.

Roma 12: 1
(12:1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamumempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepadaAllah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Ibadah merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk mempersembahkan tubuh kita seutuhnya kepada Tuhan, bukan kepada yang lain-lain.

Dalam ibadah, kita mempersembahkan tubuh sebagai:
1.   Sebagai persembahan yang  hidup.
Hidup berarti tidak mati = seluruh anggota tubuh dapat dipergunakan untuk melayani Tuhan, mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut, karena tubuh tidak mati.

2.   Sebagai persembahan yang kudus = hidup dalam pengudusan.
Untuk hidup di dalam pengudusan, berarti berada di tempat pengudusan, yaitu tinggal di dalam rumah Tuhan, beribadah melayani Tuhan.
Jika berada di luar ibadah, tentu kita tidak bisa hidup dalam pengudusan, karena yang ada hanyalah keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup.

Bagaimanakah hidup dalam pengudusan?
1 Yohanes 3: 3
(3:3) Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Kalau hidup di dalam pengudusan, itu tanda bahwa dia menaruh pengharapan sepenuhnya kepada Tuhan.
Menaruh pengharapan kepada Tuhan berarti tidak menaruh pengharapan kepada yang lain, tidak mengandalkan ijazah, kekuatan, kemampuan, dan apa saja yang ada di dunia ini.

3.   Sebagai persembahan yang berkenan.
Berkenan berarti segala sesuatu yang kita perbuat menyenangkan hati Tuhan.

Roma 12: 2
(12:2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Janganlah serupa dengan dunia, supaya kita dapat membedakan apa yang berkenan kepada Tuhan dan yang tidak berkenan, sehingga segala sesuatu yang kita perbuat, menyenangkan hati Tuhan.
Oleh sebab itu, biarlah kita tampil apa adanya sesuai keinginan Tuhan, jangan serupa dengan dunia, supaya jangan menjadi manusia duniawi.

Inilah yang disebut kasih Allah yang besar dianugrahkan kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah.
Itu sebabnya saya katakan tadi, suatu kemurahan yang besar kalau kita diberi kesempatan untuk beribadah kepada Tuhan.

Kita kembali melihat Kejadian 37.
Kejadian 37: 4
(37:4) Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

Kalau kita menerima kasih Allah yang besar, kasih yang dianugrahkan kepada kita, konsekuensinya adalah dibenci oleh saudara-saudaranya = rela dibenci oleh dunia dan orang yang mencintai dunia.

1 Yohanes 3: 13, 1
(3:13) Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.
(3:1) Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

Jangan heran, apabila dunia membenci kita, karena kalau kita adalah anak-anak Allah, konsekuensi yang harus diterima adalah, dibenci oleh dunia / orang-orang yang mencintai dunia.
Dunia dan orang-orang yang mencintai dunia tidak akan mengenal kita karena memang dari semula dunia tidak mengenal Allah.

Mari kita lihat kisah yang menarik, dimana Yesus dibenci oleh saudara-saudaranya sendiri.
Yohanes 7: 1-7
(7:1) Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.
(7:2) Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.
(7:3) Maka kata saudara-saudara Yesus kepada-Nya: "Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan.
(7:4) Sebab tidak seorang pun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia."
(7:5) Sebab saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya.

Orang-orang Yahudi berusaha membunuh Yesus, sedangkan saudara-saudara sedarah sedaging Yesus tidak percaya kepada Yesus = orang Yahudi dan saudara-saudara Yesus membenci Yesus.

Pertanyannya;
Mengapa orang-orang Yahudi dan saudara-saudara Yesus membenci Yesus?
Yohanes 7: 4-7
(7:4) Sebab tidak seorang pun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia."
(7:5) Sebab saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya.
(7:6) Maka jawab Yesus kepada mereka: "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.
(7:7) Dunia tidak dapat membenci kamu, tetapi ia membenci Aku, sebab Aku bersaksi tentang dia, bahwa pekerjaan-pekerjaannya jahat.

Orang-orang Yahudi dan saudara-saudara Yesus membenci Yesus karena mereka adalah manusia duniawi, dapat dilihat dari perkataan / pernyataan saudara-saudara Yesus, yaitu; “tampakkanlah diri-Mu kepada dunia”.
Ini menunjukkan bahwa mereka adalah manusia duniawi, tetapi Yesus berkata “Waktu-Ku belum tiba. Dunia tidak dapat membenci kamu, tetapi ia membenci Aku.
Semakin jelas dengan jawaban Yesus bahwa orang-orang Yahudi, terlebih saudara-saudara Yesus adalah manusia duniawi yang tidak mengenal Allah.
Untuk apa kita memiliki dunia dan segala isinya tetapi tidak mengenal Allah dan binasa.
Hidup ini bukan hanya satu kali melainkan dua kali, sebab nanti ada kebangkitan yang kedua, itulah hidup yang kedua di dalam Yerusalem baru dan ada juga kematian yang kedua, yaitu dilemparkan ke dalam lautan api neraka.
Oleh sebab itu, lebih baik kita memiliki Tuhan meskipun daging harus menderita, dari pada hidup dalam dunia yang memberi nikmat pada daging, tetapi ujung-ujungnya binasa = manusia pertama / hidup yang pertama.

1 Yohanes 2: 15
(2:15) Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Janganlah mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Kita tidak perlu pusing dengan segala sesuatu yang ada di dunia, karena kasih Allah Bapa tidak ada di dalam orang yang mengasihi dunia, seperti saudara-saudara Yesus yang membenci Yesus karena mereka mangasihi dunia sehingga kasih Allah Bapa tidak ada dalam mereka.

Ciri-ciri orang yang tidak memiliki kasih Bapa:
1.   Yohanes 7: 1-2
(7:1) Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.
(7:2) Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.

Ciri pertama: ibadahnya lahiriah.
Ibadah yang lahiriah adalah bibir memuji Tuhan tetapi hati jauh dari Tuhan (Matius 14: 8-9).

Contoh ibadah lahiriah:
Orang-orang Yahudi beribadah melayani Tuhan, bahkan merayakan hari raya Pondok Daun, tetapi di dalam diri mereka ada keinginan / berusaha untuk membunuh Yesus, bukankah ibadah mereka adalah lahiriah?

2.   Yohanes 7: 3-4
(7:3) Maka kata saudara-saudara Yesus kepada-Nya: "Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan.
(7:4) Sebab tidak seorang pun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia."

Ciri kedua: lebih mengutamakan mujizat-mujizat secara lahiriah, misalnya: orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, orang tuli mendengar, orang bisu berbicara, dan lain-lain, itu memang baik , tetapi hanya mengalami mujizat secara lahiriah tanpa mengalami keubahan hidup, apa arti semuanya itu?
Firman pengajaran adalah firman yang keras, yang rahasianya dibukakan sehingga mampu mengoreksi setiap perbuatan-perbuatan yang tersembunyi di dalam hati.
Banyak gereja Tuhan lebih menyukai firman berkat / teori kemakmuran / lebih mengutamakan mujizat-mujizat secara lahiriah, sehingga saat menerima firman pengajaran, yang mampu memberi keubahan pada hidup, langsung mengundurkan diri karena kesalahannya dikoreksi.

1 Yohanes 4: 1-6
(4:1) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
(4:2) Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
(4:3) dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristusdan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
(4:4) Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
(4:5) Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.
(4:6) Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.

Di hari-hari terakhir ini, banyak gereja Tuhan lebih suka mendengarkan firman Tuhan tentang hal-hal yang dari dunia, yang disampaikan oleh para nabi-nabi palsu.
Ciri-ciri nabi palsu: berbicara tentang hal-hal dunia / firman Tuhan yang disampaikannya tidak murni.

Sesungguhnya, yang dibutuhkan oleh dunia adalah kasih Allah yang besar, yang mampu mengubahkan hidup manusia, bukan mujizat-mujizat / hal-hal yang lahiriah, bukan teori kemakmuran semata.
Mereka yang mengasihi dunia tidak mengerti hal itu dan lebih senang mendengarkan firman tentang hal-hal duniawi.
Kalau kita menikmati firman pengajaran, bagaikan menikmati kasih Allah yang besar, yang dikaruniakan kepada kita, roh yang ada dalam diri kita akan lebih besar kuasanya dari pada nabi-nabi palsu, itulah roh antikris.

3.   Yohanes 7: 3
(7:5) Sebab saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya.

Ciri ketiga: tidak percaya kepada Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Juruselamat
Tidak percaya kepada Yesus = tidak memiliki firman iman

Roma 10: 8
(10:8) Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Firman iman itu ada di dalam mulut dan ada di dalam hati. Itulah firman iman.

Roma 10: 9
(10:9) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Kalau firman iman ada di dalam mulut dan hati:
·         Mulut, mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.
·         Hati, percaya bahwa Dia telah dibangkitkan dari orang mati, sehingga kita diselamatkan.

Kesimpulannya:
Kasih Allah yang besar telah dikaruniakan kepada:
-       Dalam Perjanjian Lama.
Diwakili oleh Yusuf, yang dibenci oleh saudara-saudaranya.

-       Dalam Perjanjian Baru.
Diwakili oleh Yesus Kristus, yang dibenci oleh saudara-saudaranya, dan orang-orang Yahudi.

-       Di Akhir zaman.
Diwakili oleh anak-anak Tuhan, yang dibenci oleh saudara-saudara seiman yang dulu bersama tetapi undur dari kita, itulah antikris.

Jalan keluarnya
Yohanes 15: 9-10
(15:9) "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
(15:10) Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Menerima kasih Allah yang besar, yang dikaruniakan kepada kita = tinggal di dalam kasih.
Tinggal dalam kasih Allah berarti menuruti firman Tuhan.
Oleh sebab itu, supaya kita menerima dan tinggal dalam kasih Allah yang besar, biarlah saya dan saudara menuruti firman Tuhan.
Setiap firman Tuhan yang kita dengar, tidak ada yang tercecer dan tidak untuk dilupakan begitu saja, melainkan untuk kita lakukan.

Hasilnya
Yohanes 15: 7-8
(15:7) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
(15:8) Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Kalau kita tinggal dalam kasih dan melakukan firman , apa saja yang kita minta kepada Tuhan akan diberikan oleh Tuhan.
Kalau kita berbuah banyak, baik buah jasmani maupun rohani, itu adalah bukti bahwa Tuhan dipermuliakan di bumi seperti di sorga.
Supaya berbuah banyak, jangan hanya memikirkan kesenangan sendiri, melainkan memikirkan ibadah pelayanan sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman;
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang