KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, August 19, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB , 19 Agustus 2011


“Silahkan mengikuti kitab Maleakhi, dari pasal 1 sampai pasal 4, sampai selesai, ayat demi ayat”

Shalom
Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus, karena kasih Nya besar kita dapat beribadah pada malam hari ini, dalam Ibadah Pendalaman Alkitab.
Sebab itu, hiduplah dalam kekudusan, dan jangan sombong, karena itulah yang membuat kita susah untuk berkembang. Tetaplah belajar rendah hati, supaya kita terlepas dari kenajisan. Karena kesombongan itu adalah kenajisan.
Tuhan tidak mungkin membawa kita kalau kita tidak disucikan terlebih dahulu.

Kita lanjutkan firman Tuhan pada Minggu yang lalu
Maleakhi 1: 8
(1:8) Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

Membawa seekor binatang yang buta, timpang, sakit untuk dijadikan korban persembahan kepada Tuhan, itu adalah perbuatan yang sangat jahat sekali.
Sebab itu, Yesus mengumpamakan “Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik?
Kalau korban persembahan kita kepada Tuhan di dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, membawa persembahan yang buta, timpang, dan sakit, itu adalah perbuatan yang jahat sekali.

Lebih terperinci lagi
Ulangan 17: 1
(17:1) Janganlah engkau mempersembahkan bagi TUHAN, Allahmu, lembu atau domba, yang ada cacatnya, atau sesuatu yang buruk; sebab yang demikian adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."

Mempersembahkan seekor binatang yang buta, timpang dan sakit, itu bukan hanya sebatas kejahatan, tetapi itu sudah merupakan kekejian bagi Tuhan.
Contohnya: malas, mencuri itu jahat, tetapi kalau keji, itu sudah lebih dari pada jahat. Sekelas dengan orang yang tidak suka dengar firman Tuhan, dan ketika menaikkan doa, doanya adalah kekejian untuk Tuhan.

Imamat 22: 19-22
(22:19) maka supaya TUHAN berkenan akan kamu, haruslah persembahan itu tidak bercela dari lembu jantan, domba atau kambing.
(22:20) Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu.
(22:21) Juga apabila seseorang mempersembahkan kepada TUHAN korban keselamatan sebagai pembayar nazar khusus atau sebagai korban sukarela dari lembu atau kambing domba, maka korban itu haruslah yang tidak bercela, supaya TUHAN berkenan akan dia, janganlah badannya bercacat sedikit pun.
(22:22) Binatang yang buta atau yang patah tulang, yang luka atau yang berbisul, yang berkedal atau yang berkurap, semuanya itu janganlah kamu persembahkan kepada TUHAN dan binatang yang demikian janganlah kamu taruh sebagai korban api-apian bagi TUHAN ke atas mezbah.

Binatang yang buta, timpang, dan sakit jangan dipersembahkan sebagai korban api-apian di atas mezbah, sebab baunya tidak akan menyenangkan hati Tuhan.

Mati kita lihat hari-hari raya orang Israel
‘HARI RAYA KEDUA’
Imamat 23: 6-8
(23:6) Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.
(23:7) Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.
(23:8) Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat."

Saat merayakan hari raya roti tak beragi juga harus disertai dengan korban api-apian kepada Tuhan.

Lebih rinci
Bilangan 28: 17-19
 (28:18) Pada hari yang pertama ada pertemuan kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat,
(28:19) dan haruslah kamu mempersembahkan kepada TUHAN sebagai korban api-apian, sebagai korban bakaran: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan tujuh ekor domba berumur setahun; haruslah kamu ambil yang tidak bercela.

Korban api-apian di atas mezbah kepada Tuhan haruslah yang tidak bercela, sehingga baunya menyenangkan hati Tuhan.
Sebab itu, biarlah dalam ibadah pelayanan, kita melayani dengan sungguh-sungguh, setiap mempersembahkan korban persembahan, jangan membawa binatang yang buta, timpang, sakit karena itu adalah perbuatan yang sangat keji sekali.
Biarlah dalam setiap ibadah, kita membawa korban persembahan yang terbaik untuk Tuhan.

Itulah Hari Raya Roti Tak Beragi disertai dengan mempersembahkan korban api-apian yang tak bercela di hadapan Tuhan.
Hari raya roti tak beragi berarti makan roti tak beragi. Artinya tidak boleh ada ragi dalam kehidupan kita.
Ragi secara umum adalah kehidupan yang lama, keburukan, kejahatan (1 Korintus 5: 6, 8)

Secara khusus ada 3 jenis ragi
Keterangan:
2.      Ragi Orang Saduki
Matius 16: 6-8, 11-12
(16:6) Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi danSaduki."
(16:7) Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti."
(16:8) Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya!
 (16:11) Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
(16:12) Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.

Untuk merayakan Hari Raya Roti Tidak Beragi, maka harus waspada terhadap ragi orang Saduki.
Yang dimaksud oleh Tuhan, bukanlah ragi yang ada dalam tape maupun roti, melainkan ajaran-ajaran dari orang Saduki. Berarti ajaran orang Saduki mengandung ragi, inilah yang harus kita waspadai.

1 Korintus 5: 6
(5:6) Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?

Berarti kalau menerima sedikit saja ajaran orang Saduki, dapat mengkhamiri seluruh adonan.
Sedikit ragi dalam hidup ku, sebagai seorang gembala, maka seluruh domba-domba di dalam kandang penggembalaan pun khamir.
Oleh sebab itu, kita harus menyadari kekurangan-kekurangan di hadapan Tuhan dan tidak ada waktu untuk bermain-main di hari-hari terakhir ini, dimana Tuhan sudah tidak lama lagi datang, apalagi bermain-main dalam kenajisan.

Mari kita melihat ragi Saduki
Kisah Para Rasul 4: 1-2
(4:1) Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.
(4:2) Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.

Saat Petrus dan Yohanes menyampaikan firman Tuhan, tentang kebangkitan Yesus, orang Saduki tidak mau terima pemberitaan tentang kebangkitan Yesus Kristus.

Lebih terperinci dalam Matius 22
Matius 22: 23
(22:23) Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:

Orang saduki berpendapat tidak ada kebangkitan, dengan kata lain, tidak mengakui kuasa kebangkitan Yesus Kristus

Apa yang terjadi kalau tidak percaya kuasa kebangkitan?
Matius 22: 24-28
(22:24) "Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
(22:25) Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.
(22:26) Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh.
(22:27) Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati.
(22:28) Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia."

Yang terjadi adalah kawin dan mengawinkan = hidup dalam dosa seks = dosa perzinahan = dikuasai roh najis.
Berarti, ibadah pelayanan dari pada orang Saduki yang tidak mengakui adanya kuasa kebangkitan, itu mengarah kepada Babel, pelacur besar, bukan kepada Kristus sebagai kepala.

Wahyu 18: 2
(18:2) Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
Babel adalah tempat kediaman roh-roh jahat, tempat bersembunyi semua roh-roh najis, dan hal itu sangat dibenci oleh Tuhan.
Itu sebabnya saat merayakan Hari Raya Roti Tidak Beragi harus mempersembahkan seekor binatang yang tak bercacat cela, tetapi kalau membawa binatang yang bercacat, itu sangat dibenci oleh Tuhan
Kenajisan tidak pandang bulu, kaya miskin, tua muda, besar kecil, semua dilanda olehnya, seperti seorang pelacur yang duduk di air yang banyak (Wahyu 17: 6, 15).
Inilah yang harus kita sadari, siapa kita ini yang tidak mengakui pembukaan rahasia firman Tuhan.
Lebih baik mengakui semua kesalahan, sehingga kita bisa maju dalam ibadah pelayanan, dari pada tidak mengakui semua kesalahan, tetapi mundur dan terhilang.
Sebab di hari-hari terakhir ini,  yang suci semakin suci , yang jahat semakin jahat.

Kita lihat ciri-ciri orang yang tidak mengakui kuasa kebangkitan Yesus
1.      Matius 22: 29
(22:29) Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!

Ciri yang pertama: menjadi sesat
Kalau tidak percaya dengan kuasa kebangkitan, seperti orang Saduki, menjadi sesat.

Sesat ada 2 tandanya:
a.       Tidak mengerti kitab suci = tidak mengerti firman Tuhan
Yohanes 8: 26-28, 43-44
(8:26) Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia."
(8:27) Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.
(8:28) Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
(8:43) Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.
(8:44) Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Kalau tidak mengerti firman Tuhan, itu disebabkan karena sudah menjadi anak-anak si jahat,  yaitu iblis setan.
Kalau sudah menjadi anak iblis setan, tidak akan dapat mengerti firman Tuhan karena sudah dikuasai oleh roh jahat, itulah roh najis.
Kalau roh najis sudah bersarang, sekalipun terjadi pembukaan rahasia firman Tuhan yang besar disampaikan, tetap saja tidak mengerti karena disesatkan oleh roh jahat / roh najis.

b.      Tidak mengerti kuasa Allah
1 Korintus 1: 24
(1:23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
(1:24) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
Kalau tidak mengerti kuasa Allah berarti tidak mengerti tentang salib Kristus.
Sedangkan kekuatan / kuasa dan hikmat Allah berasal dari pribadi Yesus Kristus yang disalibkan.

2.      Kisah Para Rasul 5: 17
(5:17) Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati.
Ciri yang kedua: ada iri hati satu dengan yang lain
Sebagai contoh, Kain, sehingga membunuh Habel, adiknya.
Membunuh = membenci (1 Yohanes 3: 15)

3.      Kisah Para Rasul 23: 6-8
(23:6) Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: "Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati."
(23:7) Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu.
(23:8) Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.

Kalau tidak mengakui kuasa kebangkitan, dikuasai roh pemecah sehingga terjadi perpecahan.
Sebab itu, biarlah dalam satu kandang semua tetap mengakui kuasa kebangkitan, kalau tidak, dari gerak gerik saja sudah mengkhamiri yang lain.
Sebab itu, segeralah taklukkan diri kepada firman Tuhan, kalau tidak takluk, banyak yang akan terkhamiri, karena satu gerakan saja akan membuat perpecahan.

Kisah Para Rasul 23: 9
(23:9) Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: "Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya."
Setelah dikuasai roh pemecah kemudian terjadilah keributan = suasana tidak lagi tenang, tidak lagi kondusif.
Apa saja pelayanan yang Tuhan percayakan, haruslah dalam keadaan tenang dan tertib, karena pekerjaan Roh Kudus itu tertib.

Wujudnya jika tidak mengakui kuasa kebangkitan
Kisah Para Rasul 23: 8
(23:8) Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.

Wujudnya: tidak ada malaikat atau roh, seperti perkataan orang Saduki.

Matius 22: 30
(23:8) Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.

Malaikat di sorga = manusia rohani
Kalau kita bersuasana kebangkitan, bagaikan malaikat di sorga = manusia rohani
Manusia rohani selalu memikirkan perkara-perkara di sorga, perkara-perkara dimana Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Matius 27: 51
(27:51) Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
(27:52) dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.

Kalau kita sudah bersuasana kebangkitan, bisa dilihat dari sikap tingkah laku, yaitu memisahkan diri dari kehidupan yang lama, seperti tabir Bait Suci yang terbelah dua dari atas sampai ke bawah.

Biarlah kita ini tetap bersuasana kebangkitan, di sekolah, di kampus, di tempat kerja, di rumah, di mana saja, tetap terjadi pemisahan diri dari segala perbuatan-perbuatan kejahatan.
Jangan saat beribadah kelihatan suci / bersuasana kebangkitan, seperti malaikat, tetapi di luar ibadah banyak kejahatan. Seharusnya suasana kebangkitan itu terjadi bukan hanya saat ibadah tetapi juga di luar ibadah, inilah sikap dari manusia rohani

Hasilnya
Matius 27: 53
(27:53) Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

Pada saat kebangkitan, yaitu kebangkitan yang kedua,  maka yang bersuasana kebangkitan, secara otomatis, masuk ke kota kudus, Yerusalem yang baru, yang lama sudah tidak tampak lagi , langit yang lama, bumi yang lama, laut pun tidak ada lagi, itulah Yerusalem yang baru.

1 Korintus 15: 20-23
(15:20) Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
(15:21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
(15:22) Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
(15:23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

Karena kasih karunia, kita satu dalam kebangkitan Yesus.
Yesus Kristus adalah yang sulung dari antara orang mati, dan mereka yang turut bangkit, merekalah yang menjadi milik Kristus.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI