KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, September 14, 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 13 SEPTEMBER 2011



Tema: SUPAYA DISEBUT RUMAH DOA, YESUS MENYUCIKAN BAIT ALLAH
(seri 3)

Shalom
Selamat malam, Salam sejahtera dalam nama kasih Kristus, oleh karena kasih Nya kita boleh beribadah hari ini.

Kembali kita memeriksa Matius 21
Matius 21: 12-13
(21:12) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
(21:13) dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."

Setibanya Yesus di Yerusalem, Yesus masuk ke dalam Bait Allah, lalu melihat Bait Allah tidak sesuai dengan fungsinya, sebab Bait Allah sudah menjadi sarang penyamun.
Sesungguhnya Bait Allah akan disebut rumah doa bagi segala bangsa, tetapi kita melihat bahwa Bait Allah sudah menjadi sarang penyamun. Inilah yang disebut tidak sesuai dengan fungsinya.

Yesaya 56: 6-7
(56:6) Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
(56:7) mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

Sesungguhnya rumah Tuhan akan disebut rumah doa bagi segala bangsa, tetapi faktanya rumah Tuhan menjadi sarang penyamun.

Untuk menjadi rumah doa, ada 2 hal yang harus diperhatikan
1.      Semuanya yang memelihara hari sabat dan tidak menajiskannya
Memelihara hari sabat dan tidak menajiskannya = menguduskan hari sabat
Dalam ibadah raya minggu, saya sudah menyampaikan mengenai menguduskan hari sabat, hari ke 7, hari perhentian bagi Allah
Biarlah kita diberkati kembali dengan ayat yang sama
Keluaran 20: 8-10
(20:8) Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
(20:9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
(20:10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
(20:11) Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Ingat dan kuduskanlah hari sabat, enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan.
Hari Sabat adalah hari yang ke 7, hari perhentian bagi Tuhan Allah, berarti pada hari yang ke 7 tidak boleh ada aktivitas dan kegiatan.
Angka 6 -> Daging dengan segala kegiatan dan aktivitasnya
Angka 7 -> menguduskan hari sabat, hari perhentian bagi Tuhan Allah / sempurna

Keluaran 16: 23-26, 29-31
(16:23) Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi."
(16:24) Mereka membiarkannya di tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu tidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya.
(16:25) Selanjutnya kata Musa: "Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, pada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang.
(16:26) Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu."
(16:29) Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorang pun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu."
(16:30) Lalu beristirahatlah bangsa itu pada hari ketujuh.
(16:31) Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.

Untuk menguduskan hari Sabat, ada 2 cara:
a.      Tinggal di tempat
Tinggal di tempat = tinggal di kemah
Tinggal di kemah, artinya: BERIBADAH dan MELAYANI TUHAN
Keluaran 3: 1, 12
(3:1) Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
(3:12) Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."
BERIBADAH KEPADA ALLAH di gunung Sinai, itu adalah firman Allah kepada Musa, saat Musa menggembalakan kambing domba.

Kita lihat bukti dalam Keluaran 19
Keluaran 19: 1-2
(19:1) Pada bulan ketiga setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir, mereka tiba di padang gurun Sinai pada hari itu juga.
(19:2) Setelah mereka berangkat dari Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai, lalu mereka berkemah di padang gurun; orang Israel berkemah di sana di depan gunung itu.

Pada Keluaran 3: 12, disebut beribadah di gunung Sinai, pada keluaran 19: 1-2 ditulis berkemah, ini artinya: tinggal di kemah berarti BERIBADAH dan MELAYANI Tuhan.
Biarlah kita senantiasa tetap tinggal di kemah, beribadah melayani kepada Tuhan.
Baik secara rohani, maupun jasmani, biarlah kita senantiasa tinggal di kemah.
Ketika kita berada di kemah, itu adalah bukti keintiman kita, sebagai tubuh, dengan Kristus sebagai kepala. Oleh sebab itu, baik yang sekolah, maupun kerja, cepatlah kembali ke kemah / tinggal di rumah.

Roma 12: 1
(12:1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Saat kita tinggal di kemah, beribadah melayani Tuhan, itu adalah kesempatan yang besar untuk mempersembahkan tubuh kita ini seutuhnya kepada Tuhan sebagai persembahan yang HIDUP, yang KUDUS dan yang BERKENAN KEPADA ALLAH, itulah ibadah yang sejati.
Biarlah kita lebih banyak waktu tinggal di kemah, seperti Yakub, pribadi yang luar biasa karena dia suka tinggal di kemah, sehingga dia memperoleh hak kesulungan.

Kalau kita suka tinggal di kemah berarti kita melayani Tuhan.

b.      Bangsa Israel makan manna
Keluaran 16: 15-16
(16:15) Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.
(16:16) Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa."

Saat bangsa Israel makan manna, tiap-tiap orang makan manna segomer seorang, itulah takarannya.

Keluaran 16: 35-36
(16:35) Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.
(16:36) Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.

Bangsa Israel makan manna selama 40 tahun
Artinya: selama kita beribadah melayani Tuhan, selama itu pula Tuhan memelihara kehidupan kita.
Ukuran 1 gomer adalah sepersepuluh efa. Berarti kalau kita mengembalikan milik Tuhan, yaitu SEPERSEPULUH, itu bukti bahwa kita dipelihara oleh Tuhan di dalam rumah Tuhan, lewat ibadah dan pelayanan kepada Tuhan.

Itu dalam Perjanjian Lama, mari kita lihat pemeliharaan Tuhan dalam Perjanjian Baru.
Yohanes 6: 32-35
(6:32) Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
(6:33) Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
(6:34) Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
(6:35) Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Biarlah kita berkata “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa”, sebagai bukti bahwa kita merasa lapar selalu, dan tidak merasa diri benar.

Roti yang berasal dari Allah ialah roti yang turun dari sorga, itulah pribadi Yesus Kristus.
Barangsiapa datang kepada Yesus, yaitu roti yang turun dari sorga, tidak lapar dan tidak haus lagi. Ini = makan daging dan minum darah Yesus

Yohanes 6: 55-56
(6:55) Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
(6:56) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Makan daging dan minum darah Yesus, arti rohani nya adalah : makan roti yang turun dari sorga SAMPAI MENDARAH DAGING.
Ketika kita menerima roti yang turun dari sorga, biarlah itu sampai mendarah daging.
Jangan sampai roti yang turun dari sorga / firman Allah, tidak mendarah daging.

Yohanes 6: 58
(6:58) Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Kalau firman mendarah daging dalam kehidupan kita, maka kita akan hidup selama-lamanya, karena ada pemeliharaan Tuhan.
Suatu kerugian yang besar, kalau firman yang kita dengar tidak sampai mendarah daging, oleh sebab itu, biarlah kita sampai benar-benar menikmati roti yang turun dari sorga.

Yohanes 1: 14
(1:14) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Kalau roti yang turun dari sorga mendarah daging, LIMPAH DENGAN KASIH KARUNIA dan HIDUP DALAM KEBENARAN YANG SEJATI, bukan kebenaran yang lain.
Kita harus menyadari hal ini, jangan ada kebenaran yang lain-lain dengan menggunakan banyak sekali alasan-alasan yang kelihatannya tepat.

Kebenaran yang sejati = hidup kekal
Sebab kemah yang sejati adalah kerajaan sorga.

2.      Berpegang kepada perjanjian Tuhan, perjanjian Allah
Ulangan 4: 13
(4:13) Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu.
(4:14) Dan pada waktu itu aku diperintahkan TUHAN untuk mengajarkan kepadamu ketetapan dan peraturan, supaya kamu melakukannya di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya.

Perjanjian Tuhan adalah 10 hukum Allah yang tertulis di dalam 2 loh batu, diajarkan bagi kita lewat firman pengajaran, supaya kita melakukannya di mana pun kita berada, baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di manapun komunitas kita.

Perjanjian Tuhan adalah 10 hukum Allah yang tertulis di dalam 2 loh batu, dituliskan oleh jari Tuhan.

Mari kita lihat jari-jari yang menulis
Yohanes 8: 2-11
(8:2) Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
(8:3) Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
(8:4) Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
(8:5) Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
(8:6) Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
(8:7) Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
(8:8) Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
(8:9) Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
(8:10) Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
(8:11) Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Berpegang pada perjanjian Allah yaitu melakukan 10 hukum, dimana Allah menuliskannya dengan jari Nya, itu bukti bahwa mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.
·         Sewaktu Yesus membungkuk dan menulis di tanah dengan jarinya, berarti mengasihi Tuhan, karena melakukan hukum 1-4, pada loh batu pertama.
·         Kemudian Yesus membungkuk dan menulis di tanah dengan jarinya untuk yang kedua kalinya, berarti mengasihi sesama, karena melakukan hukum 5-10, pada loh batu kedua.
Biarlah kita melakukan 10 hukum Allah, sehingga dengan demikian kita terbebas dari penghukuman.
Penghukuman akan terjadi bagi setiap orang di hari-hari terakhir. Kita melihat penghukuman dalam kitab Wahyu 16: 1-21, dengan 7 cawan / bokor murka Allah, dimulai dari bokor 1 sampai bokor 7, tetapi kalau kita berpegang pada janji Allah / hukum Allah, kita akan terlepas dari penghukuman, seperti perempuan yang kedapatan berzinah di pagi hari.

Yohanes 14: 15
(14:15) "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Kalau kita melakukan firman Tuhan, itulah perjanjian Tuhan, berarti mengasihi Tuhan.

Biarlah kita menjadi rumah doa bagi segala bangsa, sesuai dengan kerinduan Yesus Kristus dengan menguduskan hari sabat, dan berpegang pada perjanjian.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI